Anda di halaman 1dari 8

Baby Led Weaning

Penulis : Afrina Mizawati, SST, MPH


Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Jurusan Kebidanan
ABSTRAK : Banyak ibu yang sekarang mulai beralih menerapkan metode baby led weaning pada bayinya ketimbang
menyuapi si kecil makanan lunak, yang biasanya berupa pure (bubur). Ya, penerapan baby led weaning memberikan
kesempatan sang buah hati untuk belajar dan mengenal berbagai jenis rasa dan tekstur makanan .Baby led weaning adalah
metode menyapih yang membebaskan si kecil mengambil dan memakan makanannya sendiri, tanpa disuapi. Biasanya,
makanan yang disediakan ketika menerapkan metode ini adalah makanan padat yang ukurannya segenggaman si kecil.
Banyak ibu yang sekarang mulai beralih menerapkan metode baby led weaning pada bayinya ketimbang menyuapi si kecil
makanan lunak, yang biasanya berupa pure (bubur). Ya, penerapan baby led weaning memberikan kesempatan sang buah
hati untuk belajar dan mengenal berbagai jenis rasa dan tekstur makanan.
Kata kunci: Baby Led Weaning, kemampuan oral motor, bayi.

PENDAHULUAN kendali untuk makan dan memilih makanan sendiri.


