Anda di halaman 1dari 11

Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Usaha Mikro Kecil Dan Menengah

(UMKM) Di Indonesia

Disusun Oleh :

Nurma Ulfa Yuana

Dosen Pembimbing :

Farid Ardyansyah, S.E., M.M.

Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat dengan
penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan dari Cina kepada World
Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatu
wilayah yaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun
2019 Cina. Saat ini ada sebanyak 65 negara terinfeksi virus corona salah satunya
Negara Indonesia yang terdampak terutama pada sisi ekonomi. Indonesia yang
didominasi oleh Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) perlu memberikan
perhatian khusus terhadap sektor ini karena kontribusi UMKM terhadap pereknomian
nasional yang cukup besar. metode penelitian literature riview dengan cara mencari
artikel di internet, membaca, merangkum, menganalisis dan sintesis dari beberapa
artikel dari internet yang relevan. Tidak ada satupun negara yang dapat memprediksi
kapan pandemi COVID-19 ini akan berakhir. Cara sederhana beradaptasi dan
menghadapi pandemi ini adalah dengan menyiapkan strategi-strategi jangka pendek
dan jangka panjang sambil terus berharap vaksin virus COVID-19 segera ditemukan
dan diproduksi massal

Keyword_covid-19_tenaga kerja_bantuan keuangan


PENDAHULUAN

Di awal tahun 2020 ini, dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat dengan
penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan dari Cina kepada World
Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatu
wilayah yaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun
2019 Cina. Dugaan awal hal ini terkait dengan pasar basah yang menjual ikan, hewan
laut dan berbagai hewan lain. Pada 10 Januari 2020 penyebabnya mulai teridentifikasi
dan didapatkan kode genetiknya yaitu virus corona baru. World Health Organization
memberi nama virus baru tersebut Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2
(SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus disease 2019 (COVID-
19) (WHO, 2020). Saat ini ada sebanyak 65 negara terinfeksi virus corona salah
satunya Negara Indonesia. Keadaan ini menyebabkan pemerintah bertindak dengan
memberikan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut dengan membatasi aktivitas
(sosial distancing) Virus Corona juga sangat berdampak pada UMKM di
indonesia..Adapun daerah yang sektor retailnya paling terdampak adalah Manado,
Bali, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Medan dan Jakarta. Penyebaran virus korona
juga berdampak pada sektor investasi,perdagangan,,usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM) dan juga karenapara wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya
akan membeli oleh oleh. Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset
UMKM juga akan menurun.

Menurut data WHO per tanggal 2 Maret 2020 jumlah penderita 90.308 terinfeksi
Covid-19. Di Indonesia pun sampai saat ini terinfeksi 2 orang. Angka kematian
mencapai 3.087 atau 2.3% dengan angka kesembuhan 45.726 orang. Terbukti pasien
konfrimasi Covid-19 di Indonesia berawal dari suatu acara di Jakarta dimana
penderita kontak dengan seorang warga negara asing (WNA) asal jepang yang tinggal
di malaysia. Setelah pertemuan tersebut penderita mengeluhkan demam, batuk dan
sesak napas (WHO, 2020). Berdasarkan data sampai dengan 2 Maret 2020, angka
mortalitas di seluruh dunia 2,3% sedangkan khusus di kota Wuhan adalah 4,9%, dan
di provinsi Hubei 3,1%. Angka ini diprovinsi lain di Tiongkok adalah 0,16%.8,9
Berdasarkan penelitian terhadap 41 pasien pertama di Wuhan terdapat 6 orang
meninggal (5 orang pasien di ICU dan 1 orang pasien non-ICU) (Huang, et.al., 2020).
Kasus kematian banyak pada orang tua dan dengan penyakit penyerta. Kasus
kematian pertama pasien lelaki usia 61 tahun dengan penyakit penyerta tumor
intraabdomen dan kelainan di liver (The Straits Time, 2020).

Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset UMKM juga akan
menurun. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun 2016 sektor UMKM
mendominasi unit bisnis di Indonesia dan jenis usaha mikro banyak menyerap tenaga
kerja.Di lain sisi, virus Corona tidak hanya berdampak negatif, namun juga dapat
memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah
terbukanya peluang pasar ekspor baru selain China. Selain itu, peluang memperkuat
ekonomi dalam negeri juga dapat terlaksana karena pemerintah akan lebih
memprioritaskan dan memperkuat daya beli dalam negeri daripada menarik
keuntungan dari luar negeri. Kondisi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai koreksi
agar investasi bisa stabil meskipun perekonomian global sedang terguncang.
Ekonomi adalah salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia. Dapat
dipastikan dalam keseharian kehidupan manusia selalu bersinggungan dengan
kebutuhan ekonomi. Keberadaan ekonomi dapat memberikan kesempatan bagi
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makanan, minuman,
berpakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Pentingnya ekonomi dalam
kehidupan manusia tersebut menuntut negara untuk mengatur kebijakan tentang
perekonomian dan menjamin perekonomian warga negara khususnya di Indonesia
yang memproklamirkan diri sebagai negara kesejahteraan (welfare staat). Dalam
konsep negara kesejahteraan adalah negara berhak untuk ikut campur dalam segala
aspek kehidupan warga negaranya termasuk dalam bidang ekonomi. Selain daripada
itu, pertumbuhan ekonomi juga merupakan faktor yang mendukung pembangunan
nasional dalam sebuah negara.1 Pertumbuhan ekonomi yang baik akan dapat
meningkatkan pembangunan nasional.
Dalam upaya mengembangkan perekonomian, Indonesia yang dahulu dikenal
sebagai negara yang agraris karena sebagian mata pencaharian penduduknya adalah
sebagai petani kini telah bergeser bukan lagi persawahan yang dikembangkan
melainkan perindustrian yang dikembangkan untuk beberapa langkah yang dilakukan
Indonesia dalam menghadapi dampak dari virus Corona ini adalah menurunkan BI 7-
Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4.75%, suku bunga
Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4.00% dan suku bunga Lending Facility
sebesar 25 bps menjadi 5.50%. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga momentum
pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan ekonomi
global sehubungan dengan terjadinya Covid-19. Bank Indonesia akan mencermati
perkembangan ekonomi global dan domestik untuk menjaga agar inflasi dan stabilitas
eksternal tetap terkendali serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Hal
ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga mengubah
tatanan perekonomian global menuju ekonomi dan keuangan digital. Namun,
partisipasi masyarakat dalam perekonomian khususnya kelompok muda, perempuan
dan UMKM dipandang belum optimal, sehingga membutuhkan upaya untuk
membuka akses kepada mereka dalam kegiatan perekonomian melalui pemanfaatan
teknologi. Serta sepakat untuk mengimplementasikan serta memperkuat pemantauan
terhadap risiko global khususnya yang berasal dari Covid-19, serta meningkatkan
kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko dan sepakat untuk
mengimplementasikan kebijakan yang efektif baik dari sisi moneter,fiskal maupun
struktural. Bank Indonesia berusaha mempertahankan perekonomian indonesia,di
tengah perekonomian global yang sedang terguncang. Setelah adanya masalah covid
mengakibatkan perekonomian indonesia menurun sampai 5 % atau akan mendekati
yang lebih rendah.dan juga indeks harga saham megalami pelemahan yang signifikan
dan juga perusahaan BUMN merugi pada tahun ini.dan juga Mentri Keuangan belum
bisa menyampaikan asumsi pasti Pertumbuhan Ekonomi pada tahun ini, Jika durasi
Covid-19 bisa lebih dari 3 bulan maka pertumbuhan ekonomi bisa sampai di kisaran
2,5 %..
Dari latar belakang diatas maka penulis mengangkat judul dampak covid-19
terhadap perekonomian buruh harian di Indonesia

MERODE PENELITIAN

Dalam artikel ini penulis menggunakan metode penelitian literature riview


dengan cara mencari artikel di internet, membaca, merangkum, menganalisis dan
sintesis dari beberapa artikel dari internet yang relevan. Dengan metode ini penulis
akan menganalisis dampak dari covid-19 terhadap proses belajar bahasa inggris siswa
di sekolah dasar yang ada di indonesia. Penulis menggunakan artikel yang sudah di
terbitkan terdahulu yang membahas tentang dampak dari covid-19 terhadap
perekonomian Indonesia.

