Anda di halaman 1dari 28

PROFIL PEMATERI

EUIS EMALIA NOOR -


PECB CERTIFIED LEAD AUDITOR ANTI BRIBERY MANAGEMENT SYSTEM -
ISO 37001
Lead Auditor ISO 9001 dan ISO 14001
Core Values BUMN
Certified Business Strategic Management
Certified Financial Management

AKHLAK
Saat ini bertugas di PT.Surveyor Indonesia sebagai Ahli Utama Strategic
Management di Divisi Perencanaan Strategis sejak tahun 2013.
Dari tahun 2002 – 2012 bertugas di Operasional di Cabang maupun di
Divisi Bisnis sebagai Manager , kemudian menjadi Deputi GM.
Berpengalaman sebagai konsultan Sistem Manajemen Mutu dan
Lingkungan Hidup berbasis ISO 9001 dan ISO 14001 sejak tahun 1996.
AGENDA

1 LATAR BELAKANG

2 SISTEM MANAJEMEN ANTI PENYUAPAN – ISO 37001

3 BAGAIMANA PENERAPANNYA

4 ROAD MAP MENUJU SERTIFIKASI

5 DISKUSI
LATAR BELAKANG
Regulasi yang terlalu banyak, Pengadaan barang dan jasa yang
tumpang-tindih perijinan dan terindikasi belum independen
tidak tersedianya basis data
Lemahnya pengawasan internal dan
Menguatnya praktik kartel dan tidak tersedianya panduan kode
monopoli dalam tata niaga sektor etik yang dapat mengendalikan
strategis (perkebunan, kehutanan, potensi suap di lingkup perusahaan
kelautan, mineral, energi) dan pemerintahaan, terutama di
Departemen dengan kategori “high
Incapable yet powerful risk”
Personnel kunci di perusahaan dan
pemerintahan yang tidak profesional Lemahnya integritas di tingkat manajamen
atau memiliki kompetensi di bidangnya dan lingkup pejabat publik
namun memiliki kekuasaan

Perusahaan Pejabat Publik


-Save the operation Pola Relasi Transaksional -Opportunity
-Save the project -Legitimation
-Powerful in financial -Powerful in authorization
Analisa Kepentingan pada
Transaksi

Penjual Pembeli
• Kenapa belinya bukan darisaya? • Kualitas sesuai yang saya butuh?
• Kenapa yang bukan produksaya? Dua kepentingan yangberbeda, • Harga paling ekonomis?
• Kenapa harga belinya tidaksetinggi tapi sering tidak diperhatikan • Penyerahannya sesuai jadwal
harga dari saya? secara berimbang
saya?

Risiko sebenarnya yang bisa


SUAP mengganggu transaksi adalah suap. SUAP
Biaya suap menambah nilaitransaksi

Berbagai macam mekanisme, prosedur, peraturan dan lain-lain sampai “sangat ruwet” telah dibuat untuk
memastikan bahwa kepentingan-kepentingan Penjual maupun Pembeli bisa dilindungi

Sumber : slide Amien Sunaryadi , webinar 6 Juni 2020


GLOBAL COMPETITIVENESS INDEX - 2019 50 /141 INDEKS PERSEPSI KORUPSI INDONESIA

Core Values BUMN


AKHLAK
- Regulasi
- Perijinan Indonesia Rank’s
- Dukungan SDM
85
- Infrastruktur
From 180
World Economy Forum, 2019
JENIS PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
Berdasarkan data KPK Tahun 2004 s.d Desember 2019

66% PENYUAPAN
683 Perkara

PENGADAAN
20% BARANG & JASA
206 Perkara

5% PENYALAHGUNAAN ANGGARAN 48 Perkara


3% TPPU 36 Perkara

3% PUNGUTAN 26 Perkara

2% PERIZINAN 23 Perkara

1% MERINTANGI PROSES KPK 10 Perkara


DEFINISI SUAP
ISO 37001 :
menawarkan, menjanjikan, memberikan, menerima atau meminta keuntungan yang tidak semestinya dari nilai
apapun (berupa keuangan atau non keuangan), langsung atau tidak langsung, terlepas dari lokasi, merupakan
pelanggaran peraturan perundang-undangan, sebagai bujukan atau hadiah untuk orang yang bertindak atau
menahan diri dari bertindak terkait kinerja (3.16) dari tugas orang tersebut
Pemidanaan Korporasi di Indonesia
1999
Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 “Korporasi dapat dipidanakan apabila terbukti
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi melakukan tindak pidana korupsi, dan tuntutan serta
Pasal 20 penjatuhan pidananya dapat dilakukan terhadap
korporasi dan atau pengurusnya.”

