Anda di halaman 1dari 2

SEMINAR TUGAS AKHIR

PROGRAM STUDI EKOWISATA


SEKOLAH VOKASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR
TAHUN AJARAN 2019-2020

MAKALAH PEMBAHAS
Judul Makalah : Perencanaan Ekowisata Kuliner di Kabupaten dan
Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah
Pemrasaran / NIM : Maharani Citra Ramadhanti/J3B217127
Pembahas / NIM : Dimas Firliantoro/J3B917156
Hari / Tanggal : Senin, 22 Juni 2020
Waktu : 09.00-09.30 WIB
Makalah yang telah dibuat oleh pemrasaran dapat dikatakan baik, mudah dipamahi dan
struktur yang jelas dapat membantu pemahaman atas apa yang ingin disampaikan oleh
pemrasaran. Konsistensi terkait formatting dalam penulisan makalah juga membantu dalam
pemahaman. Penyusunan makalah yang telah dibuat terdapat beberapa kesalahan minim
kesalahan dalam penulisan kalimat atau typo seperti kata “perencaaan” yang seharusnya
“perencanaan” pada sub bab latar belakang dan “Jendral Hoegoeng” yang seharusnya
”Jendral Hoegeng” pada sub bab Perencanaan Program Wisata dan Rancangan Output.
Secara menyeluruh makalah yang dibuat oleh pemrasaran dalam penyusunan pendahuluan,
hasil pembahasan dan kesimpulan sudah sesuai dan terarah.
A. Pembahasan Pendahuluan
Makalah mengenai Perencanaan Ekowisata Kuliner di Kabupaten dan Kota Pekalongan,
Provinsi Jawa Tengah pada bagian pendahuluan terdapat latar belakang dan tujuan.
Pemrasaran menjelaskan pada bagian latar belakang paragraf pertama bahwa sego megono
yang menjadi masakan utama tapi tidak menjelaskan masakan utama dalam hal apa, misalnya
apakah masakan tersebut merupakan masakan utama saat melakukan perayaan tertentu atau
masakan tersebut merupakan masakan utama yang dimakan sehari-hari oleh masyarakat di
Kabupaten dan Kota Pekalongan. Pembahas juga menemukan adanya kesalahan dalam
penulisan kalimat atau typo seperti kata “perencaaan” yang seharusnya “perencanaan” pada
sub bab latar belakang paragraf ke 2. Secara menyeluruh pemrasaran menyajikan
pendahuluan sudah terarah dengan kalimat yang mudah dipahami.
B. Pembahasan Hasil dan Pembahasan
Pembahasan mengenai data potensi wisata dan karakteristik, persepsi dan motivasi
konsumen, pengelola, dan pemerintah sudah mencantumkan tabel, keterangan dan deskripsi
data, sehingga pembaca mudah memahami isi makalah, akan tetapi terdapat kesalahan
formatting pada sub bab karakteristik, persepsi dan motivasi konsumen yang pada sub-sub
bab motivasi konsumen tidal di bold. Kesalahan lainnya terdapat ketidaksesuaian antara
judul sub bab dan isinya, hal tersebut terdapat pada sub bab Karakteristik, Persepsi Dan Daya
Jual Pengelola dimana pada paragrap 1 pemrasaran menulis “Data yang disajikan berupa
karakteristik, persepsi, dan juga kesiapan pengelola.” yang tidak sama dengan judul sub bab.
Pembahas memberikan masukan terkait pembahasan mengenai penilaian persepsi,
pemrasaran hanya menjelaskan mengenai aspek persepsi yang memiliki skala penilaian
tertinggi saja alangkah baiknya menjelaskan juga mengenai aspek persepsi yang memiliki
skala penilaian terendah.
C. Pembahasan Perencanaan Program Wisata dan Rancangan Output
Pembahasan mengenai perencananan program wisata dan rancangan output sudah
terstruktur dan dapat dipahami. Pembahas berpendapat dan mengomentari mengenai judul
dari program wisata harian pemrasaran yaitu dengan program wisata harian ”Mangan (Mari
Kenal Pekalongan)” setelah dibaca pemilihan judul dengan kata ”mangan” akan memberikan
kesan atau bayangan kepada masyarakat tentang kegiatan yang obyek utamanya adalah
kegiatan makan, namun pada ittinerary program pemrasaran berbeda dengan apa yang
dibayangkan karena kegiatannya lebih banyak untuk melihat proses pembuatan produk
olahan makanan yang ada di Kabupaten dan Kota Pekalongan. Secara menyeluruh program
yang sudah direncanakan oleh pemrasaran menarik dan sudah mengkaitkan antara
sumberdaya ekowisata kuliner dengan aktivitas program yang dilakukan. Rancangan output
yang dibuat pemrasaran berupa booklet dan video promosi sudah dibuat cukup menarik dan
dapat mudah dipahami, namun pada video promosi keterangan sumber ditampilkan terlalu
cepat sehingga kadang tidak terbaca.
D. Pertanyaan
1. Apa yang menjadi latar belakang pemrasaran membuat program wisata bermalam.
Apakah ada keterkaitannya dengan judul makalah yang pemrasaran buat? Karena
kegiatan yang berkaitan dengan wisata kuliner lebih banyak dilakukan saat siang sampai
sore hari.
2. Mengapa pemrasaran menjadikan kegiatan melihat proses pembuatan Kapal Pinishi
sebagai kegiatan pertama dalam program wisata kuliner bermalam “Senengan” (Sewengi
Neng Pekalongan)?
3. Apakah nantinya kegiatan wisata harian yang sebagian besar kegiatannya adalah melihat
proses pembuatan makanan tidak mengganggu kegiatan produksi?