Anda di halaman 1dari 7

Tugas Personal ke-2

Week 7, Sesi 11

1. Apa saja 7 faktor lain yang mempengaruhi keputusan lokasi disamping globalisasi?
(bobot 30%)

2. Jelaskan 4 tahapan dalam proses seleksi pemasok! (bobot 40%)

3. Apa itu model SCOR, dan apa tujuannya? (bobot 30%)

MGMT6159 - Operational Management-R2


JAWAB
1. Disamping globalisasi, sejumlah faktor lain juga memengaruhi keputusan lokasi. Faktor-
fakter tersebut antara lain sebagai berikut:

i) Produktivitas Tenaga Kerja

Saat memutuskan sebuah lokasi,manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah


yang rendah pada suatu daerah. Dengan tingkat pendidikan yang rendah atau
kebiasaan kerja yang buruk, pekerja yang tidak terlatih mungkin bukan merupakan
hal yang baik bagi perusahaan walaupun upahnya rendah. Demikian pula pekerja
yang tidak dapat atau tidak konsisten dalam bekerja tidak memberikan kebaikan bagi
organisasi walaupun upahnya rendah.

ii) Resiko Nilai Tukar dan Mata Uang

Nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang telah
dilakukan, walaupun tingkat upah buruh dan produktivitas dapat membuat sebuah
negara terlihat ekonomis. Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari
nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor
produknya ke negara asing. Walaupun demikian, nilai mata uang asing hampir di
semua negara terus berfluktuasi.

iii) Biaya-biaya

Biaya lokasi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu biaya nyata dan biaya tidak
nyata. Biaya nyata adalah biaya-biaya yang dapat di identifikasi langsung dan
dihitung cepat. Biaya nyata meliputi biaya layanan umum,tenaga kerja, bahan baku,
pajak, penyusutan, serta biaya lain yang dapat biaya lain yang dapat di identifikasi
oleh departemen akuntansi dan pihak manajemen. Sedangkan Biaya tidak nyata
adalah biaya yang meliputi pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat
terhadap industri dan perusahaan , serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak

MGMT6159 - Operational Management-R2


nyata juga meliputi variabel kualitas hidup seperti iklim dan kelompok olahraga
yang dapat mempengaruhi proses rekrutmen pekerja.

iv) Resiko Politik Nilai dan Budaya

Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah


nasional, negara bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual,
penetapan zona, polusi, serta stabilitas ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat
keputusan lokasi dibuat mungkin tidak berlangsung lama. Walaupun demikian pihak
manajemen mungkin mendapati sikap ini dapat dipengaruhi oleh pola kepemimpinan
mereka sendiri. Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara dengan negara lain,
daerah dengan daerah lain. Dilain pihak sikap ini dapat mempengaruhi keputusan
perusahaan apakah akan memberikan penawaran pada pekerja yang ada sekarang
jika perusahaan pindah kelokasi baru. Satu dari tantangan terbesar keputusan operasi
global adalah berkompromi dengan budaya negara lain. Perbedaan budaya bekerja
dan pemasok dalam hal ketetapan waktu membuat perbedaan besar dalam jadwal
produksi dan pengiriman.

v) Kedekatan pada pasar

Bagi sejumlah perusahaan, berada di lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah
sangat penting. Organisasi jasa banyak berpendapat bahwa kedekatan dengan pasar
merupakan faktor lokasi utama, contohnya restoran, salon, toko obat, dll. Perusahaan
manufaktur juga sependapat dengan pernyataan diatas apabila terjadi pengiriman
barang yang mahal yang sulit akan berbalik menjadi lebih murah dan mudah apabila
berdekatan dengan pelanggan.

vi) Kedekatan pada pemasok

Perusahaan menempatkan diri dekat dengan barang mentah dan pemasok karena (1)
barang –barang yang mudah busuk, (2) biaya transportasi, (3) jumlah produk yang
sangat banyak. Para penghasil roti, susu, sayur-sayuran dan makanan laut beku
berhubungan dengan barang mentah yang mudah busuk sehingga mereka kerap
berlokasi dekat pemasok. Perusahaan yang bergantung pada input yang berupa bahan

MGMT6159 - Operational Management-R2


mentah yang berat atau yang berjumlah sama (seperti produsen baja yang
menggunakan batu bara dan biji besi) harus membayar biaya transportasi yang sangat
mahal sehingga biaya transportasi menjadi faktor utama.

vii) Kedekatan pada pesaing

Mungkin terasa jika perusahaan-perusahaan juga senang berdekatan dengan para


pesaingnya. Kecenderungan yang disebut pengelompokan atau clustering yang sering
terjadi apabila sumber daya utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini
meliputi sumber daya alam, informasi, modal proyek, dan bakat.

