i. PEKERJAAN PEKERJAAN
1. Nama Pekerjaan : Pembangunan 2 Ruang Kelas Baru ( Pondasi dan lanytai
Beton 2X8X9) Pada SMP YPPK Agats Distrik Agats
2. Tahun Anggran 2020
3. Jangka Waktu Pelakasanaan 120 (seratus dua puluh) hari kalender
4. Pekerjaan ini meliputi, mendatangkan dan melengkapi semua bahan-bahan,
menyediakan tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan serta membuat segala
pekerjaan persiapan dan tambahan untuk kesempurnaan pelaksanaan dan
kemudian menyerahkan pekerjaan dalam keadaan selesai dan sempurna. Dalam
pelaksaan pekerjaan ini harus dilaksanakan berdasarkan kepada Bestek dan
Gambar-gambar detail, peraturan-peraturan dan syarat-syarat, daftar penjelasan
(Anwijzing ) serta ketentuan dan keputusan Direksi yang dibuat secara tertulis.
i. UKURAN-UKURAN FEIL
1. Semua ukuran-ukuran harus sesuai dengan yang tercantum pada Gambar Bestek
dan Gambar-gambar detail serta yang dinyatakan dalam Bestek ini
2. Untuk letak Feil ± 0.00 ditentukan dari muka lantai . Atau kalau ada perubahan
ditetapkan oleh Direksi, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas
ditempat pekerjaan dan kemudian akan ditetapkan sebagai permukaan lantai.
3. Segala biaya yang dikeluarkan untuk pengukuran (Uizetten) menjadi
tanggungan Pemborong.
ii. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Lingkup Pekerjaan Meliputi:
a) Papan Nama Proyek
b) Pemasangan Bouwplank
c) Pembongkaran
d) Direksi keet
e) Laporan dan Dolumentasi
f) Uji lab material beton (Mix Desain)
2. Persyaratan Bahan
a) Untuk Direksi Keet, menggunakan balok dan papan kayu kelas II dan atap
seng BJLS
b) Untuk papan nama proyek digunakan tiang kayu kelas II dan tripleks
atau plat seng
c) Bahan bouwplank dipakai kayu balok 5/5 cm dan papan 2/20 kayu Kls II
3. Pedoman Pelaksanaan
a) Pembuatan Papan nama Proyek
Membuat papan namam proyek dari papan dilapis seng dengan ukuran
200 x 100 cm. Didirikan tegak diatas kayu 5/7 cm setinggi 240 cm.
Diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama proyek
memuat: Nama Pemilik Pekerjaan, Nama Kegiatan, Nama Pekerjaan,
Nomor Kontrak, Nilai Kontrak, Nama Pelaksana, Nama Konsultan
Pengawas, Tahun Anggaran.
Sebelum pekerjaan dimulai kontraktor harus melakukan Pembersihan,
Pembongkaran pengukuran dan membuat patok-patok dan pemasangan
bouwplank.
b) Pembuatan direksi Keet.
Kontraktor harus membuat direksi Keet sesuai dengan ukuran yang tertera
diRAB, yang akan digunakan sebagai tempat tinggal tenaga kerja dan
menyimpan alat, Khusus untuk simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil
harus dibuatkan kotak simpan dipagar dengan dinding papan, sehingga
masing-masing bahan tidak tercampur dengan bahan lainnya
c) Pengukuran Hasil pekerjaan
Pekerjaan ini dapat di nilai sebagai kemajuan pekerjaan apabila telah
selesai dipasang sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi ini
serta telah disyahkan oleh Direksi/Pengawas Lapangan
iii. PEKERJAAN PONDASI DAN STRUKTUR LANTAI
1. Lingkup Pekerjaan
a) Galian Tanah Pondasi
b) Pasangan cerucuk Pondasi
c) Pasangan Gelagar
d) Urugan Tanah
e) Pekerjaan Pondasi Telapak
f) Pekerjaan Kolom Pondasi
g) Pekerjaan Balok Gelagar
h) Pekerjaan Lisplank
i) Pekerjaan lantai Plat
j) Pekerjaan Keramik lantai
2. Persyaratan Bahan
a) Ceruruk dan balok
Cerucuk menggunakan kayu mangi-mangi (kayu kls II) dengan
diameter min. 10 cm.
