Anda di halaman 1dari 20

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

DEPUTI BIDANG OBSERVASI


Alamat : JI. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat, 10720,
BMG Telp. 4246321 psw. 227 Fax. 4246703

SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK)


NOMOR : SPP.12/CMSS/PPK/DEP I/VII-2007

TENTANG

PEMBERIAN PEKERJAAN
PENINGKATAN INFRASTRUKTUR DAN JARINGAN KOMUNIKASI
TAHAP III DI 20 LOKASI
1 (SATU) PAKET

ANTARA

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN DEPUTI BIDANG OBSERVASI BADAN


METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

DENGAN

PT. TRANSNETWORK COMMUNICATION ASIA

Pada hari ini Jumat tanggal Dua puluh bulan Juli tahun Dua ribu tujuh, yang
bertanda tangan di bawah ini masing-masing:

1. Drs. WAHYU SUBEKTYO, MM, M.Tech : Pejabat Pembuat Komitmen Deputi


Bidang Observasi Badan Meteorologi
dan Geofisika untuk dan atas nama
Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran
Badan Meteorologi dan Geofisika
dengan alamat Jl. Angkasa I No. 2
Kemayoran Jakarta Pusat yang
selanjutnya disebut PIHAK
PERTAMA --------------------------------

2. YOYON KADARUSMAN : Direktur Utama PT. TRANS-


NETWORK COMMUNICATION ASIA
untuk dan atas nama PT.
TRANSNETWORK COMMUNICA-
TION ASIA dengan alamat Gedung
Cyber Lantai 6, Jl. Kuningan Barat
No. 8, Jakarta Selatan 12710, yang
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA -

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

1
Berdasarkan:

1. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Meteorologi dan


Geofisika Tahun Anggaran 2006 Nomor : 0544.0/075-01.0/-/2007,
31 Desember 2006. MAK No. 535111 Sub kegiatan : 0656.
2. Surat Keputusan Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen Deputi
Bidang Observasi Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor :
SK.11/KU.403/DEP. I/BMG-2007 Tanggal 2 Pebruari 2007.
3. Surat Penawaran Harga dari PT. TRANSNETWORK
COMMUNICATION ASIA Nomor : IP/037-J/TCA/DIRUT/2007
Tanggal 8 Mei 2007

Dengan ini kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian pekerjaan
Peningkatan Infrastruktur dan Jaringan Komunikasi Tahap III di 20 Lokasi, 1
(satu) paket, dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur
dalam pasal-pasal di bawah ini:

Pasal 1
BATASAN PENGERTIAN

Dalam Kontrak ini, istilah-istilah berikut ini harus diartikan sebagai berikut :

a. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan pengadaan barang/jasa


yang dibiayai dengan APBN Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2006
BMG, yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;

b. Pengguna Barang/Jasa adalah Kuasa Pengguna Anggaran sebagai pemilik


pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

c. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang


kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa;

d. Pejabat Pembuat Komitmen adalah Pejabat yang ditunjuk langsung oleh Kuasa
Pengguna Anggaran untuk membuat komitmen dengan PIHAK KEDUA dalam
pengadaan barang/jasa atas sepengetahuan Kuasa Pengguna Anggaran.

e. Panitia Pengadaan adalah tim yang diangkat oleh pengguna barang/jasa untuk
melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa;

f. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa adalah kegiatan untuk menetapkan penyedia


barang/jasa yang akan ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan;

g. Barang adalah benda dalam berbagai bentuk dan uraian, yang meliputi bahan
baku, barang setengah jadi, barang jadi/peralatan, yang spesifikasinya
ditetapkan oleh pengguna barang/jasa;

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

2
h. Dokumen Pengadaan adalah dokumen yang disiapkan oleh panitia pengadaan
sebagai pedoman dalam proses pembuatan dan penyampaian penawaran oleh
calon penyedia barang/jasa serta pedoman evaluasi penawaran oleh panitia
pengadaan;

i. Kontrak adalah perikatan antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA


dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

j. Surat Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan bank umum/lembaga


keuangan lainnya yang diberikan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA
untuk menjamin terpenuhinya persyaratan/kewajiban PIHAK KEDUA;

k. Pakta Integritas adalah surat pernyataan yang ditandatangani oleh PIHAK


PERTAMA/Panitia Pengadaan/PIHAK KEDUA yang berisi ikrar untuk mencegah
dan tidak melakukan Kolusi, Korupsi, Dan Nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan
pengadaan barang/jasa;

l. Tim Pemeriksa dan Penerima Barang adalah suatu tim yang dibentuk oleh
Kuasa Pengguna Anggaran;

m. Uji Coba Peralatan adalah test terhadap suatu peralatan dengan menggunakan
prosedur tertentu untuk menguji dan membuktikan apakah sistem dari peralatan
dimaksud telah berfungsi baik dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah
disepakati;

n. Instalasi adalah kegiatan pemasangan peralatan yang dipasok oleh supplier agar
peralatan berfungsi dengan baik;

o. Pelatihan adalah kegiatan pelatihan tentang bagaimana menggunakan dan


pemeliharaan serta perbaikan peralatan;

