Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH WAWASAN KAJIAN MIPA

“ILMU FISIKA”

Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Wawasan Kajian MIPA

Disusun oleh:

Aprillia Tika Purwaningrum (18308141061)

Tri Purwa Ningrum (18308141064)

Gesang Putranto (18308144016)

PROGRAM STUDI BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Fisika
adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam dari segi materi dan energinya. Fisika
adalah bangun pengetahuan yang menggambarkan usaha, temuan, wawasan dan
kearifan yang bersifat kolektif dari umat manusia (Wartono, 2003 : 18). Ilmu Fisika
penting untuk dipelajari, Fisika menjadi ilmu pengetahuan yang mendasar, karena
berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Menurut
sejarah, fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dengan pengamatan-
pengamatan dari gerakan benda-benda langit, bagaimana lintasannya, periodenya,
usianya, dan lain-lain.

Menurut hakikatnya, fisika yang merupakan sains bukanlah sekedar kumpulan


ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu menurut Collette dan Chiappetta (1994), sains
merupakan a way of thinking (afektif), a way of investigating (proses), dan a body of
knowledge (kumpulan ilmu pengetahuan). Fisika menjadi dasar berbagai
pengembangan ilmu dan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lain
membentuk disiplin ilmu yang baru, misalnya dengan ilmu astronomi membentuk ilmu
astrofisika, dengan biologi membentuk biofisika, dengan ilmu kesehatan membentuk
fisika medis, dengan ilmu bahan membentuk fisika material, dengan geologi
membentuk geofisika, dan lain-lain Makalah ini akan membahas mengenai “Hakikat
Ilmu Fisika” yang diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan bagi
Mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Wawasan Kajian MIPA.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari hakikat Ilmu Fisika ?
2. Apa saja objek kajian Ilmu Fisika ?
3. Bagaimana keterkaitan Ilmu Biologi dengan Ilmu Fisika ?
4. Apakah produk Ilmu Fisika ?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari hakikat Ilmu Fisika.
2. Mengetahui objek kajian Ilmu Fisika.
3. Mengetahui keterkaitan Ilmu Biologi dengan Ilmu Fisika.
4. Mengetahui produk Ilmu Fisika.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Hakikat Ilmu Fisika dan Sejarah Ilmu Fisika

Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam . Fisika
adalah cabang sains yang sangat fundamental. Prinsip-prinsipnya menjelaskan berbagai
fenomena alam dari berbagai bidang sehingga fisika digunakan oleh berbagai
keilmuwan. Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam yang banyak digunakan
sebagai dasar bagi ilmu-ilmu yang lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala
alam secara keseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, dan fenomena atau
kejadian alam, baik yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi
mengelilingi Matahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukuran kecil, seperti
gerak elektron mengelilingi inti) yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi.

