Anda di halaman 1dari 8

TUGAS FARMAKOGNOSI

OLEH:

NAMA :MUHAMMAD SYAMSIR MURSALI

NIM :01A1 18 175

KELAS : C

DOSEN :SUDARMAN RAHMAN,S.pd,M.Sc.

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2019
1. Apa yang dimaksud dengan metabolit primer, sekunder….?
2. Mengapa metabolit sekunder diproduksi….?
3. Apakah yang disebut dengan Alkaloid….?
4. Apa dasar pembagian alkaloid, sebutkan dan beri contoh…!
5. Apa sifat kimia alkaloid yang mendasar….?Berikan contoh…!
6. Dalam isolasi alkaloid, mengapa dilakukan ekstraksi asam-basa….?
JAWAB

1. * Metabolit primer adalah senyawa kimia kecil yang terlibat langsung dalam
pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme hidup. Oleh karena itu,
mereka adalah komponen kunci dalam pemeliharaan fungsi fisiologis normal dalam
tubuh. Dengan demikian, metabolit primer sering disebut sebagai metabolit sentral.
Metabolit primer biasanya terbentuk selama fase pertumbuhan karena metabolisme
energi. Mereka adalah komponen utama dari pertumbuhan yang tepat. Etanol, asam
laktat, nukleotida, vitamin, dan beberapa asam amino dianggap sebagai metabolit
primer.sedangkan
*Metabolisme sekunder adalah senyawa organik kecil yang dihasilkan melalui
modifikasi metabolit primer. Mereka terbentuk di dekat fase diam pertumbuhan.
Metabolisme sekunder tidak berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, atau
reproduksi. Namun, mereka memainkan peran dalam fungsi ekologi seperti
mekanisme pertahanan, berfungsi sebagai antibiotik, dan menghasilkan
pigmen.Atropin dan antibiotik seperti eritromisin dan bacitracin adalah metabolit
sekunder yang penting secara komersial yang diproduksi dalam skala besar. Atropin
berfungsi sebagai antagonis kompetitif untuk reseptor asetilkolin. Ini berasal dari
berbagai tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati bradikardia. Eritromisin
adalah antibiotik dengan spektrum antimikroba yang
2. Karena,metabolit sekunder memainkan peran dalam fungsi ekologi seperti
membantu mekanisme pertahanan, berfungsi sebagai antibiotik, dan memproduksi
pigmen,metabolit sekunder terbentuk di dekat fase diam pertumbuhan,dan
berperan sebagai untuk menunjukkan perubahan signifikan dalam
metabolisme.contohnya yaitu Pigmen, antibiotik, dan obat-obatan adalah metabolit
sekunder .
3. Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan
heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa
yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik,
gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan
prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan
alkaloid termasuk digolongan ini
4. Klasifikasi alkaloid, diantaranya yaitu berdasarkan lokasi atom nitrogen di dalam
struktur alkaloid dan berdasarkan asal mula kejadiannya (biosintesis) dan
hubungannya dengan asam amino. Berdasarkan asal mulanya (biogenesis) dan
hubungannya dengan asam amino, alkaloid dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:

1. True alkaloid

Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; toksik, perbedaan keaktifan fisiologis yang besar, basa,
biasanya mengandung atom nitrogen di dalam cincin heterosiklis, turunan asam amino,
distribusinya terbatas dan biasanya terbentuk di dalam tumbuhan sebagai garam dari asam
organik. Tetapi ada beberapa alkaloid ini yang tidak bersifat basa, tidak mempunyai cincin
heterosiklis dan termasuk alkaloid kuartener yang lebih condong bersifat asam. Contoh dari
alkaloid ini adalah koridin dan serotonin.

2. Proto alkaloid

Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; mempunyai struktur amina yang sederhana, di mana
atom nitrogen dari asam aminonya tidak berada di dalam cincin heterosiklis, biosintesis berasal
dari asam amino dan basa, istilahbiologycal amine sering digunakan untuk alkaloid ini. Contoh
dari alkaloid ini adalah meskalina dan efedrina.

