Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi

Teori Probabilitas
L Pratama

January 24, 2010

L Pratama

Teori Probabilitas

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi

Probabilitas adalah suatu nilai untuk mengukur tingkat ketidakpastian terjadinya suatu kejadian yang acak. Probabilitas biasanya dinyatakan dalam desimal atau pecahan dan besarnya antara 0 dan 1. Probabilitas sama dengan 0 berarti sesuatu tidak pernah terjadi. Probabilitas sama dengan 0 berarti sesuatu pasti terjadi. Suatu kejadian (event) adalah hasil yang mungkin dari kegiatan-kegiatan yang dinamakan percobaan (experiment). Ruang sample (sample space) adalah seluruh hasil yang diperoleh dari suatu percobaan.

L Pratama

Teori Probabilitas

Contoh: 1 Probabilitas munculnya mata dadu 5 adalah 6 karena sebuah dadu terdapat 6 mata. Besarnya didasarkan pada pemikiran yang logis. Jika probabilitas terjadinya peristiwa A adalah P(A) maka probabilitas tidak terjadinya peristiwa A adalah P(A ) L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Pendekatan Klasik Pendekatan Frekuensi Relatif Pendekatan Subjektif Jika probabilitas suatu peristiwa yang akan terjadi dapat diketahui sebelum melakukan percobaan dinamakan percobaan klasik.

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Pendekatan Klasik Pendekatan Frekuensi Relatif Pendekatan Subjektif Pendekatan frekuensi relatif sering dinamakan probabilitas empiris karena besarnya ditentukan melalui percobaan. dirumuskan sbb: L Pratama Teori Probabilitas .

dirumuskan sbb: jumlah frekuensi terjadinya peristiwa Probabilitas terjadinya suatu kejadian = jumlah observasi Contoh: Dalam pelemparan sebuah uang logam dilihat probabilitas empiris munculnya sisi muka. L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Pendekatan Klasik Pendekatan Frekuensi Relatif Pendekatan Subjektif Pendekatan frekuensi relatif sering dinamakan probabilitas empiris karena besarnya ditentukan melalui percobaan.

Misalnya dalam pemilihan seorang pegawai dari 3 calon yang sama-sama pandai. lincah dan tanggung jawab. Biasanya terjadi dalam bentuk opini atau pendapat yang dinyatakan dalam suatu nilai probabilitas. L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Pendekatan Klasik Pendekatan Frekuensi Relatif Pendekatan Subjektif Pendekatan subyektif didasarkan atas penilaian seseorang dalam menyatakan tingkat kepercayaan berdasarkan fakta yang ada.

Syarat ruang sampel: L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Ruang sampel adalah himpunan semua kejadian yang mungkin dari suatu percobaan. Sedangkan kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel.

Misal. Sedangkan kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel. . Syarat ruang sampel: Dua hasil atau lebih tidak dapat terjadi secara bersamaan. jika melempar dadu sekali maka S adalah (1. Harus terbagi habis artinya harus memuat seluruh kemungkinan hasil. tidak bisa BB.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Ruang sampel adalah himpunan semua kejadian yang mungkin dari suatu percobaan. 2. melempar mata uang sekali hasilnya B/B. 6). Jika melempar dua kali hasilnya BB/BB/BB/BB. L Pratama Teori Probabilitas . . . . Misalnya.

BBB. BBB. n = 8. Jika keluar gambar burung.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Hasil eksperimen berbeda-beda sehingga bersifat acak. misal uang logam Rp50 dilempar tiga kali. B. BBB} . biasanya digunakan istilah variabel acak dengan simbol X . B. BBB. BBB. diberi nilai 1 dan jika keluar bukan burung. diberi nilai 0. Jika X menyatakan jumlah gambar burung untuk 3 kali lemparan maka L Pratama Teori Probabilitas . BBB. maka ruang sampelnya S = {BBB. BBB.

n = 8. BBB BBB. diberi nilai 0. 1. Jika keluar gambar burung. maka ruang sampelnya S = {BBB. X = [0. Jika X menyatakan jumlah gambar burung untuk 3 kali lemparan maka X X X X =3 =2 =1 =0 adalah adalah adalah adalah BBB BBB. L Pratama Teori Probabilitas . BBB} . BBB. BBB. B. diberi nilai 1 dan jika keluar bukan burung. biasanya digunakan istilah variabel acak dengan simbol X . BBB. BBB. misal uang logam Rp50 dilempar tiga kali. B. BBB BBB Jai. 3]. BBB. BBB. BBB. BBB. 2.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Hasil eksperimen berbeda-beda sehingga bersifat acak.

Notasi yang berkaitan dengan peristiwa bersama X dan Y adalah L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Terjadinya 2 atau lebih peristiwa dalam percobaan.

Notasi yang berkaitan dengan peristiwa bersama X dan Y adalah P(X ∪ Y ) = Probabilitas terjadinya X atau Y P(XY ) = Probablitas terjadinya X dan Y bersama-sama P(X ) = Probabilitas terjadinya X P(Y ) = Probabilitas terjadinya Y L Pratama Teori Probabilitas .Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Peristiwa Bersama Terjadinya 2 atau lebih peristiwa dalam percobaan.

maka L Pratama Teori Probabilitas . dalam pelemparan sebuah dadu. munculnya mata 2 dan 3 tidak dapat terjadi secara bersamaan.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa saling asing (mutually exclusive) terjadi jika hanya ada 1 dari 2 atau lebih peristiwa yang dapat terjadi sehingga tidak dapat terjadi bersamaan dalam satu percobaan. Jika kejadian X dan Y saling asing. Misal.

terjadinya X adalah jumlah probabilitas semua peristiwa bersama yang melibatkan X atau L Pratama Teori Probabilitas . dalam pelemparan sebuah dadu. Misal. maka P(X ∪ Y ) = P(X ) + P(Y ) Dalam teori probabilitas. Jika kejadian X dan Y saling asing. munculnya mata 2 dan 3 tidak dapat terjadi secara bersamaan.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa saling asing (mutually exclusive) terjadi jika hanya ada 1 dari 2 atau lebih peristiwa yang dapat terjadi sehingga tidak dapat terjadi bersamaan dalam satu percobaan.

