Anda di halaman 1dari 14

Kumpulan Resep JSR

Menu JSR bisa divariasikan sesuai dengan kebutuhan (Foto: Pexels)


 

 Infused Water Rempah

Infused water bisa kita buat dari bahan apa saja. Bahkan dari pare sekalipun, lho. Tapi, saya
sering sekali membuat infused water rempah satu ini. Karena bahannya mudah, rasanya enak.
Kamu juga mesti coba, nih.
Bahan:
2 ruas jari jahe
2 ruas jari kunyit
1 buah jeruk nipis
Sedikit madu
500 ml air
Cara membuat:
1. Iris jahe dan kunyit. Masukkan ke dalam botol dan tuang air matang. Bisa juga memakai air
panas kemudian diamkan selama minimal 6 jam.
2. Saya simpan di dalam kulkas. Setelah 6 jam, saya keluarkan. Tambahkan perasan jeruk nipis
dan madu. Aduk.
3. Minum selagi dingin. Masya Allah, nikmat banget, Guys.
 Wonderwood

Resep ini saya dapatkan di salah satu buku Dewi Hughes yang terkenal dengan metode Diet
Kenyang. JSR dan Diet Kenyang ini nggak berbeda jauh sebenarnya, Guys. Bedanya, Diet
Kenyang sama sekali dilarang konsumsi gula dan garam, sedangkan dalam JSR kita masih boleh
pakai garam Himalaya dan gula aren. Nggak heran, sampai detik ini saya nggak pernah berani
sentuh gula aren karena saya juga belajar Diet Kenyang bahkan sebelum tahu tentang JSR. Tapi,
saya masih pakai garam Himalaya meskipun jumlahnya sangat sedikit. Kadang saya biarkan
makanan tanpa garam, dan enak-enak saja dimakan. Selain itu, Diet Kenyang juga melarang kita
makan nasi, meski itu nasi merah sekalipun. Sedangkan dalam JSR, masih boleh makan nasi
merah. Dan saya juga ikut jalurnya Diet Kenyang soal konsumsi nasi. Jadi, kamu termasuk tim
JSR atau Diet Kenyang, nih? Hihi.
Minuman ini sangat hangat. Boleh tambah beberapa butir kurma supaya lebih manis dan bergizi.
Minuman ini bisa dikonsumsi saat cuaca dingin seperti sekarang. Dalam buku Dewi Hughes,
minuman ini dikonsumsi untuk meredakan flu.
Bahan:
2 batang jahe merah/biasa geprek
2 batang kayu manis
10 butir cengkeh
½ biji pala
5 butir kapulaga
2 bunga lawang
3 gelas air
Cara membuat:
1. Didihkan 3 gelas air. Masukkan semua bahan.
2. Tunggu sampai 5 menit, sajikan bersama beberapa butir kurma jika suka.

 Infused Water Buah

Bagi yang ikut JSR, pasti ke mana-mana suka bawa infused water. Termasuk sekarang saya
pribadi. Nggak susah-susah isi dan bahannya. Nggak mau ribet juga. Seadanya di kulkas. Kalau
adanya rempah, ya pakai saja rempah. Kalau ada buah, bisa pakai buah. Salah satunya pakai
apel, semangka, kurma, kayu mani, hmm, apalagi ya? Belimbing, lemon, mentimun, dan masih
banyak lagi. Kali ini saya share infused water apel dan kurma, ya.
Bahan:
1 buah apel, iris
2 batang kayu manis
3 butir kurma
500 ml air
Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Diamkan di kulkas selama minimal 6 jam dan maksimal 12 jam.
2. Sajikan selagi dingin.

