Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kelompok ke-1

Week 3
Sumber: Lawrence J. Gitman, Chad J. Zutter (2012) Principles of Managerial Finance. Pearson.
Global Edition. 13th Edition.

Essay:
1. Apakah tujuan dari Perusahaan?
Tujuan perusahaan yaitu untuk memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham. Aturan
pengambilan keputusan bagi manajer: hanya mengambil tindakan yang diharapkan dapat
meningkatkan harga saham.

2. Sebutkan masing-masing minimal 3 rasio berdasarkan jenis-jenis rasio berikut:


a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas digunakan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan perusahaan
untuk membayar kembali kewajiban jangka pendek dengan menggunakan asset lancar
(kas, persediaan, piutang). Semakin tinggi rasio lancar, semakin mampu perusahaan dalam
membayar kewajibannya. Jika dibawah 1 menunjukkan bahwa perusahaan tidak akan
mampu untuk melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
1) Current ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban
jangka pendeknya, dimana diketahui sampai sejauh mana jumlah aktiva lancar
perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya.
Current ratio = (Current asset : current liabilities)
2) Quick ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahan dalam membayar kewajiban finansial
jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih likuid.
Quick ratio = (current asset – inventory : current liabilities ) x 100%
3) Cash ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial
jangka pendek menggunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga.
Cash ratio = (Kas + setara kas atau surat berharga : hutang lancar) x 100%
b. Rasio Profitabilitas
Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada sisi
penjualan, asset dan modal saham tertentu.
1) Margin laba kotor (Gross Profit Margin)  rasio untuk menghitung sejauh mana
kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor pada tingkat penjualan tertentu.
GPM = laba kotor : penjualan
2) Margin laba bersih (Net Profit Margin)  rasio untuk menghitung sejauh mana
kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.
Profit margin = laba setelah pajak : penjualan
3) Return on asset (ROA)  rasio untuk menghitung sejauh mana kemampuan
perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset yang dimiliki
perusahaan.
ROA = laba bersih : total asset x 100%

FINC6046 - Financial Management


4) Return on equity (ROE)  rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk
menghasilkan pendapatan bersih. ROE menunjukkan seberapa berhasil perusahaan
mengelola modalnya, sehingga tingkat keuntungan diukur dari investasi pemilik modal.
ROE = laba bersih : jumlah equity x 100%
5) Earning per share (EPS)  rasio yang menilai tingkat kemampuan per lembar saham
dalam menghasilkan laba untuk perusahaan. Manajemen perusahaan, pemegang saham
biasa dan calon pemegang saham sangat memperhatikan EPS karena menjadi indicator
keberhasilan perusahaan.
EPS = laba bersih setelah pajak – dividen saham preferen : jumlah saham biasa yang
beredar
6) Return on investment  rasio yang dihitung dari laba bersih setelah dikurangi pajak
terhadap total aktiva. ROI berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan secara
keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah aktiva secara
keseluruhan yang tersedia pada perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin
baik kondisi perusahaan.
ROI = ((laba atas investasi – investasi awal) : investasi) x 100%
c. Rasio Aktivitas
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya
yang dimilikinya.
1) Total asset turn over  rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap
penjualan.
Total asset turn over = penjualan : total aktiva x 100%
2) Working capital turn over  rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja
bersih (aktiva lancar – hutang lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus
kas dari perusahaan.
Working capital turn over = penjualan : aktiva tetap x 100%
3) Inventory turnover  rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran
persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.
Inventory turnover = penjualan : persediaan x 100%
4) Average collection period  rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang
dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
Average collection period = piutang x 365 : penjualan x 100%
5) Receivable turn over  rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan
membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.
Receivable turn over = penjualan : piutang rata-rata x 100%

3. Jelaskan kegunaan dari formula time value of money dan perbedaan antara single amount dan
anuitas?
Kegunaan time value of money atau nilai uang atas waktu banyak digunakan dalam
manajemen keuangan perusahaan dan konsep perencanaan keuangan. Tujuannya untuk
menghitung nilai majemuk yang akan diterima pada periode n atas nilai yang dimiliki
sekarang dengan menggunakan tingkat suku bunga tertentu sebagai tolok ukur penilaian.
Single amount digunakan untuk menghitung nilai yang akan datang yang nilainya hanya satu
(tidak kontinu).

