Anda di halaman 1dari 13

ARTIKEL

VARIASI BAHASA DALAM TUTURAN SPONTANITAS MAHASISWA


TINGKAT IV PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UN PGRI KEDIRI TAHUN AKADEMIK 2017/2018
(KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

Oleh:
BINTI RISKA NUR ASTUTI
14.1.01.07.0012

Dibimbing oleh :
1. Dr. Andri Pitoyo, M.Pd
2. Dr. Sujarwoko, M.Pd

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

2018
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
SURAT PERNYATAAN
ARTIKEL SKRIPSI TAHUN 2018

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama Lengkap : Binti Riska Nur Astuti
NPM : 14.1.01.07.0012
Telepun/HP : 085790608020
Alamat Surel (Email) : bintiriskana@gmail.com
Judul Artikel : Variasi Bahasa dalam Tuturan Spontanitas Mahasiswa
Tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UN
PGRI Kediri Tahun Akademik 2017/2018 (Kajian
Sosiolinguistik)
Fakultas – Program Studi : FKIP - PBI
Nama Perguruan Tinggi : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Alamat Perguruan Tinggi : Jalan K.H Achmad Dahlan No. 76 Kediri

Dengan ini menyatakan bahwa :


a. artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan bebas
plagiarisme;
b. artikel telah diteliti dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dosen Pembimbing I dan II.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
ditemukan ketidaksesuaian data dengan pernyataan ini dan atau ada tuntutan dari pihak lain, saya
bersedia bertanggungjawab dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Mengetahui Kediri, 14 Agustus 2018

Pembimbing I Pembimbing II Penulis,

Dr. Andri Pitoyo, M.Pd. Dr. Sujarwoko, M.Pd. Binti Riska Nur Astuti
NIDN. 0012076701 NIDN. 0730066403 NPM: 14.1.01.07.0012

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 1 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
VARIASI BAHASA DALAM TUTURAN SPONTANITAS MAHASISWA TINGKAT IV
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UN PGRI KEDIRI TAHUN AKADEMIK 2017/2018
(KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

BINTI RISKA NUR ASTUTI


14.1.01.07.0012
FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia
bintiriskana@gmail.com
Dr. Andri Pitoyo, M.Pd dan Dr. Sujarwoko, M.Pd
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK
Variasi atau ragam bahasa itu dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya keragaman sosial dan
fungsi kegiatan di dalam masyarakat sosial. Seperti halnya di lingkungan Mahasiswa, variasi bahasa
juga tampak ketika terjadi interaksi sosial di area kampus. Berdasarkan observasi di lapangan variasi
bahasa yang terjadi dalam interaksi antar Mahasiswa cukup banyak. Variasi bahasa tersebut terjadi
tanpa sengaja ketika mereka sedang berkomunikasi menggunakan bahasa. Tanpa disadari, kevariasian
tersebut merupakan salah satu bukti bahwa bahasa itu memang bersifat kompleks dan beragam. Hal
itulah yang menjadi ketertarikan bagi peneliti untuk melakukan penelitian bahasa, khususnya tentang
variasi bahasa yang meliputi variasi idiolek, dialek, dan sosiolek. Permasalahan penelitian ini adalah
(1) Bagaimana wujud variasi idiolek dalam tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri tahun akademik 2017/2018? (2) Bagaimana wujud
variasi dialek dalam tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia UN PGRI Kediri tahun akademik 2017/2018? (3) Bagaimana wujud variasi sosiolek dalam
tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
tahun akademik 2017/2018? Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Pendekatan
sosiolinguistik merupakan pendekatan yang mengkaji tentang bahasa, khususnya yang mempelajari
bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat (Chaer dan Leonie,
2010:2). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) Wujud variasi idiolek dalam tuturan spontanitas
mahasiswa tingkat IV berkenaan dengan “warna” suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat,
(2) Wujud variasi dialek dalam tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV meliputi dialek Jawa
Nganjuk, dialek Jawa Kediri, dialek Jawa Tulungagung, dan dialek Jawa Trenggalek, (3) Wujud
variasi sosiolek dalam tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV berkenaan dengan seks, pekerjaan,
pendidikan, tingkat kebangsawanan, dan keadaan sosial ekonomi. Berdasarkan simpulan hasil
penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak, yaitu (1) Bagi peneliti selanjutnya
agar ada penelitian lanjutan yang lebih spesifik terhadap realisasi variasi bahasa di lingkungan
Mahasiswa, (2) Bagi pembaca agar mempermudah pembaca dalam mengetahui variasi bahasa.

