Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Proses pendidikan secara nasional memiliki tujuan mengembangkan

potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada

Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri

dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-undang

Republik Indonesia No. 20; 2003). Madrasah sebagai lembaga pendidikan di

Indonesia yang bercirikan keagamaan mendapat kepercayaan masyarakat dalam

mempersiapkan dan mengantarkan generasi anak bangsa yang memiliki ilmu

pengetahuan, keterampilan dan kepribadian yang mulia untuk mampu bersaing

dalam kompetisi global. Andi Prastowo (2015;4) menyatakan Pendidikan agama

dikelompokkan ke dalam pendidikan yang wajib diberikan kepada seluruh peserta

didik sesuai dengan agama yang dianutnya. Pendidikan agama itu tentunya

dilaksanakan untuk mencapai terwujudnya tujuan pendidikan nasional pada aspek

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia.

Lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) adalah salah satu

lembaga yang berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang

cerdas dan komprehensif dimasa yang akan datang. Untuk menyiapkan hal

tersebut diperlukan kepala madrasah yang memiliki kepribadian yang mantap dan

kompetensi manajerial yang mumpuni. Selain itu juga setiap guru harus memiliki

kemampuan profesional yang tinggi.

1
2

Undang - Undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat (1) butir 1 tentang

Guru dan Dosen dinyatakan bahwa, “Guru adalah pendidik profesional dengan

tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,

dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan

formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.

Dalam kajian yang berkenaan dengan profesi guru, Anwar Prabu

(2000;22) memberikan pengertian kinerja sebagai seperangkat perilaku nyata

yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada

peserta didiknya. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi

belajar mengajar di kelas termasuk persiapannya baik dalam bentuk program

semester maupun persiapan mengajar.

Berdasarkan pendapat di atas, kinerja guru dalam penelitian ini dimaknai

sebagai kemampuan guru dalam melaksanakan tugas pada kompetensi profesional

dalam proses belajar mengajar, kompetensi pribadi dalam proses belajar mengajar,

dan kompetensi sosial dalam proses belajar mengajar.

Indikator kompetensi profesional dalam proses belajar mengajar menurut

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 adalah (1) penguasaan materi pelajaran

yang terdiri atas penguasaan bahan yang harus diajarkan dan konsep-konsep

keilmuan dari bahan yang diajarkan itu; (2) kemampuan mengelola program

belajar mengajar; (3) kemampuan mengelola kelas; (4) kemampuan mengelola

dan menggunakan media/sumber belajar; dan (5) kemampuan menilai prestasi

belajar.
3

Dari indikator diatas dapat dilihat bahwa seorang guru harus memiliki

kompetensi profesional yang meliputi penguasaan materi pembelajaran secara

mendalam dan luas, mampu mengelola program pembelajaran dan mampu

menggunakan media atau sumber belajar untuk mendukung peserta didik dalam

mencapai kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kelulusannya.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam dunia pendidikan banyak menuai

hambatan, karena kemajuan teknologi tidak selalu diikuti dengan kualitas sumber

daya manusia. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Destiana

(2014) yang menyampaikan bahwa untuk menyelaraskan kemajuan teknologi

dan kualitas guru masih sulit dilakukan karena kebanyakan guru masih terbiasa

dengan metode konvensional dalam proses pembelajaran, yaitu metode ceramah

yang berorentasi pada konten untuk menyelesaikan materi, padahal madrasah -

madrasah telah memiliki sarana dan prasarana pendukung pembelajaran

berbasis teknologi informasi seperti laboratorium komputer, LCD projector dan

akses internet.

Proses pembelajaran yang efektif dilihat dari segi komunikasi antara guru

dan siswa maupun penyampian materi pembelajaran yang kontekstual dalam

upaya meningkatkan komitmen belajar siswa. Salah satu faktor utama dalam

mendukung komitmen belajar siswa adalah komunikasi yang harmonis.

