Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS PENYAKIT

HIDROCEPHALUS

NAMA KELOMPOK :

1. DENADA D.A.T (616080716007)


2. NUR FAIZA (616080715026)
3. MULIYA USMI (616080716029)
4. RANI NUR ALIF T (616080716046)
5. ROSNAWATI S (6160807160 )

STIKES MITRA BUNDA PERSADA BATAM


TAHUN AJARAN 2016/2017
ASUHAN KEPARAWATAN HEDROSEFALUS

A. CONTOH KASUS

Anak D usia 1 tahun, jenis kelamin laki-laki,agama islam, suku bangsa Jawa, alamat rumah
kampung hantaran RT 9/9 tanah sari Bogor, sebelum di rawat diruang perawatan IKA I klien
terlebih dahulu masuk unit gawat darurat RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 10 Januari
2008, dengan diagnosa medis hedrosefalus , saat di UGD keluarga mengatakan anak sudah
tiga hari yang lalu pada terasa panas, kepala anak semakin hari bertambah besar, lingkar
kepala saat lahir 31 cm , dan saat ini 55 cm, pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya
cracked pot pada palpasi kepala,kelemahan fisik, adanya tanda-tanda peningkatan TIK seperti
mual , muntah , pusing dan lain-lain.

B. ASUHAN KEPERAWATAN

1. Biodata Pasien Biodata Penanggung Jawab

Nama : An. D Nama : Tn. T


Nomor MR : 21 47 24 Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 1 tahun Umur : 30 tahun
Jenis kelamin : laki – laki Pekerjaan : Kary.Swasta
Agama : Islam Hub. Dengan pasien : Ayah
Suku Bangsa : Jawa Agama : Islam
Diagnose medis : Hedrosefalus
Tanggal masuk : 10 Januari 2008
Tanggal pengkajian : 11 Januari 2008
Ruang rawat : IKA I

2. Riwayat kesehatan

a. Riwayat Kesehatan Sekarang


- Riwayat Masuk Rumah Sakit
Keluarga mengatakan anak sudah tiga hari yang lalu badan terasa panas,kepala
anak semakin hari semakin membesar, lingkar kepala saat lahir 31 cm , dan saat
ini 55 cm. Klien belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya dan setelah
timbul gejala terhadap si anak keluarga pun memustuskan membawa anak untuk
berobat ke rumah sakit umum RSPAD Gatot Subroto .
- Keadaan Pasien Saat Pengkajian
Pada pemeriksaan fisik klien di temukan adanya craked pot pada palpasi kepala,
kelemahan fisik , terdapat adanya tanda-tanda penngkatan TIK seperti mual,
muntah , pusing , dll.

b. Riwayat Kesehatan Masa Lalu

a. Riwayat kehamilan dan kelahiran

Kesehatan pada ibu sewaktu hamil tidak ada masalah, tidak ada hiperemis
gravidarum, perdarahan pervagina, anemia dan lain-lain. Pemeriksaan kehamilan
dilaksasnakan secara teratur, diperiksa oleh dokter, tempat pemeriksaan
kehamilan adalah puskesmas, imunisasi yang di dapat ialah TT. Pengobatan yang
didapat saat hamil adalah vitamin B kompleks, obat penambah darah dan kalk.
Usia kelahiran saat melahirkan adalah 39 minggu dengan cara persalinan
spontan. Di totlong oleh dokter, keadaan bayi saat lahir bayi menangis kuat,
gerak aktif, BB lahir 3,5 kg, PB 48 cm, lingkar kepala 31 cm.Saat setelah lahir
cacat congenital tidak ada, ikterus pada bayi tidak ada, tida ada kejang, paralisis,
perdarahan, trauma persalinan dan penurunan BB. Anak mendapatkan ASI
segera setelah lahir.

b. Riwayat pertumbuhan dan perkembangan

Gangguan dalam proses tumbuh kembang tidak ada, anak sudah dapat
menggenggam benda dengan kuat dan erat, gigi susu sudah mulai ada.

c. Penyaki-penyakit yang pernah diderita


Penykit yang pernah diderita antara lain batuk pilek, demam dan mencret.

d. Pernah dirawat di rumah sakit


Sebelumnya anak belum pernah di rawat di rumah sakit.

e. Obat-obat
Anak sebelumnya tidak mendapatkan terapi obat-obatan

f. Tindakan
Sebelumnya anak tindak pernah mendapatkan tindakan pembedahan dan lainnya.

g. Alergi
Alergi terhadap obat-obatan, ASI dan makanan lainnya tidak ada.

h. Kecelakaan
Sebelumnya anak tidak ada riwayat kecelakaan

i. Imunisasi
Imunisasi yang didapat anak diantaranya BCG 1x, Hepatitis B 1x, DPT 3x, polio
3x dan campak 1x.