KATA KUNCI : Sosiolinguistik, variasi bahasa, tuturan spontanitas mahasiswa

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 2 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

I. LATAR BELAKANG dipergunakan oleh para anggota kelompok


sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi,
Sosiolinguistik merupakan ilmu
dan mengidentifikasikan diri. Bahasa tidak
antardisiplin antara sosiologi dan linguistik,
dapat dipisahkan dari manusia dan
dua bidang ilmu empiris yang mempunyai
mengikuti di dalam setiap aktivitasnya.
kajian sangat erat. Sosiologi adalah kajian
Bahasa tumbuh dan dibutuhkan
yang objektif dan ilmiah mengenai manusia
dalam segala aspek kehidupan masyarakat
di dalam masyarakat, mengenai lembaga-
yang meliputi kegiatan bermasyarakat
lembaga, dan proses sosial yang ada di
seperti perdagangan, pemerintahan,
dalam masyarakat. Sedangkan linguistik
kesehatan, pendidikan, keagamaan dan
adalah bidang ilmu yang mempelajari
sebagainya. Bahasa mampu menyampaikan
bahasa, atau bidang ilmu yang mengambil
keinginan, gagasan, kehendak, dan emosi
bahasa sebagai objek kajiannya. Dengan
dari seseorang kepada orang lain.
demikian, secara mudah dapat dikatakan
Pemakaian bahasa yang digunakan
bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu
masyarakat dipengaruhi oleh faktor antara
antardisiplin yang mempelajari bahasa
lain status sosial, tingkat pendidikan,
dalam kaitannya dengan penggunaan
tingkat ekonomi, usia, dan jenis kelamin,
bahasa itu di dalam masyarakat.
kemudian mencakup siapa yang berbicara,
Bahasa memang tidak pernah lepas
dengan bahasa apa, kepada siapa, bilamana,
dari kehidupan manusia. Bahasa adalah alat
dimana, dan masalah apa yang dibicarakan.
komunikasi yang diperlukan manusia untuk
Sehingga dalam pemakaian bahasa akan
berinteraksi. Manusia memerlukan bahasa
mempengaruhi munculnya variasi bahasa.
sebagai alat komunikasi untuk
Variasi atau ragam bahasa
menyampaikan pikiran, perasaan, dan
merupakan bahasan pokok dalam studi
keinginan agar dapat melangsungkan
sosiolinguistik. Kridalaksana mendefi-
hubungan dengan komunitasnya.
nisikan sosiolinguistik sebagai cabang
Bahasa itu bersifat manusiawi,
linguistik yang berusaha menjelaskan ciri-
artinya bahasa sebagai alat komunikasi
ciri variasi bahasa dan menerapkan korelasi
verbal hanya dimiliki manusia (Chaer dan
ciri-ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri-
Leonie, 2010:14). Segala aspek kehidupan
ciri sosial kemasyarakatan (dalam Chaer
manusia tidak terlepas dari penggunaan
dan Leonie, 2010:61).
bahasa sebagai sarana komunikasi. Bahasa
juga bersifat arbitrer (manasuka), yang
Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id
FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 3 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Sebagai sebuah langue, sebuah berwujud perbedaan antara kelompok


