Anda di halaman 1dari 13

NAMA: KARLIA SANTIKA-16

KELAS : XI IPA 6

Perencanaan Usaha Produk Sistem Teknik

Kewirausahaan dalam pembuatan produk rekayasa peralatan sistem teknik menjadi


peluang yang baik dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi bagi sumber daya yang
tersedia.

- Informasi tugas atau pekerjaan (inform) yang disampaikan berupa kebutuhan


pelanggan pada produk sistem teknik, dikembangkan dalam bentuk perencanaan
dan dokumen disiapkan secara tertulis (plan).
- Perencanaan kerja dibuat di antaranya desain produk sistem teknik, dan keputusan
diambil atas semua kebutuhan yang diperlukan termasuk alat dan bahan/material
(decide).
- Tugas membuat produk sistem teknik dengan memperhatikan kriteria yang
ditentukan (carry out).
- Pengecekan dengan menguji coba produk sistem teknik (control) dan melakukan
evaluasi dengan mendiskusikan produk sistem teknik yang telah dibuat (evaluate).

Perencanaan usaha dalam kewirausahaan memiliki tahapan meliputi tahap memulai,


melaksanakan, mempertahankan, dan mengembangkan seperti dibawah ini:

a. Tahap memulai
Melihat peluang usaha jasa profesi dan profesionalisme menjadi bagian utama dan pertama
dan menentukan jenis usaha yang dikembangkan baik itu berupa produk maupun jasa.
Identifkasi kebutuhan sumber daya pada usaha produk rekayasa yang direncanakan.
Prosedur yang ditetapkan diantaranya jenis usaha, manfaat, teknik rekayasa, dan
pengemasan.

b. Tahap Melaksanakan
Pembiayaan, organisasi, kepemilikan, sumber daya manusia, dan kepemimpinan yang
memiliki pemahaman mengenai risiko, pembuatan keputusan, mengevaluasi, dan
pemasaran produk usaha menjadi tahapan yang penting diperhatikan dalam proses
produksi yang menerapkan keselamatan kerja dan mengembangkan sikap peduli
lingkungan.

c. Tahap Mempertahankan
Usaha produk rekayasa dalam mempertahankan produksi dengan melakukan analisis
perkembangan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

d. Tahap mengembangkan
Kreativitas dan inovasi menjadi penting untuk mengembangkan usaha produk rekayasa baik
yang bergerak dibidang jasa maupun produk.

B. ​Ide dan Peluang Usaha Produk Sistem Teknik

Jiwa dan semangat kewirausahaan penting untuk dibangun sedini mungkin yang lebih
mengarah pada bagaimana belajar mandiri, mengorganisasikan suatu pekerjaan secara
sistematis, memecahkan permasalahan teknis, bekerja dalam team dan kesadaran akan
kualitas dalam pembuatan produk rekayasa.

Ide Kewirausahaan

Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:

Inovasi

Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan


jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.

Mengubah tantangan menjadi peluang

Menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk
memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan
mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:

Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif Penyebaran resiko pada aspek yang
paling mungkin Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:

Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar Resiko
finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya Resiko teknik, terjadi
akibat kegagalan teknik

Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:
Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik
untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan
jasa baru Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan
atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan

Sumber-sumber Potensial Peluang

Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk
menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam
penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan
berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam,
menaksir biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.

Menciptakan Produk Baru dan Berbeda

Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha
harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.

Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:

Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan Waktu penyerahan dan waktu permintaan
barang/jasa

Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha


untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:

Analisis demografi pasar Analisis serta tingkah laku pesaing Analisis keunggulan bersaing
pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang

Mengamati Pintu Peluang

Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:

Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru Pengalaman keberhasilan dalam


mengembangkan produk baru Dukungan keuangan Keunggulan-keunggulan yang dimiliki
pesaing di pasar

Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan


mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.

Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):

Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat Kerugian
teknik harus rendah Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi
produknya Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih Pesaing sejak awal tidak memiliki
strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya Perusahaan baru memiliki kemampuan
dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya

Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi

Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi


pasarnya:

Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing Tingkat keberhasilan yang
dicapai pesaing dalam pengembangan produknya Seberapa besar dukungan keuangan
pesaing bagi pengembangan produk baru

Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko
finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.

Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah
memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut
dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri
ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.

Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam
berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan
berbeda.

Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:

Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (startup)Kemampuan untuk mengerjakan


sesuatu yang baru (creative)Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang
(opportunity)Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk
bearing)Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya

C.​ Menjelaskan Keberhasilan & Kegagalan dalam berwirausaha sistem teknik.

keberhasilan dalam berwirausaha merupakan impian dari banyak orang terutama bagi
seorang wirausahawan. Tentu tidak semua wirausaha berhasil, karena ada juga yang gagal.
Hal ini membuat orang-orang banyak yang takut berwirausaha karena resiko kegagalan
yang membayangi.
Untuk menentukan sukses tidaknya wirausaha, terdapat faktor-faktor yang bisa dijadikan
patokan, baik faktor keberhasilan wirausaha maupun faktor kegagalan wirausaha.
Faktor-faktor ini harus diperhatikan oleh para calon wirausaha sebelum memulai dan
membuka usaha baru.
Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor keberhasilan wirausaha:

1. Adanya Peluang Bagus yang Dimanfaatkan

Faktor pertama yang mempengaruhi kesuksesan wirausaha adalah adanya peluang yang
bagus. Banyak peluang yang ada, namun kita juga harus bisa memanfaatkan peluang
dengan baik. Tentunya peluang yang ada juga harus diselaraskan dengan potensi diri yang
dimiliki, situasi dan kondisi pasar serta proses perencanaan lainnya.

2. Perencanaan yang Matang

Tiap usaha yang sukses selalu diawali dengan perencanaan yang matang dari pelaku
usahanya. Proses planning ini penting untuk meminimalisir resiko dan potensi yang muncul
ke depannya.
Tekad Kuat dan Kemauan Keras Salah satu faktor penting keberhasilan wirausaha ada
dalam diri wirausaha itu sendiri.

3. Pemasaran yang Efektif

Faktor keberhasilan wirausaha selanjutnya adalah strategi pemasaran yang efektif.


Pemasaran menjadi penting untuk mengenalkan produk dan jasa kita pada konsumen.
Kelancaran usaha sangat bergantung pada strategi pemasaran dan promosi yang baik dan
efektif, sesuai dengan target pasar yang diinginkan.

4. SDM yang Kompeten

Dalam sebuah usaha juga dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai
jobdesk masing-masing. Di antaranya yang dibutuhkan adalah manajer, pengawas,
pembuat rencana, serta posisi-posisi penting lain demi kelancaran usaha.

5. Jaringan yang Luas

Kunci kesuksesan wirausaha juga bisa didapat dengan jaringan yang luas. Networking
memang sangat penting untuk kelancaran usaha, bisa berupa mitra bisnis atau sekedar
membantu mempercepat pemasaran ke pihak lain. Untuk itu jangan remehkan kekuatan
jaringan yang luas.

6. Inovasi dan Kreatifitas Tinggi

Satu hal yang penting dimiliki wirausaha adalah inovasi dan kreatifitas. Di tengah maraknya
usaha yang ada, tentu harus ada inovasi yang berbeda agar produk kita dikenal dan
diminati. Untuk itu dibutuhkan kreatifitas tinggi untuk bisa menghasilkan ide-ide baru dalam
dunia usaha.
7. Pengorganisasian dan Pengelolaan Usaha yang Baik

Suatu usaha juga membutuhkan organisasi dan pengelolaan yang baik. Struktur organisasi
harus jelas dan efisien untuk meminimalisir kerugian.

Di bawah ini akan dijelaskan faktor-faktor kegagalan wirausaha:

1. Manajemen Keuangan yang Buruk

Faktor kegagalan wirausaha yang pertama adalah buruknya pengelolaan keuangan. Seperti
diketahui jika keuangan sangat penting dalam sebuah usaha. Buruknya pengelolaan
keuangan membuat operasional usaha bisa terhambat dan berhenti total.

2. Kurang Bersungguh-Sungguh dalam Usaha

Untuk sukses tentu wirausaha harus bertekad dan bersungguh-sungguh. Sebaliknya, jika
kurang bersungguh-sungguh tentu usaha yang dijalankan akan gagal. Butuh fokus dan
perhatian penuh dalam menjalankan usaha tanpa adanya distraksi dari kepentingan lainnya.

