Anda di halaman 1dari 9

Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan

dalam konteks COVID-19


Panduan interim
15 Mei 2020

Latar Belakang nontradisional9 bagi orang-orang dengan COVID-19 yang


mengalami sakit ringan tanpa komplikasi.
Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran
pernapasan yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 (virus Transmisi virus COVID-19 dikaitkan dengan kontak erat
COVID-19). Virus COVID-19 umumnya ditransmisikan antara orang-orang di tempat-tempat tertutup seperti rumah
melalui kontak fisik erat dan percikan (droplet) dari saluran tangga, tempat perawatan kesehatan, dan lingkungan panti
pernapasan, sedangkan transmisi melalui udara (airborne) jompo serta lembaga hunian.10 Selain itu, di tempat-tempat
dapat terjadi saat prosedur medis yang menghasilkan aerosol selain tempat perawatan kesehatan seperti gedung, pusat
dilakukan.1 Pada saat panduan ini diterbitkan, penelitian- komunitas keagamaan, pasar, angkutan, dan tempat-tempat
penelitian yang ada belum secara meyakinkan mengaitkan usaha yang dapat diakses secara umum, penularan COVID-19
transmisi virus COVID-19 dengan permukaan lingkungan diketahui mudah terjadi.10,11 Meskipun peran transmisi fomit
yang terkontaminasi. Namun, dokumen panduan interim ini dan pentingnya disinfeksi di luar lingkungan pelayanan
mempertimbangkan bukti kontaminasi permukaan di tempat kesehatan masih belum diketahui secara pasti, dokumen ini
perawatan kesehatan2 dan pengalaman-pengalaman telah mengadaptasi prinsip-prinsip pencegahan dan
sebelumnya mengenai kontaminasi permukaan yang kemudian pengendalian infeksi yang dirancang untuk memitigasi
dikaitkan dengan transmisi infeksi coronavirus-coronavirus penyebaran patogen di tempat perawatan kesehatan, seperti
lain. Karena itu, panduan ini bertujuan untuk mengurangi pembersihan dan disinfeksi, sehingga prinsip-prinsip tersebut
peran fomit dalam penularan COVID-19 di tempat pelayanan dapat diterapkan di lingkungan selain lingkungan pelayanan
kesehatan3 dan tempat selain perawatan kesehatan.4 kesehatan. * Di semua tempat, termasuk tempat-tempat di mana
pembersihan dan disinfeksi berkala tidak memungkinkan
Permukaan lingkungan di tempat pelayanan kesehatan untuk dijalankan karena keterbatasan sumber daya, sering
meliputi perabotan dan barang-barang tetap di dalam dan di mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah harus
luar kamar dan kamar mandi pasien, seperti meja, kursi, menjadi pendekatan pencegahan utama untuk mengurangi
tembok, tombol lampu dan aksesoris komputer, peralatan kemungkinan penularan terkait kontaminasi permukaan.21
elektronik, wastafel, toilet, serta permukaan peralatan medis
nonkritis seperti manset pengukur tekanan darah, stetoskop, Seperti coronavirus-coronavirus lainnya, SARS-CoV-2
kursi roda, dan inkubator.5 Di tempat selain perawatan merupakan virus berselubung yang memiliki selubung lipid
kesehatan, permukaan lingkungan meliputi wastafel dan toilet, luar yang rapuh, sehingga SARS-CoV-2 lebih rentan terhadap
alat-alat elektronik (layar sentuh dan alat pengatur), perabotan, disinfektan dibandingkan virus-virus tanpa selubung seperti
dan barang-barang tetap lainnya seperti meja dan lemari dapur, rotavirus, norovirus, dan poliovirus.22 Persistensi virus
pegangan tangga, lantai, dan tembok. COVID-19 pada berbagai jenis permukaan sudah dievaluasi
dalam penelitian-penelitian. Salah satu penelitian menemukan
Permukaan lingkungan tempat perawatan kesehatan di mana bahwa virus COVID-19 tetap viabel hingga 1 hari pada kain
prosedur-prosedur medis dijalankan lebih mungkin dan kayu, hingga 2 hari pada kaca, hingga 4 hari pada stainless
terkontaminasi virus COVID-19.6-8 Karena itu, permukaan- steel dan plastik, dan hingga 7 hari pada lapisan luar masker
permukaan ini, terutama di tempat di mana pasien COVID-19 medis.23 Penelitian lain menemukan bahwa virus COVID-19
dirawat, harus dibersihkan dan didisinfeksi dengan tepat guna bertahan selama 4 jam pada tembaga, 24 jam pada kardus, dan
mencegah penularan lebih lanjut. Anjuran ini juga berlaku di hingga 72 jam pada plastik dan stainless steel.24 Virus COVID-
tempat-tempat isolasi alternatif seperti rumah dan fasilitas 19 juga bertahan di berbagai tingkat pH dan suhu ambien tetapi
rentan terhadap panas dan metode disinfeksi standar.23 Namun,

*
Topik dokumen-dokumen panduan interim WHO yang ada layanan pemakaman,13 tempat kerja,14 sektor pangan,15 sektor
mengenai lingkungan pelayanan kesehatan, termasuk akomodasi,16 sektor penerbangan,17 sektor kemaritiman,18
rekomendasi-rekomendasi pembersihan dan disinfeksi sekolah, 19 dan lembaga pemasyarakatan dan tempat-tempat
lingkungan, mencakup tempat komunitas keagamaan,12 penahanan lainnya.20
-1-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

