Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

SIKLUS PERENCANAAN PENDIDIKAN

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah: Perencanaan
Pendidikan Islam
Dosen Pengampu:
Dr. Rahmad Hidayat, MA

Disusun Oleh:
Sem. II/PPS-PPI/FITK
Nama :Rosida Hanum Nst
NIM: 0332193012

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM


PASCA SARJANA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUMATERA UTARA MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan
petunjuk dan hidayahnya sehingga kita dapat terus mengikuti perkuliahan. Shalawat
berangkaikan salam marilah sama sama kita haturkan ke haribaan junjungan kita nabi
besar Muhammad SAW yang telah membawa kita kealam yang penuh ilmu
pengetahuan. Dan tak hentinya kita bersyukur sehingga terselesaikan makalah saya ini,
dimana makalah ini sebagai tugas individu untuk mata kuliah ini.

Tak lupa ucapan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah ini yang
telah membimbing saya sehingga siapnya makalah saya ini. Dan terima kasih kepada
My beloved husband yang telah mensupport saya setiap mengerjakan tugas.

Harapan saya makalah saya ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi
penambah wawasan keilmuan kita semua. Apabila ada kekurangan dari makalah ini
kritik dan saran akan saya terima. Hanya ini yang dapat saya sampaikan lebih dan
kurang saya mohon maaf.

Penulis

Rosida Hanum Nst


DAFTAR ISI
Pendahuluan......................................................................................................3
Pembahasan .....................................................................................................4
Siklus Perencanaan Pendidikan........................................................................5
Langkah langkah perencanaan..........................................................................7
Kesimpulan.......................................................................................................11
Daftar Pustaka...................................................................................................12
PENDAHULUAN

Perencanaan merupakan tahap awal yang disusun untuk melakukan suatu


kegiatan atau proses yang akan dilaksanakan agar nantinya kegiatan yang direncanakan
dapat terlaksana dengan baik. Perencanaan sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses
penyusunan beberapa keputusan yang diharapkan terjadi untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.

Dari definisi perencanaan dikatakan bahwa organisasi pendidikan ada diantara


lingkungannya dan tertentu didalamnya. Ini berarti pendidikan tidak dapat dan tidak
dibenarkan berdiri sendiri dengan terlepas dari masyarakat dan lingkungannya sebab ia
merupakan salah satu bagian dari masyarakat dengan kata lain pendidikan harus dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan dimasyarakat dan lingkungan namun perubahan
tersebut terjadi dibawah kendali lembaga pendidikan sehingga agar perubahan dapat
dipelopori oleh pendidikan maka memerlukan biaya, waktu, tenaga dan sumber-sumber
lain untuk masa yang lama. Sehingga  unutk dapat menuyusun organisasi, struktur,
personalia, program, biaya dalam pendidikan maka terlebih dahulu harus ada
perencanaan pendidikan.1

Dalam dunia pendidikan, perencanaan merupakan hal yang penting untuk


dilaksanakan. Sejarah mencatat kurang lebih 2500 tahun yang lalu perencanaan
pendidikan itu sudah ada, dimana bangsa sparta telah merencanakan pendidikan untuk
merealisasikan tujuan militer, sosial dan ekonomi mereka.

Dalam dunia pendidikan akan kita selalu membuat perencanaan dimana


diharapkan adanya perubahan yang lebih baik, dimana harus sesuai dengan tujuan dari
pendidikan tersebut. Maka dari itu kita harus mengetahui bagaimana siklus dari
perencanaan yang kita buat sehingga kita dapat membuat keputusan setelah
mengevaluasi langkah langkah yang kita lakukan dari perencanaan tersebut.

1
Harjanto, 2008. Perencanaan pengajaran ; Rineka Cipta,Jakarta.hal 30
PEMBAHASAN

1. Siklus Perencanaaan Pendidikan

Siklus Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses berlangsungnya perencanaan


pendidikan yang berulang tahapan kronologis yang harus dilalui sebagai langkah-
langkah dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan dilaksanakan secara terdaur.

