Anda di halaman 1dari 20

ANALISIS PENGARUH FAKTOR MAKRO EKONOMI

TERHADAP RETURN SAHAM

(Studi Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Sub Sektor Batubara Yang


Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012 – 2017)

Irfan Naufal Zuhri


Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta.
Email : Irvannz17@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Faktor Makro


Ekonomi terhadap Return Saham, faktor tersebut meliputi Inflasi, Suku Bunga BI,
dan Kurs / Nilai tukar. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor
pertambangan sub sektor Batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
periode 2012 – 2017. Teknik yang dilakukan dalam pemilihan sampel adalah
purposive sampling dan diperoleh sebanyak 15 perusahaan Batubara dari total 22
populasi, dengan periode penelitian selama enam tahun, sehingga di dapat
sebanyak 90 objek observasil dalam penelitian ini. Analisis dilakukan dengan
pengujian hipotesis yang dalam penelitian ini menggunakan Regresi Dara Panel
dengan dukungan program Eviews 9,0. Hasil penelitian menunjukan pada tingkat
signifikan sebesar 5% menunjukan bahwa Inflasi dan Kurs / Nilai tukar tidak
berpengaruh signifikan. Sedangkan Suku Bunga BI berpengaruh signifikan,

Kata kunci : Makro Ekonomi, Inflasi, Suku Bunga BI, Kurs / Nilai Tukar, Return
Saham, Pertambangan, Batubara.

PENDAHULUAN perkembangan pesat. Orang mulai


A. Latar belakang penelitian melakukan transaksi ekonomi
Perekonomian pada masa melalui berbagai cara, salah
sekarang ini mengalami satunya yaitu dengan

1
2

menginvestasikan harta atau pada perusahaan – perusahaan


uangnya melalui pasar modal. dalam suatu sektor. Melihat saham
Menurut (Tandelilin, 2010), pasar mana yang menawarkan return dan
modal dapat didefinisikan sebagai: resiko yang sesuai investor
“pasar untuk memperjualbelikan inginkan. Investor bisa menilai
sekuritas yang umumnya memiliki saham dengan melihat kinerja
umur lebih dari satu tahun, seperti perusahaannya. Kinerja yang
saham dan obligasi”. Tujuan utama semakin bagus, maka perusahaan
investasi di pasar modal adalah itu akan memberikan return yang
untuk menerima capital gain atau semakin besar.
keuntungan. Yang dimana hasil
akhirnya haruslah lebih besar atau Berbagai upaya akan
paling tidak sama dengan return dilakukan investor untuk
yang dikehendaki stockholder. memperoleh keyakinan bahwa
investasi yang akan
Peranan pasar modal dilaksanakannya mendapatkan
menjadi semakin penting, return yang sesuai dengan yang
mengingat fungsi pasar modal diharapkan. Tujuan utama investor
sebagai tempat bertemunya pihak melakukan investasi adalah untuk
yang membutuhkan dana dan memperoleh return yang tinggi.
pihak yang ingin menanamkan Bagi para investor, return
modalnya. Pasar modal merupakan merupakan salah satu parameter
salah satu kekuatan bagi untuk menilai seberapa besar
perusahaan untuk memobilisasi keuntungan suatu saham. Investor
dana masyarakat dan juga menjadi yang akan berinvestasi di pasar
alternatif bagi perusahaan untuk modal terlebih dahulu melihat
memperoleh sumber pendanaan. saham perusahaan mana yang
Bagi investor pasar modal paling menguntungkan, dengan
merupakan sarana untuk menilai kinerja perusahaan yang
menanamkan modalnya pada surat bersangkutan. Perusahaan yang
berharga, akan tetapi dalam dunia memiliki kinerja cukup baik akan
bisnis hampir semua investasi lebih diminati oleh para investor.
mengandung resiko. Dalam Investor akan membeli saham
kaitanya dengan penanaman modal sesuai kinerja perusahaan saat ini
pada surat berharga, investor dan prospeknya di masa yang akan
dihadapkan pada resiko datang.
sehubungan dengan tingkat
keuntungan yang diharapkan Sebagai salah satu prospek
menginginkan return yang tinggi yang dapat menjadi trend di waktu
tetapi selalu menghindari resiko. yang akan datang adalah investasi
Teori menyebutkan bahwa di sektor tambang berupa
investasi yang mempunyai return Batubara. Karena, industri
tinggi pasti akan mempunyai Batubara saat ini menjadi salah
resiko yang tinggi juga, satu sektor yang ikut berperan
(Tandelilin,2010). Dalam dalam pembangunan ekonomi
menentukan berinvestasi, investor daerah dan Negara, dampak positif
harus mampu menganalisis saham dari kegiatan industri ini adalah
3

memberikan kontribusi dalam Return Perusahaan


pembukaan lapangan kerja, Batubara.
pertumbuhan ekonomi,
pertumbuhan investasi, dan Sumber: Yahoo Finance
peningkatan nilai ekspor negara, Pada grafik 1.2 dapat
dan berbagai kontribusi lainnya dilihat pergerakan retun saham
dengan tingkat 7,2% disamping perusahaan Batubara yang
industi, perdagangan besar, mengalami fluktuasi dari tahun
pertanian & konstruksi (EITI, 2012 sampai 2017 dan terjadi
2016). Dan, sebagai negara dengan pergerakan secara tidak wajar di
posisi penghasil & pemakai tahun 2016. Pergerakan return
Batubara terbanyak pertama yaitu saham cenderung mengalami
China, pada sistem penurunan, sehingga membuat
pemerintahannya mengeluarkan investor mengalami capital loss
kebijakan untuk mengurangi yaitu investor mengalami kerugian
produksi di sektor pertambangan karena harga saham turun dibawah
dengan mengurangi jumlah harga beli. Tujuan investor dalam
tambang sebanyak 7.000 titik dari berinvestasi adalah
sebelumnya 10.800 lokasi. Hal ini memaksimalkan return.
di tujukan untuk memangkas
produksi Batubara hingga 800 juta Dalam menentukan
ton sampai tahun 2020 (NDRC, alternatif investasi, banyak
2016). Yang seiring dengan pertimbangan yang harus dikaji
meningkatnya tingkat polusi di China. terlebih dahulu, penelitian
mengenai variabel-variabel apa
Hal ini menjadi peluang yang mempengaruhi return saham
bagi perusahaan – perusahaan sudah banyak dilakukan baik di
pertambangan Batubara di dalam maupun luar negeri. Mulai
Indonesia untuk memenuhi dari penelitian - penelitian
kebutuhan permintaan pasar di pengaruh faktor internal
China. perusahaan itu sendiri sampai ke
Gambar 1.1 pengaruh faktor eksternal
Grafik Pergerakan perusahaan. Faktor eksternal yang
dimaksud disini adalah variabel-
variabel makro ekonomi. Faktor
makro ekonomi merupakan faktor
yang tidak bisa diubah atau
dikendalikan. Untuk faktor
ekonomi makro, para investor atau
calon investor hanya mampu
menyesuaikan keadaan, sehingga
faktor ini harus selalu dimonitor
atau dipantau dan dipresiksi
pergerakannya. Adanya kesalahan
dalam memprediksi atau
mengantisipasi faktor – faktor
4