 Pepes Oncom Ikan Pindang


Ayo, manfaatkan apa yang ada di sekitar kamu. Nggak akan susah nyari menu dan bahan kalau
kamu membiasakan diri hidup sehat dengan bahan-bahan yang ada. Termasuk pakai oncom.
Di Jakarta, oncom mudah dijumpai. Kalau di kampung saya, nggak ada yang namanya oncom.
Adanya tempe menjes yang lembut. Saya pribadi lebih suka menjes daripada oncom. Tapi, di
sini, menjes nggak gampang dicari.
Oke, kali ini saya manfaatkan oncom untuk dibuat pepes ditambah ikan pindang suwir yang
super lezat. Saya tidak memakai garam dalam resep ini. Jika teman-teman mau, bisa ditaburi
garam Himalaya, ya saat mau dikonsumsi. Tanpa garam pun tetap enak karena dibuat dengan
banyak bumbu.
Bahan:
2 ekor ikan pindang ukuran sedang
2 papan oncom
2 batang daun bawang, iris
5 lembar daun jeruk
Haluskan bumbu:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
Secukupnya cabai merah keriting
1 ruas jari kunyit
Sedikit jahe
½ tomat
Sedikit minyak kelapa (boleh skip)
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan bumbu. Campur bersama bahan lain. Jangan lupa, lumatkan
oncomnya, ya sampai hancur.
2. Bungkus dengan daun pisang, sematkan tusuk gigi.
3. Kukus sampai matang.

 Bumbu Pecel Kurma

Pas menjalankan JSR, jujur saja saya sempat pesimis nggak bakalan bisa makan pecel lagi. Sedih
banget karena saya suka banget makan pecel. Tapi, setelah berjalan, saya menemukan cara
sendiri untuk membuat bumbu pecel yang sehat dan tentu saja tetap enak. Bagi yang masih
membolehkan dirinya pakai gula aren, pastilah gampang bikin bumbu pecel sendiri. Tapi, buat
saya yang nggak mau pakai gula aren?
Akhirnya saya mencoba mengganti gula aren dengan kurma, Guys. Hasilnya so yummy! Kamu
harus dan kudu banget nyobain resep satu ini. Bisa dicocok bersama tahu telur tanpa minyak,
bisa dimakan bersama sayuran, bahkan buah.
Bahan:
4 sdm kacang tanah sangrai
6 buah cabai rawit merah
5-7 butir kurma (sesuai selera)
1 siung bawang putih
5 lembar daun jeruk
Serus jari kencur
1 buah jeruk limau, ambil airnya
Sedikit garam Himalaya (bisa skip)
Sedikit air
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan kecuali jeruk limau.
2. Tambahkan sedikit demi sedikit air sampai kekentalan yang diinginkan.
3. Beri perasan jeruk limau.
4. Sajikan bersama sayuran pelengkap.

 Sambal Kurma

Pernah kebayang nggak, sih, bikin sambal tanpa terasi, tetapi malah dikasih kurma? Hihi. Saya
belum pernah mencoba sebelumnya sampai suatu hari melihat postingan dr. Zaid di Instagram
beliau. Saya pun mencobanya tanpa garam dan ditambah perasan jeruk limau serta potongan
kulitnya. Hasilnya? Sangat segar. Manis, pedas, asam, pokoknya enak banget.
Bahan:
1 buah tomat
6 cabai rawit merah
1 butir kurma
1 buah jeruk limau
Sedikit garam Himalaya (boleh skip)
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan. Sajikan bersama sayuran rebus dan menu favoritmu yang lain.

 Sari Jeruk

Dulu, kalau ada jeruk manis harga murah, saya nggak terlalu antusias membeli. Biasa saja.
Sekarang, melihat buah dijual dengan harga murah, kalap banget. Seperti waktu pulang kampung
kemarin. Jeruk baru dipetik dari kebunnya. Ukurannya besar-besar banget dan masih berdaun.
Harganya murah hanya 12 ribu saja. Saya borong sampai 10 kg lebih waktu itu…hihi.
Dibuat apa, nih? Selain dimakan langsung (karena waktu itu lebaran dan jarang ada makanan
yang bisa saya makan), selebihnya saya buat jus dengan diambil sarinya (diperas). Rasanya
Masya Allah, enak banget.
Bahan:
Secukupnya perasan air jeruk manis
1 buah jeruk nipis
Cara membuat:
1. Peras air jeruk manis sampai jumlah yang diinginkan.
2. Beri tambahan perasan jeruk nipis.
3. Sajikan segera.