Komunikasi yang berlangsung antara guru dan siswa yang bersifat pribadi

maupun interaksi disebut komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal

yang baik adalah komunikasi yang bersifat spontan dan informasi. Saling

menerima feedback secara maksimal dan partisipan berperan fleksibel.


4

Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam membentuk hubungan

antar individu dan kontak sosial. Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin

yaitu communication yang berasal dari kata communis artinya “sama” dan

communico atau communication yang berarti membuat sama” (Mulyana, 2011).

Komunikasi merupakan alat untuk bertukar informasi dalam kontak sosial. Salah

satu cara pertukaran informasi dapat dilakukan secara pribadi, baik berupa

gagasan maupun pendapat pribadi. Tujuan dari komunikasi yaitu untuk menjalin

hubungan yang positif sehingga menimbulkan kebahagiaan serta dapat merubah

sikap seseorang agar dapat mempengaruhi orang lain untuk membantu

memecahkan masalah.

Menurut Veitzhal Rivai (2004), kepemimpinan adalah proses

mempengaruhi atau memberi contoh kepada pengikutnya lewat proses

komunikasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan adalah

proses mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi pikiran, perasaan, tindakan

dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan tertentu.

Kepemimpinan memainkan peranan yang amat penting, bahkan dapat dikatakan

amat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan

sebelumnya

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, penulis tertarik

untuk melakukan penelitian tesis tentang “Pengaruh Kemampuan Penggunaan

Teknologi dan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja

Guru Mts. Al Huda Pangkalan Susu”.

B. Identifikasi Masalah
5

Adapun permasalahan yang dapat diidentifikasi dari latar belakang

masalah di atas adalah sebagai berikut.

1. Belum semua guru mampu membuat perencanaan pembelajaran sesuai

dengan perkembangan kurikulum terbaru.

2. Hasil kinerja guru yang umumnya masih berada pada kategori cukup.

3. Masih adanya guru yang masih menggunakan metode konvensional dalam

proses pembelajaran yang dianggap kurang sesuai dengan kemajuan

teknologi informasi saat ini.

4. Madrasah masih kurang memberi perhatian terhadap penggunaan teknologi

informasi dalam dunia pendidikan yang terkait dengan tingkat kapasitas atau

infrastruktur nasional (misalnya listrik dan internet) untuk mengintegrasikan

alat teknologi informasi baru.

5. Kurangnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi informasi yang

telah disediakan oleh madrasah .

6. Kurangnya kemampuan sumber daya guru dalam menggunakan teknologi

informasi dalam proses belajar mengajar.

7. Belum adanyakomunikasi yang baik antara guru senior dengan guru junior

C. Batasan Masalah

Berikut adalah batasan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut.

1. Penelitian ini akan memfokuskan pembahasannya pada kemampuan guru

dalam penggunaan teknologi pendidikan untuk mendukung tugasnya dalam

menyiapkan proses pembelajaran dan administrasi madrasah .


6

2. Komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru

3. Kemampuan guru dalam penggunaan teknologi pendidikan untuk

mendukung tugasnya dalam menyiapkan proses pembelajaran dan

administrasi madrasah

4. Kinerja guru yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran, proses

pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan administrasi guru yang

menggunakan teknologi.

D. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka ada beberapa masalah

yang teridentifikasi untuk dijadikan sebagai rumusan masalah dalam penelitian

tesis ini sebagai berikut.

1. Bagaimanakah pengaruh kemampuan penggunaan teknologi terhadap

kinerja guru Mts Al Huda Pangkalan Susu pada TP. 2019/2020?

2. Bagaimanakah ada pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap kinerja

guru Mts Al Huda Pangkalan Susu pada TP. 2019/2020?

E. Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah sebagai mana diatas, maka tujuan yang

akan dicapai dalam penelitian ini adalah:

1) Untuk mengetahui pengaruh kemampuan penggunaan teknologi terhadap

kinerja guru Mts Al Huda Pangkalan Susu pada TP. 2019/2020


7

2) Untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Interpersonal terhadap kinerja

guru Mts Al Huda Pangkalan Susu pada TP. 2019/2020

2. Manfaat Penelitian

Penelitian diharapkan bermanfaat secara teoritis maupun praktis yaitu

sebagai berikut:

a. Manfaat teoritis

1) Manfaat teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan

tesis mengenai pengaruh kepada madrasah dan kemampuan

penggunaan teknologi terhadap kinerja guru.

2) Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan bagi

penelitian sendiri dan bagi pembaca, khususnya terkait masalah

hubungan kemampuan penggunaan teknologi dan komunikasi

interpersonal terhadap kinerja guru.

3) Sebagai bahan masukan bagi akademisi yang ingin melakukan

penelitian lebih lanjut, berkaitan dengan kemampuan penggunaan

teknologi dan komunikasi interpersonal terhadap kinerja guru.

b. Manfaat praktis

1) Bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Kotamadya Medan,

khususnya bagi Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara, agar

dapat menjadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil

kebijakan terkait kemampuan penggunaan teknologi dan komunikasi

interpersonal terhadap kinerja guru..


8

2) Bagi kepala madrasah, sebagai masukan tentang petingnya peran

kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru.

3) Bagi guru, sebagai bahan masukan kepada guru akan nilai petingnya

penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran dan komunikasi

interpersonal, tentang cara ia mengemas, mengelola, dan

melaksanakan sehingga tercipta kinerja guru yang maksimal.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bertempat di Mts. Al Huda Pangkalan Susu. Sedangkan

waktu penelitian dimulai dari bulan oktober 2018 sampai dengan bulan

November 2019.

B. Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif

yaitu penelitian yang menekankan pada data-data statistika (Emzir, 2013).

Menurut Sugiyono (2016:7) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan

sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,

digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik

pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan

data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat

kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah

ditetapkan. Tujuan pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini adalah


9

untuk membuktikan, memperkuat, memperdalam, memperluas,

memperlemah dan menggugurkan data kuantitatif yang telah diperoleh

sebelumnya.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dan sampel merupakan bagian terpenting yang terdapat dalam

suatu penelitian. Sebab populasi dan sampel berhubungan langsung dengan

penelitian itu sendiri. Populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek penelitian

yang memiliki kualitas dan kesimpulan. (Suharsimi Arikunto, 2002).

Pengertian populasi menurut Sugiyono (2016:117) adalah “wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya.” Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru

yang aktif di Mts Al Huda Pangkalan Susu.

1. Sampel

Sugiyono (2008:109) mengatakan ”sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimilki oleh populasi. sehingga dapat ditarik kesimpulan

bahwa sampel adalah jumlah dari sebagian populasi yang dianggap mewakili

populasi karena memiliki karakteristik.

Untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian berdasarkan

Singarimbun dan Efendi (1989:150) yang mengatakan bahwa “jika populasi

kurang dari 100 maka populasi, menjadi sampel atau penelitian populasi”.
10

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Total

Sampling, dimana seluruh populasi yang ada digunakan sebagai sampel

penelitian, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang.

D. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang penting dalam kegiatan

penelitian. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data secara objektif dan akurat

sesuai dengan keperluan penelitian. Data yang terkumpul kemudian akan

dianalisis berdasarkan acuan landasan teoritis, agar hasilnya berguna untuk

hipotesis atau dalam pengambilan suatu keputusan. Teknik pengumpulan data

yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

1. Angket (Questionaries)

Angket atau yang sering disebut daftar pertanyaan dilakukan dengan

memberikan daftar pertanyaan atau angket tertulis dengan menyertakan alternatif

pilihan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diukur dengan menggunakan

skala interval 1-5 atau yang disebut dengan Skala Likert. Kuisioner ini akan

dibagikan kepada seluruh guru yang ada di Mts Al Huda Pangkalan Susu.

