Anda di halaman 1dari 8

PAPER

Permasalahan Di Sekitar Kristologi

OLEH:

NAMA MAHASISWA : Topan Alpo


SEMESTER : VI ( TEOLOGI )
DOSEN PENGAMPU : Pdt. Demianus, M. Th

Tahun 2020
1
DAFTAR ISI

BAB I
Pendahuluan............................................................................................................................3

1.1 Latar Belakang...................................................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................................4

1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................................4

1.4 Manfaat Penulisan............................................................................................................. 4

BAB II
Pembahasan

1.1 Defenisi Dari Kristologi....................................................................................................5

1.2 Permasalahan Permasalahan Yang Ada Disekitar Kristologi...........................................6

BAB II
Penutup

Kesimpulan.............................................................................................................................7

Saran.......................................................................................................................................7

Daftar Pustaka........................................................................................................................8

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Selaras dengan posisinya sebagai pusat iman Kristen, doktrin Kristologi telah
menempati pusat peengajaean gereja sejak awal. Berbagai wujud usaha awal
perumusan doktrin ini ditemukn di sepanjang Perjanjian Baru (PB). Meski bentuknya
sederhana, tidak selalu diungkapkan dengan cermat, tetapi inti terpenting keyakinan
gereja purba tentang doktrin ini cukup jelas. Namun harus diakui, usaha untuk
memahami doktrin Kristologi tidak pernah mudah, bahkan ketika penelitian
didasarkan pada data dalam Perjanjian Baru.

Pribadi Kristus memang enigmetik, tak terkecuali haikat kariaNya. Karena itu,
ketika ada ajaran palsu muncul dan mulai berkembang, salah satu target utama
serangannya terarah kepada Kristologi. Terjadinya Reformasi Protestan mengawali
dan menggulirkan kebebasan dan usaha berteologi dalam cara yang tidak pernah
terjadi sebelumnya. Dalam prosesnya, perpaduan antara penghargaan tinggi terhadap
kecukupan rasio manusia sebagai ukuran kebenaran dan penolakan unruk
menaklukkan diri terhadap tradisi atau tatanan baku, mewarnai diskusi, tak terkecuali
ketika masalah Kristologi menempati pusat percakapan.

Keadaan ini terus berlanjut, semakin lama semakin seru dan canggih, dan belum
ada gejala untuk berhenti, dan nampaknya akan terus bergulir, dan mungkin saja
hingga waktu yang melampaui masa hidup kita semua. Jika hal itu benar adanya,
maka gereja (dan para pemimpin gereja) berkewajiban untuk memahami pergolakan
ini, kemudian menyikapi semua itu dengan bijak.

3
1.2 Rumusan Masalah

 Apa Defenisi dari Kristologi


 MasalahMasalah Apa Yang Ada Disekitar Kristologi

1.3 Tujuan Penulisan

 Untuk Mengetahui Defenisi dari Kristologi


 Untuk Mengetahui MasalahMasalah Yang Ada Disekitar Kristologi

1.4 Manfaat Penulisan

 Manfaat yang dapat kita peroleh dari penulisan ini, adalah kita dapat
mengetahui dan mengerti tentang apa itu Kristologi serta kita juga dapat
mengetahui permasalahanpermasalahan yang ada disekitar Kristologi.

4
BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Defenisi Dari Kristologi

Kristologi adalah salah satu cabang ilmu teologi yang membicarakan tentang posisi
Yesus Kristus didalam agama Kristen. Makna kehadiran Yesus Kristus bagi orang Kristen
diyakini sebagai pemelihara dan penyelamat dunia terkait dengan setiap persoalan hidup.

Istilah kristologi berasal dari kata “Chistos” (Kristus) dan “Logos” (Ajaran, Ilmu,
Uraian), sehingga menjadi ilmu tentang Kristus. Adalah tepat jika menyebut Kristologi
sebagai Teologi tentang Kristus. Pokok Kristologi adalah pribadi, perutusan dan riwayat
Yesus Kristus, AllahPutra yang menjadi manusia, dimulai dari saat Maria
mengandungnya sampai kenaikan kesorga dan kedataganNya kembali pada akhir jaman.

Bahan dasar Kristologi ditentukan oleh Kitab Suci dan usha Gereja antara abad ke4
dan ke7, untuk menerjemahkan imannya dalam rumusan tegas untuk menangkis
beraneka ibadah, yang tidak sesuai dengan Kitab Suci dan tradisi apostolik dan kristologi,
tidak menmbahkan pengertian baru tentang Kristus, hanya menerangkan dan merumuskan
secara metodis apa yang terdapat dalam Kitab Suci.

