Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI TEKNIK

ISOLASI BAKTERI DENGAN METODE SPREAD PLATE, POUR PLATE


DAN STREAK PLATE

Nama :

ANNISA NURUL FADILAH (114 182 0009)

Nama Anggota Kelompok :

Anisatul Mascalina ( 114 182 0007 )

Ismail Ardha Wijaya ( 114 182 0022 )

Arif Rahman Yusup Putra ( 114 182 0010 )

Mita Solekhah ( 114 182 0026 )

KELOMPOK 2

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

TEKNIK KIMIA 2020


I. Tujuan

1. Dapat mengetahui dan mempelajari isolasi suatu biakkan campuran menjadi biakkan
murni.

2. Mengetahui prinsip kerja isolasi bakteri dengan berbagai metode.

II. Dasar Teori

Isolasi merupakan proses untuk memisahkan jenis jenis mikroba tertentu dari
kumpulan mikroba lainnya, sehingga diperoleh biakan yang benar-benar murni. Proses
isolasi dilakukan pembuatan isolat tunggal dari isolat campuran. Isolat tunggal atau biakan
murni merupakan biakan yang asalnya dari pembelahan satu sel (tunggal). Isolasi mikroba
memiliki beberapa cara yaitu goresan (streak plate), tuang (pour plate), sebar (spread plate),
pengenceran (dilution plate), agar miring, agar tegak, dan micromanipulator.

Dalam praktikum kali ini akan dipelajari 3 cara isolasi suatu biakkan murni dari biakkan
campuran, yaitu :

1. Teknik penggoresan agar (streak plate)

2. Teknik agar tuang (pour plate)

3. Teknik sebar (spread plate)

Dalam setiap metode isolasi tersebut, dilakukan pengenceran untuk konsentrasi


biakkannya, sehingga nantinya akan diperoleh koloni yang mengandung satu macam bakteri.

1. Teknik penggoresan

Metode penggoresan ini paling sering digunakan karena lebih menguntungkan jika
ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu.

Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum


digoreskan di permukaan media agar nutrien dalam cawan petri dengan jarum pindah (lup
inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah
sehingga dapat tumbuh menjadi koloni (Volk, 1993).
Cara penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila
dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya terkadang
berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaitu untuk membuat
goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan. Ada beberapa teknik
dalam metode goresan yaitu goresan T, goresan radian, goresan quadran dan goresan
langsung (zig-zag).

2. Teknik tuang

Cara taburan/tuang (pour plate),metode cawan tuang merupakan teknik lain yang
dapat digunakan untuk mendapatkan koloni murni mikroorganisme (Volk, 1993).

Kelemahan metode ini adalah membutuhkan waktu dan bahan yang lama dan
banyak, akan tetapi tidak memerlukan keterampilan tinggi. Biakan campuran diencerkan
dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan.

3. Teknik Sebar

Cara sebar (spread plate), adalah suatu teknik di dalam menumbuhkan


mikroorganisme di dalam media agar dengan cara menuangkan stok kultur bakteri atau
menghapuskannya di atas media agar yang telah memadat, sedangkan pour plate kultur
dicampurkan ketika media masih cair (belom memadat). Kelebihan teknik ini adalah
mikroorganisme yang tumbuh dapat tersebar merata pada bagian permukaan agar. (Volk,
1993).

III. Alat dan Bahan

Alat: Bahan:
1. Batang L 1. Bakteri E.coli
2. Pipet ukur steril 2. Bakteri Bacillus substilis
3. Tabung reaksi 3. Aquadest
4. Ose 4. Media NA
5. Korek api 5. Alkohol 70%
6. Cawan petri steril
7. Pembakar spirtus
IV. Cara Kerja

1. Pembuatan suspensi bakteri


Ose yang sudah
Meja dan area Ose dipijarkan Diambil satu terdapat biakkan,
kerja dan mata ose dicelupkan ke
disterilkan didinginkan biakkan E.coli dalam tabung reaksi
dengan alkohol dengan pada agar berisi aquades steril
70% alkohol miring ±10 ml

Diambil satu Dimasukkan


Ose dipijarkan kedalam tabung
mata ose
kembali dan reaksi yang
biakkan
didinginkan sama, lalu
B.substilis pada
dengan alkohol dihomogenkan.
agar miring

