Anda di halaman 1dari 25

KLIPING

TARIAN SUMATERA SELATAN

DISUSUN:
NAMA : INTAN ADELIA
KELAS : X IPA
KATA PENGANTAR
Di dalam kliping ini, saya akan membahas tari daerah dari sumatra
selatan. Sumatra selatan tarian tradisional. Tari merupakan salah satu cabang
seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak, hal
tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam hal seni. Sebagai sarana atau
media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang
dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.
Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai acara
dalam kehidupan manusia memanfaatkan tarian untuk mendukung prosesi
acara sesuai kepentingannya. Masyarakat membutuhkannya bukan saja
sebagai kepuasan estetis saja, melainkan juga untuk keperluan upacara
agama dan adat.
Semoga, dalam kliping dapat menambah pengetahuan teman-teman
semua
Daftar Isi
BAB 1......................................................................... PENGERTIAN
TARI
BAB 2.........................................................PEMBAHASAN TARI
DAERAH
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................
BAB 1
PENGERTIAN TARI

A. Pengertian Seni Tari Menurut Beberapa Ahli

Seni tari adalah seni yang menggunakan gerakkan tubuh secara berirama yang
dilakukan ditempat dan waktu tertentu yang berguna untuk mengungkapkan perasaan,
maksud, dan pikiran. Dan merupakan perpaduan antara raga, irama, dan rasa

Ada juga pengertian tari secara harfiah adalah suatu proses pembentukan gerak
tubuh yang mempunyai irama dan dalam penyajiannya diiringi oleh alunan yang
berlandaskan rasa dan karsa. Ada beberapa pendapat para ahli tentang pengertian tari

1. Soedarsono

Berpendapat bahwa pengertian tari adalah merupakan perwujudan ekspresi jiwa


manusia. Dan hal itu disajikan dalam bentuk pergerakkan badan yang ritmis dan menawan.
Sedangkan gerakan ritmis yang indah merupakan gerakkan tubuh yang sesuai oleh irama
pengiringnya sehingga menimbulkan daya pesona bagi yang melihatnya.

2. Yulianti Parani

Pengertian tari menurut Yulianti Parani adalah merupakan sebagian atau seluruh
gerak tubuh yang bersifat ritmis baik secara individu maupun secara kelompok. Serta
dalam penyajiannya disertai dengan ekspresi tertentu.

3. Corrie Hartong

Mengungkapkan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia yang ada di


dalam diri manusia. Yang mendorongnya untuk mencari sebuah ungkapan yang berbentuk
gerakkan yang ritmis. Jadi, suatu gerak dikatakan tari apabila geraknya ritmis.

4. Aristoteles

Menurut pendapat Aristoteles adalah sebuah gerakan ritmis yang bertujuan untuk
memberikan visualisasi karakter dan kehidupan yang dijalani oleh manusia sebagaimana mereka
bertingkah laku.

B. Macam Macam Jenis Tari


Setelah mempelajari pengertian tari selanjutnya adalah macam macam jenis tarian
yang ada di Indonesia. Jenis jenis tarian yang ada di Indonesia dibagi menjadi tarian
tradisional, tari kontemporer, dan tarian kreasi baru.

1. Tari Tradisional

Pengertian tari tradisional adalah tarian yang berasal dari suatu daerah dan
merupakan tarian turun temurun sehingga menjadi budaya dari pada daerah tersebut.
Biasanya tari daerah memiliki nilai filosofis seperti keagamaan, kepahlawanan, dan
sebagainya.

Tarian tradisional terbagi menjadi tarian klasik dan tarian rakyat. Tarian rakyat
adalah tarian yang berkembang di masyarakat dan sebagai lambang dari kebahagiaan dan
suka cita. Untuk tarian rakyat ini biasanya tidak memiliki aturan aturan yang baku sehingga
tariannya sangat bervariasi.

Untuk tarian klasik adalah tarian yang berasal dari keraton atau dari kaum
bangsawan. Tarian ini berkembang pada lingkungan atas untuk itu bagi  masyarakat kecil
dilarang untuk menarikannya. Berbeda dengan tarian rakyat tarian klasik memiliki aturan
baku dan tertulis.

2. Tari Kontemporer

Tarian kontemporer adalah tarian tarian yang berkembang di Indonesia dan tidak
terpengaruh oleh unsur seni tradisional.  Pada jenis tarian ini menggunakan iringan yang
lebih modern dan koreografinya sangat penuh makna dan unik.

