Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

TAHAP PERKEMBANGAN VI (DEWASA)

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Stase Keperawatan Keluarga


Pembimbing Akademik : Thomas A. Erjin Amigo, M.Kep., Ns. Sp.Kep Kom

Oleh :
INDRI DWIJAYANTI THOMAS
19160031

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAARTA
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Friedman (2010) Keluarga merupakan bagian dari manusia yang
setiap hari selalu berhubungan dengan kita. Keluarga adalah dua atau lebih dari dua
individu yang tergabung karena hubungan, hubungan perkawinan atau karena
hubungan yang dikarenakan pengangkatan, dan mereka hidup dalam satu rumah, saling
berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta
mempertahankan kebudayaan. Tahap Perkembangan keluarga berpernagruh terhadap
keluarga itu sendiri.
Menurut Kaakinen, dkk (2010), keluarga adalah sekelompok orang yang
dipersatukan oleh ikatan perkawinan, darah atau autopsi, yang membentuk satu
keluarga. Berinteraksi dan berkomunkasi satu sama lain dalam peran social masing-
masing antara suami dan istri, ibu dan ayah, putra dan putri, saudara laki-laki dan
perempuan, dan menciptakan dan mempertahankan budaya yang sama.
Pendekatan interaksional keluarga berasal dari sebuah teori utama dalam
psikologi social dan sosiologi, yang merupakan interaksi simbolik. Maglaya (2009)
mengatakan Keperawatan komunitas keluarga di beberapa bagian dunia menggunakan
prespektif keluarga untuk mengkaji kebutuhan atau masalah kesehatan pada
individu, tumbuh dan kembang keluarga, koping individu terhadap penyakit atau rasa
kehilangan, penyebaran sumber penyakit, dan menjaga lingkungan yang mendukung
kesehatan. Keluarga mempunyai fungsi mencegah, menurunkan, saling toleransi dan
memperbaiki derajat kesehatan anggota keluarga yang sakit.
Friedman (2010) mengatakan Anggota keluarga membangun peran mereka
sendiri melalui harapan yang telah mereka pelajari dan melalui interaksi dengan orang
lain tentang harapan peran. Sebagai contoh, bagaimana peran pemberi asuhan
dimainkan, tetapi peran juga dapat dibentuk dengan interaksi dengan orang lain. (mis,
anggotakeluarga yang sakit, anggota keluarga lain, professional pelayanan
kesehatan) interaksi ini akan menentukan harapan apa yang menyusun peran
pemberiasuhan dan bagaimana pemberi asuhan akan menjalankan peran tersebut.
Pendekatan untuk memahami dinamika internal keluarga ini adalah yang paling relevan
untuk keperawatan keluarga. Oleh karena itu kekuatan utamadari pendekatan tersebut
adalah fokusnya pada proses internal didalam keluarga dan pemahaman terhadap
proses ini batasan utama dalam menggunakan pendekatan ini yaitu ahli teori
interaksional.
Keperawatan keluarga selain memberikan asuhan keperawatan kepada anggota
keluarga unutk mempertahankan status sehat dan memperbaiki status sakit juga hadir
memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga sesuai dengan tahap
perkembangannya agar tahu, mau dan mampu menyesuaikan dan memenuhi tugas
perkembangannya sesuai dengan tahap tumbuh kembang keluarganya. Asuhan
keperawatan keluarga merupakan proses yang kompleks dengan menggunakan
pendekatan sistematis untuk bekerja sama dengan keluarga dan individu sebagai
anggota keluarga. Keluarga sebagai unit pelayanan perawatan sebab keluarga unit
utama dari masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan
bermasyarakat.
Keluarga memiliki tahap tumbuh kembang dalam prosesnya mulai dari
pembentukan keluarga baru sampai akhirnya kehilangan salah satu pasangan. Tahapan
proses tumbuh kembang keluarga ini memiliki tugas perkembangan disetiap
tahapannya yang perlu dipenuhi keluarga untuk dapat melewati tahap tumbuh kembang
tersebut. Salah satu tahap tumbuh kembang keluarga yaitu keluarga usia dewasa.
Menurut friedman (2010) tahap perkembangan keluarga dewasa adalah keluarga yang
melepaskan anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah
kosong ketika anak terakhir meninggalkan rumah.
Pada tahapan ini keluarga memiliki tugas perkembangan diantaranya yaitu
memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar, mempersiapkan untuk hidup mandiri
dan menerima kepergian anak, berperan sebagai suami istri, kakek dan nenek,
menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, penting bagi kita untuk mengetahui lebih
lanjut hal-hal yang berkaitan dengan asuhan keperawatan yang perlu diberikan pada
keluarga usia dewasa yang di bahas pada bab selanjutnya. Hal ini penting karena
keluarga dewasa dapat hidup secara produktif dan dapat memberikan asuhan secara
tepat pada keluarga usia dewasa sesuai dengan asuhan yang diperlukannya.
Fenomena tahap 6

B. Tujuan
A. Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada tumbuh kembang
keluarga dengan keluarga usia dewasa
B. Tujuan Khusus
a. Dapat melakukan pengkajian pada tumbuh kembang keluarga dengan usia
dewasa
b. Dapat menentukan diagnosa keperawatan pada tumbuh kembang keluarga
dengan lansia
c. Dapat menentukan intervensi pada tumbuh kembang keluarga dengan usia
dewasa
d. Dapat menentukan tindakan keperawatan (implementasi) pada tumbuh
kembang keluarga dengan usia dewasa
e. Dapat melaksanakan evaluasi tindakan kepada keluarga dengan usia dewasa
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Konsep Keluarga
Menurut Duvall dan Logan “1986” dalam Friedman (2010) Keluarga
merupakan sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang
bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan
perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dati tiap anggota keluarga. Citasi
diletakkan di belakang ya
Menurut Hanson “2005” dalam Kaakinen (2010) keluarga memaksudkan dua
orang atau lebih yang saling bergantung untuk dukungan emosi, jasmani, dan ekonomi.
Anggota keluarga sudah jelas. Keluarga dapat berkisar dari gagasan tradisional (ayah,
ibu, anak, kakek, nenek, paman, bibi, sepupu), hingga struktur keluarga “pasca-
modern” seperti keluarga orangtua tunggal, keluarga tiri, dan keluarga sesama jenis.
Menurut Bailon dan Maglaya “1978” dalam Friedman (2010) Keluarga
merupakan dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tanggga karena
adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi.Mereka saling berinteraksi satu
dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptkaan serta
mempertahankan suatu budaya.
Menurut Departemen kesehatan RI ( 1988) dalam Friedman (2010) mengatakan
bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu
atap dalam keadaan saling ketergantungan.

B. Tahap Perkembangan Keluarga Dengan Anak Usia DewasaPelepasan Anak


Dewasa Muda
1. Pengertian
Menurut friedman (2010) tahap perkembangan keluarga dengan
pelepesan dewasa muda adalah keluarga yang melepaskan anak pertama
meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah kosong ketika anak
terakhir meninggalkan rumah. Walaupun lama waktu yang biasa terjadi pada tahap
ini adalah enam atau tujuh tahun, beberapa tahun belakangan ini tahap VI dalam
keluarga menjadi lebih lama karena lebih banyak anak yang telah dewasa tinggal di
rumah setelah mereka menyelesaikan sekolahnya dan mulai bekerja.
2. Tugas Perkembangan Keluarga Tahap VI
Tugas perkembangan keluarga dengan usia dewasa adalah sebagai berikut :
a. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
b. Mempersiapkan untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anak
c. Berperan sebagai suami istri, kakek dan nenek
d. Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya
3. Masalah Yang Dapat Muncul Pada Tahap Perkembangan Keluarga ke-VI
a. Komunikasi kaum dewasa muda dengan orang tua mereka perlu ditingkatkan
b. Masalah dalam hal transisi peran bagi suami istri
c. Masalah perawatan orang tua lanjut usia
d. Munculnya masalah kesehatan yang bersifat kronis dan perubahan situasi fisik
(kolesterol tinggi, obesitas, tekanan darah tinggi)
e. Masalah gaya hidup perlu mendapat perhatian, kebiasaan minum beralkohol,
merokok, makan dan lain-lain.
f. Peran perawat pada tahap ini adalah memberi pendidikan dan konseling pada
keluarga, merawat orang tua lanjut usia dengan anggota keluarga yang
bermasalah, mengkaji kebutuhan/permasalahan keluarga dan berupaya
menganggulanginya.