Perbedaan single amount dan anuitas

FINC6046 - Financial Management


Single amount Anuitas
Untuk cashflow yang lumpsum Cashflow yang jumlahnya tetap

4. Misalkan hasil perhitungan future value atas sebuah investasi lebih kecil dari hasil deposito,
apakah investasi tersebut diambil atau tidak? Jelaskan!
Future value atau nilai masa depan adalah nilai di masa mendatang dari jumlah uang yang
ditempatkan pada saat ini pada tingkat bunga tertentu. Jika hasil investasi lebih kecil dari
deposito maka investasi tersebut tidak diambil. Karena hasil deposito tersebut memberikan
manfaat lebih.

Kasus:
1. Andi baru saja memenangkan undian berhadiah sebesar 5 juta rupiah. Dia diberikan 2 opsi
dalam penerimaan hadiahnya, yang pertama menerima 2,6 juta sekarang, atau pilihan kedua
menerima sebesar 200 ribu setiap akhir tahun selama 25 tahun kedepan. Jika Andi
mempunyai kesempatan investasi dengan bunga sebesar 7% setiap tahun dengan inflasi 5%
setahun, maka pilihan mana yang terbaik buat Andi?
Menurut saya pilihan terbaik untuk Andi adalah pilihan pertama yaitu dengan mendapatkan uang
sekarang. Kenapa? Nilai yang didapatkan lebih besar yang pertama. Dalam opsi pertama
mendapatkan 2,6 juta kemudian di investasi sesuai pilihan kedua yaitu 25 tahun.
FV = P (1+i)n
= 2.600.000 (1+0,07)25
= 2600000 (5,427)
= 14.111.324,86

Dengan adanya inflasi


FV = 2.600.000 x (1+(-0,05+0,07)))^25
= 2.600.000 x (1+(0,02)^25
= 4.265.575,59
Jadi jika Andi memilih opsi pertama yang mendapatkan 2,6 juta kemudian di investasikan
selama 25 tahun dengan bunga per tahun 7% maka di tahun ke 25 Andi mendapatkan
14.111.324,86 dan dengan adanya inflasi 4.265.575.

Perhitungan dari opsi kedua


FVA = ((1 +0,07)25-1): 0,07 X 200000
= (4:0,07) X 200.000 (1,07)
= 13.535.294

PV = 5.000.000 X (1/(1+0,07)^25)
= 5.000.000 X (0,184)
= 921.245,8
Jadi nilai uang Andi Rp 5.000.000 yang akan diterima 25 mendatang lagi pada tingkat bunga 7%
pada saat sekarang adalah sebesar Rp 921.245.

2. PT ABC mempunyai susunan neraca sebagai berikut:


Aktiva Pasiva dan Ekuitas

FINC6046 - Financial Management


Kas 1,300,000 Utang Dagang 2,425,000
Surat Berharga 4,375,000 Utang Wesel 2,750,000
Piutang Dagang 6,250,000 Utang Bank 3,375,000
Persediaan 8,875,000 Utang Jangka Panjang 18,000,000
Aktiva Tetap 40,250,000
Akum Penyusutan 10,000,000 Modal Saham 15,000,000
Aktiva Tetap Bersih 30,250,000 Laba Ditahan 9,500,000

Hitunglah current ratio, cash ratio, quick ratio, debt to asset dan debt to equity serta jelaskan
bagaimana kondisi Perusahaan tersebut.