 Mie Instan KW

Bingung mau ngasih nama menu ini apaan…hihi. Sejak ikut JSR, saya tidak pernah sentuh yang
namanya mie instan. Nggak kepengen juga. Meskipun kadang suami minta dimasakin mie, saya
tetap nggak tergiur untuk mencoba meskipun sedikit.
Sempat baca postingan anggota DKAH (Diet Kenyang ala Hughes) di Facebook, ketemulah
menu ini. Layak banget disebut mie instan KW…hihi. Kamu boleh tambahkan telur di atasnya.
Bahan:
5 siung bawang merah, iris dan sangrai sampai layu
Segenggam tauge
Sawi hijau, potong-potong
1 buah tomat segar, potong dadu
Secukupnya daun seledri
Secukupnya irisan cabai rawit
Secukupnya merica bubuk
Secukupnya air
Cara membuat:
1. Rebus air sampai mendidih.
2. Masukkan sawi dan telur.
3. Tata tauge, tomat, cabai, seledir, bawang merah sangrai di dalam mangkuk. Siram dengan
rebusan sawi dan telur. Tambahkan seledri.
4. Jika suka, kamu bisa tambahkan perasan jeruk nipis dan garam Himalaya.

 Salad Buah dan Sayur

Salad ala saya yang nggak suka salad sebenarnya..hihi. Memanfaatkan buah nanas dan selada
waktu masih di kampung. Bisa tambahkan minyak zaitu juga ya ke dalamnya.
Bahan:
1 buah nanas madu, potong-potong
1 buah tomat segar, potong-potong
Secukupnya selada, potong sesuai selera
Secukupnya kacang tanah sangrai
Secukupnya perasan jeruk nipis
Secukupnya irisan cabai rawit merah
Cara membuat:
1. Campur semua bahan. Sajikan segera.
2. Bisa tambahkan garam Himalaya dan irisan telur rebus.

 Takjil Sehat Semangka

Eits, namanya aneh, nggak? Hehe. Saya pertama kali ikut JSR ketika memasuki bulan Ramadhan
kemarin. Jujur saja, menu saat itu masih nggak beragam karena baru banget nyoba makan
makanan real food bahkan baru banget menghindari nasi.
Saya sering membuat takjil dari buah semangka dan potongan kurma. Disajikan dingin nikmat
banget Masya Allah. Anak-anak dan suami pun suka mengonsumsinya. Jadi, pas Ramadhan
kemarin, saya jarang bikin takjil dari sirup-sirup dan kolak. Lebih banyak dari potongan buah
seperti ini. Dicoba, ya. Bisa dimakan pas berbuka saat puasa sunah.
Bahan:
Semangka, potong-potong dadu
Secukupnya kurma, cincang kasar
Perasan jeruk nipis
Secukupnya madu
Cara membuat:
1. Campur semua bahan.
2. Sajikan selagi dingin.

 Jus Buah dan Sayur

Sejak belajar Diet Kenyang, saya mengonsumsi jus setiap hari. Tanpa gula dan biasanya juga
tanpa madu. Begitu saja rasanya sudah enak banget.
Saran saya, bagi yang kurang suka mengonsumsi jus sayuran, pilih sayur yang enak dibuat jus.
Misalnya tomat, wortel, sawi putih, sawi hijau, selada, bayam, pokcoy, mentimun, dan
sejenisnya. Jangan sampai seperti saya, pernah buat jus dari sawi pahit…hihi. Setelah dicoba,
rasanya seperti sesak, agak pedas, pokoknya rasanya super nggak enak parah. Sampai beberapa
saat masih belum hilang rasa enegnya…hiks.
Supaya jus sayuran rasanya enak, tambahkan buah ke dalamnya. Biasanya saya pakai apel,
belimbing, jeruk nipis, nanas. Alhamdulillah, selama ini orang-orang serumah terbiasa konsumsi
jus setiap hari.
Bahan:
2 buah wortel
5 buah tomat
2 buah apel
Cara membuat:
1. Haluskan semua bahan dengan juicer.
2. Segera minum dan bisa juga ditambah garam Himalaya dan madu jika suka.

