Anda di halaman 1dari 9

Makalah Usaha Sistem Teknik

Aisha Iqlima Giandra


XI IPA 5
SMA Negeri 3 Bogor
2020/2021
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini bisa
tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga saya mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari
pihak yang sudah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik berupa pikiran maupun
materinya.

Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembacanya. Bahkan tidak hanya itu, saya berharap lebih jauh lagi agar makalah ini si
pembaca mempraktekkannya dalam kehidupan sehari – hari.

Terlepas dari hal tersebut, masih banyak kekurangan didalam penyusunan makalah ini, baik
dari susunan kalimat ataupun penggunaan kata. Untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Bogor, 31 July 2020


Daftar Isi
Judul ........................................................................................................................................... I
Kata Pengantar .......................................................................................................................... II
Daftar Isi .................................................................................................................................. III
Isi ............................................................................................................................................... 1

a. Menjelaskan perencanaan Usaha Sistem Teknik ........................................................... 1


b. Mengedintifikasi Ide dan Peluang Usaha Sistem Teknik................................................ 1
c. Menjelaskan Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha Sistem Teknik ........... 2
d. Menjelaskan Pemetaan Peluang Usaha ........................................................................... 2
e. Menjelaskan Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Sistem Teknik ................... 3
f. Menjelaskan Perencanaan Pemasaran Usaha Sistem Teknik .......................................... 4
g. Menjelaskan Penyusunan Proposal Usaha Sistem Teknik .............................................. 4
h. Membuat perencanaan usaha system teknik meliputi ide dan peluang usaha, sumber
daya, administrasi, dan pemasaran ................................................................................. 5
a. Menjelaskan perencanaan Usaha Sistem Teknik
Sistem berasal dari bahasa Latin systema, bahasa Yunani sustema yang artinya
satu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem
bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pendayagunaan berpikir sistem untuk
pemecahan masalah.
Sistem teknik merupakan perancangan atau pengembangan suatu sistem yang
lebih baik melalui sistem mekanis atau sistem pada manusia dengan mesin. Sistem
teknik mengembangkan keterpaduan antar elemen yang saling berinteraksi, bersinergi
dan berkolaborasi. Sistem teknik mengembangkan keterpaduan antar elemen yang saling
berinteraksi, bersinergi dan berkolaborasi dapat diilustrasikan pada produk elektronika.
Perencanaan usaha dalam kewirausahaan memiliki tahapan meliputi :
1. Memulai
- Melihat peluang usaha jasa profesi dan profesionalisme menjadi bagian utama dan
pertama dan menentukan jenis usaha yang dikembangkan baik itu berupa produk
maupun jasa.
- Identifikasi kebutuhan sumber daya pada usaha produk rekayasa yang
direncanakan.
- Prosedur yang ditetapkan diantaranya jenis usaha, manfaat, teknik rekayasa, dan
pengemasan
2. Melaksanakan
- Pembiayaan, organisasi, kepemilikan, sumber daya manusia, dan kepemimpinan
yang memiliki pemahaman mengenai risiko, pembuatan keputusan,
mengevaluasi, dan pemasaran produk usaha.
- Menjadi tahapan yang penting diperhatikan dalam proses produksi yang
menerapkan keselamatan kerja dan mengembangkan sikap peduli lingkungan.
3. Mempertahankan
Usaha produk rekayasa dalam mempertahankan produksi dengan melakukan
analisis perkembangan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
4. Mengembangkan
Kreativitas dan inovasi menjadi penting untuk mengembangkan usaha produk
rekayasa baik yang bergerak dibidang jasa maupun produk.

b. Mengedintifikasi Ide dan Peluang Usaha Sistem Teknik


Jiwa dan semangat kewirausahaan penting untuk dibangun sedini mungkin yang
lebih mengarah pada bagaimana belajar mandiri, mengorganisasikan suatu pekerjaa
secara sistematis, memecahkan permasalahan teknis, bekerja dalam team dan kesadaran
akan kualitas dalam pembuatan produk rekayasa.
Pemberdayaan potensi yang terdapat di daerah setempat dapat menghasilkan
variasi karya dan menambah keberagaman karya rekayasa sistem teknik yang secara
bertahap mengalami penyempurnaan sebagai bagian solusi dari kebutuhan masyarakat.
Wirausaha produk sistem teknik dapat digambarkan seperti pada action loop pembuatan
produk sistem teknik. Ekonomi kreatif yang tersentra melalui pemetaan sentra-sentra
industri kreatif memungkinkan tumbuhnya daerah kreatif yang berkembang dan
terkoordinasi, dari kegiatan produksi sampai pemasaran dan peningkatan kualitas agar
mampu bersaing.

c. Menjelaskan Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha Sistem Teknik


Faktor - faktor penyebab keberhasilan dalam kewirausahaan adalah sebagai berikut:
1. Mampu melayani konsumen dengan baik.
2. Mampu mengetahui target pasarnya.
3. Memiliki modal yang cukup untuk usahanya.
4. Mampu mencari dan memanfaatkan informasi.
5. Mampu mengelola waktu secara efektif.
6. Memiliki tenaga ahli yang dapat diandalkan.

