Anda di halaman 1dari 25

(https://www.softwareseni.co.

id)

B - BUSINESS, E-COMMERCE

5 Model Bisnis eCommerce (B2B,


B2C, C2C, C2B, B2G) Untuk Dicoba di
2020
by SoftwareSeni . 31 December, 2018

Model bisnis ecommerce (B2B, B2C, C2C, C2B, B2G) semakin meroket di tahun 2020.
Transaksi dari sektor ini dikalkulasikan mencapai Rp 3000 triliun (US$ 21 Miliar
(https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/10/nilai-transaksi-digital-
perdagangan-elektronik-indonesia-terbesar-di-asia-tenggara)) pada tahun 2019 atau naik
15 kali lipat dibanding transaksi e-commerce (https://www.softwareseni.co.id/manfaat-e-
commerce/) Indonesia pada 2015 yang nilainya Rp 200 triliun.

Layanan digital hadir dengan keunggulan yang sudah kita diketahui, yakni mempermudah
segala sesuatu yang awalnya rumit dan membutuhkan banyak waktu.

Bisnis ritel tidak luput dari internet. Bisnis ini beralih menjadi layanan digital yang kita
kenal sebagai e-commerce. Konsumen bisa membeli sesuatu dalam jumlah banyak
sekaligus tanpa harus melihat langsung, cukup dari komputer atau ponsel.

Laporan terbaru PPRO, perusahaan layanan pembayaran terkemuka di dunia tentang


pembayaran dan perdagangan online tahun 2018, menyatakan Indonesia memiliki Tanya Kami!
pertumbuhan tertinggi mencapai 78% per tahun. Negara lainnya untuk
Privacy topPolicy
& Cookies five
pertumbuhan pasar tertinggi adalah Meksiko 59%, Filipina 51%, Kolombia 45%, dan Uni
Emirat Arab (UEA) 33%.

Selain pertumbuhan belanja online, laporan tersebut juga memaparkan bagaimana


pertumbuhan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan pasar belanja online.
Infrastruktur yang dimaksud, seperti jumlah pengguna kartu kredit, jumlah masyarakat
dengan rekening bank, termasuk pertumbuhan jumlah pengguna internet dan
smartphone, hingga jual beli online yang dilakukan melalui perangkat mobile.

Selain itu, dijelaskan bagaimana kondisi makro ekonomi suatu negara. Ini meliputi jumlah
penduduk dengan usia di atas 15 tahun, PDB, pendapatan per kapita, hingga rata-rata
pengeluaran untuk belanja online. Yang tidak kalah penting untuk diketahui adalah nilai
transaksi belanja online dan porsinya terhadap total retail suatu negara, hingga
pertumbuhan pada berbagai kelompok produk yang diminati.

Sangat mudah untuk tergiur dan terlibat dalam tren perdagangan elektronik ini, tapi jika
Anda tidak mengetahui ilmu dasarnya, profitabilitas bisa terlewat begitu saja.

Bisnis e-commerce (https://www.softwareseni.co.id/online-marketplace/) yang sedang


booming ini membutuhkan intuisi, pengetahuan tentang pasar, rencana bisnis yang solid,
dan penelitian yang cermat tentang produk dan model bisnis ecommerce (B2B, B2C, C2C,
C2B, B2G).

Sayangnya, banyak calon pelaku bisnis ecommerce tidak tahu cara mengatur bisnis
ecommerce, juga pilihan model bisnis dan produk apa yang tersedia bagi mereka.
Sebelum memulai bisnis ecommerce, Anda harus memahami tipe-tipe model bisnis
ecommerce (B2B, B2C, C2C, C2B, B2G) yang ada seperti di bawah ini.

         1. Klasifikasi model bisnis ecommerce


B2B ecommerce
B2C ecommerce
C2C ecommerce
C2B ecommerce
Pemerintahan/Administrasi Publik ecommerce

2. Tipe revenue model bisnis ecommerce


Tanya Kami!
Drop Shipping
Privacy & Cookies Policy
Wholesaling dan Warehousing
Private Labeling dan Manufacturing
White Labeling
Subscription Ecommerce

3. Model produk revenue


Model Produk Tunggal
Tunggal
Multiple Kategori
Afiliasi
Hibrida [Afiliasi + Kategori Tunggal]

Mari kita bahas satu persatu.