C. Tugas Perkembangan Perawatan Kesehatan Keluarga


Menurut Friedman (2010), untuk dapat mencapai tujuan asuhan keperawatan
kesehatan keluarga, keluarga mempunyai tugas dalam pemeliharaan kesehatan para
anggotanya dan saling memelihara yaitu sebagai berikut :
Tugas perawatan kesehatan keluarga  mengacu pada permasalahan kesehatan dan
tugas tumbuh kembang keluarga pada tahap ini
1. Mengenal masalah kesehatan keluarga
Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena
tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatanlah kadang
seluruh kekuatan sumber daya dan dana kesehatan habis. Keluarga atau orang tua
perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami oleh
anggota keluarganya. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga,
secara tidak langsung akan menjadi perhatian keluarga atau orang tua. Apabila
menyadari adanya perubahan, keluarga perlu mencatat kapan terjadinya, perubahan
apa yang terjadi, dan seberapa besar perubahannya. Sejauh mana keluarga
mengetahui dan mengenal fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi
pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya, serta
persepsi keluarga terhadap masalah.

2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga


Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan
yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa di antara
keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan
keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar
masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai
keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan tinggal keluarga
agar memperoleh bantuan.

Sebelum keluarga dapat membuat keputusan yang tepat mengenai masalah


kesehatan yang dialaminya, perawat harus dapat mengkaji keadaan keluarga
tersebut
a. Sejauh mana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya
masalah.
b. Apakah keluarga merasakan adanya masalah kesehatan.
c. Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami.
d. Apakah keluarga merasa takut akan akibat penyakit.
e. Apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan.
f. Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada.
g. Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan.
h. Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam
mengatasi masalah.

3. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit


Sering kali keluarga telah mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi
keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. Jika
demikian, anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu
memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah yang lebih parah tidak
terjadi. Perawatan dapat dilakukan di institusi pelayanan kesehatan atau di rumah
apabila keluarga telah memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk
pertolongan pertama.
Ketika memberikan perawatan kepada anggota keluarganya yang sakit,
keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai berikut:
a. Keadaan penyakitnya (sifat, penyebaran, komplikasi, prognosis, dan
perawatannya).
b. Sifat dan perkembangan perawatan yag dibutuhkan.
c. Keberadaan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan.
d. Sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggung
jawab, sumber keuangan atau financial, fasilitas fisik, psikososial).
e. Sikap keluarga terhadap yang sakit

4. Mempertahankan suasana rumah yang sehat


Rumah adalah sebagai tempat berteduh, berlindung, atau bersosialisasi bagi
anggota keluarga, sehingga anggota keluarga mempunyai waktu lebih banyak
berhubungan dengan lingkungan tempat tinggal. Oleh karenanya, kondisi rumah
haruslah dapat menjadikan lambing ketenangan, keindahan dan ketentraman, dan
yang lebih penting adalah dapat menunjang derajat kesehatan bagi anggota
keluarga.
Ketika memodifikasi lingkungan atau menciptakan suasana rumah yang sehat,
keluarga harus mengetahui hal-hal sebagai berikut:
a. Sumber-sumber keluarga yang dimiliki.
b. Keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan.
c. Pentingnya hygiene sanitasi.
d. Upaya pencegahan penyakit.
e. Sikap atau pandangan keluarga terhadap hygiene sanitasi.
f. Kekompakan antar anggota keluarga

5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat


Keluarga atau anggota keluarga harus dapat memanfaatkan sumber fasilitas
kesehatan yang ada disekitar, apabila mengalami gangguan atau masalah yang
berkaitan dengan penyakit. Keluarga dapat berkonsultasi atau meminta bantuan
tenaga keperawatan dalam rangka memecahkan problem yang dialami anggota
keluarga, sehingga keluarga dapat bebas dari segala macam penyakit.
Ketika merujuk anggota keluarga ke fasilitas kesehatan, keluarga harus
mengetahui hal-hal berikut ini :
a. Keberadaan fasilitas keluarga.
b. Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan.
c. Tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas keluarga.
d. Pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan.
e. Fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga.

D. Fungsi Keluarga
Menurut Friedman (2010), fungsi keluarga dibagi menjadi 5 yaitu sebagai
berikut :
1. Fungsi afektif yaitu memfasilitasi stabilisasi kepribadian orang dewasa, memenuhi
kebutuhan psikologis anggota keluarga.
2. Fungsi sosialisasi yaitu memfasilitasi sosialisasi primer anak yang bertujuan
menjadikan anak sebagai anggota masyarakat yang produktif serta memberikan
status pada anggota keluarga.
3. Fungsi reproduksi yaitu untuk mempertahankan kontinuitas keluarga selama
beberapa generasi dan untuk keberlangsungan hidup masyarakat.
4. Fungsi ekonomi yaitu menyediakan sumber ekonomi yang cukup dan alokasi
efektifnya.
5. Fungsi perawatan kesehatan yaitu menyediakan kebutuhan fisik-makanan,
pakaian, tempat tinggal, perawatan kesehatan.
E. Tingkat Kemandirian Keluarga
Menurut Depkes (2006), tingkat kemandirian keluarga terdiri dari sebagai
berikut (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006) :
1. Keluarga mandiri tingkat I
a. Menerima petugas perawatan kesehatan Komunitas
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan.

2. Keluarga mandiri tingkat II


a. Menerima petugas perawatan kesehatan Komunitas
b. Menerima pelayanan keperawatan yang dibrikan sesuai dengan rencana
keperawatan.
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar.
d. Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang dianjurkan

3. Keluarga mandiri tingkat III


a. Menerima petugas perawatan kesehatan Komunitas
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan.
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar.
d. Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang di anjurkan.
e. Memanfaatkan fasilitas yankes secara aktif.
f. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif.

4. Keluarga mandiri Tingkat IV


a. Menerima petugas perawatan kesehatan komuitas
b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana
keperawatan.
c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar.
d. Melakukan perawatan sederhana sesuai dengan yang dianjurkan.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara aktif.
f. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif.
g. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif.

Tabel kemandirian keluarga????

F. Asuhan Keperawatan Keluarga


1. Pengkajian
Menurut Friedman (2010), pengkajian terdiri dari sebagai berikut :
a. Indentitas keluarga
1) Identitas kepala keluarga meliputi nama, umur, agama, pekerjaan,
pendidikan, suku atau etnis, dan alamat.
2) Komposisi keluarga meliputi nama anggota keluarga, jenis kelamin, umur,
hubungan dengan kepela keluarga, pekerjaan, pendidikan.
3) Genogram
4) Tipe keluarga  tipe apa
5) Latar belakang kebudayaan atau suku yaitu mengkaji asal suku bangsa,
bahasa yang digunakan dirumah, aktivitas keagamaan, sosial,kebudayaan
dan pendidikan (aktivitas ini berada dalam kelompok kebudayaaan
keluarga)  bisa juga ditampilkan hasil penelitian sesuai dengan tumbuh
kembang keluarga yang dikelola
6) Kegiatan Keagamaan yaitu mengkaji agama yang di anut keluarga, sejauh
mana keluarga aktif terlibat dalam mesjid, gereja, kuil, atau organisa si
keagamaan lainnya, keyakinan dalam nilai keagamaan yang berpusat dalam
kehidupan keluarga.
7) Status Sosial Ekonomi Keluarga yaitu mengidentifikasi kelas sosial
keluarga berdasarkan tiga indicator : pekerjaan, pendidikan, dan
pendapatan, status ekonomi, anggota keluarga yang mencari nafkah, apakah
keluarga menerima bantuan atau dana penggganti? (jika demikian apa saja
dan dari mana), tanggapan keluarga terhadap pendapatan dalam keluarga
mereka, cara keluarga meliahat diri mereka sendiri dalam mengelola
keuangan.  bagaimana kondisi perekonomian keluarga pada tahap ini 
lihat jurnal atau hasil penelitian
8) Kegiatan Waktu Luang/Rekreasi  sesuaikan saja dengan situasi keluarga
dengan pelepasan dewasa muda (hasil penelitian)

b. Tahap perkembangan dan riwayat keluarga


1) Tahap Perkembangan Keluarga Saat ini adalah keluarga dengan pelepasan
dewasa mudani (ditentukan oleh anak tertua).
2) Riwayat Keluarga Inti.  kalau ada lihat hasil penelitian
3) Riwayat Keluarga Asal dari Kedua Orang Tua.  kalau ada lihat hasil
penelitian

