Anda di halaman 1dari 21

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi saat ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki intelegensi


yang tinggi. Saat hendak melamar pekerjaan, perusahaan menuntut calon
pekerjanya merupakan lulusan dengan IPK yang tinggi. IPK yang tinggi menjadi
gambaran bahwa seorang sarjana menguasai bidang yang ditekuninya pada saat
kuliah. Namun, saat ini banyak sarjana yang menganggur dikarenakan IPK yang
tidak memenuhi syarat minimal di sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan oleh
banyak faktor, salah satunya kurangnya minat membaca saat kuliah. Seperti yang
kita ketahui, membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah kegiatan yang
mempunyai banyak manfaat. Dari kegiatan membaca kita dapat menambah
wawasan, pengetahuan dan juga sebagai hiburan.

Hal ini dibuktikan dengan posisi Indonesia saat ini menduduki peringkat
60 dari 61 negara dalam hal minat membaca. Kurangnya minat membaca pada
mahasiswa disebabkan oleh kurangnya motivasi lingkungan. Lingkungan hidup
disekitar kita merupakan faktor penting dalam kehidupan, karena secara tidak
langsung lingkungan membentuk kebiasaan kita. Misalnya pada lingkungan
petemanan, jika mahasiswa memiliki teman yang tidak gemar membaca, maka
tanpa ia sadari, ia juga ikut tidak gemar membaca. Lingkungan lainnya yaitu
lingkungan perkuliahan. Pada proses perkuliahan, mahasiswa tidak dirangsang
untuk mencari informasi. Inilah sebabnya mahasiswa hanya menerima saja tanpa
berusaha untuk mencari tahu lebih banyak. Kebiasaan ini membentuk mahasiswa
yang ingin serba instan.

Di samping itu faktor lain yang juga sangat memengaruhi yaitu sarana dan
prasarana yang kurang memadai, contohnya saja perpustakaan. Tidak banyak
program studi yang memiliki perpustakaan sendiri. Selain itu, perpustakaan yang
kurang efisien menjadi alasan mahasiswa jarang mengunjungi perpustakaan.

1
Dari problematika di atas, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan
membuat sudut baca. Sudut baca merupakan perpanjangan fungsi perpustakaan.
Agar menarik, pembuatan sudut baca ini dilakukan dengan memanfaatkan barang
bekas yang ramah lingkungan. Salah satu cara pemanfaatan barang bekas yang
dapat dilakukan yaitu dengan konsep Ecobricks (bata ramah lingkungan).
Pembuatan sudut baca ini bertujuan untuk mewujudkan gesahsaku di lingkungan
Universitas. Gesahsaku merupakan akronim dari gerakan satu hari satu buku
sebagai inovasi untuk meningkatkan minat membaca pada mahasiswa. Oleh
karena itu penelitian ini diberi judul Gesahsaku melalui sudut baca untuk
meningkatkan minat membaca mahasiswa. Hal ini menjadi tema yang menarik
untuk diteliti dan diterapkan di lingkungan Universitas guna menumbuhkan
budaya literasi pada mahasiswa.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah mengimplementasikan gesahsaku dalam penciptaan sudut


baca untuk menciptakan minat baca?

1.3 Luaran Penelitian

Keluaran yang kami harapkan dari PKM ini adalah sebagai berikut:

Menghasilkan sudut baca yang menarik dan ramah lingkungan


menggunakan barang bekas sehingga bisa menarik minat baca mahasiswa
agar dapat terlaksananya gesahsaku.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca mahasiswa,


dalam mewujudkan gesahsaku untuk menumbuhkan budaya literasi mahasiswa di
Perguruan Tinggi. Melalui penelitian ini dapat meningkatkan kreativitas
mahasiswa dengan cara membuat sudut baca yang menarik agar terciptanya
genereasi yang gemar membaca.

