Anda di halaman 1dari 38

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan pada ibu
maupun lingkungannya, dengan adanya kehamilan maka seluruh sistem genitalia
wanita mengalami perubahan yang mendasar untuk mendukung perkembangan dan
pertumbuhan janin dalam rahim selama proses kehamilan berlangsung (Serri,2009).
Kehamilan menyebabkan perubahan-perubahan pada tubuh ibu yang mana
perubahan-perubahan tersebut dalam rangka penyesuaian tubuh ibu pada keadaan
kehamilannya. Perasaan kurangenak badan menyebabkan ibu lebih banyak istirahat
sehingga keperluan tubuh akan makanan menjadi berkurang. Pada bulan-bulan
pertama kehamilan nafsu makan berkurang, mual,muntah, kembung, dsb. Gejala-
gejala ini bisa terjadi pada waktu pagi atau sore hari. Salah satu teori yang
menjelaskan pengaruh status nutrisi seorang ibu hamil pada janin yang
dikandungnya adalah teori yang dikenal dengan nama “Fetal Programming”.
Menurut teori tersebut, seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan
gizi/malnutrisi akan menyebabkan fetus yang dikandungnya mendapat asupan
makanan yang kurang dalam pertumbuhannya. Hal itu mungkin akan memicu
timbulnya penyakit kronis pada janin di masa depan (Indriyani, 2013)

Gangguan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan berat badan bayi baru
lahir rendah dan penurunan kesempatan hidup.Status nutrisi ibu pada waktu
konsepsi sangatlah penting dalam bentuk cadangan nutrisi dan dasar kebiasaan
makan. Wanita hamil memerlukan zat besi 30 mg/hari, yang sulit diperoleh dari
sumber-sumber diet sehingga perlu diberikan suplemen. Zat besi diperlukan untuk
mengoreksi keberadaan awal defisisensi dan menyediakan untuk peningkatan
volume darah maternal untuk persediaan darah janin, dan untuk kehilangan darah
selamakelahiran.

Berdasarkan data yang ada penulis tertarik mengangkat judul studi kasus asuhan
keperawatan pada Ny.R dengan diagnosa Vomitus, Nausea pada kehamilan trimester
I(G2P0A0) 10 minggu di Puskesmas Pahandut Palangka Raya.
1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan umum

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada
Ny.R dengan prioritas masalah kebutuhan dasar gangguan nutrisi pada Ibu hamil
trimester I di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya.

1.2.2. Tujuan khusus

1. Melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada klien dengan kasus gangguan


pemenuhan nutrisi pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut Palangka Raya.

2. Menegakkan diagnosa keperawatan pada klien dengan kasus gangguan


pemenuhan nutrisi pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya.

3. Menyusun rencana intervensi keperawatan pada klien dengan kasus


gangguan pemenuhan nutrisi pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut, Palangka
Raya.

4. Melakukan implementasi keperawatan pada klien dengan kasus gangguan


pemenuhan nutrisi pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya.

5. Melakukan evaluasi keperaw atan pada klien dengan kasus gangguan


pemenuhan nutrisi pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya

1.3. Manfaat

1.3.1. Bagi institusi pendidikan

Dapat digunakan sebagai wacana dan pengetahuan tentang perkembangan ilmu


keperawatan, khususnya asuhan keperawatan pada klien dengan kasus gangguan
pemenuhan nutrisi pada ibu hamil.

1.3.2. Bagi penulis

Sebagai pengalaman berharga dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan


dalam bidang asuhan keperawatan (ASKEP).Menambah wawasan penulis mengenai
gangguan Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Hamil.
BAB II

Tinjauan Pustaka

I. DEFINISI
Kehamilan trimester pertama adalah kehamilan pada minggu pertama sampai minggu
ke-13. (Keperawatan Maternitas, Bobak, 2005).

II. ANATOMI DAN FISIOLOGI


Sistem reproduksi wanita terdiri dari organ eksterna dan interna yaitu:
A. Struktur Interna
1. Vagina
Adalah tabung berotot yang dilapisi membran dari jenis epithelium bergaris
yang khusus, di aliri pembuluh darah dan serabut saraf secara berlimpah.
2. Uterus
Adalah organ yang tebal, berotot dan berbentuk buah pear, terletak didalam
pelvis antara rektum belakang dan kandung kemih didepan. Ototnya disebut
miometrium dan selaput lendir yang melapisi sebelah dalamnya disebut endometrium.
Fungsi uterus yaitu untuk menahan ovum yang sudah dibuahi selama perkembangan.
3. Ovarium
Adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari, terletak dikanan dan dikiri uterus,
dibawah tuba fallopi dan terikat disebelah belakang ligamentum latum uteri. Ovarium
berisi sejumlah besar ovum belum matang, yang disebut oosit primer. Setiap oosit
dikelilingi sekelompok sel folikel pemberi makan. Pada setiap siklus haid sebuah dari
ovum primitif ini mulai mematang dan kemudian cepat berkembang menjadi folikel
ovari yang vesicular (Folikel Graaf). Ovarium memiliki 3 fungsi yaitu memproduksi
ovum dan pematangan folikel Graaf atau yang disebut ovulasi; memproduksi hormon
Estrogen serta memproduksi hormon Progesteron (kedua hormon ini berfungsi sebagai
pengaturan menstruasi).
4. Tuba Fallopi
Sepasang tuba fallopi melekat pada fundus uteri yang merupakan penghubung
ovarium dengan uterus dan bermuara ke dalam rongga uterus, sehingga terjadi
hubungan yang langsung dari rongga peritoneal dengan rongga uterus. Fungsi tuba
fallopi adalah untuk mengantarkan ovum dari ovarium ke uterus.
5. Serviks
Merupakan bagian paling bawah uterus. Terdiri dari jaringan ikat dan serabut
yang elastis sehingga memiliki kemampuan meregang pada saat melahirkan.
B. Struktur Eksterna
1. Mons Veneris
Sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simpisis pubis. Daerah ini
ditutupi bulu pada masa pubertas.
2. Labia mayor
Dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva, terdiri atas kulit, lemak, jaringan
otot polos, pembuluh darah dan serabut saraf. Labia mayora panjangnya kira – kira
7,5cm.
3. Labia Minor
Dua lipatan kecil dari kulit diantara bagian atas labia mayora. Labianya
mengandung jaringan erektil.
4. Klitoris
Adalah sebuah jaringan erektil kecil yang serupa dengan penis laki – laki,
letaknya anterior dalam vestibula.