c. Data lingkungan
1) Karakteristik Rumah
Tipe tempat tinggal (rumah, apartemen, sewa rumah, dll) keluarga
memiliki rumah sendiri atau menyewa rumah.uraikan kondisi rumah
(interior maupun eksterior rumah), di dapur amati suplai air minum,
sanitasi, adekulasi lemari es. Kaji kamar mandi amati sanitasi, air, fasilitas
toilet ada tidaknya sabun dan handuk. Kaji pengaturan tidur di dalam
rumah.Amati keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah.Kaji perasaan
puas atau tidak puas dari anggota keluarga secara keseluruhan dengan
pengaturan/penataan rumah.  kalau ada lihat hasil penelitian
2) Denah Rumah
3) Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal
4) Mobilitas Geografi Keluarga  kalau ada lihat hasil penelitian
5) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
6) Sistem pendukung keluarga  kalau ada lihat hasil penelitian

d. Struktur keluarga
1) Pola dan Proses Komunikasi  sesuaikan dengan permasalahan pada
tumbuh kembang ke-6
Kaji seberapa sering komunikasi fungsional dan disfungsional di
gunakan, kaji pesan-pesan emosional (afektif) disampaikan di dalam
keluarga dan subsistem keluarga.kaji frekuensi dan kualitas komunikasi
yang berlangsung dalam jaringan komunikasi dan dalam beberapa
rangkaian hubungan. Kaji proses disfugsional yang terlihat dalam pola
komunikasi.
2) Struktur kekuatan  sesuaikan dengan permasalahan pada tumbuh kembang
ke-6 kalau ada???  lihat hasil penelitian
Mengkaji hasil akhir kekuasaan: dalam keluarga siapa yang membuat
keputusan atau siapa yang memegang kata terakhir. Mengkaji proses
pengambilan keputusan : adakah teknik-teknik khusus yang digunakan
untuk membuat keputusan di dalam keluarga dan sejauh mana teknik-teknik
itu digunakan.
3) Struktur peran  sesuaikan dengan permasalahan pada tumbuh kembang ke-
6 kalau ada???  lihat hasil penelitian
a) Struktur peran formal
Menguraikan peran-peran formal yang dilakukan setiap anggota
keluarga, apakah peran ini dapat diterima oleh anggota keluarga dan
konsiste dengan harapan keluarga. adakah terdapat fleksibelitas dalam
peran jika di butuhkan.
b) Struktur peran informal
Menguraikan adakah peran peran informal atau peran samar yang
terdapat di keluarga, siapa yang menjalani peran tersebut dan apa
tujuan kehadiran dari peran-peran yang di identifikasi sebagai peran
samar/informal, adakah peran informal yang disfungsional pada
keluarga atau anggota keluarga dalam jangka waktu yang lama dan
adakah pengaruh pada orang yang menjalankan peran tersebut.
4) Nilai-nilai dan norma-norma keluarga
Menguraikan seberapa penting nilai-nilai yang diidentifikasi di dalam
keluarga, nilai yang dianut secara disadari atau tidak disadari, menguraikan
adakah konflik nilai dalam keluarga dan menguraikan tentang nilai-nilai
keluarga yang mempengaruhi status kesehatan keluarga.

e. Fungsi-fungsi keluarga
 sesuaikan dengan tugas tumbang keluarga dan permasalahan pada tumbuh
kembang ke-6 kalau ada???  lihat hasil penelitian
1) Fungsi Afektif
Menjelaskan tentang saling asuh, keakraban dan identifikasi sejauh
mana anggota keluarga saling asuh dan mendukung, adakah terdapat
perasaan keakraban dan kiintiman di antara lingkungan hubungan keluarga
dan adakah mereka menunjukan kasih sayang satu sama lain
danmengidentifikasi satu sama lain ikatan atau kedekatan.
2) Fungsi Sosialisasi
Menjelaskan tentang praktik keluarga dalam memebesarkan anak dalam
isu pengendalian prilaku, otonomi dan ketergantungan, member dan
menerima cinta, seberapa adaptif praktik keluarga dalam membesarkan
anak untuk sebuah bentuk keluarga dan situasi tertentu, siapa yang
menerima tanggung jawab untuk peran membesarkan anak atau sosialisasi
apakah fungsi tersebut di pikul bersama ?
3) Fungsi Perawatan Kesehatan
Menjalaskan tentang keyakinan, nilai dan prilaku kesehatan, definisi
keluarga mengenai sehat-sakit, status kesehatan keluarga dan kerentanan
terhadap sakit yang dirasa, Kebiasaan tidur dan beristirahat keluarga,
praktik penggunaan obat terapeutik dan penenang alcohol serta tembakau di
keluarga, peran keluarga dalam praktik perawatan diri adakah terapi
komplementer dan alternative yang digunakan keluarga, layanan perawatan
kesehatan yang diterima, perasaan dan persepsi mengeni pelayanan
kesehatan.
4) Fungsi ekonomi
5) Fungsi reproduksi

f. Koping keluarga  sesuaikan dengan tugas tumbang keluarga dan permasalahan


pada tumbuh kembang ke-6 kalau ada???  lihat hasil penelitian

1) Stressor Keluarga Jangka Pendek


2) Stressor Keluarga Jangka Panjang
3) Respon Keluarga terhadap Stresor
4) Penggunaan Strategi Koping
5) Koping Yang Berhasil Dilakukan oleh Keluarga
6) Koping Yang Disfungsional
7) Keadaan Gizi Keluarga
8) Harapan Keluarga
9) Pemeriksaan Fisik

2. Diagnosa Keperawatan Keluarga  sesuaikan dengan tugas tumbang keluarga


dan permasalahan pada tumbuh kembang ke-6 kalau ada???  lihat hasil penelitian
 sesuai dengan hasil pengkajian

Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon


manusia atas perubahan pola interaksi potensial atau aktual individu. Perawat
secara legal dapat mengidentifikasi dan menyusun intervensi masalah keperawatan.
Kolaborasi dan koordinasi dengan anggota tim lain merupakan keharusan untuk
menghindari kebingungan anggota akan kurangnya pelayanan kesehatan.
Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapat
pada pengkajian yang terdiri dari masalah keperawatan yang akan berhubungan
dengan etiologi yang berasal dari pengkajian fungsi perawatan keluarga. Diagnosa
keperawatan mengacu pada PES dimana untuk problem dapat digunakan rumusan
NANDA.
Tipologi dari diagnosa keperawatan keluarga terdiri dari Aktual (terjadi
defisit/gangguan kesehatan), Resiko (ancaman kesehatan), Keadaan sejahtera
(wellness). Dalam penyusunan masalah kesehatan dalam perawatan keluarga
mengacu pada tipologi diagnosis keperawatan keluarga yang dibedakan menjadi 3
kelompok, yaitu :
a. Diagnosa sehat atau wellness/potensial
Keadaan sejahtera dari keluarga ketika telah mampu memenuhi
kebutuhan kesehatannya dan mempunyai sumber penunjang kesehatan yang
memungkinkan dapat digunakan. Perumusan diagnosa potensial ini hanya
terdiri dari komponen Problem (P) saja dan sign atau symptom (S) tanpa
etiologi (E).
b. Diagnosa ancaman/risiko
Masalah keperawatan yang belum terjadi.Diagnosa ini dapat menjadi
masalah actual bila tidak segera ditanggulangi. Perumusan diagnosa risiko ini
terdiri dari komponen problem (P), etiologi (E), sign atau symptom (S).
c. Diagnosa nyata/actual/gangguan
Masalah keperawatan yang sedang dijalani oleh keluarga dan
memerlukn bantuan dengan cepat.Perumusan diagnosa actual terdiri dari
problem (P), etiologi (E), dan sign atau symptom (S).