p. Berita Acara Instalasi dan Uji Coba Peralatan di Lokasi adalah berita acara
yang menyatakan bahwa peralatan telah dipasang dan telah selesai menjalani uji
coba dilokasi dan siap dioperasikan, yang ditandatangani oleh Tim Penerima
Barang di lokasi, Tim Teknis dan PIHAK KEDUA;

q. Siap Pakai adalah suatu kondisi/keadaan dimana peralatan yang diterima di


lokasi adalah benar-benar baru, baik, lengkap, sesuai dengan spesifikasi, sudah
dipasang dan telah berhasil menjalani uji coba di lokasi (bagi peralatan yang
memerlukannya) dan dalam jumlah seperti yang diminta PIHAK PERTAMA;

r. Pelayanan Selama Masa Garansi adalah pelayanan yang diberikan oleh PIHAK
KEDUA secara cuma-cuma, berupa perawatan/pencegahan kerusakan maupun
perbaikan terhadap peralatan yang diperjanjikan dalam kontrak ini. Pelayanan
meliputi penyediaan teknisi, penggantian suku cadang dan
perbaikan/penggantian segala kerusakan, atau cacat karena kesalahan teknis
produksi agar peralatan selalu dapat berfungsi dengan baik, masa garansi
berlaku 12 (dua belas) bulan sejak peralatan diinstalasi;

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

3
s. Pelayanan Purna Jual adalah pelayanan perawatan maupun perbaikan terhadap
peralatan yang disediakan oleh PIHAK KEDUA yang meliputi penyediaan teknisi
dan penggantian suku cadang;

Pasal 2
LINGKUP DAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

(1) Lingkup pekerjaan yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK
KEDUA adalah Peningkatan Infrastruktur dan Jaringan Komunikasi Tahap
III di 20 Lokasi 1 (satu) paket, adalah sebagai berikut :

 Pekerjaan peningkatan kapasitas jaringan internet dan


backbone Fiber Optic di Kantor BMG Jakarta.
 Pekerjaan pembangunan infrastruktur dan jaringan komunikasi
di 5 lokasi kantor Regional Center dan 15 Stasiun BMG Propinsi terpilih
( Daftar terlampir ):
- Pembangunan sambungan internet radio link atau VSAT
dengan kapasitas bandwidth 128 kbps untuk 15 lokasi Kantor Stasiun
BMG Propinsi dan 512 kbps untuk 5 lokasi Kantor Regional Center
- Pembangunan jaringan kabel, switch LAN, firewall dan
bandwidth manager, server antivirus dan NMS, serta software antivirus
client
- Pemasangan UPS dan LAN protector
- Pelatihan Administrator Regional Center dan UPT

yang secara rinci diatur lebih lanjut dalam daftar kuantitas dan rincian harga
kontrak, persyaratan teknis dan gambar-gambar.

(2) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaaan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas
ditetapkan selama 120 (Seratus dua puluh) hari kalender dimulai sejak
ditandatanganinya Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak) ini dan berakhir
tanggal 16 Nopember 2007.

Pasal 3
PENGGUNAAN DOKUMEN KONTRAK DAN INFORMASI

(1) Tanpa seijin tertulis lebih dulu dari PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA tidak
boleh memperlihatkan Kontrak atau ketentuan yang ada, atau spesifikasi yang
ada, gambar-gambar, pola, contoh atau menyampaikan informasi dengan atau
atas nama PIHAK PERTAMA kepada seseorang selain kepada orang yang
telah ditunjuk oleh PIHAK KEDUA dalam rangka pelaksanaan Kontrak.
Pemberitahuan kepada orang yang telah ditunjuk akan dilakukan secara
rahasia dan hanya dilaksanakan sejauh yang diperlukan untuk kepentingan
pelaksanaan tersebut.

(2) Tanpa seijin tertulis lebih dulu dari PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA tidak
boleh menggunakan dokumen atau informasi seperti yang termuat dalam Pasal

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

4
2.(1) di atas, kecuali untuk tujuan pelaksanaan Kontrak.

(3) Setiap dokumen, selain dari Kontrak itu sendiri, yang termuat dalam Pasal 2.(1)
di atas, akan tetap menjadi hak milik PIHAK PERTAMA dan harus dikembalikan
(termasuk semua salinan) kepada PIHAK PERTAMA, pada saat PIHAK KEDUA
menyelesaikan Kontrak, jika hal itu diperlukan oleh PIHAK PERTAMA.

Pasal 4
PERSYARATAN TEKNIS DAN GAMBAR-GAMBAR

Barang yang diserahkan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA harus sesuai
dengan persyaratan teknis dan gambar-gambar yang ditetapkan dalam kontrak.

Pasal 5
PERUBAHAN PESANAN

(1). Dengan pemberitahuan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA, PIHAK


PERTAMA dapat melakukan perubahan sewaktu-waktu sejauh masih dalam
ruang lingkup umum Kontrak, untuk satu atau beberapa hal berikut ini:
a. gambar, disain atau spesifikasi teknis, barang yang dipasok berdasarkan
Kontrak;
b. metode pengapalan dan pengemasan;
c. lokasi penyerahan Barang; atau
d. waktu penyelesaian pekerjaan.