Data dalam artikel ini berasal dari artikel yang sudah penulis rangkum. Penulis
telah mencari dari internet. Dan menemukan beberapa artikel yang relevan, Metode
pengumpulan data adalah metode analisis isi . Ada beberapa langkah dalam
mengumpulkan data. Pertama, penulis mencari artikel dari internet . Kedua, penulis
telah mendownlod untuk mengidentifikasi isi dari artikel. Ketiga, penulis telah
mengumpulkan data dari artikel yang telah dibaca. Keempat, menganalisis data yang
telah dikumpulkan dari beberapa artikel yang membahas tentang dampak dari covid-
19 terhadap perekonomian buruh harian

PEMBAHASAN

Situasi pandemi COVID-19 memberikan tantangan sekaligus peluang bagi


pemerintah untuk menjaga eksistensi UMKM. Tantangan diartikan, perlu adanya
solusi jangka pendek untuk membantu UMKM dan pekerja yang tergabung
didalamnya. Peluang diartikan, solusi jangka pendek perlu dilanjutkan dengan solusi
jangka panjang apalagi jika dikaitkan dengan era industri 4.0 yang mensyaratkan
ketersediaan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi. Ada beberapa
solusi jangka pendek untuk tetap menjaga eksistensi UMKM. Menurut OECD,
beberapa solusi perlu dipertimbangkan untuk dilakukan yakni: protokol kesehatan
ketat dalam menjalankan aktivitas ekonomi oleh UMKM, penundaan pembayaran
hutang atau kredit untuk menjaga likuiditas keuangan UMKM, bantuan keuangan
bagi UMKM, dan kebijakan struktural.Pertama, protokol kesehatan yang ketat dapat
diterapkan ketika pemerintah memberikan izin bagi UMKM untuk menjalankan
aktivitasnya. Kewajiban penggunaan masker, sarung tangan, dan jarak aman antar
pekerja dapat dijadikan persyaratan bagi UMKM untuk terus menjalankan aktivitasnya.
Tentu perlu ada kerjasama dari pelaku UMKM dan pengawasan yang ketat dari instansi
yang berwenang agar protokol kesehatan ini dapat berjalan dengan baik.

Dalam konteks ini, pemerintah dapat melibatkan aparatur sipil pada kantor desa
bekerjasama dengan bintara pembina desa (Babinsa/TNI) dan bhayangkara pembina
keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas/polisi) dalam pengawasan
implementasi protokol kesehatan bagi UMKM yang diizinkan menjalankan aktivitasnya.
Kedua, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kelonggaran
pembayaran cicilan hutang atau kredit bagi UMKM atau bahkan menunda proses
pembayaran tersebut sampai enam bulan kedepan dengan mempertimbangkan likuiditas
keuangan UMKM. Termasuk juga menyederhanakan proses administrasi mendapatkan
pinjaman di tengah situasi darurat ini. Hal ini dapat dilakukan agar supaya para pelaku
UMKM termasuk para pekerja tetap dapat menjaga tingkat konsumsi dan daya belinya
sekaligus mendukung berjalannya roda perekonomian nasional. Ketiga, bantuan keuangan
kepada para pelaku UMKM. Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan anggaran
sebesar Rp. 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat dari
total anggaran Rp. 405,1 triliun mengatasi pandemi Covid-19 melalui APBN 2020.12
Pendistribusian anggaran tersebut harus transparan, jelas, dan tepat sasaran agar eksistensi
UMKM dan aktivitas perekonomian riil tetap terjaga. Selain anggaran yang telah
ditetapkan, pemerintah juga dapat mendorong sektor perbankan baik bank milik
pemerintah ataupun bank swasta untuk dapat memberikan pinjaman lunak kepada para
pelaku UMKM tentu dengan mekanisme ketat siapa saja yang berhak mendapatkan
pinjaman dengan suku bunga lunak ini. Jangan sampai pinjaman ini disalahgunakan dan
akhirnya malah merugikan kinerja bank pemberi pinjaman.