3. Prioritas Diagnosa Keperawatan


Menurut Friedman (2010), prioritas diagnosa keperawatan keluarga
berdasarkan hasil skoring yang didapat, semakin semakin besar hasil skring
masalah maka itulah prioritas diagnosa begitu dengan sebaliknya semakin kecil
hasil skoring makan masalah itu sulit untuk di selesaikan.
No Kriteria Score Bobot Pembenaran Nilai
1 Sifat masalah
- Potensial 3
- Risiko 3 1
- Ancaman 2
- Krisis 1
2 Kemungkinan masalah untuk
diubah
- Mudah 2 2
- Sebagian 1
- Sulit 0
3 Potensial masalah untuk
dicegah
- Tinggi 3 1
- Sedang 2
- Rendah 1
4 Menonjolnya masalah
- perlu segera di atasi 2
- Tidak perlu segera
1
diatasi 1
- Bukan masalah yang
perlu ditangani 0
Total

4. Planning
Sesuai dengan hasil Konggres Nasional IPKKI II di Yogyakarta, sudah
disepakati dalam perumusan diagnosa keperawatan keluarga menggunakan
diagnosa tunggal dengan menambahkan pernyataan anggota keluarga yang
teridentifikasi memiliki masalah kesehatan. Rumusan diagnosa ini menggunakan
rumusan NANDA dan ICNP. Modifikasi penulisan kriteria intervensi dan hasil
pada kasus keluarga menurut Maglaya (2009) menggunakan pendekatan tugas
kesehatan keluarga yaitu kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan,
memutuskan untuk merawat anggota keluarga yang sakit, merawat anggota
keluarga yang sakit, memodifikasi llingkungan, dan memanfaatkan fasilitas
kesehatan

5. Implementasi  sesuaikan dengan renpra atau rencana keperawatan


Tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada keluarga berdasarkan
perencanaan mengenai diagnosa yang telah dibuat sebelumnya. Tindakan
keperawatan terhadap keluarga mencakup hal-hal dibawah ini sebagai berikut :
a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan
kebutuhan kesehatan dengan cara :
1) Memberikan informasi
2) Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
3) Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah
b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat dengan
cara :
1) Mengidentifikasi konsekwensi tidak melakukan tindakan
2) Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
3) Mendiskusikan tentang konsekwensi tiap tindakan
c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit
dengan cara :
1) Mendemonstrasikan cara perawatan
2) Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah
3) Mengawasi keluarga melakukan perawatan
d. Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan
menjadi sehat, dengan cara :
1) Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
2) Melakukan perubahan lingkungan dengan seoptimal mungkin

e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada


dengan cara :
1) Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
2) Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

Diagnosis Keperawatan NOC NIC


Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
00098 Hambatan Keluarga mampu Keluarga mampu
Pemeliharaan mengenal masalah mengenal masalah
Rumah tentang pengetahuan tentang pengetahuan
DS/DO/Datany kesehatan dan kesehatan dan
a perilaku: perilaku:

1805 Pengetahuan: 5606 Pengajaran: Individu


Perilaku Kesehatan
1806 Pengetahuan :
sumber-sumber
kesehatan

Keluarga mampu Keluarga mampu


memutuskan untuk memutuskan untuk
meningkatkan atau 4410 meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

0313 Status Perawatan Pengaturan Tujuan


Diri Saling
Menguntungkan
Keluarga mampu
merawat anggota Keluarga mampu
keluarga untuk merawat anggota
meningkatkan atau keluarga untuk
memperbaiki meningkatkan atau
kesehatan: memperbaiki
kesehatan:
1910 Keamanan 7180
Lingkungan Rumah

2602 Fungsi keluarga


Bantuan
Keluarga mampu Pemeliharaan
memodifikasi Rumah
lingkungan:
6480 Keluarga mampu
2009 Status Keamanan: memodifikasi
Lingkungan lingkungan:

Keluarga mampu Manajemen


memanfaatkan Lingkungan
fasilitas kesehatan:
Keluarga mampu
2006 Status Kesehatan 8100 memanfaatkan
Pribadi fasilitas kesehatan:

Rujukan
00099 Ketidakefektifan Keluarga mampu Keluarga mampu
Pemeliharaan mengenal masalah mengenal masalah
Kesehatan tentang pengetahuan tentang pengetahuan
kesehatan dan kesehatan dan
perilaku: perilaku:
1803 Pengetahuan: Proses 5602 Pengajaran: Proses
Penyakit Penyakit

Keluarga mampu Keluarga mampu


memutuskan untuk memutuskan untuk
meningkatkan atau meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

1606 Partisipasi dalam 5250 Dukungan


Keputusan Pengambilan
Perawatan Keputusan
Kesehatan

Keluarga mampu Keluarga mampu


merawat anggota merawat anggota
keluarga untuk keluarga untuk
meningkatkan atau meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

1803 Pengetahuan: Diet 1100 Manajemen Nutrisi


yang disaranakan

Keluarga mampu Keluarga mampu


memodifikasi memodifikasi
lingkungan: lingkungan:

1828 Pengetahuan: 6484 Manajemen


Pencegahan Jatuh Lingkungan
komunitas

Keluarga mampu Keluarga mampu


memanfaatkan memanfaatkan
fasilitas kesehatan: fasilitas kesehatan:

Pengetahuan: Bantuan Perawatan


1806 Sumber-sumber 1800 Diri
kesehatan

00056 Ketidakmampua Keluarga mampu Keluarga mampu


n menjadi orang mengenal masalah mengenal masalah
tua tentang pengetahuan tentang pengetahuan
kesehatan dan kesehatan dan
perilaku perilaku:

1826 Pengetahuan: 5566 Pendidikan orang


Pengasuh tua: Keluarga yang
membesarkan anak
Keluarga mampu
memutuskan untuk Keluarga mampu
meningkatkan atau memutuskan untuk
memperbaiki meningkatkan atau
kesehatan: memperbaiki
kesehatan:

2211 Integritas keluarga 7100 Peningkatan


Kinerja Pengasuhan intergritas keluarga

Keluarga mampu Keluarga mampu


merawat anggota merawat anggota
keluarga untuk keluarga untuk
meningkatkan atau meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

8300 Peningkatan
pengasuhan

Keluarga mampu
memodifikasi
lingkungan:

5250 Bimbingan
antisipatif

Keluarga mampu
memanfaatkan
fasilitas kesehatan:
7040 Dukungan Pengasuh
[caregiver support]
00060 Gangguan Keluarga mampu Keluarga mampu
proses keluarga mengenal masalah mengenal masalah
tentang pengetahuan tentang pengetahuan
kesehatan dan kesehatan dan
perilaku: perilaku:

2602 Fungsi keluarga 7130 Pemeliharaan Proses


Keluarga
Keluarga mampu
memutuskan untuk Keluarga mampu
meningkatkan atau memutuskan untuk
memperbaiki meningkatkan atau
kesehatan: memperbaiki
kesehatan:

2609 Dukungan keluarga 4350 Dukungan


selama pengambilan Pengambilan
keputusan Keputusan

Keluarga mampu 7100 Peningkatan


merawat anggota integritas keluarga
keluarga untuk
meningkatkan atau Keluarga mampu
memperbaiki merawat anggota
kesehatan: keluarga untuk
meningkatkan atau
memperbaiki
kesehatan:

2605 Partisipasi keluarga 7140 Dukungan keluarga


dalam perawatan 7150 Terapi keluarga
Keluarga mampu Keluarga mampu
memodifikasi memodifikasi
lingkungan: lingkungan:

1501 Penampilan peran 4360 Modifikasi Perilaku

Keluarga mampu Keluarga mampu


memanfaatkan memanfaatkan
fasilitas kesehatan fasilitas kesehatan:

5370 Peningkatan Peran


5250 Manajemen Perilaku
Perilaku Keluarga mampu Keluarga mampu
00188 kesehatan mengenal masalah mengenal masalah
cenderung tentang pengetahuan tentang pengetahuan
berisiko kesehatan dan kesehatan dan
perilaku: perilaku:

1601 Perilaku patuh 5240 Konseling


bersifat pasif 5510 Pendidikan
1705 Orientasi kesehatan Kesehatan

Keluarga mampu Keluarga mampu


memutuskan untuk memutuskan untuk
meningkatkan atau meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

1614 Otonomi pribadi 5310 Inspirasi Harapan


1703 Kesehatan 5602 Pengajaran : Proses
Kepercayaan Penyakit
mengenai kesehatan
sumber-sumber Keluarga mampu
yang diterima merawat anggota
keluarga untuk
Keluarga mampu meningkatkan atau
merawat anggota memperbaiki
keluarga untuk kesehatan:
meningkatkan atau
memperbaiki
kesehatan:

Perilaku Patuh Diet 7400 Panduan system


1622 yang Disarankan pelayanan kesehatan
4490 Bantuan penghentian
merokok

Keluarga mampu Keluarga mampu


memodifikasi memodifikasi
lingkungan: lingkungan:

Identifikasi resiko
6610 Modifikasi perilaku
1621 4360
Perilaku patuh: Diet Keluarga mampu
1606 yang Sehat memanfaatkan
Partisipasi dalam fasilitas kesehatan:
keputusan
perawatan kesehatan

Keluarga mampu
memanfaatkan Dukungan
fasilitas kesehatan: 7040 pengasuhan
1623
Perilaku patuh:
penggobatan yang
2013 disarankan
Keseimbangan gaya
1902 hidup
1906 Kontrol risiko
Kontrol resiko:
penggunaan
1603 tembakau
Perilaku Pencarian
kesehatan
Risiko Keluarga mampu Keluarga mampu
00229 ketidakefektifan mengenal masalah mengenal masalah
hubungan tentang pengetahuan tentang pengetahuan
kesehatan dan kesehatan dan
perilaku: perilaku:

2204 Hubungan pengasuh 5240 Konseling


pasien
Keluarga mampu
Keluarga mampu memutuskan untuk
memutuskan untuk meningkatkan atau
meningkatkan atau memperbaiki
memperbaiki kesehatan:
kesehatan:
2211 Kinerja pengasuhan 7140 Dukungan keluraga

Keluarga mampu Keluarga mampu


merawat anggota merawat anggota
keluarga untuk keluarga untuk
meningkatkan atau meningkatkan atau
memperbaiki memperbaiki
kesehatan: kesehatan:

1902 Kontrol risiko 7150 Terapi keluarga

Keluarga mampu Keluarga mampu


memodifikasi memodifikasi
lingkungan: lingkungan:

2606 Status kesehatan 5440 Modifikasi perilaku

Keluarga mampu Keluarga mampu


memanfaatkan memanfaatkan
fasilitas kesehatan: fasilitas kesehatan:

2211 Kinerja pengasuhan 4360 Peningkatan system


dukungan
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian Keluarga Kelolaan


1. Data Umum
Kepala Keluarga (KK) : Tn. I
Usia : 50 tahun
Alamat : Kota Timika
Agama : Kristen Protestan
Pekerja : Wiraswasta
Suku : Toraja
Pendidikan Terakhir : SMA
Status Imunisasi : Lengkap
Keterangan : Hipertensi
Komposisi Keluarga :

Hubunga Umur
No Peker Pendid Status Keterang
Nama JK n dengan (Tahun
. jaan ikan Imunisasi an
KK )
1. Tn. P Istri 52 Guru S1 Lengkap Sehat
INy.
M

Ny.M P Istri 52 Guru S1 Lengkap Sehat

2. An. R L Anak 1 25 Belum S1 Lengkap Sehat


bekerj
a

3 An. I P Anak 2 24 Belum S1 Lengkap Sehat


bekerj
a

4. An. C L Anak 3 16 Belum SMA Lengkap Sehat


bekerj
a
Genogram

Tn.I Ny.M

An.R An.In An.C


.n

Keterangan:  mengenai kondisi keluarga yang terdapat pada genogram


2. Tipe Keluarga
a. Komposisi Keluarga
Menurut Tn. I anggota keluarga yang tinggal dirumah adalah Ny.M, An.R,
An.C, sehingga tipe keluarga tersebut adalah nucler Family (Keluarga Inti)
b. Latar belakang suku/budaya
Menurut Tn. I suku aslinya adalah Suku Toraja yang berasal dari Sulawesi
Selatan dan suku asli istrinya juga sama dengannya. Bahasa yang digunakan
Tn. I dan Ny. M saat berkomunikasi dirumah adalah Bahasa Indonesia
namun terkadang menggunakan bahasa daerah Toraja. Dekorasi rumah tidak
ada tanda kebudayaan toraja, bagaimana dengan papua, dekorasi rumah
modern, tidak menunjukkan budaya tertentu mereka, desainnya
menggunakan minimalis  masuk dalam lingkungan rumah (seperti apa
sich).
c. Identifikasi Religius
Menurut Tn. I agama yang dianut olehnya dan keluarga yaitu Kristen
Protestan. Tn. I mengatakan ia biasanya mengikuti kegiatan seperti Ibadah
rumah tangga, ibadah arisan, gereja setiap minggu.  bagaimana hubungan
religious dengan praktik kesehatan dalam keluarga
d. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Tn. I pendidikan terakhirnya SMA dan istri yaitu S1. Menurut Tn. I yang
mencari nafkah utama yaitu Tn. I namun Istrinya juga membantu keuangan
keluarga dengan bekerja juga. Tn. I bekerja sebagai wiraswasta dengan
penghasilan sebulan yaitu Rp.8.000.000. Selain itu ada penghasilan lainnya
yaitu uang kontrakan pertahun Rp.7.000.000. Sedangkan Istrinya (Ny.M)
bekerja sebagai guru di SMA dengan gaji Rp.5.000.000. Menurut Ny. M
penghasilan dalam keluarganya mencukupi kebutuhan keluarganya. Ny.M
mengatakan penghasilan keluarganya biasanya digunakan untuk kebutuhan
makan minum keluarga, membayar tagihan listrik, mengirimkan uang
bulanan dan uang kuliah untuk An.I yang kuliah di Jogja. Keluarga memiliki
asuransi kesehatan berupa BPJS dan keluarga memiliki tabungan pribadi
yang disimpan di bank. Belum lengkap
e. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Tn. I mengatakan aktivitas rekreasi yang dilakukan oleh keluarganya yaitu
dengan memancing di laut. Kapan waktunya???? Lihat panduan di Friedman

3. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


a. Tahap Perkembangan Keluarga
Tn. I mengatakan memiliki 3 orang anak yaitu An. R, An. I, An. C. Ny. A
mengatakan An. R sudah menyelesaikan kuliah S1 teknik lingkungan di
Jogja setahun yang lalu dan sudah pulang ke Timika Papua tetapi sampai
sekarang belum bekerja dan masih tinggal bersama orang tua.  ciri khas
tumbang ke-6
Tugas perkembangan keluarga  bagaimana dengan ini 
Kemampuan mengenal
Kemampuan memutuskan
Kemampuan merawat
Memodifikasi
Menggunakan faskes

b. Riwayat Keluarga inti dan keluhan masing-masing keluarga  belum detail


Menurut Tn. AI, Tn I ia merupakan anak ke lima dari sembilan
bersaudara. Tn. I lahir di Makassar proses persalinan di Rumah sakit. Tn. I
mengatakan ia mendapat imunisasi lengkap. Sewaktu kecil Tn. A sakit
malaria. Tn. I mengatakan ia masih merokok sejak tamat SMA. Dalam sehari
menghabiskan 6 batang rokok. Di keluarga Tn. I, ada juga yang merokok
yaitu ayahnya dan saudara laki-laki yang merokok dalam keluarga. Menurut
Tn. I juga memiliki kebiasaan minum kopi sehari 1-2x sehari. Tn. I sudah
satu bulan ini mengeluhkan tekanan darahnya sering tinggi
Kemampuan mengenal
Kemampuan memutuskan
Kemampuan merawat
Memodifikasi
Menggunakan faskes
dan ia meminum obat herbal saja. Menurut Tn. I karena pandemic
covid-19 ini Tn. I merasa kepikiran karena ada proyek yang harus berhenti
sementara waktu.
Menurut Ny. M, ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, Ny.
M lahir di Toraja secara normal ditolong oleh bidan, dengan imunisasi
lengkap. Ny. M sewaktu SMP pernah sakit tipes dan malaria. Ny. M sejak 16
tahun ini memiliki kebiasaan minum kopi setiap pagi hari. Ny. M pernah
operasi gondok, Menurut Ny. M setahun yang lalu ia memeriksakan
kesehatannya di RS karena merasakan kram pada tangan dan kakinya dan
hasil pemeriksaan asam urat 6,3 mg/dL, Ny.M mendapatkan obat tetapi lupa
obat apa yang
Kemampuan mengenal
Kemampuan memutuskan
Kemampuan merawat
Memodifikasi
Menggunakan faskes

diberikan. Menurut Ny.M kadang-kadang masih merasakan kram


pada tangan dan kakinya tetapi sudah tidak pernah diperiksakan lagi.
An. R merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, An. R lahir di
Toraja di bantu oleh bidan secara normal. An. R imunisasi lengkap. An. R
saat kecil pernah sakit malaria. Masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh An.
R adalah An. R susah untuk tidur karena masih kepikiran belum
mendapatkan pekerjaan.
An. I merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, An. I lahir di
Timika di puskesmas secara normal. An. I imunisasi lengkap. An. I sejak
kecil pernah sakit tipes dan malaria. Menurut An. I setahun yang lalu An. I
operasi usus buntu dan DBD.
An. C merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. An. C sewaktu
kecil pernah mengalami kejang sekali dan dibawa ke rumah sakit. Menurut
An. C, An.C tidak mempunyai masalah pada kesehatannya
c. Riwayat keluarga sebelumnya  belum detail
Menurut Tn. I, orang tuanya memiliki riwayat penyakit jantung dan
hipertensi, diabetes mellitus. Tn. A tidak riwayat penyakit hipertensi.
Sedangkan Ny. A mengatakan orang tuanya memiliki riwayat penyakit
Asma, Hipertensi. Namun dirinya tidak memiliki riwayat penyakit yang
sama.

4. Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Rumah keluarga Tn. I merupakan rumah pribadi yang dibangun bersama (Ny.
M) Luas rumah 8x12 meter dengan desain modern. Memiliki 1 ruang tamu
yang diisi oleh sofa dan meja. 1 ruang keluarga yang gabung dengan ruang
makan yang diisi dengan 1. meja makan, 4 kursi makan, sofa, 1 lemari, 1
televisi, 2 kulkas. Adapun dapur terdapat 1 kompor gas, 2 kompor minyak
tanah, lemari piring tertutup, rak perabotan, wastafel, exhaust fan dan toilet
yang berisi shower, closet jongkok. Terdapat 4 kamar tidur 1 kamar utama
yang berisi 1 tempat tidur, 2 lemari pakaian, 1 meja hias dan terdapat 1 toilet
yang berisi shower, closet duduk. 2 kamar anak yang berisi tempat tidur,
lemari pakaian, AC, televisi dan 1 kamar lagi diisi lemari pakaian dan meja
setrika. Tempat mencuci pakaian dibelakang rumah terdapat 1 mesin cuci, 1
gudang dibelakang rumah. Sumber air menggunakan sumur bor. Sampah
dibuang ditempat yang sudah disediakan oleh RT. Keluarga juga mengatakan
bahwa untuk membereskan rumah tugasnya dibagi, mereka tidak
menggunakan jasa asisten rumah tangga. Menurut Ny. M setiap hari selalu
membersihkan rumah. Handuk mandi yang digunakan berbeda tiap orangnya.
Sabun yang digunakan adalah sabun cair namun kadang-kadang juga
menggunakan sabun batang. Sikat gigi diganti kalau sudah jelek.
Rumah keluarga Tn. I memiliki pekarangan, dinding rumah terbuat dari
batako yang dilapisi semen dan dicat, lantai sudah keramik, terdapat jendela,
ventilasi dan rumah di pagar keliling. Menurut Tn. I satu kompleks nya
adalah keluarganya.

b. Denah rumah

Teras Kamar anak

Ruang tamu Kamar anak


3. Karakteristik Lingkungan Sekitar dan Komunitas yang Lebih Besar

Tipe lingkungan/komunitas Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten


Mimika, Provinsi Papua. Tipe rumah huniaan. Rumah dan jalan cukup
terpelihara. Menurut Tn. I, Lingkungan tempat tinggal mereka masuk kategori
aman karena jarang terjadi tingkat kejahatan seperti pencurian.

Menurut Tn. I pelayanan kesehatan dan pelayaanan dasar yang dekat


dari rumahnya yaitu puskesmas, klinik. Lokasi rumah keluarga dekat dengan
sekolah, gereja, swalayan, di depan rumah Tn. I terdapat kantor polres. Etnik
sekitar tempat tinggal keluarga merupakan etnis yang sama.

4. Mobilitas geografis keluarga


Menurut Tn. I aktivitas yang biasanya dilakukannya pergi bekerja dari
pagi sampai sore begitupun dengan istrinya, anak pertama untuk sekarang
hanya di rumah saja karena belum bekerja, anak kedua kuliah di jogja
sedangkan anak ketiga pergi bersekolah dan untuk waktu libur digunakan
untuk pergi memancing ke laut.

5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat


Menurut Tn. I sering mengikuti kegiatan arisan keluarga, ibadah rumah
tangga, mengikuti kegiatan persekutuan Toraja di Timika. RT 20 tempat Tn. I
tinggal tidak terdapat ronda. . Struktur kalimat nya

6. Sistem pendukung keluarga


Keluarga mengatakan sistem dukungan dari keluarga sendiri, tetapi
menurut Tn. I kalau masih bisa ditangani oleh keluarga besar maka akan
berada dilingkup keluarga besar saja.

C. Struktur Keluarga
1. Pola dan Proses Komunikasi baik dengan anak maupun dengan pasangan
Menurut Tn. I jika ada sesuatu sering mendiskusikan dulu kepada keluarga.
Komunikasi yang digunakan dalam keluarga yaitu komunikasi dua arah, dan tidak
ada hambatan komunikasi dalam keluarga. Komunikasi yang digunakan oleh
keluarga sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia dan kadang-kadang
menggunakan bahasa toraja.
2. Struktur Kekuasaan  dominan dalam keluarga, pengambilan keputusan,
dsbnya… detailllllll
Menurut Tn. I biasanya keputusan dibuat bersama-sama, namun untuk
keputusan terbesar biasanya diputuskan oleh Tn. I selaku kepala keluarga. Tn. I
mengatakan penting untuk menemukan hasil dari keputusan bersama. Untuk
mendidik anak Tn. I dan istrinya membagi peran masing-masing, untuk
sekarang karena anaknya yang di rumah hanya An. R dan An. C dan sudah besar
sehingga ia tidak terlalu mengekang anaknya.
3. Struktur Peran mana peran informal  baca di Friedman

Posisi dan peran formal yang dipenuhi setiap anggota keluarga yaitu posisi
sebagai orang tua sebagai ayah,ibu dan anak. Menurut Tn. I peran ini dapat
diterima dan konsisten dalam menjalankan peran mereka dengan harapan anggota
keluarga dalam melakukan peran mereka dan peran tersebut telah diterima dan
dijalankan.. Menurut Tn. I dan Ny. M dalam menjalankan peran mereka terdapat
fleksibilitas dalam menjalankan tugasnya karena keluarga dapat menyesuaikan
peran mereka jalankan seperti ketika Ny. M sedang sakit, Tn. I suaminya yang
membantu membersihkan rumah. Menurut Tn. I keluarganya menjalankan
perannya masing-masing, dalam menjalankan tersebut tidak ada tuntutan peran
yang dijalankan dalam keluarga ini. Tn. I dan Ny. M juga mengatakan dalam
mendidik anak mereka bahwa mereka berdua sama-sama menanamkan rasa
disiplin dan tanggungjawab.
Pengaruh kebudayaan dan struktur peran keluarga Tn. I mengatakan
dipengaruhi oleh latar belakang keluarga agama dan etnik dalam keluarga.
Menurut Tn. I agama yang dianut Kristen Protestan, keluarga menganut budaya
toraja, dengan adanya saling menyayangi yang diterapakan didalam keluarga
dapat membangun kekeluargaan dan saling menghormati dalam keluarga mereka.
4. Nilai Keluarga

Keluarga selalu menerapkan nilai-nilai yang harus dimiliki keluarga, nilai


yang harus ditanamkam pada kelurga mereka dalam menjalankan perannya. Nilai-
nilai tersebut telah sesui dengan apa yang diharpkan keluarga yang meliputi nilai
agama, kesopanan, tanggungjawab, kerja sama dan disiplin. Menurut Tn. I sangat
penting nilai-nilai yang diidentifikasi didalam keluarga karena dengan
menanamkan nilai-nilai tersebut didalam keluarga dapat meningkatkan rasa
tanggungjawab dalam menjalankan peran dalam keluarga.