penelitian-penelitian ini dijalankan dalam kondisi pemantauan, pemeriksaan dan umpan balik, pengingat, dan
laboratorium tanpa menjalankan pembersihan dan disinfeksi penempatan salinan SOP di area-area utama.
dan harus diinterpretasikan secara hati-hati untuk lingkungan
dunia nyata. Pelatihan bagi staf pembersihan harus didasarkan pada
kebijakan dan SOP fasilitas pelayanan kesehatan dan pedoman
Tujuan dokumen ini adalah memberikan panduan tentang nasional. Pelatihan harus terstruktur, memiliki sasaran yang
pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam jelas, dan disampaikan dengan cara yang tepat (seperti melalui
konteks COVID-19. partisipasi peserta sesuai tingkat literasi). Pelatihan juga harus
bersifat wajib pada saat induksi staf di tempat kerja yang baru.
Panduan ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, tenaga Program pelatihan harus mencakup instruksi tentang penilaian
kesehatan masyarakat, dan badan-badan kesehatan yang risiko dan memastikan kompetensi yang nyata dalam hal
menyusun serta memberlakukan kebijakan-kebijakan dan persiapan disinfektan secara aman, pembersihan mekanis dan
prosedur-prosedur operasi standar (SOP) pembersihan dan penggunaan peralatan secara aman, kewaspadaan standar, dan
disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19. † kewaspadaan berbasis penularan. Disarankan agar kursus-
Prinsip-prinsip pembersihan dan disinfeksi
kursus pengingat /refreshing (refresher courses) dijalankan
guna mendorong dan memperkuat praktik baik. Di fasilitas
lingkungan pelayanan kesehatan dan gedung-gedung umum, poster atau
panduan lain sebaiknya dipasang sehingga mudah dilihat oleh
Pembersihan membantu membersihkan patogen atau
petugas kebersihan dan orang-orang lain guna memandu dan
mengurangi beban patogen secara signifikan; pembersihan
mengingatkan tentang prosedur persiapan dan penggunaan
merupakan langkah pertama yang penting dalam proses
disinfektan yang tepat.
disinfeksi. Pembersihan dengan air, sabun (atau detergen
netral), dan bentuk tindakan mekanis tertentu (menyikat atau
menggosok) membersihkan dan mengurangi debu, serpihan,
dan materi-materi organik lain seperti darah, sekresi, dan Teknik dan suplai pembersihan dan disinfeksi
ekskresi, tetapi tidak membunuh mikroorganisme.25 Materi
organik dapat menghalangi kontak langsung antara disinfektan Pembersihan harus dijalankan mulai dari area yang paling
dengan permukaan dan menonaktifkan sifat-sifat germisida terlihat bersih ke area yang paling terlihat kotor dan dari atas
atau moda aksi disinfektan-disinfektan tertentu. Karena itu, ke bawah sehingga serpihan jatuh ke lantai dan dibersihkan
disinfektan kimia seperti klorin atau alkohol sebaiknya belakangan secara sistematis agar tidak ada area yang
terlewatkan. Gunakan kain bersih setiap kali memulai sesi
digunakan setelah pembersihan untuk membunuh
mikroorganisme-mikroorganisme yang tersisa. pembersihan yang baru (seperti pembersihan rutin di bangsal
perawatan umum). Singkirkan kain yang tidak lagi cukup
Larutan disinfektan harus dipersiapkan dan digunakan sesuai basah dengan larutan disinfektan. Untuk area-area yang
anjuran pembuatnya mengenai volume dan waktu kontak. dianggap berisiko kontaminasi virus COVID-19 tinggi, setiap
Konsentrasi yang tidak cukup dilarutkan saat dipersiapkan tempat tidur pasien sebaiknya dibersihkan dengan kain yang
(terlalu tinggi atau terlalu rendah) dapat mengurangi baru. Kain yang sudah kotor harus diproses ulang dengan tepat
efektivitas larutan disinfektan. Konsentrasi yang tinggi setelah setiap digunakan dan harus ada SOP tentang frekuensi
meningkatkan paparan bahan kimia pada pengguna dan juga mengganti kain.
dapat merusak permukaan. Larutan disinfektan sebaiknya
diberikan dalam jumlah yang cukup sehingga permukaan Peralatan pembersihan (misalnya, ember) harus dipelihara
dapat tetap basah dan tidak disentuh dalam waktu yang cukup dengan baik. Peralatan yang digunakan untuk area isolasi
bagi disinfektan untuk menonaktifkan patogen, sesuai anjuran pasien COVID-19 sebaiknya diberi kode warna dan
pembuatnya. dipisahkan dari peralatan lainnya. Larutan detergen atau
disinfektan terkena kontaminasi dalam proses pembersihan
dan menjadi semakin tidak efektif jika muatan organiknya
terlalu tinggi, sehingga penggunaan larutan yang sama secara
Pelatihan di tempat pelayanan kesehatan terus-menerus dapat memindahkan mikroorganisme ke
permukaan-permukaan yang dibersihkan berikutnya. Oleh
Pembersihan lingkungan merupakan intervensi pencegahan
karena itu, larutan detergen dan/atau disinfektan harus dibuang
dan pengendalian infeksi yang kompleks yang memerlukan
setelah digunakan di area dengan pasien suspek/terkonfirmasi
pendekatan dari berbagai sisi, yang dapat mencakup pelatihan,


Dokumen ini tidak ditujukan untuk menjadi panduan lengkap Best practices for environmental cleaning in healthcare
tentang praktik pembersihan dan disinfeksi lingkungan. Hal ini facilities in resource limited settings.26. Panduan ini tidak
dibahas di dalam pedoman-pedoman relevan lainnya seperti membahas prosedur-prosedur dekontaminasi instrumen dan
Essential environmental health standards in health care alat-alat medis semikritis dan kritis. Topik ini dapat dilihat di
WHO25 dan dokumen bersama U.S. Centers for Disease dokumen WHO Decontamination and reprocessing of medical
Control and Prevention & Infection Control Africa Network devices for health-care facilities.27
-2-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

COVID-19. Disarankan agar disiapkan larutan baru setiap hari Konsentrasi klorin yang tinggi dapat menyebabkan korosi
atau setiap gilir pembersihan. Ember harus dicuci dengan pada logam dan iritasi pada kulit atau selaput mukus, serta
detergen, dibilas, dikeringkan, dan disimpan dalam posisi kemungkinan efek-efek samping terkait bau klorin pada orang-
terbalik agar kering sepenuhnya saat tidak digunakan.28 orang yang rentan seperti penderita asma.32