Klasifikasi Model Bisnis Ecommerce (B2B, B2C, C2C, C2B,


B2G)
Perdagangan elektronik atau ecommerce mencakup semua pasar online yang
menghubungkan pembeli dan penjual. Internet digunakan untuk memproses semua
transaksi elektronik.

Hal pertama yang perlu dipikirkan adalah jenis transaksi bisnis yang akan Anda lakukan.
Ketika Anda ingin menjalani bisnis ecommerce, siapa target pasar Anda? Apakah model
bisnis ecommerce (B2B, B2C, C2C, C2B, B2G)?

Apakah Anda sudah memiliki ide untuk jenis bisnis e-commerce yang Anda inginkan?
Apakah Anda familiar dengan akronim-akronim tersebut ? Mari kita pelajari model-model
paling umum yang terjadi di perdagangan online.

B2B eCommerce
Model B2B fokus pada penyediaan produk dari satu bisnis ke bisnis lainnya. Meskipun
banyak bisnis ecommerce di area ini adalah penyedia jasa/layanan, Anda juga akan
menemukan perusahaan software (https://www.softwareseni.co.id), perusahaan supplier
dan pemasok perabot kantor, perusahaan hosting, dan berbagai model bisnis ecommerce
lainnya dari sektor ini.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Contoh e-commerce B2B (business to business) Indonesia yang mungkin Anda kenal
adalah Ralali.com, IndoTrading.com, Kawan Lama, Electronic City, Indonetwork, dan Mbiz.
Bisnis tersebut memiliki platform ecommerce yang khusus menyasar perusahaan dan
bekerja dalam lingkungan tertutup.

Di Indonesia, model bisnis ecommerce B2B belum tergarap maksimal oleh para pelaku
bisnis. Salah satu startup tanah air yang sukses membidik peluang pasar ini adalah MBiz,
anak usaha Grup Lippo.

MBiz didirikan Juli 2015 fokus pada e-procurement khusus B2B dan B2G. “Kami
menyediakan solusi pengadaan barang dan jasa yang terintegrasi berbasis web bagi
kalangan perusahaan dan institusi pemerintahan mulai dari produk teknologi, peralatan
kantor, perlengkapan industri, hingga barang-barang ritel,” kata Ryn Hermawan, COO dan
Co Founder MBiz.co.id.

Hermawan menjelaskan, dengan layanan total solusi yang ditawarkan MBiz, klien
korporasi bisa langsung mengakses ke vendor-vendor yang terdaftar di MBiz dan
melakukan proses bidding. Konsep e-commerce multi vendor berbasis web
(https://www.softwareseni.co.id/jasa-pembuatan-website-ecommerce/) ini
memungkinkan klien melakukan e-procurement kapan saja dan dimana saja sesuai dengan
SOP masing-masing.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Saat ini dengan layanan-layanan yang diberikan, MBiz berhasil membukukan net
merchandise value sebesar Rp 1,3 triliun dengan nilai rata-rata kontrak transaksi Rp 312
juta.

"Customer di Indonesia sudah lebih dulu terbiasa dengan layanan e-commerce B2C,
mereka memahami kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan. Ketika kami hadir
dengan platform e-commerce B2B maka mereka tidak perlu waktu lama untuk
memahaminya," imbuh Ryn.

B2B adalah pangsa pasar yang belum tersentuh di Indonesia, sehingga peluangnya masih
sangat besar. Namun, tantangannya juga tidak sedikit.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
B2B e-commerce Survey Preview (//www.slideshare.net/PrayogoRyzaSulistiyo/b2b-ecommerce-survey-
preview) from Prayogo Ryza Sulistiyo (https://www.slideshare.net/PrayogoRyzaSulistiyo)
Untuk pemaparan yang lebih detail, silakan unduh laporan riset bertajuk “A Study of B2B
Commerce Services in Indonesia 2018″ yang digagas oleh DailySocial bersama Jakpat
Mobile Survey Platform, secara gratis di sini (https://dailysocial.id/report/post/a-study-of-
b2b-commerce-services-in-indonesia-2018).

Beberapa poin yang dibahas dalam laporan tersebut: Tanya Kami!