Aktiva Pasiva dan Ekuitas


Kas 1,300,000 Utang Dagang 2,425,000
Surat Berharga 4,375,000 Utang Wesel 2,750,000
Piutang Dagang 6,250,000 Utang Bank 3,375,000
Persediaan 8,875,000 Total utang lancar 8.550.000
Total asset lancar 20.800.000 Utang Jangka Panjang 18,000,000
Aktiva Tetap 40,250,000 Total utang 26.550.000
Akum Penyusutan 10,000,000 Modal Saham 15,000,000
Aktiva Tetap Bersih 30,250,000 Laba Ditahan 9,500,000
Total asset 51.050.000 Total 51.050.000

a. Current ratio  atau rasio lancar adalah perbandingan antara asset lancar dengan utang
lancar
Current ratio = asset lancar : utang lancar
= 20.800.000 : 8.550.000
= 2,432
Jadi asset lancar perusahaan besarnya 2,4 kali lipat dari utang lancar, sehingga perusahaan
dengan menggunakan asset lancar dapat membayar seluruh utang lancar.

b. Cash ratio  rasio yang paling konservatif untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam melunasi kewajiban lancarnya karena hanya memperhitungkan kas atau setara kas
Cash ratio = cash + sekuritas : utang lancar
= (1300.000+ 4375.000) : 8.550.000
= 5675000 : 8550000
= 0,663 kali
Artinya jika hanya mengandalkan kas dan marketable sekuritas, perusahaan hanya dapat
melunasi 66% utang lancar

c. Quick ratio  ukuran untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar utang jangka
pendek dengan menggunakan asset lancar dan tanpa mengikutsertakan persediaan.
Quick ratio = (cash + marketable securities + account receivable) : current liabilities
= (1300000 + 4375000 + 6250000) : 8550000
= 11925000 : 8550000
= 1,394 kali

FINC6046 - Financial Management


Artinya asset lancar perusahaan tanpa persediaan besarnya 1,4 kali lipat dari utang lancar
sehingga perusahaan dengan menggunakan asset lancar (diluar persediaan) dapat
membayar seluruh utang lancar.

d. Debt to asset  untuk mengukur jumlah asset yang dibiayai oleh hutang
Debt to asset = total hutang : total asset x100%
= 26.550.000 : 51.050.000 x 100%
= 0,52 atau 52
Artinya berdasarkan neraca keuangan perusahaan, 52% asset ysng dimilikinys dibiayai
oleh hutang, baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang. 48% asset lainnya
dibiayai oleh modal.
e. Debt to equity = total liabilities : total ekuitas x 100%
= 26.550.000 : 24.500.000 x 100%
= 1,083 kali atau 108,3 %

DER dengan angka diatas 1,00 mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki hutang yang
lebih besar dari ekuitas yang dimilikinya. Meningkatnya beban kewajiban terhadap pihak luar
menunjukkan bahwa sumber modal perusahaan sangat tergantung dari pihak luar. Apabila
perusahaan tidak dapat mengelola hutangnya dengan baik dan optimal akan berdampak buruk
terhadap kondisi kesehatan keuangan perusahaan. Dari neraca tersebut menunjukkan bahwa
hutang jangka panjang lebih besar daripada hutang jangka pendek, kondisi tersebut kurang
sehat. Hutang jangka panjang biasanya diperoleh dari pinjaman bank atau penerbitan surat
berharga. Perusahaan akan terus menanggung kewajiban pembayaran pokok dan bunga
pinjaman sampai hutangnya luas. Kondisi tersebut akan menekan laba perusahaan dan akan
menganggu likuiditas dimasa mendatang.

Sumber:
LN1 - Introduction to Managerial Finance
LN2 - Financial Statement and Ratio Analysis
LN3 - Time Value of Money
https://zahiraccounting.com/id/blog/mengenal-analisa-ratio-keuangan/

Kelompok:
Sekar Cantika - 1901572281
Sherly Ayu Sugijarto - 2001654175
Rayhan Mukhlis Yusuf - 2001608736
M. Raihan Waluyo - 2201832761

FINC6046 - Financial Management

Anda mungkin juga menyukai