3. Kurang Pengalaman di Bidang Usaha

Kurangnya pengalaman di bidang usaha juga bisa membuat usaha kita gagal. Pengalaman
sangat penting dan bisa didapatkan dengan mengikuti pelatihan atau menjadi karyawan di
usaha orang lain. Tanpa pengalaman, tentu kita akan kalang kabut dalam operasional
usaha.

4.Kurang Memahami Bisnis yang Dijalankan

Kegagalan usaha bisa didapat jika tidak memahami bisnis yang kita jalankan. Wirausaha
harus mempelajari bisnis yang dijalankan dengan perencanaan yang baik dan matang. Jika
tidak, tentu usaha yang dijalankan akan gagal.

5. Salah Memilih Rekan Bisnis

Kadang kegagalan bisnis juga bisa terjadi akibat salah memilih teman dan rekan kerja. Jika
rekan bisnis kita tidak kompeten dan tidak bisa diajak bekerjasama, maka imbasnya
keseluruhan usaha akan gagal. Ada baiknya mengajak rekan bisnis yang memiliki tujuan
yang sama.

6. Riset Pasar dan Pemasaran Buruk

Riset pasar sangat penting untuk mengetahui target konsumen. Selanjutnya akan dilakukan
promosi dan pemasaran untuk menjangkau target konsumen tersebut. Jika keduanya
dijalankan dengan buruk, maka bisa dipastikan kegagalan akan menghampiri.
7. Kurang Siap Menghadapi Peralihan Bisnis

Seorang wirausaha harus mampu menghadapi tren pasar dan peralihan bisnis yang
mungkin terjadi, misalnya seperti peralihan dari bisnis offline ke bisnis online. Jika gagal
mengantisipasi peralihan tersebut, maka tentu usaha kita akan semakin tertinggal dari
kompetitor lainnya.

8. Kurang Kompeten dan Tidak Ada Inovasi

Faktor kegagalan wirausaha dapat diakibatkan karena kurangnya kompetensi dalam


manajerial usaha. Selain itu tidak adanya inovasi juga membuat usaha kita tidak bisa
berkembang, karena produk yang ditawarkan sudah ada sejak dulu.

9. Lokasi Usaha Tidak Strategis

Lokasi usaha yang tidak strategis juga turut menyumbang kegagalan dalam usaha yang
dijalankan. Akses mudah menuju ke lokasi usaha sangat penting untuk menjangkau target
konsumen produk usaha kita. Jika lokasi tidak strategis, maka usaha tidak akan bisa
berkembang.

D. ​Menjelaskan Pemetaan Peluang Usaha

Pemetaan peluang usaha adalah upaya menilai peluang usaha agar dapat dimanfaatkan
dengan potensial.

Guna Pemetaan peluang usaha adalah, sebagai berikut:


1) Menemukan berbagai macam peluang usaha serta potensi yang mungkin dapat
dimanfaatkan.
2) Menganalisa besar kecilnya potensi bertahan lama atau tidaknya usaha tersebut.

Pemetaan peluang usaha dilakukan untuk menemukan peluang usaha dengan


memanfaatkan potensi yang ada.
Pemetaan usaha juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi usaha yang ada
dan berapa lama suatu usaha dapat bertahan. Pemetaan potensi usaha daerah didasarkan
pada sektor unggulan daerah tersebut demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
dengan mengedepankan kewilayahan dan pemerataan.

E. Sumber daya yang dibutuhkan

Kreativitas manusia sebagai sumber daya ekonomi yang memiliki nilai dan manfaat
yang tinggi untuk peningkatan perekonomian Indonesia.​ Industri kreatif merupakan
salah satu solusi dalam pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk
menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan daya cipta dan
kreasi seseorang.
Kekuatan industri kreatif saat ini di antaranya ialah 1. industri kreatif berbasis teknologi
digital
2. Industri kreatif digital terdapat pada games, education, music, animation, software dan
sosial media.

Kemandirian dalam menggali ide, memilih potensi produk yang dapat bersaing baik di
tingkat lokal maupun global dan meningkatkan keanekaragaman produk yang memiliki nilai
dan daya saing tinggi dalam memenuhi kebutuhan menjadi komponen yang penting untuk
terus diupayakan.