Secara garis besar, langkah-langkah perencanaan pendidikan dapat dibedakan


menjadi dua golongan, yakni perencanaan strategi dan perencanaan operasional
pendidikan. Perencanaan strategi menyangkut penetapan kebijaksanaan yang diambil
dalam soal pendidikan, pendekatan yang dipakai, serta tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai. Sedangkan perencanaan oprasional berkaitan dengan penetapan alternatif upaya
yang dipakai untuk merealisasikan perencanaan stertegi dan tujuan perencanaan tersebut
dalam bentuk metode, prosedur dan koordinasi.2
Perencanaan strategi disebut oleh Cunningham sebagai “ Doing the right
things”, sedangkan perencanaan oprasional disebut sebagai “doing things right”. Jadi
dalam perencanaan strategi yang direncanakan adalah bagaimana melakukan sesuatu
yang benar, sementara dalam perencanaan oprasional yang direncanakan adalah
bagaimana mengerjakan sesuatu itu secara benar.
 Langkah-langkah perencanaan pendidikan secara rinci mempunyai banyak versi
sesuai dengan pendapat tokoh-tokoh yang mengemukakannya. Salah satu diantaranya
dikemukakan oleh Edgar L. Morphet dalam bukunya PLANNING AND PROVIDING
FOR EXCELLENCE IN EDUCATION, yang mengatakan bahwa prosedur yang harus
diperhatikan dalam perencanaan pendidikan adalah :

1) Mengumpulkan informasi dan analisis data

2) Mengidentifikasi kebutuhan

3) Mengidentifikasi tujuan dan prioritas

4) Membentuk alternatif penyelesaian

5) Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi

2
Daryanto. H.M. Drs. Administrasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. 2010.hal 67
Dalam garis besarnya perencanaan termasuk perencanaan pendidikan dilaksanakan
dalam tiga siklus, yaitu:

1.        Siklus pertama, melayani dua tujuan ganda:

a.  Menyusun persetujuan antara manajer puncak dan manajer bidang tentang


strategi dan tujuan secara komprehensif.

b.  Memilih tujuan perencanaan yang lebih penting pada siklus berikutnya. Pada
siklus ini manajer puncak menyusun tujuan umum dan meminta rencana-rencana
dari setiap bidang.

2.   Siklus ke dua, setiap kepala bagian menyetujui rencana sementara dari bawahan
sesuai dengan bidang mereka. Oleh manajer bidang dipilih, rencana mana yang
sesuai dengan tujuan utama dan tujuan bidangi,  lalu diajukan kemanajer puncak.

3.   Siklus ke tiga, tiap pimpinan  bidang menyusun anggaran khusus untuk  biaya
pelaksanaan rencana, tujuan dan sasaran. Setelah didiskusikan dianatara para
manajer barulah anggaran disetujui dan disediakan.3

Hal-hal yang memungkinkan dan menyebabkan kegagalan suatu perencanaan


pendidikan.

1.   Pembuat rencana (planner) yang tidak cakap sehingga menghasilkan perencanaan


yang tidak tepat. Untuk itu perencanaan haruslah dibuat oleh orang yang ahlinya.

2.   Perencanaan yang dibuat tidak berdasarkan pada fakta-fakta dan data yang objektif

3.   Kesalahan dalam membuat ramalan dan dugaan.

4.   Perencanaan tidak fleksibel/kaku.

5.   Kesalahan dalam pengolahan data.

6.   Kesalahan dalam penempatan pegawai dan kepala bagian yang tidak sesuai dengan
kemampuan dan keahlian.4

7.   Tidak adanya koordinasi diantara unit-unit dalam organisasi, karena masing-masing


unit menganggap bagiannya lebih penting dari unit lain.
3
Harjanto, 2008. Perencanaan pengajaran ; Rineka Cipta,Jakarta. Hal.68
4
https://dayatfarras.wordpress.com/2011/01/06/perencanaan-pendidikan/
8.   Kuranngnya pengawasan baik secara perfentif maupun secara represif.

   Dalam membuat perencanaan (planning) pendidikan yang baik, harus dapat


menjawab secara tepat pertanyaan berikut.

