Anda di halaman 1dari 39

PELATIHAN KLINIS PERAWATAN KRITIS

INFEKSI PERNAFASAN AKUT BERAT

INFEKSI PERNAFASAN AKUT BERAT


(SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME - SARI)
DESAIN FASILITAS PERAWATAN
MODUL 1:
Tinjauan Umum Prinsip-prinsip Operasional Dasar Dan PPI Dalam Konteks
COVID-19
MARCH 2020
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dari Severe Acute Respiratory Infection (SARI) Treatment Facility Design,2020 . WHO
tidak bertanggung jawab atas konten atau keakuratan terjemahan ini. Dalam hal terjadi ketidakkonsistenan antara bahasa Inggris
dengan terjemahan bahasa Indonesia, maka versi bahasa Inggris asli adalah versi yang mengikat dan asli

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Tujuan Pembelajaran
Di akhir pembelajaran ini, Anda akan mampu untuk:

– Menjelaskan tujuan kesehatan masyarakat di semua tahap


kesiapan dan rencana respon
– Mengidentifikasi ventilasi dan pengaturan udara sebagai tindakan
PPI dalam konteks COVID-19;
– Menjelaskan berbagai cara penularan dan penerapan penggunaan
APD yang rasional.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Modul
Pembelajaran ini diselenggarakan dalam tiga bagian berbeda:

• 1A Tujuan kesehatan masyarakat dan strategi prioritas berdasarkan


skenario

• 1B Ventilasi dan pengaturan udara sebagai tindakan PPI dalam konteks


COVID-19

• 1C Cara penularan dan penggunaan APD yang rasional.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Modul: 1A

Modul 1A

Tujuan Kesehatan Masyarakat dan Prioritas Strategi


berdasar skenario

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi

Empat skenario transmisi yang diamati

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi

Empat skenario transmisi yang diamati


• Negara- negara tanpa kasus (tidak ada kasus);

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
fase Epidemi

Empat skenario transmisi yang diamati


• Negara- negara tanpa kasus (tidak ada kasus);
• Negara- negara dengan satu atau lebih kasus import atau local (kasus sporadic)

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi

Empat skenario transmisi yang diamati


• Negara- negara tanpa kasus (tidak ada kasus);
• Negara- negara dengan satu atau lebih kasus import atau local (kasus sporadic)
• Negara –negara yang mengalami kelompok kasus dalam waktu, lokasi geografik, atau paparan yang umum
(kelompok kasus)

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi

Empat skenario transmisi yang diamati


• Negara- negara tanpa kasus (tidak ada kasus);
• Negara- negara dengan satu atau lebih kasus import atau local (kasus sporadic)
• Negara –negara yang mengalami kelompok kasus dalam waktu, lokasi geografik, atau paparan yang umum
(kelompok kasus)
• Negara- negara yang mengalami penyebaran lebih besar dari transmisi local (transmisi komunitas)
HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi dan intervensi respon
1. Mengatur proses skrining dan triase.

2. Mempersiapkan bangsal COVID-19 di


fasilitas kesehatan (faskes)

No cases

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi dan intervensi respon
1. Mengatur proses skrining dan triase.

2. Mempersiapkan bangsal COVID-19 di


fasilitas kesehatan (faskes)

3. Menentukan area perawatan COVID-


19
Sporadic cases

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Fase Epidemi dan intervensi respon
1. Mengatur proses skrining dan triase.

2. Mempersiapkan bangsal COVID-19 di


fasilitas kesehatan (faskes)

3. Menentukan area perawatan COVID-


19
Clusters of cases 4. Pengalih fungsian bangunan yang
sudah ada.

5. Fasilitas komunitas

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
Phase Epidemi dan intervensi respon
1. Mengatur proses skrining dan triase.