Terkait bantuan kepada UMKM, dua lembaga pemerintah yang berurusan


langsung dengan UMKM yakni Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
(KemenkopUKM) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merancang
beberapa strategi untuk membantu UMKM. KemenkopUKM telah memberikan
setidaknya tiga stimulus bagi UMKM di masa pandemi ini guna menjaga
keberlangsungan aktivitas UMKM, yakni: kelonggaran pembayaran pinjaman, keringanan
pajak UMKM enam bulan, dan transfer tunai untuk bisnis skala mikro. 13 Sementara
Kementerian Perindustrian merencanakan untuk: memberikan pinjaman dengan bunga
rendah (lebih rendah dari tingkat suku bunga untuk usaha mikro) kepada usaha kecil dan
menengah (UKM), menghubungkan para pelaku UKM dengan toko-toko teknologi
daring untuk membantu pemasaran dan penjualan produk-produk UKM seperti
Tokopedia, Shopee, dan Blibli, melakukan kerjasama dengan industri lokal penyedia
bahan baku mentah untuk keperluan produksi UKM, dan melakukan kerjasama dengan
Kementerian Luar Negeri dan Atase Industri di luar negeri untuk terus melakukan proses
negosiasi perdagangan untuk melanjutkan aktivitas ekspor produk-produk yang dihasilkan
oleh UKM Indonesia.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk membantu UMKM bertahan dalam situasi
pandemi ini adalah dengan memanfaatkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL) yang dimiliki oleh perusahaan swasta dan badan usaha-badan usaha milik negara
(BUMN). Pemerintah perlu mengeluarkan instruksi dan pedoman untuk seluruh BUMN
agar mengalihkan dana TJSL yang ada untuk membantu secara langsung UMKM-
UMKM yang terdampak pandemi COVID-19. BUMN pun dapat melibatkan UMKM
dalam proses produksi produk-produk yang bisa diisi oleh para pekerja UMKM.
Misalnya, BUMN yang bergerak dalam produksi farmasi dan alat perlindungan diri
(APD) seperti masker dan pakaian medis dapat melibatkan para pekerja UMKM yang
bergerak dalam bidang usaha produksi pakaian untuk memproduksi dalam skala besar
kebutuhan APD. Melihat potensi pasar mengenai kebutuhan APD baik untuk kebutuhan
domestik maupun internasional, peluang ini dapat dimanfaatkan sekaligus memberi rasa
aman ancaman pemutusan hubungan kerja atau penutupan produksi yang dialami UMKM
dalam jangka pendek. Untuk perusahaan swasta, dana TJSL juga bisa dialihkan untuk
membantu UMKM yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Bentuk bantuan
bisa dalam bentuk bantuan langsung seperti pemberian paket sembako atau pembelian
produk-produk UMKM untuk kemudian disalurkan ke tempat lain. Tindakan seperti ini
setidaknya dalam jangka pendek mampu memberikan rasa aman para pelaku UMKM.

KESIMPULAN DAN SARAN

Tidak ada satupun negara yang dapat memprediksi kapan pandemi COVID-19
ini akan berakhir. Cara sederhana beradaptasi dan menghadapi pandemi ini adalah
dengan menyiapkan strategi-strategi jangka pendek dan jangka panjang sambil terus
berharap vaksin virus COVID-19 segera ditemukan dan diproduksi massal. Kebijakan
jangka pendek yang dapat diterapkan adalah bantuan keuangan baik dalam bentuk
pinjaman lunak atau bantuan tunai langsung dengan melibatkan pemerintah dan
sektor swasta. Sementara strategi jangka panjang difokuskan pada pengenalan dan
penggunaan teknologi digital bagi UMKM sekaligus persiapan untuk memasuki era
Industri

Saran untuk para UMKM untuk memulai usaha dengan metode online dengan
menggunakan teknologi di gital agar usaha yang di miliki tetap berjalan dengan
lancar serta mampu meningkatkan perekonimian baik secara regional maupun secara
nasional.
DAFTAR PUSTAKA

Gralinski LE, Menachery VD. Return of the Coronavirus: 2019-nCoV.


Viruses. 2020;12:135

World Health Organization. Clinical management of severe acute respiratory


infection when novel coronavirus (2019-nCoV) infection is suspected.
Geneva: WHO, 2020

Chang D, Lin M, Wei L, Xie L, Zhu G, Dela Cruz CS, et al. Epidemiologic
and clinical characteristics of novel coronavirus infections involving 13
patients outside Wuhan, China. J Am Med Assoc. 2020;323:1092-3.