(2). Berdasarkan pemberitahuan PIHAK PERTAMA atas perubahan di atas, PIHAK


KEDUA harus menyerahkan sebuah perkiraaan biaya sebagai proposal
perubahan (untuk selanjutnya disebut Perubahan) dalam waktu 10 (sepuluh)
hari sejak diterimanya pemberitahuan tentang Perubahan ini, dan harus
dimasukan juga perkiraan dampak (kalau ada) atas Perubahan waktu
pengiriman berdasarkan Kontrak serta jadual lengkap pelaksanaan Perubahan
ini, jika perlu.

(3). PIHAK KEDUA tidak diijinkan melakukan perubahan seperti dalam ayat (1) di
atas sebelum PIHAK PERTAMA mengeluarkan perubahan resmi secara tertulis
berdasarkan perkiraan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA seperti yang telah
disebutkan dalam ayat (2) di atas.

(4). Perubahan yang disepakati kedua belah pihak merupakan bagian dari
pekerjaan berdasarkan Kontrak ini, dan seluruh ketentuan serta persyaratan
Kontrak harus berlaku atas Perubahan tersebut.

Pasal 6
AMANDEMEN KONTRAK

Sesuai dengan Pasal 5, tidak dibenarkan melakukan perubahan atau modifikasi atas
persyaratan dan ketentuan Kontrak, kecuali dengan amandemen tertulis yang
ditanda-tangani oleh kedua belah pihak.

Pasal 7
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

5
HARGA KONTRAK

Harga kontrak disetujui sebesar Rp. 4.143.700.000,- ( Empat milyar seratus empat
puluh tiga juta tujuh ratus ribu rupiah ) secara detail terdapat pada rincian harga
kontrak, merupakan harga yang tetap dan sudah termasuk PPN, atas beban dana
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Meteorologi dan Geofisika Tahun
2006 Nomor : 0544.0/075-01.0/-/2007, 31 Desember 2006. MAK No. 535111 Sub
kegiatan : 0656, sesuai dengan ketentuan dan prosedur Pemerintah Indonesia.

Pasal 8
JAMINAN PELAKSANAAN DAN JAMINAN UANG MUKA

1. Jaminan Pelaksanaan :

a. Untuk menjamin pelaksanaan kontrak PIHAK KEDUA wajib


menyerahkan Jaminan Pelaksanaan minimum bernilai sebesar 5% dari harga
perkiraan sendiri (HPS) yaitu sebesar Rp 300,000,000 ( Tiga ratus juta
rupiah ), yang diterbitkan oleh bank umum ( tidak termasuk Bank Perkreditan
Rakyat ) atau perusahaan asuransi yang mempunyai program surety bond,
selambat-lambatnya pada saat penandatanganan kontrak, dengan masa
berlaku sampai berakhirnya masa pekerjaan.
b. Kegagalan untuk memenuhi kewajiban tersebut dapat mengakibatkan
pembatalan kontrak ini.
c. Apabila PIHAK KEDUA gagal melaksanakan kontrak, maka jaminan
pelaksanaan menjadi milik negara.
d. Jaminan pelaksanaan yang diserahkan kepada PIHAK PERTAMA akan
digunakan sebagai kompensasi untuk setiap kegagalan akibat dari kesalahan
PIHAK KEDUA dalam melaksanakan penyelesaian pekerjaannya sesuai
Kontrak. PIHAK KEDUA harus memperhatikan masa berlaku jaminan
pelaksanaan sehingga jaminan ini dapat diperpanjang sesuai dengan
perpanjangan Kontrak seperti diatur pada Pasal 15.
e. Jaminan pelaksanaan harus dibayarkan dalam mata uang seperti
dalam Kontrak, dan harus dalam bentuk salah satu format jaminan
bank/asuransi yang dikeluarkan oleh Bank/asuransi yang disetujui PIHAK
PERTAMA atau dalam format lain yang dapat diterima PIHAK PERTAMA.
f. Jaminan pelaksanaan akan diserahkan kembali atau dikembalikan oleh
PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dalam waktu tidak lebih dari 20
(dua puluh) hari setelah tanggal penyelesaian pekerjaan dan pemenuhan
semua kewajibannya oleh PIHAK KEDUA berdasarkan Kontrak, setelah
Jaminan Pemeliharaan diserahkan ke PIHAK PERTAMA.

Pasal 9
JAMINAN MASA PEMELIHARAAN

(1) Jangka waktu masa pemeliharaan ditetapkan selama 90 (sembilan puluh) hari
kalender terhitung sejak ditandatangani Berita Acara Serah Terima Pertama
Pekerjaan oleh kedua belah pihak.

(2) Pemeliharaan sebagaimana dimaksud ayat (1) diatas adalah memperbaiki


dan mengganti segala sesuatu kerusakan dan kekurangan atas pekerjaan yang
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

6
dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA dan Jaminan ditetapkan sebesar 5% dari
harga kontrak.

Pasal 10
PEMBAYARAN

Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut pada Pasal 2, PIHAK PERTAMA akan


membayar kepada PIHAK KEDUA atas pelaksanaan pekerjaan tersebut dengan
syarat-syarat pembayaran sebagai berikut :

(1) Permintaan pembayaran oleh PIHAK KEDUA harus diajukan kepada PIHAK
PERTAMA secara tertulis dilampiri dengan uraian tagihan yang menyebutkan
barang yang telah diserahkan dan jasa yang telah dilaksanakan, dan serta
dokumen yang disampaikan sesuai ketentuan pada Pasal 13 serta telah
memenuhi kewajiban lain yang telah ditetapkan dalam kontrak.