Balok yang digunakan sebagai gelagar dudukan lantai kerja adalah
balok 5/10 kayu kls I
a) Semen.
Digunakan Portland Cement Tipe I menurut NI - 8 tahun 1972 dan
memenuhi S - 400 menurut Standar Cement Portland yang digariskan
oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8 tahun 1972).
Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu zak
semen, tidak diperkenankan pemakaiannnya sebagai bahan campuran
Penyimpanan harus sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat
yang lembab agar semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan
semen harus ditinggikan 30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m. Setiap
semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman
c) Besi Beton
Besi Beton yang digunakan harus dijaga dari kotoran, lemak, minyak, karat
lepas dan bahan lainnya. Besi beton harus disimpan dengan tidak
menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka dalam jangka
waktu panjang. Membengkok dan meluruskan tulangan harus dilakukan
dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong dan
dibengkokkan sesuai gambar dan harus diminta persetujuan Direksi
terlebih dahulu. Jika pemborong tidak berhasil memperoleh diameter besi
sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan
penukaran dengan diameter yang terdekat dengan catatan: Harus ada
persetujuan Direksi,Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi
ditempat tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar
(dalam hal ini yang dimaksud adalah jumlah luas). Biaya tambahan yang
diakibatkan oleh penukaran diameter besi menjadi tanggung jawab
pemborong.
d) Air.
Air yang digunakan harus air tawar, tidak mengandung minyak, asam
alkali, garam, bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat
merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air
bersih yang dapat diminum.
e) Bahan Campuran Tambahan (additive)
Pemakaian bahan tambahan kimiawi (concrete admixture), kecuali
yang disebutkan tegas di dalam RKS dan gambar harus
mendapat izin tertulis dari Konsultan Pengawas. Untuk itu
kontraktor diharuskan mengajukan permohonan tertulis dengan
menyertakan analisa kimiawinya dan bukti pemakaian di Indonesia
selama 5 tahun terakhir. Bahan campuran tambahan beton yang
dipakai harus sesuai dengan iklim tropis dan memenuhi persyaratan
ASTM C-494 jenis B dan D sekaligus sebagai pengurang air
adukan dan penunda pengerasan awal.
Penggunaan additive harus sesuai dengan petunjuk dari pabrik.
Pemakaian additive ini tidak boleh menyebabkan dikuranginya
volume semen dalam adukan.
Bahan tambahan yang mempercepat pengerasan awal sama sekali
tidak boleh dipakai, sedangkan untuk beton kedap air
dibawah tanah tidak boleh mempergunakan waterproofer yang
mengandung garam.
f) Bekisting, Cetakan atau Acuan
Bahan bekisting dapat dibuat dari papan kayu kelas II yang cukup
kering dengan tebal minumum 3 cm untuk bekisting pondasi kolom
dan balok dan Tripleks tebal 9 mm (Khusus untuk plat lantai),
diperkuat dengan rangka-rangka penyangga, penyokong dll,
sehingga mampu mendukung beton sampai selesai proses ikatan
beton. Bekisting harus mampu pula untuk menahan getaran-
getaran atau kejutan gaya-gaya lain tanpa berubah bentuk.
Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai dengan gambar dan sama
disemua tempat untuk bentuk dan ukuran yang dikehendaki sama.
Steiger cetakan beton harus dari kayu balok 5/10 kayu kls II atau
kayu mangi2 dengan diameter min. 10 cm.
g) Selimut Beton
Penepatan besi beton didalam cetakan tidak boleh menyinggung
dinding atau dasar cetakan, serta harus mempunyai jarak tetap
untuk setiap bagian-bagian konstruksi, untuk selimut beton telapak,
kolom dan balok gelagar masing-masing 2.5 cm,
h) Mutu Beton
Mutu beton yang digunakan adalah Mutu fc’ = 14,5 Mpa (K-175).
