Anda di halaman 1dari 10

Organisme Di Dalam Gudang

4.1. Mikroorganisme

Organisme nirperusak (non perusak) adalah organisme mikro atau makro yang

secara langsung tidak menyerang atau merusak komoditas yang disimpan, terdiri

dari :

a) Penyelonong (intruder)

Penyelonong adalah organisme (umumnya mikroorganisme) yang ada di

komoditas atau berada dalam ruang penyimpanan dengan alasan yang

tidak jelas. Mungkin tertarik dengan cahaya atau kegelapan gudang,

tersesat atau ingin berteduh. Contoh jangkerik, cicak, walang sangit.

Organisme ini tidak merusak komoditas tetapi dapat mengotorinya

sehingga dapat dianggap pengganggu walaupun bukan perusak.

b) Predator dan parasit


Predator adalah binatang yang memangsa binatang lain dan dia tidak

menumpang hidup bersama mangsanya. Parasit adalah binatang atau

tumbuhan yang hidup numpang pada inang dan mengerogoti inangnya.

Predator dan parasit biasanya memangsa hama. Predator ukurannya lebih

besar sedangkan parasit berukuran kecil.

c) Scavenger

Scavenger adalah binatang yang menyikat atau memakan bangkai, sisa-

sisa makanan ataupun kotoran kegiatan binatang lain sehingga dapat juga

dikatakan pelahap kototan atau sisa makanan. Contohnya cerurut dan

semut.

d) Pemakan cendawan (fungusfeeder) dan mikroflora

Binatang pemakan cendawan seperti Ahasverus advena dan beberapa

jenis tungau hidup dari memakan spora maupun miselium cendawan yang
tumbuh pada komoditas ataupun yang tumbuh di dinding, lantai atau

wadah penyimpanan. Mikroflora atau tumbuhan berukuran mikro seperti

cendawan, khamir, dan bakteri bukan hanya penting peranannya sebagai

factor perusak atau sebagai makanan untuk binatang pemakan cendawan,

tetapi diduga berperan dalam pencernaan serangga.

4.2. Hama gudang

Hama atau pest adalah organisme yang mengganggu dan merugikan manusia.

Suatu jenis organisme baru disebut hama jika dapat menimbulkan kerugian

diatas ambang ekonomi yaitu kerusakan atau gangguan yang menimbulkan

kerugian ekonomi yang berarti. Kerusakan yang terjadi akibat hama gudang

adalah :

a) Kerusakan fisis-mekanis seperti lika, koyak, dan berlubang menyebabkan


cacat sehingga mutunya turun dan harganya rendah bahkan ditolak

b) Tercemar karena kotoran hasil kegiatan biologisnya seperti kotoran, kulit

terkelupas dan yangtidak terlihat seperti urine dan racun

c) Tercemar adanya bulu, bangkai, bagian atau bahkan organisme

bersangkutan

d) Secara tidak langsung kegiatan biologis organisme tersebut menaikkan

suhu dan kelembaban ruangan yang merangsan kerusakan lebih lanjut

serta mempercepat proses kerusakan fisiologis dan kimia lainnya

Organisme makro yang termasuk hama gudang adalah tikus, serangga, tungau,

rayap dan burung. Mikroorganisme yang tergolong hama gudang adalah

cendawan, khamir, dan bakteri perusak.

Jasad renik yang penting pada penyimpanan adalah cendawan, khamir dan

bakteri. Cendawan umumnya menyerang komoditas relative agak kering, khamir


menyerang komoditas agak basah sampai basah sedangkan bakteri menyerang

komoditas segar yang berkadar air tinggi. Berdasarkan kondisi suhu ada 3

golongan jasad renik yaitu:

a) Psikrofil (-5 sampai 20OC)

b) Mesofil (10-45OC)

c) Termofil (25-80OC)

Jenis jasad renik gudang yang menyerang pada komoditas segar atau baru

masuk dari lapangan adalah fusarium sp, Alternaria sp, Cladosporium sp,

Helminthosporium. Khamir dan penicillium spp sering menyerang bijian yang

masih berada di lapangan dan kondisi basah atau lembab. Sedangkan

cendawan gudang sering menyerang komoditas kering seperti biji-bijian.

Umumnya dari genus Aspergillus dan penicillium.

Cara praktis mencegah atau mengurangi serangan jasad renik :


a) Membuat komoditas cukup kering sehingga Aw nya lebih rendah daripada

Aw yang diperlukan bagi pertumbuhan jasad renik

b) Membuat komoditas tidak dapat ditumbuhi jasad renik karena

mengandung bahan kimia anti jasad renik

c) Membuat kondisi udara sekeliling yang dapat menghambat pertumbuhan

jasad renik

d) Sterilisasi pada komoditas lalu diikuti dengan kepasan hermetic (kedap

udara)

4.3. TIKUS

Tikus merupakan hewan yang cepat berkembangbiak dan merupakan hama

utama yang menyebabkan kehilangan sangat besar baik dari segi kualitas maupun

kuantitas bahan pangan.Tikus dapat membawa pathogen berbahaya seperti


Salmonella typhii kuman penyebab penyakit tipus. Kuman berkembang karena

adanya kotoran, komoditas busuk akibat serangannya, sampah dari sarangnya serta

bekas makanan yang secara keseluruhan mengotori komoditas yang disimpan.

Kerusakan/kehilangan yang ditimbulkan tikus yaitu :

a) Kehilangan kuantitas

b) Kerusakan wadah dan bangunan

c) Pengotoran komoditas

d) Pembawa dan penyebar kuman penyakit

4.4. SERANGGA GUDANG

Serangga adalah binatang berkaki enam sehingga disebut heksapoda dan

tubuh terdiri dari 3 bagian: kepala, dada dan perut, memiliki sungut atau antenna

sebagai alat penghirup.

Serangga memili 2 ordo yaitu golongan kumbang (Coleoptera) dan golongan


ngengat atau pijer (Lepidoptera). Hama dapat digolongkan sebagai berikut:

a) Hama primer dapat menyerang komoditas yang masih utuh dalam arti

masih berkulit (keras) misalnya Rhizopertha, Sitophilus.

b) Hama sekunder hanya menyerang komoditas yang lunak, telah terkupas

atau telah terserang hama primer. Komoditas yang diserang misalnya

beras, tepung, gaplek misalanya tribolium, sp.

c) Hama utama (major pest) tergolong paling merusak dan umum dijumpai

pada suatu komoditas tertentu, misalnya sitophilus, sp. dan Tribolium sp.

(serealia) Calossobrochus spp (kacang-kacangan), Lasioderma sp

(tembakau)

d) Hama minor tidak terlalu penting karena jarang menyerang komoditas

tersebut dan kalau menyerang biasanya hanya menimbulkan kerusakan

yang relative kecil.


e) Hama pemakan dalam sebagian besar hidupnya berada didalam komoditas

terutama fase larva dan kepompong misalnya Sitophilus sp. dan rhizopertha

sp.

f) Hama pemakan luar mempunyai kebiasaan makan dipermukaan komoditas

contoh Tribolium, Corcyra, Cryptoleste spp.

Tabel 5. 1. Contoh komoditas dan jenis hama penggagu

Komoditas Jenis Hama

Serealia dan Karbohidrat tinggi Sitophilus, rhizopertha, tribolium,

stegobium, ephestia

Kacang-kacangan Callosobruchus chinensis

Kopi sejenisnya Araecerus fasciculatus

Kulit sejenisnya Dermestes spp


Tembakau Lasioderma spp

Kopra Necrobia rufipes

Kacang tanah Caryedon serratus