 What  : apa yang menjadi tujuan, apa yang akan dikerjakan, apa tujuan pendidikan.
 Why   : mengapa justeru tujuan itu yang akan dicapai.
 When : kapan waktu yang tepat tujuan itu akan mulai dikerjakan. Apakah akhir
tahun, atau 1 tahun lagi.
 Where : di mana lokasi  atau tempat kegiatan itu akan dilaksanakan atau
didirikan, dalam hal ini perlu dipertimbangkan faktor lingkungan dan masyarakat.
 Who : siapa yang harus melaksanakan, siapa yang dapat dpercaya dalam
melaksanakannya, mengolanya, baik dari manajemennya maupun dari tenaga
pelaksananya.
 How  : bagaimana cara pelaksanaan, cara mengerjakannya dan bagaimana metode
pelaksanaannya.
2. Langkah Langkah Perencanaan

Berikut ini beberapa langkah-langkah dalam perencanaan pendidikan, yaitu:

1.        Pengumpulan Data

a.    Pendekatan Rencana Pengumpulan Data


Dalam perencanaan pengumpulan data tidak hanya sekedar bagaimana
mengumpulkan data yang diinginkan dalam suatu daftar, tetapi harus meliputi
prosedur-prosedur cara perolehan data, pengorganisasian dan cara memperbaharui
data. Pengumpulan data ini harus dilaksanakan bahwa data tersedia pada waktu
yang tepat dan pada saat pembuat keputusan. Ada lima tahapan dalam sistem
pengorganisasian data, yaitu:
 Data dikumpulkan dan dimasukan ke dalam sistem.
 Data diisikan atau ditempatkan di tempat penyimpanan data.
 Data (diolah) dikemas menurut aturan yang sudah ada.
 Data ditampilkan dalam bentuk yang dapat digunakan.
 Data dipindahkan dari sati titik kedalam sistem titik yang lain sesuai dengan
keperluannya.
 Data yang diperoleh kemudian di klasifikasikan dan selanjutnya digunakan
untuk perencanaan pendidikan baik jangka pendek, menengah, maupun
jangka panjang.

b.    Deskripsi Informasi dan Data


Ada perbedaan antara informasi dan data. Informasi berhubungan dengan ilmu
pengetahuan yang didapat atau ditemukan dari observasi, membaca, dan
berkomunokasi. Data adalah fakta sesuatu yang diketahui dalam bentuk-bentuk dasar
untuk disimpulkan, didokumentasikan, diedit, dan diperlakukan oleh setiap subjek dan
siap untuk mendukung perencanaan dalam suatu cara yang objektif.
c.    Beberapa Metode Pengumpulan Data
 Penggunaan angket dan kuisioner
     Metode angket dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam jumlah yang
banyak dengan waktu yang singkat. Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada
keahlian peneliti dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang mudah dipahami,
sehingga responden dapat mengetahui dan merasakan konteks permasalahan yang
sedang diteliti.
 Interview atau wawancara
Metode interview dapat digunakan untuk mengumpulkan data dimana diperlukan
adanya penjelasan langsung tentang konteks atau area penelitian kepada responden.
Unsur subjektivitas dari data yang diperoleh merupakan hal yang tidak dapat
diabaikan. Keberhasilan metode ini sangat tergantung pda keahlian dan pengumpulan
data dalam berkomunikasi dan dalam menyusun daftar pertanyaan sehingga dicapai
focus kata yang diperoleh. Data yang berhubungan dengan perpindahan biasanya
berhubungan dengan transportasi, data ini berkenaan dengan biaya dan dalam
perencanaan ini perlu dipertimbangkan dalam memilih alat transportasi sehingga
fungsi efesiensi dan efektivitas tercapai.[1] Pengumpulan dan pengolahan data,
perkembangan pendidikan pada masa sekarang sangat perlu diketahui dan dipahami
secara jelas oleh perencana pendidikan karena gambaran keadaan itu akan dijadikan
dasar untuk penyusunan perencanaan pendidikan. Langkah pertama mengidentifikasi
jenis data yang diperlukan.
2.        Diagnosis Perencanaan Pendidikan
Data yang sudah terkumpul harus dianalisis dan didiagnosis. Menganalisis data
merupakan proses untuk menghasilkan suatu informasi. Mendiagnosis keadaan
pendidikan dapat dilakukan melalui penelitian dengan jalan meninjau segala usaha dan
hasil pendidikan, termasuk mengkaji rencana yang sudah disusun tetapi belum
dilaksanakan. Dalam mendiagnosis keadaan pendidikan dipergunakan kriteria-kriteria
seperti relevansi, efektifitas dan efesiensi. Setelah tujuan-tujuan pendidikan nasional
dirumuskan, langkah pertama yang harus dilakukan oleh perencanaan pendidikan ialah
memastikan apakah usaha pendidikan nasional sekarang ini memadai, relevan dan
mendatangkan hasil yang baik. Ini dilakukan dengan menghadapkan atau mencocokkan
output usaha pendidikan dengan tujuan dan mencatat perbedaan yang menonjol. Latihan
ini dinamakan diagnosis dan mengarahkan kita untuk mengindentifikasi kelemahan dan
kekurangan dalam sifat, luas, kualitas, organisasi serta tingkat penampilan aktivitas-
aktivitas pendidikan pendidikan nasional. Kriteria untuk diagnosisini mutlak ditemukan
oleh tujuan pendidikan nasional.
3.        Perumusan Kebijakan
Penyusunan perencanaan pendidikan yang komperhensif pertama-tama memerlukan
rumusan masalah yang jelas. Situasi awal pada sebagian besar perencanaan pendidikan
dipenuhi dengan ketidak pastian. Beberapa pertanyaan telah diajukan mengenai
kemampuan perencanaan untuk memecahkan masalah yang harus segera diselesaikan.
Para perencana pendidikan itu sendiri sering berbeda pendapat dalam masalah-masalah
tersebut, sehingga upaya yang dilakukan dapat dianggap sebagai suatu ungkapan
ketidakpastian.
Perumusan kebijakan, merupakan suatu pembatasan gerak tentang apa-apa yang akan
dijadikan keputusan oleh orang lain. Suatu kebijakan di bidang pendidikan dirumuskan
secara melembaga oleh pemerintah dengan melibatkan instansi-instansi terkait.
Biasanya kebijakan pendidikan sudah dituangkan dalam repelita. Para perencana
pendidikan tetap memegang peranan penting terutama dalam memberikan nasehat
teknis dalam perumusan kebijakan. Perumusan kebijaksanaan tentang situasi pendidikan
sekarang ini yang menunjukan kelamahan dan kekurangan-kekurangan yang perlu
dikoreksi sehingga mengarah atau mencapai relevansi, efektivitas dan efesiensi.
Tindakan korektif harus didasarkan pada suatu kebijaksanaan yang harus dikaji untuk
menunjukan kerangka kerja umum dimana keputusan-keputusan yang lebih rinci harus
dilakukan