(2) Tahapan pembayaran akan dilakukan sebagai berikut :

a. Pembayaran dilakukan setelah setiap paket pekerjaan selesai dilaksanakan


dengan hasil baik oleh PIHAK KEDUA dan dapat diterima oleh PIHAK
PERTAMA, yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima paket
pekerjaan

b. Paket perkerjaan terdiri dari:


1. Pembangunan Backbone Jaringan Komunikasi Kantor Pusat BMG
Jakarta, yang meliputi pembangunan backbone fiber optic internet 2
Mbps dan radio link backbone, senilai Rp. 286,000,000 (dua ratus
delapan puluh enam juta rupiah)
2. Upgrade sewa link IP VPN MPLS di 15 lokasi Kantor Stasiun BMG
Propinsi, senilai Rp. 495,000,000 (empat ratus sembilan puluh lima
juta rupiah)
3. Pembangunan jaringan komuniksi di 5 kantor regional center
berkapasitas 512 kbps, senilai Rp. 605,000,000 (enam ratus lima juta
rupiah)
4. Pengadaan perangkat infrastruktur jaringan komunikasi kantor pusat
BMG Jakarta, Kantor Regional Center dan UPT, senilai
Rp. 2,346,300,000 (dua milyar tiga ratus empat puluh enam juta
tiga ratus ribu rupiah)
5. Pengiriman, instalasi, commissioning dan acceptance test serta
pelatihan perangkat infrastruktur jaringan komunikasi kantor pusat
BMG Jakarta, Kantor Regional Center dan UPT, senilai Rp.
411,400,000 (empat ratus sebelas juta empat ratus ribu rupiah)

c. Total dari seluruh paket perkerjaan yang sesuai dengan harga kontrak yaitu
sebesar Rp. 4.143.700.000,- ( Empat milyar seratus empat puluh tiga
juta tujuh ratus ribu rupiah ).

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

7
(3) Pembayaran tersebut diatas akan dilakukan melalui KPPN Jakarta IV dan
dimasukkan ke Rekening
Atas Nama : PT. TRANSNETWORK COMMUNICATION ASIA
Nomor Rekening : 070-000 4828 76508.08.143813
Bank : Bank Mandiri Cabang MT. Haryono - Jakarta

(4) Apabila pada suatu pembayaran yang dilaksanakan berdasarkan kontrak ini
ada hal yang tidak diatur secara jelas, maka berdasarkan ketentuan
pembayaran sebagai tersebut di atas, PIHAK PERTAMA tanpa perlu mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari PIHAK KEDUA, dapat langsung melakukan
perbaikan terhadap pembayaran tersebut.

Pasal 11
HAK PATEN

PIHAK KEDUA harus membebaskan PIHAK PERTAMA dari semua tuntutan PIHAK
KETIGA atas tuntutan pelanggaran hak paten, merk dan disain industri yang timbul
sebagai akibat dari penggunaan barang atau setiap bagiannya.

Pasal 12
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN

(1) PIHAK PERTAMA atau kuasanya berhak untuk memeriksa dan atau menguji
Barang untuk memastikan kesesuaiannya dengan Spesifikasi Teknis. PIHAK
PERTAMA akan memberitahu PIHAK KEDUA secara tertulis tentang identitas
kuasanya yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas di atas.

(2) Pelaksanaan Pemeriksaan dan pengujian yang ditetapkan oleh PIHAK


PERTAMA ;

1. Sertifikat pengesahan atau sertifikat garansi barang yang menyatakan


bahwa pemeriksaan dan pengujian barang telah dilaksanakan oleh pabrik
dan barang sesuai dengan Spesifikasi Teknis harus disampaikan oleh
PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA untuk dievaluasi.

2. Ruang lingkup pemeriksaan dan Pengujian di lokasi proyek harus meliputi


(tetapi tidak terbatas pada) :
a. Kerusakan yang dapat dilihat;
b. Pengemasan dan pengkodean;
c. Jumlah kemasan;
d. Ukuran berat dan ukuran volume netto dan kemasan;
e. Jumlah barang;
f. Kecocokan dengan Spesifikasi Teknis; dan
g. Pengujian operasi dan kinerja

(3) Pemeriksaan dan pengujian dapat dilaksanakan atas permintaan PIHAK


KEDUA atau sub-Penyedia Barang/Jasanya dilokasi. Apabila pengujian dan
pemeriksaan dilaksanakan atas permintaan PIHAK KEDUA, maka semua
fasilitas dan bantuan yang memadai, termasuk akses gambar-gambar harus
diberikan kepada pemeriksa tanpa membebani biaya tambahan kepada PIHAK
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

8
PERTAMA.

(4) Pemeriksaan dan pengujian dilakukan ditempat PIHAK PERTAMA, dan


apabila pekerjaan peralatan terpasang/terinstalasi diluar kota Jakarta maka
untuk Tim Pemeriksa dan Penguji tersebut dalam melaksanakan tugas
pemeriksaan dan pengujian ke lokasi semua biaya ditanggung oleh PIHAK
KEDUA.

