Anda di halaman 1dari 16

1 EXT/INT. DEPAN KEDAI JELITA. DAY.

ALONG Udah berapa kali aku bilang jangan pernah dekati adek
aku lagi!

Along memukul wajah jana. Jana terjatuh. Along mendekati jana dan
memegang lehernya.

ALONG Jangan pernah main-main sama aku. Sekali lagi ko


dekati adek aku. Ko terima akibatnya! (Along
berteriak)

Jana terdiam. Along berjalan ke dalam rumah meninggalkan jana.

CUT TO:

2 INT. RUMAH JELITA. DAY. 2

Jelita hanya bisa melihat jana sambil menangis di dalam rumahnya.

CUT BACK TO:

3 EXT/INT. DEPAN KEDAI JELITA. DAY. 3

Jana tersenyum melihat jelita. Ia berdiri perlahan dan pergi. CUT TO:

4 INT. RUMAH JELITA. DAY. 4

Along masuk dan melihat jelita masih di depan jendela. Jelita menoleh
dan menatap tajam abangnya sambil menahan tangis, nafasnya terengah-
engah, wajahnya tampak begitu kesal. (Beat.) Jelita pergi
meninggalkan abangnya menuju ke kamar.

5 INT. KAMAR JELITA. DAY 5

Ia berjalan menuju meja dan mengambil beberapa surat di laci. Ia


memegang dan menatap surat-surat tersebut.
FLASHBACK:

6 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY. 6

Jelita keluar melihat ada bungkusan ikan di atas dagangannya, dengan


wajah kebingungan ia berlari kecil keluar kedai dan melihat
sekeliling. Jelita akhirnya mengambil bungkusan ikan tersebut dan
membawanya masuk ke dalam rumah.

7 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY.


7

Jana memberikan jelita surat.

8 EXT. TEPI PANTAI. DAY. 8

Jana dan jelita duduk di tepi pantai. Saling tersenyum dan


bertatapan.

CUT BACK TO:

9 INT. KAMAR JELITA. DAY.

Jelita menangis. Tiba-tiba mama jelita mengetuk pintu kamarnya dan


memanggilnya.

MAMA JELITA Jelita....

Jelita mengusap air matanya. Wajahnya murung. Ia berjalan keluar


kamarnya.

10 INT. RUANG TAMU JELITA. DAY


10

Keluarga jelita menasihati jelita. Wajah jelita terlihat sedih.

PAPA JELITA Papa tak suka kamu dekat-dekat sama nelayan


itu.
MAMA JELITA Iya.. Cari kawan yang bagus. Dia itu
beda sama kamu, ta.

PAPA JELITA Apa kata orang kalau kamu sama nelayan


itu. Papa tak mau dengar kamu dekat-
dekat lagi sama dia.

Papa jelita memalingkan wajahnya ke arah along.

PAPA JELITA (CONT’D) Along, kamu jaga adik kamu.


Jangan sampe dia malukan keluarga.

Jelita hanya bisa terdiam dengan wajah yang kecewa.

11 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY. 11

Jelita sedang sembayang membakar dupa di depan kedainya.

CUT TO:

12 EXT. KEDAI JELITA. DAY 12

Dengan wajah yang masih sedikit lebam, jana melewati kedai jelita, ia
melihat jelita sedang sembayang. Jana menunggu sambil memperhatikan
jelita dari kejauhan.

CUT BACK TO:

13 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY 13

Jelita selesai sembayang. Ia melihat jana dengan wajah yang panik.

CUT TO:

14 EXT. DEPAN KEDAI JELITA. DAY. 14

Jana tersenyum. Ia melangkah perlahan menuju jelita.


CUT BACK TO:

15 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY 15

Jelita menghindar ia lari ke dalam rumahnya.

CUT TO:

16 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY 16

Langkah kaki jana terhenti. Wajahnya tampak kecewa. (Beat)

17 EXT. LAPAK AKOH. DAY 17

Dengan wajah yang murung dan sisa-sisa lebam, jana menjual hasil
tangkapannya pada akoh. AKOH
Eh...apa pasal muka ko
tu jan? JANA Biase.. AKOH
Ape yang biase?

Akoh datang mendekati jana. Ia memperhatikan wajah jana.

JANA Abang jelita punya


kerje

akoh mengerutkan wajahnya.

AKOH Heiss.. dah ku duga.. ko pun satulah jan..


jan.. dah aku cakap, jangan sama jelita..

Akoh menimbang ikan-ikan jana.

AKOH Dah tau keluarganya cem tu, ko tengok abangnya,


parang ni pun
Mungkin sanggup dia patahkan

Akoh mengangkat parang ikannya.