III. TANDA DAN GEJALA


Diklasifikasikan sebagai berikut :
A. Presumsi
Muncul akibat kondisi selain gestasi. Tanda ini tidak cukup valid untuk
menegakkan diagnosa. Misalnya:
1. Gejala Subyektif
a. Amenorea
b. Nausea
c. Muntah (Morning sickness)
d. Merasa lemah dan letih.
e. Payudara terasa penuh dan sensitif
f. Sering berkemih
g. Berat Badan naik
h. Perubahan mood
2. Gejala Obyektif
a. Perubahan fisiologis dan anatomis
b. Peningkatan temperatur tubuh
c. Perubahan kulit seperti striae gravidarum dan pigmentasi
(kloasma, linea nigra)
d. Perubahan pada payudara
e. Perubahan pada rahim dan vagina (tanda – tanda chadwick)
f. Hasil test yang positif
B. Kemungkinan kehamilan
Diobservasi oleh pemeriksa, yaitu pembesaran rahim, kontraksi Braxton Hicks
dan soufflé, ballottement dan hasil test kehamilan positif. Bila digabungkan dengan tanda
dan gejala presumsi, maka tanda kemungkinan memberikan dugaan kuat adanya
kehamilan.
C. Positif kehamilan
Ditujukan oleh adanya denyut jantung janin. Temuan gerakan janin oleh ibu dan
visualisasi janin dengan alat teknik seperti USG.

PERUBAHAN PADA JANIN


 Minggu 1
Janin sudah memiliki bakal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis
kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanya nutrisi (lewat ibu) dan
oksigen.
 Minggu 2 – 3
Ukuran janin: 1/100 inchi. Jantung kecilnya sudah mulai berdetak untuk
mengalirkan darahnya sendiri. Memasuki hari ke-20 fondasi sistem sarafnya juga mulai
terbangun.
 Minggu 4
Bagian kuping mulai terbentuk (larinx dan bagian dalamnya). Kedua kaki dan
tangannya mulai tumbuh. Organ dalam seperti pankreas, paru – paru dan perut juga
terbentuk. Ukuran janin (kepala sampai kaki) mencapai 4 – 6mm.
 Minggu 5
Ukuran fisik janin mnejadi 7 – 9mm. Ginjalnya memasuki tahap perkembangan
akhir . bakal mata, kedua kaki dan tangan berkembang terus. Saraf tulang belakang dan
fondasi bagi otaknya mulai juga muncul.
 Minggu 6
Ukuran janin mencapai 8 – 11mm. Bagian kepala, dada dan perut mulai terbentuk.
Gelombang otak berjalan, jantung berdetak membantu sel – sel darah bersikulasi. Organ
dalamnya sudah ada. Osifikasi (pengerasan tulang) baru saja dimulai. Aliran sel darah
merah dari tali pusat ke plasenta mulai berjalan. Bagian mulut dan bibir serta tulang
rahang bawah sudah sedikit muncul. Bagian tangan dan kaki serta jemarinya tampak
seperti pucuk – pucuk.
 Minggu 7
Panjang janin mencapai 13 – 17mm. Janin sudah bisa bergerak bila diraba melalui
perut. Proses pembentukan usus sudah hampir komplit. Kelopak mata sudah mulai
terbentuk. Bakal hidung dan lubang cuping hidung juga sudah ada. Sel – sel tulang
berkembang terus untuk membentuk struktur tulang rawan di beberapa tempat.
 Minggu 8
Semua struktur utama termasuk lengan, kaki, kepala, otak dan organ lain terus
tumbuh dan berkembang memantapkan fungsinya. Proses pembentukan tulang sudah
komplit dan saling terkait sempurna. Refleks juga sudah ada. Ukuran janin mencapai 27 –
35mm dengan bobot 4 gram. Kepala janin dalam posisi tertekuk. Meski tampak seperti
ikan, beberapa formasi jemari sudah terlihat juga dengan organ kelaminnya.
 Minggu 9
Bobot janin mencapai kira – kira 7 gram, panjang mencapai lebih dari 35mm.
Kelopak mata, hidung dan kuku jemari sudah terlihat. Janin sudah bisa mengedipkan mata,
menelan menggerakkan lidah serta mengepalkan tangannya. Mekanisme pendengarannya
juga sudah mulai berkembang.
 Minggu 10
Otak bayi sekarang memiliki struktur yang sama sampai ia dilahirkan nanti. Organ
matapun terbentuk sempurna, begitupun bakal gigi. Kepala masih tampak lebih besar
dibanding bagian tubuh lain. Panjangnya mencapai 45mm.
 Minggu 11
Semua organ dalam berfungsi sempurna. Pankreas mengeluarkan insulin. Bulu –
bulu dalam usus mulai berkembang serta indung telur ataupun biji kemaluan sudah
terbentuk. Jantungpun mulai memompa darah dengan sempurna. Panjang mencapai
55mm.
 Minggu 12
Otot – otot tubuh membantu pergerakan anggota badan. Jari - jemarinya sempurna
dengan kuku yang nyata. Sudah bisa mengisap jempol tangannya dan berlatih napas
dengan paru – parunya dalam cairan ketuban. Ginjal memproduksi urin, saraf – saraf bisa
merasakan salit juga saraf tulang belakang dan batang otak. Panjang janin mencapai
75mm, bobot sekitar 18gram.
 Minggu 13
Tubuh janin sudah terbentuk sempurna, panjang kira – kira sudah mencapai 85mm
dengan bobot sekitar 28 gram.