3. Tari Kreasi Baru

pengertian tari kreasi baru merupakan pemekaran dari seni tradisional. Gerakkan
pada tarian ini biasanya dipadukan atau dikolaborasikan dengan tarian jenis yang lain.
Biasanya pada tarian kreasi baru digunakan sebagai  ritual upacara keagamaan dan yang
lainnya.

Pada jenis tarian kreasi baru dibedakan menjadi dua yaitu tari kreasi baru pola non
tradisi dan tari kreasi pola tradisi. Tari kreasi baru non tradisi merupakan tarian yang tidak
berpedoman sama sekali pada  seni tarian tradisional.

Namun menggunakan pedoman aturan tari yang disesuaikan dengan pokok tari yang akan
dilakukan. Sedangkan tari kreasi pola tradisi merupakan tari yang berpedoman pada aturan aturan
pada tari tradisional.
C. Fungsi Seni Tari

Salah satu fungsi tari adalah sebagai pengungkapan dan ekspresi dari sang penari. Ini
dikarenakan manusia adalah makhluk sosial hingga harus berkomunikasi dengan pihak lain
yaitu manusia lainnya dan Tuhan YME. Ada beberapa fungsi dari seni tari yaitu:

1. Sebagai Sarana Keagamaan

Sejak dahulu didalam upacara keagamaan manusia menggunakan tari tarian


sebagai sarana komunikasi dengan tuhan. Tari biasanya digunakan sebagai sarana
keagamaan yang bersifat sakral.

Di pulau Bali masih ada tarian tarian keagamaan yang biasanya dilakukan sebagai
sarana komunikasi dengan para dewa dan leluhurnya. Contohnya tari Kecak, Sang Hyang,
Keris, dan Rajang dan dilakukan di pura pura.

2. Sebagai Sarana Pergaulan

Tarian pergaulan merupakan tarian yang diperuntukkan untuk menyatakan


kerukunan masyarakat. Ini dikarenakan manusia adalah makhluk sosial sehingga sehingga
membutuhkan interaksi dengan manusia yang lainnya sehingga memunculkan suatu
keakraban.
Keakraban tersebut akan muncul jika ada suatu sarana yang memadahi salah
satunya tari. Contoh tari pergaulan ini adalah tari Jaipongan, tari Tayub, tari Adu Jago dan
tari Manduda.

3. Sebagai Tontonan

Merupakan jenis tarian yang dihadirkan sebagai hiburan semata. Hampir di setiap
daerah di Indonesia memiliki jenis tarian ini.  Diharapkan setiap yang menonton tarian ini
akan merasa terhibur.
BAB 2
PEMBAHASAN TARI DAERAH
Tarian adat daerah Sumateri Selatan merupakan kesenian yang harus mendapat
perhatian dari semua lapisan masyarakat yang ada di negara Indonesia. Ada banyak seni
tari di Sumatera Selatan yang kini nasibnya seperti tidak jelas alias sudah hampir hilang
ditelan sejarah. Dampak dari globalisasi budaya asing salah satu penyebabnya. Maka dari
itu kami sangat menmahai arti penting dari pembahasan mengenai tarian tradisional
Sumatera Selatan ini.

Kota Palembang ditetapkan sebagai ibukota propinsi Sumatera Selatan. Selain


dokenal dengan ragam kulinernya yang khas, Sumatera Selatan juga memiliki kesenian
daerah yang khas dan menarik, baik ditinjau dari pengertian sejarah mengenainya dan juga
fungsi tari itu sendiri.

1. Tari Adat Silampari

Istilah Silampari terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Palembang. Silam
berati hilang dan pari berarti peri. Terinspirasi dari kisah rakyat mengenai Dayang Torek
dan Bujang Penulup, Tarian ini menceritakan kisah seorang perempuan yang menjadi peri
kemudian menghilang, sehingga tari ini dinamakan Tari Silampari.

Tari Silampari atau dikenal juga dengan nama tari silampari Kahyangan Tinggi mulai
dikenal oleh masyarakat umum pada tahun 1941 saat ditampilkan pada acara pembuatan
Watervang, sebuah bendungan buatan kolonial Belanda di Lubuklinggau, Sumatera
Selatan.
2. Tari Adat Penguto

Tari penguton ini sering ditampilakan dalam upacara penyambut kedatangan


pembesar negara pada masa awal kemerdekaan. Pada tahun 1950, Tari Penguton diakui
oleh Pemerintah Provinsi sebagai akar dari terciptanya sekapur sirih yaitu lahirnya tari
“Gending Sriwijaya”. Tari ini juga pernah dibawa ke Istana Negara sebagai persembahan
budaya.

