Anda di halaman 1dari 21

PEMELIHARAAN PERALATAN

No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1 Pengertian Alat –alat kesehatan harus dilakukan pemeliharaan secara berkala


sesuai prosedur
2 Tujuan Sebagai acuan adanya jaminan kualitas terhadap peralatan ditempat
pelayanan
3 Kebijakan Petugas melakukan pemeliharaan alat kesehatan secara berkala dan
membuat laporan tertulis apabila ada kerusakan
4 Referensi
5 Prosedur  Alat – alat
 Alat perlindungan diri
1. Oven
2. Handuk kering
3. Kain linen steril
4. Miet bekken
5. Korentang steril
6. Sikat gigi ( menyingkat alat )
7. Lemari alat
 Bahan – bahan
1. Alat golongan kritis dan semi kritis
2. Sabun cair, alcohol 70% dan klorin 0,5%
3. Tablet formalin
4. Kertas aluminium oil
6 Langkah-langkah 1. Petugas mencuci tangan sesuai dengan protap
2. Petugas mencantumkan kartu pemeliharaan /kartu Har alat
kesehatan pada setiap alat kesehatan
3. Petugas mencantumkan petunjuk pedoman pada setiap alat
kesehatan
4. Petugas memeriksa alat kesehatan secara berkala setiap hari
5. Petugas mencantumkan kelayakan setiap alat kesehatan pada
kartu pemeliharaan
6. Petugas membersihkan dan mengeringkan alat- alat
kesehatan sehabis pakai sesuai petunjuksetiap alat kesehatan
7. Petugas menempatkan semua peralatan di tempat aman

7 Diagram alur
Mencuci tangan

Gunakan perlindungan diri

Lakukan dekontaminasi

Cuci alat sampai bersih

8 Unit terkait Sanitarian, Unit umum


STERILISASI PERALATAN YANG PERLU
DISTERILKAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Sterilisasi yaitu suatu tindakan untuk membunuh semua


mikroorganisme termasuk sporal bakteri pada benda/peralatan
dengan cara merebus, stoom, panas tinggi atau kimiawi.

2. Tujuan Sebagai acuan ada jaminan terhadap peralatan di tempat pelayanan.

3. Kebijakan
4. Referensi - Pedoman manajerial PPI di rumah sakit dan fasilitas yankes
lainnya oleh Depkes. 2007.
- Makalah sterilisasi alat di BPM 2014.

5. Prosedur - Peralatan medis yang terbuat dari : logam, kaca, ebonit, tenunan
dan lain-lain.
- Bahan desinfektan seperti : klorin.
- Alat/kain pembungkus peralatan.
- Sterilisator yang berfungsi baik.
- Tempat penyimpanan alat yang sudah steril seperti : bak
instrumen dan lain-lain.
6. Langkah-langkah 1. Petugas menyiapkan alat yang akan disterilkan, dicuci dan
didekontaminasi.
2. Petugas menyiapkan sterilisator yang akan dipakai.
3. Petugas memberi label peralatan yang dibungkus harus dengan
jelas nama, tanggal dan jam disterilkan.
4. Petugas memisahkan Peralatan yang disterilisasi sesuai dengan
jenisnya dan bahan bakunya misalnya : Logam dan sebagainya.
5. Petugas menyusun peralatan didalam sterilisator harus sed
emikian rupa agar seluruh bagian alat dapat disterilkan.
6. Petugas dapat menghitung waktu yang diperlukan untuk
mensterilkan setiap jenis peralatan harus tepat, dihitung sejak
peralatan disterilkan.
7. Petugas menyimpanan peralatan yang sudah steril harus
diperhatikan dengan tepat, sesuai dengan bahan bakunya.
7. Diagram alur
Petugas

Alat Medis

Disterilisasi : merebus,
Di desinfektan/
stoom, panas tinggi
dekontaminasi
kimiawi

9. Unit terkait Petugas kesehatan, Kebidanan, Rawat inap, Laboratorium.

PEMANTAUAN, PEMELIHARAAN, dr. Hj. Neneng Tresna Imawati


PERBAIKAN SARANA DAN PERALATAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan sarana dan peralatan adalah


serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam upaya tersedianya
sarana kerja dan peralatan dehgan kondisi yang sesuai dengan
persyaratn kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan

2. Tujuan Sebagai acuan tersedianya sarana kerja yang nyaman dan peralatan
yang beradadalam kondisi baik serta aman

3. Kebijakan Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan sarana dan peralatan


dilakukan oleh unit umum bekerjasama dengan sanitarian

4. Referensi
5. Prosedur
6. Langkah – langkah 1. Petugas memeriksa secara berkala sarana dan peralatan yang
digunakan
2. Petugas menerima pengaduan dari pasien maupun petugas
kesehatan mengenai kerusakan dari sarana maupun peralatan
yang di gunakan dalam pelayanan kesehatan
3. Petugas meginventaris sarana dan peralatan yang harus
dilakukan perbaikan
4. Petugas merencanakan perbaikansarana dan peralatan
bekerjasama dengan sanitarian
5. Petugas mengusulkan perbaikan sarana dan peralatan ke
Kepala Klinik Pratama Denkesyah

7. Unit terkait Sanitarian, Unit umum


KALIBRASI DAN VALIDASI INSTRUMEN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menstandarisasi alat


ukur laboratorium dengan cara membandingkan alat ukur
tersebut dengan peralatan standar dapat di identifikasi dan
ditelusuri ke standar nasional dan internasional.
Validasi adalah kegiatan untuk menentukan satu atau lebih
karakteristik dari suatu badan atau instrumen sehingga dapat
dipastikan kesesuaian antara karakteristik dengan
spesifikasinya
2. Tujuan Sebagai acuan untuk memastikan kesesuaian karakteristik
terhadap spesifikasi terhadap suatu bahan bakar ukur atau
instrument, menentukan peviasi kebenaran konvensional nilai
penunjukan suatu instrumen ukur atau deviasi dimensi
nominal yang seharusnya untuk suatu bahan ukur, menjamin
hasil- hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional/
internasional
3. Kebijakan SK Kepala Klinik Pratama Denkesyah 02.04.02
4. Referensi Depkes RI, tentang pedoman pengujian dan validasi alat
kesehatan
5. Prosedur
6. Langkah – langkah 1. Tim pengelola barang mengidentifkasi alat ukur
yang akan divalidasi dan di kalibrasi
2. Tim pengelola barang membuat perencanaan
jadwal validasi dan kalibrasi eksternal setiap satu
tahun sekali
3. Pelaksanaan validasi dan kalibrasi eksternal
oleh badan kalibrasi yang sudah ditunjuk dengan
bukti catatan kalibrasinya
4. Tim pengelola barang menyimpan alat ukur
yang sudah di kalibrasikan validasi eksternal untuk
dijadikan masterh
5. Tim pengelola barang merecanakan jadwal
validasi dan kalibrasi internal yaitu setiap enam bulan
sekali
6. Tim pegelola barang berkoordinasi dengan
koordinator poli/ bagian
7. Diagram Alir
8. Unit terkait Laboratorium , tim pengelola barang

PELAKSANAAN PERBAIKAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah
dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02
NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Perbaikan seluruh perlatan yang ada dilaboratorium baik medis


dan non medis
2. Tujuan Sebagai acuan agar peralatan medis dan non medis
dilaboratorium dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai standar
3. Kebijakkan 1. Semua proses kegiatan perbaikan alat harus melalui
prosedur yang sudah ditetapkan pimpinan Kepala Klinik
Pratama Denkesyah
2. Perbaikan alat medis dan non medis dilaporkan ke
penanggung jawab inventaris barang

4. Langkah – langkah 1. Koordinator ruangan mengisi blangko perbaikan alat dan


melaporkan kerusakan peraltan yang perlu diperbaiki
kepada penanggungjawab sarana prasarana Klinik
Pratama Denkesyah
2. Penanggung jawab inventaris akan melakukan
pengecekan peraltan tersebut masih bisa diperbaiki atau
tidak termasuk biaya yang diperlukan dan kemungkinan
perlu menunjuk pihak untuk pelaksanaan perbaikan
selanjutnya
3. Bila kegiatan perbaikan tersebut memerlukannya
penanggung jawab inventaris terlebih dahulu
melaporkan kepada pimpinan Klinik Pratama Denkesyah
untuk mendapatkan persetujuan
4. Pimpinan Klinik Pratama Denkesyah akan memberikan
pertimbangan tentang perbaikan alat tersebut apakan
dapat dilakukan perbaikan oleh bagian pemeliharaan
Klinik Pratama Denkesyah atau perbaikan dengan pihak
ketiga
5. Petugas atau pihak luar segera melakukan perbaikan
perlatan dilaboratorium yang mengalami kerusakan
6. Jika alat yang rusak akan dibawa oleh petugas, maka
petugas inventaris akan membuat catatan bahwa alat
sedang dalam perbaikan
7. Setelah selesai perbaikan petugas segera mengembalikan
alat yang sudah diperbaiki kelaboratorium dan meminta
tanda tangan koordinator laboratorium sebagai bukti
bahwa perbaikan alat sudah selesai dilakukan
5. Unit terkait Petugas laboratorium, pengelola barang inventaris, pimpinan
klinik pratama denkesyah

