Anda di halaman 1dari 5

Membuat Perbandingan Mutu Cor Beton dengan Kaleng Cat 25kg

Dalam sebuah Proyek kita sering melihat orang dalam membuat Campuran Beton saat mereka
dengan menggunakan Ember bekas Cat 25kg, kalian pasti bingung asal muasalnya dari
perbandingan itu. mari kita lihat gambar kaleng bekas cat

mari kita hitung volume tabung : mari kita kembali ke pelajaran dasar saat kita sekolah,
Rumus Volume Tabung adalah Luas Alas x Tinggi atau 3,14 x r x r x t
karena ada macam diameter tabung pada kaleng bekas cat maka kita harus menghitung satu
persatu

kita jadikan dulu diameter cm menjadi satuan m biar mudah jadikan m3


29,5 cm = 0,295 m jadi r (jari-jari )= 0,1475 m
26,5 cm = 0,265 m jadi r (jari-jari )= 0,1325 m
dan Tinggi Tabung 36,5 cm = 0,365 m
kita hitung Volume Tabung yang besar : 3,14 x r x r x t
= 3,14 x 0,1475 x 0,1475 x 0,365
= 0,024934838
kita bulatkan saja jadi : 0,025 m3
kita hitung Volume Tabung yang besar : 3,14 x r x r x t
= 3,14 x 0,1325 x 0,1325 x 0,365
= 0,0201212
kita bulatkan saja jadi : 0,020 m3
jadi terdapat selisih 0,0250 - 0,200 = 0,005
sehingga sudut miring antar volume tabung 0,005 : 2= 0,0025
VOLUME KALENG BEKAS CAT 25 KG
= 0,025 - 0,0025
= 0,0225 M3
sehingga 1 M3 membutukan takaran sebanyak
= 1 : 0,0225
=  44,4 keleng bekas cat 25kg
Mari kita simak tabel membuat Kekuatan campuran Mutu Beton yang sudah di Kompresi
dalam M3
KUAT
BETON
KOMPOSISI CAMPURAN BETON
RENCAN
A
BERAT PERB
BAHAN JENIS VOLUME . VOL
315 Kg/m 0,142 m
SEMEN 448 Kg 0 3 2 3 1
140 Kg/m 0,476 m
31,2 Mpa
PASIR 667 Kg 0 3 4 3 3,350
(K350)
KERIKI 100 135 Kg/m 0,740 m
W/C=0,48
L 0 Kg 0 3 7 3 5,208
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,139 m
SEMEN 439 Kg 0 3 4 3 1
140 Kg/m 0,478 m
28,4 Mpa
PASIR 670 Kg 0 3 6 3 3,365
(K325)
KERIKI 100 135 Kg/m 0,745 m
W/C=0,49
L 6 Kg 0 3 2 3 5,240
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,131 m
SEMEN 413 Kg 0 3 1 3 1
140 Kg/m 0,486 m
26,4 Mpa
PASIR 681 Kg 0 3 4 3 3,420
(K300)
KERIKI 102 135 Kg/m 0,756 m
W/C=0,52
L 1 Kg 0 3 3 3 5,318
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,128 m
SEMEN 406 Kg 0 3 9 3 1
140 Kg/m 0,488 m
24 Mpa
PASIR 684 Kg 0 3 6 3 3,435
(K275)
KERIKI 102 135 Kg/m m
W/C=0,53
L 6 Kg 0 3 0,76 3 5,344
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
21,7 Mpa SEMEN 406 Kg 315 Kg/m 0,128 m 1
0 3 9 3
140 Kg/m 0,488 m
PASIR 684 Kg 0 3 6 3 3,435
(K250)
KERIKI 102 135 Kg/m m
W/C=0,56
L 6 Kg 0 3 0,76 3 5,344
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,117 m
SEMEN 371 Kg 0 3 8 3 1
140 Kg/m 0,492 m
19,3 Mpa
PASIR 689 Kg 0 3 1 3 3,460
(K225)
KERIKI 104 135 Kg/m 0,775 m
W/C=0,58
L 7 Kg 0 3 6 3 5,453
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,111 m
SEMEN 352 Kg 0 3 7 3 1
140 Kg/m 0,522 m
16,9 Mpa
PASIR 731 Kg 0 3 1 3 3,671
(K200)
KERIKI 103 135 Kg/m 0,763 m
W/C=0,61
L 1 Kg 0 3 7 3 5,370
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m 0,103 m
SEMEN 326 Kg 0 3 5 3 1
140 Kg/m 0,542 m
14,5 Mpa
PASIR 760 Kg 0 3 9 3 3,817
(K175)
KERIKI 102 135 Kg/m 0,762 m
W/C=0,66
L 9 Kg 0 3 2 3 5,359
Lite 100 Kg/m m
AIR 215 r 0 3 0,215 3 1,512
315 Kg/m m
SEMEN 230 Kg 0 3 0,073 3 1
140 Kg/m 0,637 m
7,4 Mpa
PASIR 893 Kg 0 3 9 3 4,485
(K100)
KERIKI 102 135 Kg/m 0,760 m
W/C=0,87
L 7 Kg 0 3 7 3 5,349
Lite 100 Kg/m m
AIR 200 r 0 3 0,2 3 1,406
jika kita membuat Kuat Mutu Beton K 300 maka di dapat kebutuhan material sebagai berikut
0,131
SEMEN 413 Kg 1 m3
26,4 Mpa 0,486
(K300) PASIR 681 Kg 4 m3
W/C=0,5 KERIKI 102 0,756
2 L 1 Kg 3 m3
Lite
AIR 215 r 0,215 m3

