Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN ANALISIS EKONOMI

Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

BAB - II
METODOLOGI

BAB 2. METODOLOGI

2.1. METODE ANALISIS


Proyek-proyek pemerintah, sesungguhnya tidak hanya mempengaruhi
neraca anggaran pemerintah, melainkan juga dapat mempengaruhi
tingkat kesejahteraan rumah tangga yang mengkonsumsinya,
termasuk keseluruhan kondisi ekonomi dan kondisi lingkungan hidup
masyarakat. Untuk memprediksi dampak suatu proyek terhadap
kondisi ekonomi masyarakat tersebut, maka perlu dilakukan
penilaian / evaluasi ekonomi. Tehnik utama yang digunakan didalam
membuat penilaian tersebut adalah analisis yang berbasis pada biaya
dan manfaat. Analisis ini memberikan suatu metodologi dan kerangka
untuk membandingkan arus manfaat dan arus biaya dari suatu proyek
selama periode tertentu dan dapat memberikan gambaran kesimpulan
apakah suatu proyek layak secara ekonomi atau tidak.

2.1.1.Biaya (Cost)
Beberapa pengertian mengenai biaya adalah sebagai berikut:
A. Biaya Finansial dan Biaya Ekonomi
Biaya finansial suatu proyek dapat didefinisikan sebagai jumlah
semua pengeluaran dana yang diperlukan untuk melaksanakan
proyek sampai selesai, serta untuk pengoperasiannya. Biaya
finansial dalam suatu proyek dapat dipilah menjadi beberapa
komponen biaya sebagai berikut:
a. Biaya Konstruksi (C1)
Merupakan perkiraan biaya yang dibebankan untuk
pembangunan fisik proyek yang besarnya ditetapkan
berdasarkan pada estimasi volume pekerjaan dan harga satuan
terakhir. Contoh beberapa komponen kegiatan yang termasuk
dalam biaya konstruksi, yaitu acces road, basecamp, main
construction works, dan lain-lain. Bila estimasi terakhir
dilakukan beberapa tahun sebelumnya, dalam evaluasi perlu
dilakukan penyesuaian dengan tingkat harga saat analisa
dilakukan dengan memakai tingkat inflasi yang terjadi.
b. Biaya Engineering (C2)
Termasuk dalam kategori biaya ini adalah biaya supervisi oleh
proyek atau konsultan pengawas, biaya-biaya survey,
investigasi, disain, penyediaan photo udara, penyediaan peta,
survey topografi, survey tanah investigasi hidrologi dan
geologi, uji model (model test), studi-studi pendukung (socio-
economic, environment, dll), detailed design, tender document,
dan lain-lain. Biasanya besarnya biaya engineering ini berkisar
antara 5 – 10% dari capital cost.

1
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

c. Biaya Pembebasan Tanah dan Biaya Pemukiman Kembali


Terhadap Penduduk Yang Terkena Proyek/Gusur (C3)
Merupakan perkiraan biaya yang diperlukan untuk penyiapan
lahan untuk proyek. Termasuk dalam kategori biaya ini adalah
biaya pembelian lahan, biaya pemindahan penduduk (bila
diperlukan). Pemindahan penduduk disini didefinisikan sebagai
pemukiman kembali bagi penduduk yang tempat tinggalnya
akan terkena lokasi proyek.
d. Biaya Perataan Tanah dan Pencetakan Sawah, (C4)
Untuk proyek irigasi ada kalanya diperlukan biaya perluasan
areal sawah. Dalam hal ini biaya perataan tanah dan biaya
pencetakan sawah perlu dimasukkan kedalam biaya investasi.
e. Biaya Tenaga Kerja (C5)
Masih pada proyek irigasi misalnya, ada kalanya pula
diperlukan biaya untuk mendatangkan tenaga kerja dari luar
daerah (transmigran) untuk menyiapkan lahan agar dapat
diolah. Biaya inipun harus dimasukkan kedalam biaya investasi
yang diperhitungkan dalam proyek.
f. Biaya Pembayaran Pajak (C6)
Merupakan sejumlah pengeluaran yang digunakan untuk
pembayaran pajak terkait dengan proyek.
g. Sunk Cost (C7)
Merupakan biaya investasi yang dikeluarkan terdahulu,
sebelum rencana investasi dinyatakan ekonomis. Biasanya
sunk cost tidak diperhitungkan dalam rencana investasi yang
akan datang. Yang diperhitungkan hanya biaya dan
pendapatan pada masa mendatang. Untuk evaluasi ekonomi,
sunk cost diperhitungkan dalam investasi proyek secara
keseluruhan.
h. Biaya Operasi & Pemeliharaan (C8)
Merupakan perkiraan biaya yang dibebankan untuk
pemeliharaan dan pengoperasian, setelah proyek selesai
dibangun. Termasuk dalam biaya operasi & pemeliharaan
adalah biaya untuk staff, tenaga kerja (labour), biaya
equipment, machinery, biaya operasi & pemeliharaan
bangunan (buildings), structures, roads dan power supply.
i. Biaya Penggantian (C9)
Biaya penggantian (Replacement) merupakan biaya yang akan
diperlukan untuk mengganti bagian-bagian proyek yang rusak
atau aus selama umur ekonomisnya.
j. Biaya Administrasi Proyek (C10)
Yaitu biaya untuk biaya lain-lain seperti biaya administrasi,
pelatihan (training), physical contingencies dan price
contingencies.
Keseluruhan jumlah biaya tersebut (C1 …. C10) diatas merupakan
nilai / harga finansial dari komponen biaya. Dalam analisa ekonomi
dipakai nilai ekonomi dari komponen biaya (economic cost), yaitu