2016

Peraturan Mahkamah Agung RI No. 13 Tahun 2016 “Dalam menjatuhkan pidana terhadap Korporasi,
tentang Tata Cara Penanganan PerkaraTindak Hakim dapat menilai kesalahan Korporasi antara lain:
Pidana oleh Korporasi ► Korporasi membiarkan terjadinya tindak pidana;
Pasal 4 ayat 2 atau
► Korporasi tidak melakukan langkah-langkah yang
diperlukan untuk melakukan pencegahan,
mencegah dampak yang lebih besar dan
memastikan kepatuhan terhadap ketentuan
hukum yang berlaku guna menghindari
terjadinya tindak pidana.”

2020 (saat ini)

Page 9
REGULASI TERKAIT SUAP DI INDONESIA

REGULASI DI INDONESIA TERKAIT SUAP


UU 20/2001 Tentang Perubahan Atas
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Undang-Undang nomor 11 tahun
Tentang Pemberantasan Tindak Pidana 1980 tentang Tindak Pidana Suap
Korupsi.

Permenpan RB No.10 /2019 tentang


Perma 13/2016 tentang Tata Cara Pedoman Pembangunan ZonaIntegritas
Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan
Penanganan Perkara Tindak Pidana wilayah birokrasi bersih dan melayani di
oleh Korporasi. lingkungan instansi pemerintah,
perubahan Permenpan RB No.54/2012.

Permenpan RB No.03/2013 tentang


Pedoman Umum Sistem
Perpres No. 54/2018 Tentang Strategi
Penanganan Pengaduan Tindak
Nasional Pencegahan Korupsi.
Pidana Korupsi Di Lingkungan
Kemenpan RB.

Surat Edaran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI


No. SE-35/MBU/01/2020 tentang Implementasi Sistem Manajemen
Anti Suap
Regulasi Tata Kelola Suap di BUMN

1. Semua BUMN wajib melakukan sertifikasi


ISO 37001:2016 tentang Sistem
Manajemen Anti Penyuapan
2. Perolehan sertifikat ISO 37001:2016
sebelum tanggal 17 Agustus 2020
3. Menunjuk PIC yang bertanggungjawab
penuh terhadap proses sertifikasi
4. Kementerian BUMN monitoring berkala
perkembangan sertifikasi ISO 37001:2016

Sertifikasi ISO 37001:2016


...“ harus sudah diperoleh BUMN sebelum
“SNI ISO 37001: 2016, SMAP sangat
tanggal 17 Agustus 2020 ”… penting. Konsekuensi dari penerbitan
Namun demikian, perolehan sertifikasi tersebut baru Perma No. 13 tahun 2016 membuat
langkah awal, dan langkah selanjutnya adalah pengurus perusahaan dapat
implementasi sistemnya, sehingga permasalahan terkait diminta pertanggungjawabannya
dengan korupsi dapat dikurangi, bahkan dihilangkan. bila sebuah korporasi diduga
melakukan tindak pidana. Dalam
konteks ini, penerapan SMAP
diharapkan dapat mengurangi risiko
1
tersebut”. 1

Budi Gunadi – Wamen 1 KBUMN


Peran standar dalam pengaturan “pasar”

mencegah “produsen assuring assuring mencegah barang


nakal” memperoleh fairness safety and berbahaya

regulasi
keuntungan dari
pasar env protection beredar di pasar

biaya produksi supply harga beli murah,


demand aman dikonsumsi
rendah, menjadi
pilihan konsumen penerapan atau digunakan,
produsen PASAR
standar konsumen sesuai keinginan
persaingan yang
sehat di pasar atau kebutuhan,
nyaman

kesesuaian
penilaian
membuktikan assuring membantu konsumen
pemenuhan
persyaratan pasar, compliance menentukan pilihan,
memperoleh kepercayaan to specified meringankan beban
konseumen pengawasan pasar
requirements
Milestones towards ISO 37001

10 Hallmarks of an
effective program

1977 2005 2016

13 Good Practices

23
P
a
g
e
1 Apakah ISO 3 7 0 0 1 itu?
4

• Membangun, mengimplementasikan, Pendekatan Standar ISO berbasis


dan terus meningkatkan program risiko yang terintegrasi
COSO Fraud
kepatuhan anti penyuapan Risk
OCEG GRC Management
Fundamental UK Bribery Act

• Aplikatif untuk sektor publik, swasta,


dan nirlaba
Governance, Risk,
Compliance Compliance (GRC) US Foreign
Management
System
Integrated Corrupt
Practices Act
• Dapat diterapkan secara penuh maupun 19600:2014 Management
System
parsial

Whistleblowing Anti
• Mewakili praktik anti korupsi yang Management Corruption
Law
System Anti Bribery
diakui secara global. Diadopsi identik 37002 Management
System ISO
menjadi SNI ISO 3 7 0 0 1 Sistem 37001:2016
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)

SNI ISO 37001??