Gizi sangat berperan dalam tumbuh kembang
anak. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah mencapai
tumbuh kembang anak yang adekuat. Pada bayi dan
anak, kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan
pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak
diatasi secara dini akan berlanjut hingga dewasa. Usia 0-
24 bulan merupakan masa kritis dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak, karena dimasa inilah periode
tumbuh kembang anak yang paling optimal baik untuk
intelegensi maupun fisiknya. Periode ini dapat terwujud Selama ini MP ASI diawali dengan pemberian
apabila anak mendapatkan asupan gizi sesuai dengan makanan dalam bentuk lunak atau puree, namun
kebutuhannya secara optimal. Sebaliknya pada bayi dan Repley memperkenalkan pendekatan baru dengan
anak pada masa usia 0-24 bulan apabila tidak membiarkan bayi mengkonsumsi makanan padat
memperoleh makanan sesuai dengan kebutuhan gizi, yang dia inginkan. Dalam istilah pemberian makanan
maka periode emas ini akan berubah menjadi periode bayi, metode ini disebut Baby Led Weaning (BLW).
kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan Menurut Repley metode BLW ini mampu
anak, saat ini maupun selanjutnya (Mahaputri et al, membangun pola makan yang sehat dan baik sedini
2014). Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik mungkin. Dari segi kesehatan gigi, menurut drg.
Indonesia No.450/MenKes SK/IV, yang mengacu pada Andria Diarti Sp.KGA, pemberian makanan padat
resolusi World Health Assembly (WHO,2001) dalam metode BLW bermanfaat untuk merangsang
menyatakan bahwa untuk mencapai pertumbuhan, pertumbuhan lengkung gigi sehingga gigi bayi lebih
perkembangan, dan kesehatan yang optimal bayi harus cepat tumbuh. Menurut penelitian Jannah et.al,
diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama selanjutnya (2016) bahwa, sebelum pemberian MP-ASI metode
(Mahaputri et al, 2014). Bagi bayi usia 0-6 bulan, BLW jumlah pola makan buruk sebesar 77,8 %,
pemberian ASI saja sudah cukup, namun bagi bayi di sesudah diperkenalkan pemberian MP-ASI metode
atas 6 bulan diperlukan makanan selain ASI yaitu berupa BLW jumlah pola makan baik sebesar 81,5 %. Oleh
makanan pendamping ASI atau MP-ASI Hasil survei karena itu, referat ini akan menjelaskan tentang MP-
menunjukkan salah satu penyebab terjadinya gangguan ASI metode BLW.
tumbuh kembang bayi dan anak usia di atas 6 bulan di
Indonesia adalah rendahnya mutu MP-ASI (Lailina et al, PEMBAHASAN
2015). Dalam pemberian MP-ASI, yang perlu A. Makanan Penunjang ASI (MP-ASI)
diperhatikan adalah usia pemberian MP-ASI, jenis MP-
ASI, frekuensi dalam pemberian MP-ASI, porsi
pemberian MP-ASI, dan cara pemberian MP-ASI pada
tahap awal. Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan
tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi,
namun juga merangsang keterampilan makan dan
merangsang rasa percaya diri pada bayi. Pemberian
makanan tambahan harus bertahap, dari bentuk bubur
cair kebentuk bubur kental, sari buah, buah segar,
makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya
makanan padat (Mahaputri et al, 2014).
Menurut Gill Repley (2006), bayi memiliki
1
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pencernaan yang terjadi adalah
adalah makanan atau minuman yang mengandung hiperperistaltik. Hiperperistaltik akan
zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6- menyebabkan berkurangnya kecepatan
24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. usus untuk menyerap makanan.
Hal ini dikarenakan ASI hanya mampu memenuhi Peningkatan motilitas usus menyebabkan
dua pertigaebutuhan bayi pada usia 6-9 bulan, dan penurunan waktu kontak antara makanan
pada usia 9-12 bulan memenuhi setengah dari yang akan dicerna dengan mukosa usus
kebutuhan bayi. sehingga terjadi penurunan reabsorpsi
MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke dan peningkatan cairan dalam tinja
makanan keluarga. Pemberian makanan (Sugiarto, 2008). Bila MP-ASI diberikan
pendamping ASI mempunyai tujuan memberikan zat sebelum sistem percernaan bayi siap
gizi yang cukup bagi kebutuhan bayi atau balita untuk menerimanya, maka makanan
guna pertumbuhan dan perkembangan fisik dan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik
psikomotorik yang optimal, selain itu untuk mendidik dan bisa menimbulkan berbagai reaksi
bayi supaya memiliki kebiasaan makan yang baik seperti diare, dan gangguan pencernaan
(Dep¬kes, 2006). Pemberian MP-ASI harus lainnya.
memperhatikan kriteria pemberian MP-ASI yang 2. Tepat Cara
baik yaitu tepat waktu, tepat cara pemberian, gizi Cara pemberian MP-ASI diberikan sejalan
seimbang, aman dan hygiene. dengan tanda lapar dan nafsu makan
1. Tepat waktu yang ditunjukan bayi serta frekuensi dan
Waktu yang paling tepat untuk cara pemberian sesuai dengan usia bayi)
memperkenalkan MP-ASI yaitu ketika bayi (Damayanti, 2011). Hal ini lebih mudah
atau anak berusia 6 bulan. Pada umumnya bila sejak awal bayi terbiasa makan pada
kebutuhan nutrisi bayi yang kurang dari jadwal jam makannya, sehingga pada jam-
enam bulan masih dapat dipenuhi oleh ASI jam tersebut dia merasa lapar. Makan
tetapi, setelah berumur enam bulan bayi adalah proses kenikmatan, oleh karena itu
umumnya membutuhkan energi dan zat gizi kenalkan anak bagaimana menikmati
yang lebih untuk tetap bertumbuh lebih makanan dengan baik sejak dini, yaitu
cepat sampai dua kali atau lebih dari itu, dengan duduk posisi tegak dan biarkan
besarnya cinta anda pada si kecil mungkin bayi memegang sendok atau makanannya
akan menjadi kendala yang cukup besar sendiri.
untuk anda membiarkan mereka makan 3. Gizi Seimbang
sendiri dan mengunyah sendiri
makanannya. disamping itu pada umur
enam bulan saluran cerna bayi sudah dapat
mencerna sebagian makanan keluarga,
sedangkan bayi di bawah usia 6 bulan
memiliki sistem pencernaan yang belum
sempurna. Tubuh bayi belum memiliki
protein pencernaan yang lengkap. Berbagai
enzim seperti asam lambung, amilase, MP-ASI yang baik dan bergizi seimbang
enzim yang di produksi pankreas belum haruslah mengandung karbohidrat lemak,
cukup ketika bayi belum berusia 6 bulan. protein, serta vitamin dan mineral dalam
Begitu pula dengan enzim pencernaan proporsi yang seimbang. Kandungan
karbohidrat (maltase, sukrase), dan lipase utama dalam sebuah menu utama MP-ASI
untuk mencerna lemak (Rachmawati, 2014). hendaknya mengutamakan karbohidrat
Menyebabkan asupan lain selain ASI sebagai sumber tenaga (kalori) tubuh,
membuat organ ini terpaksa bekerja keras protein sebagai zat pembangun dan daya
untuk mengolah dan memecah makanan tahan tubuh, serta lemak sebagai
yang masuk. Karena makanan tidak dapat komponen yang berperan penting dalam
dicerna dengan baik akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel
terjadinya perubahan motilitas usus dan saraf. Sayur buah sebagai sumber
menimbulkan terjadinya refluk atau kram vitamin, mineral dan serat harus diberikan
usus (Putri, 2010). Salah satu gangguan dalam proporsi yang tepat, agar gizi anak
baik dan tidak menimbulkan sembelit.