bahasa mempunyai sistem dan subsistem orang. Namun, variasi ini masih
yang dipahami sama oleh semua penutur melingkupi pola atau dasar yang sama.
bahasa itu. Namun, karena penutur bahasa Variasi ini antara lain disebabkan oleh
tersebut meski berada dalam masyarakat pengaruh bahasa tetangga, seperti bentuk
tutur, tidak merupakan kumpulan manusia kosa kata, struktur, dan lafalnya.
yang homogen. Maka wujud bahasa yang Variasi atau ragam bahasa itu dapat
konkret yang disebut parole, menjadi tidak diklasifikasikan berdasarkan adanya
seragam. Bahasa itu menjadi beragam dan keragaman sosial dan fungsi kegiatan di
bervariasi. Terjadinya keragaman dan dalam masyarakat sosial. Seperti halnya di
kevariasian bahasa ini bukan hanya lingkungan Mahasiswa, variasi bahasa juga
disebabkan oleh para penuturnya yang tampak ketika terjadi interaksi sosial dalam
tidak homogen, tetapi juga karena kegiatan keseharian ketika bertemu di area kampus.
interaksi sosial yang mereka lakukan Mereka yang berasal dari berbagai daerah
sangat beragam. Setiap kegiatan atau kota, tentu mempunyai bahasa yang
memerlukan atau menyebabkan terjadinya bervariasi berdasarkan daerah tempat
keragaman bahasa itu. Keragaman ini akan tinggalnya dan ciri khas masing-masing
semakin bertambah, jika bahasa tersebut dari setiap individu. Hal tersebut terlihat
digunakan oleh penutur yang sangat dari tuturan spontanitas atau tuturan secara
banyak. alami yang terjadi tanpa kesengajaan di
Variasi atau ragam bahasa ini ada dua luar kegiatan perkuliahan.
pandangan. Pertama, variasi atau ragam Berdasarkan observasi di lapangan
bahasa itu dilihat dari sebagai akibat variasi bahasa yang terjadi dalam interaksi
adanya keragaman sosial penutur bahasa antar Mahasiswa cukup banyak. Variasi
itu dan keragaman fungsi bahasa itu. bahasa tersebut terjadi tanpa sengaja ketika
Kedua, variasi atau ragam bahasa itu sudah mereka sedang berkomunikasi menggu-
ada untuk memenuhi fungsinya sebagai alat nakan bahasa. Tanpa disadari, kevariasian
interaksi dalam kegiatan masyarakat yang tersebut merupakan salah satu bukti bahwa
beranekaragam (dalam Chaer dan Leonie, bahasa itu memang bersifat kompleks dan
2010:62). banyak ragamnya seperti yang telah
Tidak ada suatu bahasa di dunia ini diketahui sehari-hari. Terjadinya kebera-
yang tidak memiliki variasi. Variasi dapat gaman atau kevariasian bahasa ini bukan

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 4 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

