Anda di halaman 1dari 20

Diagnosa komunitas pd dasarnya sama dengan diagnosa individu

Perbedaan :
Komponen diagnosa komunitas (lanjutan)
 Merupakan kegiatan terpenting dalam diagnosa
komunitas.
 Dalam perencanaan survey harus mempertimbangkan:
• Mengapa survei ini dilakukan?
• Mengapa komunitas mereka yang dipilih?
• Siapa yang akan terlibat?
• Kapan survey dilakukan?
• Bagaimana hasil-hasilnya?
• Dimana kegiatan survey dilaksanakan?
• Siapa yang akan diwawancarai?  sampel?
Populasi?
• Apa yang akan dicakup dalam survey?  tergantung
permasalahan yang timbul dalam komunitas
Masalah kesehatan  quesioner ttg kesehatan
Masalah ekonomi  quesioner ttg ekonomi
dll
Penting !  membuat quesioner yang tepat dan
benar
• Alat apakah yang dipakai untuk mengukur status
kesehatan komunitas?  pengukur TB, BB, laborat
dll
• Pewawancara diajarkan cara-cara mewawancarai
responden dengan benar.
• Teknik-teknik pengukuran antropometrik dan
laboratorium harus dikuasai dengan baik.
 Harus menguasai dulu teknik-teknik statistik untuk
mengolah data hasil survey menjadi informasi yang
dapat dimengerti.
 Ada 2 macam teknik statistik :
› Statistik deskriptif
› Statistik Analitik
Umpan balik ke komunitas
 Umpan balik hasil survei dilakukan setelah data-
data survei kita olah menggunakan teknik statistik.

 Umpan balik dapat berupa laporan atau hasil


penelitian.

 Sasaran umpan balik : Institusi pemerintah


(kecamatan, desa, puskesmas) dan anggota
komunitas tempat kita melaksanakan survei.
Sasaran umpan balik Bentuk um p an b alik
Hasil-hasil Laporan non medis Laporan medis
perorangan

Populasi penderita 
Pejabat setempat 
Kepala puskesmas  
Profesi medis 
Waktu umpan balik Segera Kemudia Kemudia
n n
 Setelah diagnosa komunitas, akan diikuti oleh tindakan
kesehatan (Health action).

 Tindakan berupa program kesehatan , misalnya :


› Imunisasi
› Pendidikan kesehatan
› Swakelola pelayanan kesehatan primer
› Konservasi sumber daya alam ( tanah, air, lingkungan dll)
1. Pelayanan Kesehatan Primer (PUSKESMAS)

• Sifat : Merupakan pelayanan kesehatan dasar


berbasis komunitas.
• Mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif.
• Melibatkan peran serta dari seluruh elemen
komunitas dalam pembangunan kesehatan
komunitas.
2. Pendidikan Kesehatan

• Memotivasi penduduk untuk memperbaiki


perilaku hidup sehat dan memperbaiki status
kesehatan mereka.
• penekanan yang lebih besar pada usaha-
usaha pemecahan masalah (problem
solving) atau usaha-usaha yang berorientasi
kepada tindakan, baik oleh perorangan,
keluarga maupun kelompok-kelompok kecil
masyarakat.
• SASARAN
› Pendidikan kesehatan individual, dengan
sasaran individu.
› Pendidikan kesehatan kelompok, dengan
sasaran kelompok.
› Pendidikan kesehatan masyarakat, dengan
sasaran masyarakat.
2. TEMPAT PELAKSANAAN
Misal :
› Pendidikan kesehatan di sekolah,
dilakukan di sekolah dengan sasaran
murid.
› Pendidikan kesehatan di rumah sakit,
dilakukan di rumah sakit, dengan
sasaran pasien atau keluarga pasien.
› Pendidikan kesehatn di tempat-tempat
kerja, dengan sasaran buruh atau
karyawan yang bersangkutan.