Produk-produk natrium hipoklorit dengan berbagai tingkat


konsentrasi yang diperdagangkan dapat langsung dipakai di
Produk-produk untuk pembersihan dan disinfeksi berbagai tempat. Di Eropa dan Amerika Utara, konsentrasi
lingkungan klorin pada produk-produk yang secara umum bervariasi
antara 4% dan 6%.34 Konsentrasi juga dapat bervariasi, sesuai
Ikuti instruksi pembuat untuk memastikan bahwa disinfektan peraturan nasional dan formulasi pembuat. Untuk
disiapkan dan ditangani secara aman sambil menggunakan alat mendapatkan konsentrasi yang diinginkan, natrium hipoklorit
pelindung diri (APD) yang sesuai untuk menghindari paparan perlu dipersiapkan dengan cara melarutkan natrium hipoklorit
bahan kimia.26 cair yang bersifat basa dengan proporsi tertentu air bersih dan
jernih sehingga dihasilkan konsentrasi akhir yang diinginkan
Pemilihan disinfektan harus mempertimbangkan
(Tabel 1).34
mikroorganisme yang ingin dibersihkan serta konsentrasi dan
waktu kontak yang dianjurkan, kesesuaian dengan disinfektan
kimia dan permukaan yang akan ditangani, toksisitas, Tabel 1. Penghitungan konsentrasi natrium hipoklorit
kemudahan penggunaan, dan stabilitas produk. Pemilihan
disinfektan harus memenuhi persyaratan pemasaran [% klorin dalam natrium hipoklorit cair / % klorin yang
pemerintah setempat, termasuk semua peraturan yang berlaku diinginkan] − 1 = Total bagian air per bagian natrium
untuk sektor-sektor tertentu, seperti sektor pelayanan hipoklorit.
kesehatan dan sektor industri pangan misalnya. ‡
Contoh: [5% dalam natrium hipoklorit cair / 0,5% klorin
yang diinginkan] − 1 = 9 bagian air per bagian natrium
Penggunaan produk berbasis klorin hipoklorit
Produk berbasis hipoklorit mencakup formulasi cairan
(natrium hipoklorit), padat, atau bubuk (kalsium hipoklorit). Di berbagai tempat mungkin juga tersedia formulasi padat
Formulasi-formulasi ini larut dalam air atau menciptakan hipoklorit (bubuk atau granula). Formulasi padat tersedia
larutan klorin cair encer yang mengandung asam hipoklor dalam bentuk hipoklorit uji tinggi (high-test
(HOCl) tidak terdisosiasi yang menjadi senyawa antimikroba. hypochlorite/HTH) terkonsentrasi (65-70%) dan dalam bentuk
Hipoklorit menunjukkan rentang keaktifan antimikroba yang bubuk klorin atau kalsium hipoklorit (35%). Untuk
luas dan pada berbagai tingkat konsentrasi, efektif melawan menghasilkan konsentrasi akhir yang diinginkan, berat (dalam
beberapa patogen umum. Misalnya, hipoklorit efektif satuan gram) kalsium hipoklorit yang ditambahkan per liter air
melawan rotavirus di tingkat konsentrasi 0,05% (500 bagian dapat dihitung dengan rumus di Tabel 2.
tiap juta), tetapi untuk patogen-patogen yang sangat resistan di
tempat pelayanan kesehatan seperti C. auris dan C. difficile,
diperlukan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi di angka 0,5% Tabel 2. Penghitungan larutan klorin dengan kalsium
(5000 bagian tiap juta).30,31 hipoklorit

Tingkat konsentrasi 0,1% (1000 bagian tiap juta) yang [% klorin yang diinginkan / % klorin dalam bentuk bubuk
dianjurkan dalam konteks COVID-19 merupakan tingkat atau granula hipoklorit] × 1000 = Gram bubuk kalsium
konsentrasi konservatif yang akan menonaktifkan sebagian hipoklorit per liter air.
besar patogen yang mungkin ada di tempat pelayanan
kesehatan. Namun, untuk darah dan cairan tubuh dalam Contoh: [0,5% klorin yang diinginkan / 35% dalam bentuk
volume yang besar (lebih dari 10 mL), dianjurkan tingkat bubuk hipoklorit] × 1000 = 0,0143 × 1000 = 14.3
konsentrasi 0,5% (5000 bagian per juta).26
Jadi, Anda harus melarutkan 14,3 gram bubuk kalsium
Hipoklorit akan cepat menjadi tidak aktif jika ada materi hipoklorit per liter air untuk membuat larutan klorin 0,5%.
organik; karena itu, terlepas dari konsentrasi hipoklorit yang
digunakan, permukaan harus dibersihkan secara menyeluruh Klorin dapat cepat luruh di dalam larutan, tergantung sumber
terlebih dahulu dengan sabun dan air atau detergen dan klorin dan kondisi lingkungan, seperti suhu ambien atau
tindakan mekanis seperti menggosok atau menggesek. paparan sinar UV. Larutan klorin sebaiknya disimpan dalam


Daftar disinfektan yang digunakan untuk melawan virus diingat bahwa pencantuman suatu disinfektan di dalam daftar
COVID-19 masih aktif dimutakhirkan oleh U.S. ini bukan berarti EPA mempromosikan disinfektan tersebut.29
Environmental Protection Agency (EPA), di mana perlu
-3-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

