Anda di halaman 1dari 4

Step 7

1. MAHASISWA MAMPU MEMBERIKAN PIO PADA PASIEN


SesuaidenganPeraturan Menteri kesehatan No. 73 tahun
2016tentangPemberianinformasimeliputidosis, bentuksediaan,
formulasikhusus, rute dan metodepemberian, farmakokinetik, farmakologi,
terapeutik, dan alternatif, efikasi, keamananpenggunanaan pada ibuhamil,
dan menyusui, efeksamping, interaksi, stabilitas, ketersediaan,
hargasertasifatfisika dan kimiadariobat

2. MAHASISWA MAMPU MELAKUKAN DAN MENGANALISIS SKRINING


RESEP

(menurutPermenkes NO.73 tahun 2016)


Kegiatanpengkajian (Skrining) resepmeliputiAdministrasi,
KesesuaianFarmasetik, dan PertimbanganKlinis.

 Kajian administratifmeliputi :
1. Nama pasien, umur, jeniskelamin dan berat badan
2. Nama dokter, SIP, alamat, nomortelepon dan paraf
3. Tanggalpenulisanresep
 Kajian kesesuaianFarmasetikmeliputi :
1. Bentuk dan kekuatansediaan
2. Stabilitas
3. Kompabilitas( ketercampuranobat )
 PertimbanganKlinismeliputi :
1. Ketepatanindikasi dan dosisobat
2. Aturan, cara, dan lama penggunaanObat
3. Duplikasi dan/ataupolifarmasi
4. Reaksiobat yang tidakdiinginkan (alergi, efeksampingobat,
manifestasikliniklainnya)
5. Kontraindikasi
6. Interaksi
Setelah mengkajiresepdalam scenario tersebutadabeberapahal
yang dapatdikaji

- Tidak ada tanggal penulisan resep


- Tidak ada paraf dokter
- Tidak dicantumkan berat badan pasien
- (menurut Permenkes no.2406 tahun 2011) tidak ada interaksi obat pada
racikan tersebut
- (menurut Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik)
efek samping dari Cefadroxil dapat menyebabkan infeksi C. difficile
seperti diare atau peradangan pada usus.

3. MAHASISWA MAMPU MENJELASKAN BATAS MAKSIMUN PERESEPAN


OBAT
Menurut FN 2018, peresepanmaksimaladalahbatasanjumlah dan lama
pemakaianobatmaksimaluntuktiapkasus/episode pengobatan.

4. MAHASISWA MAMPU MENGHITUNG DOSIS MAKS. PADA RESEP

Berdasarakan literature bukuFarmasetika Dasar dan


PenghitunganFarmasi (Syamsuni, 2005)bahwarumusperhitungandosis
yang tepatdigunakanuntukpasienberumur 7 tahunadalahrumus young,
sebagaiberikut :
a. Paracetamol 500/2000 (FI III, 1975)

Perhitungandosisdalamresepadalah :
n=7

 Sekali 500 mg  Sehari 2000 mg


= x DM
= x DM = x DM
= x 2000
= x DM = 73.68
= x 500
= 184.21

% TOD
 % TOD Sekali  % TOD Sehari
= x 100 % = x 100 %
= x 100 % = x 100 %
= TOD = TOD

Jadi, Paracetamol dalamresepinitidakoverdosis pada pasienumur 7 tahun

b. Dexamethason 0.5/2 (FI III, 1975)

 Sekali 0.5 mg  Sehari 2 mg


= x DM = x DM
= x DM = x DM
= x 0.5 mg = x 2 mg
= 0.18 = 0.73

% TOD
 % TOD Sekali
= x 100 %  % TOD Sekali
= x 100 % = x 100 %
= TOD = x 100 %
= TOD

Jadi, Dexamethasondalamresepinitidakoverdosis pada pasienumur 7 tahun


5. MAHASISWA MAMPU MENETUKAN PENGARUH KOMBINASI OBAT
DALAM RESEP
Menurutekosetiawan, antibiotikmerupakankomponendalamracikan yang
harusdigunakansampaihabis, sedangkanobat lain yang
merupakanpengobatansimtomatishanyadigunakanketikapasienmengalamigej
ala.
Jadi, penggunaankombinasibersamaandenganobatantibiotikharusdipisahkan,
karnaperbedaanpenggunaanobat

6. MAHASISWA MAMPU MENJELASKAN PENGGOLONGAN OBAT DALAM


RESEP

Cefadroxil golongansefalosporin

Dexamethasone golongankortikosteroid

Paracetamol golonganAnalgesiknon Opioid dan Antipiretik