Anda di halaman 1dari 5

1.

Makna Modal

       Modal merupakan faktor yang penting dalam suatu produksi namun
bukan yang terpenting. Tanpa adanya modal produsen tidak akan bisa
menghasilkan suatu barang dan jasa. Modal adalah sejumlah kekayaan
yang bisa saja berupa assets ataupun intangible assets, yang bisa digunakan
untuk menghasilkan kekayaan.

       Modal dalam literatur fiqih disebut ra’sul mal yang merujuk pada arti
uang dan barang. Modal merupakan kekayaan yang menghasilkan
kekayaan lain. Pemilik modal harus berupaya memproduktifkan modalnya.
Modal tidak boleh diabaikan, namun wajib menggunakannya dengan baik
agar ia terus produktif dan tidak habis digunakan. Seperti yang  terdapat
pada hadist riwayat Bukhari.
ْ َ‫ع َْن عُرْ َوةَ أَ َّن النَّبِ َّي صلى هللا عليه وسلم اَ ْعطَاهُ ِد ْينَارًايَ ْشت َِري لَهُ بِ ِه َش&اةً ف‬
‫اش&تَ َرى لَ&هُ بِ& ِه َش&اتَي ِْن فَبَ&&ا َع إِحْ& دَاهُ َما‬
)‫َارى‬ ِ ‫َار َو َشا ٍة فَ َدعَا لَهُ بِ ْالبَ َر َك ِة فِي بَ ْي ِع ِه َو َكانَ لَوْ ا ْشتَ َرى التُّ َرابَ َح فِ ْي ِه ( َر َواهُ البُخ‬
ْ ٍ ‫َار َو َجا َءهُ بِ ِد ْين‬
ٍ ‫بِ ِد ْين‬
Artinya: “Dari ‘Urwah bahwa Nabi SAW memberinya satu dinar untuk
dibelikan seekor kambing, dengan uang itu ia beli dua ekor kambing,
kemudian salah satunya dijual seharga satu dinar, lalu dia menemui beliau
dengan membawa seekor kambing dan uang satu dinar. Maka beliau
mendoakan dia keberkahan dalam jual belinya itu, “sungguh dia apabila
berdagang debu sekalipun, pasti mendapatkan untung”. (HR. Bukhari)

       Terlihat pada hadist tersebut, bahwa Nabi menyukai umatnya yang
mau berusaha agar mendapatkan keuntungan dari modal yang dimiliki.
Dan bagi yang tidak mampu menjalankan usaha, Islam menyediakan bisnis
alternatif yaitu mudharabah, musyarakah, dan lain-lain. Yang mana
mudharabah ini adalah suatu bentuk kerjasama antara dua pihak atau
lebih, dimana pemilik modal mempercayakan sejumlah modalnya kepada
pengelola dengan suatu perjanjian diawal. Pada mudharabah ini antara
pemilik modal dan pengelola harus saling berkontribusi. Musyarakah
adalah bentuk umum dari usaha bagi hasil dimana dua orang atau lebih
menyumbangkan pembiayaan dan manajemen usaha, dengan proporsi bisa
sama atau tidak. Keuntungan dibagikan sesuai dengan kesepakatan di awal,
dan kerugian akan dibagikan menurut proporsi modal. Modal tidak boleh
dihasilkan dari dirinya sendiri, tetapi harus dihasilkan dari usaha dan kerja
keras. Oleh sebab itu riba dan perjudian dilarang oleh al-Quran.