2. Mempersiapkan bangsal COVID-19 di


fasilitas kesehatan (faskes)

3. Menentukan area perawatan COVID-


19
Community transmission 4. Pengalih fungsian bangunan yang
sudah ada.

5. Fasilitas komunitas

6. Fasilitas baru untuk COVID19

HEALTH
Epidemic phases and response interventions. Managing epidemics: Key facts about major
deadly diseases. WHO, 2018 EMERGENCIES
programme
ALUR RUJUKAN

Menurut skenario epidemiologi spesifik:


• Kasus sporadik (awal)
• Kluster: kelompok kasus yang
terpisah dengan epilink (transmisi
local)

HEALTH
EMERGENCIES
programme
ALUR RUJUKAN

Menurut skenario epidemiologi spesifik:

• Penularan komunitas: daerah yang


mengalami wabah dengan penularan
lokal, banyak yang tidak memiliki
hubungan epidemiologis yang dapat
diidentifikasi.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Fasilitas Komunitas

Ketika fasilitas kesehatan tidak lagi dapat


menangani pasien dengan penyakit ringan atau
sedang, lakukan isolasi pasien yang tidak
memiliki risiko tinggi (<60 tahun, tidak ada
penyakit penyerta)
Isolasi dapat dilakukan di fasilitas masyarakat
(misalnya stadion, gimnasium, hotel atau
tenda) dengan akses ke saran kesehatan cepat
(yaitu melalui pos kesehatan COVID-19 khusus
yang berdampingan, telemedicine) atau di
rumah sesuai dengan panduan WHO.

HEALTH
https://www.who.int/publications-detail/home-care-for-patients-with-suspected-novel-
coronavirus-(ncov)-infection-presenting-with-mild-symptoms-and-management-of-contacts EMERGENCIES
programme
KAPASITAS LONJAKAN
Kapasitas lonjakan mencakup:

• Manajemen Sumber Daya Manusia, terutama staffing


• .Persediaan, peralatan, logistik dan mekanisme pasokan;
• Keahlian khusus untuk bidang perawatan kritis; dan
• Pengelolaan keseluruhan sumber daya rumah sakit, seperti memperluas
ruang dan bangunan.
• Perencanaan kapasitas lonjakan harus memungkinkan peningkatan
kegiatan secara progresif dalam beberapa tahap, dengan ambang aktivasi
yang jelas untuk setiap tahap
HEALTH
EMERGENCIES
programme
Kapasitas Lonjakan- dari tingkat keparahan ke
gabungan

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Kapasitas Lonjakan- dari tingkat keparahan ke
gabungan
Kapasitas lonjakan:

Jika diperlukan, fasilitas yang


besar dapat digunakan untuk
menyiapkan bangsal tergabung
untuk pasien yang parah dan
kritis.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Modul: 1B

Modul 1B

Ventilasi dan pengaturan udara sebagai tindakan PPI dalam konteks


COVID-19

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Ventilasi

Tujuan ventilasi adalah untuk memberikan udara yang sehat untuk bernafas dengan
cara mengencerkan polutan yang berasal dari gedung dan menghilangkan nya.

Ventilasi bangunan memiliki tiga elemen dasar:

• Tingkat ventilasi - jumlah udara luar yang disediakan ke dalam ruang, dan kualitas
udara luar;
• Arah aliran udara - arah aliran udara keseluruhan dalam suatu bangunan, yang harus
dari zona bersih ke zona kotor; dan
• Distribusi udara atau pola aliran udara - udara eksternal harus dikirim ke setiap
bagian ruang secara efisien dan polutan udara yang dihasilkan di setiap bagian ruang
juga harus dihilangkan dengan cara yang efisien.

HEALTH
Atkinson, J., Chartier, Y., Pessoa-silva, C. L., Jensen, P. & Li, Y. Natural Ventilation for
Infection Control in Health-Care Settings Edited by : WHO Publ. (2009).
EMERGENCIES
programme
Ventilasi
Tiga metode yang dapat digunakan untuk ventilasi sebuah bangunan:

Natural ventilasi Ventilasi mekanik Ventilasi campuran


Kekuatan alam (mis. Angin) Kipas mekanik menggerakkan Ventilasi hybrid (mode
menggerakkan udara luar ventilasi mekanis. Kipas dapat campuran) bergantung pada
melalui bukaan bangunan dipasang langsung di jendela kekuatan penggerak alami
seperti jendela, pintu, atau dinding, atau dipasang di untuk memberikan laju aliran
cerobong surya, menara angin saluran udara untuk memasok (desain) yang
dan ventilator kecil udara ke, atau membuang diinginkan.Penggunaan
udara dari, ruangan. ventilasi mekanis ini ketika laju
aliran ventilasi alami terlalu
rendah. EMERGENCIES
HEALTH
Atkinson, J., Chartier, Y., Pessoa-silva, C. L., Jensen, P. & Li, Y. Natural Ventilation for
Infection Control in Health-Care Settings Edited by : WHO Publ. (2009). programme
Ventilasi
Sistem Ventilasi yang Sistem pembuangan
Area layanan
Keputusan untuk diusulkan udara yang diusulkan
Area staff ventilasi alami Dilusi
menggunakan ventilasi
Triase ventilasi alami Dilusi
mekanis atau alami untuk Ruang tunggu ventilasi alami Dilusi
pengendalian infeksi harus ventilasi alami Dilusi
Ruang sampling
didasarkan pada Ventilasi campuran HEPA filter