Pada proses pengolahan data untuk menghitung masing-masing indikator,

maka akan digunakan Skala Likert dengan ketentuan sebagai berikut:

Tabel. 3.4. Tabel Skala Likert

1. Sangat Setuju (SS) 5


2. Setuju (S) 4
3. Ragu – ragu (RR) 3
4. Tidak Setuju (TS) 2
11

5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1


(Sumber : Sugiyono, 2015:168)

2. Kisi-kisi Instrumen

Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus menggunakan sebuah

alat ukur yang baik, yang biasanya disebut dengan instrumen penelitian.

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena

alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2016: 202). Agar dalam

penyusunan instrumen dapat dilakukan dengan mudah dan tepat, maka perlu

disusun kisi-kisi instrumen penelitian.

Variabel Sub Indikator No


No Variabel item
Penggunaan 1. Penggunaan komputer 1
teknologi 2. Penggunaan multimedia 2
1 Kemampuan (proyektor, LCD, Internet)
  Penggunaan
Teknologi
Pembuatan 1. Membuat power point 3
bahan ajar 2. Membuat program 4,5
menggunaka pembelajaran
n teknologi 3. Membuat dan mengirimkan 6,7
tugas melalui internet
4. Guru mampu mengedit 8,9,10
video, mengoperasikan MS
Office, Menginstal aplikasi
1. Keterbukaan 1,2
2. Empati 3,4
Komunikasi
2 3. Dukungan 5,6
Interpersonal
4. Kepositifan 7,8
5. Kesetaraan 9,10

1. Kesiapan Perangkat 1
Pra pembelajaran
3 Kinerja Guru Pembelajaran 2. Menggunakan Metode 2

Membuka 1. Melakukan Apersepsi 3


12

kelas
1. Memberikan penjelasan yang 4
berkaitan dengan isi/materi
pelajaran
Kegiatan Inti
2. Mengembalikan semua respon 5
atau pertanyaan

Pendekatan/ 1. Menyajikan Pembelajaran 6


Strategi dengan teknik yang mudah
dipelajari
2. Pemanfaatan media secara 7
efektif dan efisien

Kemampuan 1. Memfasilitasi terjadinya interaksi 8


mengelola guru, siswa dan sumber belajar
kegiatan
pembelajaran
1. Memotivasi siswa yang pasif 9
Kemampuan selama pembelajaran dan siswa
melakukan yg kurang menguasai
evaluasi pembelajaran
pembelajaran 2. Menyusun soal soal tes sesuai 10
prinsip prinsip evaluasi

A. Skala Pengukuran Variabel

Untuk mengukur variabel-variabel yang ada maka digunakan skala

likert, dimana masing-masing pertanyaan di beri skor 1 sampai dengan 5

tingkat kepercayaan 95%. Bobot dari masing-masing jawaban sebagai

berikut:

1. Jawaban point a dengan nilai 5 = sangat setuju

2. Jawaban poin b dengan nilai 4 = setuju

3. Jawaban poin c dengan nilai 3 = ragu-ragu

4. Jawaban poin d dengan nilai 2 = kurang setuju

5. Jawaban point e dengan nilai 1 = tidak setuju


13
14

B. Uji Coba Instrumen

Sebelum angket penelitian digunakan untuk memperoleh data, terlebih

dahulu dilakukan validitas dan reliabilitas angket. Uji coba dilakukan terhadap

orang guru yang tidak termasuk dalam responden penelitian ini tetapi masih

tergolong dalam populasi penelitian atau guru di sekolah lain dengan kondisi

yang sama atau homogen.

1. Validitas

Uji validitas (kesahihan) digunakan untuk mengetahui sejauh mana butir

melaksanakan fungsinya. Untuk mendapatkan validitas angket maka dilakukan

analisis validitas. Selanjutnya instrumen yang diuji coba dianalisa dengan

menggunakan teknik korelasi Produk Moment oleh Pearson yang terdapat dalam

Sudjana, (2015:30).

r xy =N
∑ XY −( ¿ ∑ X )(∑ Y ) ¿
2 2
√{ N ∑ X −(∑ X ) }{ N ∑ Y −(∑ Y ) }
2 2

Keterangan:

rxy= koefisien korelasi

N = jumlah anggota sampel

∑X = jumlah skor butir item

∑Y = jumlah skor total

∑X2 = jumlah kuadrat skor butir item

∑Y2 = jumlah kuadrat skor total

∑XY = jumlah hasil kali skor butir item dengan skor total
15

Untuk menguji validitas butir angket yaitu dengan menghitung koefisien

korelasi (r)butir dengan skor total. Butir dikatakan valid (sahih) jika nilai

korelasi (r)> harga kritik r dengan taraf kepercayaan 95%. Sebaliknya jika nilai

korelasi (r)< harga kritik r Produk Moment, maka butir item dikatakan tidak

valid (gugur).