AKOH Jangan sampe, nanti ko pula yang dipatahkan


dia..

Akoh mengarahkan parangnya ke wajah jana.


JANA Heleh, berlebihan ko ni koh Lagian kalo iyapun,
aku rela demi jelita..

Akoh menggeleng-gelengkan kepalanya.

AKOH Demi jelita atau demi hasrat ko? pikir yang panjang,
jan. Seandainya jelita nerima ko pun, apa ko siap
ngeliat dia dipandang buruk? Ko tau lah negara ni
masih susah nerima perbedaan cem ni..

Akoh memberikan uang hasil tangkapan jana.

AKOH (CONT’D) Pikirlah ke depan. Hubungan ni bukan cuma ko


dengan jelita aje. Ada keluarga ko, ada keluarga
jelita. Sanggup ko hadapi mereka?belum lagi omongon
orang-orang tentang kalian. Ko mungkin sanggup,
tapi jelita, cem mane?

Jana hanya terdiam melihat akoh.

18 INT. RUMAH JANA. DAY 18

(Suara adzan) Jana duduk termenung mendengarkan adzan. Bapak


jana datang.

BAPAK JANA Jan..

JANA
(Jana sedikit terkejut)
Eh.. iya pak..

BAPAK JANA Menung aja ko, jan.. ayo ikut, kita


shalat dulu di masjid.

JANA Em.. bapak aja dulu.. aku tak ikut..

BAPAK JANA Loh.. emang ko mau


ngapain?

JANA Tak ape pak, aku shalat di rumah aja

Bapak jana mengambil sarung dan peci, lalu ia mendekati jana.

BAPAK JANA Jan.. ayo..


Bapak jana memberikan sarung dan peci tersebut sambil senyum
mengangguk. jana terdiam menatap bapaknya. Ia mengambil sarung dan
peci tersebut. Lalu, ia berdiri tersenyum memakai peci tersebut.

19 EXT. JALAN RUMAH JANA. DAY 19

Jana dan bapaknya berjalan pulang sehabis shalat.

JANA Pak.. dulu alasan bapak milih mamak terus bisa


merasa cocok sama mamak apa, pak?

BAPAK JANA Kenapa? Tumben ko nanya kaya gini.. JANA


Nak tau aja, pak..

BAPAK JANA Hehe.. (Tersenyum kecil sambil menatap


jana)

BAPAK JANA (CONT’D) Proses, jan.. Cinta membuat kita saling


merasa cocok. Padahal, kalau dipikir-pikir ada
banyak perbedaan, ada banyak ketidak- cocokan
antara bapak sama mamak ko. Tapi, ya begitulah
cinta, jan. Kita saling membutuhkan, ya jadi kita
harus saling menyesuaikan, jan.

Bapak jana tersenyum lebar melihat ke arah jana.

BAPAK JANA (CONT’D) Kenapa emangnya?

Jana tersenyum lebar.

JANA Hehe tak ada apa-apa, pak. Nak tau aja.

BAPAK JANA Tapi ko tahu tak jan apa yang paling buat
bapak cinte sama mak ko? JANA

Ape pak?

BAPAK JANA

Mak engko tuh wanita yang sangat Sholehah

Bapak jana tersenyum lebar melihat jana

BAPAK JANA (CONT’D) Nanti, ko cari istri macam alm mak ko,
rajin shalat, pandai ngaji, masak pun pandai,
pandailah Semua. kalau udah macam tuh, ko kena
Siap jadi imam yang baik buat keluarga.
InsyaAllah mak ko pasti senang di sana, udah
dapat anak sholeh, mantupun dapat yang sholehah.

Wajah jana berubah, ia terlihat binggung dan hanya tersenyum


kecil.

20 EXT/INT. KEDAI JELITA. DAY. 20

Jana datang menemui jelita, jelita melihat jana dengan panik. Ia


masuk ke dalam rumahnya. Jana meninggalkan sepucuk surat di kedai
jelita, lalu jana pergi. Jelita melihat sekeliling. Ia mengambil
surat tersebut dan membacanya.

JANA (V.O) Ku mohon, temui aku di kala senja. Pantai


sudah bersiap menjamu kita. Ku mohon, sekali
lagi saja.

Jelita terdiam, wajahnya terlihat bingung.

21 EXT. PANTAI. DAY. 21

Jelita datang menemui jana yang sedang menunggunya di tepi pantai.

JELITA Jana, tak perlu lagi memberi saya surat. Kita


tak bisa seperti ini lagi.