kebutuhan, ketersediaan kasus ringan dan sedang ventilasi alami Dilusi

sumber daya dan biaya Ruang rawat kasus parah Ventilasi campuran Dilusi
dan kritis Ventilasi mekanik HEPA filter
sistem untuk memberikan
Zona pembuangan limbah ventilasi alami Dilusi
kontrol terbaik dalam
kamar jenazah ventilasi alami Dilusi
mengatasi risiko.
Atkinson, J., Chartier, Y., Pessoa-silva, C. L., Jensen, P. & Li, Y. Natural Ventilation for Infection Control HEALTH

[1]
in Health-Care Settings Edited by : WHO Publ. (2009).
EMERGENCIES
programme
For a safe dilution the air should be exhausted directly to the outside away from air-intake vents, persons, and animals
Ventilasi – Ventilasi campuran
Ventilasi top-down (bertumpuk dengan
bantuan kipas ditambah menara angin)

Extractor udara akan dengan mudah


memungkinkan untuk mengontrol tingkat
ventilasi, memenuhi standar ACH yang
diperlukan dan memastikan aliran udara
top-down searah yang konstan.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Cara memasang ekstraktor udara

Di negara-negara beriklim hangat,


karena suhu dan tekanan, aliran
udara secara alami akan bergerak
ke arah yang berlawanan.
Untuk alasan ini, penting bahwa
ekstraktor udara dihidupkan
setiap kali ruangan ditempati.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
Pengaturan Udara

Udara dari ruangan dapat habis langsung ke luar rumah di mana droplet nuklei akan diencerkan di
udara luar. Sangat penting untuk membuang udara dari ventilasi asupan udara, orang, dan hewan.

Jika karena alasan struktural proses dilusi tidak dimungkinkan, udara kotor harus melewati filter udara
partikulat efisiensi tinggi (HEPA) yang menghilangkan sebagian besar (99,97%) dari droplet nuklei.

PENGENCERAN ADALAH CARA YANG DIREKOMENDASIKAN


Bagaimanapun, jika tidak
DISARANKAN HEPA FILTERS atau PORTABLE HEPA SYSTEMS

HEALTH
CDC. centre for Disease Control and Prevention. Chapter 7-Tuberculosis Infection Control.
(2017).
EMERGENCIES
programme
Pengatur Udara Jenuh- HEPA

HEPA adalah jenis saringan udara mekanis


berlipit. Ini adalah akronim untuk “High Wind tower

Efficiency Particulate Air (filter) ". Jenis


filter udara ini secara teoritis dapat
menghilangkan setidaknya 99,97% debu,
serbuk sari, jamur, bakteri, dan partikel
udara apa pun dengan ukuran 0,3 mikron
(μm). Extraction fan

HEPA filter

HEALTH
CDC. centre for Disease Control and Prevention. Chapter 7-Tuberculosis Infection Control.
(2017).
EMERGENCIES
programme
Pengatur udara Jenuh – portable HEPA
Untuk menyederhanakan instalasi,
mengurangi waktu konstruksi dan Wind tower
memastikan pengolahan udara yang
tepat, fasilitas dapat mengambil manfaat
dari penggunaan unit filter HEPA portabel
yang dilengkapi dengan fitting / ducting
yang tepat untuk membuang udara dari
ruangan yang dipilih untuk menciptakan
laju aliran ventilasi yang diperlukan dan
pengaturan udara yang jenuh HEPA filter