(5) Apabila dari hasil pemeriksaan dan pengujian tersebut ada Barang yang tidak
sesuai dengan Spesifikasi Teknis, maka PIHAK PERTAMA berhak
menolaknya, dan PIHAK KEDUA wajib menggantinya atau melakukan tindakan
lain sepenuhnya guna memenuhi persyaratan Spesifikasi Teknis, tanpa
membiayai PIHAK PERTAMA.

(6) Apapun ketentuan yang termuat dalam pasal ini, tidak berarti PIHAK KEDUA
dapat bebas dari setiap jaminan atau kewajiban lainnya yang ditetapkan di
dalam Kontrak.

Pasal 13
PENYERAHAN HASIL PEKERJAAN

(1) Semua hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh PIHAK KEDUA harus
segera diserahkan kepada PIHAK PERTAMA.

(2) Selambat-lambatnya tiga hari sebelum hasil pekerjaan diserahkan kepada


PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA harus memberitahukan terlebih dahulu
kepada PIHAK PERTAMA.

(3) Hasil pekerjaan yang diserahkan harus disertai dengan dokumen-dokumen :


a) Berita Acara Pemeriksaan dikeluarkan oleh pemeriksa atau yang ditunjuk
oleh PIHAK PERTAMA.
b) Surat jaminan barang atau sertifikat barang dari pabrikan.
c) Faktur yang berisi uraian/rincian, kuantitas, harga satuan dan jumlah
harga pekerjaan.

(4) Setelah hasil pekerjaan diserahkan kepada PIHAK PERTAMA maka PIHAK
PERTAMA menerbitkan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan yang
ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Pasal 14
KETERLAMBATAN PENYERAHAN

(1) Apabila dalam jangka waktu pelaksanaan PIHAK KEDUA mengalami gangguan
atau hambatan di luar kemampuannya yang bukan merupakan keadaan
memaksa, sehingga tidak dapat memenuhi jadual waktu penyerahan barang
sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan dalam kontrak, maka PIHAK
KEDUA harus segera memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK
PERTAMA paling lama 3 (tiga) hari dari kejadian yang dikuatkan oleh instansi
yang berwenang yang menyatakan kebenaran adanya gangguan atau
hambatan tersebut serta penyebabnya.
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

9
(2) Setelah PIHAK PERTAMA menyatakan secara resmi menerima pemberitahuan
tersebut dari PIHAK KEDUA, maka atas dasar pemberitahuan tersebut PIHAK
PERTAMA melakukan penelitian dan evaluasi terhadap pemberitahuan
tersebut, dan memberikan jawaban diterima atau ditolak alasan gangguan atau
hambatan tersebut kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 3 (tiga) hari
sejak diterimanya pemberitahuan tersebut.

(3) Adanya gangguan atau hambatan tersebut tidak mengurangi kewajiban PIHAK
KEDUA untuk berusaha menanggulanginya sehingga jadual penyerahan
barang yang telah ditetapkan dalam kontrak, tetap dapat terpenuhi.

(4) Apabila alasan dari PIHAK KEDUA tersebut dapat diterima maka jadual waktu
penyerahan dapat diperpanjang pelaksanaannya dan semua biaya untuk
keperluan tersebut dibebankan kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 15
PERPANJANGAN WAKTU PELAKSANAAN OLEH PIHAK KEDUA

(1) Pengiriman Barang harus dilakukan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan jadual
Pelaksanaan Kontrak yang ditetapkan dalam Pasal 2.

(2) PIHAK KEDUA dapat meminta perpanjangan batas waktu pelaksanaan


sebagaimana telah ditetapkan dalam jadual Pelaksanaan Kontrak bilamana:

a. Perubahan pesanan Barang yang diminta oleh PIHAK PERTAMA


sebagaimana diatur dalam Pasal 5.
b. Keterlambatan penyediaan bahan gambar-gambar atau jasa yang harus
disediakan oleh PIHAK PERTAMA; jasa yang dilakukan oleh PIHAK
PERTAMA harus ditafsirkan meliputi semua persetujuan oleh PIHAK
PERTAMA sesuai Kontrak.
c. Adanya Force Majeure sesuai dengan Pasal 21.
d. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang disebabkan oleh permintaan
PIHAK PERTAMA.
e. Keterlambatan yang disebabkan oleh hambatan-hambatan yang dapat
diterima diluar kontrol dan kekuasan kedua belah pihak. Namun demikian
PIHAK KEDUA harus menyerahkan dokumen resmi sebagai bukti-bukti
penyebab terjadinya keterlambatan agar dapat diperiksa dan disetujui oleh
PIHAK PERTAMA.

PIHAK KEDUA harus sejauh mungkin memenuhi kebutuhan PIHAK PERTAMA


yakni berusaha untuk menghindari dan mengatasi keterlambatan dengan
melakukan langkah-langkah yang disetujui oleh kedua pihak dalam
menyelesaikan keterlambatan tersebut.

(3) Dengan memperhatikan ayat (2) di atas, PIHAK KEDUA tidak akan
mendapatkan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan kecuali bila PIHAK
KEDUA, pada saat masalah timbul, dengan segera memberitahukan secara
tertulis kepada PIHAK PERTAMA untuk meminta kelonggaran sesuai dengan
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

10
ayat (2) di atas dan atas permintaan PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA harus
memberikan penjelasan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena
permasalahan sebagaimana dikemukakan pihak PIHAK KEDUA.