 Tahu Telur

Sudah pernah makan tahu telur setelah ikut JSR? Hehe. Saya buat versi lebih sehatnya, ya.
Hanya pakai sedikit minyak kelapa (bikin sendiri). Seorang teman pernah bilang, sebaiknya kita
tidak menggoreng telur tanpa apa pun (sangrai). Bisa tambahkan sedikit minyak kelapa, bisa juga
kasih air.
Bahan:
Secukupnya selada segar
1 buah tahu ukuran kecil, potong dadu.
1-2 butir telur
Sedikit merica bubuk
Sedikit minyak kelapa homemade
Bumbu pecel kurma (resep di atas)
Cara membuat:
1. Kocok telur bersama merica bubuk. Masukkan potongan tahu.
2. Goreng sampai matang.
3. Tata selada di atas piring.
4. Letakkan tahu telur di atasnya. Siram dengan bumbu pecel kurma. Sajikan!
Itulah beberapa resep yang saya coba sendiri di rumah. Sebagian saya melihatnya di postingan
dr. Zaid, teman-teman DKAH, sebagian lagi saya membuatnya sendiri untuk variasi menu
harian. Teman-teman bisa berkreasi dengan menu lainnya. Intinya, menunya tetap. Hindari saja
apa yang dilarang. Misalnya tempe goreng, ganti saja dibakar atau diungkep bersama bumbu,
bisa juga sekadar dikukus. Kalau tumis sayuran? Mending dibikin pecel saja. Jadi, kita nggak
akan mati gaya karena menu-menu yang dipakai tetap menu harian seperti biasanya.
Teman-teman bisa melihat foto-foto menu yang saya buat di akun Instagram milik saya di sini.
Semoga tetap semangat menjalankan dietnya, ya. Sehat itu yang utama, langsing itu bonus *eh
pakai slogan DKAH…hihi. Bye…
 
Salam,

enu Sarapan Sehat Bergizi Tinggi ala Dr. Zaidul Akbar, 4 Makanan Ini
Wajib Ada
source:
https://doy9lykf9ter0.cloudfront.net/photo/temporary/2ddc9d575baa784372d79a6a443daaee.jpeg

Sarapan merupakan waktu makan penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum memulai hari.
Diantara semua manfaat dari sarapan, yang paling menarik adalah fakta bahwa sarapan berperan
baik dalam memicu kerja metabolisme tubuh seseorang. Dengan kata lain, sarapan akan dapat
membantu seseorang dalam membakar lebih banyak kalori untuk kebutuhan energi sepanjang
hari. Sayangnya, manfaat dari sarapan ini hanya bisa diperoleh jika Mommy benar-benar
memilih menu sarapan sehat yang tepat. Jika terlalu berat, kebanyakan orang malah merasa
mengantuk lagi setelah sarapan. Untuk itu, simak inspirasi sarapan simpel ala dr. Zaidul Akbar
serta manfaatnya berikut ini.

1-2 Gelas Air Hangat

source: https://www.elitereaders.com/

Dr. Zaidul Akbar menyebutkan air hangat sebagai salah satu sajian saat sarapan yang ia
konsumsi untuk memulai hari. Biasanya, ia meminum 1-2 gelas air hangat setiap harinya pada
pagi hari. Meminum air hangat di pagi hari  dapat memberi tubuh air yang dibutuhkan untuk
mengisi kembali kebutuhan cairan tubuh. Air hangat di pagi hari juga dapat meningkatkan kerja
pencernaan, melegakan pernafasan, menghangatkan perut, dan membuat tubuh lebih rileks. 
 

1 Sendok Makan Madu


source: http://novakdjokovicfoundation.org/

Selanjutnya, dr. Zaidul Akbar juga menambahkan satu sendok makan madu yang memberikan
tubuh segala kebutuhan vitamin dan mineral hariannya. Meminum madu di pagi hari juga dapat
memberikan tambahan energi serta memberikan asupan antioksidan. Dengan kata lain,
mengonsumsi madu dapat meminimalisir risiko sakit sehingga aktivitas menjadi lebih efektif dan
produktif.
 

baca juga

ah dapat menjadi bagian terenak dan menyegarkan dari menu sarapan bergizi. Dr. Zaidul Akbar
mengatakan dalam postingannya bahwa potongan buah sebagai menu sarapannya tanpa
menyebutkan jenis buah tertentu. Dengan kata lain, buah apapun bisa Mommy makan sebagai
menu sarapan yang sehat dan menyegarkan. Pasalnya, semua jenis buah mengandung vitamin,
kalium, dan serat dengan kalori yang relatif rendah. Jadi, tidak ada salahnya untuk selalu
mengganti jenis buah yang dimakan untuk sarapan.
 