Sumber daya pada usaha produk rekayasa sistem teknik, meliputi :


a) man
b) money
c) material
d) mechine
e) method dan
f) market

F. ​Menjelaskan Perencanaan Pemasaran Usaha Sistem Teknik.

Perencanaan pemasaran adalah bentuk dari proses manajemen yang mengarah pada
strategi pemasaran dimana tujuan utamanya yaitu untuk mencapai tujuan pemasaran
sehingga marketing plan dilakukan pada serangkaian proses yang sistematis dan
melalui koordinasi untuk mendapatkan keputusan rencana pemasaran.

● Tujuan Rencana Pemasaran


Banyak pemilik usaha membuat marketing plan dan kemudian tidak menggunakannya.
Namun, rencana pemasaran merupakan adalah peta jalan yang memberi arahan untuk
mencapai tujuan bisnis sebuah organisasi. Marketing plan harus menjadi rujukan dan dinilai
hasilnya secara berkala.

Tujuan marketing plan diantaranya adalah:


- Mengetahui dan memperbanyak informasi perubahan pasar dan kompetitor.
- Menciptakan hubungan dan jaringan kerja yang lebih luas dengan
organisasi-organisasi lain.
- Sebagai bentuk penyesuaian bisnis
Meningkatkan keuntungan dengan usaha yang efisien dan efektif.

● Manfaat Perencanaan Pemasaran


Membuat rencana pemasaran secara terperinci adalah sesuatu yang sangat penting bagi
sebuah perusahaan. Pemasaran sama pentingnya dengan produk atau layanan yang Anda
berikan.
Tanpa pemasaran, konsumen dan klien tidak bisa mencari tahu tentang Anda. Jika mereka
tidak tahu tentang Anda, mereka tidak dapat membeli apapun dari Anda, dan akibatnya,
Anda tidak akan menghasilkan uang. Berikut ialah beberapa manfaat dari adanya
perencanaan pemasaran:
1. Untuk mencapai koordinasi aktivitas pemasaran yang lebih baik.
2. Dapat mengidentifikasi sejauh mana perkembangan perusahaan.
3. Menjadi acuan bagaimana perusahaan harus berubah.
4. Dapat menjadi alat untuk menghindari konflik tentang bagaimana perusahaan harus
bergerak.
5. Dapat menjadi sumber informasi bagaimana kebijakan perusahaan harus dibuat atau
diperbarui.
6. Menjadi acuan supaya manajer bergerak dan berpikir ke arah yang lebih sistematis.

G.​ Menjelaskan Penyusunan Proposal Usaha Sistem Teknik.

Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan yang
menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal mengenai
usaha atau proyek baru, atau proposal usaha yang merupakan dokumen tertulis berisi
usaha baru yang sedang direncanakan.

Berikut ini adalah hal-hal yang tercantum pada bagian isi sebuah proposal usaha :

a. Uraian Usaha, yakni mengenai penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan
dijalankan baik latar belakang pendirian usaha, prospeknya di masa mendatang,
keunggulan dari bidang usaha tersebut, maupun kendala yang mungkin dihadapi serta
pemecahannya.

b. Produk, yakni uraian secara rinci tentang spesifikasi dari sebuah produk usaha, misalnya
ukuran, jenis kegunaan, dan banyak produk yang dihasilkan jenis produk yang diproduksi.

c. Lokasi, yakni uraian mengenai lokasi usaha yang ditentukan baik dari pertalian ke
belakang (backward linkage) yaitu perolehan bahan baku ataupun pertalian ke depan
(forward linkage) yaitu penjualan, distribusi dan pemasaran produk.

d. Pemasaran, yakni mengenai uraian segmentasi pasar dan konsumen, serta strategi
pemasaran yang akan diambil termasuk dalam hal kebijakan harga.

e. Persaingan, yakni uraian akan posisis usaha dan persaingan dalam pasar yang ada serta
gambaran strategi yang akan dijalankan untuk memenangkan persaingan.

f. Laporan Keuangan, yakni mengenai laporan keuangan baik yag lalu maupun rencana
permodalan , estimasi biaya, dan pendapatan.

g. Manajemen, yakni menguraikan bentuk kepemilikan, struktur modal, serta peranan dan
masing masing sub organisasi dalam usaha serta status badan usaha yang dikelola.
h. Personalia (Sumber Daya Manusia), yakni uraian mengenai susunan personalia dalam
struktur organisasi usaha beserta jumlah pegawai dan latar belakang pendidikannya.

i. Proposal kredit yakni mengenai ajuan sejumlah dana yang diperlukan dalam
mengembangkan usaha.

j. Lampiran Lain, yakni lampiran yang memuat dokumen-dokumen penting usaha seperti
akta pendirian usaha, SIUP, sertifikat tanah dan sebagainya.