2) 4 Tahapan proses seleksi pemasok (supplier):

a) Evaluasi Pemasok

Tahap pertama dari pemilihan pemasok, evaluasi pemasok, mencakup pencarian pemasok
potensial dan menentukan kecenderungan mereka untuk menjadi pemasok yang baik.
Jika pemasok yang baik tidak dipilih, semua upaya rantai pasokan lainnya akan gagal.
Salah satu kriteria yang dapat dipertimbangkan adalah dengan memilih pemasok yang
bersertifikasi. sertifikasi kualitas internasional seperti ISO 9000 dan ISO 14000 didesain
untuk memberikan verifikasi ekternal bahwa sebuah perusahaan mengikuti manajemen
kualitas dan standar manajemen lingkungan yang baik.

b) Pengembangan Pemasok

Tahap kedua dari pemilihan pemasok adalah pengembangan pemasok. Dengan


mengasumsikan bahwa perusahaan ingin bekerja sama dengan pemasok tertentu,
bagaimana perusahaan akan mengintregasikan pemasok ini kedalam sistemnya. Pembeli
memastikan bahwa pemasok memiliki apresiasi persyaratan kualitas, spesifikasi produk,
jadwal dan pengiriman serta kebijakan pembelian.

MGMT6159 - Operational Management-R2


c) Negosiasi

Meskipun harga yang dibayar konsumen sering kali tidak fleksibel (tertera di label harga,
tertulis di katalog, dan lain-lain), harga final dalam jumlah yang signifikan akan
dibayarkan dalam transaksi bisnis dapat dinegosiasikan.

d) Kontrak

Partner rantai pasokan sering kali membangun kontrak untuk menjabarkan persyaratan
kerja sama. Kontrak di desain untuk berbagi resiko, berbagi manfaat, dan menciptakan
struktur insentif untuk mendorong anggota rantai pasokan untuk menggunakan kebijakan
yang optimal bagi keseluruhan rantai. Idenya adalah untuk membuat pai total (atau laba
rantai pasokan) yang lebih besar dan kemudian membagi-bagi pai yang lebih besar ini
kepada seluruh partisipan.

3) Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) adalah sebuah bahasa rantai suplai, yang
dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk merancang, mendeskripsikan,
mengonfigurasi dan mengonfigurasi ulang berbagai jenis aktivitas komersial bisnis. Tujuan
dari SCOR adalah untuk menyediakan suatu metode penelitian mandiri dan perbandingan
aktivitas-aktivitas dan kinerja rantai suplai sebagai suatu standar manajemen rantai suplai
lintas-industri. Model ini menyajikan kerangka proses bisnis, indikator kinerja, praktik-
praktik terbaik (best practice) serta teknologi yang unik untuk mendukung komunikasi dan
kolaborasi antarmitra rantai suplai, sehingga dapat meningkatkan efektivitas manajemen

MGMT6159 - Operational Management-R2


rantai suplai dan efektivitas penyempurnaan rantai suplai.

Langkah-langkah performance inprovement dalam SCOR:

a) Membangun model kerja

Pada tahap ini model dari kinerja dibuat. Model kinerja ini terdiri dari tiga aspek yakni
(1) desain dari pengukuran kinerja, didalamnya terdapat sebuah pengukuran terstruktur
yang seimbang, definisi dari ukuran dan perhitungan pengukuran serta metode
pengumpulan data (2) Measure dependencies memetakan hubungan anatra ukuran-ukuran
kinerja yang merupakan dasar dari analisa selanjutnya.

b) Mengukur kinerja supply chain

Proses pengukuran kinerja didalamnya terdiri dari perhitungan ukuran dan evaluasi
kinerja. Ukuran-ukuran dapat dihitung berdasarkan definisi – definisi proses dan data
sebenarnya yang diambil dari supply chain. Evaluasi kinerja adalah sebuah proses
pemberian bobot pada berbagai macam ukuran kinerja untuk mempresentasikan tingkat
kepentingan dari setiap dimensi yang diukur.
MGMT6159 - Operational Management-R2
c) Analisa kinerja

Pada tahap ini akan menghasilkan beberapa metode analisis kinerja untuk pengambilan
keputusan dan perbaikan yakni gap analysis, prioritas ukuran dan analisis sebab akibat.

d) Improvement

Berdasarkan pengukuran dan analisis kinerja, improvement disini dapat dibagi menjadi
dua subdivisi utama. Pertama, dengan menganalisa tingkat kepentingan dan hubungan
antara ukuran-ukuran kinerja.  Kedua dengan gap analysis dan process reengineering,
dapat meningkatkan  kinerja dari supply chain yang sesungguhnya.

MGMT6159 - Operational Management-R2