KEGIATAN PEMELIHARAAN DAN dr. Hj. Neneng Tresna Imawati


PEMANTAUAN INSTALASI LISTRIK NIP:1196209052014102001
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah
02.04.02

1. Pengertian Pemeliharaan dan pemantauan instalasi listrik merupakan


kegiatan pemntauan dari instalasi listrik meliputi kondisi
fisik kabel listrik, panel listrik dan fungsi dari listrik
2. Tujuan Sebagai acuan mengetahui ketersediaan kapasitas daya
listrik sesuai dengan penggunaan beban dayanya serta
mengetahui instalasi sesuai dengan standar prosedur
keselamatan
3. Kebijakkan SK Kepala Klinik Pratama Denkesyah

4. Referensi Buku pedoman perawat dasar Depkes RI tahun 2005


5. Prosedur Alat.
1. daftar pemantau lingkungan fisik
2. alat tulis
Bahan
6. Langkah – langkah 1. Petugas memastikan peralatan listrik terpasang dalam
kondisi yang baik
2. Petugas memastikan bahwa tidak ada kabel listrik yang
menghalang jalan, kering dan tidak terkelupas
3. Petugas memastikan penempatan voltage dan outle yang
benar dan sesuai
4. Petugas memastikan lampu penerangan cukup baik
7. Diagram Alir
memastikan memastikan kabel listrik
peralatan listrik kering dan tidak
terpasang baik terkelupas

memastikan lampu memastikan


penerangan cukup penempatan voltage
baik dan outlet yang benar

8. Unit terkait Klinik Pratama Denkesyah 02.04.02


PENANGANAN KEBAKARAN,
KETERSEDIAAN APAR, PELATIHAN
PENGGUNAAN APAR, PELATIHAN JIKA
TERJADI KEBAKARAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Prosedur jika terjadi kebakaran, ketersediaan APAR,


pelatihan pengguna APAR, pelatihan jika terjadi kebakaran
adalah aktifitas yang dilakukan untuk memastika adanya
proteksi kebakaran sejak dini agar dapat dicegah atau
ditangani dengan cepat, dengan pengetahuan dan ikut aktif
terhadap mitigasi kebakaran untuk keamanan dan
kenyamanan melakukan aktifitas pelayanan
2. Tujuan Sebagai acuan prosedur ini bertujuan untuk menghadapi
kemungkinan musibah kebakaran agar terjaga sistem
proteksi kebakaran pada bangunan dan lingkunga Klinik
Pratama Denkesyah sehingga roses pelayanan berlangsung
aman dan nyaman