makro ekonomi akan berakibat hasil dalam peneiltiannya bahwa


kerugian (Laksmiwati, 2012). Suku bunga tidak berpengaruh
Banyak unsur variabel – variabel signifikan terhadap tingkat saham
yang termasuk dalam makro (return).
ekonomi. Namun, pada penelitian
ini penulis menggunakan variabel Sedangkan untuk variabel
inflasi, suku bunga, dan kurs / nilai Kurs / Nilai tukar terhadap return
tukar. Oleh sebab itu, pada saham menurut (Sudarsono, 2017)
penelitian ini, penulis akan nilai tukar rupiah (kurs)
menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh secara signifikan
dapat memengaruhi return saham terhadap return saham. Berbeda
dengan menggunakan faktor dengan (Mahilo dan Parengkuan,
ekonomi makro dengan 2015) dalam menelitiannya
menggunakan variabel Inflasi, menunjukan bahwa Kurs tidak
Suku bunga BI, dan Kurs / Nilai berpengaruh negatif tidak
tukar. signifikan terhdap return saham.

Sesuai dengan penelitian Berdasarkan fenomena


terdahulu untuk variabel inflasi tersebut serta penelitian –
yang dilakukan oleh, penelitian terdahulu yang
(Kudryavtsev, 2014), (Adusei, menunjukkan ketidak konsistenan
2014) menyatakan bahwa inflasi antara pengaruh faktor ekonomi
berpengaruh negatif terhadap makro terhadap return saham,
return saham. Hasil penelitian maka penulis tertarik untuk
tersebut berbeda dengan hasil melakukan penelitian lebih lanjut
penelitian yang dilakukan oleh pada perusahaan Batubara dengan
(Oshaibat, 2016) dan (Kuwornu, judul, “ANALISIS PENGARUH
2011) yang menyatakan bahwa FAKTOR MAKRO EKONOMI
inflasi berpengaruh positif dan TERHADAM RETURN SAHAM”
signifikan terhadap return saham. (Studi Pada Perusahaan Sektor
Sementara penelitian yang Pertambangan Sub Sektor
dilakukan oleh (Purnomo dan Batubara Yang Terdaftar Di Bursa
Widyawati, 2013), (Mahilo dan Efek Indonesia Peride Tahun
Parengkuan, 2015) dan (Komariah 2012-2017).
et al, 2012) mendapatkan hasil B. Rumusan masalah penelitian
bahwa inflasi tidak berpengaruh Berdasarkan latar belakang
signifikan terhadap return saham. masalah, identifikasi masalah, dan
Pada variabel Suku bunga batasan masalah diatas, maka yang
BI Menurut (Sadikin, 2010) dan menjadi pokok permasalahan
(Suyati, 2015) Suku bunga dalam penelitian ini adalah sebagai
berpengaruh negatif signifikan berikut:
terhadap return saham, berbeda 1. Apakah Inflasi berpengaruh
dengan (Alfiatul et al, 2016) Suku terhadap return saham pada
bunga berpengaruh Positif perusahaan Batubara yang
signifikan terhdap return saham. terdaftar di Bursa Efek
(Sudarsono, 2017) mendapatkan
5

Indonesia periode 2012 – 2017 1) Bagi Investor dan Calon


? Investor
2. Apakah Suku bunga Hasil penelitian ini dapat
berpengaruh terhadap return memberikan acuan pengambilan
saham pada perusahaan keputusan dan investasi terkait
Batubara yang terdaftar di dengan return saham yang
Bursa Efek Indonesia periode sering fluktuatif.
2012 – 2017 ? 2) Bagi Manajemen Perusahaan
3. Apakah Kurs / Nilai tukar Penelitian ini dapat dijadikan
berpengaruh terhadap return pertimbangan dalam penentuan
saham pada perusahaan harga saham oleh manajer
Batubara yang terdaftar di keuangan sehingga dapat
Bursa Efek Indonesia periode dijadikan acuan dalam
2012 – 2017 ? pengambilan keputusan untuk
menentukan harga saham yang
wajar agar investor tetap tertarik
C. Tujuan dan kontribusi dengan saham perusahaan yang
penelitian bersangkutan.
1. Tujuan penelitian 3) Bagi Akademisi
Tujuan penelitian yang Penelitian ini diharapkan dapat
ingin dicapai dalam penelitian menjadi rujukan pengembangan
ini adalah: ilmu manajemen maupun
1) Untuk mengetahui pengaruh keuangan mengenai kajian
Inflasi terhadap return saham return saham.
pada perusahaan Batubara yang
KAJIAN PUSTAKA
terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2012 – 2017. A. Return Saham
2) Untuk mengetahui pengaruh Menurut Jogiyanto (2010)
Suku bunga BI terhadap return return merupakan hasil yang
saham pada perusahaan diperoleh dari investasi. Return
Batubara yang terdaftar di dapat berupa return realisasi yang
Bursa Efek Indonesia periode sudah terjadi atau return ekspektasi
2012 – 2017. yang belum terjadi tetapi yang
3) Untuk mengetahui pengaruh diharapakan akan terjadi dimasa
Kurs / Nilai tukar terhadap mendatang. Return realisasi
return saham pada perusahaan (realizad return) dihitung
Batubara yang terdaftar di menggunakan data historis. Return
Bursa Efek Indonesia periode realisasi sangat penting karena
2012 – 2017. digunakan sebagai salah satu
pengukur kinerja dari perusahaan
2. Kontribusi Penelitian dan dasar penentuan return
Penelitian ini ekpektasi. Return ekspetasi
diharapkan dapat berguna dan (expected return) adalah return
bermanfaat bagi manajemen yang diharapkan akan diperoleh
perusahaan dan bagi penyusun investor dimasa mendatang.
maupun pembaca.
6