Privacy & Cookies Policy
1. Potensi pangsa pasar B2B di Indonesia, melihat tren pertumbuhan global.
2. Pemahaman masyarakat tentang B2B commerce.
3. Karakteristik dan ragam fitur B2B commerce yang telah beroperasi.

B2C eCommerce
Sektor ecommerce B2C (business to consumer) adalah model bisnis yang lazim dilakukan
di pasar ecommerce. Bahkan sektor B2C adalah model bisnis yang selalu ada dipikiran
orang saat mendengar kata ‘ecommerce’. Transaksi ecommerce B2C menyerupai model
ritel tradisional, di mana bisnis menjual jasa/produk kepada individu, namun bisnis
dijalankan dengan platform online alih-alih dengan toko fisik.

Contoh pemain ecommerce B2C di Indonesia adalah Blibli, Jd.id, dan Lazada. Namun, dari
laporan DailySocial mengindikasikan adanya peleburan batas antara ecommerce B2C dan
C2C yang dilihat dari penilaian reputasi. Penilaian terhadap reputasi umumnya didasarkan
pada kepercayaan konsumen yang terbentuk dari beberapa faktor, diantaranya jaminan
produk, kualitas layanan, hingga efektivitas sistem yang disajikan.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Dari penilaian reputasi, masing-masing memiliki angka yang cukup berimbang, Blibli dan
Tokopedia mendapati angka tertinggi. Dari tabel penilaian di atas, Shopee memiliki
peringkat teratas dalam urusan produk murah dan biaya pengiriman gratis. Sedangkan
JD.id menguatkan brand dengan jaminan produk jualannya asli.

Meleburnya kategori C2B dan B2C juga ditengarai hadirnya “Official Store” di online
marketplace –sebagai contoh brand tertentu memiliki tempat khusus di Bukalapak untuk
menjual produk dari distributor resminya. Implikasinya justru menguatkan SKU produk
yang dimiliki C2C, hal tersebut sekaligus tervalidasi dalam penilaian kelengkapan produk
dengan persentase tertinggi didapat oleh Tokopedia.

Namun demikian salah satu keuntungan yang dapat dioptimalkan oleh para pemain B2C
ialah seputar pengalaman pelanggan. Beberapa aspek yang mulai dieksplorasi misalnya
menekankan pada kualitas produk, peningkatan layanan logistik –misalnya Lazada
mengakomodasi layanan eLogistics secara mandiri atau bekerja sama dengan layanan on-
demand untuk one-day-delivery, opsi pembayaran yang lebih beragam –memungkinkan
adanya mekanisme seperti cash-on-delivery.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
C2C eCommerce
Model bisnis ecommerce ketiga adalah C2C (consumer to consumer), yang kemudian
terbagi lagi menjadi dua model yaitu marketplace (https://www.softwareseni.co.id/online-
marketplace/) dan classifieds/P2P. Dalam kategori C2C e-commerce ini, konsumen
individu dapat menjual maupun membeli produk dari konsumen lainnya. Bukalapak,
Shopee, dan Tokopedia merupakan beberapa contoh marketplace yang paling dikenal di
Indonesia.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Selain melalui marketplace, kegiatan jual beli juga juga dapat dilakukan secara langsung
antar individu, tanpa adanya termasuk dari pihak ketiga. Beberapa contoh platform
dengan model bisnis ini adalah OLX, Kaskus, hingga melalui Instagram.

C2B eCommerce
Customer to business (C2B) adalah model bisnis dimana konsumen atau end-use
menyediakan produk atau layanan ke perusahaan. Ini adalah model kebalikan dari B2C, di
mana bisnis menghasilkan produk dan layanan untuk konsumsi konsumen. Contoh
platform C2B, yakni istockphoto.com yang menjadi media bagi para fotografer individu
untuk mendapatkan royalti apabila ada yang menggunakan fotonya.