3. Kebijakkan SK Kepala Klinik Pratama Denkesyah 02.04.02


4. Referensi
5. Prosedur Peralatan
1. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
2. air, selang air, handuk/kain
6. Langkah – langkah A. jika terjadi kebakaran
1. Petugas jangan panik dan identifikasi titik api
2. petugas bila kemungkinan padamkan api
dengan menggunakan APAR atau alat pemadam
yang lain
3. petugas jika tidak berhasil, lakukan evakuasi
menghubungi pemadam kebakaran,
menyelamatkan barang / dokumen jika masih
memungkinkan, mematikan sumber arus listrik
4. petugas setelah sampai titik kumpul memastikan
semua karyawan dan pasien/ keluarga sudah di
evakuasi semua
B. Cara pemadaman api
1. cara tradisional
petugas memakai goni,handuk,keset, selimut
yang dibasahi, angkat kedua ujung dengan
posisi ibu jari didepan, badan dan wajah
dilindungi dengan goni lalu kita berjalan miring
kemudian goni ditutupkan dibagian yang
terbakar, jika masih ada api tambahkan goni
yang sudah dibasahi lagi.
2. Cara modren
menggunakan APAR
APAR ini berisi : gas, powder, busa, sebelum
menggunakan kocok dulu APAR beberapa kali
langkah-langkah pengguna APAR
a. sebelum digunakan diposisikan dahulu agar
tidak menggumpal
b. peganglah APAR dan katup pemancar
dengan satu tangan tekuat sedangkan tangan
yang lain memegang selang pemancar
c. kemudian dipanggul, setelah itu alat
diangkat
d. membuka pemantik untuk mengelurkan isi
APAR
e. arahkan sesuai arah angin (sejajar dengan
sumber api)
f. semprotkan pada jarak 3-4 meter dari
sumber api pada jarak yang aman.
semprotkan selang pada titik pusat api,
padamkan dari api yang kecil terlebih dahu.
g. semprotkan secara merata sampai api padam
3. Menggunakan selang
penggunaan ketika memadamkan api yang
sangat besar / kebakaran bias kita memanggil
DAMKAR kota jambi dengan tangki
pemadaman kebakaranyang dilengkapi selang
besar dengan air disemprotkan.

7. hal-hal yang perlu a. Penempatan APAR pada ketinggian kurang lebih


diperhatikan 1,5 meter di dinding dan peletakkannya di
tempatkan yang mudah terlihat
b. Isi APAR setahun sekali,jika tidak habis dan sudah
jatuh tempo isi APAR bisa digunakan untuk latihan
pemadaman sehingga APAR benar-benar kosong
dan untuk di isi kembali
8. Unit terkait Seluruh unit pelayanan dan sanitasi
PEMANTAUAN, PEMELIHARAAN,
PERBAIKAN SARANA DAN PERALATAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan saran dan peralatan


adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam upaya
tersedianya sarana kerja dan peralatan dengan kondisi yang
sesuai dengan persyaratan kesehatan dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan
2. Tujuan Sebagai acuan tersedianya saana kerja yang nyaman dan
peralatan yang berada dalam kondisi baik serta aman
3. Kebijakkan Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan sarana dan peralatan
dilakukan oleh unit umum bekerja sama dengan sanitarian
4. Referensi
5. Prosedur
6. Langkah – langkah 1. Petugas memeriksa secara berkala sarana dan peralatan
yang digunakan
2. Petugas menerima pengaduan dari pasien maupun
petugas kesehatan mengenai kerusakan dari sarana
maupun peralatan yang digunakan dalam pelayanan
kesehatan
3. Petugas menginventarisir sarana dan peralatan yang
harus dilakukan perbaikan
4. Petugas merencanakan perbaikan sarana dan peralatan
bekerja sama dengan sanitarian
5. Petugas mengusulkan perbaikan sarana dan peralatan ke
kepala Klinik Pratama Denkesyah

7. Diagram Alir
8. Unit terkait Sanitarian, unit umum
MEMISAHKAN ALAT YANG BERSIH DAN ALAT
YANG KOTOR ALAT YANG MEMERLUKAN
STERILISASI DAN MEMBUTUHKAN PERAWATAN
LEBIH LANJUT SERTA ALAT YANG
MEMBUTUHKAN PERSYARATAN KHUSUS
PELETAKANNYA

No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1 Pengertian Kegiatan memisahkan barang yang bersih, kotor dan memerlukan proses
sterilisasi
2 Tujuan sebagai acuan untuk memisakhan peralatan yang bersih dengan perlu
dicuci dibersihkan serta peralatan yang perlu disterilkan
3 Kebijakan
4 Referensi
5 Prosedur
6 Langkah –langkah 1. Petugas mencuci tangan sesuai protaf
2. Petugas menggunakan sarung tangan disposable
3. Petugas setelah memakai alat , cuci dengan sabun pada air yang
mengalir, jika perlu gunakan sikat untuk mengangkat kotoran yang
sulit hilang lalu rendam dengan larutan klorin 0,5 dalam baskom
selama 10 menit
4. Petugas mengankat peralatan dengan sarung tangan membelas
dengan air mengalir dan mengeringkan dengan lap kering dan bersih
5. Petugas memisahkan alat yang membutuhkan tindakan sterilisasi dan
alat hanya digunakan dalam keadaan bersih
6. Petugas menempatkan dalam wadah yang tertutup yang berbahan
dasar steinlees dan dilakukan sterilisasi dalam keadaan terbuka
7. Petugas melakukan desinfektan pada alat yang tidak membutuhkan
sterilisasi dengan alcohol 70 % lalu menempatkan alat tersebut pada
wadah kusus dan bisa langsung diletakkan dilemari medis
8. Petugas membutuhkan perawatan khusus untuk peralatan seperti
nebulizer,mencuci sungkup dengan sabun pada air mengalir, lalu
mengerinkan dengan lap kering dan dilakukan sterilisasi diletakkan
diruang atas tempat alat khusus benda yang tidak tahan panas
( kain,karet, bahan yang tidak terbuat dari steinless)
7 Diagram alir
8 Unit terkait Petugas dan dokter
STERILASI
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Suatu tindakan untuk membunuh kuman phatogen dan


