Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

HASIL KARYA TULIS ILMIAH DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Karya Tulis Ilmiah

1. Gambaran lokasi Karya Tulis Ilmiah

Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Jiwa dilaksanakan di

Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor pada Ny. S

yang beralamat di Kampung Bantar RT 06 RW 04, Desa Cineam,

Kecamatan Cileles, Kabupaten Tanggerang.

2. Pengkajian

a. Pengumpulan Data

1) Identitas Klien

Nama : Ny. S

Alamat : Kampung Bantar RT 06 RW 04, Desa

Cineam, Kecamatan Cileles, Kabupaten

Tanggerang.

Status Perkawinan : Cerai Hidup

Sumber Data : Wawancara dengan klien, perawat

ruangan dan buku status

Bentuk Tubuh : Ideal

Umur : 33 tahun

Pendidikan : SMP kelas 8

50
51

Pekerjaan : Tidak Bekerja

Agama : Islam

2) Alasan Masuk

Klien masuk RSMM pada tanggal 16 maret 2019 klien

dibawa ke rumah sakit oleh tenaga kesehatan di lingkungan klien,

klien baru pertama kali masuk RSMM, selama di rumah klien sering

bicara sendiri, mengurung diri, di motivasi makan, susah mandi.

3) Kondisi Saat Ini

Pada saat pengkajian hari Selasa tanggal 02 April 2019

pukul 10.00 WIB di Ruang Antareja RSMM, klien tampak

menyendiri di tempat tidurnya, kontak mata klien kurang klien

tampak menunduk, klien mengatakan malas dan malu untuk

berinteraksi, klien jarang mengobrol dengan orang disekitarnya dan

terkadang ada malas untuk beraktivitas, malas mandi dan berdandan.

Klien kondisinya terlihat tidak ada gairah, lesu, sering melamun

merasa hubungan tidak berarti dengan lingkungan sekitar.

Masalah Keperawatan :

- Isolasi Sosial

- Harga Diri Rendah

- Defisit Perawatan Diri

4) Faktor Predisposisi

Klien mengatakan baru pertama kali datang ke RSMM,

menurut pengakuan klien, klien mengatakan pernah mengalami


52

kekerasan dalam keluarga yaitu dipukul oleh ayah kandungnya pada

saat klien berusia 12 tahun. Klien dipukul oleh ayahnya karena tidak

mau bersekolah. Sehingga menyebabkan klien bersikap tertutup pada

keluarganya dan jarang bercerita terutama pada ayahnya. Klien tidak

pernah mengalami aniaya seksual, tindakan kriminal tetapi klien

mengalami penolakan oleh keluarganya karena pada saat klien

mencoba untuk bercerita tentang masalah yang dihadapi kadang

tidak didengarkan atau bahkan diabaikan. Klien mengalami

penolakan oleh suaminya yaitu diceraikan ± 1 tahun yang lalu

menurut klien suaminya mengatakan menceraikan klien karena klien

tidak mau dibawa ke rumah keluarganya. Kemudian setelah

beberapa bulan bercerai klien dipecat dari pekerjaannya sebagai

tukang cuci di pabrik klien mengatakan sulit untuk mencari

pekerjaan karena masih merenungi perceraiannya kemudian

ditambah dengan dipecat dari pekerjaan yang susah payah

didapatkannya sehingga menyebabkan klien merasa tidak berguna

dan berdiam diri dikamar, tidak mau mandi, tidak mau makan, tidak

mempedulikan orang sekitar dan klien tampak berbicara sendiri.

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan

jiwa. Pengalaman yang tidak menyenangkan dipecat dari pabrik.

Masalah Keperawatan :

- Koping Keluarga In Efektif

- Isolasi Sosial
53

- Resiko Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi

- Defisit Perawatan Diri

5) Pemeriksaan Fisik

a) Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 80 x/menit

Respirasi : 18 x/menit

Suhu : 36,7ºC

Kesadaran : Compos Mentis

b) Berat Badan : 50 kg

Tinggi Badan : 157 cm

IMT : BB = 50 = 20,2

(TB2) (1,572)

c) Keluhan Fisik : klien mengatakan tidak memiliki keluhan pada

pemeriksaan fisik tidak ada tanda-tanda adanya masalah

kesehatan

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan


54

6) Psikososial

a) Genogram

33

Gambar 4.1 Genogram

Keterangan :

: Perempuan : Meninggal

: Laki-laki : Cerai

: Klien : Tinggal Serumah


55

Dari data klien diatas diketahui bahwa klien anak

keempat dari 6 bersaudara. Kakak dan adiknya tinggal dirumah yang

berbeda klien tinggal bersama anak, ayah dan ibunya. Pola

komunikasi antara keluarga kurang terbuka karena klien merasa

malu dan keluarga kurang memotivasi klien. Klien sudah menikah

tetapi sudah bercerai dengan suaminya satu tahun yang lalu. Pola

asuh keras (diktator). Yang mengambil keputusan adalah Ayah klien.