JANA Kenapa? JELITA Semua orang bicara tentang hubungan


kita berdua, dan mereka mencoba pisahkan
engkau dan diriku.

JANA Aku tak peduli, apa yang akan terjadi. terjadilah.


Angin datang coba usik impian kita, badai datang
coba hantam arah kita. Bertahanlah.

JELITA Tak bisa, jana. Saya tak sanggup


melihat kamu dipukuli along lagi
kamu tak bisa melawannya.
JANA Bukan saya tak bise melawan, tapi saya tak mau
menyakiti abang kamu. Itu karena, saya
cinta sama kamu, jelita..

JELITA Tapi sulit untuk kita bersama. kita tak cocok.


Kita berbeda.

JANA Apa yang


berbeda?

JELITA kamu tau itu,


Jana.

Jana terdiam. (Beat) ia mengelahkan nafasnya.

JANA cinta tak punya suku dan agama,


jelita..

Jana dan jelita saling memandang.

22 INT. KEDAI JELITA. DAY 22

Jelita membuka kedainya sambil melihat-lihat sekitar. Lalu, ia


sembayang dan kembali melihat-lihat sekitar. Ia mencari dan
menungu jana lewat. Wajahnya cemas.

23 INT. RUMAH JANA. DAY. 23

Tangan jelita mengetok pintu.

BAPAK JANA Iye.. sebentar..

Bapak jana membuka pintu dan terlihat sedikit terkejut.

JELITA permisi pak, saya mau ketemu


jana.

Bapak jana terdiam sejenak dengan wajah yang sedikit bingung.

JELITA (CONT’D) Maaf pak, boleh saya ketemu jana?


Bapak jana menghelakan nafas.

BAPAK JANA Iya silahkan masuk dulu, biar saya


panggil.

JELITA Em.. tak apa pak, saya tunggu di luar saja.

Bapak jana mengangguk. Jelita menunggu jana di luar. Jana keluar


menemui jelita. Ia tersenyum melihat jelita.

JANA Jelita.. ada


apa?

JELITA Em.. tak apa, saya tadi tak melihat kamu di


pasar. Kamu baik-baik saja, jan? Oh
iya, aku bawa ini untuk kamu..

Jelita memberikan kue yang ia bawa ke jana. Jana mempersilahkan


jelita untuk duduk.

JANA Oh iya, duduklah


ta..

Jelita tersenyum mengangguk. Mereka duduk. Jelita terdiam sejenak. Ia


tampak sangat gugup. Lalu ia memandang luka di wajah jana.

JELITA Em.. jana..

JANA Kenape? JELITA saya tak tau ini apa dan


saya tak pernah merasakan ini
sebelumnya.. yang saya tahu cuma
saya senang bisa dekat sama
kamu, dan saya ingin selalu
dekat sama kamu, jana.. JANA Kamu
yakin bisa menerima saya, ta?

JELITA Yakin. Saya yakin bisa menerima kamu.

JANA Tapi keluarga kamu tak bisa.

Jelita terdiam. Ia tersenyum.

JELITA Kalau begitu buat mereka menerima kita.

Jana tersenyum menangguk.


JANA Saya akan
berusaha.

JELITA Bukan cuma kamu, jan. Kita.

JANA Kita. (Jana mengangguk)

Jana dan jelita tersenyum. Mereka saling memandang dengan tatapan


yang sangat hangat.

(Beat)

CUT TO:
24 EXT. PASAR PLANTAR. DAY. 24

Langkah kaki jana dengan membawa hasil tangkapannya. Jana datang


menemui jelita. Ia tersenyum dari kejauhan. Ia menemui jelita dan
memberikannya sepucuk surat. Jelita menerimanya, mereka saling
memandang.

25 EXT. PASAR PELANTAR. DAY. 25

Jana melewati along dan teman-temannya. ia berjalan dengan cepat.


Along melihat jana dan langsung mengikutinya.

26 EXT. LAPAK AKOH. DAY 26

Jana cepat-cepat memberikan ikan tangkapannya pada akoh. Ia tampak


panik menyadari along dan teman-teman mengikutinya.

JANA Koh ini


ikannya..

Akoh yang menyadari hal tersebut berniat membantu jana.

AKOH (bicara berbisik) Jana belakang engko..

Jana menatap akoh. Akoh memberikan sepiring kotoran ikan. Jana


mengambilnya, ia membalikkan badannya, dan melemparkan kotoran ikan
tersebut ke arah along dan teman-temannya. Lalu, jana berlari mecoba
untuk kabur.
ALONG janaaaaa!