2
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

hanya untuk komponen-komponen biaya C1, C2, C8, C9 dan


sebagian C10 saja.

Total Biaya Ekonomi = Total Biaya Finansial – Transfer of


Payment
= Total Biaya Finansial –
C3,C4,C5,C6,C7,sbg C10
= C1 + C2 + C8 + C9 + sebagian C10.
Dalam prakteknya, kadang-kadang usulan biaya proyek tidak dapat
diidentifikasi jenis-jenis biaya yang terkandung didalamnya, maka
untuk memudahkan dalam menentukan biaya ekonomi dari biaya
finansial digunakan faktor konversi. Perbedaan besarnya faktor
konversi ditentukan dari perbedaan komponen tenaga kerja tidak
ahli dan pembayaran transfer (DGWRD, 1984). Perkiraan faktor
konversi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2-1 Faktor Konversi Dari Biaya Finansial Ke Biaya


Ekonomi

Jenis Pekerjaan Faktor


Konversi

1 1. Pekerjaan Sipil headworks 0,79 – 0,90


2 2. Saluran induk dan sekunder 0,82
3 3. Penggarapan lahan pertanian 0,75 – 0,85
4 4. Pencetakan sawah, perataan 0,75 – 0,85
lahan
0,94 – 0,95
5 5. Kantor, bangunan
0,00
6 6. Pembebasan tanah
0,00
7 7. Pajak
0,95
8 8. Administrasi
0,85
9 9. Operasi & Pemeliharaan
0,90
10 10. Jasa Konsultan
0,86
11 11. Penahan erosi lahan
0,87
12 12. Drainase

Sumber : Ekonomi Teknik Proyek Sumber Daya Air Suatu Pengantar,


oleh Dr. Ir. Adhi Suyanto, M.Sc, dkk.

B. Biaya Langsung Dan Biaya Tidak Langsung


Biaya investasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu biaya langsung dan
biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang digunakan
semata-mata untuk kegiatan pekerjaan fisik misalnya pasangan
batu, galian, timbunan jalan hantar, pembersihan lahan dan lain-
lain. Sedangkan biaya tidak langsung biaya-biaya lain yang

3
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

diperlukan untuk menunjang pekerjaan fisik seperti misalnya :


Contingencies, Biaya engineering (konsultan) dan bunga bank
selama konstruksi.
Total Biaya Investasi adaah penjumlahan dari Biaya Langsung dan
Biaya Tidak Langsung)

C. Biaya Nyata Dan Biaya Tidak Nyata


Biaya investasi (pembangunan) juga dapat dibedakan atas biaya
nyata (tangible cost) dan biaya tidak nyata (intangible cost). Biaya
nyata adalah semua biaya investasi yang dapat dinilai dengan
uang. Sedangkan biaya tidak nyata adalah biaya yang tidak mudah
untuk dapat dinilai dengan uang. Contoh untuk biaya nyata dan
tidak nyata adalah seperti diilustrasikan pada Tabel dibawah ini.