PERUBAHAN PADA IBU


1. Uterus
Pembesaran uterus yang fenomenal pada trimester pertama berlanjut sebagai
respon terhadap stimulus kadar hormon estrogen dan progesteron yang tinggi.
Pada minggu ke-7 : ukuran uterus sebesar telur ayam negeri
Pada minggu ke-10 : ukuran uterus sebesar buah jeruk (2x ukuran uterus tidak hamil)
Pada minggu ke-12 : ukuran uterus sebesar buah jeruk (2x ukuran jeruk biasa)
Setelah 3 bulan, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanisme akibat
pertumbuhan janin, selain itu juga uterus mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi.
Dinding – dinding otot menguat dan menjadi elastis.
2. Vagina dan vulva
Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan
dengan
memproduksi mukosa vaginal yang tebal, jaringan ikat longgar, hipertrofi otot polos dan
pemanjangan vagina. Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu kebiruan pada
mukosa vagina dan serviks (tanda Chadwick). Deskuamasi sel – sel vagina yang kaya
glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen. Sel – sel yang tanggal ini membentuk rabas
vagina yang kental dan berwarna keputihan disebut Leukore. Selama masa kehamilan, pH
sekresi vagina menjadi lebih asam dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat wanita hamil lebih
rentan terhadap infeksi vagina. Peningkatan kongesti ditambah relaksasi dinding
pembuluh darah dan uterus yang berat dapat menyebabkan timbulnya edema dan varices
vulva.
3. Payudara
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli dan berat di payudara timbul sejak
minggu ke-6 gestasi. Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, terbentuk warna
merah muda sekunder pada areola dan puting susu menjadi lebih erektil. Striae dapat
terlihat dibagian luar payudara, pembuluh darah yang sebelumnya tidak terlihat sekarang
tampak sebagai jalinan jaringan biru dibawah permukaan kulit.
4. Sistem Cardiovaskular
Terjadi hipertrofi dan dilatasi ringan jantung, mungkin disebabkan oleh
peningkatan volume darah dan curah jantung. Karena diafragma terdorong ke atas, jantung
terangkat ke atas dan berotasi ke depan dan kekiri.
5. Tekanan Darah
Tekanan darah brachialis tertinggi saat wanita duduk, terendah saat berbaring pada
posisi rekumben lateral kiri. Pada posisi terlentang, tekanan darah berada diantara kedua
posisi tersebut.
6. Curah Jantung
Peningkatan curah jantung disebabkan oleh peningkatan volume sekuncup dan
peningkatan ini merupakan respon terhadap peningkatan kebutuhan O2 jaringan.
7. Fungsi Paru
Wanita hamil bernapas lebih dalam tetapi frekuensi napasnya hanya sedikit
meningkat.
8. Laju Metabolisme Basal (BMR)
Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan O2 di unit janin –
plasenta uterus serta peningkatan konsumsi O2 akibat peningkatan kerja jantung Ibu. Pada
trimester I, banyak wanita mengeluh merasa lemah dan letih setelah melakukan aktivitas
ringan, hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas metabolik.
9. Ginjal
Irritabilitas kandung kemih, nokturia dan sering berkemih adalah umum
dilaporkan pada awal kehamilan. Urinari frekuensi merupakan akibat peningkatan
sensitivitas kandung kemih dan pada tahap selanjutnya merupakan akibat kompresi pada
kandung kandung kemih, tonus otot kandung kemih menurun.
10. Keseimbangan cairan dan elektrolit
Akumulasi air ditungkai bawah pada tahap lanjut kehamilan menurunkan aliran
darah ginjal
dan GFR. Akumulasi air ini disebut edema fisiologis yang tidak memerlukan pengobatan.
Pada wanita hamil terjadi glukosuria, jika kadar glukosa lebih rendah dari 160mg/dl.
11. Sistem Integumen
Peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan
rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan
sirkulasi dan aktivitas vasomotor. Jaringan elastis mudah pecah, menyebabkan striae
gravidarum, respon alergi menurun.
12. Sistem Muskuloskeletal
Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan: kurva lumbosakrum normal harus
semakin melengkung dan didaerah servikordosal harus membentuk kurvatura untuk
mempertahankan keseimbangan, pergerakan menjadi lebih sulit.
13. Sistem Neurologis
Perubahan sensori ditungkai bawah, akroestesia (rasa baal dan gatal pada tangan),
nyeri kepala, rasa ingin pingsan dan kram otot.
14. Sistem Pencernaan
Nafsu makan menurun, sekresi usus berkurang, fungsi hepar berubah dan absorbsi
nutrien meningkat, aktivitas (peristaltik) usus menurun, sehingga menimbulkan konstipasi,
mual, muntah, aliran darah ke panggul dan tekanan darah meningkat dan menyebabkan
hemoroid.
15. Sistem Endokrin
Pembesaran moderat kelenjar tiroid, hiperparatiroidisme sekunder ringan, suatu
peningkatan kebutuhan kalsium dan vitamin D. Pada awal kehamilan, pankreas
menurunkan produksi insulinnya, prolaktin serum meningkat.

IV. KOMPLIKASI
A. Hiperemesis gravidarum
B. Preeklamsia
C. Abortus
D. Infeksi
E. Kehamilan Ektopik

V. TEST DIAGNOSTIK
A. Test Kehamilan yaitu :
1. HCG (Human Chorionic Gonadotropin): Dapat dideteksi
didalam urin 14 hari setelah konsepsi.
2. Tes latex Agglutination Inhibition (LAI) : 4 – 10 hari
setelah haid (terlambat)
3. Tes Hemagglutination Inhibition (HAI)
B. Test lain
1. Pemeriksaan Darah : Hb, Ht, WBC (Sel Darah
Putih) : untuk mendeteksi anemia
2. Pemeriksaan jenis janin, Rh, antibody : untuk
menemukan janin yang memiliki resiko mengalami eritoblastosis.
3. Titer rubella : untuk menentukkan kekebalan
pada rubella
4. Tes Tuberkulin
5. Pemeriksaan Jantung (EKG, Foto thoraks) :
untuk mengevaluasi fungsi jantung pada wanita dengan riwayat hipertensi
6. Pemeriksaaan USG dan kadar albumin.
BAB 3
Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
1. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
 Riwayat Kehamilan saat ini dan sebelumnya
 Riwayat Pemeliharaan Kesehatan : alergi, penyakit kronis
 Riwayat Obstetrik : usia menarche, riwayat menstruasi, riwayat PMS
2. Pola nutrisi metabolik
 Penurunan BB.
 Kurang nafsu makan.
 Mual muntah.
3. Pola eliminasi
 Mual muntah berlebih
4. Pola aktivitas dan latihan
 Adanya kelelahan dan toleransi beraktifitas.
 Kelemahan, kelelahan, malaise.
 Penurunan latihan.
5. Pola persepsi kognitif
 Adanya sakit kepala, pusing.
 Ada rasa baal di tangan dan kaki.
 Adanya gangguan penglihatan dan pendengaran.
 Gatal-gatal.
6. Pola mekanisme koping
 Kecemasan b.d Kesiapan menghadapi kehamilan

B. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko Perubahan pola nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d perubahan
selera makan, nausea dan vomitus.
2. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan berlebihan
(muntah)
3. Gangguan rasa nyaman b.d perubahan fisik
4. Kurang pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan yang normal.
C. Rencana Keperawatan
DP 1 : Resiko Perubahan pola nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d perubahan
selera makan, nausea dan vomitus.
HYD : Klien menunjukkan kenaikan berat badan yang sesuai
INTERVENSI :
1. Kaji keadekuatan/kebiasaan asupan nutrisi dulu dan sekarang. Perhatikan kondisi
rambut, kuku dan kulit.
R/ : Kesejahteraan ibu dan janin tergantung pada nutrisi ibu selama kehamilan.
2. Kaji frekuensi dari mual muntah dan penangan dari ibu
R/ : Mual dan muntah pada trimester I dapat berdampak negatif pada status nutrisi
prenatal.
3. Timbang berat badan ibu setiap kunjungan.
R/ : Mengetahui kemajuan dari diet yang dijalankan ibu.
4. Ukur pembesaran uterus
R/ : malnutrisi ibu berefek negatif terhadap pertumbuhan janin dan memperberat
penurunan komplemen sel otak pada janin.
5. Jelaskan mengenai diet yang tepat selama kehamilan dan pentingnya suplemen
vitamin dan zat besi
R/ : Meningkatkan keyakinan ibu memilih diet seimbang
6. Kolaborasi : Pantau kadar Hb/Ht
R/ : mengidentifikasi adanya anemia atau resiko penurunan kapasitas pembawa O2
ibu

DP 2 : Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.d kehilangan cairan berlebihan


(muntah)
HYD : Ibu tidak mengalami kekurangan volume cairan yang ditandai dengan :
 Pasien tidak panas (suhu: 36-37 oC).
 Hidrasi kulit baik, kulit tidak kering.
 Hematokrit dalam batas normal (37-52 %).
INTERVENSI :
1. Observasi TTV
R/ : Tanda-tanda vital sebagai acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien.
2. Observasi tanda dan gejala dehidrasi : Turgor kulit tidak elastis, cianosis,
mata cekung.
R/ : Sebagai indikator untuk pemberian intervensi lebih lanjut
3. Kaji frekuensi dari mual muntah dan
R/ : Mual dan muntah pada trimester I dapat berdampak negatif pada status nutrisi
prenatal.
4. Anjurkan ibu memperhatikan intake dan output.
R/ : Membantu dalam menentukan adanya kehilangan cairan yang berlebih.
5. Anjurkan peningkatan masukan cairan dan makanan dalam porsi kecil tapi
sering (selang 2 – 3 jam).
R/ : membantu meminimalkan mual dan muntah serta asupan cairan sangat diperlukan
untuk menambah volume cairan tubuh.

DP 3 : Gangguan rasa nyaman b.d perubahan fisik


HYD : Klien dapat mengidentifikasi tindakan – tindakan yang memberi kelegaan
INTERVENSI :
1. Catat adanya/derajat rasa tidak nyaman
R/ : Memberikan informasi untuk memilih intervensi
2. Anjurkan Penggunaan bra penyokong
R/ : Memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudara yang membesar.
3. Instruksikan penggunaan kompres es, hangat, anastesi topical jika nyeri
muncul.
R/ : Mengurangi rasa nyeri yang timbul.

DP 4 : Kurang pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan yang normal.