j. Kebiasaan sehari-hari
Kebutuhan sehari-hari anak dibantu oleh orang tua, anak mendapat ASI eksklusif
dan saat ini anak mulai mendapatkan makanan padat sejak usia 7 bulan, cara
pemberiannya yaitu di campur dengan air susu botol. Pola tidur anak saat ini
adalah anak tidur siang + 2 jam dari jam 13.00 – 15.00, tidur malam yaitu pukul
21:00 – 06:00 WIB. Pola aktivitas anak saat ini anak suka memasukkan tangannya
kedalam mulut. Frekuansi mandi anak saat ini 2x/hari pagi dan sore dengan
menggunakan sabun. Pola eliminasi saat ini adalah frekuansi BAB 3 x/hari, warna
kuning, bau khas, konsisitensi lembek, keluhan saat BAB tidak ada, tidak ada
penggunaan Laxatif. Frekuensi BAK saat ini 5 x/hari, warna urin kuning jernih,
tidak ada keluhan saat BAK, pola asuh klien saat ini adalah klien hanya diasuh
oleh orang tua atau ibu dan bapak klien

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


Keluarga mengenai kesehatankeluarga biasanya membeli obat warung, jika tidak
sembuh membawanya ke puskesmas. Tidak ada sisitem nilai kepercayaan yang
mempengaruhi kesehatan keluarga. Kegiatan spiritual yang biasa digunakan ialah
shalat 5 waktu.

d. Riwayat Kesehatan Lingkungan


Daerah lingkungan rumah dekat dengan jalan raya, lingkungn cukup bersih, banyak
mobil angkutan umum yang melewati rumah, tempat rekreasi rumah tidak ada.

Genogram Keluarga
= Laki – laki

= Perempuan

3. Pengkajian nutrisi

- BB sebelum sakit : 9 Kg
- BB sesudah sakit : 12 Kg

4. Pola aktifitas
Orang tua anak mengatakan pola aktivitas anak saat ini anak suka memasukkan
tangannya kedalam mulut.
5. Pola hygine
Frekuansi mandi anak saat ini 2x/hari pagi dan sore dengan menggunakan sabun.

6. Pemeriksaan fisik

1. Keadaan umum : Compos Mentris ( kesadaran normal )


2. TB / B : 12 Kg
3. Lingkar Kepala / Lingkar Dada : 55 cm / 31 cm
4. Tanda – Tanda Vital
TD : 99/65 mmHg N : 120 x/menit
RR : 30 x/menit S : 37oc
5. Kepala : tidak simetris
6. Muka : oval
7. Rambut : lurus , hitam
8. Mata : Sayu : tidak
9. Hidung : nasal faring : ada
10. Tenggorokan : normal
11. Mulut
- celah pelatum : ada
- mukosa mulut : lembab
- sianosis bibir : tidak
12. Telinga
Simetris : iya
Benjolan : tidak
Nyeri tekan : tidak

13. Dada dan paru – paru


- Inspeksi
Massa : tidak dada
Bentuk dada : normal
Simetris : iya
Pernafasan : Normal
- Palpasi
Pengembangan Dada : normal
Fremitus raba : normal
- Perkusi
Batas paru – jantung : normal
Batas paru – hati : normal

14. Jantung
- Inspeksi : normal
- Palpasi : normal
- Perkusi : normal
- Auskultasi : bunyi jantung

15. Abdomen
- Inspeksi : bentuk : cembung
- Pernafasan abdomen : iya
- Umbilikus : tidak
- Palpasi : nyeri tekan
Massa : tidak
Hati : tidak ada nyeri tekan
Ginjal : tidak ada pembesaran

16. Kulit : Suhu : 37o c


Kulit : kering
Warna kulit : coklat
Lecet : tidak ada

7. Therapy atau obat yang di berikan :

Klien terpasang infus RL 5 tts/mnt makro


Therapi obat yang didapatkan diantaranya :
Inj : Cefotaxim 2x300 mg/IV
Vit. C 3x40 mg/IV
Diamox 3x250 mg/IV

8. Pemeriksaan laboratorium
Hasi lab. Pada tanggal 20 Januari 2008
Hb : 13,6 gr/dl (13 – 18 gr/dl)
Ht : 39% ( 35-45%)
Thrombo : 170.000 /ul (150.000 – 400.000 gr/dl)
Leukosit : 8600 (4800 – 10800 /ul)
Eritrosit : 4,7 (4,3 - 6,0 jt/ul )
Hasil CT – Scan dan MRI pada tanggal 13 Januari 2008 kesan menunjukan
pembesaran ventrikel

WOC

Produksi likuor berlebih Desakan pada otak & Desakan pada otak &
selaput meningen selaput meningen
Peningkatan resistensi aliran likuor

Penekanan tekanan sinus venosa


Desakan pada medulla Vasokontriksi pembuluh
oblongata darah otak ( arteri otak )

Penumpukan cairan serebrospinalis


(css) dalam ventrikel otak secara Pemasangan VP Shunt Gangguan aliran darah ke
aktif otak
Tindakan pembedahan
A. ANALISA DATA

No DATA ETIOLOGI MASALAH


1 DS : ibu klien mengatakan , Peningkatan TIK -> sakit dan Gangguan rasa nyaman ,
klien rewel dan menangis nyeri kepala -> nyeri akut nyeri.