2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Produk Teknologi Pendukung

Eco bricks berasal dari dua kata dalam bahasa inggris, yaitu “ecology” dan
“brick”. Dimana ecology menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
diartikan sebagai ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan
(kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya). Sedangkan brick berarti bata, batu,
batu merah/tembok, dan bisa juga berarti orang yang baik atau menembok. Dua
kata ini jika digabungkan menjadi “eco brick” yang berarti bata ramah
lingkungan. Ecobrick adalah teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari
botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik
hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh
dan keras, botol-botol tersebut bisa dirangkai dengan lem dan dirangkai menjadi
meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, menara, panggung kecil, bahkan
berpotensi untuk dirangkai menjadi pagar dan fondasi taman bermain sederhana
bahkan rumah. (dalam www.ecobricks.org/wp-
content/uploads/2016/06/JogjaPressReleasec opy.pdf, diakses 10 November
2018).
Program eco bricks sebagai suatu sistem pengelolaan sampah
berkelanjutan, dengan cara yang sederhana dan bahan yang terjangkau
diharapakan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dan dapat mengurangi
jumlah sampah yang saat ini kira-kira mencapai 68 juta ton dalam setahun. Tidak
hanya itu, program eco bricks ini jika dilakukan secara konsisten dan serius,
program ini berpotensi menghasilkan daya tarik tersendiri khususnya di bidang
pariwisata.
(https://www.antaranews.com/berita/728335/pembagian-tas-belanja-untuk-
kurangi-sampah-plastik, diakses 10 November 2018)

3
2.2 Literatur Terkait

2.2.1 Minat Membaca Masyarakat

Hasil penelitian Saleh, dkk (1995 dan 1996) melaporkan


bahwa sebagian besar orang lebih banyak menghabiskan waktunya
untuk menonton TV dibandingkan dengaan membaca. Bahkan
bacaannya pun sebagian besar hanya membaca koran dan majalah.
Tidak terlalu banyak orang yang membaca buku. Ini merupakan
salah satu bukti bahwa minat membaca masyarakat Indonesia
masih kalah dibandingkan minat menonton. Bukti lain yang dapat
kita lihat juga pada kalangan kaum intelektual seperti mahasiswa
yang didapatkan dari data yang mengunjungi perpustakaan. Data
perpustakaan di perguruan tinggi menunjukkan bahwa pengunjung
perpustakaan tidak lebih dari 10% dari seluruh jumlah mahasiswa.
Mahasiswa lebih senang berkumpul di kantin dari pada di
perpustakaan. Bunanta (2004) menyebutkan bahwa minat baca
sangat ditentukan oleh:
1. Faktor lingkungan keluarga dalam hal ini lingkungan rumah.
2. Faktor infrastruktur dalam masyarakat yang kurang mendukung
peningkatan minat baca masyarakat.

Upaya untuk meningkatkan minat baca terdiri dari 3 aspek


yaitu lingkungan rumah, lingkungan sosial, dan lembaga
pemerintah. Lingkungan rumah memiliki peranan penting, sebab
sebagai besar waktu anak adalah dirumah, berkumpul bersama
keluarga. Untuk meningkatkan minat baca dapat dimulai sejak
anak masih balita belum dapat membaca. Dalam hal ini peran
keluarga sangat penting. Kegiatan yang dapat dilakukan di tengah
keluarga adalah mendongeng, tersedianya bacaan di rumah,
mendiskusikan isi buku yang dibaca, mengunjungi toko buku, dan
membiasakan memberi hadiah buku. Selanjutnya, lingkungan
sosial membentuk kebiasaan seseorang contohnya saja lingkungan

4
pertemanan. Apabila seseorang berkumpul dalam lingkungan yang
gemar membaca, maka ia akan ikut gemar membaca, namun
apabila berkumpul dengan lingkungan pertemanan yang tidak
gemar membaca, maka ia akan semakin jauh dari kegiatan
membaca. Yang terakhir, lembaga pemerintah dan swasta
mempunyai peran penting dalam meningkatan minat baca
masyarakat, terutama dengan cara menyelenggarakan perpustakaan
di sekolah maupun perpustakaan khusus. (Masruroh, 2017)

2.2.2 Hakikat Sudut Baca

Kemendikbud (2016: 17) menjelaskan bahwa sudut baca


merupakan sebuah ruangan yang terletak di sudut kelas yang
dilengkapi dengan koleksi buku dan berperan sebagai
perpanjangan fungsi perpustakaan. Sudut baca bertujuan untuk
menumbuhkan minat membaca mahasiswa yang dilegkapi dengan
berbagai buku pelajaran dan non pelajaran yang ruangannya ditata
seindah dan semenarik mungkin. Menurut Morrow (2014: 13)
menjelaskan tujuan sudut baca adalah memudahkan siswa untuk
mencari informasi dan menumbuhkan minat membaca. Jenis bahan
bacaan yang terdapat di sudut baca dalah buku pelajaran, novel,
koran, majalah, buku cerita dan sumber baca lainnya.