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

11
Pasal 16
INSTALASI

PIHAK KEDUA diharuskan untuk menyediakan layanan pemasangan dan instalasi,


meliputi antara lain :
a. Melaksanakan atau mengawasi pemasangan barang dan pelatihan.
b. Menyediakan alat yang dibutuhkan untuk pemasangan dan atau perawatan
barang.
c. Menyediakan rincian tata cara operasi dan buku manual perawatan untuk setiap
unit barang.

Pasal 17
SUKU CADANG

(1) PIHAK KEDUA harus memberikan garansi akan ketersediaan barang habis
pakai dan suku cadang selama 5 (lima) tahun terhitung sejak penggunaan
peralatan oleh PIHAK PERTAMA.

(2) PIHAK KEDUA diminta untuk menyediakan sebagian atau semua bahan serta
penjelasan yang berkaitan dengan suku cadang pabrik atau yang
didistribusikan oleh PIHAK KEDUA.

(3) Beberapa suku cadang yang dipilih PIHAK PERTAMA dari PIHAK KEDUA,
pemilihan ini tidak merubah PIHAK KEDUA atas kewajiban memberikan
jaminan dalam kontrak.

(4) Dalam hal suku cadang tidak lagi diproduksi, PIHAK KEDUA harus
memberikan:
• Informasi awal kepada PIHAK PERTAMA atas penghapusan suku cadang,
waktu yang dibutuhkan untuk mengadakan kebutuhan suku cadang
pengganti; dan
• PIHAK KEDUA tanpa meminta biaya apapun pada PIHAK PERTAMA jika
diminta harus mengadakan cetak biru (blue-print) gambar dan spesifikasi
dari suku cadang.

Pasal 18
JAMINAN BARANG

(1) PIHAK KEDUA menjamin bahwa barang yang diserahkan berdasarkan kontrak
adalah baik, baru dan asli serta sesuai dengan persyaratan teknis, tidak
mengandung cacat yang timbul oleh karena disain, penggunaan bahan di
dalam proses pengerjaannya atau setelah barang tersebut digunakan secara
normal.

(2) PIHAK PERTAMA harus memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK


KEDUA apabila ada tuntutan yang timbul berdasarkan jaminan barang ini.
Setelah menerima pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA
harus segera memperbaiki atau mengganti barang atau bagian barang yang
cacat dan atau rusak sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh PIHAK
PERTAMA dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh PIHAK KEDUA.
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

12
Pasal 19
LARANGAN PENGALIHAN
PEKERJAAN KEPADA PIHAK KETIGA

(1) PIHAK KEDUA dilarang mengalihkan seluruh pekerjaan atau pekerjaan


utamanya kepada PIHAK KETIGA.

(2) PIHAK PERTAMA berhak membatalkan perjanjian ini dan mencabut tugas
serta kewajiban PIHAK KEDUA apabila ternyata PIHAK KEDUA telah
menyerahkan, menjual atau memborongkan seluruh pekerjaannya atau
pekerjaan utamanya kepada PIHAK KETIGA.

(3) Pengalihan sebagian pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaan utama


hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu
dari PIHAK PERTAMA dan pengalihan tersebut tidak mengurangi tanggung
jawab atau kewajiban PIHAK KEDUA atas pelaksanaan seluruh pekerjaan
berdasarkan kontrak.

Pasal 20
BEA MATERAI / PAJAK

PIHAK KEDUA harus menanggung dan membayar :

(1) Pajak penghasilan yang terhutang atas penghasilan yang diterima atau yang
diperoleh PIHAK KEDUA atas pekerjaan yang dilakukannya dalam pelaksanaan
pekerjaan ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang
Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994 dan peraturan pelaksanaannya.

(2) Bea-bea materai lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang berkaitan
dengan pelaksanaan kontrak ini.

Pasal 21
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

(1) Keadaan memaksa (force majeure) adalah keadaan yang terjadi bukan karena
kesalahan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian dan di luar kemampuan
para pihak untuk dapat mengatasinya, yang mengakibatkan pihak-pihak
tersebut tidak dapat melakukan kewajiban sebagaimana tersebut dalam
kontrak.

(2) Yang dianggap dengan keadaan memaksa (force majeure) ialah bencana alam
(banjir, gempabumi, topan), hari-hari tidak bekerja karena pemogokan,
pengerahan massa, maupun ketentuan-ketentuan pemerintah di bidang
ekonomi moneter.

(3) Bila terjadi keadaan memaksa (force majeure), PIHAK KEDUA harus
memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA disertai dengan
bukti-bukti terjadinya keadaan memaksa di daerah setempat dari instansi yang
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

13
berwenang dan harus diajukan sebagai alasan kelambatan dalam waktu
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan memaksa
(force majeure).

(4) Setelah PIHAK PERTAMA secara resmi menerima pemberitahuan dari PIHAK
KEDUA, maka atas dasar pemberitahuan tersebut, dan jika terbukti benar,
maka kontrak dapat diperpanjang jadual pelaksanaannya.

(5) Selama adanya penundaan, PIHAK PERTAMA dibebaskan dari kewajiban


membayar kepada PIHAK KEDUA karena disebabkan oleh keadaan memaksa
tersebut kecuali untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan.