B. Makro Ekonomi F. Rerangka Pemikiran


Menurut Keynes
(1936) Ekonomi makro atau
makroekonomi adalah studi
tentang ekonomi secara
keseluruhan. Makroekonomi
menjelaskan perubahan ekonomi
yang memengaruhi banyak
masyakarakat, perusahaan, dan
pasar. Ekonomi makro dapat
digunakan untuk menganalisis cara
terbaik untuk memengaruhi target
– target kebijaksanaan seperti
pertumbuhan ekonomi, stabilitas
harga, tenaga kerja dan pencapaian
keseimbangan neraca yang
berkesinambungan.
C. Inflasi
Inflasi merupakan kenaikan
harga barang – barang secara
umum yang disebabkan oleh
turunnya nilai mata uang pada
suatu periode tertentu. Nopirin
(2009) mendefinisikan inflasi
sebagai proses kenaikan harga-
harga umum barang – barang
secara terus – menerus.
D. Suku Bunga
Suku Bunga
adalah biaya pinjaman atau harga
yang dibayarkan untuk dana
pinjaman tersebut biasanya
dinyatakan dalam presentase
(Mishkin, 2008).
E. Kurs / Nilai Tukar
Nilai tukar merupakan
harga di dalam pertukaran dan
dalam pertukaran antara 2 macam
mata uang yang berbeda, akan
terdapat perbandingan nilai atau
harga antara kedua mata uang
tersebut. Perbandingan nilai inilah
yang disebut kurs/exchange rate
(Nopirin, 2009).
7

G. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini,


1. Pengaruh Inflasi terhadap return yaitu
saham H2 : Suku bunga berpengaruh
Tandelilin (2010) signifikan negatif terhadap return
mengatakan bahwa secara relatif saham.
inflasi berpengaruh negatif 3. Pengaruh Kurs / Nilai Tukar
terhadap return saham. Inflasi terhadap return saham
yang tinggi mengakibatkan Menguatnya kurs mata
penurunan daya beli masyarakat. uang domestik terhadap mata uang
Penelitian yang dilakukan oleh asing merupakan sinyal positif
(Made Ayu, 2017) mengenai bagi perekonomian yang sedang
hubungan antara tingkat inflasi mengalami inflasi. Menguatnya
terhadap return saham menemukan kurs mata uang domestik terhadap
bahwa tingkat inflasi berpengaruh mata uang asing akan menurunkan
negatif dan signifikan terhadap biaya impor bahan baku untuk
return saham. Hal ini menjadi produksi dan akan menurunkan
dasar pengembangan hipotesis tingkat suku bunga yang berlaku.
yang diajukan yaitu: Hal ini akan mengakibatkan
H1 : Inflasi berpengaruh investor untuk membeli saham
signifikan negatif terhadap return yang berakibat pada peningkatan
saham. harga saham dan return saham.
2. Pengaruh Suku Bunga terhadap Penelitian yang dilakukan
return saham (Purnomo, 2013) mengenai
Tandelilin (2010) pengaruh kurs valuta asing
menyatakan bahwa tingkat suku terhadap return saham di pasar
bunga berpengaruh negatif modal menemukan bahwa
terhadap return saham. Perubahan perubahan kurs valuta asing
tingkat suku bunga menyebabkan berpengaruh positif dan signifikan
perubahan pada tingkat suku bunga terhadap return saham. Penelitian
yang diisyaratkan pada suatu yang dilakukan (Sudarsono, 2016)
sekuritas. Meningkatnya tingkat menemukan bahwa nilai kurs
suku bunga mengakibatkan berpengaruh positif terhadap
investor dapat menarik return saham. Hal ini menjadi
investasinya di pasar modal dan dasar perumusan hipotesis yang
memindahkan investasinya pada diajukan, yaitu:
tabungan atau deposito. Penelitian H3 : Kurs / Nilai Tukar
yang dilakukan oleh (Halim, 2013) berpengaruh positif terhadap
mengenai hubungan antara tingkat return saham
suku bunga terhadap return saham
menemukan bahwa tingkat suku METODE PENELITIAN
bunga (interest rate) berpengaruh A. Waktu dan tempat penelitian
negatif signifikan terhadap return Penelitian ini dilaksanakan
saham. Hal inilah yang menjadi pada bulan Juni 2018 – Februari
dasar dalam perumusan hipotesis 2019 di Jakarta, penulis
mengadakan penelitan dan
pengambilan data ini dilakukan
8