DO : - anak tampak meringis


dan sering menangis

- terpasang balutan luka op di


kepala

DS : - Desakan pada otak & selaput Resiko infeksi


2 meningen -> tindakan
DO : - terpasang balutan luka pembedahan -> resiko infeksi
operasi di kepala

Suhu : 37 o c

3
DS : ibu klien mengatakan ,
Gangguan aliran darah ke otak Resiko ketidakefektifan
kepala klien membesar sejak perfusi jaringan otak
beranjak 1 thn  Hipoksia cerebral ->
DO : - kepala tampak resiko ketidakefektifan
membesar lingkar kepala 55 cm perfusi jaringan otak
terlihat ‘ sunset eyes’ pada anak

-hasil CT scan tampak dilatasi


vertikel

B. Diagnosa Keperawatan

Resiko gangguan perfusi jaringan otak berhubungan dengan peningkatan TIK


(tekanan intrakranial).
Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan luka post operasi
Risiko infeksi berhubungan dengan luka post operasi.

C. Intervensi Keperawatan

Diagnosa: Risiko gangguan perfusi jaringan otak berhubungan dengan peningkatan TIK (tekanan
intrakranial)
Kriteria hasil:
Tidak terjadi peningkatan TIK (ditandai dengan nyeri kepala hebat, kejang, muntah, dan penurunan
kesadaran)
Tanda-tanda vital dalam batas normal (TD : 99/65 mmHg,N : 120 x/menit,RR : 30 x/menit,S:37oc)

Implementasi:

- Mempertahankan tirah baring dengan posisi kepala datar dan pantau tanda vital
- Memantau status neurologis
- Memantau frekuensi/irama jantung dan denyut jantung
- Memantau pernapasan, catat pola, irama pernapasan dan frekuensi pernapsan.
- Meninggikan kepala tempat tidur sekitar 30 derajat sesuai indikasi.
- Menjaga kepala pasien tetap berada pada posisi netral.
- Mengukur lingkar kepala setiap 1 minggu sekali, observasi fontanel dari
cembung dan palpasi sutura kranial
- Diagnosa: Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan luka post
operasi

Kriteria hasil:

- Skala nyeri berkurang menjadi 3


- Klien tampak tenang dan ekspresi wajah tidak menyeringai
- Klien mampu berpartisipasi dalam aktifitas dan istirahat

Implementasi:

- Mengkaji tingkat nyeri menurut skala pengkajian neonatus (0-7)


- Memberikan posisi nyaman pada klien
- Memberikan terapi non-nutritive sucking
- Melibatkan orangtua dalam setiap tindakan
- Melakukan kolaborasi pemberian ketorolac 2×7,5 mg
- Diagnosa: Risiko infeksi berhubungan dengan luka post operasi

Kriteria hasil:

- Suhu dan tanda-tanda vital dalam batas normal (TD:99/65mmHg,N:120


x/menit,RR:30 x/menit,S:37oc)
- Luka insisi operasi bersih, tidak ada pus
- Tidak ada tanda-tanda infeksi pada luka post operasi (kemerahan, panas, dan
bengkak)
- Hasil lab: leukosit dalam batas normal (860 (4800 – 10800 /ul))

Implementasi:

- Memonitor tanda-tanda vital.


- Mengbservasi tanda infeksi: perubahan suhu, warna kulit, malas minum,
irritability.
- Mengubah posisi kepala setiap 3 jam untuk mencegah dekubitus
- Mengobservasi tanda-tanda infeksi pada luka insisi yang terpasang shunt,
melakukan perawatan luka pada shunt dan upayakan agar shunt tidak tertekan.
- Melakukan kolaborasi pemberian ceftrixone 2×200 mg

Evaluasi
Diagnosa: Risiko gangguan ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan
Peningkatan TIK (tekanan intrakranial)

Evaluasi:

Subjektif:
Ibu mengatakan tidak ada demam dan muntah pada anak

Objektif:
Suhu: 37 o c
Tidak ada tanda-tanda peningkatan TIK seperti kejang dan muntah
Lingkar kepala 55 cm

Analisa:
Gangguan perfusi jaringan otak tidak terjadi

Planning:
Pantau tanda-tanda vital
Pantau adanya kejang
Pertahankan posisi kepala 30˚