Sebelum dilaksanakanya pekerjaan beton harus ada perhitungan mix
disain untuk komposisi campuran Mutu beton yang akan dipakai sebagai
pedoman untuk pekerjaan beton tersebut
3. Syarat-Syarat pelaksanaan
a) Galian tanah pondasi harus sesuai dengan gambar pelaksanaan, baik
kedalaman, lebar maupun tingginya.
b) Pekerjaan cerucuk menggunakan kayu mangi-mangi dengan diameter min.
10 cm, untuk satu titik pondasi menggunakan 4 tiang kayu ,mangi-mangi
dan dihubungkan dengan balok 5/10 kayu kelas 1 sebagai dudukan papan
3/10 cm kayu kls I.
c) Untuk pekerjaan beton bertulang seperti telapak, kolom, balok gelagar dan
plat lantai.
Pembuatan cetakan beton
i. Cetakan harus dibuat rapi, kuat dan kaku, sehingga setelah
dibongkar menghasilkan bidang yang rata dan hanya
memerlukan sedikit penghalusan. Celah-celah harus rapat
sehingga air adukan tidak merembes keluar.
ii. Cetakan harus betul-betul aman pada kedudukannya
sehingga dapat dicegah adanya pengembangan,
lengkungan/lenturan atau lain gerakan pada waktu beton
dituangkan. Penyangga cetakan harus bertumpu pada dasar
yang keras sehingga tidak ada kemungkinan penurunan
cetakan selama pelaksanaan
Penulangan
i. Baja tulangan sebelum dipasang harus dibersihkan dari
kotoran, karat lepas, serpih-serpih, minyak gemuk atau
lapisan lainnya yang akan merusak atau mengurangi daya
lekat pada beton.
ii. Baja tulangan harus dipotong dan dibentuk dengan teliti
sesuai dengan bentuk dan ukuran yang tertera dalam
gambar. Baja tulangan tidak boleh diluruskan atau
dibengkokkan kembali dengan cara yang dapat merusak
bahannya
iii.Baja tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat sesuai
gambar rencana. Harus diusahakan, agar posisinya tidak
berubah atau bergeser pada saat beton dipadatkan
Pengecoran
i. Sebelum dilakukan pengecoran, kontraktor harus
mempersiapkan dengan sebaik-baiknya segala sesuatu
yang berhubungan dengan pengecoran antara lain ;
Meneliti kembali tulangan yang telah dikerjakan dan
menyesuaikannya dengan gambar apabila terdapat
kesalahan. Tulangan yang bengkok, ikatan-ikatan yang
lepas atau berobah posisinya harus dibetulkan. Meneliti
semua instalasi yang akan tertanam dalam beton, apakah
sudah tertanam dengan baik. Memberitahukan dahulu
kepada konsultan Pengawas tentang pengecoran yang
akan dilakukan. Jika tidak ada pemberitahuan tertulis
atau persiapan pengecoran tidak disetujui, maka
kontraktor dapat diperintahkan untuk menyingkirkan
beton yang akan dicorkan tersebut
ii. Beton harus dicorkan sedekat-dekatnya ke tujuan. Untuk
pengecoran suatu unit atau bagian pekerjaan harus
dilanjutkan tanpa berhenti, dan tidak boleh terputus tanpa
persetujuan dari Konsultan Pengawas
iii. Pengecoran harus diselesaikan sebelum adukan mulai
mengental yang dalam keadaan normal biasanya dalam
waktu 30 menit. Tidak diijinkan mengecor pada waktu
hujan turun, kecuali jika Kontraktor mengambil tindakan
yang bisa mencegah kerusakan beton dan telah disetujui
oleh Konsultan Pengawas
iv. Adukan beton harus dipadatkan secara seksama, dengan
menggunakan alat penggetar. Penggetaran harus dimulai
pada saat adukan dituangkan dan dilanjutkan sampai
adukan berikutnya
v. Untuk melindungi beton yang baru dicor dari cahaya
matahari, hujan atau angin sampai beton tersebut
mengeras dengan baik dan untuk mencegah pengeringan
yang terlalu cepat, harus dilakukan perawatan beton sbb :
a. Semua cetakan yang sudah diisi adukan
beton, dibasahi sampai cetakan tersebut dibongkar.