Konsili Nicea (325) mengutuk Arianisme dan menegaskan bahwa Kristus, sehakekat
dengan Allah Bapa. Konsili Efesus (431) melawan Neotorianisme, menekankan kembali
bahwa Yesus, Tuhan dan manusia itu, adalah satu dan sama. Konsili Chalcedon (451)
menegaskan Yesus Kristus sungguh Tuhan dan sungguh manusia yang bersatu dalam satu
pribadi ilahi secara tak tercampur, tak terbagi, tak terpisahkan.

Rumusanrumusan konsilikonsili ekumenis tersebut tidak selalu mudah dimengerti


oleh orang jaman kita, antara lain, karena latar belakang filsafat Yunani dan perubahan
arti istilah yang digunakan (khususnya istilah pribadi atau person). Kristologi tak
terpisahkan dari cabangcabang teologi yang lain, yaitu ajaran tentang Allah Yang Maha
Esa dan Tritunggal (khususnya KeesaanNya dan Pribadipribadi ilahi), ajaran tentang
gereja dan antropologi teologis

5
1.2 Permasalahan-Permasalahan Yang ada Disekitar Kristologi

Bila disederhanakan penyimpangan permasalahan yang ada disekitar Kristologi


terbentuk oleh salah satu atau gabungan dari sikapsikap berikut:
 Penyangkalan KeilahianNya
 Penyangkalan KeinsanianNya
 Salah Paham terhadap kebenaran dan penyatuan kedua sifat tersebut didalam
penjelmaanNya.

Gereja masa kini telah digoyang oleh munculnya sejumlah buku yang iktikadnya
menyuarakan doktrin Kristologi. Aspek yang dibahas oleh masingmasing buku itu
berbeda, tetapi fokus utamanya sama yaitu, menegaskan bahwa Yesus manusia biasa,
tak ada bedanya dengan kita semua. Para penulis buku itu juga yakin bahwa
Kristologi Gereja saat ini keliru, dan dianggap sebagai upaya pelestarian pandangan
hasil konspirasi pemimpin gereja dan penguasa politik dimasa lampau. Karena itu
gereja harus merefisi Kristologinya.

Pertama akar terpenting pemicu munculnya permasalahan kekeliruan disekitar


Kristologi berada pada penolakan Kitab Suci (tulisan kanonik) sebagai otoritas utama
tertinggi dan dasar satusatunya sebagai pembangun ajaran teologi.

Kedua, filsafat sekuler atau ajaran filsafat yang sedang sangat berpengaruh saat ini,
mudah sekali mencemari pengembangan Kristologi.

Ketiga, dunia modern saat ini, sangat tidak sabar dengan yang pelik dan rumit.
Ilmu teknologi moderen telah memanjakan penduduk bumi ini dengan berbagai
kemudahan, kenyamanan, dan suguhan cepat saji (instant).

Keempat, usaha untuk pemahaman terhadap pribadi dan karya Kristus telah
menjadi pergumulan orang percaya sejak masa awal gereja. Kristus dan karyaNya
menempati pusat iman, bahkan menentukan mati dan hidupnya kekristenan. Karena
itu pergumulan Kristologis tak akan dapat berakhir tiaptiap kali pemikiran baru akan
muncul dan gereja mustahil melarikan diri dari menghadapi gejala seperti ini.

6
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Kristologi adalah sebuah cabang ilmu Teologi yang membahas tentang keberadaan
Yesus Kristus dalam agama Kristen. Isu Kristologi tidak pernah usung untuk
dipperbincangkang, mulai dari abadabad awal, isu tersebut terus dugumuli bahkan
hingga sekarang ini. Rumusan teologis terus saja dihasilkan, namun persoalannya
menjadi rumit karena pandangan beberapa tokoh kontenporer yang disorot dalam
paparan karya tulis ini telah menyisakan masalah doktrinal yag serius bagi gereja
masa kini.

Saran

Dari karya tulis ini, penulis memberikan berupa saran untuk pembaca, semoga
dapat bermanfaat. Sebagai berikut :

 Pentingnya berpegang teguh pada rumusanrumusan doktrinal yang mengakui


kemanusiaan dan keilahian Yesus Kristus yang berbasis kepada datadata
biblikal yang solid dan dapat dipercaya.

 Cermati teknik tafsir dan argumentasi yang dipakai para tokoh tatkala
mengemukakan klaimklaimnya terhadap Kristologi.

7
Daftar Pustaka

Kbbi. Kemdikbud.go.id

https://billmuehlengbeng. com/ 2015/02/16.

https://id.m.wikipedia.org.wiki.

Anda mungkin juga menyukai