wadah yang tidak bening serta di area tertutup berventilasi baik pembersihan terminal (pembersihan kamar setelah pasien
yang tidak terpapar pada sinar matahari langsung.35 Larutan pulang atau dipindahkan), saat kamar kosong sehingga
klorin paling stabil di tingkat pH tinggi (>9) tetapi sifat-sifat keamanan staf dan pasien terjaga. Teknologi-teknologi ini
disinfektan klorin lebih kuat di tingkat pH rendah (<8). melengkapi tetapi tidak menggantikan prosedur pembersihan
Larutan klorin 0,5% dan 0,05% telah terbukti stabil selama manual, yang tetap dibutuhkan.44 Jika teknologi disinfeksi
lebih dari 30 hari pada temperatur 25-35°C dengan pH di atas nirsentuh digunakan, permukaan lingkungan harus
9. Namun, larutan klorin dengan pH lebih rendah memiliki dibersihkan manual terlebih dahulu dengan menyikat atau
masa simpan yang lebih pendek.36 Dengan demikian, idealnya, menggosok untuk membersihkan materi organik.44
setiap hari disiapkan larutan klorin baru. Jika tidak
memungkinkan dan larutan klorin harus digunakan selama Penyemprotan atau fogging area luar ruangan seperti jalan atau
beberapa hari, larutan klorin harus diuji setiap harinya untuk pasar juga tidak direkomendasikan untuk membunuh virus
memastikan bahwa konsentrasi klorin terjaga. Beberapa uji COVID-19 atau patogen-patogen lain karena debu dan
dapat digunakan untuk mengukur kekuatan klorin. Dari uji serpihan menonaktifkan disinfektan sedangkan materi organik
yang paling akurat hingga yang paling tidak akurat, uji-uji dari tempat-tempat tersebut tidak mungkin dibersihkan semua.
tersebut dapat mencakup titrasi kimia, spektrometri atau Lebih lagi, menyemprot permukaan yang berpori seperti
kolorimetri kimia, roda warna, dan strip uji.37 trotoar dan jalur jalan kaki tanpa ubin semakin tidak efektif.
Bahkan jika tidak ada materi organik, penyemprotan bahan
kimia kemungkinan tidak cukup mencapai semua permukaan
selama durasi waktu kontak yang diperlukan untuk
Menyemprotkan disinfektan dan metode menonaktifkan patogen. Selain itu, jalanan dan trotoar tidak
nirsentuh lainnya dipandang termasuk reservoir infeksi COVID-19.
Penyemprotan disinfektan di luar ruangan sekalipun juga dapat
Di dalam ruangan, pemberian disinfektan pada permukaan membahayakan kesehatan manusia.
lingkungan secara rutin dengan cara penyemprotan atau
fogging (atau disebut juga fumigasi atau pengabutan) tidak Menyemprot orang dengan disinfektan (seperti di dalam bilik,
disarankan untuk COVID-19. Sebuah penelitian menunjukkan kotak, atau terowongan) dalam keadaan apa pun tidak
bahwa penyemprotan sebagai strategi disinfeksi utama tidak direkomendasikan. Tindakan ini dapat merugikan secara
efektif membersihkan kontaminan-kontaminan di luar zona fisik dan psikologis dan tidak akan mengurangi kemampuan
semprot langsung.38 Selain itu, menyemprotkan disinfektan orang yang terinfeksi untuk menyebarkan virus melalui
dapat menimbulkan risiko bagi mata, saluran pernapasan, atau droplet atau kontak. Selain itu, menyemprot orang dengan
iritasi kulit dan imbasnya pada kesehatan.39 Penyemprotan klorin dan bahan kimia beracun lainnya dapat menyebabkan
atau fogging bahan kimia tertentu seperti formalin, agen iritasi mata dan kulit, bronkospasme akibat terhirupnya bahan
berbasis klorin, atau senyawa amonium kuarterner tidak kimia, dan efek pada pencernaan seperti mual dan muntah.40,45
direkomendasikan karena efek-efek sampingnya pada
kesehatan petugas di fasilitas-fasilitas yang sudah menerapkan
metode-metode ini.40,41 Menyemprotkan disinfektan pada Lingkungan tempat perawatan kesehatan
permukaan lingkungan di tempat pelayanan kesehatan dan
tempat selain perawatan kesehatan selain rumah pasien belum Pembersihan dan disinfeksi lingkungan di fasilitas klinis
tentu efektif membersihkan materi organik dan mungkin tidak nontradisional dan tempat perawatan kesehatan di rumah harus
menjangkau permukaan yang terhalang benda, kain yang mengikuti SOP yang terperinci yang disertai pembagian
terlipat, atau permukaan dengan bentuknya rumit. Jika akan tanggung jawab yang jelas (misalnya, staf tata graha atau staf
digunakan, disinfektan diberikan dengan kain atau tisu yang klinis) mengenai jenis permukaan dan frekuensi pembersihan
telah dibasahi dengan disinfektan. (Tabel 3). Pembersihan lingkungan pada permukaan dan
benda yang banyak disentuh seperti tombol lampu, pembatas
Beberapa negara telah mengizinkan penggunaan teknologi tempat tidur, gagang pintu, pompa infus, meja, teko
pemberian disinfektan kimia nirsentuh (seperti uap hidrogen air/minuman, nampan, pegangan kereta dorong, dan wastafel
peroksida) di fasilitas pelayanan kesehatan seperti pemberian yang harus sering dilakukan harus mendapat perhatian khusus.
disinfektan sejenis fogging.42 Selain itu, alat-alat yang Namun, semua permukaan yang dapat disentuh harus
menggunakan iradiasi UV di fasilitas pelayanan kesehatan didisinfeksi. Praktik pembersihan dan kebersihan harus
telah dirancang. Namun, beberapa faktor dapat berdampak dipantau secara rutin. Jumlah staf kebersihan harus
pada efikasi iradiasi UV, seperti jarak dari alat UV; dosis, direncanakan guna mengoptimalisasi praktik pembersihan.
panjang gelombang, dan waktu paparan iradiasi; penempatan Jadwal pembersihan dan waktu selesainya pembersihan harus
lampu; usia lampu; dan durasi penggunaan. Faktor-faktor lain diberitahukan kepada tenaga kesehatan sehingga tenaga
mencakup apakah alat terhalang atau tidak; ukuran dan bentuk kesehatan dapat melakukan penilaian risiko yang matang saat
ruang; intensitas; dan pantulan.5 Perlu dicatat bahwa melakukan kontak sentuhan dengan permukaan dan peralatan,
teknologi-teknologi yang dikembangkan untuk digunakan di untuk menghindari mengontaminasi tangan dan peralatan saat
fasilitas pelayanan kesehatan ini digunakan dalam merawat pasien.46

-4-
Tabel 3. Tempat perawatan kesehatan: Frekuensi pembersihan permukaan lingkungan yang dianjurkan, sesuai area pasien
di mana terdapat pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19.