dengan mengambil data laporan Ri,t = Return Saham


keuangan perusahaan yang Pi,t = Harga Saham penutupan
terdaftar dalam sub sektor sekarang
perusahaan pertambangan batu Pit-1 = Harga Saham penutupan
bara yang terdaftar pada Bursa periode sebelumnya
Efek Indonesia periode 2012-2017. Bentuk data dari variabel ini
Penelitian mengambil data adalah Logaritma natural dari
sekunder dari Bursa Efek Harga saham penutupan.
Indonesia yang diterbitkan 2. Variabel Independen (X) atau
melewati situs resmi BEI variabel bebas merupakan variabel
www.idx.co.id. yang mempengaruhi atau yang
menjadi penyebab terjadinya
B. Desain penelitian perubahan atau timbulnya variabel
Penelitian ini merupakan terikat (Sugiyono, 2009). Dalam
jenis penelitian asosiatif dengan penelitian ini Variabel Independen/
hubungan kausal dimana terdapat Variabel Bebas adalah :
variabel bebas dan terikat. Dilihat a. Inflasi (X1)
dari data yang diperoleh, penelitian Inflasi merupakan suatu
ini merupakan jenis penelitian tingkat Inflasi yang terjadi pada
kuantitatif karena didalamnya penutupan tahun. Data Inflasi
mengacu pada perhitungan data merupakan data dari Bank
penelitian yang berupa angka – Indonesia (BI). Inflasi adalah
angka. proses kenaikan harga-harga
C. Definisi dan opersionalisasi umum barang – barang secara
variabel terus – menerus (Nopirin, 2009).
1. Variabel Dependent (Y) adalah Data Inflasi yang dipergunakan
tipe variabel terikat yang dalam penelitian ini adalah data
dijelaskan atau dipengaruhi per tahun. Bentuk data dari
variabel independen. Dalam variabel ini adalah Logaritma
penelitian ini variabel Dependen natural dari Inflasi.
adalah return Saham pada saat b. Suku Bunga BI (X2)
penutupan akhir tahun. Return Tingkat Suku Bunga
realisasi merupakan return yang merupakan Suku Bunga kebijakan
telah terjadi. Actual Return yang mencerminkan sikap atau
digunakan dalam dalam stance kebijakan moneter yang
menganalisis data adalah hasil ditetapkan oleh bank Indonesia dan
yang diperoleh dari investasi diumumkan kepada publik sebagai
dengan cara menghitung selisih pengakuan utang berjangka waktu
harga saham individual periode pendek. Tingkat Suku Bunga yang
berjalan dengan periode digunakan dalam penelitian ini
sebelumnya dengan mengabaikan merupakan tingkat Suku Bunga BI.
deviden, dapat ditulis dengan Pengukuran yang digunakan
rumus (Jogiyanto.2010) : adalah satuan persentase dan data
Pi ,t−( Pi ,t−1 ) yang diambil adalah tingkat Suku
Ri , t= Bunga BI per tahun mulai tahun
Pi ,t−1
Keterangan: 2012 – Desember 2017. Bentuk
9

data dari variabel ini adalah Pengumpulan data yang digunakan


Logaritma natural dari Suku Bunga dalam penelitian ini diperoleh
BI. dengan melakukan Penelitian
c. Kurs / Nilai Tukar Rupiah (X3) Kepustakaan (Library Research)
Nilai tukar Rupiah/US$ yaitu dengan cara membaca,
menunjukkan nilai dari mata uang mengkaji buku—buku literatur dan
Dolar AS yang ditranslasikan publikasi yang berhubungan
dengan mata uang Rupiah. Sebagai dengan penelitian serta
contoh, US$ 1 = Rp. 14.135,00- mengumpulkan data-data dan
artinya apabila 1 dollar AS informasi yang berkaitan dengan
dihitung dengan menggunakan pokok pembahasan yang tedapat
rupiah maka nilainya adalah dalam kepustakaan kemudian
sebesar Rp. 14.135,00-. Data yang menyusun dan menganalisa data
diambil adalah nlai tukar yang terkumpul dan Studi
Rupiah/US$ per tahun mulai tahun Dokumentasi Pada tahap ini,
2012 – 2017 yang didapat dari penulis melakukan pengumpulan
Badan Pusat Statistik (BPS). data denagn cara mencari berbagai
Bentuk data dari variabel ini informasi dari berbagai catatan dan
adalah Logaritma natural dari Kurs historis yang di publikasi secara
/ Nilai Tukar Rupiah. umum melalui situs situs resmi
atau sumber lain, seperti Bursa
D. Populasi dan Sample Penelitian Efek Indonesia, Badan Pusat
Statistik, dan lainnya yang terkait
Populasi penelitian ini
dengan kebutuhan penelitian atas
adalah adalah perusahaan
informasi tertentu. Sumber data
pertambangan Batubara yang
yang digunalan untuk penelitian ini
terdaftar di Bursa Efek Indonesia
diperoleh dari situs resmi Bursa
periode 2012 – 2017. Jumlah
Efek Indonesia (BEI) yaitu
populasi dari penelitian ini adalah
www.idx.co.id, Biro Pusat Statistik
22 Perusahaan. Pengambilan
(BPS) www.bps.go.id, Situs resmi
sampel dilakukan dengan metode
Bank Indonesia yaitu
purposive sampling dengan tujuan
www.bi.go.id, dan Yahoo Finance
untuk mendapatkan sampel yang
www.finance.yahoo.com.
representatif. Kriteria yang
digunakan dalam penentuan E. Metode Analisis Data
sampel penelitian meliputi : 1. Uji Statistik Deskriptif
Menurut Sugiyono (2014)
a. Perusahaan Batubara yang tidak statistik deskriptif adalah statistik
melakukan Ipo sejak tahun 2012 yang digunakan untuk menganalisa
b. Perusahaan yang tidak memiliki data dengan cara mendeskripsikan
kelengkapan data mulai dari Ipo atau menggambarkan data yang
pada tahun 2012. telah terkumpul sebagaimana
E. Teknik Pengumpulan Data adanya tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yang berlaku untuk
Metode pengumpulan data umum atau generalisasi.
dalam penelitian ini data yang
digunakan adalah data sekunder.
10