Selain itu, langkah-langkah pengelolaan yang dilakukan


mahasiswa untuk membudidayakan membaca dengan sudut baca.
1). Membaca 2). Menulis dan 3). Berkarya.

Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam membuat dan mendesain


sudut baca yaitu:

1. Buatlah sudut baca semenarik mungkin hingga


memancing anak untuk membaca bisa dibuat dari alat alat
sederhana seperti bambu dan lain lain.

5
2. Buku bacaan yang dipajang pada sudut baca harus
beragam seperti bacaan mengenai dongeng,cerita rakyat,kisah
nabi,buku pelajaran matematika,ipa,ips,bahasa dan mata pelajaran
lainya

3. Buatlah jadwal 10 menit sebelum belajar harus siswa


diberitugas untuk membaca dan mencatat kesimpulan atau
ringkasn cerita yang dibaca.

4. Ciptakan suasana kelas gemar membaca.

5. Berikan hadiah berupa pujian atau apa saja tergantung


adari guru siswa yang jawabanya dianggap paling bagus.
(https://www.kompasiana.com, diakses 10 November 2018)

Dengan adanya sudut baca diharapkan mahasiswa menjadi


lebih dekat dan meningkatkan keingingan untuk membaca.

2.2.3 Hakikat Gesahsaku

Gesahsaku merupakan akronim dari gerakan satu hari satu


buku. Gesah saku adalah acuan yang menjadi dasar untuk
mahasiswa agar mulai gemar membaca. Gesahsaku bertujuan agar
mahasiswa dapat membaca minimal satu buku sebagai tahap awal
sebelum kegiatan dijadikan sebagai kebutuhan. Gesahsaku
berperan agar mahasiswa dapat menjadikan kegiatan membaca
sebagai sesutau yang disenangi, sehingga waktu luang yang
dimiliki mahasiswa dapat diisi dengan hal-hal yang berguna.

6
Prinsip-prinsip gesahsaku sebagai berikut:

a. Prinsip Keterpaduan

Gesahsaku harus sesuai dengan kurikulum program


studi, fakultas, dan universias.

b. Prinsip Kemenyeluruhan

Gesahsaku menjalar mulai dari anak-anak, remaja,


sampai orang dewasa. Sehingga gesah saku dapat mejadi
virus yang menular sampai akhirnya masyarakat Indonesia
menjadi gemar membaca.

c. Prinsip Keberlanjutan

Berarti gesah saku tidak hanya mengajak sekelompok


orang atau orang pada masa tertentu untuk gemar
membaca, melainkan gesahsaku merupakan kegiatan yang
berkelanjutan yang terus dilakukan hingga kegiatan
membaca menjadi kdenyut nadi masyarakat yang tidak
terlepaskan dari kehidupan.

Tahapan gesahsaku ada lima, yaitu: 1). pengenalan 2).


Pembiasaan 3). Pengembangan 4). Pembelajaran 5). Kelanjutan.
Pengenalan, pada tahap ini gesah saku sebagai inovasi baru dalam
budaya literasi dekenalkan kepada mahasiswa melalui sosialisasi,
brosur, serta berita di media masa agar mahasiswa mengenal dan
ikut serta dalam budaya literasi. Pembiasaan, mahasiswa yang
sudah mengenal gesahsaku diharapkan dapat membiasakan diri
untuk membaca minimal satu buku dalam satu hari..
Pengembangan, pada tahap ini sudut baca yang merupkan media
dalam menwujudkan gesah saku dievaluasi agar kekurangan-
kekurangan gesah saku dapat diperbaiki sehingga dapat
berkembang dengan baik dan efisien. Kelanjutan. Gesah saku
merupakan kegiatan yang berkelanjutan sehingga mahasiswa

7
gemar membaca. Hal ini ditunjukkan dengan peringkat minat
membaca masyarakat Indonesia naik dari awal gerakan ini
diciptakan.