Tari Penguton merupakan tarian Sumatera Selatan yang berasal dari Kabupaten Ogan
Komering Ilir (OKI). Tarian Sekapur Sirih ini telah ada sejak abad XVIII, meski saat itu hanya
berupa gerakan maknawi dengan komposisi sederhana. Adapun pada tahun 1920, gerak,
pola lantai serta musik pengiringnya disempurnakan oleh keluarga Pangeran Bakri.

3. Tari Adat Bujang Gadis Beladas


Tari Bujang Gadis Beladas biasanya dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan
berjumlah tujuh yang menghadirkan gerak lincah dan ceria. Mereka memakai pakaian
tradisional Sumatera Selatan yang telah dimodifikasi. Tarian ini merupakan tari kreasi yang
menggambarkan keceriaan muda-mudi Ogan Komering Ilir.

Tarian ini dipentaskan dengan iringan musik yang mengkombinasikan alat musik
tradisional dan modern. Alat musik tradisional yang digunakan diantaranya, jimbe,
kendang dan akordian. Sebagai tari hiburan, Tari Bujang Gadis ini sering dipertunjukkan di
berbagai acara hajatan, seperti pernikahan, sunatan atau acara lainnya.

4. Tari Adat Petake Gerinjing


Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang masyarakat yang
tinggal di daerah Pagar alam, provinsi Sumatera Selatan. Dalam tarian ini digambarkan
kondisi masyarakat yang mendapat azab dikarenakan tidak mematuhi norma-norrna dan
adat-istiadat yang ada. Azab tersebut digambarkan dengan datangnya bencana banjir
bandang yang menyapu peradaban.

Garapan gerak tarian ini memadukan antara tradisional dan kontemporer.


Datangnya bencana banjir bandang sebagai azab. Kemudian disimbolkan dengan
bentangan dari kain yang terus digoyang-goyang seperli menyerupai gelombang air.
Masyarakat didalamnya panik dan berusaha melankan diri.

5. Tari Adat Ngantat Dendan


Tarian ini merupakan tari kreasi yang digarap khusus sebagai tarian yang
menggambarkan iring-iringan dari pengantin pria didalam pernikahan adat Kota Lubuk
linggau, provinsi Sumatera Selatan. Dalam budaya Lubuk linggau, Jaras didalam pernikahan
adat digunakan sebagai wadah untuk menampung barang-barang yang telah diminta oleh
mempelai perempuan sebagai mahar dari pernikahan.

Ciri utama pada tari Ngantat Dendan adalah penggunaan properti yang berupa
Jaras, yaitu rantang besar yang diikat memakai selendang dan diletakkan di bagian kepala.
Jaras didalam rombongan mempelai laki-laki biasanya akan dibawa oleh kaum hawa. baik
itu ibu-ibu maupun para gadis. Hal tersebut dikarenakan ketika budaya tersebut
diimplementasikan ke dalam bentuk tarian. tarian tersebut hanya dipentaskan oleh kaum
hawa.

6. Tari Sendratari Konga Raja Buaye


Sendratari Konga Raja Buaye merupakan tarian kreasi yang diangkat dari sebuah
legenda masyarakat di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Legenda
tersebut menceritakan tentang seorang raja bernama buaya yang mengancam keberadaan
masyarakat di sebuah dusun di Kabupaten Musi Rawas. Raja buaya ini merupakan jelmaan
dari seorang puteri yang cantik. Kemudian datanglah seorang pemuda yang memiliki wajah
yang begitu tampan. Tanpa pertumpahan darah, raja buaya mampu ditaklukan oleh sang
pemuda tesebut. sampai akhimya masyarakat terbebas dari ancaman binatang buaya
pemangsa.

Dilihat dari segi kostum yang dikenakan, para penari dari sendratari Konga Raja
Buaye ini dibagi atas 3 (tiga) kategori peran yaitu, masyarakat, para buaya dan juga
pasukan pemuda tampan. Penari yang memerankan masyarakat biasanya mengenakan
pakaian tradisional perempuan khas Sumatera Selatan. sedangkan para buaya biasanya
mengenakan topeng rupa buaya lengkap dengan lidah yang menjulur-julur. dan pasukan
pemuda biasanya mengenakan pakaian tradisional laki-laki khas Sumatera Selatan.

7. Tari Adat Seluang Mudik


Tari Seluang Mudik adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten
banyuasin, Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang
tingkah laku dan juga gerak-gerik ikan seluang di musim seluang mudik.

Ikan Seluang atau nama latinnya Rasbora Argrytaenia merupakan jenis ikan air
tawar yang banyak hidup di rawa-rawa dan juga banyak berkembang biak di negara Asia
Tenggara. Ikan seluang ini juga mempunyai kebiasaan unik, yaitu selalu berkumpul dan
juga berpindah tempat secara bergerombol serla bersamaan. Fenomena unik pada ikan
seluang mudik inilah yang kerap dijumpai setiap tahun di rawa atau danau di Provinsi
Sumatera Selatan.