HYD : Setelah diberikan penjelasan diharapkan pengetahuan klien bertambah
mengenai pentingnya nutrisi selama kehamilan yang ditandai dengan :
a. Klien dapat mendiskusikan perubahan pola nutrisi selama ibu
hamil.
b. Klien mengungkapkan keinginan untuk mengkonsumsi nutrisi yang
cukup
INTERVENSI :
1. Bina trust antara perawat dengan klien.
R/ : Peran penyuluh atau konselor dapat memberikan bimbingan dan meningkatkan
tanggung jawab individu terhadap kesehatan.
2. Kaji pengetahuan ibu mengenai nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.
R/ : Mengetahui pemahaman ibu mengenai nutrisi selama kehamilan.
3. Klarifikasi kesalapahaman mengenai pengetahuan yang dimiliki klien.
R/ : Ketakutan biasanya timbul dari kesalahpahaman informasi dan dapat
mengganggu pembelanjaaran selanjutnya.
4. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien.
R/ : Informasi mendorong penerimaan tanggung jawab.
5. Jelaskan pentingnya nutrisi yang seimbang.
R/ : Meningkatkan keinginan untuk melaksanakan diet seimbang.
NO DIAGNOSA AKTUAL/ HYD RENCANA IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN RESIKO/TIDAK KEPERAWATAN
1. Perubahan pola Aktual Kebutuhan nutrisi ibu 1. Kaji TGL : 9 April 2008 S : Ibu mengatakan
nutrisi: kurang dari dapat adekuat dalam keadekuatan/kebiasaan asupan 1. Mengkaj sudah meminum
kebutuhan tubuh waktu 1 bulan yang nutrisi dulu dan sekarang. i kebiasaan asupan vitamin yang
b.d perubahan ditandai dengan : Perhatikan kondisi rambut, nutrisi ibu. diberikan oleh
selera makan, mual  Ibu conjunctiva, kuku dan kulit. → Ibu mengatakan perawat dan
dan muntah menunjukkan R/ : Kesejahteraan ibu dan janin sebelum hamil makan 3 mengerti mengenai
peningkatan berat tergantung pada nutrisi ibu kali sehari 1 porsi, pentingnya nutrisi
DS : Ibu badan yang sesuai selama kehamilan. setelah hamil makan pada saat
mengatakan (minimal 1,5 kg) 2. Kaji hanya 2 – 3 sendok kehamilan
sebelum hamil  Ibu frekuensi dari mual muntah karena ibu merasa mual
makan 3 kali mengkonsumsi zat dan penangan dari ibu dan takut muntah O: Ibu banyak
sehari 1 porsi, besi dan vitamin. R/ : Mual dan muntah pada 2. Mengobs bertanya mengenai
setelah hamil  Ibu trimester I dapat berdampak ervasi kondisi rambut, penangan yang
makan hanya 2 – 3 mengerti mengenai negatif pada status nutrisi kuku dan kulit baik saat merasa
sendok karena ibu diet yang dijelaskan prenatal. → rambut berwarna mual, nutrisi
merasa mual dan dan mau mengikuti 3. Timbang hitam, tidak rontok, selama kehamilan
takut muntah diet yang dianjurkan. berat badan ibu setiap conjunctiva tidak dan asupan
kunjungan. anemis, kuku tidak suplemen vitamin
DO : R/ : Mengetahui kemajuan dari mudah patah, turgor kulit yang dibutuhkan.
BB ibu = 46 Kg diet yang dijalankan ibu. elastis.
TB : 165cm 4. Ukur 3. Menimb A: Masalah
IMT : 16,91 pembesaran uterus ang BB ibu perubahan Pola
(malnutrisi ringan) R/ : malnutrisi ibu berefek → BB ibu = 46 Kg, Ibu nutrisi: kurang dari
negatif terhadap pertumbuhan mengalami penurunan kebutuhan pada
janin dan memperberat BB sebanyak 1 Kg dari 1 ibu belum teratasi
penurunan komplemen sel otak bulan yang lalu. saat ini,
pada janin. 4. Mengkaj diharapkan pada
5. Jelaskan i Mual dan muntah pertemuan
mengenai diet yang tepat → Ibu mengatakan mual mendatang sudah
selama kehamilan dan dan muntah pada pagi teratasi.
pentingnya suplemen vitamin hari sebanyak 1 kali isi
dan zat besi makanan, paling sering P: Rencana 1 – 6
R/ : Meningkatkan keyakinan pada malam hari tetap dilanjutkan.
ibu memilih diet seimbang sebanyak 3 – 4 kali.
6. Kolabora → Ibu mengatakan saat
si : Pantau kadar Hb/Ht merasa mual saat makan
R/ : mengidentifikasi adanya maka ibu akan berhenti
anemia atau resiko penurunan makan, dan tidak makan
kapasitas pembawa O2 ibu lagi sampai waktu makan
berikutnya.
5. Melakuk
an pemeriksaan
Darah : Hb
→ Hasil belum
diketahui.

NO DIAGNOSA AKTUAL/ HYD RENCANA IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN RESIKO/TIDAK KEPERAWATAN
2. Kekurangan Resiko Ibu tidak mengalami 1. Observasi TTV TGL : 9 April 2008 S : ----------------
volume cairan b.d kekurangan volume R/ : Tanda-tanda vital sebagai 1. Mengobs
kehilangan cairan cairan yang ditandai acuan ervasi TTV : O : Tidak
5
yang berlebihan dengan : untuk mengetahui keadaan S: 36 C, N: 80x/mnt, ditemukan adanya
 Pasien tidak umum TD: 100/70mmHg, tanda – tanda
DS : Ibu panas (suhu: 36-37 pasien. P : 20 x/mnt dehidrasi dan klien
mengatakan saat o
C). 2. Observasi tanda 2. Mengobs mengungkapkan
mual dan muntah  Hidrasi kulit dan gejala ervasi tanda keinginan untuk
hanya minum air baik, kulit tidak dehidrasi : Turgor kulit tidak dan gejala dehidrasi : meningkatkan
putih, tidak bisa kering. elastis, cianosis, mata cekung. Turgor kulit elastis, tidak pemasukan cairan.
minum susu.  Hematokrit R/ : Sebagai indikator untuk cianosis, mata tidak
dalam batas normal pemberian cekung A: Masalah
DO : - Turgor kulit (37-52 %).. intervensi lebih lanjut 3. Mengkaj kekurangan volume
elastis, tidak 3. Kaji frekuensi i frekuensi dari cairan teratasi
cianosis, mata tidak dari mual muntah dan mual muntah sebagian
cekung R/ : Mual dan muntah pada → Ibu muntah pada pagi
- Ibu muntah pada trimester I dapat berdampak hari sebanyak 1kali isi P: Rencana 1 – 6
pagi hari sebanyak negatif pada status nutrisi makanan dan malam hari dilanjutkan dan
1kali isi makanan prenatal. sebanyak 3 – 4 kali. akan dievaluasi
dan malam hari 4. Anjurkan ibu 6. Menganj pada pertemuan
sebanyak 3 – 4 memperhatikan intake urkan ibu berikutnya.
kali. dan output. memperhatikan intake
R/ : Membantu dalam dan output dengan
menentukan meningkatan masukan
adanya kehilangan cairan yang cairan dan makanan
berlebih. dalam porsi kecil tapi
5. Anjurkan sering (selang 2 – 3 jam).
peningkatan masukan
cairan dan makanan dalam porsi
kecil tapi sering (selang 2 – 3
jam).
R/ : membantu meminimalkan
mual
dan muntah serta asupan cairan
sangat diperlukan untuk
menambah
volume cairan tubuh.
NO DIAGNOSA AKTUAL/ HYD RENCANA IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN RESIKO/TIDAK KEPERAWATAN
3. Kurang Aktual Setelah diberikan 1. Bina trust antara TGL : 9 April 2008 S : Ibu mengatakan
pengetahuan penjelasan diharapkan perawat dengan klien. mengerti mengenai
mengenai pengetahuan klien R/ : Peran penyuluh atau 1. Membina trust pentingnya nutrisi
pentingnya nutrisi bertambah mengenai konselor antara dalam kehamilan.
pada ibu hamil. pentingnya nutrisi dapat memberikan bimbingan perawat dengan klien.
selama kehamilan yang dan meningkatkan tanggung 2. Mengkaji O : Ibu tampak
DS : Ibu ditandai dengan : jawab individu terhadap pengetahuan ibu tenang, serta ibu
mengatakan saat 1. Klien kesehatan. mengenai nutrisi yang mampu
merasa mual dan dapat mendiskusikan 2. Kaji dibutuhkan selama mengungkapkan
muntah ibu tidak perubahan pola nutrisi pengetahuan ibu mengenai kehamilan. kembali penjelasan
melanjutkan makan selama ibu hamil. nutrisi yang dibutuhkan selama → Ibu mengatakan saat yang telah
kerena takut akan 2. Klien kehamilan. merasa mual dan muntah diberikan.
muntah kembali. mengungkapkan R/ : Mengetahui pemahaman ibu tidak melanjutkan
Ibu makan pada keinginan untuk ibu mengenai nutrisi selama makan kerena takut akan A : Masalah kurang
waktu makan mengkonsumsi nutrisi kehamilan. muntah kembali. Ibu pengetahuan pada
berikutnya. yang cukup 3. Klarifikasi makan pada waktu pasien teratasi
kesalapahaman mengenai makan berikutnya. sebagian.
DS : ibu banyak pengetahuan yang dimiliki 3. Mengklarifikasi
bertanya mengenai klien. kesalapahaman P : Rencana
nutrisi selama R/ : Ketakutan biasanya timbul mengenai pengetahuan dilanjutkan pada
kehamilan dan dari kesalahpahaman informasi yang dimiliki klien. pertemuan
suplemen untuk dan dapat mengganggu Dengan menjelaskan berikutnya.
kehamilan. pembelanjaaran selanjutnya. pentingnya nutrisi yang
4. Pertahankan seimbang yaitu nutrisi
sikap terbuka terhadap sangat penting bagi
keyakinan klien. pertumbuhan janin
R/ : Informasi mendorong dikandungan ibu.
penerimaan tanggung jawab. Ibu dianjurkan untuk
5. Jelaskan tetap makan dengan
pentingnya nutrisi yang porsi kecil, dalam
seimbang. keadaan hangat dan
R/ : Meningkatkan keinginan sering (selang 2 – 3jam).
untuk melaksanakan diet
seimbang.
BAB 4
Asuhan Keperawatan Pasien Kelolaan