Tabel 2-2 Contoh Biaya Nyata dan Biaya Tidak Nyata

Biaya Nyata (Tangible Cost) Biaya Tidak Nyata


(Intangible Cost)

- Biaya untuk material dan fasilitas - Pengusakan ekologi dan


prasarana ekosistem
- Biaya Tenaga Kerja - Salinisasi areal pertanian
- Biaya Pembebasan lahan - Pengrusakan kehidupan
keluarga dan masyarakat
- Biaya penyediaan modal
tradisional.
- Pengurangan produksi akibat genangan
- Meningkatnya penyakit yang
air waduk.
disebabkan oleh air.
- Pengurangan produksi akibat
- Penurunan kualitas air akibat
penggunaan air untuk keperluan lain
kontaminasi mineral dan
(misalnya air minum).
biologi.
- Biaya pemurnian air limbah.
- Kerusakan lingkungan seperti
- Biaya non struktural untuk meningkatkan kerusakan rawa, hutan, erosi.
pemberian air dan O&P.
- Kerusakan perikanan
- Pendangkalan saluran
air/sungai.

2.1.2.Manfaat (Benefit)
Manfaat proyek adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun
tidak langsung menambah persediaan barang/jasa sehubungan
dengan proyek. Dalam pengembangan sumber daya air, menfaat
proyek dapat dibedakan atas manfaat langsung / manfaat utama
(direct / main benefit) dan manfaat tidak langsung / manfaat kedua
(indirect / secondary benefit).
A. Manfaat Langsung (Direct Benefit):

4
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

Merupakan manfaat yang secara langsung dapat dinikmati


setelah proyek selesai dibangun.
Contoh :
- Tesedianya tenaga listrik,
- Pengurangan kerugian akibat bencana banjir,
- Peningkatan produksi pertanian,
- Penurunan biaya produksi
- Dll.

B. Manfaat Tidak Langsung (Indirect Benefit):


Merupakan manfaat yang secara tidak langsung dapat dinikmati
oleh penerima manfaat setelah adanya pembangunan proyek.
Manfaat tidak langsung dapat dinikmati secara berangsur-angsur
dan dalam jangka waktu yang panjang.
Contoh:
- Meningkatnya kegiatan ekonomi sebagai akibat dibangunnya
prasarana pengendali banjir
- Peningkatan penerimaan pajak, sebagai akibat dari naikknya
harga tanah disekitar proyek.
- Peningkatan kegiatan sektor swasta.
- Perkembangan wilayah yang bersangkutan
- Dan lain-lain.
Berdasarkan dapat tidaknya dinilai dengan uang, manfaat dapat
dibedakan menjadi manfaat nyata (tangible benefit) dan manfaat
tidak nyata (intangible benefit).
(1) Manfaat Nyata (Tangible Benefit):
Merupakan manfaat yang timbul akibat proyek, yang dapat
dinilai dengan uang.
Contoh:
- Peningkatan produksi pertanian
- Penambahan produksi tenaga listrik
- Pengurangan kerusakan akibat banjir
- Peningkatan produksi perikanan
- Dan lain-lain
(2) Manfaat Tidak Nyata (Intangible Benefit):
Merupakan manfaat proyek yang tidak selalu dapat dinilai
dengan uang.
Contoh:
- Rasa aman dari ancaman banjir
- Adanya jaminan pendapatan
- Peningkatan gizi atau kesehatan

5
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

- Peningkatan kualitas lingkungan akibat dari proyek


pengendalian pencemaran.
- Dan lain-lain
Dalam analisa ekonomi, yang diperhitungkan adalah manfaat
yang termasuk dalam kategori manfaat langsung dan manfaat
nyata (direct and tangible benefit), yaitu manfaat yang langsung
dapat dinikmati oleh penerima manfaat (misalnya petani) dan
yang dapat diukur dengan uang.