Area pasien Frekuensi a Panduan tambahan


Area skrining/triase Minimal dua kali sehari • Fokuskan permukaan-permukaan yang sering disentuh,
kemudian lantai (terakhir)

Kamar pasien/kohort – masih Minimal dua kali sehari, lebih • Fokuskan permukaan-permukaan yang sering disentuh,
ada pasien disarankan tiga kali sehari, terutama mulai dari permukaan yang digunakan bersama, kemudian
permukaan-permukaan yang banyak tempat tidur pasien; gunakan kain baru untuk masing-
disentuh masing tempat tidur jika mungkin; kemudian lantai (terakhir)
Kamar pasien – tidak ada Saat pemulangan/pemindahan • Sesuai urutan: permukaan yang tidak sering disentuh,
pasien (pembersihan terminal) permukaan yang sering disentuh, lantai; buang limbah dan
lepas linen, bersihkan dan disinfeksi tempat tidur secara
menyeluruh
Rawat jalan/ruang perawatan Setelah setiap kunjungan pasien • Permukaan yang sering disentuh didisinfeksi setelah setiap
ambulan (terutama untuk permukaan yang sering kunjungan pasien
disentuh) dan minimal pembersihan • Sesuai urutan: permukaan yang tidak sering disentuh,
terminal sekali setiap hari permukaan yang sering disentuh, lantai sekali sehari; buang
limbah dan lepas linen, bersihkan dan disinfeksi tempat tidur
pemeriksaan secara menyeluruh
Koridor Minimal dua kali sehari b • Permukaan yang sering disentuh termasuk pegangan railing
dan peralatan di koridor, kemudian lantai (terakhir)
Kamar mandi/toilet pasien Toilet kamar pasien pribadi: minimal • Sesuai urutan: permukaan yang sering disentuh, seperti
dua kali sehari gagang pintu, tombol lampu, gerai, keran, bejana wastafel,
Toilet bersama: minimal tiga kali sehari toilet, dan terakhir lantai
• Hindari menggabungkan toilet staf dan pasien
a
Permukaan lingkungan juga harus dibersihkan dan didisinfeksi setiap kali tampak kotor atau jika terkontaminasi cairan tubuh
(seperti darah); b Pembersihan bisa dilakukan sekali setiap hari jika koridor tidak sering digunakan.

Memilih produk disinfektan untuk permukaan lingkungan di berjumlah besar (Lihat bagian: Penggunaan produk
tempat perawatan kesehatan harus mempertimbangkan berbasis klorin)
penurunan logaritmik (tingkat besaran desimal) virus COVID- • Hidrogen peroksida >0,5%.
19 dan juga patogen-patogen terkait perawatan kesehatan lain,
seperti Staphylococcus aureus, Salmonella sp, Pseudomonas Waktu kontak minimum disinfektan-disinfektan ini
aeruginosa, Acinetobacter baumannii, and virus hepatitis A disarankan selama 1 menit21 atau sesuai rekomendasi pembuat.
and B. Dalam konteks-konteks tertentu, organisme yang Disinfektan-disinfektan lain dapat menjadi pertimbangan jika
persisten terhadap lingkungan seperti Clostridioides difficile pembuatnya merekomendasikan disinfektan lain tersebut
dan Candida auris, yang resistan terhadap disinfektan- untuk mikroorganisme tertentu, terutama virus berselubung.
disinfektan tertentu, harus dipertimbangkan saat memilih Rekomendasi penggunaan aman serta larangan pencampuran
disinfektan. Karena itu, disinfektan yang tepat perlu dipilih jenis-jenis disinfektan kimia dari pembuat harus selalu diingat
dengan hati-hati untuk fasilitas pelayanan kesehatan.47 dalam mempersiapkan, melarutkan, atau menggunakan suatu
disinfektan.
Setelah pembersihan, disinfektan-disinfektan dengan
konsentrasi yang dijelaskan berikut ini dapat digunakan pada

Lingkungan tempat selain perawatan kesehatan


permukaan lingkungan untuk mencapai penurunan
coronavirus manusia sebesar >3 log10.33 Disinfektan-
disinfektan dengan konsentrasi tersebut juga efektif melawan Tidak ada bukti bahwa risiko transmisi fomit virus COVID-19
patogen-patogen lain yang relevan secara klinis di tempat di rumah sakit terkait dengan lingkungan apa pun di luar rumah
perawatan kesehatan.22 sakit. Namun, kemungkinan kontaminasi virus COVID-19 di
tempat selain perawatan kesehatan seperti rumah, kantor,
• Etanol 70-90%
sekolah, pusat kebugaran, atau restoran masih harus
• Produk berbasis klorin (seperti hipoklorit) dengan
diturunkan. Permukaan-permukaan yang sering disentuh di
konsentrasi 0,1% (1000 bagian per juta) untuk
tempat-tempat selain perawatan kesehatan ini, seperti gagang
disinfeksi lingkungan secara umum atau 0,5% (5000
pintu dan jendela, dapur dan area persiapan makanan, sisi atas
bagian per juta) untuk darah dan cairan tubuh
meja dan lemari dapur, permukaan kamar mandi, toilet dan

-5-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

keran, layar sentuh gawai pribadi, papan ketik komputer mengenakan APD berikut ini: jubah, sarung tangan tugas berat
pribadi, dan permukaan tempat kerja, harus diidentifikasi agar (heavy duty), masker medis, pelindung mata (jika ada risiko
dapat diprioritaskan untuk didisinfeksi. Disinfektan dan cipratan materi organik atau bahan kimia), dan sepatu bot atau
konsentrasinya harus dipilih dengan hati-hati untuk sepatu kerja tertutup.48
menghindari kerusakan pada permukaan dan untuk
meminimalisasi efek toksik yang dialami oleh anggota rumah Persiapan larutan disinfektan harus dilakukan di area yang
tangga atau pengguna ruang publik. berventilasi baik. Hindari mencampur disinfektan, baik saat
dipersiapkan maupun digunakan, karena campuran
Teknik-teknik pembersihan lingkungan dan prinsip-prinsip menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan dapat
pembersihan harus dijalankan sejauh mungkin. Permukaan menimbulkan gas yang kemungkinan mematikan, terutama
harus selalu dibersihkan dengan sabun dan air atau detergen saat dikombinasikan dengan larutan hipoklorit.
untuk membersihkan materi organik terlebih dahulu, dan
dilanjutkan dengan disinfeksi. Di tempat selain perawatan Petugas yang mempersiapkan atau menggunakan disinfektan
kesehatan, natrium hipoklorit (pemutih) dapat digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan membutuhkan APD khusus
dengan konsentrasi 0,1% (1000 bagian per juta) yang karena tingginya konsentrasi disinfektan yang digunakan di
dianjurkan.5 Alkohol dengan konsentrasi 70-90% dapat fasilitas-fasilitas ini dan lamanya paparan disinfektan selama
digunakan sebagai alternatif untuk mendisinfeksi permukaan. bekerja.49 Karena itu, APD untuk persiapan atau penggunaan
disinfektan di fasilitas pelayanan kesehatan meliputi seragam
dengan lengan panjang, sepatu kerja tertutup, jubah dan/atau
celemek kedap cairan, sarung tangan karet, masker medis, dan
Keamanan pribadi saat mempersiapkan dan pelindung mata (lebih disarankan pelindung wajah). §
menggunakan disinfektan Di tempat selain perawatan kesehatan di mana disinfektan
Petugas pembersihan harus mengenakan APD yang memadai dipersiapkan dan digunakan, jika sumber daya
dan dilatih untuk menggunakannya dengan aman. Saat bekerja memungkinkan, direkomendasikan APD minimal sarung
di tempat-tempat di mana ada pasien yang suspek atau tangan, celemek kedap cairan, dan sepatu tertutup.34 Pelindung
terkonfirmasi COVID-19 atau di mana skrining, triase, dan mata dan masker medis mungkin juga diperlukan untuk
konsultasi klinis dijalankan, petugas pembersihan harus melindungi diri dari bahan kimia yang digunakan atau jika
terdapat risiko cipratan.