7 Butir Almond
source: https://timesofindia.indiatimes.com/

Kacang-kacangan memang telah terbukti dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Sebut
saja fungsinya dalam meningkatkan faktor risiko penyakit jantung hingga mengurangi resistensi
insulin dan mengurangi peradangan. Tidak hanya itu, semua jenis kacang juga memiliki
kandungan magnesium, kalium dan lemak tak jenuh (lemak baik) yang cukup tinggi. 

3 Butir Kurma

source: https://dekhnews.com/

Terakhir, khawatir dengan sarapan yang tidak mengenyangkan? Cobalah untuk tidak
melewatkan kurma dalam menu sarapan harian seperti yang dianjurkan oleh dr. Zaidul Akbar.
Konsumsi 3 butir kurma untuk sarapan akan sangat bermanfaat untuk memberikan energi bagi
tubuh. Pasalnya, kurma mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan jumlah
energi. Kurma juga mengandung gula alami seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa di
mana semuanya memberikan manfaat pada peningkatan energi. Sangat cocok untuk dimakan di
pagi hari saat perut masih kosong.

Tips Diet Sehat dr Zaidul Akbar: Puasa Sunah dan Konsumsi Rimpang
Rosmha Widiyani - detikHealth

Share 0 Tweet 0 Share 0 0 komentar

Puasa sunah jadi cara yang baik untuk menerapkan diet sehat sekaligus beribadah. (Foto: detikHealth)

Topik Hangat dr 'Sunah Rasul' Zaidul Akbar

Jakarta - Jurus Sehat Rasulullah (JSR) yang dipopulerkan dr Zaidul Akbar berinti pada penerapan pola
hidup sehat. Salah satunya pengaturan pola makan tiap hari sesuai kebutuhan tubuh. Pengaturan ini
sebetulnya tidak rumit, low budget, dan bisa dilakukan semua orang.
"Intinya jangan makan berlebihan. Ingat, iman menjadi lemah karena kebanyakan makan. Tubuh yang
sehat bermula dari qolbu, artinya sepiring hidangan yang terdiri atas sifat-sifat baik jauh lebih disukai
dan diperlukan tubuh daripada makanan," kata dr Zaidul pada detikcom di kawasan Jatiasih, Kota
Bekasi.

Selain tidak makan berlebihan, dr Zaidul juga mengingatkan rutin mengkonsumsi berbagai herbal untuk
menjaga kesehatan tubuh secukupnya. Berikut 5 tips diet sehat sesuai anjuran JSR.

1. Jangan makan 'makanan sampah'

Tips pertama adalah remove the bad artinya menyingkirkan semua asupan yang berdampak buruk bagi
tubuh. Misal gula, garam, dan lemak yang dikonsumsi berlebihan dalam makanan sehari-hari.

"Saat ini kita tak terbiasa lagi mengkonsumsi vitamin, mineral, dan nutrisi lain karena yang dimakan tiap
hari adalah sampah. Kita makan tiap hari untuk nafsu dan keinginan bukan kebutuhan. Inilah yang bikin
orang sekarang banyak yang gemuk atau sakit karena makanan. Karena itu, langkah pertama adalah
mampu mengendalikan nafsu makan," ujar dr Zaidul.

2. Puasa sunah

Menurut dr Zaidul, puasa sunah adalah cara lain yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu makan.
Saat puasa, pastikan mengganti asupan menjadi yang lebih bermanfaat bukan malah menzolimi tubuh.

"Kuncinya ada di pencernaan. Dengan puasa, makan asupan yang bernutrisi, dan melakukan kegiatan
positif maka tubuh lebih sehat serta bisa beribadah dengan baik. Puasa juga membatasi asupan yang
memungkinkan hati menjadi lebih bersih, sehingga bisa menerima hal-hal positif dari lingkingan sekitar.
Jangan lupa, puasa juga sudah terbukti baik untuk kesehatan," kata dr Zaidul.

3. Banyak makan sayur dan buah

Asupan sayur dan buah mendominasi dalam asupan yang dikonsumsi tiap hari. Hal serupa dilakukan dr
Zaidul, yang makan sayur dan buah secukupnya sesuai energi yang dibutuhkan setiap hari.