World Health Organization. Infection prevention and control during health


care when novel coronavirus (Ncov) infection is suspected. [Internet] 2020.
[cited 19 March 2020]. Available

Wang M, Cao R, Zhang L, Yang X, Liu J, Xu M, et al. Remdesivir and


chloroquine effectively inhibit the recently emerged novel coronavirus (2019-
nCoV) in vitro. Cell Res. 2020;30:269-71

Siegel JD, Rhinehart E, Jackson M, Chiarello L. 2007 Guideline for isolation


precautions: preventing transmission of infectious agents in health care
settings. Am J Infect Control. 2007;35:S65-S164.

Russell CD, Millar JE, Baillie JK. Clinical evidence does not support
corticosteroid treatment for 2019-nCoV lung injury. Lancet 2020;395:P473-5

Rahman, Riska. “37,000 SMEs hit by COVID-19 crisis as government prepares aid.”
The Jakarta Post. 16 April 2020

Santoso, Yusuf Imam. “Menghitung dampak Covid-19 terhadap dunia usaha hingga
UMKM.” Kontan.co.id. Diakses 22 April 2020

Buana, Dana Riksa, "Analisis Perilaku Masyarakat Indonesia dalam


Menghadapi Pandemi Virus Corona (Covid-19) dan Kiat Menjaga
Kesejahteraan Jiwa," Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, Volume 7, No. 3
(2020).
Hartono, CFG Sunaryati, Hukum Ekonomi Pembangunan,( Bandung:
Binacipta, 1988)

Yunus, N.R.; Rezki, Annissa. "Kebijakan Pemberlakuan Lock Down Sebagai


Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19," Salam: Jurnal Sosial dan
Budaya Syar-i, Volume 7, No. 3 (2020).

Ceraolo C, Giorgi FM. Genomic variance of the 2019‐nCoV coronavirus.


J Med Virol. 2020;92:522–8

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. “Perkembangan Data Usaha


Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2017-2018.”
2020.http://www.depkop.go.id/uploads/laporan/1580223129_PERKEMBANGAN
%20DATA%20USAHA%20MIKRO,%20KECIL,%20MENENGAH%20(UMKM)
%20DAN%20USAHA%20BESAR%20(UB)%20TAHUN%202017%20-
%202018.pdf.

OECD. “SME Policy Responses.”https://read.oecd- ilibrary.org/view/?


ref=119_119680- di6h3qgi4x&title=Covid- 19_SME_Policy_Responses

Abrar, Thea Fatanah. “Jangan Kaget, Ini Prediksi Sri Mulyani Soal Ekonomi RI.”
CNBC Indonesia. diakses 22 April 2020. https://www.cnbcindonesia.com/market/
20200419092613-17-152924/jangan-kaget-ini-prediksi-sri-mulyani-soal- ekonomi-ri.

Bhwana, Petir Garda, “Ministry Proposes Soft Loans for SMEs Affected by COVID-
19.” Tempo.co. Diakses 22 April 2020. https://en.tempo.co/read/1327970/minist ry-
proposes-soft-loans-for-smes- affected-by-covid-19.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. “Perkembangan Data Usaha
Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2017-2018.”
Diakses23April2020.http://www.depkop.go.id/uploads/laporan/1580223129_PERKE
MBANGAN%20DATA%20USAHA%20MIKRO,%20KECIL,%20MENENGAH
%20(UMKM)%20DAN%20USAHA%20BESAR%20(UB)%20TAHUN
%202017%20-%202018.pdf.

OECD. “SME Policy Responses.” Diakses 23 April 2020. https://read.oecd


ilibrary.org/view/?ref=119_119680-
di6h3qgi4x&title=Covid19_SME_Policy_Responses

.
https://www.thejakartapost.com/news/2 020/04/16/37000-smes-hit-by-covid-19-
crisis-as-government-prepares-aid.html.

https://nasional.kontan.co.id/news/meng hitung-dampak-covid-19-terhadap- dunia-


usaha-hingga-umkm?page=all.

Liu T, Hu J, Kang M, Lin L, Zhong H, Xiao J, et al. Transmission dynamics


of 2019 novel coronavirus (2019-nCoV). bioRxiv. [Preprint] 2020. [cited 14
February 2020] Available from: https://doi.org/10.1101/2020.01.25.919787

Anda mungkin juga menyukai