1. Pengkajian

Identitas Pasien

Nama : Ny. R

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 25 tahun

Status Perkawinan : Kawin

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT

Alamat :Jl. Dr Murjani, Palangka Raya

Golongan Darah :O

Tanggal Pengkajian : 12 Maret 2020

Diagnosa Medis : Nausea

2. Keluhan Utama

Ny.R mengeluh mual muntah 4 sampai 5 kali dalam sehari yaitu pada pagi dan
sore hari terutama setelah makan. Ny. R mengatakan mudah lelah ketika beraktivitas
dan nafsu makan menurun.

3. Riwayat Kesehatan Sekarang

A. Provocative/palliative : Penyebab mual muntah karena proses adaptasi pada


kehamilan trimester I. Untuk memperbaiki keaadan Ibu langsung beristirahat ketika
merasa mual.

B. Quantity/Quality : Ny.R merasakan mual muntah secara berulang. Ny.R terlihat


kelelahan.

C. Region : Mual muntah yang dirasakan Ny.R tidak menyebar.

D. Severity : Karena merasakan mual muntah secara berulang Ny.R merasa kelelahan
sehingga tidak semangat untuk beraktivitas.
E. Time :Ny.R mengatakan mual muntah dirasakan sebanyak 4-5x/hari pada pagi dan
sore hari.

4. Riwayat Kesehatan Masa Lalu

A. Penyakit yang pernah dialami :Ibu pernah demam, batuk dan pilek.

B. Pengobatan/ tindakan Yang pernah dilakukan :Ny. R membeli obat diwarung.

C. Pernah dirawat/dioperasi :Ny. R tidak pernah dirawat maupun dilakukan operasi.

D. Lama dirawat : -

E. Alergi :Ny. R tidak memiliki riwayat alergi.

F. Imunisasi :Imunisasi Ny.R lengkap

5. Riwayat Kesehatan Keluarga.

A. Orang tua :Orang tua Ny. R tidak ada yang menderita penyakit serius.

B. Saudara kandung :Saudara Ny. R tidak ada yang menderita penyakit serius.

C. Penyakit keturunan yang ada:Ny. R tidak mempunyai penyakit keturunan.

D. Anggota keluarga yang meninggal :Belum ada anggota keluarga Ny. R yang
meninggal dunia.

6. Riwayat Obstetrik

G:2 P:0 A:0 HPHT : 10 – 1 - 2020 TTP : 17 – 10– 2020

Usia Kehamilan : 10 minggu

No Umur Komplikasi/Masalah Penolong

Kehamilan Persalinan Nifas KondisiAnak

1 25 thn Hamil ini - - - -


7. Pemeriksaan Fisik

A. Keadaan umum :

Keadaan umum Ny. R saatini terlihat lemas.

B. Tanda – Tanda vital

Suhu tubuh : 36,5 °C


Tekanan Darah : 100 / 70 mmHg
Nadi : 70 x / menit
Pernafasan : 22 x / menit
Skala Nyeri :-
TB : 162cm
Berat badan saat ini : 55 kg
Berat badan sebelumnya : 59 kg
Lila : 21,5 cm

C. Pemeriksaaan Head to toe

Kepala dan rambut :Kulit kepala terlihat bersih dan tidak berbau.
Wajah : Struktur wajah bulat dan simetris.
Mata :Bola mata simetris, palpebra normal, dan konjungtiva terlihat pucat.
Hidung : Tulang hidung dan posisi septum nasi normal, simetris,dan tidak ada
terdapat cuping hidung.
Mulut dan faring :Keadaan bibir terlihat kering, pecah-pecah. Keadaan gigi
dan gusi bersih, tidak terlihat adanya perdarahan. Keadaan lidah bersih.
Kedudukan leher trachea normal , tidak ada massa ataupun nyeri tekan. Tidak
ada pembengkakan kelenjar thyroid. Suara jelas, tidak ada gangguan
komunikasi.
Pemeriksaan Integument :Integument bersih, hangat, dan berwarna kuning
langsat. Turgor kembali > 2 detik, tidak lembab dan tidak terdapat kelainan pada
kulit.
Pemeriksaan thorak/dada :Pernafasan Ny. R normal, frekuensi nafas
22x/menit, suara nafas vesikuler.Tidak terdapat kesulitan saat bernafas.
Pemeriksaan abdomen :Bentuk abdomen masih seperti biasa.