2
Oleh karena itu, pemberian makanan
Zat gizi terutama energi dan protein yang pendamping ASI pertama ini perlu
ada di dalam MP-ASI harus seimbang dilakukan secara bertahap. Biasanya
dengan pemberian ASI. Pada bayi usia 6-12 pemberian MP-ASI pertama dimulai dari
bulan kebutuhan gizi bayi adalah 650 kalori golongan beras dan serealia, karena
dan 16 gram protein. Kandungan gizi pada berdaya alergi rendah. Secara berangsur-
ASI adalah 400 kalori dan 10 gram protein, angsur, diperkenalkan sayuran yang
maka kebutuhan yang diperoleh dari MP- dikukus dan dihaluskan, buah yang
ASI lebih kurang dari 250 kalori dan 6 gram dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat
protein (Staff depkes, 2006). Contoh matang dan yang harus diingat adalah
makanan pendamping ASI dapat diberikan jangan berikan buah atau sayuran
hati ayam (75 kalori), pure beras pisang mentah. Setelah bayi dapat menerima
susu (100 kalori), dan pure kentang, bayam, beras atau sereal, sayur dan buah dengan
wortel tahu (70 kalori) (Setyarini dan baik, berikan sumber protein (tahu, tempe,
Damayanti, 2016). daging ayam, hati ayam dan daging sapi)
4. Aman dan hygiene yang dikukus dan dihaluskan. Setelah
Pemberian MP-ASI dari kuantitas gizi saja bubur dibuat lebih kental (kurangi
tidak cukup untuk kesehatan bayi, kualitas campuran air), kemudian menjadi lebih
pemberian MP-ASI juga sangat diperlukan. kasar (disaring kemudian dicincang halus),
Kualitas pemberian MP-ASI meliputi lalu menjadi kasar (cincang kasar), dan
kebersihan atau higiene dan keamanan akhirnya bayi siap menerima makanan
dalam menyiapkan pemberian MP-ASI. ada yang dikonsumsi keluarga. Bila
Menurut Kusumawardani (2010) bahwa, selama ini MP-ASI diawali dengan
pemberian MP-ASI harus aman dan hygiene pemberian makanan (hanya) dalam
bahan makanan, peralatan, penyimpanan, bentuk puree Rapley memperkenalkan
pengolahan dan penyajian. Kriteria sebuah pendekatan baru dengan
pemilihan bahan makanan yang aman untuk membiarkan bayi mengkonsumsi
MP-ASI yaitu bersifat lokal, alami, fresh, makanan padat pertama yang dia
sehat dan bervariasi. Pada penggunakan inginkan. Bayi juga tidak melewati tekstur
peralatan makan pada pemberian MP-ASI lembut (puree) tetapi langsung diberikan
harus bersih dan gunakan bahan plastik menu keluarga dalam bentuk lunak dan
yang aman. Cara pengolahan MP-ASI yang finger food. Dalam istilah pemberian
baik dan benar selain menjaga hygienitas makanan bayi metode ini disebut Baby
perorangan, pemberian MP-ASI harus Led Weaning (BLW).
matang dan pada tingkat kekentalan yang
sesuai, demi menghindari adanya Pemberian MP-ASI Metode
kontaminasi berbagai mikroorganisme
penyebab infeksi seperti bakteri
Baby Led Weaning (BLW)
Staphylococcus pada daging, Salmonella
pada telur, E.coli pada tubuh manusia. Pada 1. Definisi BLW
penyajian MP-ASI harus memperhatikan BLW merupakan metode dengan
bentuk, warna, rasa, suhu dan hiasan yang memperkenalkan dan melakukan
menarik. Pada pemberian makanan penyapihan secara mandiri dengan rasa
pendamping ASI pertama ini juga harus suka pada bayi dengan usia 6 bulan
memperhatikan kesiapan bayi, diantaranya keatas. BLW merupakan sebuah
keterampilan motorik, mengecap dan pendekatan dengan memberi kesempatan
mengunyah serta penerimaan terhadap rasa kepada bayi atau anak untuk memegang
dan bau. dan mengeksplor makanannya sendiri.