hanya disebabkan oleh para penuturnya variasi idiolek dalam tuturan spontanitas
yang tidak homogen, tetapi juga karena mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
kegiatan interaksi sosial yang mereka dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
lakukan sangat beragam. Hal itulah yang tahun akademik 2017/2018?, (2)
menjadi ketertarikan bagi peneliti untuk Bagaimana wujud variasi dialek dalam
melakukan penelitian bahasa, khususnya tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV
tentang variasi bahasa yang meliputi variasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
idiolek, dialek, dan sosiolek. Variasi bahasa UN PGRI Kediri tahun akademik
idiolek, yakni variasi bahasa yang bersifat 2017/2018?, (3) Bagaimana wujud variasi
perseorangan. Variasi bahasa dialek, yakni sosiolek dalam tuturan spontanitas
variasi bahasa dari sekelompok penutur mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
yang jumlahnya relatif, yang berada dalam dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
satu tempat, wilayah atau area tertentu. tahun akademik 2017/2018?
Variasi bahasa sosiolek, yakni variasi
bahasa yang berkenaan dengan status,
II. METODE
golongan dan kelas sosial para penuturnya.
Jenis penelitian ini yaitu deskriptif
Penelitian ini mengkaji bentuk variasi
kualitatif. Menurut Sukmadinata (2009:53-
bahasa dalam tuturan spontanitas
60), penelitian kualitatif adalah penelitian
mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
yang digunakan untuk mendeskripsikan
dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
dan menganalisis fenomena, peristiwa,
Tahun Akademik 2017/2018, yang meliputi
aktivitas sosial, sikap, kepercayaan,
idiolek, dialek dan sosiolek. Tujuan
persepsi, dan orang secara individual
penelitian yang dilakukan ini adalah untuk
maupun kelompok. Sukmadinata
mendeskripsikan wujud variasi bahasa
(2009:18), menyatakan bahwa penelitian
yang terjadi dalam tuturan langsung/lisan.
deskriptif bertujuan mendefinisikan suatu
Melalui penelitian yang peneliti lakukan,
keadaan atau fenomena secara apa adanya.
diharapkan dapat menambah pengetahuan
Berdasarkan uraian tersebut dapat
bagi pembaca tentang kajian
disimpulkan bahwa jenis penelitian ini
sosiolinguistik. Khususnya wujud variasi
yaitu deskriptif kualitatif karena analisis
bahasa dalam tuturan langsung/lisan.
datanya berupa kata-kata atau tuturan
Rumusan masalah dalam penelitian
ini diantaranya: (1) Bagaimana wujud
Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id
FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 5 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

secara langsung yang dapat dideskripsikan UN PGRI Kediri tahun akademik


secara terperinci melalui tulisan. 2017/2018. Tujuannya mendeskripsi-kan
Alasan menggunakan jenis penelitian wujud variasi bahasa idiolek, dialek dan
ini, salah satu diantaranya adalah bahwa sosiolek dalam tuturan spontanitas
jenis penelitian ini telah digunakan secara mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
luas dalam penelitian kualitatif . Jenis dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
penelitian ini banyak memberikan tahun akademik 2017/2018. Sedangkan
konstribusi terhadap ilmu pengetahuan bidang studi variasi bahasa adalah
melalui pemberian informasi keadaan sosiolinguistik.
mutakhir, dan dapat membantu kita dalam Penggunaan pendekatan sosio-
mengidentifikasi faktor-faktor yang linguistik didasari pertimbangan berikut.
berguna untuk pelaksanaan percobaan. Pertama, yang diteliti adalah variasi bahasa
Selanjutnya jenis penelitian ini dapat dalam tuturan lisan. Kedua, variasi bahasa
digunakan untuk menghasilkan suatu merupakan bagian kecil dari sosio-
keadaan yang mungkin terdapat dalam linguistik. Ketiga, penelitian ini bertujuan
situasi tertentu. mendeskripsikan wujud variasi bahasa
Penelitian ini menggunakan pende- idiolek, dialek dan sosiolek dalam tuturan
katan sosiolinguistik. Sosiolinguistik spontanitas mahasiswa tingkat IV
merupakan ilmu antardisiplin antara Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
sosiologi dan linguistik, dua bidang ilmu UN PGRI Kediri tahun akademik
empiris yang mempunyai kaitan sangat 2017/2018.
erat. Selain itu sosiolinguistik juga
diartikan sebagai bidang ilmu antardisiplin
III. HASIL DAN KESIMPULAN
yang mempelajari bahasa dalam kaitannya
Penelitian ini mengkaji variasi bahasa
dengan penggunaan bahasa itu di dalam
dalam tuturan spontanitas mahasiswa
masyarakat (Chaer dan Leonie, 2010:2).
tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra
Pemilihan pendekatan mempertim-
Indonesia UN PGRI Kediri tahun akademik
bangkan masalah, tujuan dan bidang studi
2017/2018. Hal yang diteliti dibatasi pada
yang dipilih. Masalah dalam penelitian ini
variasi bahasa dari segi penutur yaitu
yaitu tentang variasi bahasa yang terjadi
idiolek, dialek, dan sosiolek. Pada bab ini
secara spontan oleh Mahasiswa tingkat IV
dideskripsikan (1) wujud variasi idiolek
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 6 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