Referensi
1. Modes of transmission of virus causing COVID-19: implications for IPC precaution recommendations.
Jenewa: World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-detail/modes-of-transmission-
of-virus-causing-covid-19-implications-for-ipc-precaution-recommendations, diakses 6 Mei 2020)
2. Cheng, V.C.C., Wong, S.-C., Chen, J.H.K., Yip, C.C.Y., Chuang, V.W.M., Tsang, O.T.Y., et al, 2020.
Escalating infection control response to the rapidly evolving epidemiology of the coronavirus disease 2019
(COVID-19) due to SARS-CoV-2 in Hong Kong. Infect. Control Hosp. Epidemiol. 41, 493–498.
(https://doi.org/10.1017/ice.2020.58, diakses 6 Mei 2020)
3. Lai, C.-C., Shih, T.-P., Ko, W.-C., Tang, H.-J., Hsueh, P.-R., 2020. Severe acute respiratory syndrome
coronavirus 2 (SARS-CoV-2) and coronavirus disease-2019 (COVID-19): The epidemic and the challenges.
Int J Antimicrob Agents 55, 105924. (https://doi.org/10.1016/j.ijantimicag.2020.105924, diakses 6 Mei 2020)
4. Ramesh, N., Siddaiah, A., Joseph, B., 2020. Tackling corona virus disease 2019 (COVID 19) in workplaces.
Indian J Occup Environ Med 24, 16. (https://doi.org/10.4103/ijoem.IJOEM_49_20, diakses 6 Mei 2020)
5. Bennett, J.E., Dolin, R., Blaser, M.J. (Eds.), 2015. Mandell, Douglas, and Bennett’s principles and practice
of infectious diseases, Eighth edition. ed. Elsevier/Saunders, Philadelphia, PA.
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7099662/, diakses 6 Mei 2020)
6. Ye, G., Lin, H., Chen, L., Wang, S., Zeng, Z., Wang, W., et al., 2020. Environmental contamination of the
SARS-CoV-2 in healthcare premises: An urgent call for protection for healthcare workers (pracetak).
Infectious Diseases (except HIV/AIDS). (https://doi.org/10.1101/2020.03.11.20034546, diakses 6 Mei 2020)
7. Ong, S.W.X., Tan, Y.K., Chia, P.Y., Lee, T.H., Ng, O.T., Wong, M.S.Y., et al., 2020. Air, Surface
Environmental, and Personal Protective Equipment Contamination by Severe Acute Respiratory Syndrome

§
Untuk informasi lebih lanjut tentang penggunaan APD yang (COVID-19) and considerations during severe shortages:
tepat dalam konteks COVID-19, silakan lihat Rational use of interim guidance35.
personal protective equipment for coronavirus disease
-6-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) From a Symptomatic Patient. JAMA 323, 1610.


(https://doi.org/10.1001/jama.2020.3227, diakses 6 Mei 2020)
8. Faridi, S., Niazi, S., Sadeghi, K., Naddafi, K., Yavarian, J., Shamsipour, M., et al., 2020. A field indoor air
measurement of SARS-CoV-2 in the patient rooms of the largest hospital in Iran. Sci Total Environ 725,
138401. (https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2020.138401, diakses 6 Mei 2020)
9. Home care for patients with suspected novel coronavirus (nCoV) infection presenting with mild symptoms
and management of contacts. Jenewa: World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-
detail/home-care-for-patients-with-suspected-novel-coronavirus-(ncov)-infection-presenting-with-mild-
symptoms-and-management-of- contacts, diakses 10 Mei 2020)
10. Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Jenewa: World Health
Organization; 2020 (https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-china-joint-mission-on-
covid-19-final-report.pdf, diakses 10 Mei 2020)
11. Koh, D., 2020. Occupational risks for COVID-19 infection. Occup Med 70, 3–5.
(https://doi.org/10.1093/occmed/kqaa036, diakses 10 Mei 2020)
12. Practical considerations and recommendations for Religious Leaders and Faith-based Communities in the
context of COVID-19. Jenewa: World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-
detail/practical-considerations-and-recommendations-for-religious-leaders-and-faith-based-communities-in-
the-context-of-covid-19, diakses 10 Mei 2020)
13. Infection prevention and control for the safe management of a dead body in the context of COVID-19: interim
guidance. Jenewa: World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-detail/infection-
prevention-and-control-for-the-safe-management-of-a-dead-body-in-the-context-of-covid-19-interim-
guidance, diakses 10 Mei 2020)
14. Getting your workplace ready for COVID-19: How COVID-19 spreads. Jenewa; World Health Organization;
2020 (https://www.who.int/who-documents-detail/getting-your-workplace-ready-for-covid-19-how-covid-
19-spreads)
15. COVID-19 and food safety: Guidance for food businesses. Jenewa; World Health Organization; 2020
(https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331705/WHO-2019-nCoV-Food_Safety-2020.1-eng.pdf,
diakses 10 Mei 2020)
16. Operational considerations for COVID-19 management in the accommodation sector. Jenewa: World Health
Organization; 2020 (https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331937/WHO-2019-nCoV-Hotels-
2020.2-eng.pdf, diakses 10 Mei 2020)
17. Operational considerations for managing COVID-19 cases or outbreak in aviation: interim guidance. Jenewa;
World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-detail/operational-considerations-for-
managing-covid-19- cases-or-outbreak-in-aviation-interim-guidance, diakses 10 Mei 2020)
18. Operational considerations for managing COVID-19 cases or outbreaks on board ships: interim guidance.
Jenewa; World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-detail/operational-
considerations-for-managing-covid-19- cases-or-outbreaks-on-board-ships-interim-guidance, diakses 10 Mei
2020)
19. Key Messages and Actions for COVID-19 Prevention and Control in Schools. Jenewa; World Health
Organization; 2020 (https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/key-messages-and-actions-for-
covid-19-prevention-and-control- in-schools-march-2020.pdf?sfvrsn=baf81d52_4, diakses 10 Mei 2020)
20. Preparedness, prevention and control of COVID-19 in prisons and other places of detention
(http://www.euro.who.int/en/health-topics/health-determinants/prisons-and-
health/publications/2020/preparedness,- prevention-and-control-of-covid-19-in-prisons-and-other-places-of-
detention-2020, diakses 10 Mei 2020)
21. Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Action Plan Guidance COVID-19 Preparedness
and Response; Jenewa: World Health Organization; 2020 (https://www.who.int/publications-detail/risk-
communication-and-community- engagement-(rcce)-action-plan-guidance, diakses 14 Mei 2020)
22. Rutala, W.A., Weber, D.J., 2019. Best practices for disinfection of noncritical environmental surfaces and
equipment in health care facilities: A bundle approach. Am J Infect Control 47, A96–A105.
(https://doi.org/10.1016/j.ajic.2019.01.014, diakses 6 Mei 2020)
23. Chin, A.W.H., Chu, J.T.S., Perera, M.R.A., Hui, K.P.Y., Yen, H.-L., Chan, M.C.W., et al., 2020. Stability of
SARS-CoV-2 in different environmental conditions. The Lancet Microbe S2666524720300033.
(https://doi.org/10.1016/S2666- 5247(20)30003-3, diakses 6 Mei 2020)