Along berteriak dan mengejar jana bersama teman-temannya. Jana


berlari dengan kencang.

27 EXT. PASAR PELANTAR. DAY. 27

Jana berlari dengan kencang menghindari along dan teman-temannya.


Along dan teman-temannya mengejar jana. Jana masih berlari sampai
akhirnya ia menabrak dan terpeleset. Along dan teman-temannya
langsung menangkap jana.

ALONG
Dapatkan kau.. tak bisa ko
lari lagi!

Along melihat sekeliling, lalu ia menatap wajah jana dengan tajam.

ALONG Kalian semua, siapapun yang ngeliat budak ni


dekati adek aku, langsung laporkan ke aku!
aku bayar berapapun korang mau!

Along langsung memukul wajah jana.

ALONG (CONT'D) Dan ko, jangan pernah mimpi ko bisa


sama jelita. Aku tak akan biarkan hal itu
terjadi.

JANA Saya cinta sama jelita. (Wajah jana terlihat


sangat serius)

Along semakin kesal mendengar ucapan dullah.

ALONG Berani ko ngomong gitu depan aku? Orang kaya ko


tak pantas dengan adek aku! Ngerti kau!
(Berteriak di depan wajah jana)

Along kembali memukul wajah jana dengan keras hinggga jana


terjatuh ke tanah.

JAMIL Mane silat kau? Ku dengar ko jago silat?


(Tersenyum sinis)
Keluarkanlah!
JUNAIDI Udehlah. Cemane nak jago besilat, lawannya
aje cuma ikan tiap hari.

Junaidi dan lainnya tertawa mengejek. Dengan wajah kesal jana


berdiri, ia menatap tajam ke arah along dan teman-temannya. Ia
mengepalkan tangannya (beat.) Melihat itu, jamilpun kesal, ia
melangkah maju dan hendak memukul jana. Namun, along
menghadangnya.

ALONG Biarin aja. Kita lihat, bisa apa dia.

Jamil menghentikan langkahnya. Jana sedikit melangkah maju. Ia


terlihat sangat kesal. JANA
Korang bukan lawan saye.

Jana mundur perlahan. Abang pipi dan teman-temannya terlihat


sangat kesal.

ALONG Kurang ajar ko


jana!

Jana berlari dengan kencang meninggalkan along dan teman-temannya.


Along dan teman-temannya langsung mengejar jana. Mereka kembali
kejar-kejaran melewati lapak-lapak pedagang.

28 EXT. PASAR PLANTAR. DAY. 28

Jana kebingungan untuk bersembunyi. Ia terus berlari dan menemukan


drum ikan yang besar. Ia masuk dan bersembunyi di dalamnya. Along dan
teman-temannya kebingungan mencari jana. Along melewati drum tempat
jana bersembunyi. Junaidi sedikit ketinggalan karena lari yang
lambat. Ialu, ia berhenti mengatur nafasnya, ia berdiri tak jauh dari
drum tempat persembunyian jana. Terlihat fatimeh lewat membawa
dagangannya.

JUNAIDI Eh... dek fatimeh (Sambil menggaruk-garuk


pipinya dan dengan nafas yang masih terengah-
engah)

JUNAIDI (CONT’D) Hati-hati ya dek.. cantik betul dek


fatimeh hari ini.. nak abang antar tak?
(Mengedipkan matanya)

Fatimeh hanya tersenyum lalu pergi. Jana terus bersembunyi dalam


drum ikan, namun beberapa saat kemudian pemilik drum ikan itu
ingin memindahkan drum tersebut. Saat hendak memindahkannya ia
curiga karena drum yang ia kira kosong itu, terasa sangat berat
untuk diangkat.

PEMILIK DRUM Eh apa pasal nih. Berat sangat. (Sambil


membuka tutup drum tersebut)

pemilik drum kaget melihat jana ada di dalam drum tersebut. Ia


berteriak.

PEMILIK DRUM (CONT’D) Eh.. siapa ko? Apa pasal ko


di sini?!

Jana kaget dan panik. Ia langsung bergegas keluar dari drum tersebut.
Junaidi yang sedang menggoda fatimeh pun kaget mendengar keributan
tersebut. Ia melihat jana yang hendak berlari ke luar drum tersebut.

JUNAIDI

Ketahuankan ko sekarang, jana!

Jana tak sempat untuk keluar dari drum. Junaidi memukul dan
menahanya.

JUNAIDI

Woi!! Ni orangnya ni! Sembunyi di sini dia


woi.