Dalam model bisnis ini, individu menawarkan untuk menjual produk atau layanan kepada
perusahaan yang siap membelinya. Misalnya, jika Anda adalah software developer
(https://www.softwareseni.co.id), maka Anda dapat menunjukkan demo software atau
keterampilan yang Anda miliki di situs-situs seperti freelancer, upwork, dll. Jika
perusahaan menyukai software atau keterampilan Anda, maka perusahaan akan langsung
membeli software langsung dari Anda, atau mempekerjakan Anda.

eCommerce Administrasi Publik/Pemerintah (B2G & C2G)


Model-model yang tercantum di atas adalah model umum yang banyak dijalankan di
pasaran, tetapi ada jenis e-commerce lain yang melibatkan administrasi
publik/pemerintah.
Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
B2G (business to government), juga disebut B2A (business to administration), adalah model bisnis
yang merujuk pada bisnis yang menjual produk, layanan, atau informasi kepada pemerintah atau
lembaga pemerintah.

Sistem B2G menyediakan kesempatan bagi perusahaan swasta untuk mengajukan tender
pada proyek, produk pemerintah yang mungkin dibeli/dibutuhkan pemerintah untuk
perusahaan mereka. Pemerintah membuka tender lewat proses e
(https://sbm.binus.ac.id/2016/03/17/e-procurement/)-procurement
(https://sbm.binus.ac.id/2016/03/17/e-procurement/), dimana sektor publik dapat
melakukan tender secara online dan transparan.

Sistem e-procurement di Indonesia lebih dikenal dengan LPSE atau Service Pengadaan
Dengan Elektronik. Salah satu contohnya adalah Qlue.co.id, yang menyediakan layanan
CRM untuk lembaga pemerintah.

C2G (consumer to government), juga disebut C2A (consumer to administration): adalah transaksi
elektronik yang dilakukan oleh individu ke pemerintah atau administrasi publik. Contohnya, seorang
konsumen dapat membayar pajak penghasilannya secara online. Transaksi tersebut adalah transaksi
C2G.

Contoh dimana konsumen memberikan layanan kepada pemerintah belum banyak


diimplementasikan, karena ini bukan pendekatan yang populer dan bisa dibilang sangat
jarang. Contoh yang mungkin bisa terjadi adalah ketika seorang hacker menawarkan
jasanya kepada pemerintah untuk pertahanan terhadap terorisme cyber.

Model Fulfillment Bisnis E-commerce


Hal terpenting berikutnya untuk di pikirkan adalah bagaimana Anda ingin menangani
manajemen persediaan dan sumber produk. Beberapa orang lebih memilih untuk
mengurus inventaris produk mereka sendiri, dan yang lain tidak ingin memiliki garasi yang
penuh dengan barang jualan.

Dropshipping
Dropshipping adalah model e-commerce paling sederhana. Model dropshipping memberi
Anda kebebasan untuk membuka toko tanpa memiliki barang di gudang, karena urusan
inventaris diurus oleh supplier.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Dropshipping adalah proses ketika produk dikirim langsung dari produsen atau grosir ke
customer anda. Ketika seseorang memesan dari toko online milik Anda, maka Anda
mengirimkan pesanan ke pedagang grosir dan mereka langsung mengirimkannya ke
pemesan. Dengan dropshipping, Anda tidak akan kelebihan stok karena anda hanya
membeli stok saat pelanggan memesan.

Kekurangan dari model ini adalah Anda tidak memiliki kendali atas pengiriman dan
fulfillment, dan tidak menutup kemungkinan supplier mengecewakan Anda. Jika supplier
ternyata bermain di belakang Anda atau lupa memberi Anda nomor tracking, Anda harus
pintar-pintar menjaga reputasi Anda. Selain itu, karena Anda tidak menyimpan inventaris
apapun, Anda tidak selalu tahu apakah stok suatu barang hampir habis. Anda bisa saja
tanpa sadar menjual sesuatu yang stoknya sudah habis.

Kelebihannya adalah, jika Anda merasa supplier yang Anda pilih tidak memenuhi standar
Anda, hal yang cukup mudah untuk keluar dari kontrak drop-shipping. Aset Anda
sepenuhnya digital. Jauh lebih mudah untuk beralih ke bisnis ecommerce yang
menggunakan drop-shipping sebagai model fulfilment dibandingkan jika Anda harus
memiliki gudang yang penuh dengan produk yang telah dibuat untuk Anda.