aphatogen beserta sporannya pada peralatan perawatan dan
kedokteran dengan cara merebus, stoom panas tinggi, atau
menggunakan bahan kimia.
2. Tujuan Sebagai acuan mencegah terjadinya infeksi dan
memelihara peralatan dalam keadaan siap pakai.
3. Kebijakkan Peralatan yang di bungkus harus diberi label jelas dengan
mencantumkan : nama, jenis peralatan, tanggal dan jam
disterilkan. jika peralatan baru disterilkan terbuka, maka
harus disterilkan kembali.
4. Referensi
5. Prosedur
6. Langkah – langkah Jenis peralatan yang dapat disterilkan :
1. Peralatan yang terbuat darai logam (pinset, gunting,
dll )
2. Peralatan yang terbuat dari kaca (tabung kimia, dll)
3. Peralatan yang terbuat dari karet (kateter,sarung
tangan, dll )
4. Peralatan yang terbuat dari ebonite (kanule rectum,
kanule trachea, dll )
5. Peralatan yang terbuat dari email (waskom, dll)
6. Peralatan yang terbuat dari porselen (cangkir,
piring, dll)
Pelaksanaan :
1. Petugas mensterilisasi dengan cara merebus :
mensterilisasi peralatan dengan merebusnya di
dalam air sampai mendidih (1000c) dan ditunggu
antara 15 sampai 30 menit. misalnya dari logam,
kaca, dan karet. langkah-langkah :
a. yakinkan sterilisator dalam keadaan siap
pakai
b. masukan alat yang sudah dicuci bersih
kedalam stelisator
c. isi air hingga alat terendam
d. tutup stelisator dengan rapat
e. atur waktu selama 30 menit
f. tekan tombol on pada stelisator
g. setelah 30 menit, alat dapat diangkat
h. matikan dengan menekan tombol off dan
lepaskan stop kontak

2. Petugas mensterilisasi dengan cara stoom (uap) :


mensterilisasikan peralatan denga uap panas dengan
autoclave dengan waktu, suhu dengan tekanan
tertentu. misalnya alat tenun, obat-obatan, dll
3. petugas sterilisasi dengan cara stoom (uap) :
mensterilkan peralatan dengan uap panas dengan
autoclave dengan waktu, suhu dan tekanan tertentu.
misalnya alat tenun, obat-obatan, dll
4. petugas sterilisasi dengan cara panas kering :
mensterilkan peralatan dalam oven dengan panas
tinggi. misalnya peralatan logam yang tajam,
peralatan dari kaca dan obat tertentu.
5. petugas sterilisasi dengan cara bahan kimia (alcohol,
sublimat, uap formalin untuk peralatan yang cepat
rusak bila terkena panas : sarung tangan, kateter

7. Diagram Alir
8. Unit terkait Unit keperawatan, rawat jalan
PEMANTAUAN BERKALA
PELAKSANAAN PROSEDUR
PEMELIHARAAN DAN STERILISASI
INSTRUMEN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Prosedur ini untuk memantau secara berkala pelaksanaan


prosedur pemeliharaan alat serta pelaksanaan prosedur
sterilisasi
2. Tujuan Sebagai acuan memantau secara berkala alat medis mulai
dari pemeliharaan sampai pemantauan setelah proses
sterilisasi
3. Kebijakkan
4. Referensi
5. Prosedur
6. Langkah – langkah 1. Petugas mengeluarkan alat dari almari medis,
menempatkan pada meja untuk dilakukan
pemantauan
2. Petugas memeriksa satu persatu alat, meliputi
fungsi, keadaan fisik, kekuatan baterai
3. Petugas memeriksa etiket tan!!al dilakukan
sterilisasi jika alat tersebut belum digunakan,
apabila sudah 1 minggu dari tanggal dilakukan
sterilisasi maka segera dilakukan sterilisasi ulang
4. Petugas memisahkan alat yang rusak untuk segera
dilakukan perbaikan atau diganti baterai bila perlu
5. Petugas mencatat pada buku pemantauan dan
melaporkan hasil pemantauan
6. Petugas mengembalikan atal-alat pada tempatnya