-7-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

24. van Doremalen, N., Bushmaker, T., Morris, D.H., Holbrook, M.G., Gamble, A., Williamson, B.N., et al.,
2020. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. N Engl J Med 382,
1564–1567. (https://doi.org/10.1056/NEJMc2004973, diakses 6 Mei 2020)
25. Essential environmental health standards in health care. Jenewa: World Health Organization;
(https://www.who.int/water_sanitation_health/publications/ehs_hc/en/, diakses 6 Mei 2020)
26. CDC and ICAN. Best Practices for Environmental Cleaning in Healthcare Facilities in Resource-Limited
Settings. Atlanta, GA: US Department of Health and Human Services, CDC; Cape Town, South Africa:
Infection Control Africa Network; 2019. (https://www.cdc.gov/hai/pdfs/resource-limited/environmental-
cleaning-RLS-H.pdf, diakses 6 Mei 2020)
27. Decontamination and Reprocessing of Medical Devices for Health-care Facilities. Jenewa: World Health
Organization; (https://www.who.int/infection-prevention/publications/decontamination/en/, diakses 6 Mei
2020)
28. Implementation manual to prevent and control the spread of carbapenem-resistant organisms at the national
and health care facility level. Jenewa: World Health Organization; 2019
(https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/312226/WHO- UHC-SDS-2019.6-eng.pdf, diakses 10 Mei
2020)
29. List N: Disinfectants for Use Against SARS-CoV-2 | US EPA. 2020. (https://www.epa.gov/pesticide-
registration/list-n- disinfectants-use-against-sars-cov-2, diakses 6 Mei 2020)
30. Rutala, W.A., Weber, D.J., 1997. Uses of inorganic hypochlorite (bleach) in health-care facilities. Clin.
Microbiol. Rev. 10, 597–610. (https://doi.org/10.1128/CMR.10.4.597, diakses 6 Mei 2020)
31. Pereira, S.S.P., Oliveira, H.M. de, Turrini, R.N.T., Lacerda, R.A., 2015. Disinfection with sodium
hypochlorite in hospital environmental surfaces in the reduction of contamination and infection prevention:
a systematic review. Rev. esc. enferm. USP 49, 0681–0688. (https://doi.org/10.1590/S0080-
623420150000400020, diakses 6 Mei 2020)
32. Köhler, A.T., Rodloff, A.C., Labahn, M., Reinhardt, M., Truyen, U., Speck, S., 2018. Efficacy of sodium
hypochlorite against multidrug-resistant Gram-negative bacteria. J Hosp Infect 100, e40–e46.
(https://doi.org/10.1016/j.jhin.2018.07.017, diakses 6 Mei 2020)
33. IL DIRETTORE GENERALE D’Amario, C. 2020. Disinfezione degli ambienti esterni e utilizzo di
disinfettanti (ipoclorito di sodio) su superfici stradali e pavimentazione urbana per la prevenzione della
trasmissione Dell’infezione da SARS-CoV-2. Ministero della Salute.
(https://www.certifico.com/component/attachments/download/17156, diakses 6 Mei 2020)
34. Kampf, G., Todt, D., Pfaender, S., Steinmann, E., 2020. Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces
and their inactivation with biocidal agents. J Hosp Infect 104, 246–251.
(https://doi.org/10.1016/j.jhin.2020.01.022, diakses 6 Mei 2020)
35. Yates, T., Allen, J., Leandre Joseph, M., Lantagne, D., 2017. WASH Interventions in Disease Outbreak
Response. Oxfam; Feinstein International Center; UKAID. (https://doi.org/10.21201/2017.8753, diakses 6
Mei 2020)
36. Rutala, W.A., Cole, E.C., Thomann, C.A., Weber, D.J., 1998. Stability and Bactericidal Activity of Chlorine
Solutions. Infect Control Hosp Epidemiol 19, 323–327. (https://doi.org/10.2307/30141372, diakses 6 Mei
2020)
37. Iqbal, Q., Lubeck-Schricker, M., Wells, E., Wolfe, M.K., Lantagne, D., 2016. Shelf-Life of Chlorine
Solutions Recommended in Ebola Virus Disease Response. PLoS ONE 11, e0156136.
(https://doi.org/10.1371/journal.pone.0156136, diakses 6 Mei 2020)
38. Lantagne, D., Wolfe, M., Gallandat, K., Opryszko, M., 2018. Determining the Efficacy, Safety and Suitability
of Disinfectants to Prevent Emerging Infectious Disease Transmission. Water 10, 1397.
(https://doi.org/10.3390/w10101397, diakses 6 Mei 2020)
39. Roth, K., Michels, W., 2005. Inter-hospital trials to determine minimal cleaning performance according to
the guideline by DGKH, DGSV and AKI 13, 106-110+112.
(https://www.researchgate.net/profile/Winfried_Michels/publication/292641729_Inter-
hospital_trials_to_determine_minimal_cleaning_performance_according_to_the_guideline_by_DGKH_DG
SV_and_AKI/links/571a4d4108ae7f552a472e88/Inter-hospital-trials-to-determine-minimal-cleaning-
performance-according-to-the- guideline-by-DGKH-DGSV-and-AKI.pdf, diakses 6 Mei 2020)
40. Zock, J.-P., Plana, E., Jarvis, D., Antó, J.M., Kromhout, H., Kennedy, S.M., Künzli, N., et al., 2007. The Use
of Household Cleaning Sprays and Adult Asthma: An International Longitudinal Study. Am J Respir Crit
Care Med 176, 735–741. (https://doi.org/10.1164/rccm.200612-1793OC, diakses 6 Mei 2020)
41. Mehtar, S., Bulabula, A.N.H., Nyandemoh, H., Jambawai, S., 2016. Deliberate exposure of humans to
-8-
Pembersihan dan disinfeksi permukaan lingkungan dalam konteks COVID-19