2.3 Keunggulan Karsa Cipta


Kelebihan atau keunggulan dari sudut baca ini yaitu:
a. Ramah lingkungan

Sudut baca ini akan di buat dari bahan-bahan bekas yang sudah
tidak digunakan, maka dari itu kita dapat memanfaatkan bahan bekas yang
juga akan mengurangi jumlah sampah plastik.

b. Menarik

Sudut baca ini akan dibuat dengan konsep eco bricks yaitu batu
bata ramah lingkungan yang terbuat dari botol plastic dan diisi sampah
plastik. Suudt baca ini juga di buat dengan mencampurkan berbagai warna
dan juga dilengkapi dengan ruang diskusi.

c. Fleksibel

Sudut baca yang dibuat ini bersifat tidak permanen dan dapat
dipindahkan sesuai yang kita inginkan.

d. Tidak terikat

Buku yang ada di sudut baca ini tidak terpaku hanya pada buku
pelajaran, tetapi juga berbagai buku lainnya seperti novel, cerpen, dan juga
majalah.

e. Tidak berbatas waktu

Sudut baca ini dapat digunakan pada jam perkuliahan maupun


diluar jam perkuliahan. Sudut baca ini dapat dipergunakan kapan saja dan
dimana saja

8
f. Hemat biaya

Dapat dikatakan hemat biaya dikarenakan bahan yang kita gunakan


sebagian besar berasal dari bahan bekas atau bahan yang tidak digunakan
lagi. Sudut baca ini tidak memerlukan tempat yang besar agar bisa dibuat.

g. Dapat dijadikan wadah untuk memamerkan karya

Kita dapat memamerkan hasil karya tulis yang kita buat agar bisa
dibaca oleh orang lain.

h. Referensi penelitian

Buku-buku yang ada di sudut baca tersebut dapat digunakan


sebagai bahan referensi dalam proses menulis.

9
BAB 3. TAHAP PELAKSANAAN

3.1 Teknik Pekerjaan

Teknik membuat sudut baca dengan konsep Eco Bricks (batu bata ramah
lingkungan).

3.2 Tahap Pekerjaan

3.2.1 Tahapan membuat kursi dan meja

1. Mengumpulkan sampah botol plastik dan sampah plastik.


2. Membersihkan botol serta sampah plastik. Lalu Keringkan.
3. Menggunting sampah, kemudian siapkan tongkat plastik untuk
mendorong plastik ke dalam botol. Dorong sampah plastik
hingga padat dan pastikan tidak terlalu padat karena dapat
merusak botol.
4. Lakukan hal yang sama pada botol selanjutnya.
5. Satukan botol (jumlah tergantung kebutuhan) membentuk
lingkaran. Kemudian ikat dengan tali.
6. Untuk meja, cukup tambahkan botol dengan jumlah yang lebih
banyak.

3.2.2 Tahapan membuat rak buku gantung

1. Sediakan 3 buah papan ukuran 50 cm.


2. Sediakan 6 besi penyangga.
3. Warnai papan menggunakan cat minyak beraneka warna.
4. Pasang besi penyangga pada dinding.
5. Letakkan papan di atas besi penyangga.
6. Susun buku di atas lemari gantung yang sudah dibuat.

3.2.3 Tahapan membuat rak buku dari CPU dan monitor bekas

1. Siapkan CPU dan monitor bekas.


2. Lobangi dan keluarkan semua isi yang ada di dalam CPU dan
monitor.
3. Bersihkan CPU dan monitor bekas.
4. Warnai CPU dan monitor dengan cat minyak beraneka warna.
5. Tunggu cat kering.
6. Susun buku ke dalam CPU dan Monitor yang sudah diwarnai.

3.2.4 Tahapan membuat rak buku tempat dari galon bekas

10
1. Siapkan 3 galon bekas ukuran 19 liter.
2. Cuci galon hingga bersih. Kemudian keringkan.
3. Potong bagian tengah galon berbentuk persegi. Potong hanya
satu sisi.
4. Masukkan papan sesuai ukuran bagian dalam galon.
5. Masukkan papan ke dalam galon, pastikan papan kuat untuk
menahan beban buku.
6. Warnai galon dengan cat berbagai warna.
7. Susun buku ke dalam galon.