Sejarah Fisika
a. Sejarah munculnya fisika klasik sudah mulai sejak abad ke-18. Fisika klasik
adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip yang dikembangkan sebelum bangkitnya
teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas
umum, mekanika klasik (hukum gerak Newton dan lagrangian serta mekanika
Hamiltonian), elektrodinamika klasik, dan termodinamika klasik. Pada awal abad
17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori
fisika, yang merupakan kunci metode sains. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan
Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan
teori fisika yang sukses. Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari
mekanika klasik. Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi
Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan
teori dan eksperimen.
b. Fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu Fisika yang mempelajari
perilaku materi dan energi pada skala atomik dan partikel-partikel subatomik atau
gelombang. Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan ide bahwa energi dapat
dibagi-bagi menjadi beberapa paket atau kuanta. Ide ini secara khusus digunakan
untuk menjelaskan sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. ·
Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan
menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut
foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen,
lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie
memberikan teorinya tentang gelombang benda. Mekanika kuantum modern lahir
pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg mengembangkan mekanika
matriks dan Erwin Schrödinger menemukan mekanika gelombang dan persamaan
Schrödinger. Heisenberg merumuskan prinsip ketidakpastiannya. Pada 1927, Paul
Dirac menggabungkan mekanika kuantum dengan relativitas khusus. Pada tahun
1932, Neumann Janos merumuskan dasar matematika yang kuat untuk mekanika
kuantum sebagai teori operator. Pada 1927, percobaan untuk menggunakan
mekanika kuantum ke dalam bidang di luar partikel satuan, yang menghasilkan teori
medan kuantum. Interpretasi banyak dunia diformulasikan oleh Hugh Everett pada
tahun 1956. Teori Kromodinamika kuantum diformulasikan pada awal 1960-an.
Teori yang kita kenal sekarang ini diformulasikan oleh Polizter,Gross and Wilzcek
pada tahun 1975.
B. Objek Kajian Ilmu Fisika
Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam
lainnya (biologi, kimia,geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu
yang mematuhi hukum fisika. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya
karena adanya pemisahan dalam bidang teori (fisika teoritis) dan eksperimen (fisika
eksperimental). Fisika teoritis berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan
hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang
akan datang. Fisika teoritis telah menghasilkan beberapa teori seperti teori mekanikan
kuantum, teori relativitas, teori elektromagnetik. Fisika eksperimentalis berusaha
menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Seperti
fisika optik, fisika nuklir, dan lain-lain.

Objek Kajian yang menjadi fokus penelitian pada Ilmu Fisika adalah :

a. Astrofisika adalah cabang astronomi yang berhubungan dengan fisika jagad raya,
termasuk sifat fisik (luminositas, kepadatan, suhu, dan komposisi kimia) dari objek
astronomi seperti planet, bintang, galaksi dan medium antarbintang, dan juga
interaksinya.
b. Fisika atomik, molekul, dan optik adalah bidang ilmu yang mempelajari
interaksi zat-zat dan cahaya-zat dalam skala atom tunggal atau struktur berisi
beberapa atom. Ketiga bidang ini dikelompokkan menjadi satu karena hubungan
mereka, metode yang mirip, dan kesamaan skalaenergi yang bersangkutan.
Fisikawan kadangkala menyingkat bidang ini sebagai fisika AMO.
c. Fisika partikel adalah cabang dari fisika yang mempelajari partikel
dasar pembentuk benda danradiasi, dan interaksi antara mereka. Atau disebut juga
fisika energi tinggi, karena banyak partikel dasar tidak terjadi dalam keadaan biasa
di alam, tetapi dapat diciptakan dan dideteksi pada saat benturan berenergi partikel
lainnya, seperti yang dilakukan dalam pemercepat partikel.
d. Fisika benda terkondensasi adalah bidang fisika yang berhadapan dengan sifat
fisika makroskopikbenda. Material butiran adalah bahan atau material yang terdiri
dari butiran-butiran bahan lain yang lebih kecil.
C. Keterkaitan Ilmu Biologi dengan Ilmu Fisika
Ilmu Biologi tidak berdiri sendiri, biologi banyak berinteraksi dengan ilmu-ilmu
lain, terutama fisika, kimia dan matematika. Biologi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang benda hidup serta sifat-sifat dari benda hidup itu sendiri. Sedangkan Fisika
merupakan ilmu yang memahami tentang interaksi alam dan penyebab interaksi
tersebut. Biologi dan fisika merupakan dua dari sekian banyak ilmu pengetahuan alam
yang ada. Penyatuan dua cabang ilmu ini menghasilkan cabang ilmu biofisika, dan
fisika medis.

Contoh hubungan antara ilmu biologi dan ilmu fisika :

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan ilmu
biologi dan fisika. Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari yang berhubungan
dengan penerapan Hukum Newton, khususnya pula dalam bidang olahraga. Olahraga
sangatlah bermanfaat bagi kita, salah satunya adalah olahraga bola basket. Permainan
bola basket adalah jenis olahraga yang berhubungan dengan gerakan.