Wholesaling dan Warehousing


Wholesaling (perdagangan grosir) dan warehousing (pergudangan) dalam bisnis e-
commerce membutuhkan banyak investasi sejak awal - Anda perlu mengelola inventaris
dan stok, melacak pesanan pelanggan dan informasi pengiriman, dan berinvestasi diKami!
Tanya ruang
gudang itu sendiri. Privacy & Cookies Policy
Dengan model ini Anda dapat membeli produk dalam jumlah besar dan menyimpannya di
gudang di suatu tempat. Biasanya orang yang lebih suka model ini untuk menjual produk
dalam volume besar. Orang paling sering menggunakan ini di pasar B2B sebagai kebalikan
dari model B2C.

Dengan model ini, Anda bisa mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif, karena Anda
membeli dalam jumlah besar dibandingkan membeli dalam jumlah sedikit seperti model
dropshipping. Jika Anda membeli dalam jumlah besar dan menjual barang secara eceran
di website ecommerce (https://www.softwareseni.co.id/estimasi-biaya-jasa-pembuatan-
website-ecommerce/) langsung pada konsumen, Anda akan memiliki margin yang lebih
baik dibandingkan jika Anda melakukan dropshipping.

Namun, jika Anda seperti kebanyakan orang menggunakan model ini, Anda menjual secara
grosir ke bisnis yang menjual kepada konsumen, dengan mengambil margin lebih rendah
agar tetap kompetitif. Dalam sebagian besar bisnis grosir, Anda perlu membuat target
volume penjualan yang cukup untuk mengganti margin yang kecil. Model ini juga
membutuhkan investasi awal yang tinggi untuk membeli dan menyimpan produk.

Private Label dan White Label


Private label dan white label mungkin adalah dua istilah yang paling sering disalahgunakan
dan membingungkan dalam dunia ecommerce. Keduanya mengacu pada produk-produk Tanya Kami!
yang di-rebranding oleh retailer, namun ada perbedaan tipis diPrivacy
antara keduanya.
& Cookies Policy
Dengan white label, produk generik dibuat oleh pabrik diperuntukkan bagi banyak retailer.
Misalnya, produsen white label akan menjual sabun generik ke 10 pengecer berbeda.
Setiap pengecer dapat memberi branding produk sesuai dengan keinginan mereka.

Dengan model bisnis white label, setiap retailer menjual sabun yang sama dan tanpa
modifikasi. Sabun hanya diganti nama dan dipasarkan sebagai produk pengecer sendiri. Ini
adalah cara cepat untuk masuk ke pasar, tetapi produk Anda akan sama dengan pengecer
lainnya. Tanpa banyak memberi diferensiasi pada produk Anda, Anda harus bekerja keras
untuk terlihat di pasar.

Dengan private label, produk dibuat eksklusif oleh satu retailer. Seperti contoh sabun,
pengecer private label kemudian akan memiliki opsi untuk memodifikasinya agar sesuai
dengan standar dan strategi branding mereka. Sabun dimodifikasi eksklusif untuk retailer
tertentu, dan dilengkapi dengan logo, nama, dan identitas brand mereka. Ini akan
memakan waktu lebih lama daripada model white label, tetapi itu akan membuat Anda
memiliki produk yang unik untuk bisnis Anda.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Dengan memilih model white label atau private label, Anda tidak harus melakukan uji coba
dan kerepotan dalam proses produksi suatu produk. Tanpa harus investasi di desain dan
kreasi produk, Anda akan menghemat banyak waktu dan uang. Sehingga, Anda dapat
fokus pada strategi marketing (https://www.softwareseni.co.id/bisnis-online-konten-
marketing/) dan branding produk.

Subscription Ecommerce
Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Berbeda dengan model bisnis eCommerce tradisional di mana konsumen melakukan
pembelian sesekali, model bisnis subscription (berlangganan) menawarkan konsumen
dengan opsi untuk berlangganan produk atau layanan secara teratur. Keuntungan yang
didapat pelanggan dari subscription adalah penghematan dan kenyamanan. Pelanggan
cukup memesan satu kali, dan produk akan dikirimkan langsung ke mereka secara teratur,
umumnya sebulan sekali.

Pelanggan mendapatkan diskon untuk berlangganan; semakin banyak mereka


berlangganan atau semakin lama mereka berlangganan, semakin banyak penghematan
yang mereka lakukan.