3. Pseudo alkaloid
Alkaloid jenis ini memiliki ciri-ciri; tidak diturunkan dari asam amino dan umumnya
bersifat basa.

a. Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklikDimana atom nitrogen terletak pada cincin
karbonnya. Yang termasuk pada golongan ini adalah :

1. Alkaloid Piridin-Piperidin

Mempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Yang termasuk

dalam kelas ini adalah : Conium maculatum dari famili Apiaceae dan Nicotiana

tabacum dari famili Solanaceae.

2. Alkaloid Tropan

Mengandung satu atom nitrogen dengan gugus metilnya (N-CH3). Alkaloid ini dapat
mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sun-sum tulang
belakang. Yang termasuk dalam kelas ini adalah Atropa belladona yang digunakan sebagai tetes
mata untuk melebarkan pupil mata, berasal dari famili Solanaceae, Hyoscyamus niger, Dubuisia
hopwoodii, Datura dan Brugmansia spp, Mandragora officinarum, Alkaloid Kokain dari
Erythroxylum coca (Famili Erythroxylaceae)

3. Alkaloid Quinolin

Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen. Yang termasuk disini adalah ; Cinchona
ledgeriana dari famili Rubiaceae, alkaloid quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax

4. Alkaloid Isoquinolin

Mempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada famili
Fabaceae termasuk Lupines (Lupinus spp), Spartium junceum, Cytisus scoparius dan Sophora
secondiflora

5. Alkaloid Indol
Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol . Ditemukan pada alkaloid ergine dan
psilocybin, alkaloid reserpin dari Rauvolfia serpentine, alkaloid vinblastin dan vinkristin dari
Catharanthus roseus famili Apocynaceae yang sangat efektif pada pengobatan kemoterapy
untuk penyakit Leukimia dan Hodgkin‟s.

6. Alkaloid Imidazol

Berupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. Alkaloid ini ditemukan pada famili
Rutaceae. Contohnya; Jaborandi paragua.

7. Alkaloid Lupinan

Mempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N, alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus (fam
: Leguminocaea).

8. Alkaloid Steroid

Mengandung 2 cincin karbon dengan 1 atom nitrogen dan 1 rangka steroid yang mengandung 4
cincin karbon. Banyak ditemukan pada famili Solanaceae, Zigadenus venenosus.

9. Alkaloid Amina

Golongan ini tidak mengandung N heterosiklik. Banyak yang merupakan tutrunan sederhana
dari feniletilamin dan senyawa-senyawa turunan dari asam amino fenilalanin atau tirosin,
alkaloid ini ditemukan pada tumbuhan Ephedra sinica (fam Gnetaceae)

10. Alkaloid Purin

Mempunyai 2 cincin karbon dengan 4 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada kopi (Coffea
arabica) famili Rubiaceae, dan Teh (Camellia sinensis) dari famili Theaceae, Ilex paraguaricasis
dari famili Aquifoliaceae, Paullunia cupana dari famili Sapindaceae, Cola nitida dari famili
Sterculiaceae dan Theobroma cacao.

b. Alkaloid tanpa atom nitrogen yang heterosilik


Dimana, atom nitrogen tidak terletak pada cincin karbon tetapi pada salah satu atom karbon
pada rantai samping.

1. Alkaloid Efedrin (alkaloid amine)

Mengandung 1 atau lebih cincin karbon dengan atom Nitrogen pada salah satu atom karbon
pada rantai samping. Termasuk Mescalin dari Lophophora williamsii, Trichocereus pachanoi,
Sophora secundiflora, Agave americana, Agave atrovirens, Ephedra sinica, Cholchicum
autumnale.

2. Alkaloid Capsaicin

Dari Chile peppers, genus Capsicum.