Bagian H. Membuat perencanaan usaha sistem teknik yang meliputi pada (gagasan ide,
peluang usaha, sumber daya ,administrasi, dan pemasaran. )

Usaha produk Penggilingan Jagung menjadi tepung jagung.

Kebutuhan tepung jagung untuk saat ini semakin terus meningkat. Peningkatan kebutuhan
dikarenakan banyaknya aneka olahan makanan yang dapat dibuat dengan menggunakan
bahan baku utama tepung jagung. Tepung jagung bisa dijadikan aneka olahan makanan
baik berupa kue, makanan ringan, kerupuk, dll. Oleh karena itu disaat peningkatan tepung
jagung dalam pemasaran. Saya ingin membuat usaha produk penggilingan tepung jagung.
Mengapa saya ingin membuat usaha produk penggilingan tepung jagung? Karena dalam
membuat tepung diperlukan alat yang canggih agar hasilnya akan semaksimal mungkin.

Tepung jagung Jagung l dari bahan baku utama jagung berkualitas yang diproses
sedemikian rupa sehingga menghasilkan tepung jagung yang sering Anda jumpai. Harga
jual jagung yang masih mentah jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produksi tepung
jagung. Produksi tepung jagung sebenarnya cukup mudah dan bisa di
jalankan sebagai peluang usaha. pada mulanya jagung yang telah dipanen dikupas dahulu
kemudian dipipil. Setelah proses pemipilan selesai jagung kemudian dijemur untuk
menurunkan kadar airnya. Setelah kering proses selanjutnya yang dilakukan adalah
penggilingan. Proses penggilingan adalah proses yang akan menghasilkan tepung dengan
tekstur lembut. Proses penggilingan biasanya perlu dibantu dengan penggunaan mesin
usaha agar tepung yang dihasilkan memiliki tekstur lembut dengan kualitas yang baik.
Setelah produksi tepung selesai maka tahapan berikutnya adalah proses pengemasan.
Proses pengolahan tepung jagung bisa dikatakan cukup mudah sehingga banyak sekali
orang yang bisa mencoba mengembangkan bisnis tepung jagung.

Peluang bisnis tepung jagung bisa dijalankan oleh siapa saja dan bagi Anda yang ingin
menjalankan bisnis tepung berikut ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan supaya
mampu bersaing dengan para pebisnis tepung jagung lainnya.

1. Mencari Supplier Jagung


Produksi tepung jagung tentu membutuhkan jagung dalam kapasitas yang banyak. Jika
Anda tidak mencari supplier jagung bisnis yang Anda jalankan tentu tidak bisa berjalan
dengan lancar. Jika proses penepungan terkendala dengan kebutuhan bahan baku utama
tentu proses selanjutnya tidak bisa dilakukan. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya Anda
mencari supplier yang terpercaya agar kebutuhan jagung yang Anda perlu bisa terpenuhi
dengan cepat.

2. Kualitas Tepung
Kualitas tepung yang dihasilkan akan mempengaruhi harga jual dari tepung jagung yang
Anda produksi. Usahakan untuk menggunakan jagung berkualitas supaya tepung yang
dihasilkan juga berkualitas. Kualitas tepung jagung biasanya juga dilihat dari
kelembutannya. Semakin lembut tepung yang dihasilkan akan disukai oleh konsumen.

3. Kemasan Produk
Kemasan tepung jagung sebaiknya dibuat dengan beberapa pilihan sehingga konsumen
lebih mudah untuk mendapatkan tepung jagung sesuai dengan kebutuhan. Sediakan
kemasan mulai dari berat terkecil hingga yang paling besar.

4. Harga Jual
Harga dari tepung jagung Anda tentukan juga akan mempengaruhi kelancaran bisnis yang
Anda jalankan untuk itu Anda harus menentukan harga tepung jagung sesuai harga
pasaran.