3
anak akan berhenti untuk
Pada metode BLW, pemberian MP-ASI bayi mengambil makanan diatas meja
tidak melewati tekstur lembut (pure), tetapi makan. Namun dalam
langsung diberikan makanan padat dengan menerapkan metode ini, anak
tekstur lunak dan finger-food. Finger food membutuhkan bantuan ibu untuk
adalah makanan yang dibuat dengan memotong makanan sesuai
potongan memanjang atau. sedemikian ukuran genggaman tangan anak.
rupa agar mudah dipegang dengan jari-jemari
bayi. Pemberian finger food ini karena metode
BLW menerapkan bayi agar mandiri dan Apa saja sih Masalah dalam
percaya diri dalam memilih makanan. Contoh
finger food yang diberikan pada bayi yaitu menerapkan Metode
aneka sayur, aneka buah dan biscuit dengan
komposisi zat gizi yang sehat (Setyarini dan BabyLedWeaning (BLW) ?
Damayanti, 2016). Pemberian finger food
dalam metode BLW memiliki manfaat yang a. Orang tua sering merasa ragu
baik pada bayi diatas 6 bulan. Manfaat finger Pada saat pertama kali menerapkan
food ini diantaranya ; meningkatkan asupan metode BLW, sebagian besar orang tua
kalori dan zat gizi anak, meningkatkan merasa ragu dengan metode ini, karena
kemampuan motorik anak, meningkatkan sebagian orang tua berpikir apakah
kemandirian anak untuk makan sendiri dan anak mendapat asupan yang cukup
dapat menstimulasi pertumbuhan gigi dengan atau tidak jika menggunakan metode ini.
proses penyapihan pada bayi. BLW Sebagian orang tua juga
merupakan cara yang baik untuk melakukan mengkhawatirkan jika anak tersedak
kecukupan gizi dengan pemantapan saat anak makan sendiri. Hal ini dapat
psikologis karena BLW dapat merasakan hindari dengan memberikan makanan
bentuk dan tekstur makanan yang berbeda- yang cukup lunak dan lembut sehingga
beda sejak dini (Raphley & Murkett, 2012). bisa dimakan oleh anak dan biarkan
anak untuk memakannya sendiri
Manfaat Baby Led Weaning dengan pengawasan orang tua. Hal ini
(BLW) juga dapat menghindari risiko anak
tersedak. Jika orang tua masih khawatir
gizi anak tidak tercukupi, orang tua
Baby Led Weaning (BLW) memberikan dapat menyuapi mereka dengan
banyak manfaat dalam tumbuh kembang bayi makanan lunak diwaktu makan
atau anak, berikut manfaat BLW diantaranya berikutnya.
(Setyarini dan Damayanti, 2016) : b. Berantakan
a. Sesuai dengan waktu makan bayi atau
anak. Bayi atau anak akan mengambil
makanan sendiri jika mereka merasa lapar
sehingga sangat baik untuk menyesuaikan
waktu makan anak atau bayi untuk
menentukan sendiri waktu makan mereka
dengan baik.

b. Sesuai dengan makanan favorit anak, Metode BLW mengharuskan anak untuk
karena anak dihadapkan dengan makan sendiri sehingga akan
berbagai jenis makanan dan anak menyebabkan kotor, berantakan, dan
akan memilih sendiri makanan yang meninggalkan sisa makanan. Oleh
mereka inginkan. karena itu bunda dapat menyiasati
dengan meletakkan karpet plastik
c. Sesuai porsi makan anak,
dibawah anak atau bayi sehingga
karena pada metode BLW makanan yang berantakan mudah untuk
ini anak akan dibersihkan.
menentukan porsi
makannya sendiri yaitu
ketika merasa kenyang