Pasien jarang dilibatkan dalam keluarga.

Masalah Keperawatan :

- Koping Keluarga tidak efektif

- Pola Komunikasi Kurang Efektif

b) Konsep Diri

(1) Citra Tubuh

Klien mengatakan masih bersyukur mempunyai anggota

tubuh yang lengkap dan menyukai semua bagian tubuhnya

terutama kedua tangannya.

(2) Identitas Diri

Klien mengatakan bahwa dirinya seorang perempuan

berumur 33 tahun, klien merasa puas terhadap statusnya

sebagai perempuan, keluarga menerima kondisi klien saat ini.

(3) Peran Diri

Klien mengatakan bahwa dirinya adalah anak keempat dari 6

bersaudara dan ibu dari anak perempuannya, klien tidak bisa


56

memberikan kebahagiaan untuk kedua orang tua serta

anaknya dan klien merasa tidak berguna pada anak dan

keluarga lainnya.

(4) Ideal Diri

Klien berharap dapat segera sembuh dan dapat segera pulang

karena klien sangat ingin bertemu anak dan keluarganya.

(5) Harga Diri

Klien mengatakan ada rasa malu untuk berinteraksi dengan

orang sekitar, tampak tidak ada gairah, dan klien terlihat

banyak menunduk.

Masalah Keperawatan: Harga Diri Rendah

c) Hubungan Sosial

(1) Orang yang berarti

Klien mengatakan orang yang paling berarti adalah ibu dan

anak klien.

(2) Peran serta dalam kehidupan masyarakat/kelompok

Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan yang ada

di masyarakat atau kelompok. Selama dirumah sakit klien

lebih suka menyendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan

teman-temanya kecuali dimotivasi perawat

(3) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain

Klien mengatakan malu dan malas untuk berinteraksi.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial


57

d) Spiritual

(1) Nilai dan keyakinan

Klien beragama islam dan percaya kepada Allah SWT serta

meyakini dengan keadaan sekarang ini kehendak Allah SWT.

(2) Kegiatan Ibadah

Klien mengetahui kewajibannya harus dijalankan sebagai

seorang muslim, sebelum dirawat dirumah sakit klien

melaksanakan sholat 5 waktu, tetapi saat dirumah sakit klien

tidak pernah beribadah. Klien mengatakan selalu berdoa

untuk keluarganya.

7) Status Mental

a) Penampilan

Dilihat dari penampilan klien tampak kurang rapi, klien

memakai baju yang sesuai tetapi tampak sedikit kotor.

Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri

b) Pembicaraan

Pembicaraan klien pelan, lambat dan apabila ditanya klien

menjawab dengan singkat dan pandangan klien kurang fokus

saat diajak diskusi, kadang klien sering melamun saat

pembicaraan.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

c) Aktivitas motorik
58

Klien tampak lesu, klien berjalan dengan lambat, kegiatan

harian harus dimotivasi.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

d) Alam Perasaan

Pada saat dikaji klien merasa senang karena ada teman

mengobrol.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

e) Afek

Afek klien sesuai karena klien tampak tersenyum saat

menceritakan hal yang menyenangkan misalnya

menceritakan anaknya, jika ada yang terlihat lucu klien

tampak tersenyum. Begitupun pada saat menceritakan hal

yang menyedihkan bahwa klien belum pernah dijenguk

selama di rumah sakit klien tampak sedih.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

f) Interaksi selama wawancara

Pada saat berbicara atau berinteraksi klien cukup kooperatif,

namun klien tampak tidak mampu memulai pembicaraan dan

terlihat malas berinteraksi ditandai dengan kontak mata

kurang, jarang menatap lawan bicara.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial


59

g) Persepsi : Halusinasi

Klien mengatakan pada saat di rumah dan masuk di Ruang

Kresna wanita klien pernah mendengar suara-suara bisikan

seperti mengajak klien mengobrol. Tapi, sekarang tidak ada

lagi.

Masalah Keperawatan : Resiko gangguan persepsi sensori :

Halusinasi

h) Isi Pikir

Klien tidak ada pemikiran waham agama, nihilistic,

kebesaran, curiga, Serta klien tidak memiliki fobia ataupun

obsesi dengan apapun.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

i) Proses Pikir

Pada saat pengkajian klien mampu menjawab pertanyaan

yang disampaikan sesuai dengan topik, tidak ditemukan

gangguan proses pikir, dan pembicaraan klien tidak berbelit-

belit.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

j) Tingkat Kesadaran

Klien tampak senang berbicara dengan perawat. Pada saat

pengkajian klien tidak mengalami disorientasi waktu, klien

mampu menyebutkan hari dan tanggal. Klien tidak

mengalami disorientasi tempat karena mampu menyebutkan


60

alamat rumahnya. Klien mengetahui orang disekitarnya dan

menyebutkan nama keluarga sendiri.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

k) Memori

(1) Daya ingat jangka panjang

Klien dapat mengingat masa lalu seperti pernah dipukul

oleh ayahnya pada saat umur 12 tahun.