dalam tuturan spontanitas mahasiswa Variasi bahasa sosiolek, yakni variasi


tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra bahasa yang berkenaan dengan status,
Indonesia UN PGRI Kediri tahun akademik golongan dan kelas sosial para penuturnya.
2017/2018, (2) wujud variasi dialek dalam Subjek dalam penelitian ini yaitu
tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV Mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri.
UN PGRI Kediri tahun akademik
2017/2018, dan (3) wujud variasi sosiolek 1. Deskripsi Wujud Variasi Idiolek
dalam tuturan spontanitas mahasiswa dalam Tuturan Spontanitas
tingkat IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Mahasiswa Tingkat IV Pendidikan
Indonesia UN PGRI Kediri tahun akademik Bahasa dan Sastra Indonesia UN
2017/2018. PGRI Kediri Tahun Akademik
Menurut Chaer dan Leonie (2010:62) 2017/2018
variasi bahasa dibedakan berdasarkan
penutur dan penggunaannya. Berdasarkan Variasi bahasa pertama yang dikaji
penutur berarti, siapa yang mengguna-kan dalam penelitian ini berdasarkan
bahasa itu, dimana tinggalnya, bagaimana penuturnya adalah variasi bahasa yang
kedudukan sosialnya di dalam masyarakat, disebut idiolek, yakni variasi bahasa yang
apa jenis kelaminnya, dan kapan bahasa itu bersifat perseorangan. Menurut konsep
digunakannya. Berdasar-kan penggu- idiolek, setiap orang mempunyai variasi
naannya, berarti bahasa itu digunakan bahasanya atau idioleknya masing-masing.
untuk apa, dalam bidang apa, apa jalur dan Variasi idiolek ini berkenaan dengan
alatnya, dan bagaimana situasi “warna” suara, pilihan kata, gaya bahasa,
keformalannya. Penelitian ini hanya susunan kalimat, dan sebagainya. Namun
mengkaji variasi bahasa dari segi yang paling dominan adalah “warna” suara.
penuturnya, yaitu variasi bahasa idiolek, Sehingga jika kita cukup akrab dengan
dialek, dan sosiolek.Variasi bahasa idiolek, seseorang, hanya dengan mendengar suara
yakni variasi bahasa yang bersifat bicaranya tanpa melihat orangnya, kita
perseorangan. Variasi bahasa dialek, yakni dapat mengenalinya.
variasi bahasa dari sekelompok penutur Mengenali idiolek seseorang dari
yang jumlahnya relatif, yang berada dalam bicaranya memang lebih mudah daripada
satu tempat, wilayah atau area tertentu. melalui karya tulisnya. Namun, ketika kita

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 7 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