"Sekarang saya sudah jarang makan nasi yang diganti sayur dan buah. Dalam sayur dan buah ada
karbohidrat juga, sama seperti dalam nasi. Tapi kandungan gula sayur dan buah tidak setinggi nasi. Sayur
dan buah jadi menu utama setiap hari," ujar dr Zaidul.

4. Konsumsi rimpang, madu, kurma

Dalam setiap unggahan di medsos, JSR tidak lepas dari konsumsi aneka rimpang, madu, dan kurma.
Menurut dr Zaidul, rimpang kaya manfaat meski belum semuanya diketahui manusia. Tentu saja
rimpang, madu, dan kurma harus dikonsumsi secukupnya sesuai kebutuhan tubuh.
"Bahan dan takarannya bisa dikreasi sendiri asal halal, thayyib, dan tidak berlebihan. Kalau sudah
berlebihan jadinya tidak bermanfaat, misal minum madu langsung seliter atau kunyit sekilo. Meski madu
dan kunyit jelas bermanfaat, tapi kalau konsumsinya berlebihan jadinya tidak berdampak baik bagi
tubuh. Karena itu konsumsi kunyit cukup satu ruas atau madu satu sendok, dengan batasan yang
dikembalikan pada diri sendiri," kata dr Zaidul Akbar.
Baca juga: Kisah dr Zaidul Akbar, Jadi Pendakwah karena Gelisah Kehalalan Obat

1. Olahraga teratur

Untuk olahraga, dr Zaidul biasa melakukannya di dalam atau luar rumah. Jika olahraga hanya
bisa dilakukan di rumah, dr Zaidul memanfaatkan barbel yang dimilikinya untuk latihan beban
dan push up. Untuk olahraga di luar rumah, dr Zaidul memilih berkuda, berenang, dan memanah.

"Nggak lucu banget saya yang ngajak hidup sehat tapi saya yang sakit-sakitan. Kalau ada waktu
luang, saya biasa milih berkuda mungkin 30-40 menit," kata dr Zaidul.

2. Makan saat butuh

Sebagai influencer hidup sehat, dr Zaidul hanya makan saat perlu asupan untuk memenuhi
aktivitas sehari-hari. Dengan aturan tersebut dia tidak menerapkan frekuensi makan tertentu.
Menurut dr Zaidul, dia biasa makan 1-2 kali dengan pilihan menu berikut.

a. makan pagi

Jika nasi atau sumber karbohidrat lain biasa menjadi pilihan sarapan, dr Zaidul memilih asupan
yang lebih sederhana. Dia biasa makan aneka kacang, kismis, hanya minum air madu, atau
paduan kopi, madu, dan coklat.

b. makan siang

Menu makan siang didominasi buah dan sayur yang kaya nutrisi misal karbohidrat, protein,
lemak, protein, vitamin, serta mineral. Porsi makan tetap tidak berlebihan sesuai kebutuhan
tubuh.

c. Makan malam

Menurut dr Zaidul, dia jarang makan kecuali saat aktivitasnya padat atau merasa lapar. Porsinya
tetap tidak berlebihan dan tetap didominasi buah serta sayur.
"Ada yang makan manggis satu kilogram kenyang, namun ada juga yang biasa saja. Bagi saya
untuk menetapkan berlebihan atau tidak bisa menerapkan pola 1/3 untuk makan, 1/3 untuk
minum, dan 1/3 udara. Selain itu kembalikan pada hati jika konsumsi dinilai sudah berlebihan,"
kata dr Zaidul.

3. Bagaimana kalau sakit?

Saat merasa tidak enak badan misal masuk angin, dr Zaidul terbiasa mengkonsumsi berbagai
jenis rimpang yang ada di rumah. Menurutnya rimpang seperti jahe memiliki banyak manfaat
yang belum sepenuhnya diketahui manusia. Meski begitu, dr Zaidul bukannya anti obat kimia.

"Kalau anak panas, ya saya kasih parasetamol supaya demamnya cepat turun. Namun setelah itu,
jangan lupa konsumsi berbagai jenis herbal yang pasti bermanfaat. Konsumsi herbal bisa ganti-
ganti misal kunyit, jahe, jeruk nipis, yang penting tubuh selalu terasup berbagai bahan yang
bermanfaat," kata dr Zaidul