Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu


Yedida Yosananto, Rini Ratnayanti (2013) melakukan sebuah studi
penelitian untuk mengsimulasikan pola operasi waduk untuk air baku dan air
irigasi dalam jurnal penelitian yang berjudul Studi Simulasi Pola Operasi Waduk
Untuk Air Baku Dan Air Irigasi Pada Waduk Darma Kabupaten Kuningan Jawa
Barat. Dalam memenuhi kebutuhan air baku dan air irigasi maka dilakukan
simulasi pola operasi waduk untuk mengetahui tingkat kegagalan dan tingkat
keterandalan waduk dalam melakukan tugasnya.Simulasi pola operasi dilakukan
dengan menggunakan debit andalan berdasarkan kriteria Suyono Sosro Darsono
yaitu 26,02% ; 50,68% ; 75,34% ; 97,30%. Dari hasil simulasi untuk beberapa
debit andal, kebutuhan air baku penduduk serta Pabrik Gula selalu terpenuhi pada
setiap debit andal karena merupakan kebutuhan yang penting. Luas lahan
pertanian yang dapat diairi untuk setiap debit andal adalah sebagai berikut : untuk
debit andalan 26,02% luas lahan pertanian yang dapat diairi sebesar 3500 ha,
50,68% luas lahan pertanian yang dapat diairi sebesar 2200 ha, 75,34% luas lahan
pertanian yang dapat diairi sebesar 1200 ha, serta 97,30% luas lahan pertanian
yang dapat diairi sebesar 1045 ha. Berdasarkan perhitungan secara seri selama 25
tahun diperoleh peluang keberhasilan Waduk Darma untuk mengairi lahan
pertanian seluas 3500 ha sebesar 20,50%. Sedangkan hasil hasil perhitungan
simulasi pola operasi waduk yang dilakukan secara seri terhadap 25 tahun data
diperoleh besarnya periode gagal adalah sebesar 477 periode gagal dari 600
periode simulasi.

Satriya Arif Wicaksono, Donny Harissuseno, Prima Hadi Wicaksono (2016)


melakukan suatu penelitian tentang pola operasi waduk untuk kebutuhan air
bersih dan irigasi dalam jurnal penelitian yang berjudul Pola Operasi Waduk
Puundoho Untuk Kebutuhan Air Bersih Dan Irigasi Kabupaten Kolaka Utara
Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan untuk dapat memenuhi
kebutuhan khususnya kebutuhan air bersih yang dimana dengan bertambahnya
waktu pertumbuhan penduduk juga menjadikan meningkatnya kebutuhan air
sedangkan persediaan air di bumi tetap. Debit andalan yang digunakan
berdasarkan kriteria Suyono Sosro Darsono yaitu 26,02% ; 50,68% ; 75,34% ;
97,30%. Dalam simulasi operasi waduk menggunakan semua input data tersebut
didapatkan debit outflow dengan jumlah penduduk yang dapat terlayani, serta
menentukan keandalan waduk. Dalam penentuan pedoman lepasan operasi waduk
menggunakan pola operasi berdasarkan tampungan. Dari hasil perhitungan
kebutuhan air bersih di Pakue pada tahun 2035 kebutuhan air bersih sebesar 27,39
lt/dtk. Keandalan waduk ditetapkan 80%. Pedoman lepasan pola operasi waduk
menggunakan pola operasi berdasarkan tampungan, didapatkan batas minimum
waduk berkisar 0% - 90% dan dari hasil simulasi operasi waduk didapatkan
prosentase lepasan berdasarkan tampungan total berkisar 0% - 100% dengan
simulasi operasi menggunakan 10 kelas nilai lepasan yang paling optimal.

Ernawan Setyono, Amirul Satrio Rudianto (2019) melakukan suatu


penelitian tentang alternatif pola operasi embung untuk keutuhan air baku dan air
irigasi dalam jurnal penelitian yang berjudul Alternatif Pola Operasi Embung
Sukodono Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Untuk Kebutuhan Air Baku
Dan Air Irigasi. Alternatif digunakan untuk pola operasi menggunakan teknik
pemompaan. Embung Sukodono memanfaatkan suplesi sungai Bengawan Solo
bagian hilir yang terletak di desa Sekargadung dengan inflow debit pemompaan
rencana sebesar 230 liter/detik untuk memenuhi outflow berupa kebutuhan air
baku dan irigasi masyarakat. Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun hingga
tahun 2039. Kebutuhan air baku pada jam puncak pada tahun 2039 sebesar 73,76
liter/detik dan kebutuhan irigasi maksimum sebesar 250,93 liter/detik seluas 250
Ha. Dalam studi ini simulasi pola operasi embung terbagi menjadi 3 alternatif
pemompaan. Dari hasil simulasi rencana pola operasi Embung Sukodono, rencana
pola operasi yang digunakan selama 25 tahun adalah alternatif 3. Pada alternatif 3
kapasitas debit pemompaan dapat diturunkan dari 230 lt/dtk menjadi 200 lt/dtk
pada musim kering dan lama pemompaan dapat diturunkan dari 12 jam
pemompaan menjadi 8 jam pemompaan pada musim kering namun elevasi
muka air embung tetep terjaga di atas elevasi tampungan minimum operasi.