8. Tari Adat Madik (Nindai)


Tari Madik (Nindai) merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal Provinsi
Sumatera Selatan. Tarian ini kerap dipakai oleh masyarakat disana dalam acara menifai
calon menantunya. Di Provinsi Sumatera Selatan sendiri terdapat kebudayaan dimana
orang tua dari mempelai pria akan berkunjung ke rumah besan guna menilai calon
mantunya. Proses menilai dan juga melihat inilah yang disebut dengan Nindai atau Madik

9. Tari Adat Putri Bekhusek

Kata Bukhsek pada tarian ini artinya adalah bermain. Sesuai dengan namanya
bahwa tarian ini artinya adalah tarian putri yang sedang bermain. Tari Putri Bekhusek
merupakan salah satu tarian yang berasal dari Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi
Sumatera Selatan. Tarian ini sekaligus juga melambangkan kemakmuran daerah setempat
dan juga Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.
10. Tari Adat Tanggai

Tari Tanggai merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari kebudayaan
masyarakat Palembang di Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan tarian selamat datang
atau tari penyambutan tamu dan sebagai bentuk penghormatan. Tari Tanggai adalah salah
satu tarian tradisional yang cukup populer di Sumatera Selatan khususnya di Palembang.

Tidak ada yang tahu secara persis bagaimana sejarah tari tanggai ini dimulai, tetapi
menurut beberapa sumber bahwa asal usul dari Tari Tanggai bermula dari sebuah tradisi
atau sebuah ritual persembahan masyarakat Budha di Provinsi Sumatera Selatan terhadap
para dewa. Pengaruhnya kebudayaan Tionghoa di dalam tarian ini juga sangat kental
mengingat dahulu kala kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Provinsi Sumatera Selatan
merupakan pusat penyebaran agama Budha di Indonesia.

11. Tari Adat Pagar Pengantin


Tari Pagar Pengantin mempunyai arti khusus yakni melambangkan sebuah
perpisahan para pengantin perempuan dari masa remajanya serta dengan kedua orang
tuanya. Dimana sesudah menikah mereka akan menjadi tanggung jawab suami. Tari Pagar
Pengantin merupakan tarian tradisional yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan.
Tari Pagar Pengantin umumnya akan ditampilkan saat ketika resepsi pernikahan.

12. Tari Adat Gending Sriwijaya

Tarian ini merupakan tarian kolosal dari peninggalan kerajaan Sriwijaya. Dahulunya
tarian ini hanya dipentaskan oleh kalangan internal kerajaan saja sebagai tarian
penyambutan bagi para tamu kerajaan. Saat ini Tan Gending Sriwijaya kerap dipentaskan
oleh masyarakat Palembang didalam berbagai acara seperti pernikahan, pertemuan
instansi pemerintahan sampai dalam berbagai perhelatan budaya

13. Tari Adat Tenun Songket


Tari Tenun Songket merupakan tarian khas Sumatera Selatan yang terinspirasi dari
tradisi menenun masyarakat Palembang. Seperti diketahui, Kain Songket Palembang
merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang kini menjadi salah satu jenis tekstil
terbaik di dunia.

Tari Tenun Songket atau Tari Rampak Kipas Songket Brada menggambarkan
ketekunan dan kegembiraan gadis Palembang saat menenun. Jumlah penarinya dinamis,
namun biasanya lima penari perempuan. Mereka menggunakan baju kurung serta kain
songket, ada juga properti berupa kipas.

14. Tari Adat Kebagh


Tari Kebagh atau Tari Kemban Bidudari atau Tari Bidudari ini tercipta di Dusun
Padang Langgar atau sekarang disebut Dusun Pelang Kenidai. Tari ini dahulu kala dilakukan
oleh para bidudari atau bidadari. Dikisahkan sebelum terbang kekayangan, bidadari
bungsu menarikan tari ini. Tari Kebagh sendiri tidak asal ditampilkan.

Tari ini untuk menyambut petinggi atau raja pada jaman dahulu. Bahkan, untuk
sebelum membawakan Tari Kebagh harus dilaksanakan beberapa ritual agar berjalan
lancar dan para penari tampil secantik bidadari. Tari Kebagh dibawakan dengan iringan
musik khas dan pakaian khas Besemah. Tari ini memiliki gerakan seraya terbang dengan
tangan melambai-lambai. Tari Kebagh merupakan tari khas Besemah yang sudah ada sejak
zaman nenek moyang dahulu.