2. Isolasi Streak Plate

Meja dan area Dituangkan media Ose dipijarkan Diinkubasi


kerja NA (Nutrien Agar) dan pada ± 300C
disterilkan pada cawan petri, didinginkan selama ± 2
dengan ditunggu hingga dengan hari
alkohol 70% mengeras alkohol

3. Isolasi Pour Plate

Meja dan area Dipipet 1 ml Dituangkan media


kerja suspensi NA (Nutrien Agar)
disterilkan campuran pada cawan petri,
dengan dengan pipet diaduk perlahan
ukur ke dalam membentuk angka 8
alkohol 70%
cawan petri steril

Diinkubasi
pada ± 300C
selama ± 2
hari
4. Isolasi Spread Plate

Meja dan area Dituangkan media Dipipet 0.2 ml suspensi


kerja NA (Nutrien campuran dengan pipet
disterilkan Agar) pada cawan ukur kedalam media
dengan petri, ditunggu NA yang sudah
alkohol 70% hingga mengeras mengeras

Suspensi diatas
media agar Diinkubasi pada
diratakan dengan suhu 300C selama 2
batang pengaduk L hari.
steril.

V. Data Pengamatan

Gambar Keterangan

Warna koloni : krem

Konsistensi : tumbuh disekitar


streak/goresan.
Warna koloni : krem

Konsistensi : tumbuh pada


permukaan media, bawah media
dan tengah media.
Warna koloni : krem

Konsistensi : tumbuh pada


permukaan media
VI. Pembahasan

Isolasi mikroba adalah merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan


mikroba tertentu dari lingkungan sehingga mendapatkan kultur murni atau biakan murni.
Untuk itu diperlukan lingkungan dan media yang berisi zat hara untuk pertumbuhan sel,
sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme, dan pergerakan yang sesuai dengan
mikroorganisme. Media biakan yang umum digunakan untuk menumbuhkan mikroba
dalam bentuk padat, semi padat, dan cair. Dalam praktikum kali ini digunakan media
padat yaitu agar. Agar digunakan sebagai media karena tidak dapat diuraikan oleh
mikroba. Media yang digunakan dalam praktikum ini adalah Nutrient Agar. Hal ini
penting harus diperhatikan dalam melakukan penanaman bakteri, yaitu lingkungan harus
berada pada kondisi steril atau aseptik. Hal ini dilakukan agar media tidak terkontaminasi
oleh mikroorganisme lain dan dapat tumbuh dengan baik, sehingga diperoleh biakan
murni. Oleh karena itu, sebelum peralatan untuk inokulasi dipergunakan, terlebih dahulu
harus disterilisasi sesuai dengan bahan alat-alat yang digunakan.

Praktikum isolasi bakteri dari suatu campuran ini adalah untuk mempelajari jenis
dan sifat mikroorganisme. Ada 3 metode yang digunakan dalam praktikum, yakni : teknik
penggoresan (streak plate), teknik agar tuang (pour plate), dan teknik agar sebar (spread
plate). isolasi bakteri dengan metode penggoresan/streak plate dilakukan untuk
mengurangi terjadinya kontaminasi pada media yang akan digunakan untuk pengisolasian
bakteri, dimana penggoresan dilakukan dengan jarum ose yang disterilkan dengan api
spirtus, kemudian bakteri diambil setelah jarum ose didinginkan sejenak. Suhu yang
terlalu tinggi dapat menyebabkan bakteri mati. Sepertinya ini terjadi pada percobaan
cawan kedua dan ketiga. Karena dari hasil pengamatan bakteri negatif (bakteri tidak
nampak timbul/bentuk datar). untuk metode ini dibutuhkan keahlian. Proses penggoresan
juga menjadi poin keritis dalam pengisolasian bakteri untuk mendapatkan biakkan murni
bakteri yang diinginkan. Hal ini oerlu diperhatikan dalam proses penggoresan, yaiitu
cawan yang selalu dekat dengan spirtus agar tidak terkontaminasi, jarum ose didinginkan
sejenak agar tidak merusak atau membunuh bakteri.