2. Uji Stasioneritas dummy. Random Effect adalah metode


Uji Stasioner Dalam yang akan mengestimasi data panel
melakukan uji deret waktu (time dimana variabel gangguan mungkin
series), diperlukan kestasioneritasan saling berhubungan antar waktu dan
data series yang digunakan. Adapun antar individu
tujuan dari pengujian ini adalah untuk
mendapatkan nilai rata-rata yang 4. Uji Pemilihan Model
stabil dan random error yang sama a. Uji Chow
dengan nol, sehingga model regresi Uji Chow digunakan untuk
yang didapatkan memiliki menentukan apakah model data panel
kemampuan prediksi yang handal dan regresi dengan metode Common
menghindari munculnya regresi Effect atau dengan metode Fixed
lancung (spurious regression). Effect, apabila dari hasil uji tersebut
ditentukan bahwa model Common
3. Analisis Regresi Data Panel Effect yang digunakan, maka tidak
Analisis regresi data panel perlu diuji kembali dengan Uji
memiliki tiga jenis pendekatan, yaitu: Hausmann.
Common Effect, Fixed Effect dan b. Uji Hausmann
Random Effect. Dari tiga macam Uji Hausmann dapat didefinisikan
pendekatan tersebut harus dipilih sebagai pengujian statistik untuk
pendekatan yang paling baik yang memilih apakah model Fixed Effect
akan digunakan untuk memprediksi atau Random Effect yang paling tepat
model regresi penelitian yang digunakan.
dilakukan. c. Uji Lagrange Multiplier (LM)
Untuk mengetahui apakah model
a) Common Effect
Random Effect lebih baik daripada
Common Effect adalah metode metode Common Effect (OLS)
yang hanya menggabungkan data digunakan uji Lagrange Multiplier
tanpa melihat perbedaan waktu dan (LM).Uji signifikasi Random Effect
individu. Teknik model Common ini dikembangkan oleh Breusch
Effect merupakan teknik yang Pagan. Metode Bruesch Pagan untuk
digunakan untuk mengestimasi data menguji signifikasi Random Effect
panel paling sederhana. didasarkan pada nilai residual dari
metode Common Effect.
b) Fixed Effect
5. Pengujian Statistik Model
Fixed Effect adalah metode yang a. Koefisien Determinasi (R2)
mengestimasi data panel dengan Koefisien determinasi digunakan
menggunakan variabel dummy untuk sebagai ukuran untuk mengetahui
menangkap adanya perbedaan besarnya pengaruh variabel
intersep. Fixed Effect adalah model independen terhadap variabel
dengan intercept berbeda-beda untuk dependen. Nilai koefisien determinasi
setiap subjek (cross section), tetapi yang kecil menggambarkan
slope setiap subjek tidak berubah kemampuan variabel-variabel
seiring waktu (Gujarati, 2012). independen dalam menjelaskan
c) Random Effect variabel dependen sangat terbatas.
Sebaliknya, nilai koefisien
Menurut Widarjono (2009) model determinasi yang besar
Random Effect digunakan untuk menggambarkan kemampuan
mengatasi kelemahan model Fixed variabel-variabel independen dalam
Effect yang menggunakan variabel
11

menjelaskan variabel dependen sangat dari perngolahan data tersebut


kuat. dengan 15 sampel atau objek
b. Uji Statistika t (Uji Parsial) penelitian dikalikan dengan
Uji ini digunakan untuk periode penelitian selama 6 tahun.
mengetahui apakah masing-masing Rata-rata (mean) return saham dari
variabel independen secara parsial
15 perusahaan sektor Batubara
mempunyai pengaruh secara
signifikansi terhadap variabel selama periode 2012-2017 sebesar
dependen. Hipotesis nol (H0) yang -0.009898, dengan nilai minimum
hendak diuji adalah adakah parameter sebesar -0.313270 yang terjadi
(bi) sama dengan nol, atau: pada PT Golden Eagle Energy Tbk
di tahun 2015, hal ini dikarenakan
H0 : bi = 0
banyaknya pernurunan closing
Artinya, apakah suatu variabel price yang menyebabkan hasil
independen bukan merupakan minus pada return total.
penjelas yang signifikan terhadap Sedangkan untuk nilai maksimum
variabel dependen. Hipotesis sebesar 0.562907 yang terjadi pada
alternatifnya (Ha) parameter suatu PT. Delta Dunia Makmur Tbk di
variabel tidak sama dengan nol, atau: tahun 2016. Kemudian untuk
Ha : bi ≠ 0 standar deviasi memiliki nilai
sebesar 0.135917 yang berarti
Artinya, variabel tersebut gambaran keberagaman data
merupakan penjelas yang signifikan
memiliki kondisi tidak baik,
terhadap variabel dependen. Dengan
hipotesis sebagai berikut:
karena nilai standar deviasi yang
merupakan pencerminan
Ho : tidak ada pengaruh variabel penyimpangan lebih besar dari
independent terhadap variabel nilai rata-rata.
dependen 2. Variabel Inflasi
Ha : ada pengaruh variabel Pada variabel Inflasi
independent terhadap variabel
memiliki rata rata nilai (mean)
dependen.
sebesar 1.550974, untuk nilai
HASIL DAN PEMBAHASAN minimum sebesar 1.105257 yang
terjadi di tahun 2016 dan untuk
A. STATISTIK DESKRIPTIF
RETURN INFLASI SB KURS
Mean -0.009898 1.550974 1.805294 9.427582
Maximum 0.562907 2.125848 2.047693 9.532061
Minimum -0.313270 1.105257 1.446919 9.176784
Std. Dev. 0.135917 0.421438 0.239132 0.121617
Observations 90 90 90 90
Sumber : Outpus Eviews 9.0 (data diolah)
1. Variabel Return Saham
nilai maksimum sebesar 2.125848
Pada variabel return saham yang terjadi di tahun 2014.
menggunakan jumlah Obervations Kemudian untuk standar deviasi
sebanyak 90 pengamatan, didapat memiliki nilai sebesar 0.421438
12

yang berarti gambaran pencerminan penyimpangan lebih


Variabel Augmented Dickey-Fuller Test critical values 5% Prob.*
test statistic
Return -6.685920 -2.895109 0.0000
Inflasi -10.94408 -2.895109 0.0001
Suku Bunga -14.93830 -2.895109 0.0001
Kurs / Nilai Tukar -12.61404 -2.895109 0.0001

keberagaman data memiliki besar dari nilai rata-rata.


kondisi baik, karena nilai standar
deviasi yang merupakan B. UJI STASIONER
pencerminan penyimpangan lebih Diketahui probabilitas
kecil dari nilai rata-rata. keempat variabel setelah dilakukan
uji stasioner adalah 0,0000
3. Variabel Suku Bunga (Return), 0,0001 (Inflasi), 0,0001
(Suku Bunga), dan 0,0001 (Kurs /
Pada variabel Suku Bunga Nilai Tukar). Artinya kempat
memiliki rata rata nilai (mean) variabel memiliki nilai probabilitas
sebesar 1.805294, untuk nilai yang lebih kecil dari 0,05 sehingga
minimum sebesar 1.446919 yang dapat dikatakan bawa data dalam
terjadi di tahun 2017 dan untuk penelitian ini stasioner pada
nilai maksimum sebesar 2.047693 tingkat level.
yang terjadi di tahun 2014.
Kemudian untuk standar deviasi C. ANALISIS REGRESI DATA
memiliki nilai sebesar 0.239132 PANEL
yang berarti gambaran 1. Uji Model
keberagaman data memiliki a. Uji Chow
kondisi baik, karena nilai standar
deviasi yang merupakan Effects Test Statistic d.f. Prob.
pencerminan penyimpangan lebih Cross-section F 0.097609 (14,72) 1.0000
kecil dari nilai rata-rata. Cross-section Chi-square 1.692147 14 1.0000
4. Variabel Kurs / Nilai tukar
Pada variabel Kurs / Nilai
tukar memiliki rata rata nilai Dari tabel di atas menunjukan
(mean) sebesar 9.427582, untuk nilai Probabilitas Cross Section
nilai minimum sebesar 9.176784 ChiSquare sebesar 1.0000 > 0.05
yang terjadi di tahun 2012 dan Maka, dapat disimpulkan
untuk nilai maksimum sebesar berdasarkan uji tersebut, model
9.532061 yang terjadi di tahun Common Effect lebih tepat
2015. Kemudian untuk standar dibandingkan model Fixed Effect.
deviasi memiliki nilai sebesar
0.121617yang berarti gambaran
keberagaman data memiliki
kondisi tidak baik, karena nilai
standar deviasi yang merupakan
13