HEALTH
CDC. centre for Disease Control and Prevention. Chapter 7-Tuberculosis Infection Control.
(2017).
EMERGENCIES
programme
Pengatur Udara Jenuh - Ultraviolet Germicidal Irradiation (UVGI)
UVGI adalah radiasi elektromagnetik
Wind tower
yang dapat menghancurkan kemampuan
mikroorganisme untuk bereproduksi
dengan menyebabkan perubahan Wind turbines
fotokimia dalam asam nukleat.
UVGI tidak direkomendasikan sebagai
sistem yang berdiri sendiri tetapi hanya UV
lamps Extraction
sebagai pelengkap filtrasi HEPA dalam fan
hal resirkulasi udara.
Air duct
(sealed space)

HEALTH
Reed, N. G. The history of ultraviolet germicidal irradiation for air disinfection. Public Health
Reports vol. 125 15–27 (2010).
EMERGENCIES
programme
Modul: 1C

Modul 1C

CARA PENULARAN dan PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI


(APD) YANG RASIONAL

HEALTH
EMERGENCIES
programme
CARA PENULARAN

Agar infeksi menyebar,


semua rantai harus
terhubung.
Tujuan PPI adalah untuk
memutus hubungan dari
rantai untuk mencegah
pindahnya patogen.

http://ottawapublichealth.ca/en/professional.and.partners/chain.of.infection.aspx HEALTH
EMERGENCIES
programme
CARA PENULARAN
Direct Vertical Mother to child

Agen infeksi dapat Direct


contact
Transmission
Direct Horizontal Direct physical transfer between one susceptible
ditularkan dari reservoir Contact Transmission host and an infected/colonized person

alami ke inang yang rentan Indirect


Personal contact between a susceptible host and a
contaminated intermediate object, usually
dengan cara yang berbeda. contact inanimate

Ada berbagai klasifikasi Airborne By inhalation of infective small particles (< 5 µ)


which once dispersed remain suspended in the air.
untuk mode transmisi. Droplet By inhalation of infective large particles via close
contact with an infected patient sneezing or

Untuk dapat menilai risiko


coughing
Vector Contact (e.g. stings, bites) with insects, arthropods

dan merasionalisasi APD, and other parasites contaminated by excreta,

penting untuk memahami


secretions or blood from infected patients
Vehicle Water borne Transmission through contaminated water

cara penularan. Food borne Transmission through contaminated food

HEALTH
EMERGENCIES
programme
CARA PENULARAN
Direct Vertical Mother to child
Direct Transmission
contact Direct Horizontal Direct physical transfer between one susceptible
Contact Transmission host and an infected/colonized person
Personal contact between a susceptible host and a
Indirect contaminated intermediate object, usually
contact inanimate

COVID-19 Airborne By inhalation of infective small particles (< 5 µ)


which once dispersed remain suspended in the air.

Droplet By inhalation of infective large particles via close


contact with an infected patient sneezing or
coughing

Vector Contact (e.g. stings, bites) with insects, arthropods


and other parasites contaminated by excreta,
secretions or blood from infected patients

Vehicle Water borne Transmission through contaminated water

Food borne Transmission through contaminated food

HEALTH
EMERGENCIES
programme
CARA PENULARAN
Direct Vertical Mother to child
Direct Transmission
contact Direct Horizontal Direct physical transfer between one susceptible
Contact Transmission host and an infected/colonized person
Personal contact between a susceptible host and a
Indirect contaminated intermediate object, usually
contact inanimate

COVID-19 Airborne By inhalation of infective small particles (< 5 µ)


which once dispersed remain suspended in the air.

Droplet By inhalation of infective large particles via close


contact with an infected patient sneezing or
coughing

Vector Contact (e.g. stings, bites) with insects, arthropods


and other parasites contaminated by excreta,
secretions or blood from infected patients

Vehicle Water borne Transmission through contaminated water

Food borne Transmission through contaminated food

HEALTH
EMERGENCIES
programme
CARA PENULARAN
Direct Vertical Mother to child
Direct Transmission
contact Direct Horizontal Direct physical transfer between one susceptible
Contact Transmission host and an infected/colonized person
Personal contact between a susceptible host and a
Indirect contaminated intermediate object, usually
contact inanimate

COVID-19 Airborne By inhalation of infective small particles (< 5 µ)


which once dispersed remain suspended in the air.