8. Kebiasaan Sehari - hari Pola makan dan minum


Frekuensi makan sehari : 2 x/hari
Nafsu/selera makan : Nafsu makan Ny. R kurang
terutama pada sayuran hijau.
Nyeri ulu hati : Tidak ada
Alergi : Tidak ada riwayat alergi
Mual dan muntah : Ya
Waktu pemberian makan : sesuai keinginan Ny.R.
Jumlah dan jenis makan : Menu biasa
Waktu pemberian cairan/minum : Minum sehabis makan, setiap kali
haus.
Masalah makan dan minum : Ny.R tidak mengalami kesulitan
menelanmaupun mengunyah.

Perawatan diri/personal hygiene

Kebersihan tubuh : Tubuh Ny. R bersih, Ny. R mandi 3x sehari


Kebersihan gigi dan mulut : Mulut dan gigi Ny. R bersih, Ny. R
menyikat gigi 2 kali sehari.
Kebersihan kuku kaki dan tangan : Kuku kaki dan tangan Ny. Rbersih
karena dipotong seminggu sekali .

Pola Kegiatan/ Aktivitas

Kegiatan Mandiri Sebagian Total

Mandi

Makan

BAB

BAK

Ganti Pakaian

Untuk aktifitas ibadah

Ny. R dapat melakukan nya sendiri seperti biasanya.

Pola eliminasi BAB dan BAK

Pola BAB : Pasien BAB 1 x/hari, biasanya pagi hari di

kamar mandi.

Karakter feses : Tidak dikaji

Riwayat perdarahan : Tidak pernah


BAB terakhir : Sehari sebelum tanggal pengkajian11Maret 2020)

Diare : Sedang tidak diare

Penggunaan laktasif : Tidak

Pola BAK : Pasien BAK > 8 x / hari

Karakter urin : Berwarna kuning, cair, berbau khas.

NO DATA O/S ETIOLO MASALAH


GI
KEPERAWAT
AN

Nyeri saat BAK : Tidak ada


2 . ANALISA DATA

1 DS : Ny. R Perubahan nutrisi


Proses
mengatakan sering kurang dari
Kehamilan
mual dan muntah kebutuhan tubuh.
dalam sehari bisa
Mempengar Saluran cerna
lebih dari 4 sampai uhi hormone terdesak karena
5 kali, mudah lelah HCG & memberi ruang
Esterogen untuk janin
ketika beraktivitas,
Tumbuh
nafsu makan
menurun. Sehingga
mengakibat Refluks asam
Kan dan lambung
peningkatan bekerja lebih
DO : Wajah Ny. R Hormone Lambat
HCG dan Menyerap
terlihat pucat, Esterogen Makanan
keadaan umum (keluarnya
asam dari
lemah, mukosa Memicu lambung ke
bibir kering bagian otak tenggorakan)
Yang
kesadaran baik
mengontrol
dengan tanda- tanda mual dan
vital : TD:100/70 Muntah
Mual dan
mmHg; HR:70x/I; muntah
RR: 22 x/I; T: 36,5
°C
Tidak nafsu
makan

Cadangan
Karbohidrat dan
Lemak habis terpakai

Perubahan nutrisi
kurang dari
kebutuhan tubuh

4. RUMUSAN MASALAH
1. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d asupan gizi yang tidak
adekuat d/d Ny. R mengatakan sering mual dan muntah dalam sehari bisa lebih
dari
4-5x, mudah lelah ketika beraktivitas, nafsu makan menurun.Wajah Ny. R
terlihat pucat,keadaan umum lemah, mukosa bibir kering kesadaran baik dengan
tanda- tanda vital : TD:100/70 mmHg; HR:70x/I; RR: 22 x/I; T: 36,5 °C

4. PERENCANAAN KEPERAWATAN DAN RASIONAL

No. Dx. Tujuan dan Intervensi Rasional


Keperawatan
Kriteria Hasil
1 Pemenuhan - Anjurkan oral - Meningkatkan
nutrisi kurang hygiene yang baik; nafsu makan dan
dari kebutuhan Tujuan: sebelum dan sesudah pemasukan oral,
tubuh makan, gunakan sikat menurunkan
berhubungan Diharapkan gigi yang halus pertumbuhan bakteri,
dengan asupan kebutuhan Untukmenyikat dan meminimalkan
nutrisi yang gigidengan lembut. kemungkinan
tidak adekuat nutrisi ibu infeksi.
ditandai hamil dapat
dengan mual terpenuhi. - Kaji riwayat nutrisi,
muntah (+).
termasuk makanan
yang disukai. -Mengidentifikasi
Kriteria
difisiensi menduga
hasil:
kemungkinan
-Terjadi intervensi.
peningkatan - Timbang berat badan
berat badan. pasien.

-Tidak
mengalami - Mengetahui berat

Tanda badan atau

malnutrisi. - Anjurkan makan efektivitas intervensi


sedikitdenganfrekuensi nutrisi.
-Nafsu makan
kembali sering / makan
normal. diantara waktu makan.
- Makan sedikit
dapat menurunkan
kelemahan dan
meningkatkan
pemasukan juga
- Observasi dan catat mencegah distensi
kejadian mual/muntah. gaster.

- Gejala
mual/muntah dapat
menunjukkan efek
anemia(hipoksia)
pada organ.