3.2.5 Tahapan membuat rak buku dari ban bekas.

1. Siapkan 2 ban mobil bekas.


2. Bersihkan ban.
3. Warnai ban dengan cat berbagai warna, tunggu hingga cat
kering.
4. Masukkan papan didalam ban, pastikan papan kuat untuk
menahan beban buku.
5. Susun buku ke dalam ban.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

11
4.1 Anggaran Biaya
Adapun anggaran yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan penunjang Rp. 9.545.000
2. Bahan habis pakai Rp. 2.155.000
3. Perjalanan Rp. 200.000

Jumlah Rp. 12.460.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut (tabel ini disajikan
hanya dalam satu siklus budidaya) :
Bulan Ke-
No Pelaksanaa Kegiatan
1 2 3 4

1 Observasi Lapangan

2 Pengumpulan Data:

Harga bahan baku

Biaya penolong

Harga bahan pendukung

3 Pengadaan Alat dan Bahan

4 Rancangan Awal

5 Proses Pengerjaan

6 Hasil Penelitian

7 Evaluasi Penelitian

DAFTAR PUSTAKA

Esnir, Reno. 2018. Pembagian Tas Belanja Untuk Kurangi Sampah Plastik.
https://www.antaranews.com/berita/728335/pembagian-tas-belanja-untuk-
kurangi-sampah-plastik. 9 November 2018.

12
Fatrhurrahman, Muhammad Taufiq. 2018. Manajemen Pengelolaan Sampah
Berkelanjutan Melalui Inovasi Ecobriks Oleh Pemerintah Yogyakarta.
https://www.researchgate.net/publication/325284392_MANAJEMEN_PENGELO
LAAN_SAMPAH_BERKELANJUTAN_MELALAUI_INOVASI_ECOBRICK_
OLEH_PEMERINTAH_KOTA_YOGYAKARTA . 10 November 2018.

Masruroh, Riska Viviana. 2017. Universitas Muhammadiyah.Padang. Analisis


Pemanfaatan Sudut baca 01(1): 1-2

Saleh, Abdul Rahman. 2016. Bogor Agricultural University. Peranan Teknologi


Informasi dalam Meningkatkan Kegemaran Membaca dan Menulis Masyarakat.
6(1): 44-45

Satriowidianto. 2017. Soal Minat Baca, Indonesia Peringkat 60 dari 61 Negara.


http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2017/03/17/soal-minat-baca-
indonesia-peringkat-60-dari-61-negara-396477. 8 November 2018

Ukonpurkonudin. 2014. Upaya Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa.


https://www.kompasiana.com/ukonpurkonudin/54f83ef8a33311cf5d8b49e3/upaya
-meningkatkan-minat-baca-mahasiswa. 9 November 2018

Umar Maros. Sudut baca adalah salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca
siswa.
http://www.kompasiana.com/umarmaros/584bb9568d7a611e3892fd81/sudut-
baca-adalah-salah-satu-cara-untuk-mrnumbuhkan-minat-baca-siswa. 9 November
2018

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping


1. Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Mhd. Virzha Nafandri
Utama
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Pendidikan Bahsa dan Sastra

13
Indonesia
4 NIM/NIDN 1705122614
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 16 April 1999
6 E-mail virzhanfandri16@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081261650175

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 003 Sail SMPN 13 SMAN 9
Pekanbaru Pekanbaru
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2005-2011 2011-2014 2014-2017

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan Tempat
Ilmiah/ Seminar Ilmiah
1
2
3

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1
2

2. Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Andiana Perizga
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Pendidikan Bahsa dan
Sastra Indonesia
4 NIM/NIDN 1705121617
5 Tempat dan Tanggal Lahir Suka Maju, 22 Agustus
1999
6 E-mail andianaperizga@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 085382580665

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 013 SMPN 1 SMAN 1

14
Tambusai Tambusai Tambusai
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2005-2011 2011-2014 2014-2017

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan Tempat
Ilmiah/ Seminar Ilmiah
1
2
3

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1
2

3. Anggota
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Anisa Rahmadani
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Pendidikan Bahsa dan Sastra
Indonesia
4 NIM/NIDN 1705113743
5 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Batu, 25 Desember
1998
6 E-mail anisarahmadani04@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 081261650175

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD SMPN 23 SMAN 12
Babusalam Pekanbaru Pekanbaru
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2005-2011 2011-2014 2014-2017

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan Tempat
Ilmiah/ Seminar Ilmiah
1