(6) Apabila terjadi keadaan memaksa, maka PIHAK KEDUA kecuali ditentukan lain
secara tertulis oleh PIHAK PERTAMA, harus melanjutkan tugas-tugas
sebagaimana yang tercantum di dalam kontrak sajauh hal tersebut
memungkinkan dan dapat dilaksanakan. Apabila pelaksanaan terganggu oleh
Keadaan memaksa tersebut maka pelaksanaan dapat ditunda.

(7) Apabila terjadi keadaan memaksa yang mengakibatkan tertundanya pekerjaan,


kontrak ini akan diperpanjang dengan jangka waktu yang dibutuhkan.

(8) Apabila Keadaan Memaksa berlanjut untuk waktu yang lebih dari 45 (empat
puluh lima) hari setelah pemberitahuan diberikan kepada PIHAK PERTAMA,
maka salah satu pihak dapat memutuskan Kontrak tanpa terlebih dahulu harus
mendapat persetujuan dari salah satu pihak dengan melepaskan ketentuan
Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia
dan PIHAK KEDUA oleh sebab itu berhak atas setiap jumlah yang harus
dibayarkan menurut ketentuan-ketentuan pemutusan kontrak.

Pasal 22
DENDA

(1) Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan sebagian atau seluruh
pekerjaan dan atau serah terima pekerjaan tidak dapat dilakukan tepat sesuai
waktu yang telah ditentukan pada pasal 2, tanpa mengabaikan pekerjaan lain
yang telah diselesaikan menurut ketentuan Kontrak, maka PIHAK PERTAMA
akan mengurangi Harga Kontrak sebagai denda, sebesar 1‰ (satu perseribu)
dari Harga Barang yang terlambat dikirim atau Jasa yang belum dilaksanakan
untuk setiap hari keterlambatan, PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemu-
tusan Kontrak tersebut sesuai dengan Pasal 22 & 23, tentang Pemutusan
Kontrak Karena Kegagalan atau Pailit.

(2) Denda tersebut di atas tidak dikenakan jika keterlambatan itu disebabkan oleh
keadaan memaksa (force majeure).

Pasal 23
PEMUTUSAN KONTRAK KARENA KEGAGALAN

(1) Tanpa mengabaikan pekerjaan lain yang telah diselesaikan sesuai dengan
Kontrak, PIHAK PERTAMA, dengan pemberitahuan secara tertulis kepada
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

14
PIHAK KEDUA tentang kegagalan PIHAK KEDUA, berhak memutuskan
Kontrak baik seluruh maupun sebagian :

(a) Jika PIHAK KEDUA gagal mengadakan dan mengirimkan sebagian atau
seluruh Barang dalam waktu yang telah ditetapkan dalam Kontrak, atau
perpanjangan waktu yang disetujui oleh PIHAK PERTAMA, sesuai yang
tercantum dalam Pasal 15;

(b) Jika PIHAK KEDUA gagal melaksanakan setiap kewajiban lain yang
tecantum dalam Kontrak;

(c) Jika PIHAK KEDUA, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas,
tidak menyelesaikan kekurangannya dalam waktu 10 (sepuluh) hari
kalender (atau waktu yang lebih lama yang diijinkan oleh Pihak Pertama
secara tertulis) setelah menerima pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA
mengenai penyebab adanya kegagalan tersebut;

(d) Jika PIHAK KEDUA, dalam pertimbangan PIHAK PERTAMA telah terlibat
dalam praktek korupsi atau praktek kecurangan dalam memenangkan atau
melaksanakan Kontrak.

(2) Dalam hal PIHAK PERTAMA memutuskan Kontrak baik seluruhnya maupun
sebagian seperti yang ditetapkan dalam ayat (1) di atas, maka PIHAK
PERTAMA berhak untuk melakukan pengadaan, berdasarkan syarat dan cara
tertentu, barang-barang yang serupa yang tidak dikirimkan, dan PIHAK KEDUA
harus menanggung kelebihan biaya untuk barang-barang tersebut. Dengan
tidak mengabaikan hal ini, PIHAK KEDUA harus melanjutkan pelaksanaan
Kontrak sampai selesai.

Pasal 24
PEMUTUSAN KONTRAK KARENA PAILIT

Setiap saat PIHAK PERTAMA dapat memutuskan Kontrak dengan pemberitahuan


tertulis tanpa ganti rugi apapun kepada PIHAK KEDUA, apabila PIHAK KEDUA
dinyatakan bangkrut atau pailit. Dengan ketentuan pemutusan Kontrak ini tidak akan
merugikan atau mempengaruhi setiap hak untuk bertindak atau memperbaiki yang
telah atau akan timbul kemudian bagi PIHAK PERTAMA.

Pasal 25
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Apabila terjadi perselisihan dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak ini,
maka kedua belah pihak akan menyelesaikan secara musyawarah.

(2) Jika perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka
penyelesaian selanjutnya dilakukan oleh kedua belah pihak di Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat.

(3) Setiap perselisihan tidak membebaskan kedua belah pihak untuk


menyelesaikan hak dan kewajibannya sesuai dengan kontrak.
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

15
Pasal 26
KETENTUAN LAIN

(1) Segala sesuatu yang belum diatur dalam kontrak ini, dan dipandang perlu oleh
kedua belah pihak, serta perubahan-perubahannya akan diatur dalam
Perjanjian Tambahan atau Addendum yang merupakan bagian yang mengikat
dan tidak terpisahkan dari kontrak ini.