       Pada umumnya, modal digolongkan menjadi modal tetap (fixed


capital) dan modal kerja (working capital). Modal tetap mencakup barang
produksi tahan lama yang digunakan lagi dan hingga tak dapat dipakai lagi.
Adapun modal kerja berisi barang produksi sekali pakai seperti bahan
mentah yang langsung habis sekali pakai saja.
Pentingnya Modal

       Modal memainkan peranan penting dalam produksi, karena produksi


tanpa modal akan menjadi sulit dikerjakan. Modal itu seperti darah dalam
tubuh yang mengalir di segala lini industri serta terus berjalan demikian.
Oleh karena demikian pentingnya peranan modal dalam produksi ini, maka
Islam telah memberi banyak perhatian kepada modal ini. Ayat yang
berhubungan dengan modal ini terdapat pada QS. Ali Imran ayat 14

‫ض ِة َو ْال َخي ِْل و ْال ُم َس&&و َمةَ َواأْل َ ْن َع ِم‬


َّ ِ‫ب َو ْالف‬
ِ َ‫ت ِمنَ النِّ َسآ ِء َو ْالبَنِ ْينَ َو ْالقَن َِطي ِْر ْال ُمقَنطَ َر ِة ِمنَ ال َّذه‬
ِ ‫اس حُبُ ال َّشهَ َو‬
ِ َّ‫ُزيِّنَ لِلن‬
ِ َ ‫ك َمتَ ُع ْال َحيَ َو ِة ال ُّد ْنيَا صلى َوهللاُ ِعن َدهُ ُحسْنُ ْال َمأ‬
‫ب‬ ِ ْ‫َو ْال َحر‬
َ ِ‫ث قلى َذل‬
Artinya: “dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-
apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan disisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga).”

       Pada ayat ini dapat kita ketahui bahwa dijadikan indah bagi manusia
kecintaan kepada harta yang tidak terbilang lagi berlipat ganda. Yang mana
bentuk harta ini berupa emas, perak, binatang ternak, sawah, ladang dan
lain-lain, yang semua itu merupakan sesuatu yang diinginkan dan dicintai
oleh manusia. Kecintaan kepada materi (wanita, anak-anak, harta benda)
merupakan sifat dasar manusia karena berkaitan dengan kebutuhan,hanya
saja kita tidak boleh terlalu menuruti hawa nafsu dalam memenuhi
kebutuhan dunia sehingga melupakan kehidupan akhirat. Harta benda
merupakan kebutuhan lahir manusia.

Pembentukan Modal

       Pembentukan modal berarti meningkatkan cadangan modal riil di


dalam negeri. Kegiatan itu mencakup produksi barang modal, mendorong
tabungan dan investasi. Di dalam ilmu ekonomi modern, pembentukan
modal didorong melalui berbagai kebijakan fiskal dan finansial. Dalam
kenyataannya Islam telah menerapkan kebijakan untuk pembentukan
modal di dalam negara Islam itu jauh sebelumnya, misalnya dilarangnya
menimbun kekeyaan, pembebasan pajak bagi barang-barang produktif dan
menghindari kemewahan dan pengeluaran yang berlebihan.

       Beberapa langkah yang diambil oleh Islam dalam upaya pembentukan
modal berikut ini.

1. Zakat telah diterapkan atas harta yang ditimbun dalam bentuk emas
dan perak, simpanan di bank, uang tunai.
2. Harta yang dimanfaatkan di dalam proses produksi dibebaskan dari
zakat.
3. Mereka yang menjual asetnya seperti rumah atau tanah dianjurkan
oleh Nabi SAW untuk menginvestasikan uangnya lagi dengan cara
membeli tanah atau rumah.
4. Memboroskan harta dalam bentuk pengeluaran yang berlebihan atau
mewah benar-benar dilarang.

1. Makna Enterprise

       Enterprise memainkan peran utama dalam produksi. Pemasok faktor


prosuksi ini di sebut enterpreneur atau organisator. Enterpreneur adalah
seorang spesialis di dalam organisasi. Mungkin sekali dia tidak memiliki
tanah, tidak punya modal, tidak pula terlihat seperti pekerja kebanyakan,
tetapi ia memiliki kemampuan mengorganisasi dan keahlian manajemen.