b. Membasahi/menyiram selama 14 hari terus menerus
segera sesudah permukaan beton cukup keras
Pengujian Beton
i. Semua pengujian beton harus sesuai dengan PBI – 1971.
Kekuatan tekan dari beton ditetapkan konsultan
Pengawas dengan silinder berukuran 15 x 30 cm atau
kubus berukuran 15 x 15 cm
ii. Kontraktor harus menyediakan fasilitas guna keperluan
guna pengujian yang representative, frekwensi pengujian
ditetapkan konsultan Pengawas berdasarkan tingkat
pengecoran dan struktur
iii. Meskipun hasil pengujian kubus- kubus beton seperti
diuraikan diatas memuaskan, konsultan Pengawas berhak
menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut :
a. Konstruksi beton yang sangat keropos.
b. Bentuk dan posisi beton tidak sesuai dengan yang
tidak ditunjukkan dalam gambar.
c. Konstruksi yang tidak tegak lurus atau rata, seperti
yang direncanakan.
iv. Nilai slump dari beton (pengujian kerucut slump) tidak
boleh kurang dari 8 cm dan tidak melampaui 12 cm.
c) Untuk jumlah dan letak titik lampu harus sesuai dengan gambar
d) Untuk pemasangan saklar bingkainya dipasang rata pada dinding dengan
ketinggian 150 cm dari permukaan lantai.
4. Pengukuran Hasil pekerjaan
a) Pekerjaan ini dapat dinilai sebagai kemajuan pekerjaan apabila telah selesai
dipasang sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi ini serta telah
disyahkan oleh Direksi/Pengawas Lapangan
viii. PEKERJAAN JEMBATAN PENGHUBUNG
1. Lingkup Pekerjaan
a) Pemasangan umpak
b) Pemasangan sepatu dan skor
c) Pemasangan gelagar
d) Pemasangan baut
e) Pemasangan lantai papan
2. Syarat bahan
a) Diameter umpak min. 16 cm
b) Untuk sepatu, skor dan gelagar menggunakan kayu kls I
c) Lantai papan 3/20 kayu kls I
3. Syarat pelaksanaan
a) Pasangan umpak pondasi ditanam didalam tanah hingga mencapai tanah
dan jarak antara tiang umpak diukur dari As ke As sesuai gambar.
b) Pemasangan tiang-tiang pancang harus dengan cermat dan teliti antar satu
dengan yang lainnya terutama perletakan tiang-tiang pancang potongan
arah memanjang dan melintang agar tetap lurus dan dipancang sampai tanah
keras.
c) Semua tiang yang sudah terpasang dihubungkan dengan balok sepatu dan
skor dan diikat dengan paku putih Panjang 10 cm.
d) Untuk gelagar induk dipasang dan diikat dengan baut Panjang 25 cm, dan
bagian atas gelagar dipasang gelagar anak sebagai dudukan lantai papan.
4. Pengukuran Hasil pekerjaan
a) Pekerjaan ini dapat dinilai sebagai kemajuan pekerjaan apabila telah selesai
dipasang sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi ini serta telah
disyahkan oleh Direksi/Pengawas Lapangan
ix. PENUTUP
1. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan
pengawas lapangan
2. Sebelum pekerjaan diserah terimakan, Pemborong harus membersihkan sisa-
sisa bangunan dan kotoran.