Inti utama dari olahraga basket adalah bola basket itu sendiri. Semua pemain
dari kedua tim yang bertanding berlomba-lomba memperebutkan satu bola yang sama
untuk kemudian memasukkannya ke dalam keranjang basket milik lawan. Bola basket
yang baik dan berstandar internasional menjadi syarat utama pertandingan basket
dunia. Tetapi sebaik apa pun bola basket tersebut, yang menjadi peranan utama adalah
teknik permainan para atlet di lapangan. Teknik permainan para atlet ini merupakan
demonstrasi fisika yang sangat atraktif dan penuh intensitas. Salah satunya dalam
penerapan Hukum Newton. Permainan bola basket, merupakan salah satu contoh
penerapan Hukum Newton pada kehidupan sehari-hari, dan apabila ditinjau dari ilmu
biologi olah raga ini akan berkaitan dengan system gerak tubuh. Untuk memainkan
olahraga ini memerlukan keterampilan – keterampilan perseorangan seperti
mengumpan, menggiring, dan merebut, serta kerja tim untuk menyerang dan bertahan.
Sehingga pada pergerakan pemain bola basket mengakibatkan otot-otot pada tubuh
berkontraksi dan menggerakkan tulang.

Hukum Newton ini membahas tentang gerak. Dimana ketiga hukum tersebut
sering menjadi acuan kita untuk meninjau suatu gerak. Gerak adalah suatu tanggapan
terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak pada manusia disebabkan
oleh kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan kerja sama
antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif karena hanya mengikuti kendali
otot, sedangkan otot disebut alat gerak aktif karena mampu berkontraksi, sehingga
mampu menggerakkan tulang.

Pada olahraga bola basket gerakan tubuh yang dilakukan pemain secara tidak
langsung telah menggunakan penerapan Hukum Newton. Pada saat pemain melakukan
gerakan lay up, pemain telah melakukan penerapan Hukum I Newton. Yaitu bola yang
dibawa lari oleh pemain mempunyai kecepatan sama dengan kecepatan pemain itu.
Ketika dilepas, bola akan meneruskan gerakannya dengan kecepatan semula, sehingga
bola dapat meluncur kedalam keranjang. Penerapan Hukum II Newton pada permainan
bola basket pada saat pemain melakukan gerakan mengumpan bola. Perubahan gerak
terjadi dipengaruhi oleh besar gaya bola yang datang, pemain akan secepat mungkin
mengambil posisi apa yang akan dilakukan. Apabila pemain tersebut menginginkan
suatu lemparan yang keras maka yang harus dilakukan adalah memperbesar gaya
sehingga dapat menimbulkan percepatan yang lebih cepat. Seorang pemain harus dapat
memprediksi posisi kawan dengan akurat. Penerapan pada Hukum III Newton yang
dilakukan pemain adalah pada saat pemain melakukan gerakan dribble. Saat bola
dilepaskan oleh pemain, gaya gravitasi bumi menariknya jatuh ke lantai. Ketika bola
bertumbukan dengan lantai, bola memberikan gaya pada lantai (gaya aksi). Sebagai
akibatnya lantai memberikan reaksi melawan gaya aksi ini. Gaya yang diberikan lantai
ini disebut gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksi.
Selain penerapan dalam hal ilmu fisika pada olahraga bola basket juga
menerapkan ilmu biologi, yaitu sistem gerak otot pada tubuh pemain. Pada saat
seseorang melakukan olah raga bola basket pada gerakan awal tangan memegang bola
maka otot pada lengan melakukan relaksasi, kemudian pada saat pemain menangkap
umpan bola yang diberikan tangan akan tertarik keatas kepala dalam satu gerakan tidak
terputus dengan posisi tangan menyangga bola dalam keadaan lurus pada posisi seperti
ini otot bisep akan berelaksasi dan otot trisep berkontraksi. Gerakan menangkap bola
diatas kepala disertai gerakan tubuh secara cepat turun ke bawah maka pada posisi ini
otot trisep berelaksasi dan otot bisep berkontraksi. Kemudian dari posisi jongkok badan
bangkit menuju posisi berdiri pada saat mengumpan bola dengan bola tetap disangga
maka pada posisi ini otot bisep akan berelaksasi dan otot trisep akan berkontraksi.