Menurut Tn. I nilai yang dianut secara disadari atau tidak disadari
didalam keluarga yaitu nilai agama, kesopanan, kejujuran, tanggungjawab, kerja
sama, dan disiplin dan dalam keluarga tidak terdapat konflik nilai di dalam
keluarga. Menurut Tn. I bahwa nilai-nilai dalam keluarga sangat mempengaruhi
status kesehatan keluarga mereka, nilai-nilai tersebut dalam keluarga mereka
sangat perlu ditanamkan dan dijalankan, namun Tn. I juga mengatakan jika ada
yang sakit dalam keluarga mereka langsung menggunakan pelayanan kesehatan.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif  tidak detail; pasangan  apalagi ibu menopause, bagaiman
respon Suami
Menurut Tn. I di dalam keluarga selalu saling menghargai satu sama lain, saling
mendukung dan selalu mendisukusikan sesuatu untuk keputusan bersama.
2. Fungsi sosialisasi  tidak detail
Menurut Tn. I hubungan keluarganya dengan tetangganya cukup baik karena satu
kompleks nya merupakan keluarganya sendiri
3. Fungsi perawatan kesehatan  lihat referensi
a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang mengenal penyakit/masalah.
Menurut Tn. I dan Ny. M mengetahui jika Tn. I memiliki riwayat darah tinggi
satu bulan ini tetapi belum diperiksakan ke RS, Tn. I merokok sehari 6 batang
rokok, minum kopi 1-2x sehari, makan daging-dagingan, mengkonsumsi
goreng-gorengan. Menurut Ny. M setahun yang lalu ia memeriksakan
kesehatannya di RS karena merasakan kram pada tangan dan kakinya dan hasil
pemeriksaan asam urat 6,3 mg/dL, Ny.M mendapatkan obat tetapi lupa obat apa
yang diberikan. Menurut Ny.M kadang-kadang masih merasakan kram pada
tangan dan kakinya tetapi sudah tidak pernah diperiksakan lagi. Menurut Ny. M
makanan yang dikonsumsi sehari-hari adalah ikan, daging, sayur, tempe, tahu,
buah
b. Kemampuan keluarga memutuskan perawatan anggota keluarga yang sakit
Menurut Tn. I jika ada keluarga yang sakit maka akan diantar ke tenaga
kesehatan terdekat seperti Klinik atau RS, jika belum terlalu parah maka
keluarga akan merawat dan disuruh untuk beristirahat dirumah.
c. Kemampuan Keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Menurut Tn. I kalau sakit dirawat sendiri dulu di rumah kalau masih bisa
diatasi sendiri, biasanya menggunakan obat warung, beristirahat di rumah, dan
memanggil keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan ke rumah, anak-
anak Tn. I juga sering mengingatkan untuk mengontrol makan-makanan,
mengurangi minum kopi dan merokok yang dapat menaikkan tekanan darahnya,
namun Tn. I mengatakan untuk berhenti minum kopi dan merokok agak sulit.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan yang sehat.
Menurut Ny. M ia terbiasa bersih-bersih rumah sendiri seperti menyapu
rumah setiap hari dan untuk pekarangan rumah dibersihkan seminggu sekali
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat.
Menurut Ny. M kalau sakit lebih sering istirahat di rumah saja dan
memanggil keluarga yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan untuk diperiksa.
Kalau sudah parah dan menganggu, baru ke klinik ataupun ke RS,

4. Fungsi reproduksi
Menurut Ny. M sudah sejak 2 tahun yang lalu tidak menstruasi lagi, tidak ada
keluhan terkait dengan sistem reproduksi

5. Fungsi ekonomi
Menurut Tn. I yang menjadi tulang punggung keluarga adalah Tn. I dan
istrinya Ny. M, terus lainnya?????

6. Fungsi pendidikan
Menurut Tn. I dahulu sekolah sampai selesai SMA. Menurut Ny. M sekolah
sampai selesai S1, An. R sekolah sampai selesai S1, An. I sekolah sampai selesai
S1 dan sekarang masih kuliah profesi ners, An. C masih kelas 3 SMA

D. STRES DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek
Menurut Tn. I yang menganggu pikirannya saat ini adalah masalah pandemi
Covid-19 yang mengganggu pekerjaannya , dan kepikiran bagaimana
tenkanan darahnya yang sudah sebulan ini tinggi.
2. Stressor jangka panjang
Menurut Tn. I tidak ada masalah untuk kedepan, merasa bersyukur masih
diberi kemudahan rejeki oleh Tuhan
3. Respon keluarga terhadap stresor
Menurut Tn. I ketika dirinya memiliki masalah ia melakukan ibadah untuk
mendapatkan perlindungan dari Tuhan.  respon terhadap stressor jangka
pendek dan jangka panjang
4. Penggunaaan sumber koping
Sumber koping keluarga berasal dari anaknya dan saudara-saudara yang masih
mendukungnya ketika ada masalah
5. Koping yang berhasil dilakukan oleh keluarga
Menurut Tn. I hanya bisa berpasrah dengan keadaan saat ini sambil
berdoa kepada Tuhan
6. Strategi adaptasi disfungsional
Menurut Tn. I tidak ada, ia hanya berdoa kepada Tuhan
E. KEADAAN GIZI KELUARGA
Keadaan gizi saat ini terpenuhi, Menurut Ny. M mengkonsumsi makanan dengan
tahu tempe, sayur, ikan, daging, sayur, buah.
F. HARAPAN KELUARGA TERHADAP TENAGA KESEHATAN
Harapan keluarga TN. I terhadap tenaga kesehatan yaitu dapat mempertahankan
pelayanan yang baik
G. HARAPAN KELUARGA TERHADAP INTERVENSI
Harapan Tn. I terhadap intervensi ini yaitu semoga intervensi ini dapat
meningkatkan kualitas kesehatan dikeluarga mereka

Pemeriksaan kesehatan
28 Juni 2020
Pemeriksaan Tn. I Ny. M An. R An. C
Fisik
Tekanan 170/100 mmHg 120/90 mmHg 110/70 mmHg 100/70 mmHg
Darah
Nadi 88x/menit 72x/menit 72x/menit 80x/menit
Pernapasan 24x/menit 22x/menit 22x/menit 22x/menit
Suhu 36,2oC 36,5oC 36,4oC 36,2oC
Kepala Mesocephal , tidak Mesocephal , tidak Mesocephal, tidak Mesocephal , tidak
tampak benjolan tampak benjolan tampak benjolan tampak benjolan
Rambut Hitam Hitam Hitam Hitam
Kulit Sawo matang, tugor Kuning langsat, Kuning langsat, tugor Kuning langsat, tugor
kulit elastis tugor kulit elastis kulit elastis kulit elastis
Konjungtiva ananemis, Konjungtiva Konjungtiva ananemis, Konjungtiva
ananemis,
Mata sclera anikterik, sclera anikterik, ananemis, sclera
Sklera anikterik ,
penglihatan baikuji penglihatan baik anikterik, penglihatan
Menggunakan alat
visus atau dengan baik
bantu pengelihatan
membaca dengan jarak
baca (30 cm) dengan
font yang biasa
digunakan (ex:
membaca koran)
Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada Bersih, tidak ada
Hidung benjolan, penciuman benjolan, penciuman benjolan, penciuman benjolan, penciuman
baik baik baik baik
Tidak kotor, Tidak kotor, Tidak kotor, Tidak kotor,
pendengaran baik, tidak pendengaran baik, pendengaran baik, tidak pendengaran baik,
Telinga terlihat menggunakan tidak terlihat terlihat menggunakan tidak terlihat
alat bantu mendengar menggunakan alat alat bantu mendengar menggunakan alat
bantu mendengar bantu mendengar
Bersih, tidak berbau, Bersih, tidak berbau, Bersih, tidak berbau, Bersih, tidak berbau,
Mulut tidak ada nyeri tidak ada nyeri tidak ada nyeri tidak ada nyeri
Tidak ada pembesaran Selesai operasi Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
Leher
kelenjar tiroid gondok 2 tahun yang kelenjar tiroid kelenjar tiroid
lalu
Tidak ada nyeri dada Tidak ada Wheezing, Tidak ada Wheezing, Tidak ada Wheezing,
Dada Tidak ada Wheezing,
Pernapasan Pernapasan Vesikuler, Pernapasan Vesikuler,
Pernapasan Vesikuler,
Vesikuler, Bentuk Bentuk simetris dekstra Bentuk simetris
Bentuk simetris dekstra
simetris dekstra dan dan sinistra, tidak ada dekstra dan sinistra,
dan sinistra, tidak ada
Barrel chest maupun sinistra, tidak ada Barrel chest maupun tidak ada Barrel chest
Pigeon Chest Barrel chest maupun Pigeon Chest maupun Pigeon Chest
Jantung
Paru-paru Pigeon Chest
IAPP
Perut Tidak ada nyeri tekan Tidak ada nyeri tekan Tidak ada nyeri tekan Tidak ada nyeri tekan
Bising usus 7x/mnt Bising usus 10x/mnt Bising usus 8x/mnt Bising usus 8x/mnt
IAPP
Ekstremitas 5 5 5 5 5 5 5 5
5 5 5 5 5 5 5 5

