Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN CARDIAC AREST (HENTI JANTUNG)

OLEH :

NAMA : BENYAMIN B. PEKUALI


NIM : 54702819
PRODI : NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MARANATHA


KUPANG
2020
KASUS

Seorang tukang parkir laki-laki berusia 24 tahun sedang merokok bersama


teman-temannya di tempat parkir dirumah sakit Umum Yohanes Kupang. Selang
beberapa menit merokok tiba-tiba dadanya sesak dan tidak sadarkan diri. karena
panik, teman-temannya langsung memanggil perawat dan dokter yang ada di
UGD rumah sakit tersebut. Setelah salah seorang perawat bersama dokter
memeriksa tukang parkir tersebut nadi karotinya tidak ada. melihat kondisi
tersebut petugas kesehatan menyuruh teman-teman korban untuk segera
mengangkat dan membawa si korban ke UGD guna untuk dilakukannya
pemeriksaan. Setelah sampai di UGD korban di tangani dan diperiksa oleh dokter,
pasien langsung diberikan terapi oksigen dan dilakukan tindakan RJP oleh tim
medis. Setelah pasien diberi pertolongan oleh dokter ternyata muncul tanda dan
gejala yang sangat membahayakan sehinga dokter mengarahkan perawat untuk
membawa pasien ke ruang ICCU guna mendapatkan perawatan yang lebih dengan
alat-alat kesehatan yang lebih memadai dan modern.
FORMAT PENGKAJIAN
ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS

Pengkajian tgl : 22 april 2020 Jam : 18 : 45 WITA


Tanggal MRS : 22 april 2020 NO. RM : 47XXXX
Ruang/Kelas : ICCU Dx. Medis : Cardiac Arrest
Dokter : Dr. W

A. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Nama : Tn. P
b. Jenis kelamin : laki-laki
c. Umur : 24 tahun
d. Agama : Kristen protestan
e. Status perkawinan : belum menikah
f. Pekerjaan : Tukang parkir
g. Suku/Bangsa : Kefa
h. Alamat : Perumnas
i. Penanggung Biaya : Orang tua kandung
2. Riwayat sakit dan kesehatan
a. Keluhan utama : penurunan kesadaran
b. Keluhan saat dikaji : penurunan kesadaran
c. Riwayat penyakit saat ini :
d. Riwayat penyakit keluarga : keluarga pasien mengatakan tidak ada
riwayat penyakit keluarga.
e. Riwayat alergi : keluarga pasien mengatakan pasien tidak
ada riwayat alergi, baik alergi makanan,
minuman maupun obat-obatan
3. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : lemah, Kesadaran : koma
b. Tanda vital : TD : 80/60 mmHg, nadi: - , suhu : 34, 8 C, RR : -
c. BB : 57 kg
d. Lain-lain :
4. Pernafasan
a. Pola nafas : tidak teratur
b. Jenis : kusmaul
c. Suara nafas : wheezing
d. Sesak nafas : Ya
Masalah : Gangguan pertukaran gas
5. Kardiovaskuler
a. Irama jantung : Ireguler
b. Nyeri dada :-
c. Bunyi jantung : gallop
d. CRT : > 3 detik
e. Akral : dingin
Masalah : -  penurunan curah jantung.
6. Persyarafan
a. Refleks fisiologis :-
b. Refleks patologis :-
c. Lain-lain :-
d. Istirahat / tidur :-
Masalah :-
7. Pengideraan
a. Penglihatan (mata)
 Pupil : isokor
 Sclera/konjugtiva : anemis
 Lain-lain :-
b. Pendengaran
 Gangguan pendengaran : ibu pasien mengatakan anaknya tidak ada
gangguan pendengaran
 Lain-lain :-
c. Penciuman
 Bentuk : normal
 Gangguan penciuman : tidak
 Lin-lain :-
Masalah : Tidak ada masalah
8. Perkemihan
a. Kebersihan : bersih
b. Urin :-
c. Alat bantu kateter : tidak menggunakan kateter
d. Kandung kemih : normal
e. Gangguan : tidak ada
Masalah : Tidak ada masalah
9. Pencernaan
a. Nafsu makan :-
b. Porsi makan :-
c. Diet :-
d. Minum :-
Mulut dan tenggorokan
e. Mulut : bersih
f. Mukosa : kering
g. Tenggorokan : normal
Abdomen : normal
h. Lokasi :-
i. Peristaltic :-
j. Pembesaran hepar : tidak
k. Pembesaran lien : tidak
l. Buang air besar :-
m. Konsistensi :-
Masalah : tidak ada masalah
10. Musculoskeletal/ Integumen
a. Kemampuan pergerakan sendi :-
b. Kekuatan otot :-
Kulit
c. Warna kulit : sianosis
Hiperpigmentasi
d. Turgor : jelek
e. Edema : tidak ada
f. Luka : tidak ada
g. Tanda infeksi luka : tidak ada yang di temukan.
h. Lain-lain :-
Masalah : ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
11. Endokrin
a. Pembesaran tiroid : tidak
b. Hiperglikemia : tidak
c. Luka ganggren : tidak ada luka ganggren
Masalah : tidak ada masalah
12. Personal Higiene
a. Mandi :-
b. Keramas :-
c. Sikat gigi :-
d. Ganti pakaian :-
e. Memotong kuku :-
Masalah :-
13. Psiko-sosio-spiritual
a. Orang yang pailng dekat : Ibu pasien menagatakan anaknya paling
dekat dengan keluarga terutama bapaknya.
b. Hubungan dengan teman dan lingkungan sekitar : baik
c. Kegiatan ibadah : ibu pasien mengatakan anaknya sering
mengikuti ibadah pemuda bersama
temannya.
d. Lain-lain :-
14. Pemeriksaan Penunjang
a. EKG (Elektrokardiografi)
b. Foto Thorax
15. Terapi
a. Epinephrin
b. Lidokain
c. Sulfas atropine
d. Dopamine
e. Furosemide
f. Morfin
g. Kortikosteroid

ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH
1 DS : - Cardiac arrest Penurunan curah
DO : - Kemampuan jantung.
- Tekanan darah tdak ada. pompa
- Nadi perifer tidak teraba. jantung
menurun.
- Curah jantung
menurun.
2 DS : - Cardiac arrest Ketidakefektifan
DO : - Kemampuan perfusi jaringan
- Sianosis kuku dan bibir pompa perifer
jantung
menurun.
- Curah jantung
menurun.
- Suplai O₂ ke
jaringan tidak
terpenuhi.
3 DS : - Cardiac arrest Gangguan
DO : - Kemampuan pertukaran gas
- Nilai GDA tidak normal pompa
- Terlihat distress jantung
pernafasan menurun.
- Curah jantung
menurun.
- Suplai O₂ ke
seluruh tubuh
menurun
- Kebutuhan O₂
di paru-paru
tidak
terpenuhi.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS DIAGNOSA


(NANDA)
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan kemampuan pompa
jantung menurun.
2. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan tidak
ada nadi perifer.
3. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan
perfusi.

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA NOC NIC
1 Penurunan curah Tujuan : meningkatkan Manajemen syok :
jantung hubungan kemampuan pompa jantung
dengan kemampuan jantung. 1. monitor tanda dan
pompa jantung Kriteria hasil : gejala penurunan
menurun. - Nadi perifer teraba curah jantung.
- Tekanan darah 2. Auskultsi suara napas
dalam batas terhadap bunyi
normal. crackles atau suara
Keefektifan pompa tambahan lainnya.
jantung : 3. Catat tanda dan gejala
1. Tekanan darah sistol penurunan curah
2. Tekanan darah jantung
diastole 4. Monitor adanya
3. Denyut jantung ketidakadekuatan
apikal perfusi arteri koroner
4. Indeks jantung sesuai kebutuhan.
5. Pucat 5. Monitor dan evaluasi
6. Sianosis indicator hipoksia
jaringan
6. Tingkatkan perfusi
jaringan yang adekuat
(dengan resusitasi
cairan dan atau
vasopresor untuk
mempertahankan
tekananrata-rata arteri
(MAP) > 60 mmHg)
sesuai kebutuhan.
7. Meningkatkan peran
setiap orang
dikomunitas untuk
menjadi seorang by-
stander RJP. RJP
yang dilakukan
dengan cepat akan
meningkatkan
survival rate korban
OHCA sebanyak dua
hingga tiga kali lipat
(Hasselqvist-Ax et
al., 2015).
2 Ketidakefektifan Tujuan : untuk Manajemen Asam Basa
perfusi jaringan meningkatkan :
perifer berhubungan keefektifan pompa 1. Pertahankan
dengan tidak ada jantung. kepatenan jalan nafas
nadi perifer. Kriteria hasil : 2. Posisikan klien untuk
- Nadi perifer teraba mendapatkan
- Tekanan darah ventilasi yang
dalam batas adekuat (misalnya
normal. membuka jalan nafas
Perfusi jaringan: dan menaikkan
perifer : posisis kepala di
1. Pengisian kapiler tempat tidur.
jari 3. Pertahankan
2. Pengisian kapiler kepatenan akses
jari kaki selang IV
3. Suhu kulit ujung 4. Monitor pola
kaki dan tangan pernapasan
4. Kekuatan denyut 5. Monitor adanya
nadi karotis kanan gejala kegagalan
dan kiri pernafasan
5. Kekuatan denyut 6. Monitor konsumsi
brakialis kanan dan oksigen
kiri 7. Monitor intake dan
6. Kekuatan denyut ouput
radial kanan dan kiri 8. Monitor kehilangan
7. Kekuatan denyut asam (misalnya
femoralis kanan dan muntah, pengeluaran
kiri nasogstrik, diare, dan
8. Tekanan darah dieresis) dengan cara
sistolik dan yang tepat.
diastolic. 9. Berikan terapi
oksigen dengan tepat.
3 Gangguan Tujuan : sirkulasi darah Manajemen jalan nafas
pertukaran gas kembali normal :
berhubungan dengan sehingga pertukaran gas 1. Buka jalan nafas
ketidakseimbangan dapat berlangsung. dengan teknik chin
perfusi. Kriteria hasil : lift atau jaw thrust,
- Nilai GDA normal sebagaimana
- Tidak ada distress mestinya.
pernafasan. 2. Posisiskan pasien
Status pernafasan : untuk
pertukaran gas : memaksimalkan
1. Tekanan parsial ventilasi
oksigen di darah 3. Identifikasi
arteri (PaO₂) kebutuhan
2. Tekanan parsial actual/potensial
karbondioksida di pasien untuk
darah arteri (PaCO₂) memasukkan alat

3. Saturasi oksigen membuka jalan nafas.

4. Keseimbangan 4. Masukkan alat

ventilasi dan perfusi nasopharyngeal

5. Sianosis airway (NPA) atau

6. Gangguan kesadaran oropharyngeal


airway (OPA)
sebagaimana
mestinya.
5. Auskultasi suara
nafas, catat area yang
ventilasinya menurun
atau tidak ada dan
adanya suara
tambahan.
6. Posisikan untuk
meringankan sesak
nafas.
7. Monitor status
pernafasan dan
oksigenasi,
sebagaimana
mestinya.