15
2
3

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1
2

4. Dosen Pendamping
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar)
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Pendidikan Bahsa dan
Sastra Indonesia
4 NIM/NIDN
5 Tempat dan Tanggal Lahir
6 E-mail
7 Nomor Telepon/HP

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan Tempat
Ilmiah/ Seminar Ilmiah
1
2
3

D. Penghargaan dalam 5 tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun
1
2
3

16
Semua data yang saya isikan dan tercantum dibiodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-KC.

Pekanbaru, 11 November 2018


Pengusul/Pendamping,

Tanda tangan

17
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Perlengkapan yang diperlukan


Justifikasi Jumlah
Material Volume Harga Satuan
Pemakaian Biaya (Rp)
Botol dan plastik Membuat 200 kg Rp. 10.000 Rp.
meja kursi 2.000.000
dan dinding
Papan tulis Papan 1 buah Rp. 150.000 Rp. 150.000
informasi
Buku Bahan 62 buah Rp. 62.000 Rp.
bacaan 5.000.000
Lemari kayu Untuk 1 buah Rp. Rp.
menyimpan 1.230.000 1.230.000
buku
Kuas mewarnai 5 bauh Rp. 35.000 Rp. 175.000
Kayu dan papan Membuat 8 buah Rp. 62.500 Rp. 500.000
rak dan
tiang
Triplek Membuat 5 buah Rp. 98.000 Rp. 490.000
dinding dan
plafon
Rp.
SUB TOTAL (Rp) 9.545.000

2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah

18
Pemakaian Biaya (Rp)
Semen Membuat 3 sak Rp. 60.000 Rp. 180.000
lantai
Pasir Membuat 1 truk Rp. 400.000 Rp. 400.000
lantai
Kerikil Membuat ½ pick Rp. 350.000 Rp. 350.000
lantai up
Cat Mewarnai 5 buah Rp. 35.000 Rp. 175.000
sudut baca
ATK Kegiatan tulis Rp. Rp.
menulis 1.000.000 1.000.000
Paku Melengketkan 1 kg Rp. 50.000 Rp. 50.000
triplek
Rp.
SUB TOTAL (Rp) 2.155.000

3. Perjalanan

Justifikasi Jumlah
Material Volume Harga Satuan
Pemakaian Biaya (Rp)
Peninjauan objek Mengamati Rp. 100.000 Rp. 100.000
model objek
Lain-lain Hal yang Rp. 100.000 Rp. 100.000
tidak diduga
SUB TOTAL (Rp) Rp. 200.000

4. Lain-lain

Justifikasi Jumlah Biaya


Material Volume Harga Satuan
Pemakaian (Rp)
Alat listrik Penerangan Rp. 320.000
dan sumber

19
listrik
Administrasi Laporan Rp. 240.000
SUB TOTAL (Rp) Rp. 560.000
Total (Keseluruhan)

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

No Nama/ Program Bidang Alokasi Uraian Tugas


NIM Studi Ilmu Waktu
(jam/minggu)
1 Mhd. Pendidikan Bahasa 56 Menjaga, merawat
Virzha Bahasa dan dan jam/minggu dan
Nafandri Sastra seni memperkembangkan
Utama Indonesia
2 Andiana Pendidikan Bahasa 56 Menjaga, merawat
Perizga bahasa dan dan jam/minggu dan
Sastra Seni memperkembangkan
Indonesia
3 Anisa Pendidikan Bahasa 56 Menjaga, merawat
Rahmadan Bahasa dan dan jam/minggu dan
Sastra Seni memperkembangkan
Indonesia

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KOP PERGURUAN TINGGI

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Mhd. Virzha Nafandri Utama
NIM : 1705122614
Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

20
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini mengatakan bahwa proposal PKM-KC saya dengan judul Gesahsaku
Melalui Sudut Baca untuk Meningkatkan Minat Membaca Mahasiswa yang
diusulkan untuk tahun anggaran 2019 adalah asli karya kami dan belum pernah
dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.
Pekanbaru, 11 November 2018

Mengetahui, Yang menyatakan,


Wakil Dekan III Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan

Mhd. Virzha Nafandri Utama


NIP. NIM. 1705122614
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang hendak Diterapkembangkan

21

Anda mungkin juga menyukai