4
Bagaimana Cara Menerapkan
Metode Baby Led Weaning ?
lebih 60-70 % dari kandungan gizi
a. Persiapan yang dibutuhkan. Pemberian ASI
Untuk menjalankan metode BLW ini tidak tetap diberikan hingga anak berusia 2
hanya memperhatikan usia anak tepat usia tahun, sesuai dengan anjuran WHO
6 bulan tetapi juga harus memperhatikan
tanda-tanda yang menunjukkan kesiapan dan Kemenkes RI.
fisik dan psikologis dalam menerima MP-
ASI. Tanda-tanda fisik tersebut berupa : d. Sesuaikan besar makanan
1) Refleks ekstruksi (menjulurkan lidah
atau melepeh) berkurang atau hilang.
2) Mampu mendorong makanan dengan
lidah dari depan ke belakang.
3) Mampu menopang kepalanya tanpa
bantuan
4) Mampu duduk di kursi dengan tegak,
memiliki otot-otot di sekitar leher yang
kuat, dapat mengambil makanan
sendiri, dan sudah mampu untuk
mengunyah.
Pada tanda-tanda psikologisnya yaitu
mampu memperlihatkan keinginan untuk P
makan dengan membuka mulut serta ada metode BLW anak
mampu menunjukkan rasa lapar dan mengharuskan untuk mengambil dan
kenyang (Setyarini dan Damayanti, 2016). memasukkan makanan tersebut ke
Tanda-tanda ini sangat penting untuk mulutnya sendiri dengan pemberian
diperhatikan sekaligus untuk menilai finger food, jadi usahakan makanan
perkembangan oromotor anak, serta yang diberikan telah disesuaikan agar
kemampuan anak memberikan respon anak dapat dengan mudah memegang
terhadap rasa lapar dan kenyang. Namun, dan memasukkan makanannya ke
meski anak memperlihatkan tanda-tanda dalam mulut. Hindari memotong
kesiapan fisik dan psikologis sebelum usia 6 makanan terlalu besar karena dapat
bulan, MP-ASI tetap diberikan pada usia menyebabkan tersedak pada anak yang
tepat 6 bulan atau 180 hari. sebelum sempat mengunyah. Potong
b. Konsultasi ke dokter makanan kecil-kecil yang muat dengan
Sebelum menerapkan metode BLW pada jari-jarinya.
pemberian MP-ASI, untuk memastikan bayi e. Perhatikan Kandungan Zat Gizi
Tak hanya tekstur dan ukuran, tetapi hal
sudah siap diberikan MP-ASI hal yang perlu
yang paling penting diperhatikan adalah
dilakukan adalah konsultasikan langsung ke kandungan zat gizi dalam makanan
dokter sebelum menerapkan metode ini, yang akan diberikan. Pastikan bahwa
terutama untuk anak yang memiliki kondisi makanan yang dimakan telah
kesehatan khusus yang harus diperhatikan. memenuhi kebutuhan gizinya. Oleh
Selain itu agar bayi dapat tumbuh dan karena itu berikan semua jenis makanan
berkembang yang memiliki kandungan gizi yang
tinggi. Beberapa makanan seperti
sesuai yang diharapkan dalam pemberian
wortel, brokoli, dan semua jenis sayuran
MP-ASI dengan metode BLW. yang dapat ibu berikan untuk anak.
Cara penyajiannya pun dapat dibuat
c. ASI tetap diberikan dengan cara dikukus sehingga
Meskipun metode BLW mengajarkan agar memudahkan anak untuk
anak melakukan proses makan secara mengunyahnya.
mandiri, namun anak tetap
membutuhkan ASI kurang