Standar yang merinci persyaratan dan menyediakan panduan untuk
menetapkan, menerapkan, memelihara, meninjau dan meningkatkan
sistem manajemen anti penyuapan.
6 PRINSIP SMAP ISO 37001
(Bribery Act 2010 Guidance)

6) MONITOR DAN EVALUASI 1) PROPORSIONAL PROSEDUR

5) KOMUNIKASI 2) KOMITMEN PIMPINAN

4) DUE DILIGENCE 3) MANAJEMEN RESIKO


PROCESS BASED MODEL – ISO 37001 FRAMEWORK

5. Leadership

ABMS
4.4 ABMS –
General & Process
Approach
Stakeholders
6. Planning 9. Performance Feedback
Evaluation

Effectiveness
Needs and and Efficiency
Expectationof of Anti-bribery
Stakeholders Management
Requirements
Inputs 8. Operation Outputs
System

59
Date:
HLS and ISO 37001:2016 structure
4 Context of 9 Performance
5 Leadership 6 Planning 7 Support 8 Operation 10 Improvement
organization Evaluation

8.1 Operational 9.1 Monitoring, 10.1


5.1 Leadership 6.1 Actions to
4.1 Organization 7.1 Resources Planning and Measurement, Nonconformity
and address risks &
and its Context Control Analysis and and Corrective
commitment opportunities
Evaluation Action

4.2 Needs and 6.2 ABMS 7.2 Competence


8.2 Due Diligence 9.2 Internal 10.2 Continual
Expectation of 5.2 Anti-bribery Objectives and
Audit Improvement
Stakeholders Policy Planning

7.3 Awareness and


8.3 Financial
Training
4.3 Scope of 5.3 Roles and Control
9.3 Management
ABMS responsibilities
Review
authorities
7.4
8.4 Non-financial
Communication
4.4 Anti-bribery Control
9.3.1 Top
Management Management
System Review
7.5 Documented
Information 8.5 Anti-bribery
Controls
9.3.2 Governing
4.5 Bribery Risk Body Review
Assessment
8.6 Anti-bribery
Commitments 9.4 Review by
Anti-bribery
Compliance
8.7 Gifts, Function
Hospitality,
Donations and
Benefits

8.8 Managing Ina of


Anti-bribery
Controls

8.9 Raising
Concerns

8.10 Investigating
and Dealing with 33
Bribery Date:
Manfaat Penerapan SNI ISO 37001:2016 Bagi Organisasi

•Memenuhi Instruksi Presiden No. 10 Tahun •BUMN & BUMD dapat memenuhi kewajiban •Meningkatkan kredibilitas perusahaan sebagai
2016 tentang Aksi Pencegahan dan dari Surat Edaran Nomor SE-2/MBU/07/2019 sebuah organisasi yang telah taat pada
Pemberantasan Korupsi. dan melakukan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 peraturan anti suap dan peraturan pemerintah
Sistem Manajemen Anti Penyuapan. dengan menerapkan standar yang diakui
secara internasional.

Clean Government
&
Good Governance

Preventive Government Official Participation


Strategy:
Implementation
ISO 37001:2016

Good Corporate
Governance
Private Sector Public Community

18
MANFAAT PENERAPAN SMAP ISO 37001

Mencegah, mendeteksi dan mengatasi risiko


penyuapan

Menjaga Reputasi Perusahaan

Mencegah benturan kepentingan


EKOSISTEM BISNIS
YANG EFISIEN DAN
Mengurangi kerugian BERSAING SEHAT

Meningkatkan kepercayaan stakeholder dan


kepercayaan diri perusahaan

Meningkatkan pengakuan internasional


Values dipengaruhi oleh setting
tone from the top
4 NO’s:
1. No Bribery
• Tidak boleh ada suap-menyuap, sogok, pemerasan
2. No Kickback Secara praktis, ini
• Tidak boleh ada komisi, uang terima kasih, uang bagi-bagi merupakan
3. No Gift komponen utama
• Tidak boleh ada hadiah yang tidak wajar Integritas
4. No Luxurious Hospitality
• Tidak boleh ada jamuan-jamuan yang mewah/berlebihan
Tahapan Penerapan SNI ISO 37001:2016
Sertifikasi
- Pemilihan lembaga sertifikasi 10 Lembaga
- Pelaksanaan audit sertifikasi Sertifikasi yang
- Perbaikan hasil audit sudah diakreditasi
STATUS