5. Pemasaran Luas
Supaya produksi tepung yang Anda jalankan dapat diketahui oleh masyarakat secara luas
sebaiknya Anda melakukan pemasaran di beberapa daerah. Dengan hal ini konsumen akan
mengetahui tepung jagung yang Anda produksi. Masyarakat juga akan semakin mudah
untuk menjangkaunya.

Untuk rincian hitungan analisa usaha dalam menjalankan bisnis tepung jagung dapat Anda
lihat di bawah ini.

Analisa Usaha Tepung Jagung

Asumsi

Lama penggunaan mesin disk mill selama waktu 10 tahun.


Lama penggunaan mesin pengupas jagung selama waktu 9 tahun.
Lama penggunaan alat pemipil jagung selama waktu 8 tahun.
Lama penggunaan entong selama waktu 3 tahun.
Lama penggunaan wadah selama waktu 3 tahun.
Lama penggunaan lap selama waktu 1 tahun.
Lama penggunaan pisau selama waktu 3 tahun.
Lama penggunaan timbangan selama waktu 8 tahun.
Lama penggunaan meja dan kursi selama waktu 3 tahun.
Lama penggunaan peralatan tambahan selama waktu 3 tahun.
Investasi

Peralatan Harga
Mesin disk mill Rp. 3,500,000
Mesin pengupas jagung Rp. 5,000,000
Alat pemipil jagung Rp. 4,000,000
Entong Rp. 100,000
Wadah Rp. 100,000
Lap Rp. 50,000
Pisau Rp. 50,000
Timbangan Rp. 2,000,000
Meja dan Kursi Rp. 800,000
Peralatan tambahan Rp. 85,000
Jumlah Investasi Rp. 15,685,000

Biaya Operasional per Bulan


Biaya Tetap
Penyusutan mesin disk mill 1/30 x Rp. 3.500.000 Rp. 116,667
Penyusutan mesin pengupas jagung 1/30 x Rp. 5.000.000 Rp. 166,667
Penyusutan alat pemipil jagung 1/30 x Rp. 4.000.000 Rp. 133,333
Penyusutan entong 1/30 x Rp. 100.000 Rp. 3,333
Penyusutan wadah 1/30 x Rp. 100.000 Rp. 3,333
Penyusutan lap 1/30 x Rp. 50.000 Rp. 3,333
Penyusutan pisau 1/30 x Rp. 50.000 Rp. 1,667
Penyusutan timbangan 1/30 x Rp. 2.000.000 Rp. 1,667
Penyusutan meja dan kursi 1/30 x Rp. 800.000 Rp. 66,667
Penyusutan alat tambahan 1/30 x Rp. 85.000 Rp. 26,667
Total Biaya Tetap Rp. 523,333

Biaya Variabel
Jagung Rp. 1,000,000 x 30 = Rp. 30,000,000
Plastik Rp. 200,000 x 30 = Rp. 6,000,000
Listrik Rp. 50,000 x 30 = Rp. 1,500,000
Karung Rp. 300,000 x 30 = Rp. 9,000,000
Biaya Variabel Rp. 46,500,000

Total Biaya Operasional


Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 47,023,333

Pendapatan per Bulan


Penjualan rata – rata =
20 arung x Rp. 100,000 = Rp. 2,000,000
Rp. 2,000,000 x 30 hr = Rp. 60,000,000

Keuntungan per Bulan


Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 60,000,000 – 47,023,333 = Rp. 12,976,667

Lama Balik Modal


Total Investasi / Keuntungan = Rp. 15,685,000 : 12,976,667 =1 bln

Administrasi usaha mencakup aspek perizinan usaha, surat menyurat, pencatatan transaksi
yang meliputi pencatatan transaksi keuangan dan pencatatan transaksi barang atau jasa
dan aspek pajak baik pajak pribadi maupun pajak usaha seperti ditunjukkan pada gambar
dibawah ini Aspek administrasi usaha.

Jadi, dari hitungan analisa usaha yang disediakan di atas Anda dapat mengetahui besarnya
keuntungan yang diperoleh setiap bulannya. Besarnya keuntungan yang diperoleh setiap
satu bulannya mencapai puluhan juta rupiah. Modal yang digunakan juga tidak terlalu besar
sehingga bisa dijalankan oleh siapa saja.