b. Uji Lagrange Multiplier tidak digunakan dalam model


(LM) penelitian ini.
Dari tabel di atas menunjukan
nilai Probabilitas Both sebesar b. Uji Statistika t (Uji parsial)
0.0003 < 0,05. Maka, dapat
Lagrange Multiplier Tests for Random Effects
Test Hypothesis
Cross-section Time Both
Breusch-Pagan 7.100798 5.872819 12.97362
(0.0077) (0.0154) (0.0003)

disimpulkan berdasarkan uji


tersebut, model Random Effect 1) Pengaruh Inflasi terhadap
lebih baik dibandingkan model Return Saham
Common Effect. Berdasarkan hasil analisis
dapat dilihat bahwa Inflasi
2. Hasil pengujian dengan metode menunjukkan nilai signifikan lebih
REM besar dari tingkat keyakinan (α)
yaitu 0.5012 > 0.05 dengan
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.060279 1.149906 - 0.9583
0.052421
INFLASI 0.031454 0.046565 0.675482 0.5012
SB -0.290878 0.079541 - 0.0004
3.656946
KURS 0.055870 0.120921 0.462035 0.6452
R-squared 0.210126 Durbin-Watson stat 2.395760
F-statistic 7.626035
Prob(F-statistic) 0.000140

koefisien sebesar 0.031454 dan


a. Koefisien Determinasi (R2) nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu
Berdasarkan tabel diatas, hasil 0.675482 < 1.98793 dengan df =
olah data statistik dengan 90 - 4 = 86 dan taraf signifikan
menggunakan program Eviews 5%, maka H0 diterima dan Ha
9.0, menunjukkan nilai koefisien ditolak. Sehingga dapat diartikan
determinasi yang digunakan adalah bahwa Inflasi tidak berpengaruh
R-Square sebesar 0.210126. Hal dan tidak signifikan positif
ini menunjukkan bahwa variabel terhadap return saham.
independen yaitu Inflasi, Suku
bunga BI, dan Kurs / Nilai tukar 2) Pengaruh Suku Bunga BI
dapat menerangkan atau terhadap Return Saham
menjelaskan sebesar 21% terhadap Berdasarkan hasil analisis
total varians variabel dependen dapat dilihat bahwa Suku Bunga
yaitu Return Saham, dan sisanya BI menunjukkan nilai signifikan
sebesar 79% (100%-21%) lebih kecil dari tingkat keyakinan
dijelaskan oleh variabel lain yang (α) yaitu 0.0004 < 0.05 dengan
koefisien sebesar -0.290878 dan
14

nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu produksi mengalami peningkatan
3.656946 > 1.98793 dengan df = lebih tinggi daripada peningkatan
90 - 4 = 86 dan taraf signifikan penjualan perusahaan maka
5%, maka H0 ditolak dan Ha profitabilitas perusahaan
diterima. Sehingga dapat diartikan mengalami penurunan yang
bahwa Suku Bunga berpengaruh berakibat terhadap penurunan
signifikan negatif terhadap return tingkat return saham (Tandelilin,
saham. 2010). Apabila keadaan seperti itu
terjadi, Inflasi akan mempengaruhi
3) Pengaruh Kurs / Nilai tukar return saham.
terhadap Return Saham Hasil penelitian ini
Berdasarkan hasil analisis mengindikasikan bahwa Inflasi
dapat dilihat bahwa Inflasi tidak berpengaruh terhadap return
menunjukkan nilai signifikan lebih saham. Penelitian ini berbeda
besar dari tingkat keyakinan (α) dengan hasil analisis tersebut. Hal
yaitu 0.6452 > 0.05 dengan ini disebabkan karena faktor yang
koefisien sebesar 0.055870 dan ditunjang dengan kondisi kinerja
nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu perusahaan – perusahaan memiliki
0.462035 < 1.98793 dengan df = fundamental ekonomi yang kuat
90 - 4 = 86 dan taraf signifikan (Nugroho, 2009), hal ini
5%, maka H0 diterima dan Ha ditunjukan oleh sektor Batubara
ditolak. Sehingga dapat diartikan merupakan perusahaan yang
bahwa Inflasi tidak berpengaruh berkontribusi penting sebagai
dan tidak signifikan positif bahan baku dalam kebutuhan
terhadap return saham. industri pada sektor lain, sehingga
mampu bertahan dalam kondisi
D. PEMBAHASAN perekonomian sulit. Dengan begitu
1. Analisis Pengaruh Inflasi terhadap perusahaan akan tetap terus
Return Saham. beroperasi tanpa meningkatkan
Berdasarkan hasil regresi biaya perusahaan karena
data panel pada tabel 4.11, permintaan yang terus ada. Hal itu
didapatkan bahwa Inflasi tidak lah yang menjadikan minat daya
berpengaruh dan tidak signifikan tarik Investor tetap ada dalam
positif terhadap return saham permintaan akan saham Batubara
dengan nilai probabilitas 0.5012 > sehingga terjadi pergerakan yang
0.05. stabil pada harga di pasar modal
Secara umum Inflasi yang yang berimbas pada tingkat return.
tinggi mengakibatkan penurunan Penelitian ini searah
daya beli masyarakat. Inflasi yang dengan penelitian yang dilakukan
terlalu tinggi juga dapat oleh (Purnomo dan Widyawati,
mengakibatkan penurunan 2013), (Mahilo dan Parengkuan,
pendapatan riil investor dari 2015) dan (Komariah et al, 2012)
investasinya. Peningkatan inflasi yang menyatakan bahwa tingkat
berdampak pada peningkatan inflasi tidak berpengaruh terhadap
harga jual dan biaya produksi return saham. Oleh sebab itu hasil
perusahaan. Apabila biaya dari penelitian ini mengindikasikan
15