CRT atas dan bawah < CRT atas dan bawah CRT atas dan bawah < CRT atas dan bawah <
3 detik
< 3 detik 3 detik 3 detik
Eliminasi BAK 3-4x/Hari, warna BAK 3-4x/Hari, BAK 3-4x/Hari, warna BAK 3-4x/Hari, warna
kuning jernih warna kuning jernih kuning jernih kuning jernih
BAB 1x/Hari BAB 1x/Hari setiap BAB 1x/Hari, tidak BAB 1x/Hari
pagi teratur
Asam urat 6 mg/dL
B. Diagnosa Keperawatan

ANALISA DATA

No Data Diagnosa keperawatan

1 Data subyektif Perilaku Kesehatan


cenderung beresiko
- Tn. I dan Ny. M mengatakan mengetahui jika Tn. I
memiliki tekanan darah tinggi satu bulan ini tetapi belum
diperiksakan ke RS, Tn. I merokok sehari 6 batang
rokok, minum kopi 1-2x sehari, makan daging-dagingan,
mengkonsumsi goreng-gorengan
- Menurut Tn. I jika ada keluarga yang sakit maka akan
diantar ke tenaga kesehatan terdekat seperti Klinik atau RS,
jika belum terlalu parah maka keluarga akan merawat dan
disuruh untuk beristirahat dirumah.
- Menurut Tn. I kalau sakit dirawat sendiri dulu di
rumah kalau masih bisa diatasi sendiri, biasanya
menggunakan obat warung, beristirahat di rumah, dan
memanggil keluarga yang bekerja sebagai tenaga kesehatan
ke rumah, anak- anak Tn. I juga sering mengingatkan
untuk mengontrol makan-makanan, mengurangi minum
kopi dan merokok yang dapat menaikkan tekanan
darahnya, namun Tn. I mengatakan untuk berhenti minum
kopi dan merokok agak sulit.
Kemampuan keluarga mengenal, memutuskan, merawat,
meodifikasi lingkungan, & menggunakan FAKES

Data Objektif :

Hasil cek tekanan darah:


170/100mmHg, TTV
mana?
2. Data subyektif Ketidakefektifan
- Menurut Ny. M setahun yang lalu ia memeriksakan manajemen kesehatan
kesehatannya di RS karena merasakan kram pada
tangan dan nyeri pada kakinya nya dan hasil
pemeriksaan asam urat 6,3 mg/dL, Ny.M mendapatkan
obat tetapi lupa obat apa yang diberikan. Menurut
Ny.M kadang-kadang masih merasakan kram pada
tangan dan kakinya tetapi sudah tidak pernah
diperiksakan lagi. Menurut Ny. M makanan yang
dikonsumsi sehari-hari adalah ikan, daging, sayur,
tempe, tahu, buah
Kemampuan keluarga mengenal, memutuskan, merawat,
meodifikasi lingkungan, & menggunakan FAKES
-

Data obyektif
Hasil pemeriksaan asam urat 6 mg/dl
B. Dx. Keperawatan
Prioritas Dx. Keperawatan
Dx. Berdasarkan prioritas
C. C. Rencana Tindakan (berdasarkan prioritas)
Konsistensi antara data hasil pengkajian dengan NOC dan NIC

Analisa DataDiagnosa Keperawatan Diagnosa NOC NIC


Keperawatan
Perilaku Kesehatan 1. Keluarga mampu 1. Keluarga mampu
Perilaku Kesehatan Cenderung berisiko Cenderung Beresiko mengenal masalah
kesehatan mengenal masalah
kesehatan
Data subyektif Pengetahuan : manajemen
Pendidikan Kesehatan
- Tn. I dan Ny. M mengatakan hipertensi
mengetahui jika Tn. I memiliki tekanan 2. Keluarga mampu 2. Keluarga mampu
memutuskan masalah
memutuskan masalah
darah tinggi satu bulan ini tetapi belum
Partisipasi dalam
diperiksakan ke RS, Tn. I merokok Dukungan Pengambilan
keputusan perawatan kesehatan
sehari 6 batang rokok, minum kopi 1-2x Keputusan
3. Keluarga mampu 3. Keluarga mampu
sehari, makan daging-dagingan, merawat anggota
keluarga merawat anggota
mengkonsumsi goreng-gorengan
keluarga
- Menurut Tn. I jika ada keluarga yang Manajemen Diri : hipertensi
sakit maka akan diantar ke tenaga Skrining kesehatan
kesehatan terdekat seperti Klinik atau RS, Pengajaran:
jika belum terlalu parah maka keluarga Prosedur/Perawatan
4. Keluarga mampu 4. Keluarga mampu
akan merawat dan disuruh untuk memodifikasi lingkungan
Memodifikasi
beristirahat dirumah.
Status Kenyamanan : lingkungan
- Menurut Tn. I kalau sakit dirawat Lingkungan
sendiri dulu di rumah kalau masih bisa Manajemen lingkungan
diatasi sendiri, biasanya menggunakan 5. Keluarga mampu 5. Keluarga mampu
memanfaatkan
memanfaatkan
obat warung, beristirahat di rumah, dan fasilitas kesehatan fasilitas kesehatan
memanggil keluarga yang bekerja sebagai Pengetahuan: Sumber- Panduan Sistem Pelayanan
Sumber Kesehatan Kesehatan
tenaga kesehatan ke rumah, anak- anak
Tn. I juga sering mengingatkan untuk
mengontrol makan-makanan, mengurangi
minum kopi dan merokok yang dapat
menaikkan tekanan darahnya, namun Tn. I
mengatakan untuk berhenti minum kopi
dan merokok agak sulit.

Data Obyektif
Hasil cek tekanan darah: 180/100mmHg

Ketidakefektifan 1. Keluarga mampu 1. Keluarga mampu


Data Subektif manajemen kesehatan mengenal masalah mengenal masalah
- Menurut Ny. M setahun yang lalu ia kesehatan kesehatan
memeriksakan kesehatannya di RS Pengetahuan: proses penyakit Pendidikan kesehatan
karena merasakan kram pada tangan 2. Keluarga mampu 2. Keluarga mampu
dan nyeri pada kakinya nya dan hasil memutuskan masalah memutuskan
pemeriksaan asam urat 6,3 mg/dL, masalah
Partisipasi dalam
Ny.M mendapatkan obat tetapi lupa keputusan perawatan kesehatan Dukungan pengambilan
obat apa yang diberikan. Menurut keputusan
Ny.M kadang-kadang masih 3. Keluarga mampu 3. Keluarga mampu
merasakan kram pada tangan dan merawat anggota merawat anggota
keluarga
kakinya tetapi sudah tidak pernah keluarga
diperiksakan lagi. Menurut Ny. M Perilaku patuh (bersifat pasif) a. Skrining kesehatan
makanan yang dikonsumsi sehari-hari b. Pengajaran:
adalah ikan, daging, sayur, tempe,
Prosedur/Perawatan
tahu, buah
4. Keluarga mampu 4. Keluarga mampu
memodifikasi memodifikasi
Data Obyektif lingkungan lingkungan
Hasil pemeriksaan asam urat 6 mg/dl
Status Kenyamanan : Manajemen lingkungan
Lingkungan
5. Keluarga mampu 5. Keluarga mampu
memanfaatkan memanfaatkan
fasilitas kesehatan fasilitas kesehatan
Pengetahuan: Sumber- Panduan Sistem Pelayanan
Sumber Kesehatan Kesehatan
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2013). Nursing
Intervention Classsification. Mosby: Elsevier.

Friedman, M. M., Bowden, R. V., & Jones, G. E. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga :
riset, teori, & praktik. Jakarta: EGC.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2015). Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi.
Jakarta: EGC.

Maglaya, A. S., Cruz-Earnshaw, R. G., PambidDones, L. B. L., Maglaya, M. C. S.,


Lao- Nario, M. B. T., & Leon, W. O. U.-D. (2009). Nursing Practice in the Community

Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M. L., & Swanson, E. (2013). Nursing outcome
Classification . Mosby: Elseiver.