Anda di halaman 1dari 8
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR = 233/SK-100.KU.04.03/VII/2020 TENTANG + PENUNJUKAN KUASA PENGGUNA BARANG DAN PENDELEGASIAN KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB TERTENTU PENGGUNA BARANG KEPADA PEJABAT TERTENTU DAN/ATAU KUASA PENGGUNA BARANG DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/ BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL, + Menimbang: a. bahwa dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6 dan Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, telah ditetapkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35/KEP-5,42/IIl/2015 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Barang di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; b. bahwa sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.06/2015 tentang Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung Jawab Tertentu dari Pengelola Barang kepada Pengguna Barang telah ditetapkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 202/KEP-5.4/VIII/2015 tentang Pelimpahan — Wewenang Pengelolaan Barang Milik Negara pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan ‘Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Untuk dan Atas Nama Menteri Agraria dan ‘Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional; c. bahwa dalam rangka menyikapi perkembangan peraturan di bidang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan reorganisasi pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, perlu dilakukan penetapan kembali atas ketentuan mengenai penunjukan Kuasa Pengguna Barang dan pelimpahan wewenang pengelolaan Barang Milik Negara; d. bahwa Mengingat: -2- bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu ditetapkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Barang dan Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung Jawab Tertentu Pengguna Barang Kepada Pejabat Tertentu dan/atau Kuasa Pengguna Barang Dalam Pelaksanaan Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 142) Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6523); Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2020 Nomor 83); Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan Pertanahan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia ‘Tahun 2020 Nomor 84); Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019 tentang Pembentukan Kementerian Negara dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/PMK.06/2014 tentang Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik indonesia Tahun 2014 Nomor 991); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 246/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1977) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.06/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 246/PMK.06/2014 tentang ‘Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 791); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 4/PMK.06/2015 tentang Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung Jawab Tertentu dari Pengelola Barang Kepada Pengguna Barang (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 20); Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 694) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 23 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1158); 9. Peraturan . 1 Menetapkan KESATU KEDUA. -3- 9. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1874) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 38 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 500); 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 757); 11, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 111/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1018); 12, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1817); 13. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 781/KMK.01/2019 tentang Pelimpahan Kewenangan Menteri Keuangan Dalam Bentuk Mandat Kepada Pejabat di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; MEMUTUSKAN : KEPUTUSAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL TENTANG PENUNJUKAN KUASA. PENGGUNA BARANG DAN PENDELEGASIAN KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB TERTENTU PENGGUNA BARANG KEPADA PEJABAT TERTENTU DAN/ATAU KUASA PENGGUNA BARANG DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL. ~ : Menunjuk Kepala Satuan Kerja menjadi Kuasa Pengguna Barang di Lingkungan Kementerian Agraria dan ‘Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, sebagai berikut: 1. Sekretaris Jenderal; 2. Inspektur Jenderal; 3. Para Direktur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; 4. Para Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional seluruh Indonesia; 5. Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (Ketua STPN); 6. Para Kepala Kantor Pertanahan seluruh Indonesia. : Mendelegasikan wewenang Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional selaku Pengguna Barang dalam rangka pelaksanaan pengelolaan Barang Milik Negara kepada Kuasa Pengguna Barang di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional bertindak untuk dan atas nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. KETIGA ... 1 KETIGA KEEMPAT KELIMA, KEENAM Tembusan : -4- : Rincian kewenangan dan tanggung jawab yang didelegasikan sebagaimana dimaksud pada Diktum KEDUA tercantum dalam Lampiran Keputusan ini Dalam melaksanakan tugasnya, Kuasa Pengguna _Barang sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU bertanggung jawab kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Pada saat Keputuan ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 35/KEP-5.42/IlI/2015 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Barang di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 202/KEP- 5.4/VIIl/2015 tentang Pelimpahan Wewenang Pengelolaan Barang Milik Negara pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Untuk dan Atas Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan/kesalahan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 2020 MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN:PERTANAHAN NASIONAL Le of 1. Menteri Keuangan Republik Indonesia, di Jakarta; 2. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, di Ji 3. Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Pertanahan Nasional, di Jakarta; # Para Direktur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, di Jakarta; non Para Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, di seluruh Indonesia; Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, di Yogyakarta; Para Kepala Kantor Pertanahan, di seluruh Indonesia. LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR _233/SK-100.KU.04.03/VII/2020 TENTANG PENUNJUKAN KUASA PENGGUNA BARANG DAN PENDELEGASIAN KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB TERTENTU PENGGUNA BARANG KEPADA PEJABAT TERTENTU DAN/ATAU —_KUASA PENGGUNA BARANG DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL PENDELEGASIAN KEWENANGAN DAN TANGGUNG JAWAB TERTENTU PENGGUNA BARANG KEPADA PEJABAT TERTENTU DAN/ATAU KUASA PENGGUNA BARANG DALAM PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL 1. Sekretaris Jenderal A. Menandatangeni surat permohonan persetujuan pengelolaan Barang Milik Negara kepada Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan; B. Menandatangani surat persetujuan pengelolaan Barang Milik Negara yang menjadi kewenangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN) selaku Pengguna Barang, untuk: 1. Penggunaan BMN menetapkan status penggunaan dan memberikan _persetujuan penggunaan sementara, terhadap BMN selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan, dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) 2. Pemindahtanganan - Persetujuan Penjualan Menerbitkan persetujuan penjualan BMN berupa : a. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan, dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; b. Bongkaran BMN karena perbaikan (renovasi, rehabilitasi, atau restorasil. - Hibah Keluar Menerbitkan persetujuan hibah untuk : a. BMN yang dari awal perolehan dimaksudkan untuk dihibahkan dalam rangka kegiatan pemerintahan, meliputi tetapi tidak terbatas pada: 1) BMN yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk dihibahkan, yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN; 2) BMN yang berasal dari Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 3) BMN yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak; 4) BMN -2- 4) BMN yang diperoleh sesuai ketentuan Peraturan Perundang- undangan. b. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan, dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; c. Bongkaran BMN karena perbaikan (renovasi, rehabilitasi, atau restorasi) 3. Pemusnahan dan Penghapusan Menerbitkan persetujuan atas permohonan pemusnahan dan penghapusan BMN, berupa: a. Persediaan; b. Aset Tetap Lainnya berupa hewan, ikan dan tanaman; ¢. Selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan, dengan nilai perolenan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; d. Bongkaran BMN karena perbaikan (renovasi, rehabilitasi, atau restorasi) C. Menandatangani Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang penetapan Status Penggunaan, Pelaksanaan Sewa Barang Milik Negara, dan Penghapusan Barang Milik Negara. Il. Kuasa Pengguna Barang A. Penggunaan BMN 1. Mengajukan permohonan persetujuan Penetapan Status Penggunaan BMN dan permohonan persetujuan Penggunaan Sementara BMN kepada Sekretaris Jenderal untuk BMN selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; 2. Mengajukan permohonan penetapan Status Penggunaan BMN kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PKNSI) untuk BMN berupa: a. Tanah dan/atau bangunan; b.Selain tanah dan/atau bangunan yang memiliki dokumen kepemilikan; c.Selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan per unit di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). B. Pemanfaatan BMN Atas persetujuan Menteri ATR/Kepala BPN yang secara fungsional dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal, Kuasa Pengguna Barang ‘erwenang mengajukan permohonan pemanfaatan dalam bentuk sewa, pinjam pakai atau kerja sama pemanfaatan kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PKNSI) serta menandatangani perjanjian sewa, pinjam pakai atau kerja sama pemanfaatan setelah mendapatkan persetujuan pelaksanaan dari Menteri ATR/Kepala BPN/Sekretaris Jenderal. C. Pemindahtanganan .. \ C. Pemindahtanganan 1. Penjualan a. Mengajukan permohonan persetujuan Penjualan BMN Ke Sekretaris Jenderal untuk BMN selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan dan bongkaran BMN dalam rangka renovasi rehabilitasi atau restorasi; b, Mengajukan permohonan penilaian, persetujuan Penjualan dan lelang BMN kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PKNSI) untuk BMN berupa: - Tanah dan/atau bangunan; - Selain tanah dan/atau bangunan yang memiliki dokumen kepemilikan; c. Selain tanah dan/atau bangunan, yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan per unit di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; 2. Hibah a, Mengajukan permohonan persetujuan memberikan Hibah BMN kepada Sekretaris Jenderal untuk BMN yang dari awal perolehan dimaksudkan untuk dihibahkan dalam = rangka __kegiatan pemerintahan; b. Atas persetujuan Menteri ATR/Kepala BPN yang secara fungsional dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal, Kuasa Pengguna Barang mengajukan permohonan persetujuan memberikan hibah kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PNKSI), dan menandatangani naskah hibah serta berita acara serah terima barang hibah untuk Hibah Tanah dan/atau Bangunan; c. Menerima hibah langsung berupa barang dan menandatangani dokumen hibahnya. 3. Tukar Menukar Atas persetujuan Menteri ATR/Kepala BPN yang secara fungsional dilaksanakan oleh Sekretaris Jenderal, Kuasa Pengguna Barang berwenang: a. Mengajukan izin prinsip; b. Mengajukan izin pelaksanaan tukar menukar; c. Menandatangani naskah perjanjian tukar menukar dan berita acara serah terima barang tukaran/pengganti. D. Pemusnahan dan Penghapusan 1. Pemusnahan a. Mengajukan permohonan persetujuan Pemusnahan BMN kepada Sekretaris Jenderal untuk BMN, berupa: 1) Persediaan; 2) Aset tetap lainnya berupa hewan, ikan dan tanaman; 3) Selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; 4) Bongkaran BMN berupa perbaikan (renovasi, rehabilitasi, atau restorasi) b. Mengajukan .. I b. Mengajukan permohonan persetujuan pemusnahan BMN kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PKNSI) untuk BMN berupa: 1) Tanah dan/atau bangunan; 2) Selain tanah dan/atau bangunan yang mempunyai dokumen kepemilikan; 3) Selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan harga perolehan di atas Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan. 2. Penghapusan a. Mengajukan permohonan persetujuan Penghapusan BMN kepada Sekretaris Jenderal untuk BMN, berupa: 1) Persediaan; 2) Aset tetap lainnya berupa hewan, ikan dan tanaman; 3) Selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan; b. Mengajukan permohonan persetujuan penghapusan BMN kepada Pengelola Barang (KPKNL, Kanwil DJKN dan Dit. PKNSI) untuk BMN berupa: 1) Tanah dan/atau bangunan; 2) Selain tanah dan/atau bangunan yang mempunyai dokumen kepemilikan; 3) Selain tanah dan/atau bangunan yang tidak mempunyai dokumen kepemilikan dengan harga perolehan di atas Rp100,000.000,00 (seratus juta rupiah) per unit/satuan. lil. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Melakukan koordinasi, pengawasan dan pembinaan pelaksanaan: A. Perencanaan BMN; B. Penggunaan BMN; C. Pemanfaatan BMN; D. Penatausahaan BMN; E. Pemindahtanganan BMN; F. Pemusnahan BMN; G. Penghapusan BMN; H.Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian BMN pada satuan kerja di lingkungan kerja Kantor Wilayah Bada Nasional Pertanahan MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHA NASIONAL