Yaitu ; Capsicum pubescens, Capsicum
baccatum, Capsicum annuum, Capsicum
frutescens, Capsicum chinense.

5.Sifat-sifat Alkaloid

A. Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino.


B. Berupa padatan kristal yang halus dengan titik lebur tertentu yang bereaksi
dengan asam membentuk garam.
C. Alkaloid berbentuk cair dan kebanyakan tidak berwarna.
D. Dalam tumbuhan alkaloid berada dalam bentuk bebas, dalam bentuk N-oksida
atau dalam bentuk garamnya.
E. Umumnya mempunyai rasa yang pahit.
F. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut
dalamkloroform, eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relative non
polar.
G. Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air, contohnya
Strychnine HCl lebih larut dalam air daripada bentuk basanya.
H. Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas, garam
pada atom N-nya.
6.Dalam isolasi alkaloid di butuhkan suasana asam atau basa karena keadaan
basa dan asam digunakan untuk menjaga keadaan agar proses isolasi dapat
berjalan dengan baik. Alkaloid cenderung bersifat basa dan mudah menguap.
sedangkan asam digunakan untuk menghasilkan alkaloid dalam bentuk garam
dan tidak mudah menguap.

Pada tahap awal isolasi alkaloid dibutuhkan kondisi asam karena dengan
penambahan asam organik maka ekstrak akan menghasilkan garam atau
penambahan asam berguna untuk mengikat alkaloid dengan garam
nya.Penambahan basa berguna untuk membebaskan ikatan garam menjadi
alkaloida yang bebas.

Isolasi alkaloid dilakukan dengan metode ekstraksi. Bahan tanaman, terutama


biji dan daun sering banyak mengandung lemak, lilin yang sangat nonpolar.
Karena, senyawa-senyawa tersebut dipisahkan dari bahan tanaman sebagai
langkah awal dengan cara pelarutan dengan petrolium eter. Kebanyakan alkaloid
tidak larut dalam petrolium eter. Namun, ekstrak harus selalu dicek untuk
mengetahui adanya alkaloid dengan menggunakan salah satu pereaksi
pengendap alkaloid. Bila sejumlah alkaloid larut dalam pelarut petrolium eter,
maka bahan tanaman pada awal ditambahkan dengan asam untuk mengikat
alkaloid sebagai garam nya. Prosedur ini telah digunakan untuk mengekstrak
ergotamin dari cendawan ergot.

Prinsip pengerjaan dengan azas keller yaitu alkaloida yang terdapat dalam suatu
bakal sebagai bentuk garam, dibebaskan dari ikatan garam tersebut menjadi
alkaloida yang bebas. Untuk itu ditambahkan basa lain yang lebih kuat dari pada
alkaloida tadi. Basa yang dipakai tidak boleh terlalu kuat karena alkaloid pada
umumnya kurang stabil. Pada pH tnggi ada kemungkinan akan terurai, terutama
dalam keadaan bebas. Bahan tumbuhan dapat dibebaskan dengan natrium
karbonat.

Contohnya pada isolasi nikotin 25 gram daun tembakau kering rajangan yang
telah dibungkus kertas saring dimasukkan ke dalam alat soxhlet, dilakukan
ekstraksi dengan menggunakan 300 mL metanol selama 7 jam. Sampel yang
digunakan adalah 100 gram sehingga ekstraksi dilakukan 4 kali. Ekstrak / filtrat
yang dihasilkan dievaporasi sampai dihasilkan larutan yang pekat atau filtrat
tinggal 10 % dari volume semula. Larutan pekat dituangkan ke dalam labu
erlenmeyer dan diasamkan dengan H2SO4 2 M sebanyak 25 mL. Larutan
diaduk dengan magnetik stirer agar homogen. Lalu larutan diuji dengan
kertas lakmus sampai berwarna merah. Kemudian larutan diekstrak dengan
kloroform 25 mL sebanyak 3 kali dengan corong pisah.