Dediek Iaqak, Pitojo Tri Juwono, Heri Suprijanto (2016) melakukan


penelitian tentang pola operasi embung untuk pemenuhan kebutuhan air baku
dalam jurnal penelitian yang berjudul Analisa Pola Operasi Embung Joho Untuk
Pemenuhan Air Bersih Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Jawa
Timur. Dalam studi ini dilakukan simulasi operasi waduk pada tahun 2011 sampai
2025, simulasi dilakukan dengan menggunakan berbagai keandalan debit inflow
yaitu air cukup (26,02%), air normal (50,68%), air rendah (75,34%) dan air kering
(90%) serta dengan beberapa keandalan operasi. Metode simulasi yang digunakan
mempunyai tujuan untuk mengetahui pola operasi embung. Persamaaan yang
digunakan adalah kontiunitas massa aliran yang merupakan hubungan antara
masukan (inflow), keluaran (outflow), dan perubahan tampungan embung. Data
yang digunakan dalam analisis ini adalah debit inflow, evaporasi, jenis tanah dan
kebutuhan yang harus dilayani embung. Dari hasil simulasi ini dilakukan analisa
pola operasi berdasarkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing –
masing simulasi pola operasi. Dari hasil analisa maka pola operasi yang tepat
untuk Embung Joho adalah pola operasi dengan simulasi keandalan debit 90%.

2.2 Perbedaan Dengan Penelitian Terdahulu


Dalam suatu penelitian satu dengan lainnya terdapat perbedaan dengan
penelitian terdahulu yang dimana untuk setiap metode yang digunakan pada
analisis perhitungan digunakan sesuai dengan data dan kebutuhan masing-masing.
Berikut perbedaan dengan penelitian terdahulu dapat dilihat pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Perbedaan Dengan Penelitian Terdahulu

N
Penelitian Terdahulu Perbedaan
o

1. Yedida Yosananto, Rini Perbedaan penelitian ini terletak pada


Ratnayanti (2013) Studi lokasi penelitian serta pembahasan
Simulasi Pola Operasi Waduk simulasi pola operasi embung
Untuk Air Baku Dan Air berdasarkan kapasitas waduk dan
Irigasi Pada Waduk Darma kebutuhan yang dilayani berdasarkan
Kabupaten Kuningan Jawa kriteria Suyono Sosrodarsono. Pada
Barat penelitian terdahulu menggunakan
Metode Eksponensial untuk proyeksi
penduduk

Satriya Arif Wicaksono, Perbedaan penelitian ini terletak pada


2. Donny Harissuseno, Prima lokasi penelitian. Data debit
Hadi Wicaksono (2016) Pola menggunakan Metode FJ. Mock.
Operasi Waduk Puundoho Terdapat pedoman lepasan pola operasi
Untuk Kebutuhan Air Bersih waduk untuk analisis presentase
Dan Irigasi Kabupaten Kolaka kebutuhan menggunakan solver.
Utara Provinsi Sulawesi Penerapan Rule Curve pada waduk dalam
Tenggara pedoman lepasan pola operasi.

Ernawan Setyono, Amirul Perbedaan penelitian ini terletak pada


3. Satrio Rudianto (2019) lokasi penelitian. Penggunaan Metode
Alternatif Pola Operasi Geometrik pada analisis proyeksi
Embung Sukodono Kecamatan penduduk. Dalam simulasi pola operasi
Panceng Kabupaten Gresik embung menggunakan sistem alternatif
Untuk Kebutuhan Air Baku pemompaan.
Dan Air Irigasi.

4 Dediek Iaqak, Pitojo Tri Perbedaan penelitian ini terletak pada


. Juwono, Heri Suprijanto lokasi penelitian .Penelitian dilakukan
(2016) Analisa Pola Operasi hanya untuk kebutuhan Air bersih saja
Embung Joho Untuk tidak dengan kebutuhan irigasi.Untuk
Pemenuhan Air Bersih Desa analisis debit air menggunakan dasar
Joho Kecamatan Pace Model Tangki serta digunakan kapasitas
Kabupaten Nganjuk Jawa filtrasi rembesan air yang mengalir pada
Timur tubuh bendung dengan menggunakan
jaringan trayektori