D. Produk Ilmu Fisika


Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam (selain biologi dan
kimia) yang mempelajari tentang gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam
lingkungan hidup ruang dan waktu. Adapun salah satu hakekat fisika adalah fisika
sebagai produk merupakan hasil akumulasi para perintis fisika terdahulu dan umumnya
telah tersusun secara lengkap dan sistematis dalam bentuk buku teks. Hasil teori ini
memberikan berbagai produk-produk yang berkembang di masyarakat.
Adapun beberapa contoh produk fisika adalah sebagai berikut :
1. Kulkas dan ac yang menggunakan konsep termodinamika
2. Mesin kalor, misalnya motor, mobil yang menggunakan konsep termodinamika
3. Pesawat terbang menggunakan konsep fluida
4. Kapal selam menggunakan konsep fluida
5. Sepeda menggunakan konsep pesawat sederhana
BAB III

KESIMPULAN

1. Mengetahui pengertian dari hakikat Ilmu Fisika.


Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di
alam. Fisika adalah cabang sains yang sangat fundamental. Prinsip-prinsipnya
menjelaskan berbagai fenomena alam dari berbagai bidang sehingga fisika digunakan
oleh berbagai keilmuwan. Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam yang banyak
digunakan sebagai dasar bagi ilmu-ilmu yang lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari
gejala alam secara keseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, dan fenomena atau
kejadian alam, baik yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi
mengelilingi Matahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukuran kecil, seperti
gerak elektron mengelilingi inti) yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi.
2. Mengetahui objek kajian Ilmu Fisika.
• Astrofisika
• Fisika atomik, molekul, dan optik
• Fisika partikel
• Fisika benda terkondensasi
3. Mengetahui keterkaitan Ilmu Biologi dengan Ilmu Fisika.
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang benda hidup serta sifat-sifat dari
benda hidup itu sendiri. Sedangkan Fisika merupakan ilmu yang memahami tentang
interaksi alam dan penyebab interaksi tersebut. Penyatuan dua cabang ilmu ini
menghasilkan cabang ilmu biofisika, dan fisika medis.
Contoh hubungan antara ilmu biologi dan ilmu fisika :
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan ilmu biologi
dan fisika. Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari yang berhubungan dengan
penerapan Hukum Newton, khususnya pula dalam bidang olahraga. Olahraga sangatlah
bermanfaat bagi kita, salah satunya adalah olahraga bola basket. Permainan bola basket
adalah jenis olahraga yang berhubungan dengan gerakan.
4. Mengetahui produk Ilmu Fisika.
Contoh :
1. Kulkas dan ac yang menggunakan konsep termodinamika
2. Mesin kalor, misalnya motor, mobil yang menggunakan konsep termodinamika
3. Pesawat terbang menggunakan konsep fluida
4. Kapal selam menggunakan konsep fluida
5. Sepeda menggunakan konsep pesawat sederhana
DAFTAR PUSTAKA

Wartono. 2003. Strategi Belajar Mengajar Fisika. Malang: Universitas Negeri Malang.

http://besmart.uny.ac.id/v2/pluginfile.php/32620/mod_resource/content/1/Hubungan%20Fisi
ka%2

0%2812%29.pdf // Diakses 14 April 2020 Pukul 20.02 WIB

http://fisikaasik-gudangfisika.blogspot.sg/2012/01/pengaruh-gaya-terhadap-sistem-
gerak_08.html // Diakses 14 April 2020 Pukul 20.14 WIB

http://mahasiswa.ung.ac.id/421412061/home/2013/2/13/hubungan_fisika_dan_biologi.html
Diakses 14 April 2020 Pukul 20.32 WIB