sering membaca karya seseorang, Percakapan tersebut diucapkan oleh dua


kemudian mengetahui karakteristik mahasiswi yaitu JO dan RS. Si A yaitu JO
tulisannya, maka tanpa melihat siapa yang sering mengucapkan kata “Lha” atau
pengarangnyapun kita akan mengetahui “Lha nyapo” terdapat gaya bahasa yang
siapa penulis tersebut. Jadi, setiap orang berbeda dengan yang lainnya, hal itu
pasti memiliki idiolek masing-masing terlihat dari pilihan kosakata dari Lha. Ciri
meskipun sangat kecil atau sedikit cirinya. khas inilah yang disebut sebagai variasi
Berikut data-data yang mengandung variasi bahasa “idiolek”. Sedangkan si B adalah
bahasa idiolekdalam tuturan spontanitas RS sebagai mitra tuturnya.
mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
tahun akademik 2017/2018. 2. Deskripsi Wujud Variasi Dialek
VbI/001/1 dalam Tuturan Spontanitas
Mahasiswa Tingkat IV Pendidikan
(001) A: Lha nyapo noleh ning kowe Bahasa dan Sastra Indonesia UN
barang. Lha nyapo enek masa PGRI Kediri Tahun Akademik
depan kok nyawang masa lalu 2017/2018
B: Hahaha kok iso
A: Lha titip file pisan iki? Variasi bahasa kedua berdasarkan
B: File e opo mbak juv jenenge? penuturnya adalah dialek, yakni variasi
A: Kui ning njerone laporan. bahasa dari sekelompok penutur yang
jumlahnya relatif, yang berada dalam satu
Data (001) “Lha” atau “Lha tempat, wilayah atau area tertentu. Karena
nyapo” yang terdapat dalam percakapan dialek ini didasarkan pada wilayah atau
„Lha nyapo noleh ning kowe barang. Lha area tempat tinggal penutur, maka dialek
nyapo enek masa depan kok nyawang masa ini lazim disebut dialek areal, dialek
lalu‟ menunjukkan variasi bahasa regional atau dialek geografi.
“idiolek”. Lha atau Lha nyapo termasuk Para penutur dalam suatu dialek,
idiolek berdasarkan gaya bahasa. Hal meskipun mereka mempunyai idioleknya
tersebut dapat dilihat dari kata “Lha” atau masing-masing, akan ada ciri tertentu yang
“Lha nyapo” dalam bahasa Indonesia menandai bahwa mereka berada dalam satu
berarti “kenapa” atau “mengapa”. dialek. Misalnya, bahasa Jawa dialek

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 8 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Kediri tentu berbeda dengan bahasa Jawa BR sebagai mitra tuturnya tentang
dialek Nganjuk. Meskipun perbedaan
pengalamannya saat di Rumah Sakit, ketika
tersebut sangat tipis, tetapi tidak menutup
infus akan habis ia bingung mencari
kemungkinan bahasa yang mereka gunakan
terdapat perbedaan meskipun pada perawatnya hingga ia mengetuk pintu
dasarnya mempunyai arti yang sama.
ruangan perawat tersebut namun tidak ada
Berikut data-data yang mengandung variasi
respon. BU berasal dari Kota Nganjuk,
bahasa dialek dalam tuturan spontanitas
mahasiswa tingkat IV Pendidikan Bahasa sehingga ia mempunyai dialek tersebut
dan Sastra Indonesia UN PGRI Kediri
“tak dodoki” yang sudah tidak asing lagi
tahun akademik 2017/2018.
bagi masyarakat di Nganjuk bahkan sering
VbD/010/10
diucapkannya.
(010) A: Ndek Rumah Sakit Umum, wi
kan nek butuh opo-opo langsung
goleki perawate. Lha aku pas bengi-
bengi tau infuse kan arep entek, tak 3. Deskripsi Wujud Variasi Sosiolek
dodoki kok gak kenek.
dalam Tuturan Spontanitas
B: iyo terus piye?
A: Perawate gak enek, tak dodoki Mahasiswa Tingkat IV Pendidikan
gak kenek. Terus akhire aku moro
Bahasa dan Sastra Indonesia UN
langsung.
PGRI Kediri Tahun Akademik
Data (010)“tak dodoki”, variasi
2017/2018
bahasa yang terdapat dalam percakapan
Variasi bahasa ketiga berdasarkan
„Perawate gak enek, tak dodoki gak kenek.
penuturnya adalah sosiolek atau dialek
Terus akhire aku moro langsung‟
sosial, yakni variasi bahasa yang berkenaan
menunjukkan variasi bahasa “dialek”, dengan status, golongan dan kelas sosial
para penuturnya. Dalam sosiolinguistik,
khususnya dialek Jawa Nganjuk. Hal
biasanya variasi inilah yang paling banyak
tersebut dapat dilihat dari kata “tak
dibicarakan dan paling banyak menyita
dodoki” yang artinya “diketuk”. Kata “tak waktu untuk membicarakannya. Karena
variasi ini menyangkut semua masalah
dodoki” tersebut diucapkan oleh si A yaitu
pribadi para penuturnya, seperti usia, seks,
BU. Ia sedang bercerita kepada si B yaitu
pendidikan, pekerjaan, tingkat kebangsa-
Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id
FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 9 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