       Enterprise adalah sekelompok orang yang memiliki tujuan secara


umum sama. Mereka memiliki sumber daya untuk mencapai
tujuan. Enterprise berperan sebagai satu entitas. Pandangan tentang
organisasi atau perusahaan ini sangat berbeda dengan pandangan
tradisional yang berpendapat bahwa organisasi dibagi menjadi beberapa
bagian berdasarkan fungsi yang mereka lakukan, sehingga suatu organisasi
memiliki bagian marketing,  produksi, keuangan, dan SDM yang satu sama
lain terisolasi.

       Sebagai contoh bagian pemasaran dan penjualan mengiginkan variasi


produk yang banyak sehingga memberi kepuasan kepada konsumen untuk
memilih, sedangkan bagian produksi menginginkan dikuranginya variasi
produk untuk mengurangi biaya produksi. Ketidaktahuan tujuan masing-
masing bagian menyebabkan terjadinya konflik antar bagian. Akan tetapi
dalam konsep enterprise, organisasi secara keseluruhan dianggap sebagai
satu sistem dan semua bagian dianggap sebagai subsitem. Semua informasi
yang berkaitan dengan organiasi disimpan secara terpusat (sentralisasi)
dan tersedia bagi semua bagian.

       Dalam dunia industrial modern, organisasi atau enterprise memainkan


peran yang amat signifikan dan itu membuatnya menjadi faktor produksi
yang paling penting.

Bentuk-bentuk Organisasi

       Di dalam Islam telah ada organisasi bisnis seperti mudharabah,


syirkah, dan keagenan. Di bawah ini kita akan membicarakan organisasi
bisnis Islam, seperti mudharabah dan syirkah.

1. Mudharabah
       Mudharabah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di
mana pemilik modal (shahibul amal) mempercayakan sejumlah modal
kepada pengelola (mudharib) dengan suatu perjanjian di awal. Bentuk ini
menegaskan kerja sama dengan kontribusi seratus persen modal dari
pemilik modal dan keahlian dari pengelola.

       Transaksi jenis ini tidak mewajibkan adanya wakil dari shahibul maal
dalam manajemen proyek. Sebagai orang kepercayaan, mudharib harus
bertindak hati-hati dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi
akibat kelalaian dan tujuan penggunaan modal untuk usaha halal.
Sedangkan, shahibul maal diharapkan untuk mengelola modal dengan cara
tertentu untuk menciptakan laba yang optimal.

Aturan dan Syarat Mudharabah

Pertama, dua atau lebih orang, secara sukarela, memasuki kontrak; salah


satu pihak menyediakan sejumlah modal yang diperlukan oleh pihak yang
satu lagi yang akan menggunakan modal tersebut di dalam bisnis untuk
mendapatkan laba.

Kedua, bagian laba masing-masing pihak harus dijelaskan dengan


terperinci dalam bentuk rasio yang pasti atau persentase.

Ketiga, modal haruslah dinilai dengan emas atau perak, atau uang, tidak
boleh dalam bentuk komoditas maupun dalam bentuk pembebasan utang.

Keempat, pihak rabbul mal (pemodal/pemilik harta) harus memenuhi


seluruh modal yang diperlukan sebelum mudharib memulai bisnisnya.

Kelima, pihak mudharib bebas melakukan bisnisnya dengan modal yang


dia anggap mencukupi.

Terakhir, jangka waktu mudharabah tidak harus ditentukan lebih dahulu


dan tidak pula harus dibatasi, tetapi pihak yang mana pun dapat
menghentikannya dengan memberitahukan keinginannya itu kepada pihak
lain.

2. Syirkah

       Menurut bahasa berarti percampuran. Sedangkan menurut


istilah syirkah berarti kerja sama antara dua orang atau lebih dalam
berusaha yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama.

 Bentuk-bentuk Kerja Sama


1. Syirkah Milk, kerja sama menurut hak milik terjadi jika dua atau
lebih orang memiliki satu barang. Boleh saja kedua orang itu bersama-
sama membeli barang yang bersangkutan.
2. Syirkah Abid, jika dua atau lebih orang dengan sukarela melakukan
kontrak untuk berbisnis dengan berbagi laba atau rugi.