Laporan McKinsey & Company (https://www.mckinsey.com/industries/high-tech/our-


insights/thinking-inside-the-subscription-box-new-research-on-ecommerce-
consumers) menunjukkan bahwa sekitar 15% konsumen online telah mendaftar untuk
satu atau lebih layanan berlangganan untuk menerima produk secara berulang, seringkali
dalam rentang waktu satu bulanan.

Dari laporan yang sama menyebutkan, pasar subscription ecommerce telah tumbuh lebih
dari 100% per tahun selama lima tahun terakhir. Retailer terbesar seperti Amazon
menghasilkan lebih dari $2,6 miliar dalam penjualan pada 2016, naik dari $57 juta pada
2011.

Didorong oleh investasi venture-capital, banyak startup meluncurkan bisnis ini dalam
berbagai kategori, termasuk bir dan anggur, produk anak dan bayi, lensa kontak, kosmetik,
produk feminin, perlengkapan makan, makanan hewan peliharaan, pisau cukur, pakaian
dalam, pakaian wanita dan pria, video game, dan vitamin.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
Tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan subscription e-commerce adalah churn
(https://id.wikipedia.org/wiki/Churn_rate). Churn adalah istilah yang digunakan saat bisnis
ecommerce kehilangan konsumen. Dalam kasus subscription ecommerce, churn adalah
ketika konsumen tidak berlanjut berlangganan.

Model bisnis ini bergantung pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Perusahaan harus pintar dalam mengembangkan user experiences
(https://www.softwareseni.co.id/ux-penting-dalam-membuat-website/) untuk
Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
menghindari tingkat churn yang tinggi, serta untuk mempercepat pertumbuhan dan
profitabilitas.

Apa yang ingin Anda jual?


Keistimewaan dari ecommerce (https://www.softwareseni.co.id/manfaat-e-commerce/)
adalah Anda bisa menjual hampir apa saja di lini bisnis ini. Anda dapat menjual produk fisik
(pakaian, sepatu, buku,dll), produk digital (ebooks, website, software, aplikasi
(https://www.softwareseni.co.id), dll), atau jasa (layanan babysitting atau home cleaning)

Mari kita lihat jenis produk apa yang saat ini sedang tren di bisnis online
(https://www.softwareseni.co.id/prediksi-peluang-bisnis-online-2019-2020/) dan
bagaimana Anda dapat masuk ke pasar tersebut.

Produk Fisik
Ini adalah komoditas yang paling umum dijual di toko ecommerce. Produk fisik (hampir
semua hal yang membutuhkan packing, shipping, dan delivery) seringkali mencapai angka
penjualan tertinggi.

Tapi, bagaimana caranya Anda memutuskan produk mana yang akan dijual?

Temukan apa yang Anda sukai. Apakah Anda suka mobil? Bagaimana kalau menjual suku
cadang dan aksesori mobil? Apakah Anda suka buku? Mengapa tidak memulai toko buku
online? Bisnis online (https://www.softwareseni.co.id/prediksi-peluang-bisnis-online-
2019-2020/) memberi Anda peluang sempurna untuk mengubah hobi Anda menjadi bisnis
yang menguntungkan.

Analisis segmentasi atau niche market (http://scdc.binus.ac.id/imcb/2016/08/berkenalan-


dengan-niche-market/) yang Anda pilih. Ini mencakup semua aspek dari industri-industri
yang kurang terjamah. Serta, cobalah untuk menganalisis pain points
(https://medium.com/sozial-monster/identifying-customer-pain-points-the-first-thing-
you-want-to-do-when-determining-what-to-include-999fbfeb90df) dari target pasar
Anda.

Selanjutnya, lakukan riset kata kunci (keyword research) untuk produk yang ingin Anda
jual. Dengan cara ini, Anda dapat menentukan berapa banyak permintaan untukTanya Kami!
membantu Anda merencanakan inventaris dan mengatur arusPrivacykas. & Cookies Policy
Produk Digital
Ada banyak produk yang dapat dikirimkan ke pelanggan online. Apakah Anda seorang
desainer web, penulis konten, atau desainer grafis? Anda dapat membuat toko online di
sekitar produk Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah masalah FAQ dan aturan
legal yang mencakup mekanisme pengiriman produk dan status hak cipta / Intellectual
Property Ownership (https://www.softwareseni.co.id/intellectual-property-ownership-
pada-produk-digital/) dari produk Anda.