2. Reliabilitas

Reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan bahwa suatu instrumen layak

dipercaya untuk dipakai sebagai alat pengumpul data.Pengujian reliabilitas

instrumen dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Dalam penelitian ini uji

reliabilitas dilakukan secara internal dengan menggunakan rumus Cronbach

Alpha (α) Umar (2012:89) sebagai berikut:

r 11 =[ ][
k
k −1
1−
∑ Sb
S t2 ]
Keterangan:

r11 = reliabilitas instrumen


k = jumlah item
∑Sb2 = jumlah varians butir
St2 = varians total

C. Uji Prasyarat Analisis Data

1. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui masing-masing

variabel memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam


16

penelitian ini dilakukan menggunakan bantuan software SPSS Statistics 22.0

dengan teknik analisis Kolomogorov-Smirnov. Pengambilan keputusan yang

digunakan adalah apabila Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 maka distribusi data

dinyatakan normal.

2. Multikolinearitas

Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk menguji adanya korelasi

antara variabel independen (bebas) dan jika terjadi hubungan maka dapat

dikatakan terjadi permasalahan multikolinearitas.

3. Heterokedastisistas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan variancedari residual satu pengamat

ke pengamat yang lain. Jika variance dari residual satu pengamat ke

pengamat lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda

disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model regresi

homoskedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas karena data ini

menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran.

D. Teknik Analisis Data

1. Analisis regresi berganda

Untuk melihat pengaruh variabel terikat bersamaan yang ditunjukkan

oleh koefisisen regresi. Rumusnya persamaan regresinya adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Dimana:

Y = Kinerja guru
a = Konstanta
17

b1-3 = Koefisien regresi kemampuan penggunaan teknologi, dan


komunikasi interpersonal
X1 = Kemampuan penggunaan teknologi
X2 = komunikasi interpersonal
e = error
2. Pengujiann Hipotesis Secara Simultan (Uji F Simultan)

Uji F dilakukan untuk membuktikan hipotesis penelitian pengaruh

dari variabel bebas penelitian secara bersama-sama terhadap variabel

terikat. Untuk melihat pengaruh. Dalam Sugiyono (2005:250) yaitu

dengan membandingkan antara F hitung tabel dengan F tabel pada tingkat

kepercayaan 5% apabila F hitung > F tabel. Semua variabel berpengaruh

terhadap variabel terikat.

3. Pengujian Hipotesisi Secara Parsial (Uji Parsial)

Dalam Sugiyono (2005:223) mengatakan “Uji parsial adalah uji

statistik yang secara individu digunakan untuk mengetahui pengaruh

masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat “. Uji t dilakukan

untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara

parsial. Apabil T tabel > T hitung dengan signifikan di bawah 0.05%.

Maka secara parsial variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap

variabel terikat.
18

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

1. Statistik Deskriptif

Deskripsi data penelitian yang disajikan adalah untuk memberikan

gambaran secara umum mengenai penyebaran data di lapangan. Data yang

dijadikan dasar deskripsi hasil penelitian ini adalah data yang dihasilkan dari tiga

variabel yaitu skor Kemampuan Penggunaan Teknologi (X1), dan komunikasi

interpersonal (X2) dan Kinerja Guru (Y). Untuk menyajikan statistik deskriptif,

sehingga dapat diketahui beberapa data deskriptif antara lain: jumlah responden

(N), nilai rata – rata (mean), nilai tengah (median), nilai yang sering muncul

(mode), simpangan baku (Standard Deviation), varians (Variance), rentang

(range), skor terendah (minimum score), skor tertinggi (maksimum score), maka

dapat digunakan perhitungan menggunakan aplikasi SPSS 25.0.