Jika kejadian X dan Y saling asing. maka P(X ∪ Y ) = P(X ) + P(Y ) Dalam teori probabilitas. Y : Peristiwa bukanY Jika X dan Y tidak saling asing maka L Pratama Teori Probabilitas . Misal. munculnya mata 2 dan 3 tidak dapat terjadi secara bersamaan. terjadinya X adalah jumlah probabilitas semua peristiwa bersama yang melibatkan X atau P(X ) = P(XY ) + P(XY ). dalam pelemparan sebuah dadu.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa saling asing (mutually exclusive) terjadi jika hanya ada 1 dari 2 atau lebih peristiwa yang dapat terjadi sehingga tidak dapat terjadi bersamaan dalam satu percobaan.

Y : Peristiwa bukanY Jika X dan Y tidak saling asing maka P(X ∪ Y ) = P(X ) + P(Y ) − P(X ∩ Y ) L Pratama Teori Probabilitas . maka P(X ∪ Y ) = P(X ) + P(Y ) Dalam teori probabilitas. dalam pelemparan sebuah dadu. munculnya mata 2 dan 3 tidak dapat terjadi secara bersamaan. Jika kejadian X dan Y saling asing. terjadinya X adalah jumlah probabilitas semua peristiwa bersama yang melibatkan X atau P(X ) = P(XY ) + P(XY ). Misal.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa saling asing (mutually exclusive) terjadi jika hanya ada 1 dari 2 atau lebih peristiwa yang dapat terjadi sehingga tidak dapat terjadi bersamaan dalam satu percobaan.

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa Tak Bebas (Dependen) P(X /Y ) : Probabilitas terjadinya X dengan syarat Y sudah terjadi. P(X ∩ Y ) P(X /Y ) = P(Y ) P(X /Y ) = P(Y )P(X /Y ) = P(X )P(Y /X ) L Pratama Teori Probabilitas .

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Aturan Penjumlahan Aturan Perkalian Peristiwa Tak Bebas (Dependen) P(X /Y ) : Probabilitas terjadinya X dengan syarat Y sudah terjadi. P(X /Y ) = P(X ) dan P(Y /X ) = P(Y ) P(X ∩ Y ) = P(XY ) = P(X )P(Y ) L Pratama Teori Probabilitas . P(X ∩ Y ) P(X /Y ) = P(Y ) P(X /Y ) = P(Y )P(X /Y ) = P(X )P(Y /X ) Peristiwa Bebas (Independen) Dua kejadian atau lebih dikatakan independen jika terjadinya peristiwa tersebut tidak saling mempengaruhi.

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Dalil Bayes menerangkan hubungan antara probabilitas terjadinya peristiwa X dengan syarat peristiwa Y telah terjadi. P(X /Y ). P(Y /X ). dan probabilitas terjadinya peristiwa Y dengan syarat peristiwa X telah terjadi. L Pratama Teori Probabilitas .

dan probabilitas terjadinya peristiwa Y dengan syarat peristiwa X telah terjadi. P(X /Y ). P(X /Y ) = P(X /Y ) = P(XY ) P(Y ) dengan P(X )P(Y /X ) P(Y ) P(XY ) = P(X )P(Y /X ) P(Y ) = P(YX ) + P(YX ) = P(XY ) + P(X Y ) = P(X )P(Y /X ) + P(X )P(Y /X ) P(X /Y ) = P(X )P(Y /X ) P(X )P(Y /X )+P(X )P(Y /X ) L Pratama Teori Probabilitas . P(Y /X ).Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Dalil Bayes menerangkan hubungan antara probabilitas terjadinya peristiwa X dengan syarat peristiwa Y telah terjadi.

Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Untuk mempermudah mencari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam ruang sampel dapat digunakan pendekatan perhitungan dengan konsep permutasi dan kombinasi dengan kaidah-kaidah sebagai berikut: L Pratama Teori Probabilitas .

n ≥ r . n ≥ r L Pratama Teori Probabilitas . Jumlah permutasi yang dibentuk dari r elemen yang diambil n! dari n elemen maka jumlah permutasinya Prn = (n−r )! . Jumlah permutasi dari sebanyak n elemen adalah n! = n(n − 1)!.Pendahuluan Pendekatan Probabilitas Ruang Sampel dan Kejadian Aturan Dasar Probabilitas Dalil Bayes Teori Permutasi-Kombinasi Untuk mempermudah mencari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam ruang sampel dapat digunakan pendekatan perhitungan dengan konsep permutasi dan kombinasi dengan kaidah-kaidah sebagai berikut: Jika suatu operasi A dapat dibentuk dengan n cara dan suatu operasi B dapat dibentuk dengan m cara maka operasi A&B dapat dibentuk bersama-sama dalam jumlah nm cara. Jumlah kombinasi yang dapat dibentuk dari r elemen yang dipilih dari n elemen maka jumlah kombinasinya n! Crn = r !(n−r )! .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful