Anda di halaman 1dari 1

2.

Kelainan ukuran gigi

Hanya dua anomali dari ukuran gigi yaitu mikrodonsia dan makrodonsia, yang

melibatkan satu atau banyak gigi. Makrodonsia merupakan predisposisi gigi berjejal

sedangkan mikrodonsia merupakan predisposisi gigi tersusun renggang. Mikrodonsia

dari insisif lateral atas mempunyai hubungan dengan impaksi kaninus atas

permanen.2,17

3. Kelainan bentuk gigi

Kelainan bentuk gigi dapat ditemukan pada gigi yang menyatu, rangkap, dan

dens in dente. Dilaserasi juga anomali bentuk gigi dimana ada lengkung di daerah

akar atau mahkota. Umumnya tidak mempengaruhi perawatan ortodonti tetapi dapat

mempersulit ekstraksi gigi yang terkena.2

4. Kelainan frenulum labial

Pada saat kelahiran, frenunum labial melekat pada ridge alveolar dengan

beberapa serat dan terletak dengan papilla lingual gigi. Saat gigi erupsi, frenulum

bermigrasi ke superior sehubungan dengan ridge alveolar. Beberapa serat dapat

bertahan di antara gigi insisif sentral atas. Perlekatan frenulum yang rendah

dihubungkan dengan diastema garis tengah rahang atas. Jika papilla palatal memucat

saat frenulum ditarik atau pada gambar radiograf terlihat celah alveolar diantara gigi

insisif, frenulum terlibat dalam pembentukan diastema.2,17