wanan, keadaan sosial ekonomi dan mengerjakan skripsi. Sedangkan si A Yaitu


sebagainya. Dalam penelitian ini, variasi
TA, si B yaitu BR, dan si C yaitu BU
bahasa sosiolek tidak menyangkut
sebagai mitra tuturnya.
semuanya, melainkan hanya beberapa saja
yang akan diteliti berkaitan dengan subjek
penelitian. Berikut data-data yang IV. PENUTUP
mengandung variasi bahasa sosiolek dalam
A. SIMPULAN
tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV
Penelitian ini merupakan sebuah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
penelitian deskriptif kualitatif yang
UN PGRI Kediri tahun akademik
mengkaji tentang variasi bahasa dalam
2017/2018.
tuturan spontanitas mahasiswa tingkat IV
VbS/024/24
(024) A: Wedos. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
B: Sapiku ye?
tahun akademik 2017/2018. Berdasarkan
A: Sapimu lanang opo wedok?
C: Prostitusi we. dari bab sebelumnya, penelitian ini
D: Aku makane skripsi santai, kan
mendeskripsikan tiga variasi bahasa yaitu
wes ndue kerjo
variasi bahasa idiolek, dialek, dan sosiolek,
Data (024) “Aku makane skripsi
maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
santai, kan wes ndue kerjo”yang terdapat
1. Berdasarkan hasil analisis data
dalam percakapan tersebut mengandung berdasarkan tuturan spontanitas
mahasiswa tingkat IV Pendidikan
variasi bahasa “sosiolek”. Hal tersebut
Bahasa dan Sastra Indonesia UN
tergolong variasi bahasa sosiolek
PGRI Kediri tahun akademik
berdasarkan pekerjaan. Percakapan tersebut 2017/2018 terdapat variasi bahasa
idiolek berdasarkan gaya bahasa dan
membicarakan tentang pekerjaan si D yaitu
pilhan kata. Berdasarkan gaya bahasa
PN sebagai blantik hewan. Selain kuliah ia
ditandai dengan seringnya mereka
juga mempunyai pekerjaan sampingan mengucapkan suatu kata tertentu.
Idiolek berdasarkan gaya bahasa ini
sebagai blantik hewan. Hewan yang dijual
mempunyai ejaan yang baik di dalam
diantaranya kambng dan sapi. Hal tersebut
penggunaan bahasa. Kata-kata
yang menjadikannya santai untuk tersebut sesuai dengan kosakata

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 10 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