5 . PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN

Hari/ No. Implementasi Keperawatan Evaluasi


Dx
Tanggal (SOAP)

12 Maret 1 - Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :


2
2020 mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
- Mengukur tanda-tanda
- Nafsu makan pun
vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
- Menimbang berat badan
melaksanakan
klien.
nasehat dari
perawat.
- Mengajarkan makan
O:
sedikit dengan
frekuensi sering. - Ibu masih sering
meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan
penjelasan perawat
Klienmelakukan oral
terbukti klien dapat
hygiene sebelum dan
mengulang apa
sesudah makan.
yang telah
disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 55kg

TD :100/70 mmhg

RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalah belum teratasi


sebagian.

P: intervensi dilanjutkan.

13 Maret - Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :


2020 mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
- Mengukurtanda-tanda
- Nafsu makan pun
vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
- Menimbang berat badan
melaksanakan
klien.
nasehat dari
perawat.
- Mengajarkanmakan
O:
sedikit dengan
frekuensi sering. - Ibu masih sering
meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan klien
penjelasan perawat
melakukan oral hygiene
terbukti klien dapat
sebelum dan sesudah mengulang apa
makan. yang telah
disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 55kg

TD :110/80 mmhg

RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalah belum teratasi


sebagian.

P: intervensi dilanjutkan.

14 Maret Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :


2020 mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
Mengukurtanda-tanda
- Nafsu makan pun
vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
Menimbang berat badan
melaksanakan
klien.
nasehat dari
perawat.
Mengajarkanmakan
O:
sedikit dengan
frekuensi sering. - Ibu sudah tidak
lagi meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan klien penjelasan perawat
melakukan oral hygiene terbukti klien dapat
sebelum dan sesudah mengulang apa
makan. yang telah
disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 57kg

TD :100/70 mmhg

RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalahbelum teratasi
sebagian.

P: Pertemuan berakhir.
CATATAN PERKEMBANGAN

Hari/ No Pukul Implementasi Evaluasi


. Keperawatan
Tangga Dx (SOAP)
l
12 Maret 1 10:00 - Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :
2020 WIB mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
10:20 - Mengukurtanda-
- Nafsu makan pun
WIB tanda vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
11:00 - Menimbang berat
melaksanakan
WIB badan klien.
nasehat dari
perawat.
11:15 - Mengajarkanmakan

WIB sedikit dengan O:


frekuensi sering. - Ibu masih sering
meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan klien
penjelasan perawat
melakukan oral
12:00 terbukti klien
hygiene sebelum
WIB dapat mengulang
dan sesudah makan.
apa yang telah
disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 55kg

TD :100/70 mmhg
RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalah belum teratasi


sebagian.

P: intervensi dilanjutkan.

13 Maret 10:00 - Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :


2020 WIB mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
10:20 - Mengukurtanda-
- Nafsu makan pun
WIB tanda vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
11:00 - Menimbang berat
melaksanakan
WIB badan klien.
nasehat dari
perawat.
11:15 - Mengajarkanmakan

WIB sedikit dengan O:


frekuensi sering. - Ibu masih sering
meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan klien
penjelasan perawat
melakukan
12:00 terbukti klien
WIB Oralhygiene dapat mengulang
sebelum dan apa yang telah
sesudah makan. disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 55kg

TD :110/80 mmhg

RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalah belum teratasi


sebagian.

P: intervensi dilanjutkan.

14 Maret 10:00 - Menanyakan dan S: Ibu mengatakan :


2020 WIB mencatat frekuensi
- masih merasa mual
mual dan muntah.
tetapi sudah tidak
muntah.
10:20 - Mengukurtanda-
- Nafsu makan pun
WIB tanda vital klien.
sudah mulai
meningkat.
- Ibu mau
11:00 - Menimbang berat
melaksanakan
WIB badan klien.
nasehat dari
perawat.
11:15 - Mengajarkanmakan
O:
WIB sedikit dengan
frekuensi sering. - Ibu sudah tidak
lagi meludah.
- Ibu mengerti
- Mengajarkan klien penjelasan perawat
melakukan oral
12:00 terbukti klien
hygiene sebelum
WIB dapat mengulang
dan sesudah makan. apa yang telah
disampaikan.
- Pemeriksaan ttv :
BB : 57kg

TD :100/70 mmhg

RR:22x/1

HR:82x/i

T :36,5 °C

A: masalah belum teratasi


sebagian.

P: Pertemuan berakhir.
BAB 5
KESIMPULAN DAN
SARAN

3.1.Kesimpulan

Setelah dilakukan pengkajian pada tanggal 12 Maret 2020 dengan


cara wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Ditemukan Ny. R dengan
prioritas masalah gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan asupan nutrien
yang tidak adekuat ditandai dengan mual muntah (+). Setalah diagnosa ditemukan
pada Ny.R, selanjutnya prioritas masalah implementasikan sesuai dengan intervensi
yang telah di susun dengan tujuan : kebutuhan nutrisi ibu hamil terpenuhi, dan kriteria
hasil : terjadi peningkatan berat badan,nafsu makan kembali normal, dan kebutuhan
nutrisi terpenuhi. Setelah dilakukan implementasi pada Ny. R, kemudian dilakukan
evaluasi didapatkan hasil nafsu makan Ny.R kembali normal dan masalah belum
teratasi sebagian.

3.2.Saran

- Bagi Pelayanan Kesehatan agar petugas kesehatan selalu memberikan


pengarahan kepada pasien dan keluarga agar mampu memahami dalam pengobatan
terhadap keluarga pasien.

- Bagi Pasien dan Keluarga dengan adanya asuhan keperawatan yang


dilakukakan oleh perawat kepada klien, diharapkan klien dan keluarga mandiri dalam
mencegah, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan bagi diri, keluarga maupun
lingkungan, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal.
Daftar
Pustaka

Alimul, Aziz.2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, Jakarta: Salemba Medika.

Bobak, LM., Lowdermilk, D.L., & Jensen, M.D.2005. (Alih Bahasa *


Wijayarini, M.A.), Buku Ajar Keperawatan Maternita, Edisi 4, Jakarta:
EGC.

Indriyani, Diyan.2013. Keperawatan Maternitas: Pada Area Perawatan Antenatal,


Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Serri, Hutahean.2009. Asuhan Keperawatan Dalam Maternitas & Ginekologi,


Jakarta: TIM.