chlorine-the aftermath of Ebola in West Africa. Antimicrob Resist Infect Control 5, 45.
(https://doi.org/10.1186/s13756-016-0144-1, diakses 6 Mei 2020)
42. Schyllert, C., Rönmark, E., Andersson, M., Hedlund, U., Lundbäck, B., Hedman, L., et al., 2016.
Occupational exposure to chemicals drives the increased risk of asthma and rhinitis observed for exposure to
vapours, gas, dust and fumes: a cross- sectional population-based study. Occup Environ Med 73, 663–669.
(https://doi.org/10.1136/oemed-2016-103595, diakses 6 Mei 2020)
43. Weber, D.J., Rutala, W.A., Anderson, D.J., Chen, L.F., Sickbert-Bennett, E.E., Boyce, J.M., 2016.
Effectiveness of ultraviolet devices and hydrogen peroxide systems for terminal room decontamination:
Focus on clinical trials. Am J Infect Control 44, e77–e84. (https://doi.org/10.1016/j.ajic.2015.11.015, diakses
6 Mei 2020)
44. Marra, A.R., Schweizer, M.L., Edmond, M.B., 2018. No-Touch Disinfection Methods to Decrease Multidrug-
Resistant Organism Infections: A Systematic Review and Meta-analysis. Infect. Control Hosp. Epidemiol.
39, 20–31. (https://doi.org/10.1017/ice.2017.226, diakses 6 Mei 2020)
45. Rutala, W.A., Weber, D.J., 2013. Disinfectants used for environmental disinfection and new room
decontamination technology. Am J Infect Control 41, S36–S41. (https://doi.org/10.1016/j.ajic.2012.11.006,
diakses 6 Mei 2020)
46. Benzoni, T., Hatcher, J.D., 2020. Bleach Toxicity, in: StatPearls. StatPearls Publishing, Treasure Island (FL).
(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441921/, diakses 6 Mei 2020)
47. Gon, G., Dancer, S., Dreibelbis, R., Graham, W.J., Kilpatrick, C., 2020. Reducing hand recontamination of
healthcare workers during COVID-19. Infect. Control Hosp. Epidemiol. 1–2.
(https://doi.org/10.1017/ice.2020.111, diakses 9 Mei 2020)
48. Water, sanitation, hygiene, and waste management for the COVID-19 virus. Jenewa: World Health
Organization; 2020 (https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331846/WHO-2019-nCoV-
IPC_WASH-2020.3-eng.pdf, diakses 6 Mei 2020)
49. Rational use of personal protective equipment for coronavirus disease (COVID-19); Jenewa: World Health
Organization; 2020 (https://www.who.int/emergencies/diseases/novelcoronavirus-2019/technical-
guidance/infectionprevention-and- control, diakses 6 Mei 2020)
50. Medina-Ramon, M., 2005. Asthma, chronic bronchitis, and exposure to irritant agents in occupational
domestic cleaning: a nested case-control study. Occup Environ Med 62, 598–606.
(https://doi.org/10.1136/oem.2004.017640, diakses 6 Mei 2020)

Ucapan terima kasih


Dokumen ini disusun dengan berkonsultasi dengan:
Elizabeth Bancroft (Centers for Disease Control and Prevention, AS); Gregory Built, (United Nations Children's; Nizam
Damani, (Queen’s University Belfast, Belfast, Inggris Raya); Fernanda Lessa, (Centers for Disease Control and
Prevention, AS); Shaheen Mehtar (Stellenbosch University, Cape Town, Afrika Selatan); Molly Patrick (Centers for
Disease Control and Prevention, AS); Mitchell Schwaber, (National Center for Infection Control, Kementerian
Kesehatan Israel); Mark Sobsey, (University of North Carolina at Chapel Hill, NC, AS); dan David Weber (University
of North Carolina at Chapel Hill, NC, AS);
Dari World Health Organization:
Benedetta Allegranzi, April Baller, Ana Boischio, Ana Paula Coutinho, Jennifer DeFrance, Jorge Durand, Bruce Allan
Gordan, Rick Johnson, Margaret Montgomery, Carmen Lucia Pessoa da Silva, Madison Moon, Maria Clara Padoveze,
Joanna Tempowski, Anthony Twyman, Maria Van Kerkhove, Bassim Zayed and Masahiro Zakoji.

WHO terus memantau dengan cermat perubahan-perubahan dalam situasi ini yang dapat berpengaruh pada panduan
interim ini. Jika ada faktor yang berubah, WHO akan menerbitkan pemutakhiran panduan ini. Jika tidak, panduan
interim ini akan berakhir masa berlakunya 2 tahun setelah tanggal publikasi.
© World Health Organization 2020. Sebagian hak dilindungi. Karya ini tersedia berdasarkan lisensi CC BY-NC-SA 3.0
IGO.
Nomor referensi WHO: WHO/2019-nCoV/Disinfection/2020.1
-9-