Jasa
Jika Anda memiliki tim tukang kayu yang terampil, atau asisten rumah tangga, atau Anda
adalah penata rambut yang menawarkan untuk mengunjungi rumah klien, mengapa tidak
membuat website (https://www.softwareseni.co.id) untuk menjual layanan ini secara
online?

Dengan demikian, Anda secara signifikan dapat meningkatkan permintaan dengan


membuat bagian FAQ yang komprehensif dan bagian Legal yang merinci dengan tepat apa
yang Anda tawarkan dan apa yang pelanggan harapkan.

Model Bisnis eCommerce (B2B, B2C, C2C, C2B, B2G) mana


yang cocok untuk Anda?
Seperti yang sudah Anda amati, ada beberapa model bisnis ecommerce (B2B, B2C, C2C,
C2B, B2G) yang tersedia, masing-masing memiliki manfaatnya sendiri. Hal yang benar
untuk dilakukan adalah menganalisis model bisnis Anda dan kemudian memilih model
yang tepat. Anda juga telah mengetahui ada beberapa jenis model fulfillment toko online,
serta produk apa saja yang bisa dijual. Sekarang waktunya untuk mulai membuka toko
online Anda sendiri.

Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut tentang topik ini, beri tahu kami di kolom
komentar di bawah.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
(www.softwareseni.co.id)

Comments are closed.


RELATED ARTICLES

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
B - BUSINESS, E-COMMERCE

Prediksi Bisnis E-Commerce Anda Dengan Leading


Indicators (https://www.softwareseni.co.id/bisnis-e-
commerce/)
by SoftwareSeni . October 24, 2018

Saat ini, pasar bisnis online atau bisnis e-commerce sedang mengalami pertumbuhan yang
signifikan. Pemilik bisnis

B - BUSINESS, DEV
Tanya Kami!

Mengapa “Low-Cost Software Development” Bukan Ide


Privacy & Cookies Policy
e gapa ow Cost So twa e eve op e t u a de
Yang Bagus? (https://www.softwareseni.co.id/software-
developer-murah/)
by SoftwareSeni . October 9, 2018

Software Developer Indonesia harusnya sadar, bahwa menjalankan low-cost Software


Development bukan lah ide

B - BUSINESS, DEV, E-COMMERCE, TECH

Teknologi Augmented Reality Pada E-commerce


(https://www.softwareseni.co.id/teknologi-augmented-
reality-pada-e-commerce/)
by SoftwareSeni . September 27, 2019

Teknologi Augmented Reality pada e-commerce. Ada yang pernah dengar? Atau malah ada
yang sudah kecanduan bermain

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
B - BUSINESS, DEV

Website Development: Berbagai Peran & Proses Dalam


Proyek IT (https://www.softwareseni.co.id/software-
developer-indonesia/)
by SoftwareSeni . September 14, 2018

Semisal, Anda telah memutuskan untuk membangun sebuah website dan bekerja sama
dengan perusahaan software developer

B - BUSINESS, CUSTOMER SERVICE, SOFTWARESENI, TECH

Perubahan Perilaku Konsumen Online Era Digital


(https://www.softwareseni.co.id/perubahan-perilaku- Tanya Kami!

konsumen-online/) Privacy & Cookies Policy


/)
by SoftwareSeni . January 15, 2020

Internet dan smartphone sudah terbukti telah berhasil menjadi stimulan dalam
perubahan perilaku konsumen online

B - BUSINESS, E-COMMERCE

Mengapa Bisnis Online Butuh Konten Marketing & 9 Ide


Konten Untuk Ditiru
(https://www.softwareseni.co.id/bisnis-online-konten-
marketing/)
by SoftwareSeni . December 17, 2018

Anda butuh konten marketing untuk meningkatkan trafik website Anda. Blogging
menghasilkan trafik untuk website.

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy
(https://www.softwareseni.co.id)

© 2020 SoftwareSeni all rights reserved.

+61 2 8123 0997, 100 Harris St, Pyrmont NSW 2009 Australia
+62 274 4539660, Magelang Street 65, Tegalrejo, Yogyakarta 55242

Tanya Kami!
Privacy & Cookies Policy