Anda di halaman 1dari 3

MENGANALISIS GANGGUAN PADA SISTEM REM HIDROLIK

A. Jenis-jenis Kerusakan Pada Rem Cakram Yang Sering Terjadi dan Cara Memperbaiki

Rem merupakan salah satu komponen yang cukup penting di dalam sepeda motor. Fungsi
rem dapat melambatkan laju kendaraan hingga ketitik nol dimana kendaraan tersebut
nantinya akan berhenti total. Berdasarkan aktuator pengeremannya, jenis rem terbagi
menjadi 2 yaitu rem tromol dan rem cakram. Kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai
rem cakram. Rem cakram atau Disc Brake merupakan sistem pengereman yang mana
menggunakan beberapa komponen tambahan di dalamnya, yaitu berupa piringan dengan
dijepit 2 kampas rem yang memiliki fungsi untuk melambat putaran mobil.

Sama halnya dengan sistem pengereman lainnya, tentu saja terdapat masalah-masalah
yang dapat terjadi pada rem cakram. Jika dilihat dari fungsinya, rem memiliki peran yang
penting di dalam sebuah kendaraan. Untuk itu lah penting untuk merawat kondisi rem
sepeda motor agar terhindar dari kerusakan-kerusakan. Nah berikut ini ada beberapa
kerusakan pada rem cakram yang sering terjadi dan cara mengatasinya.

1. Muncul Suara Berdecit


Salah satu kerusakan yang sering terjadi
dalam rem cakram adalah muncul suara berdecit
ketika proses pengereman. Biasanya hal ini terjadi
pada rem-rem yang sudah berusia diatas 25.000
km. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab
kerusakan pada rem cakram tersebut, antara lain
adalah:
• Kondisi kampas rem dan cakram yang mungkin terlalu halus. Hal ini biasanya dikarenakan
kualitas dari bahan tersebut. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan mengganti
piringan cakram dengan komponen yang asli.
• Piringan cakram sudah tidak rata sehingga menimbulkan bunyi saat terjadi gesekan. Hal ini
biasanya dikarekan umur cakram yang sudah tua dan jarang dirawat. Untuk itu pentingnya
merawat rem sepeda motor. Jika mencapai 25.000 km, akan lebih baik untuk memeriksa
secara berkala.
• Terdapat benda asing, seperti pasir dan debu.
• Pen Calliper Rem seret karena kekurangan pelumas. Untuk mengatasi hal ini bersihkan
calliper dan lumasi secara rutin.
• Penyebab lainnya dapat dikarenakan piston rem yang amcet. Hal ini akrena
penumpukan karat-karat pada dinding piston. Cara membersihkan karat yang tepat bisa
dilakukan dengan menggunakan cairan khusus penghilang karat.

2. Rem Bergetar
Kerusakan lainnya yang sering terjadi
pada rem cakram adalah rem yang bergetar.
Kondisi rem yang bergetar naik turun ini juga
menjadi salah satu penyebab stang sepeda
motor bergetar. Gangguan ini seringkali
dikarenakan piringan rem cakram yang mungkin
sudah tidak rata dan tipis. Umumnya ketebalan
piring cakram yang baik adalah 3,8 mm – 4,2 mm
tergantung dari pabrikan. Jika hal ini terjadi
pada mobil ini maka cara untuk
memperbaikinya adalah dengan mengecek terlebih dahulu ketebalan pada cakram rem. Jika
anda masih merasa ketebalannya normal, maka anda bisa melakukan pembubutan yang
ditujukan untuk meratakan kembali cakram. Namun jika kondisinya sudah tipis, maka segera
ganti dengan komponen piringan yang baru.

3. Rem Keras Saat Ditekan


Kerusakan pada rem cakram lainnya
dapat terjadi saat rem keras ketika ditekan.
Kerusakan ini biasanya disebabkan karena
minyak rem yang berkurang. Master rem
merupakan komponen yang bekerja untuk
menyuplai minyak rem. Sehingga jika master
rem mengalami kerusakan, maka penting
untuk mengetahui cara memperbaiki master
rem sepeda motor. Kerusakan yang terjadi
pada mater rem akan mempengaruhi minyak
rem sehingga tekanan saat proses pengereman akan menjadi keras dan membahayakan.
Untuk memperbaiki hal ini, maka akan lebik baik untuk mengkonsultasikan dengan teknisi
yang sudah ahli dan terpercaya. Jika komponennya harus diganti, maka segera ganti dengan
komponen yang baru.

4. Rem Tidak Pakem dan Mengganjal


Kerusakan yang terjadi pada rem cakram dapat mempengaruhi kekuatan pada rem
ketika melakukan pengereman. Hal yang paling sering terjadi adalah rem menjadi tidak
pakem dan terasa mengganjal. Sehingga menyebabkan pengereman menjadi semakin jauh
dan lama untuk bisa berhenti. Untuk mengetahui kondisi ini maka lakukan pengecekan.
Biasanya penyebab utamanya berasal dari kampas rem yang sudah habis. Sehingga bagi
pemilik sepeda motor penting untuk mengetahui ciri kampas rem habis. Kampas rem
memiliki masa pakai yang berbeda sesuai dengan spesifikasi dari pabrikan. Sehingga jika
kampas rem memang sudah mau habis, segera ganti dengan yang baru.
Selain itu penyebab lainnya bisa jadi dikarenakan kerusakan master rem. Kerusakan ini
juga menyebabkan suplai minyak rem menjadi kurang optimal yang mana mempengaruhi
kecepatan dari daya cengkram rem terhadap ban sehingga membuat rem menjadi tidak
pakem.

5. Tekanan Rem Menjadi Lebih Dalam


Kondisi ini biasanya disebabkan
karena kerusakan pada master rem dan
sistem pengereman. Biasanya yang akan
terjadi adalah rem terasa terlalu dalam
dan ringan saat ditekan. Untuk mengatasi
hal ini maka perbaikan secara
keseluruhan merupakan solusi yang
tepat. Jika anda hanya mengganti
komponen sil master rem ataupun
memperbaiki dinding master rem tidak
membuat kondisi bertahan lama malah
menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Kerusakan ini cukup membahayakan karena
kedalaman saat mengerem yang terlalu dalam menyebabkan proses pengereman menjadi
melambat. Hal ini yang membuat kecelakaan menjadi tidak dapat dihindari.

Anda mungkin juga menyukai