15. Tari Adat Kubu

Tari Kubu adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Suku Kubu. Suku
Kubu merupakan suku yang menetap di perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera
Selatan. Kehidupannya yang masih semi-nomaden pada sekitar hutan Taman Nasional
Bukit 12, menjadikan masyarakat Kubu ini masih mempunyai pola kehidupan yang
homogen. Hal itu terlihat dari pola mata pencarian masyarakat Suku Kubu yang masih
terfokus dikegiatan berladang dan berburu.

Tari kreasi Kubu ini lahir karna terinspirasi dari kebiasaan masyarakat kubu yang
melakukan upacara pengobatan tradisional untuk menyembuhkan orang yang sedang
sakit.Tarian ini ditarikan oleh 5 (lima) orang laki-laki dan 5 (Iima) orang perempuan.
dengan mengenakan pakaian yang umumnya digunakan oleh masyarakat suku Kubu dalam
kesehariannya.

16. Tari Adat Mejeng Besuko

Tari Mejeng Besuko merupakan tarian yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Tarian ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita pada zaman dahulu,
dikarenakan pada zaman dahulu tidak ada iringan music yang seperti sekarang membuat
tarian pada zaman dahulu tidak terlihat menarik dan terkesan kuno.

Gerakan-gerakan dari tarian yang ada sekarang pun tidak lebih pastilah mengikuti
perkembangan zaman yang dahulu, dimana seperti yang kita tahu gerakan-gerakan yang
ada sekarang adalah merupakan pembaharuan dari gerakan-gerakan yang sudah ada
terlebih dahulu pada masa nenek moyang kita.

17. Tari Adat Gegerit


Secara etimologi kata Gegerit ini dapat diartikan dengan lelah atau capek. Tarian ini
merupakan tari tradisional Lahat yang menceritakan tentang sebuah perjuangan kaum
perempuan di dalam menghadapi penjajahan. Hal tersebut tergambar pada gerakan
setengah jongkok sambil terus memainkan sayap-sayap di bahu.

Tari Gerigit biasanya ditarikan oleh 4 (empat) orang penari yang keseluruhannya
seorang perempuan. Para penari ini mengenakan baju adat Lahat berwara merah marun.
Di bagian bahunya terdapat kain songket yang menyerupai sayap. Sementara itu pada
bagian kepala dihias dengan berbagai hiasan seperti ayun-ayun, cempako, pilis, dan
teratai. Tari tradisional gegerit ini merupakan tarian yang sejak dahulu selalu ditarikan
secara turun temurun oleh masyarakat Lahat.

18. Tari Adat Kipas Serumpun


Tari Kipas Serumpun adalah tari kreasi yang berasal dari Kabupaten Banyuasin,
Provinsi Sumatera Selatan. Tari Kipas Serumpun ini mengandung makna tentang
pentingnya sikap gotong-royong antara sesama manusia. Sikap gotong-royong ini menyatu
dalam kegembiraan yang tergambar didalam sebuah pesta rakyat. Tarian ini juga
menceritakan tentang jalinan persahabatan diantara masyarakat. Banyuasin sendiri
merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang dihuni banyak suku
dan agama. Tari Kipas Serumpun inilah yang kemudian diciptakan dan digunakan untuk
menyatukan mereka dalam kegembiraan.

19. Tari Adat Rodat Cempako

Tari Rodat Cempako merupakan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan
masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang dipengaruhi oleh gerakan dari Timur Tengah.
Tarian ini adalah salah satu tarian masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang bernafaskan
agama Islam.

20. Tari Sebimbing Sekundang


Tari Sebimbing Sekundang merupakan tari tradisional yang berasal dari
kebudayaan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tarian ini umumnya akan
ditampilkan dalam penyambutan para tamu kehormalan yang sedang berkunjung di
daerah ini. Dalam pertunjukannya Tari Sebimbing Sekundang dapat dipentaskan baik itu di
dalam gedung maupun di tempat terbuka dan dilakukan sebanyak 9 penari.

Dimana 1 orang puteri akan membawa tepak, 2 orang penari akan membawa
rempah-rempah, 1 orang akan membawa  payung agung dan 2 orang akan menjadi
pengawal. Tepak atau Pengasan sendiri adalah sarana utama pada tarian tradisional ini
dan berisikan daun sirih yang sudah diracik dengan menggunakan getah gambir sehingga
sudah siap untuk disuguhkan kepada tamu kehormatan sebagai bentuk penerimaan dan
juga pengakuan dari masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.mantabz.com/tarian-adat-daerah-sumatera-
selatan/