dalam bahasa Jawa pada umumnya mahasiswa tingkat IV Pendidikan


dan memiliki arti kata yang jelas Bahasa dan Sastra Indonesia UN
dalam bahasa Indonesia. Sedanglan PGRI Kediri tahun akademik
idiolek berdasarkan pilihan kata, 2017/2018 terdapat variasi bahasa
kata-kata tersebut sebenarnya tidak sosiolek diantaranya sosiolek
memiliki ejaan yang baik di dalam berdasarkan pekerjaan, pendidikan,
penggunaan bahasa. Kata-kata tingkat kebangsawanan, dan keadaan
tersebut tidak ada dalam kosakata sosial ekonomi. Sosiolek berdasarkan
bahasa Jawa dan arti kata dalam pekerjaan, berciri khas menggunakan
bahasa Indonesia pada umumnya bahasa yang menunjukkan sebuah
2. Berdasarkan hasil analisis data profesi. Sosiolek berdasarkan
berdasarkan tuturan spontanitas pendidikan, berciri khas
mahasiswa tingkat IV Pendidikan menggunakan bahasa yang
Bahasa dan Sastra Indonesia UN menggambarkan pengetahuan dan
PGRI Kediri tahun akademik wawasan yang dimiliki seseorang.
2017/2018 terdapat variasi bahasa Sosiolek berdasarkan tingkat
dialek diantaranya dialek Jawa kebangsawanan, berciri khas bahasa
Nganjuk, dialek Jawa Kediri, dialek yang digunakan menunjukkan
Jawa Tulungagung, dan dialek Jawa keberadaannya di dalam masyarakat.
Trenggalek. Meskipun perbedaan Sosiolek berdasarkan keadaan
bahasa diantara dialek Jawa tersebut ekonomi, berciri khas bahasa yang
sangat tipis, akan tetapi variasi digunakan didasarkan pada keadaan
bahasa tersebut pasti ada. Seseorang sosial maupun keadaan finansial
yang sudah mempunyai kedekatan dalam lingkungannya.
tersendiri dengan mereka akan
mengetahui perbedaannya. Karena
B. SARAN
ada beberapa kata yang memiliki arti
Berdasarkan pembahasan dari kesimpulan
yang sama, namun pengucapannya
yang telah disajikan, saran yang dapat
berbeda. seperti halnya analisis data
disampaikan adalah sebagai berikut:
yang sudah disajikan.
3. Berdasarkan hasil analisis data 1. Penulis berharap ada penelitian
berdasarkan tuturan spontanitas lanjutan yang lebih spesifik terhadap

Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id


FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 11 ||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

realisasi variasi bahasa di lingkungan


Mahasiswa, dengan kajian yang Krisnariati. 2016. Kajian Variasi dalam
Novel “Sabdo Palon dan Noyo
menarik, sample yang lebih besar,
Genggong” Karya Ardian Kresna.
dan teknik analisis yang lebih Universitas Nusantara PGRI Kediri.
(offline).
mendalam untuk mendapatkan hasil
kajian yang sempurna. Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus
Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka
2. Seiring dengan masih jarangnya
Utama.
penelitian mengenai variasi bahasa,
terutama berdasarkan penuturnya, Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: PT
maka penelitian ini perlu
Remaja Rosdakarya.
mendapatkan perhatian dari para ahli
bahasa. Terutama pihak yang Nababan, P.W.J. 1993. Sosiolinguistik :
Suatu Pengantar. Jakarta: PT.
berwenang dalam bidang ini mampu
Gramedia.
memberikan bantuan demi
melancarkan penelitian. Poerwadarminta. W.J.S. 2003. Kamus
Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:
3. Berharap jika ada penelitian lanjutan,
Balai Pustaka.
peneliti selanjutnya lebih berani
mengungkapkan fakta-fakta yang Sugiyono. 2012. Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
sebenarnya terjadi di lapangan, tidak
Bandung: Alfabeta.
terpaku pada apa yang dilihat dan
didengar saja. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.

V. DAFTAR PUSTAKA Sutopo. 2002. Metodologi Penelitian


Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret
University Press.
Al Fithriyah, Nurunnisa. 2012. Variasi
Bahasa dalam Dialog Film Red Usman, Husaini dan Purnomo Setiady
Cobex (online). Akbar. 2000. Metodologi Penelitian
htttp:www.download-fullpapers- Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara.
skriptorium0dd87b38c9full. diunduh
06 Juni 2017.

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010.


Sosiolinguistik Perkenalan Awal.
Jakarta: Rineka Cipta.
Binti Riska Nur Astuti | 14.1.01.07.0012 simki.unpkediri.ac.id
FKIP – Pendidikan Bahasa Indonesia || 12 ||