Tabel 4.1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Penelitian

Statistics
Kemampuan
penggunaan komunikasi
teknologi interpersonal kinerja guru
Valid 30 30 30
19

Missing 0 0 0
Mean 33.8667 34.7000 34.1333
Median 35.0000 36.0000 35.0000
Mode 35.00 37.00 35.00
Std. Deviation 6.79621 4.85052 7.08925
Variance 46.189 23.528 50.257
Range 31.00 25.00 33.00
Minimum 14.00 20.00 14.00
Maximum 45.00 45.00 47.00
Sum 1016.00 1041.00 1024.00

1. Kinerja Guru

Sebaran data Kinerja Guru (Y) berada pada rentang 14 sebagai skor terendah dan 47 skor tertinggi. Berdasarkan distribusi

data itu juga diketahui rata-rata (mean) 34.13, nilai tengah (median) 35, skor pernyataan yang sering muncul

(modus) 35, dan simpangan baku (standar deviasi) 7.089. Data ini memperlihatkan bahwa antara nilai rata-rata dan

median tidak jauh berbeda. Hal ini mengindikasikan bahwa skor variabel kinerja Guru (Y) memiliki distribusi

normal. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran tentang distribusi skor tersebut dilakukan perhitungan, kemudian

ditabulasikan pada distribusi frekuensi. Berikut ini disajikan Tabel 4.2 distribusi frekuensi beserta grafik

histogramnya

Kelas Interval Frekuensi Absolut Frekuensi Relatif %


14 – 19 2 6,67 %
20 – 25 - -
26 – 31 5 16, 67 %
32 – 37 17 56,66 %
38 – 43 3 10 %
44 – 49 3 10 %
Total 30 100 %

Untuk lebih jelasnya, distribusi frekuensi skor Disiplin Mahasiswa (Y) juga dapat
dilihat pada histogram berikut ini:
20

Kinerja Guru
17
18
16
14
12
10
8
5
6
3 3
4 2
2 0
0
14 - 19 20 - 25 26 - 31 32 - 37 38 - 43 44 - 49

Dari data yang diperoleh rata-rata tingkat pencapaian skor Disiplin Mahasiswa (Y) sebesar 68,26% dari skor ideal, dan

masuk kedalam kategori baik. Dari data ini dapat dikatakan bahwa secara umum kinerja guru di Mts Al huda

Pangkalan Susu berada pada kategori baik.

2. Kemampuan penggunaan teknologi

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, maka data deskriptif variabel Kemampuan

Penggunaan Teknologi (X1) yang di peroleh dari hasil penelitian, menunjukkan

bahwa jumlah responden (N) sebesar 30 orang, nilai rata-rata (mean) sebesar

33,86 , nilai tengah (median) sebesar 35, nilai yang sering muncul (mode) sebesar

35, simpangan baku (Standard Deviation) sebesar 6.79, varians (Variance) sebesar

46.18, rentang (range) sebesar 31, skor terendah (minimum score) sebesar 14,

skor tertinggi (maksimum score) sebesar 45.

Table 4.2 Distribusi kemampuan penggunaan teknologi ( X1)


Kelas Interval F Absolut F Relativ
14 - 18 2 6.66%
21

19 - 23 - -
24 - 28 3 10%
29 - 33 3 10%
34 - 38 17 56.66%
39 - 43 3 10%
44 - 48 2 6.66%
total 30 100%

Untuk lebih jelasnya, distribusi frekuensi skor Kemampuan penggunaan teknologi (X 1) juga dapat dilihat pada histogram

berikut ini:

Tabel kemampuan penggunaan teknologi

18 17
16
14
12
10
8
6
4 3 3 3
2 2
2
0
0
14 - 18 19 - 23 24 - 28 29 - 33 34 - 38 39 - 43 44 - 48