Droplet By inhalation of infective large particles via close


contact with an infected patient sneezing or
coughing

Vector Contact (e.g. stings, bites) with insects, arthropods


and other parasites contaminated by excreta,
HANYA ketika melakukan prosedur
secretions or blood from infected patients
penghasil aerosol, seperti intubasi trakea, Water borne Transmission through contaminated water
Vehicle
ventilasi non-invasif, dll. Food borne Transmission through contaminated food

HEALTH
EMERGENCIES
programme
PEMAKAIAN APD YANG RASIONAL
• Gunakan penghalang fisik untuk mengurangi paparan
virus, seperti kaca atau jendela plastik. Pendekatan ini
dapat diterapkan di area layanan kesehatan di mana
pasien pertama kali datang, seperti bidang triase, meja
pendaftaran di UGD atau di jendela farmasi tempat
obat dikumpulkan.

HEALTH
Katwa ETC, North Kivu, D.R.Congo, 2019
EMERGENCIES
programme
PEMAKAIAN APD yang RASIONAL
• Gunakan penghalang fisik untuk mengurangi paparan virus,
seperti kaca atau jendela plastik. Pendekatan ini dapat
diterapkan di area layanan kesehatan di mana pasien pertama
kali hadir, seperti bidang triase, meja pendaftaran di UGD atau di
jendela farmasi tempat obat dikumpulkan.

• Batasi petugas layanan kesehatan dari memasuki kamar pasien


SARI jika mereka tidak terlibat dalam perawatan langsung.
Pertimbangkan melakukan beberapa kegiatan sekaligus untuk
meminimalkan kerapnya ruangan dimasuki (mis., Periksa tanda-
tanda vital selama administrasi pengobatan atau minta makanan
diantarkan oleh petugas kesehatan saat mereka melakukan
perawatan lain) dan rencanakan kegiatan mana yang akan
dilakukan di samping tempat tidur.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
08 May 2020

Bibliography
• World Health Organization(WHO). Infection prevention and control of epidemic- and pandemic-prone acute respiratory infections in health care. WHO Guidel. 1–156 (2014).

• World Health Organization. Infection prevention and control during health care when novel coronavirus (nCoV) infection is suspected Interim guidance January 20200125. 1–3 (2020).

• World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. (2009).

• Michigan Occupational Safety & Health. VENTILATION: ENGINEERING CONTROLS FOR TB. (2017).

• World Health Organization (WHO). Home care for patients with suspected novel coronavirus ( nCoV ) infection presenting with mild symptoms and management of contacts. 4–6 (2020).

• World Health Organization. Clinical management of severe acute respiratory infection when novel coronavirus (nCoV) infection is suspected. 12 (2020).

• Awbi, H. B. Ventilation and Air Distribution Systems in Buildings. Front. Mech. Eng. (2016) doi:10.3389/fmech.2015.00004.

• Atkinson, J., Chartier, Y., Pessoa-silva, C. L., Jensen, P. & Li, Y. Natural Ventilation for Infection Control in Health-Care Settings Edited by : WHO Publ. (2009).

• CDC. centre for Disease Control and Prevention. Chapter 7-Tuberculosis Infection Control. (2017).

• Kowalski, W. Ultraviolet germicidal irradiation handbook: UVGI for air and surface disinfection. Ultraviolet Germicidal Irradiation Handbook: UVGI for Air and Surface Disinfection (2009).

• Tseng, C. C. & Li, C. S. Inactivation of virus-containing aerosols by ultraviolet germicidal irradiation. Aerosol Sci. Technol. 39, 1136–1142 (2005).

• Welch, D. et al. Far-UVC light : A new tool to control the spread of airborne-mediated microbial diseases. Sci. Rep. 1–7 (2018) doi:10.1038/s41598-018-21058-w.

• Seltsam, A. Inactivation of three emerging viruses – severe acute respiratory syndrome coronavirus , Crimean – Congo haemorrhagic fever virus and Nipah virus – in platelet concentrates by
ultraviolet C light and in plasma by methylene blue plus visible light. Vox Sang. - Int. Soc. Blood Transfus. 1–6 (2020) doi:10.1111/vox.12888.

HEALTH
EMERGENCIES
programme
08 May 2020

Thank you

Luca Fontana – WHO - WASH/IPC Highly Infectious Pathogens Expert


Anna Silenzi – WHO - Architect

HEALTH
EMERGENCIES
programme