KESIMPULAN
Siklus Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses berlangsungnya perencanaan
pendidikan yang berulang tahapan kronologis yang harus dilalui sebagai langkah-
langkah dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan dilaksanakan secara terdaur.

  Siklus Perencanaan Pendidikan


 Siklus pertama, melayani dua tujuan ganda.
 Siklus ke dua, setiap kepala bagian menyetujui rencana sementara dari bawahan
sesuai dengan bidang mereka.
 Siklus ke tiga, tiap pimpinan  bidang menyusun anggaran khusus untuk  biaya
pelaksanaan rencana, tujuan dan sasaran.

       Berikut ini beberapa langkah-langkah dalam perencanaan pendidikan, yaitu:

1.      Pengumpulan Data

 Pendekatan Rencana Pengumpulan Data


 Deskripsi Informasi dan Data
  Beberapa Metode Pengumpulan Data

2.      Diagnosis Perencanaan Pendidikan


Data yang sudah terkumpul harus dianalisis dan didiagnosis. Menganalisis data
merupakan proses untuk menghasilkan suatu informasi.
3.       Perumusan Kebijakan
Penyusunan perencanaan pendidikan yang komperhensif pertama-tama
memerlukan rumusan masalah yang jelas.

DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. H.M. Drs. Administrasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta. 2010.

Harjanto, 2008. Perencanaan pengajaran ; Rineka Cipta,Jakarta.

Udin Syaefudin Sa’ud, dan Abin Syamsuddin Makmun, Perencanaan Pendidikan,


(Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2005)

http://upikdonggala.blogspot.com/2011/11/resume-perencanaan-pendidikan.html

http://dayatfarras.wordpress.com/2011/01/06/perencanaan-pendidikan/

http://uray-iskandar.blogspot.com/2011/01/tahapan-dalam-proses-perencanaan.html

Anda mungkin juga menyukai