5
f. Makan Bersama
Makan bersama merupakan cara metode responden. Pola makan yang baik
BLW untuk memberikan pelajaran kepada akan menunjukan gizi yang baik pula
anak dengan melakukan cara makan yang pada anak. Selain itu, penelitian ini
benar dan pada waktu makan yang tepat. menunjukkan bahwa manfaat metode
Dengan makan bersama, anak akan melihat BLW (Baby Led Weaning) memberikan
proses makan yang dilakukan orang tua kesempatan yang lebih besar pada bayi
sehingga anak akan belajar melalui apa untuk ikut makan bersama keluarga.
yang dia lihat. Tempatkan semua menu BLW merupakan cara yang baik untuk
makan di meja makan, berikan anak melakukan kecukupan gizi dengan
makanan yang serupa dengan makanan pemantapan psikologis karena BLW
keluarga, dan pastikan jenis makanan dapat merasakan bentuk dan tekstur
tersebut mudah dikunyah dan ditelan. Ajak makanan yang berbeda-beda sejak dini,
semua orang bergabung untuk makan dan bukan makanan yang sama konsistensi
tempatkan anak pada high chair nya. Anak teksturnya.
mempunyai sifat suka meniru sehingga itu KESIMPULAN
akan membuat anak merasa bersemangat
makan sendiri. 1. BLW merupakan metode dengan
memperkenalkan dan melakukan
Pengaruh MPASI Pada penyapihan secara mandiri dengan rasa
Metode BLW ? suka pada bayi dengan usia 6 bulan
keatas.
Menurut penelitian Sulistyarini (2016), 2. Manfaat metode BLW yaitu anak dapat
pelatihan MP-ASI menggunakan metode menentukan dan menyesuaikan waktu
Baby Led Weaning terhadap peningkatan makannya sendiri ketika mereka lapar,
berat badan anak mengalami peningkatan anak dapat memilih sendiri makanan
sebesar 77 %. Sebelum dilakukan yang diinginkan, anak menentukan porsi
pelatihan MP-ASI menggunakan metode makannya sendiri ketika merasa
Baby Led Weaning rata-rata BB sebesar kenyang
8,45 kg, sedangkan setelah dilakukan 3. Cara penerapan metode BLW pada
pelatihan menggunakan metode Baby Led anak yaitu, melihat tanda kematangan
Weaning didapat rata-rata BB sebesar 9,31 fisik dan psikologis pada anak, sebelum
kg. menerapkan metode BLW perlu
Menurut penelitian Jannah et.al dilakukan konsultasi pada dokter,
(2014) metode Baby Led Weaning (BLW) pemberian ASI tetap diberikan kurang
dapat meningkatkan pola makan baik pada lebih 60-70 % hingga anak berusia 2
bayi. Hasil penelitian pola makan bayi tahun, sesuaikan besar kecilnya
sebelum diperkenalkan Baby Led Weaning makanan dengan jari tangan anak,
(BLW) yaitu pola makan pada bayi buruk kandungan zat gizi harus diperhatikan
sebesar 77,8 % dari 27 responden. baik jenis dan jumlahnya, makan
Sedangkan hasil penelitian sesudah bersama keluarga agar anak dapat
diperkenalkan Baby Led Weaning (BLW) meniru cara makan yang baik dan
yaitu pola makan baik sebesar 81,5% dari benar.
27
4. Pengaruh penerapan metode BLW
yaitu, dapat meningkatkan pola makan
yang baik dan meningkatkan berat
badan pada anak. Selain itu, metode
BLW juga memiliki risiko anak dapat
tersedak.

6
DAFTAR PUSTAKA Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol.
Bowman, B.A dan R.M. Russell. (2001). 3 No 4 hal 1646-1651. Jurusan Teknologi
Present Knowledge in Nutrition Edisi Hasil Pertanian, FTP Universitas Brawijaya,
8. Washington DC : ILSI Press. Malang.
Depkes. 2006. Pedoman Umum Rahmawati. R. 2014. Gambaran Pemberian MP-
Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan di
Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan
2006. Pesanggrahan Jakarta Selatan. Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas
Jannah, Z., N. Rohmah dan H. Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Kurniawan. 2016. Pengaruh
Pemberian MP-ASI Metode BLW Rapley, G & Murket, T. 2008. Baby Led Weaning.
(Baby Led Weaning) Terhadap Pola Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Makan Bayi di Posyandu Anggur S. L. Cameron, A.L. M. Heath. and R. 2012. W.
Desa Umbulsari Kecamatan Taylor. How Feasible is Baby-Led Weaning as
Umbulsari, Kabupaten Jember. an Approach to Infant Feeding? A Review of
Fakultas Ilmu Kesehatan. the Evidence. Nutrients J Vol.4. ISSN 2072-
Universitas Muhammadiyah Jember. 6643. University of Otago. New Zealand
Jember Setyarini, L. dan D. Damayanti. 2016. 365 Hari
Kusmawardani, B. 2010. Hubungan MP-ASI Makanan Pendamping ASI untuk
Praktik Higiene Sanitasi Makanan Anak Usia 6-18 Bulan. Penerbit Kompas.
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Jakarta.
Tradisional dengan Kejadian Diare Sulistyarini, T., D. I. S. H. Pernomo dan D.
pada Anak Usia 6-24 Bulan di Kota Prawesti. 2016. Aplikasi Pelatihan Pemberian
Semarang. Diponegoro University. Makanan Pendamping ASI dengan Metode
Lailana, M., T. D. Widyaningsih., J. M. Baby Led Weaning Meningkatkan Berat
Maligan. Prinsip Dasar Makanan Badan Bayi. Jurnal Sain Med Vol. 8 No. 1 Hal.
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) 32-35. Airlangga University Press.
untuk Bayi 6-24 Bulan: Kajian