2.1.3.Metode Evaluasi
Suatu proyek didefinisikan sebagai penambahan modal (sejumlah
dana) atau disebut investasi, dengan harapan memperoleh
pengembalian. Jika investasi yang telah ditanamkan tersebut harus
dapat “kembali” pada suatu jangka waktu tertentu, maka harus dapat
menyatakannya melalui perhitungan tertentu.
Ada tiga metode berbeda namun saling berhubungan yang lazim
digunakan untuk mengukur nilai (kelayakan) suatu investasi yaitu :
- Net Present Value (NPV), layak jika NPV > 0
- Internal rate of Return (IRR), layak jika IRR > 12%
- Benefit Cost Ratio (BC Ratio), layak jika BCR > 1
Semua metode itu mempunyai dasar (basic) perhitungan yang sama,
yaitu arus tahunan pembiayaan (investasi, biaya produksi dan biaya
O&M) dan arus tahunan manfaat (penerimaan/revenue). Ketiga metode
ini dapat digunakan pada proyek-proyek swasta maupun proyek-
proyek pemerintah dengan cakupan ekonomi yang lebih luas.
Pembiayaan yang diperhitungkan tidak hanya jumlah uang yang
ditanam melainkan juga (termasuk) bunga uang yang ditanamkan
tersebut. Karena investasi ini tidak dilakukan dalam satu tahun, tetapi
mungkin saja beberapa tahun dan dilain pihak hasil (produksi) dari
investasi tersebut juga dipetik tidak sekaligus maka investasi dan hasil
perlu disusun dalam suatu “stream” tahunan.
Karena sifat pembiayaan dan penerimaan (cost and revenue) tersebut
yang terjadi tidak sekaligus, tetapi tersusun dalam satu “stream”
tahunan, maka untuk mendapatkan nilai yang sama, pembiayaan dan
penerimaan tersebut harus dihitung “present value-nya”.
Itulah sebabnya dalam mengukur nilai proyek ketiga metode tersebut
menggunakan dasar perhitungan yang sama yaitu “present value”.
Ketiga metode tersebut akan memberikan hasil yang sama terhadap
nilai dan kelayakan sebuah proyek jika dipakai dengan kriteria yang
sama.

2.2. SKENARIO EVALUASI


Maksud dan tujuan pekerjaan ini adalah membangun waduk waduk
kecil di daerah hulu untuk mengurangi debit puncak banjir di daerah
hilir, jadi keuntungan yang diharapkan adalah selisih nilai konstruksi
pembangunan tanggul banjir di daerah hilir bila tanpa dibangun waduk
di hulu dengan dibangun waduk didaerah hulu. Tetapi melihat
perkembangan yang terjadi sampai saat ini terutama setelah

6
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

ditemukannya lokasi waduk dan kemudian dilaksanakan Pertemuan


Konsultasi Masyarakat (PKM) maupun pengukuran topografi lokasi
waduk, sulit untuk mendapatkan selisih debit puncak yang signifikan
untuk mengurangi nilai konstruksi pembangunan tanggul, karena
waduk waduk kecil yang direncanakan volume nya kecil dibanding
debit banjir yang harus dilewatkan ke daerah hilir.
Dan dari hasil survey sosial ekonomi dan PKM, masyarakat
mengharapkan waduk nantinya menjadi pemasok air bagi irigasi yang
telah ada (4 lokasi), untuk memenuhi kebutuhan air baku (1 lokasi) dan
menjadi suplesi bagi PLTA Kracak (1 lokasi), hal ini akan
mempengaruhi juga terhadap pola operasi waduk, kalau waduk
pengendali banjir pada musim kemarau dibiarkan kosong untuk
menampung air pada musim hujan, sedangkan waduk non pengendali
banjir menghemat pemakaian air pada agar cukup sampai akhir
kemarau, sehingga efek pengurangan debit banjirnyapun makin
bertambah sedikit.
Jadi Konsultan mengusulkan untuk pekerjaan ini analisa kelayakannya
dilakukan pada masing masing waduk, dan sifatnya tidak saling
tergantung satu sama lain (independent), keuntungan yang didapat
berdasarkan kenaikan manfaat atau timbulnya manfaat baru karena
adanya waduk, biaya investasi adalah masing masing nilai biaya
konstruksi pembangunan waduk.

7
LAPORAN ANALISIS EKONOMI
Feasibility Study Waduk Waduk Kecil di DAS Cisadane

DAFTAR ISI
BAB 2. METODOLOGI
....................................................................................
1
2.1. METODE ANALISIS
.........................................................................................................
1
2.1.1. Biaya (Cost)
...............................................................................................
1
2.1.2. Manfaat (Benefit)
...............................................................................................
4
2.1.3. Metode Evaluasi
...............................................................................................
6
2.2. SKENARIO EVALUASI
.........................................................................................................
6

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 Faktor Konversi Dari Biaya Finansial Ke Biaya
Ekonomi
....................................................................................
3
Tabel 2-2 Contoh Biaya Nyata dan Biaya Tidak Nyata
....................................................................................
4