- Keputusan sertifikasi KAN


- Surveilan di tahun berikutnya
5
Implementasi
-Sosialisasi Penerapan
Evaluasi Kinerja 4
-Implementasi sistem
Sistem
-Audit Internal
-Tinjauan Manajemen 3
-Persiapan sertifikasi Persiapan
Pengembangan 2 -Training Awareness
Sistem terhadap standar
-Gap Analysis
- Pengembangan kebijakan dan
dokumentasi
1

surveyor.id @surveyor_id surveyor.id Surveyor Indonesia www.ptsi.co.id


PERSIAPAN :
APA YANG HARUS DILAKUKAN
Klausul:
6.2
Klausul:
Klausul :
6.1
4,3 , 4.4
Rekomendasi
Klausul : perbaikan atas
6.1 , 7.1 , 7.2 Gap analysis kondisi
Penentuan organisasi dengan hasil gapanalysis
lingkup Klausul :
persyaratan ISO 37001
penerapan Shall / harus
7.3 , 7.4 Should / sebaiknya
Pembentukan tim Klausul :
May / boleh
project SMAP dan Can / dapat
4.5
budget
Klausul : Pelatihan Awareness Bribery Risk
4.1 , 4.1 Assessment

Identifikasi isu
dan stakeholders
Current State
Assessment
BRIBERY RISK ASSESSMENT
(2 bulan)

Dua tingkat BRA

Risiko di tingkat organisasi

• Lingkungan bisnis
• Industri Bribery Risk Register
• Pemangku kepentingan
(mis. regulator, asosiasi,
lembaga yang relevan,
auditor, legislatif) Identifikasi Proses
Identifikasi
BriberyRisk Risiko penilaian
skema
Assessment Penyuapan risiko
penyuapan
(BRA) penyuapan

R is iko di tingkat area Workshop


Wawancara
• Lingkup usaha Focus GroupDiscussion
• Model bisnis Laporan WBS
• Struktur dan wewenang
• Proses dan prosedur
• Catatan dan dokumentasi
• Informasi keuangan

Page 23
PENGEMBANGAN SISTEM

Penyusunan
Klausul : pengendalian keuangan
5.1 , 5.2 PERAN DALAM PENERAPAN SMAP
dan non- keuangan
berdasarkan B R A

Penentuan Struktur
Organisasi ISO 3 7 0 0 1 Klausul : Klausul :
• Dewan Pengarah 5.2 , 6.2, 7.5
4.5 , 6.2 , 8.1
• Manajemen Puncak
• Fungsi Kepatuhan Anti
Penyuapan
Penyusunan
Kebijakan Atni
Penyuapan dan
pedoman
pendukung kebijakan
IMPLEMENTASI SMAP ISO 37001

Whistleblowing
Klausul:
system dan
8.9 , 8.10 investigasi
Klausul :
8.2

Due diligence Klausul :


7.3 , 7.4 , 8.8 PERAN DALAM IMPLEMENTASI
terhadap personel
SMAP
dan rekanan bisnis 1. Dewan Pengarah
Klausul :
2. Personel Organisasi
8.3 , 8.4 , 3. Fungsi Hukum
8.6, 8.7 4. Fungsi Keuangan
Pelatihan kepada
5. Fungsi Human Resources
personel dan sosialisasi 6. Fungsi Pengadaan
kepada rekanan bisnis 7. Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan
Pengendalian 8. Fungsi Audit Internal
keuangan dan
non-keuangan
EVALUASI KINERJA

Klausul:
10.1 , 10.2
Klausul :
9.2 Perbaikan
berkelanjutan

Klausul :
Audit internal atas 9.4
penerapan ISO
37001 Klausul :
9.3
Tinjauan oleh Fungsi
Kepatuhan Anti
Penyuapan
Tinjauan Manajemen
• Dewan Pengarah
• Manajemen Puncak
PROSES SERTIFIKASI
PRE-ASSESSMENT Audit Tahap I Audit Tahap 2

Implementasi ISO Kesesuaian antara


Tindak lanjut Audit 1
37001 implementasi SMAP
dan Sertifikasi
dengan Persyaratan
ISO 37001
KEY HIGHLIGHT
❑ ISO 3 7 0 0 1 bukanlah tentang sertifikasi, melainkan
• perubahan budaya organisasi
❑ Penerapan ISO 3 7 0 0 1 membutuhkan partisipasi aktif personel organisasi dan komunikasi
duaarah antara divisi penerap dengan divisi pendukung
❑ Apabila mayoritas rekanan bisnis berada pada lingkungan penerap ISO 37001, organisasi
akan diharapkan mempunyai maturity level yang setara
❑ Seiring meningkatnya penindakan kejahatan korporasi, organisasi perlu mempunyai
mekanisme pengendalian yang memadai.
❑ Penerapan SMAP ISO 37001 secara efektif akan mendorong komunitas bisnis yang bersih dan
transparan
❑ Saat ini terdapat berbagai sistem manajemen anti penyuapan. Namun, ISO 3 7 0 0 1 adalah
satu- satunya sistem manajemen anti penyuapan yang diakui secara global