Berarti 1M3 Campuran Mutu Beton K300 / 26,4 Mpa


membutuhkan Semen jika per Zak 50kg
= 413 : 50
= 8,26 Zak Semen yang 50kg

membutuhkan Pasir Berapa Kaleng bekas Cat 25kg


kebutuhan pasir : volume kaleng bekas cat
= 0,4864 : 0,0225
=21,617

Dibulatkan: 21,6 takaran


membutuhkan Krikil/Kricak/Split Berapa Kaleng bekas Cat 25kg
= 0,7563 : 0,0225
= 33,6 takaran
Pasti tidak muat jika di wadahkan dalam molen mixer pengaduk campuran beton
mari kita koversi dalam perbandingan perzak dengan takaran bekas kaleng cat
Semen per Zak 50kg : Pasir : Krikil

8,26 : 21,6 : 33,6


oke mari kita badi semua 8,26
jadi ketemu perbandingan antara Semen : Pasir : Kricak/Splite

1 : 2,6 : 4,1
jadi takaran sudah ketemu untuk membuat kuat campuran Mutu Beton K300 / 26,4 Mpa
Semen 50kg/zak = 1 zak
Pasir = 2,6 Takaran kaleng bekas cat 25kg
Krikil/Kricak/Split = 4,1 Takaran kaleng bekas cat 25kg
ITULAH TADI JIKA MEMBUAT CAMPURAN YANG SESUAI.

namun jika membuat campuran hampir mrndekati simak di bawah ini


jadi yang biasa di pakai umum semen 1 zak/50kg Pasir 3, split 4 diperoleh
perbandingan
1:3:4

Berat jenis suatu material biasanya akan berbeda-beda terutama material yang berasal dari
alam dan langsung dipakai, tanpa diolah melalui industri terlebih dahulu . Untuk material
yang diolah melalui industri terlebih dulu seperti besi beton dan semen akan mempunyai berat
jenis yang lebih mendekati sama.

No Nama Material Berat jenis


1 Pasir 1400kg/m3
2 Kerikil, koral,split (kering/lembab) 1800kg/m3
3 Tanah, lempung (kering/lembab) 1700kg/m3
4 Tanah, lempung (basah) 2000kg/m3
5 Batu alam 2600kg/m3
6 Batu belah, batu bulat, batu gunung 1500kg/m3
7 Batu karang 700kg/m3
8 Batu pecah 1450kg/m3
9 Pasangan bata merah 1700kg/m3
10 Pasangan batu belah, bulat, gunung 2200kg/m3
11 Pasangan batu cetak 2200kg/m3
12 Pasangan batu karang 1450kg/m3
13 Kayu (kelas I) 1000kg/m3
14 Beton 2200kg/m3
15 Beton bertulang 2400kg/m3
16 Besi tuang 7250kg/m3
17 Baja 7850kg/m3
18 Timah hitam/ timbel 11400kg/m3