bahwa Inflasi selama periode mengalihkan danaya ke simpanan


penelitian tidak memengaruhi dalam Bank yang menyebabkan
return saham. permintaan terhadap saham
Batubara akan menurun yang
2. Analisis Pengaruh Suku Bunga BI diikuti oleh penurunan pergerakan
terhadap Return Saham. harga saham di pasar modal yang
Berdasarkan hasil regresi berimbas dengan menurunnya
data panel pada tabel 4.11, tingkat return yang akan diterima.
didapatkan bahwa Suku Bunga BI Tandelilin (2010) menyatakan
berpengaruh signifikan negatif bahwa tingkat suku bunga
terhadap return saham dengan nilai berpengaruh negatif terhadap
probabilitas 0.0004 < 0.05. return saham. Perubahan tingkat
Tingkat suku bunga pada suku bunga menyebabkan
dasarnya merupakan rangsangan perubahan pada tingkat suku bunga
dari bank agar masyarakat mau yang diisyaratkan pada suatu
menanamkan dananya pada bank. sekuritas. Meningkatnya tingkat
Semakin tinggi suku bunga suku bunga mengakibatkan
simpanan, maka masyarakat akan investor dapat menarik
semakin giat untuk menanamkan investasinya di pasar modal dan
dananya pada bank, dikarenakan memindahkan investasinya pada
harapan mereka untuk memperoleh tabungan atau deposito. Hasil ini
keuntungan. Dan begitu memiliki kesesuaian dengan
sebaliknya, semakin rendah suku penelitian yang dilakukan
bunga simpanan, maka minat (Sadikin, 2010) dan (Suyati, 2015)
masyarakat dalam menabung akan dalam penelitiannya menunjukan
berkurang sebab masyarakat bahwa Suku bunga berpengaruh
berpandangan tingkat keuntungan terhadap return saham. Penelitian
yang akan mereka peroleh di masa ini mengindikasikan bahwa
yang akan datang dari bunga peningkatan dan penurunan pada
adalah kecil (Kasmir, 2012). Suku Bunga BI selama periode
Dalam kasus ini, investor penelitian memengaruhi return
akan mempertimbangkan untuk saham
melakukan pemilihan investasi 3. Analisis Pengaruh Kurs / Nilai
saham di pasar modal, jika tukar terhadap Return Saham.
keuntungan dari Investasi Berdasarkan hasil regresi
saham lebih besar dari pada data panel pada tabel 4.11,
mengalokasikan dananya di Bank, didapatkan bahwa Kurs / Nilai
maka para investor akan tukar tidak berpengaruh dan tidak
mengalihkan dananya signifikan positif terhadap return
untuk membeli saham. Namun saham dengan nilai probabilitas
sebaliknya, jika keuntungan dari 0.6452 > 0.05.
mengalokasikan dananya di Bank
dengan suku bunga yang Hal ini disebabkan karena
ditentukan lebih besar dari pada Kurs / Nilai tukar Depresi mata
investasi saham di sektor Batubara, uang domestik akan meningkatkan
maka para investor akan volume ekspor. Bila permintaan
16

pasar internasional cukup elastis yang digunakan dalam


hal ini akan meningkatkan cash pengambilan sampel berdasarkan
flow perusahaan domestik yang kriteria tertentu.
kemudian meningkatkan harga
saham, yang berimbas dengan Berdasarkan hasil
meningkatnya return saham. penelitian dan pengujian hipotesis
Sebaliknya, jika emiten membeli melalui analisis regresi data panel
produk dalam negeri, dan memiliki pada pembahasan Bab IV, maka
hutang dalam bentuk dollar maka penulis dapat menarik kesimpulan
harga sahamnya akan turun sebagai berikut:
(Kewal, 2012) sehingga dapat 1. Hasil pengujian variabel Inflasi
dikatakan apabila perusahaan yang menunjukkan hasil yang
membeli bahan baku dari produk menyatakan bahwa Inflasi tidak
dari luar negeri serta memiliki berpengaruh dan tidak signifikan
hutang dalam bentuk dollar akan terhadap return saham pada
terpengaruh terhadap tingkat perusahaan sektor Batubara yang
return saham. Dikarenakan sektor terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Batubara berkontribusi terhadap (BEI) periode 2012-2017.
kenaikan ekspor, dan Batubara 2. Hasil pengujian variabel Suku
adalah hasil murni dari dalam Bunga BI menunjukkan hasil yang
negeri serta menjadi pemasok menyatakan bahwa Suku Bunga BI
bahan baku bagi perusahaan pada berpengaruh signifikan terhadap
sektor lain, sehingga tidak adanya return saham pada perusahaan
pengaruh pada variable Kurs / sektor Batubara yang terdaftar di
Nilai tukar terhadap return saham. Bursa Efek Indonesia (BEI)
Hasil ini memiliki kesesuaian periode 2012-2017.
dengan penelitian yang dilakukan 3. Hasil pengujian variabel Kurs /
(Mahilo dan Parengkuan, 2015) Nilai tukar menunjukkan hasil
dalam penelitiannya menunjukan yang menyatakan bahwa Kurs /
bahwa Kurs tidak berpengaruh Nilai tukar tidak berpengaruh dan
terhdap return saham. tidak signifikan terhadap return
saham pada perusahaan sektor
SIMPULAN DAN SARAN Batubara yang terdaftar di Bursa
A. Simpulan Efek Indonesia (BEI) periode
Tujuan penelitian ini 2012-2017.
adalah untuk mengetahui adanya
pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI, B. Saran
dan Kurs / Nilai tukar terhadap Berdasarkan hasil
Return Saham. Sampel yang pengujian hipotesis, pembahasan
digunakan dalam penelitian ini dan kesimpulan di atas, maka saran
adalah perusahaan sektor Batubara yang dapat peneliti berikan adalah
yang terdaftar di Bursa Efek sebagai berikut:
Indonesia (BEI) periode 2012- 1) Perusahaan sektor Batubara
2017. Metode yang digunakan hendaknya memperhatikan faktor
dalam penelitian ini adalah eksternal guna meningkatkan
purposive sampling, yaitu teknik
17