Faktor - faktor penyebab kegagalan dalam kewirausahaan adalah sebagai berikut:


1. Tidak berkompeten dalam mengelola.
2. Kurangnya pengalaman yang dimiliki.
3. Lokasi yang kurang memadai.
4. Kurangnya perencanaan atau gagal dalam perencanaan.
5. Tidak bersungguh - sungguh dalam berusaha.
6. Tidak mampu melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.
7. Sumber daya manusia yang tidak memadai.

d. Menjelaskan Pemetaan Peluang Usaha


Pemetaan peluang usaha adalah salah satu kegiatan seseorang wirausaha dalam
memetakan atau menyusun sebuah daftar usaha apa saja yang bisa di kerjakan dan di
laksanakan oleh wirausaha tersebut. Pemetaan peluang usaha dilakukan untuk menemukan
peluang usaha dan potensi yang bisa dimanfaatkan, serta untuk mengetahui seberapa besar
potensi usaha yang ada dan berapa lama suatu usaha dapat bertahan. Ancaman dan peluang
akan selalu ada dari suatu usaha, oleh sebab itu penting untuk melihat dan memantau
perubahan lingkungan yang terjadi dan kemampuan dalam beradaptasi dari suatu usaha
agar bisa tumbuh dan bertahan dalam ketatnya persaingan.
Biasanya peluang usaha baru bisa muncul dari sekitar kita, bahkan pada situasi yang
tidak di duga sekalipun untuk mengembangkan ide atau gagasan tentang peluang usaha.
Kita harus berfikir secara :
- Positif : Arahkan pada hal-hal yang mudah dan berrmanfaat
- Inovatif : Arahkan pada penciptaan produk baru yang berguna di masyarakat
- Inisiatif : Langsung bergerak dan tidak menunda-nunda
- Flesibel : Sesuaikan dengan perubahan yang terjadi
- Responsif : Selalu mengikuti perkembangan yang terjadi

e. Menjelaskan Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Sistem Teknik


Dalam perencanaan proses produksi, diperlukan pengelolaan yang baik untuk
mencapai tujuan perusahaan/industri. Sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dapat
dikatagorikan atas enam tipe sumber daya (6M), yaitu sebagai berikut:
1. Man (Manusia): Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu
faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang
menyamakan manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat,
baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur
manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
2. Money (Uang): Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat
diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil
kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan/industri.
Oleh karena itu, uang merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan karena
segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan
dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat -
alat yang dibutuhkan dan yang harus dibeli, serta berapa hasil yang akan dicapai dari
sesuatu organisasi.
3. Material (Fisik): Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah
yang dibutuhkan, melainkan membeli dari pihak lain. Untuk itu, manajer perusahaan
berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga yang paling murah, dengan
menggunakan cara pengangkutan yang murah dan aman. Di samping itu, bahan
mentah tersebut akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil secara
efisien.
4. Machine (Tekonologi): Mesin memiliki peranan penting dalam proses produksi
setelah terjadinya revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga
banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi
yang begitu pesat menyebabkan penggunaan mesin makin menonjol. Hal ini karena
banyaknya mesin baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan
peningkatan dalam produksi.
5. Method (Metode): Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan
efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik
yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja
melainkan memerlukan waktu yang lama.
6. Market (Pasar): Memasarkan produk memiliki peran yang sangat penting sebab jika
barang yang diproduksi tidak laku, proses produksi barang akan berhenti. Artinya,
proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti
menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar
pasar dapat dikuasai, kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen
dan daya beli konsumen.

f. Menjelaskan Perencanaan Pemasaran Usaha Sistem Teknik


Pemasaran produk peralatan sistem teknik tidak hanya berhubungan dengan
produk, harga produk, dan pendistribusian produk, tetapi berkait pula dengan
mengkomunikasikan produk ini kepada konsumen, untuk mengkomunikasikan produk
ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri dari empat
komponen utama yaitu periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan penjualan tatap
muka.
Tujuan utama mempromosikan sebuah produk meliputi : (1) memberikan daya
tarik khusus bagi para pelanggan, (2) meningkatkan angka penjualan, (3) membangun
loyalitas konsumen.