Sdr Abdul Muttaqin yang saya hormati. Proses pencampuran antara bahan-bahan dasar beton,
yaitu semen, air, pasir dan krikil, dalam perbandingan tertentu disebut proses pengadukan
beton. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan apabila jumlah beton yang dibuat
hanya sedikit. Cara ini juga dilakukan apabila tidak ada mesin aduk beton, atau tidak
diinginkan suara berisik yang ditimbulkann oleh mesin.

            Caranya, sekalian kontrol mutunya. Mula-mula agregat kasar dan halus dicampur
secara kering di atas tempat yang rata, bersih, keras dan tidak menyerap air. Kemudian
ditambahkan semen. Pencampuran ini dilakukan sampai warnanya sama. Alat pencampur
dapat berupa cangkul, sekop, atau cetok.

            Kemudian di tengah adukan dibuat cekungan dan lalu ditambah air sebanyak kira-kira
75% dari jumlah air yang direncanakan. Adukan diulangi dan ditambahkan sisa air sampai
adukan tampak merata. Pada adukan pertama, biasanya dilakukan pengukuran kelecakan
(kekentalan).

            Dengan Mesin. Untuk pekerjaan-pekerjaan besar yang menggunakan beton dalam
jumlah banyak, pengadukan beton dilakukan dengan mesin pengaduk beton agar leboih
homogen dan cepat. Mesin pengaduk beton juga diperlukan jika adukan beton yang dibuat
“sangat kental”, karena sulit jika diaduk dengan tangan.

            Cara dan kontrol mutunya. Mula-mula sebagian air (kira-kira 75% dari jumlah air
yang ditetapkan) dimasukkan ke dalam bejana pengaduk, lalu agregat halus, agregat kasar,
dan semen portland. Setelah diaduk rata, kemudian sisa air yang belum di masukkan ke dalam
bejana, dimasukkan ke bejana. Pengadukan dilanjutkan sampai warna adukan tampak rata,
dan tampak campurannya juga homogen. Pada adukan pertama, biasanya dilakukan
pengukuran kelecakan (kekentalan)

            Sedangkan pemadatan. Pemadatan adukan beton ialah usaha agar sesedikit mungkin
pori/rongga yang terjadi di dalam beton, untuk menjaga mutu beton sesuai dengan yang
dikehendaki. Pemadatan beton segar ini dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin.

            Pemadatan secara manual dilakukan dengan alat berupa tongkat baja atau tongkat
kayu. Adukan beton yang baru saja dituang harus segera dipadatkan dengan cara ditusuk-
tusuk dengan tongkat baja/kayu. Sebaiknya tebal beton yang ditusuk tidak lebih dari 15 cm.
Penusukan dengan tongkat itu dilakukan beberapa waktu sampai tampak suatu lapisan pasta
di atas permukaan beton yang dipadatkan itu. Pemadatan yang terlalu lama dapat
mengakibatkan beton kurang padat kembali.

            Pemadatan dengan bantuan mesin dilakukan dengan alat getar (vibrator). Alat getar itu
mengakibatkan getaran pada beton segar yang baru saja dituang, sehingga mengalir dan
menjadi padat. Penggetaran yang terlalu lama harus dicegah untuk menghindari
mengumpulnya agregat kasar di bagian bawah dan hanya mortal (air, semen, dan agregat
halus) yang ada di bagian atas. Alat getar yang biasa dipakai ada 2 macam, yaitu; 1. Alat getar
tusuk (internal vibrator), ialah alat getar berupa “seperti tongkat”. Alat getar ini digetarkan
dengan mesin dan ditusukkan ke dalam beton segar yang baru saja dituang. 2. Alat getar
cetakan (form vibrator; external vibrator), ialah alat getar yang ditempelkan di bagian luar
cetakan sehingga cetakan bergetar dan membuat beton segar ikut bergetar pula sehingga
memadat.***