(2) Daya ingat jangka pendek

Memori jangka pendek klien mampu menceritakan

kembali kegiatan yang kemarin dilakukan seperti tentang

kegiatan senam, klien mampu mengenal beberapa nama

orang yang baru dikenal.

(3) Daya ingat saat ini

Klien masih mengingat bahwa pagi tadi klien sudah

mandi, makan dan senam.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

l) Tingkat konsentrasi dan berhitung

Klien mampu berkonsentrasi ketika ditanya, dan mampu

menghitung usianya. Klien juga mampu menjawab

pertanyaan perawat dengan tepat ketika perawat memberikan

soal 5+5 = 10, 5x5 = 25.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

m) Kemampuan Penilaian
61

Klien mampu membuat keputusan sederhana yaitu cuci

tangan dulu baru makan dan cuci tangan setelah makan.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

n) Daya Tilik Diri

Klien menyadari dirinya mengalami gangguan. Klien

mengatakan gangguan yang dialaminya karena masalah yang

dihadapi klien.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

8) Kebutuhan persiapan pulang

a) Makan

Klien makan 3x/hari, 1 porsi makan terdapat lauk pauk, sayur

mayur, dan buah. Klien dapat mengambil makanannya

sendiri, porsi habis. Klien makan menggunakan tangan klien,

klien selalu mencuci tangan sebelum den sesudah makan.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

b) BAB/BAK

Pola BAB dan BAK klien melakukannya secra mendiri di

kamar mandi dan tanpa bantuan dari orang lain.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

c) Mandi

Klien mandi sekali dalam sehari. Klien mandi menggunakan

sabun dan klien menggosok gigi dengan motivasi perawat,

klien keramas hanya 2x dalam seminggu dan terkadang 1x


62

dalam seminggu, rambut klien tampak sedikit kotor dan tidak

rapi.

Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri

d) Berpakaian dan berhias

Dalam berpakaian klien tampak melakukannya sendiri tanpa

harus dimotivasi oleh perawat, tetapi klien jarang menyisir

rambut, tidak memakai bedak dan lipstick yang telah

disediakan untuk berhias.

Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri

e) Istirahat dan Tidur

Klien istirahat tidur siang selama 2 jam. Dari jam 14.00 –

16.00 WIB. Dan tidur malam klien selama 8 jam yaitu dari

pukul 20.00 – 04.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan sebelum

tidur tidak ada.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

f) Penggunaan Obat

Klien minum obat 2x sehari pagi dan sore. Klien minum obat

secara mandiri dan sudah disediakan oleh perawat.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

g) Pemeliharaan Kesehatan

Klien mengatakan jika sakit klien berobat ke puskesmas

diantar oleh keluarga.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan


63

h) Kegiatan didalam Rumah

Klien bisa mencuci pakaian, mencuci piring dan menyapu.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

i) Kegiatan di luar Rumah

Klien tidak suka berpergian kemana-mana, jarang

menggunakan kendaraan pribadi, tidak pernah melakukan

aktivitas di luar rumah seperti ke warung, bayar listrik dan

yang lainnya, klien sering berada di dalam rumah.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

9) Mekanisme Koping

a) Koping Adaptif

Pada saat dikaji klien mengatakan seharusnya saat ada

masalah segera diselesaikan tidak merenunginya berlarut-

larut.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

b) Koping Maladaptif

Mekanisme koping klien maladaptif, dimana ketika klien

memiliki suatu masalah klien tidak mau bercerita dan klien

hanya memilih diam dan mengurung diri dikamar.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

10) Masalah Psikososial dan Lingkungan

a) Masalah dengan dukungan kelompok


64

Klien mengatakan malas untuk berinteraksi dengan orang lain

dan tidak pernah mengikuti kegiatan kelompok.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

b) Masalah berhubungan dengan lingkungan

Klien mengatakan tidak ada masalah yang berhubungan

dengan lingkungannya, karena tetangganya dapat menerima

kondisi klien.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

c) Masalah dengan pendidikan

Klien mengatakan tidak ada masalah ketika klien masih

sekolah.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

d) Masalah dengan pekerjaan

Klien tidak bekerja, tetapi klien mengatakan pernah bekerja

di pabrik sebagai tukang cuci dipabrik tetapi sudah dipecat

beberapa bulan yang lalu sehingga klien merasa tidak

berguna.

Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah

e) Masalah dengan perumahan

Klien mengatakan tidak ada masalah dengan perumahan,

karena letak rumah klien tidak terisolasi dari tetangganya.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan


65

f) Masalah dengan ekonomi

Ekonomi klien menengah kebawah klien mengatan tidak ada

masalah dalam perekonomiannya.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

g) Masalah dengan pelayanan kesehatan

Klien tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

11) Kurang Pengetahuan Tentang

Klien mengatakan dirinya sedang dirawat di rumah sakit Dr.H.

Marzoeki Mahdi Bogor untuk menjalani pengobatan. Klien

mengatakan penyebab dirinya masuk rumah sakit adalah sering

menyendiri dan berbicara sendiri.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

12) Aspek Medik

a) Diagnosa Medik : Skizofrenia

b) Terapi Medik

Tabel 4.1

Terapi medik

No Nama Obat Jumlah Frekuensi Cara Waktu


1. Lorazepam 2 mg 2x sehari Oral 07.30 &

19.30
2. Risperidone 2 mg 2x sehari Oral 07.30 &

19.30
3. Trineksi 2 mg 2x sehari Oral 07.00 &

Penidil 19.30
66

12) Daftar Masalah Keperawatan

a) Isolasi Sosial

b) Defisit Perawatan Diri

c) Harga Diri Rendah

d) Resiko Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi

e) Koping Keluarga Tidak Efektif

b. Analisa Data

Tabel 4.2

Analisa Data

No. DATA MASALAH


1. Data Subjektif: Isolasi Sosial
a. Klien mengatakan sering menyendiri ditempat
tidurnya
b. Klien mengatakan klien jarang mengobrol
dengan orang disekitarnya dan terkadang
malas untuk beraktivitas
c. Klien mengatakan tidak pernah mengikuti
kegiatan yang ada di masyarakat atau
kelompok
d. Klien mengatakan malas berinteraksi dengan
orang disekitarnya

Data Objektif :
a. Kontak mata terlihat kurang dan jarang
menatap lawan bicara
b. Sering melamun
c. Tampak tidak ada gairah dan lesu
d. Tampak tidak mau memulai pembicaraan
e. Pembicaraan tampak lambat dan menjawab
seperlunya saja

2. Data Subjektif : Defisit Perawatan Diri


a. Klien mengatakan malas untuk berhias
b. Klien mengatakan malas untuk menyisir
rambut
c. Klien mengatakan mandi dan ganti pakaian
hanya 1 x sehari
67

d. Klien mengatakankeramas hanya 2x dalam


seminggu terkadang 1x dalam seminggu

Data Objektif :
a. Klien terlihat kurang rapi, tetapi pakaian yang
digunakan sesuai
b. Rambut tampak sedikit kotor dan acak-acakan
c. Gigi tampak sedikit kuning
d. Wajah klien tampak tanpa riasan

3. Data Subjektif : Harga Diri Rendah


a. Klien mengatakan tidak bisa memberikan
kebahagiaan untuk kedua orang tua serta
anaknya dan merasa tidak berguna bagi anak
dan keluarga lainnya
b. Klien mengatakan ada rasa malu untuk
berinteraksi dengan orang disekitarnya
c. Klien mengatakan merasa tidak berguna

Data Objektif :
a. Klien tampak tidak ada gairah, merasa putus
asa, dan klien terlihat banyak menunduk.
b. Klien merasa tidak terima dengan adanya
penolakan dari orang tua dan mantan
suaminya.

4. Data Subjektif : Resiko Halusinasi


a. Klien mengatakan pernah mendengar suara Pendengaran
suara yang mengajaknya mengobrol pada saat
dirumah dan di ruang kresna wanita
Data objektif :
a. Klien sering menyendiri
b. Kontak bicara terbatas
5. Data Subjektif : Koping Keluarga Tidak
a. Klien mengatakan dulu pernah dipukul oleh efektif
ayah klien
b. Klien mengatakan jarang dilibatkan dirumah

Data Objektif :
a. Klien tampak sedih saat bercerita belum
dijenguk selama dirumah sakit oleh
keluarganya
68

c. Pohon Masalah

Gambar 4.2

Pohon Masalah

Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi

Isolasi Sosial Defisit Perawatan Diri

Harga Diri Rendah

Koping Keluarga Tidak Efektif

(RSMM, 2016)

3. Daftar Diagnosis Keperawatan Prioritas


69

a. Isolasi Sosial

b. Defisit Perawatan Diri

c. Harga Diri Rendah

d. Resiko Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi

e. Koping Keluarga Tidak Efektif

4. Rencana Tindakan Keperawatan (Tercantum dalam Tabel 4.3- 4.6)

5. Implementasi (Tercantum dalam Tabel 4.7 - 4.16)

6. Evaluasi (Tercantum dalam Tabel 4.7 - 4.16)