g. Menjelaskan Penyusunan Proposal Usaha Sistem Teknik


Bagian-bagian dari proposal usaha:
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Pendirian Usaha
2. Visi Perusahaan
3. Misi Perusahaan
B. TUJUAN
(tujuan didirikannya usaha tersebut)
C. KEPENGURUSAN
(struktur organisasi penanggung jawab perusahaan)
D. IDENTITAS PERUSAHAAN
1. Nama Perusahaan
2. Alamat Perusahaan
E. TENAGA KERJA
(nama, jumlah, jam kerja, dan job description)
F. SARANA PRASARANA
(aspek bangunan, aspek peralatan kantor, aspek peralatan produksi, bahan baku dan
kemasan, dan sarana penunjang lain. Lengkapi dengan layout bangunan dan tata
letak ruang)
G. PETA PEMASARAN
(strategi pemasaran / rencana pendistribusian disertai data-data / layout yang
mendukung / melengkapi dari rencana pemasaran yang akan dilakukan).
H. STUDI KELAYAKAN
(penelitian layak atau tidaknya suatu usaha dijalankan, misalkan gambaran manfaat
ekonomis maupun sosial atas adanya usaha yang bersangkutan).
I. ANALISIS SWOT
(uraikan SWOT dan buat analisisnya sehingga dapat diambil langkah-langkah yang
mendukung terwujudnya visi dan misi).
SWOT : Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (Kekuatan, Kelemahan,
Kesempatan, Ancaman)
J. KESIMPULAN
(beberapa kesimpulan data yang menjadikan perusahaan tersebut layak didirikan).

h. Membuat perencanaan usaha sistem teknik meliputi ide dan peluang usaha,
sumber daya, administrasi, dan pemasaran
Perencanaan sistem teknik mesin perontok padi :
a. Ide dan Peluang Usaha

Indonesia merupakan Negara agraris. Negara agraris adalah Negara yang


sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Salah satu hasil bumi dari
sektor pertanian adalah padi. Padi merupakan salah satu makanan pokok masyarakat
Indonesia. Oleh karena itu, upaya peningkatan produksi padi di Indonesia semakin
didorong agar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, dalam upaya
peningkatan produksi padi, masih terdapat hambatan-hambatan terutama pada saat
penyiapan lahan yaitu musim penggarapan sawah alat pembajakan serta alat perontokkan
padi.

Apabila sudah memasuki musim panen, para petani tentunya bersiap untuk
melakukan perontokan padi dan kemudian menjualnya. Namun kegiatan merontokkan padi
ternyata membutuhkan tenaga yang besar karena harus dipukul dan ditumbuk. Selain itu,
merontokkan padi dengan cara ini juga beresiko membuat biji padi menjadi pecah dan
menghasilkan beras yang kurang bagus. Sehingga dengan adanya mesin perontok padi,
sektor pertanian dapat dimudahkan dan kualitas beras menjadi lebih baik.
Ide Produk : Mesin Perontok Padi
Ide Nama Merk : Cipta Bumi
Analisis Peluang Usaha :

- Strength (kekuatan) : Mesin Perontok Padi dapat membantu produksi beras menjadi
lebih efisien dan berkualitas
- Weakness (Kelemahan) : Mesin Perontok Padi masih jarang digunakan masyarakat
sehingga dibutuhkan pemahaman terlebih dahulu khususnya untuk mengoperasikan
mesin, biaya, dan bagaimana perawatan Mesin Perontok Padi tersebut.
- Opportunity (Kesempatan atau Peluang) : Indonesia merupakan Negara agraris
sehingga mesin ini dapat digunakkan di seluruh wilayah Indonesia.
- Threat (Ancaman) : Banyak masyarakat yang masih menjunjung cara tradisional.
b. Sumber Daya
Dalam memproduksi mesin dibutuhkan sumber daya yang memadai agar proses
produksi berjalan lancar. Dalam hal ini, kami akan menyiapkan tenaga manusia untuk
produksi mesin. Tidak hanya itu, akan dibutuhkan metode yang sesuai, biaya, dan
material yang memadai. Dibutuhkan pula pasar atau tempat untuk menjual mesin.
c. Administrasi
Perusahaan kami akan mengambil beberapa izin dari lembaga terkait sehingga
produk kami layak diperjual-belikan di pasaran.
d. Pemasaran
Produk kami akan dipasarkan kepada lembaga dan masyarakat pada sektor
pertanian sehingga produk kami dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.