efektivitas dalam penigkatan Terjemahan


return saham. Mangunsong, R.C.,
2) Menambahkan rentang waktu yang Salemba Empat, buku 2,
lebih panjang sehingga nantinya Edisi 5, Jakarta
diharapkan hasil yang diperoleh
akan lebih dapat digeneralisasikan Halim, Livia. 2013. Pengaruh
dan untuk memperluas penelitian Makro Ekonomi terhadap
serta menghasilkan analisis yang Return Saham
lebih baik. Kapitalisasi Besar di
Bursa Efek Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA FINESTA Vol. 1, No. 2:
108-113.

Adusei Michael. 2014. The Hartono, Jogiyanto. 2012. Teori


Inflation-Stock Market Portofolio dan Analisis
Returns Nexus: Evidence Investasi Edisi Ketujuh.
From The Ghana Stock Yogyakarta : BPFE.
Exchange. Kewal, S, Suci. (2012). Pengaruh
Agus Widarjono. 2009. Inflasi, Suku Bunga,
Ekonometrika Pengantar Kurs, dan Pertumbuhan
dan Aplikasinya. Edisi PDB Terhadap Indeks
Ketiga. EKONISIA : Harga Saham Gabungan.
Yogyakarta. Jurnal Economia, Volume
8, Nomor 1.
Bambang Sudarsono dan Bambang
Sudiyatno. 2016. Faktor- Keynes, John M. 1936. The
faktor yang General Theory of
mempengaruhi return Employment. Interest and
saham pada perusahaan Money. London:
property dan real estate Macmillan.
yang terdaftar pada bursa Komariah, et al. 2012. The
efek indonesia tahun 2009 Infulence of Agency Cost,
s/d 2014. Jurnal Bisnis Investment Risk And
dan Ekonomi (JBE), Profitability to Investment
Maret 2016, Hal.30–51 Decision. Yogyakarta:
ISSN: 1412- 3126. Forum manajemen
Cohen, G., Kudryavtsev, A. and indonesia ke-4.
Hon-Snir, S., (2014). Kuwornu, J. K. M., 2011, Effect of
'Stock Market Analysis in Macroeconomic Variables
Practice: Is it technical or on The Ghanaian
fundamental?' Journal of StockMarket Returns: A
Applied Finance and Co-integration Analysis,
Banking, 1:125-138. Agris on-line Papers in
Gujarati, D.N. 2012. Dasar-dasar Economics and
Ekonometrika, Informatics, Vol. IV, No.
2, pp. 15-26.
18

Made Ayu dan I Gusti Wiksuana. in The Amman Stock


2017. Pengaruh inflasi Exchange. Journal of
terhadap return saham Internet Banking and
pada perusahaan properti Commerce. Volume. 21.
dan real estate yang Nomor. 2.
terdaftar di bursa efek
indonesia (risiko Priyanto, Sugeng dan Laksmiwati,
sistematis dan Mia. 2012. “Pengaruh
profitabilitas sebagai Tingkat Suku Bunga SBI,
variabel mediasi). ISSN : Kurs, Inflasi, Indeks
2337-3067 E-Jurnal KLSE, Indeks PSEI dan
Ekonomi dan Bisnis Indeks STI terhadap
Universitas Udayana 6.9 Indeks Harga Saham
(2017): 3435-3462 Gabungan di Bursa Efek
Indonesia”. Skripsi.
Mahilo, Michael B, dan Universitas Budi Luhur :
Parengkuan, Tommy. Jakarta.
2015. Dampak Risiko
Suku Bunga, Inflasi, dan Purnomo, Tri, Hendra dan Nurul
Kurs terhadap Return Widyawati, 2013.
Saham Perusahaan “Pengaruh Nilai Tukar,
Makanan dan Minuman Suku Bunga, dan Inflasi
yang Go Public di Bursa terhadap Return Saham
Efek Indonesia. Jurnal pada Perusahaan Properti
EMBA. Vol. 3 (No. 3): 1- di Bursa Efek Indonesia”
10. Manado: Fakultas Jurnal Ilmu & Riset
Ekonomi dan Bisnis Manajemen, Volume 2
Universitas Sam Nomor 10.
Ratulangi. Sadikin, Ali. 2010. Pengaruh
Maulida, Alfiatul., Elok Sri Variabel-Variabel Risiko
Utami., dan Sumani. Suku Bunga, Risiko Kurs,
2016. Pengaruh Kurs dan Dan Risiko Finansial
Suku Bunga SBI Serta Terhadap Return Saham
Inflasi Melalui Return On (Studi Kasus Perusahaan
Asset Terhadap Return Farmasi Yang Terdaftar
Saham. Jurnal Relasi di BEI Periode 2004 s.d
STIE Mandala Jember, 2008). Jurnal Manajemen
12 (2): 670-684 dan Akuntansi. Volume
11. No. 1. April 2010.
Oshaibat, Suleiman Al; Ahmad
Majali. 2016. The Sugiyono. 2014. Metode
Relation Between Stock Penelitian Pendidikan
Returns and Each of Pendekatan Kuantitatif,
Inflation, Interest Rates, Kualitatif Dan R&D.
Share Liquidity and Bandung: Alfabeta.
Remiittances ofWorkers
19

Sukirno, Sadono, 2012. Makro Jurnal Ilmiah UNTAG


Ekonomi Modern, PT. Semarang. Vol. 4 No. 3.
Raja Grafindo Perkasa: 70-86.
Jakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010.
Suyati, Sri. (2015). Pengaruh Portofolio dan Investasi
Inflasi, Tingkat Suku Teori dan Aplikasi. Edisi
Bunga dan Nilai Tukar pertama. Yogyakarta:
Rupiah/US Dollar Kanisius
Terhadap Return Saham
Properti Yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia.
20