(2) Kontrak ini dibuat rangkap 7 (tujuh) masing-masing mempunyai kekuatan


hukum yang sama, empat diantaranya bermaterai Rp 6.000,-.
Kontrak asli pertama untuk PIHAK PERTAMA, asli kedua untuk PIHAK KEDUA
yang setiap halamannya diparaf oleh kedua belah pihak.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

YOYON KADARUSMAN Drs. WAHYU SUBEKTYO, MM.M.Tech


Direktur Utama NIP. 120 085 529

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

16
RESUME KONTRAK

NO. URAIAN KEGIATAN

1. Nomor dan Tanggal DIPA : 0544.0/075-01.0/-/2007 Tanggal 31 Desember 2006

2. Kode Kegiatan / Sub Kegiatan / MAK : MAK No. 535111 Sub kegiatan : 0656

3. Nomor dan Tanggal SPK / Kontrak : SPP.12/CMSS/PPK/DEP I/VII-2007 Tanggal 20 Juli 2007

4. Nama Kontraktor / Perusahaan : PT. TRANSNETWORK COMMUNICATION ASIA

5. Alamat Kontraktor / Perusahaan : Gedung Cyber Lantai 6, Jl. Kuningan Barat No. 8, Jakarta
Selatan 12710

6. Nilai SPP / Kontrak : Rp. 4.143.700.000,- ( Empat milyar seratus empat puluh tiga
juta tujuh ratus ribu rupiah )

7. Uraian dan Volume Pekerjaan : Pekerjaan Peningkatan Infrastruktur dan Jaringan Komunikasi
Tahap III di 20 Lokasi 1 (satu) paket
( Rincian Kontrak terlampir )

8. Cara Pembayaran : 1. Pembayaran dilakukan setelah setiap paket pekerjaan selesai


dilaksanakan dengan hasil baik oleh PIHAK KEDUA dan dapat
diterima oleh PIHAK PERTAMA, yang dinyatakan dalam Berita
Acara Serah Terima paket pekerjaan

2. Paket perkerjaan terdiri dari:


1. Pembangunan Backbone Jaringan Komunikasi
Kantor Pusat BMG Jakarta, yang meliputi pembangunan
backbone fiber optic internet 2 Mbps dan radio link
backbone, senilai Rp. 286,000,000 (dua ratus delapan
puluh enam juta rupiah)
2. Upgrade sewa link IP VPN MPLS di 15 lokasi
Kantor Stasiun BMG Propinsi, senilai Rp. 495,000,000
(empat ratus sembilan puluh lima juta rupiah)
3. Pembangunan jaringan komuniksi di 5 kantor
regional center berkapasitas 512 kbps, senilai Rp.
605,000,000 (enam ratus lima juta rupiah)
4. Pengadaan perangkat infrastruktur jaringan
komunikasi kantor pusat BMG Jakarta, Kantor Regional
Center dan UPT, senilai Rp. 2,346,300,000 (dua milyar tiga
ratus empat puluh enam juta tiga ratus ribu rupiah)
5. Pengiriman, instalasi, commissioning dan
acceptance test serta pelatihan perangkat infrastruktur
jaringan komunikasi kantor pusat BMG Jakarta, Kantor
Regional Center dan UPT, senilai Rp. 411,400,000 (empat
ratus sebelas juta empat ratus ribu rupiah)

9. Bank / Nomor Rekening


: 070-000 4828 765, Bank Mandiri Cabang MT. Haryono - Jakarta
10. NPWP
: 02.142.957.6-016.000
11. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 120 (Seratus dua puluh) hari kalender
12. Tanggal Penyelesaian Pekerjaan
: 16 Nopember 2007
13. Jangka Waktu Pemeliharaan
: 90 (Sembilan puluh) hari kalender

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

17
14. Ketentuan Sanksi
: a. Apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan tidak
dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan maka didenda sebesar
1‰ (satu permil ) dari nilai SPP / Kontrak untuk setiap hari
keterlambatan

b. Kelalaian tidak dipenuhinya spesifikasi dikenakan denda


berupa penggantian barang atau volume yang kurang
memenuhi spesifikasi tersebut.

Jakarta, 20 Juli 2007


A.N. KUASA PENGGUNA ANGGARAN
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DEPUTI BIDANG OBSERVASI
BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

Drs. WAHYU SUBEKTYO, MM, M.Tech


NIP. 120 085 529

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

18
Lampiran Resume Kontrak
RINCIAN HARGA KONTRAK
SPP.12/CMSS/PPK/DEP I/VII-2007 Tanggal 20 Juli 2007
Pekerjaan Peningkatan Infrastruktur dan Jaringan Komunikasi Tahap III di 20 Lokasi
1 (satu) paket

Terbilang: Empat milyar seratus empat puluh tiga juta tujuh ratus ribu rupiah

Jakarta, 20 Juli 2007


A.N. KUASA PENGGUNA ANGGARAN
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DEPUTI BIDANG OBSERVASI
BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA

Drs. WAHYU SUBEKTYO, MM, M.Tech


NIP. 120 085 529

paraf paraf .
Pihak II Pihak I

19
paraf paraf .
Pihak II Pihak I

20