Junaidi berteriak ke along dan teman-teman. Ia menutup drum


tersebut dan menggelindingkannya ke arah along. Junaidi
menyusulnya. Along dan teman-temannya menangkap drum tersebut.
Mereka mengeluarkan jana yang terlihat sedikit sempoyongan. Jana
mencoba berdiri tegap dan mengatur nafasnya.

JUNAIDI

Mampus ko. Dah tak bisa ko lari lagi.

Along dan teman-temannya tertawa kecil melihat jana.

Junaidi mendekati dan menahan tangan jana. Jana mencoba menghindar,


ia memukul junaidi dengan jurus silatnya. Junaidi kaget dan
kesakitan. Ia lalu melepaskan tanganya dari jana. Jana mencoba
berlari namun jamil berhasil mengejarnya. Ia memukul jana. Jana
membalas dengan gerakkan silatnya. Jamil terjatuh. Ia sangat kesal
dan langsung memerintahkan teman along#1 dan teman along#2 menahan
tangan jana. Jana tak bisa berlari.
JUNAIDI Memang betul-betul cari mati ko! Berani ko pukul
aku?! JUNAIDI!! (sambil memukul-mukul dadanya
dengan bangga) junaidi nak ko pukul? Salah
besar ko!

Juanaidi memanggil jamil.

JUNAIDI (CONT’D) Mil.. hajar aja mil..

JAMIL Jun.. jun.. (Wajah heran)

Jamil melangkah maju dan memukul perut jana berkali-kali. Jana


terlihat begitu lemas kesakitan. Along maju mendekati jana. Ia
mengambil lintingan tembakau yang ada di sakunya. Ia menghisapnya
dan menghembuskan asapnya ke wajah jana.

ALONG (CONT’D) Ko sadar ko tu siapa! (Menunjuk


jarinya ke pundak jana)

Along memberikan lintingan tembakaunya kepada jamil.

ALONG (CONT’D) Sampan ko aja tak akan bisa


nandingin ujung kuku aku! Dengar kau?!

Along memukul wajah jana, jana kembali terjatuh. Teman along#1 dan #2
mengangkat jana untuk berdiri dan kembali menahan tanggannya. Jana
terlihat tak berdaya. Jamil dan jainudin melihat jana sambil
menghisap linting tembakaunya.

JANA Saya tak akan pernah melawan kamu. Karena saya tak
pernah mengganggap kamu sebagai lawan saya.
Tapi suatu saat, saya yakin kamu akan menyesali
semua perkataan dan perbuatan kamu. (Jana
berbicara dengan pelan Suaranya bergetar
lemas.)

Mendengar itu along dan teman-temannya tertawa sinis.

JAMIL Banyak ngomong


kau!

Jamil maju dan kembali memukul jana berulang kali. Jana terjatuh.
Wajahnya dipenuhi lebam luka dan darah. Along mendekati jana yang
sudah terjatuh telentang di tanah.

ALONG Ko tak akan pernah pantas untuk adik aku!


JANA Jelita cinta sama
saya.

Along sangat kesal dan ia memukul jana dengan sangat kencang.

29 EXT. LAUT PELANTAR. POV JANA. DAY. 29

Jana yang setengah sadar melihat tubuhnya digotong oleh teman-teman


along. Ia kesakitan dan matanya susah untuk sepenuhnya terbuka. Ia
tak berdaya dan sulit bergerak. Sayup-sayup ia mendengar.

ALONG Buang dia ke laut! Biar mampus sekalian!

JUNAIDI Yakin ko bos?

ALONG Aku kata buang! Ya,


buang!

Teman-teman along mengangguk. Jamil dan junaidi membuang jana ke


laut.

(SLOW MOTION)

CUT TO:

30 INT. KAMAR JELITA. DAY. 30

Jelita membaca surat dari jana dengan wajah yang cemas dan
tangisan kecil.

JANA (V.O) Sanggupkah aku hidup bersama denganmu Mungkinkah


aku Hidup tanpa ada dirimu Hanya waktu Yang bisa
jawab semua itu Sampai kapan Aku tak tahu...

CUT BACK TO:

31 EXT. LAUT PELANTAR. POV JANA. DAY. 31

Jana terlempar ke laut. (SLOW MO)

CUT TO:
32 EXT. TEPI PANTAI. DAY 32

Jana yang hanyut tak sadarkan diri di selamatkan oleh seseorang


yang menarik tubuhnya ke daratan.

33 EXT. KEDAI JELITA. DAY 33

Jelita terlihat resah. Ia melihat sekeliling.

34 EXT. PANTAI. DAY


34

Jelita duduk di tepi pantai. Ia menangis. Wajahnya terlihat sangat


resah sambil melihat sekelilingnya.