7. Diagram Alir
8. Unit terkait Paramedis
TENTANG PENANGANAN BANTUAN
PERALATAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik
Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Prosedur ini mengatur penerimaan bantuan peralatan.


2. Tujuan Sebagai acuan agar barang yang diterima sesuai dengan
spesifikasi dan dapat terinventaris
3. Kebijakkan Barang yang diterima benar benar dalam kondisi baik
4. Referensi
5. Prosedur
6. Langkah – langkah 1. Petugas barang yang datang diverifikasi
2. Petugas bila sudah sesuai ( spesifikasi barang,
dokumen dokumen barang, berita acara serah
terima barang ) diterima dan dicatat dalam buku
penerimaan barang.
3. Petugas barang disimpan, dicatat dalam blangko
stock barang

7. Diagram Alir
8. Unit terkait Pengelola barang
KONTROL PERALATAN, TESTING,
DAN PERAWATAN SECARA BERKALA
RUTIN UNTUK PERALATAN KLINIS
YANG DIGUNAKAN
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik
Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Prosedur ini mengatur kontrol peralatan, testing dan


perawatan secara rutin untuk peralatan klinis yang
digunakan
2. Tujuan sebagai acuan agar semua peralatan klinis dalam kondisi
baik, saat akan digunakan
3. Kebijakkan Semua peralatan klinis yang digunakan untuk pelayanan
4. Langkah – langkah 1. petugas Kontrol keberadaan semua peralatan klinis
yang akan digunakan, test dan pastikan semua alat
dalam kondisi baik, sebelum pelayanan
2. Petugas Laporkan kepada pengurus barang bila
terjadi kerusakan/ ketidak sesuaian alat
3. Petugas Lakukan pemeliharaan rutin sesuai
spesifikasi alat

5. Unit terkait Pengelola barang, Koordinator unit


PENGGANTIAN DAN PERBAIKAN ALAT
YANG RUSAK
No.Dokumen:
No.Revisi :0
SPO Tanggal Terbit:
Halaman : 1/1
Klinik
Pratama
Denkesyah dr. Hj. Neneng Tresna Imawati
02.04.02 NIP:1196209052014102001

1. Pengertian Menginventarisir barang dan menggolongkan kondisi


barang yang layak pakai, rusak ringan, sedang dan berat,
Serta menindaklanjuti penghapusan barang yang rusak
berat dan pengadaan barang baru
2. Tujuan Sebagai acuan menjamin ketersediaan peralatan kesehatan
yang layak pakai di unit pelayanan klinis
3. Kebijakkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 tahun 2007
tentang Pedoman pengelolaan barang daerah
4. Langkah – langkah 1. Petugas Penanggung jawab ruangan melakukan
pemantauan alat pada masing-masing ruangan
untuk alat yang rusak
2. Petugas Penanggung jawab ruangan berkoordinasi
dengan bendahara barang untuk melaporkan alat
yang rusak
3. Petugas Bendahara barang menginventarisir barang
untuk menggolongkan kondisi barang rusak ringan,
sedang dan berat
4. Petugas Bendahara barang melaporkan ke Kepala
Klinik Pratama Denkesyah
5. Petugas untuk barang yang rusak ringan dan sedang
Kepala Klinik Pratama Denkesyah mengajukan
permohonan perbaikan alat kepada Kepala Dinas
Kesehatan
6. Petugas untuk alat yang rusak berat, Kepala Klinik
Pratama Denkesyah mengajukan permohonan
penghapusan barang kepada Dinas Kesehatan
7. Petugas Kepala Klinik Pratama Denkesyah
mengajukan permintaan alat baru sesuai kebutuhan

5. Unit terkait Pengelola barang, penanggungjawab ruangan, Kepala


Klinik Pratama Denkesyah