Pada metode streak plate isolasi dilakukan pada biakkan suspensi campuran
Escherichia coli dan Bacillus substilis. Media Nutrient agar didinginkan sampai suhu ±
400C, dituangkan ke dalam cawan petri steril dan ditunggu hingga memadat. Setelah
media padat, diambil 1 mata ose suspensi bakteri campuran, kemudian goreskan pada
permukaan. Selama proses penggoresan, tutup cawan dibuka secukupnya. Perlu
diperhatikan teknik penggoresan yang baik dan benar, yaitu dimula dari ujung. Tipe
goresan yang digunakan dalam praktikum ini adalaha goresan sinambung. Namun karena
teknik kerja yang kurang sempurna, menyebabkan tidak adanya koloni terpisah yang
membuat hasil menjadi bias dan perbedaan warna dapat disimpulkan bahwa goresan
konsisten adalah Escherichia coli yaitu berwarna dominan krem.

Pada metode agar tuang/pour plate terdiri dari penginokulasian biakkan murni.
Dalam hal ini digunakan suspensi campuran Escherichia coli dan Bacillus substilis.
Setelah diinkubasi akan terlihat koloni tumbuh pada agar tersebut. Inkubasi dilakukan
dengan kondisi cawan terbalik untuk mencegah air kondensasi atau jatuh diatas
permukaan, sehingga dapat terjadi penyebaran koloni. Tujuannya adalah memisahkan
sel-sel bakteri satu sama lain, sehingga terbentuk menjadi koloni-koloni yang terpisah
dalam medium yang padat. Kemudian dapat diambil sel-sel dari satu koloni untuk
mendapatkan biakan murni. Pada percobaan isolasi bakteri dengan menggunakan media
NA ini didapatkan bentuk koloni menyebar tidak teratur dibawah, diatas dan ditengah
media dimana terlihat sekali hasil pertumbuhan bakteri yang berbentuk koloni menyebar.
Dan konsisten berwarna krem yaitu Escherichia coli.

Pada metode spread plate atau metode sebar dengan menyebarkan suspensi
bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Media yang digunakan terlebih dulu
dipadatkan pada cawan petri dan baru sampel dituangkan kedalam cawan yang telah
berisi media padat kemudian diratakan dengan menggunakan batang Latau dengan
memutar angka 8. Sampel yang digunakan dalam media NA ini berupa suspensi
campuran Bacillus subtilis dan Escherichia coli yang dituang sebanyak 0.2 ml pada
cawan. Alasan dituang sebanyak 0.2 ml karena pada teknik spread palate hanya
ditunjukan untuk menumbuhkan bakteri di permukaannya saja. Pada waktu inokulasi
pipet volume yang digunakan untuk memindahkan mikroba harus dilewatkan diatas api
segera sebelum dan sesudah melakukan pemindahan. Pemanasan ini menghancurkan
semua bentuk kehidupan yang ada pada permukaan pipet volume atau alat pemindahan,
setelah di inokulasi biakan bakteri disimpan dan diinkubasi dalam lingkungan yang
sesuai untuk pertumbuhan dengan suhu 370C. Pada percobaan isolasi bakteri dengan
menggunakan media NA ini didapatkan bentuk koloni yang tumbuh di permukaan media,
yakni konsisten berwarna krem yaitu adalah Escherichia coli.

VII. Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:


1. Isolasi merupakan teknik memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari
lingkungan, sehingga didapatkan kultur murni atau biakkan murni.
2. Isolasi dapat dilakukan dengan metode penggoresan agar (streak plate), agar tuang (pour
plate) dan agar sebar (spread plate).
3. Pada teknik streak plate didapatkan koloni yang kurang terpisah, namun sesuai dengan
arah goresan, dimana goresan awal akan menumbuhkan koloni yang lebih banyak.
4. Pada teknik pour plate didapat koloni yang menyebar di permukaan , bawah dan tengah
media.
5. Sedangkan untuk spread plate didapat koloni yang menyebar data pada permukaan media
agar.
Dari semua metode yang dilakukan, berdasarkan data hasil pengamatan koloni
Escherichia coli yang terlihat jelas dengan warna kremnya

VIII. Daftar Pustaka

Thayib, Soeminarti dkk. 1997. PetunjukPraktikum Mikrobiologi Umum. Serpong :


Fakultas Teknologi Pertanian Institut Teknologi Indonesia
https://dokumen.tips/documents/isolasi-bakteri-561aaca253d46.html

Anda mungkin juga menyukai