Anda di halaman 1dari 10

STRATEGI SCALPING SEDERHANA

MENGGUNAKAN EXPONENTIAL MOVING


AVERAGE

By: Kurniawan Trader

Facebook: https://www.facebook.com/kurniawantrader
Email: megahprofit@gmail.com
Pada kesempatan yang baik ini saya akan berbagi sebuah Strategi Forex
Scalping yang cukup mudah, dan cukup powerful.

Mungkin beberapa dari anda masih ada yang belum tau atau baru mengenal yang
namanya scalping. Strategi seperti apa sih Scalping itu?

Scalping merupakan pembukaan dan penutupan sebuah transaksi jual beli yang
dilakukan dalam tempo waktu yang singkat atau dalam jumlah target pips yang kecil.

Sehingga strategi jenis ini memungkinkan kita untuk membuka OP berkali kali dalam
sehari.

Memang sedikit ada perbedaan dari kalangan Trader dalam mendefisikan scalping
ini, ada yang mengacu pada tempo waktu, ada pula yang mengacu pada target
jumlah pips.

Meskipun ada perbedaan pendapat, anda tidak perlu memperdulikannya, karena inti
dari semuanya pada dasarnya sama, yaitu mendapatkan profit dengan lebih cepat,
betul?

Sebelum anda benar benar terjun dan mendalami strategi forex scalping ini, saya
ingin memberitahukan pada anda bahwa scalping ini bagaikan pedang bermata dua.

Artinya apa?

Dengan menerapkan strategi scalping anda dapat menggandakan modal anda


dengan cepat, namun di lain sisi modal anda juga berpotensi dapat habis dengan
cepat pula. Karena, dalam menerapkan strategi ini kita menggunakan TF kecil dengan
prosentase lot yang lebih besar.

Itulah mengapa scalping ini dianggap sebagai pedang bermata dua.

Kedepannya, Ketika anda yakin dengan keputusan anda untuk trading dengan
menggunakan scalping, berarti anda telah sadar dengan resiko yang akan terjadi.

Faktor Terpenting Dalam Menerapkan Strategi Forex Scalping


Meskipun strategi ini dapat memacu detak jantung, tapi sebenarnya lebih santai jika
dibandingkan dengan strategi longterm.

Kita hanya menghabiskan waktu 30 menit atau 1 jam untuk menuntaskan target
harian kita (Kecuali sideways).
Setelah target harian tercapai, kita sudah tidak dipusingkan dengan kondisi chart dan
keadaan “floating” lagi, dan kita bisa melakukan aktivitas sehari hari kita,
menghabiskan waktu bersama keluarga, kerabat, dll.

Kabar baiknya, saya mempunyai beberapa tips agar anda terhindar dari dari amukan
volatilitas market. Dimana dalam menerapkan strategi forex scalping teknik apapun,
sebaiknya anda memperhatikan ketiga hal ini:

1. Money Management
2. Psikologi
3. Target / Goal

Money Management (MM)

Semua trader sepakat bahwa dalam menerapkan strategi jenis apapun, MM


berkontribusi 50% sebagai penentu kesuksesan trading.

Bahkan saya pribadi berpendapat, MM memberikan kontribusi 70% sebagai penentu


keberhasilan dalam trading.

Money Manegement itu cakupannya luas, bahkan ada sebuah buku yang mengulas
khusus tentang MM.

Sebenarnya, anda tidak harus mengerti secara mendalam tentang MM, minimal anda
paham tentang apa itu leverage, margin level, balance, equity, perhitungan lot saja
sudah cukup.

Misalnya, dengan balance 100 USD berapa lot yang ideal untuk digunakan.

Lalu kesimpulannya bagaimana?

JANGAN sesekali anda mengaplikasikan strategi forex scalping ini sebelum anda
benar benar paham tentang MM dalam trading Forex.

Jika anda merasa sudah paham, barulah anda bisa lanjut mempelajari tentang
strategi.

Psikologi Dalam Menerapkan Strategi Forex Scalping

Saya tidak akan berbicara banyak masalah psikologi dalam tutorial ini, karena dalam
psikologi tidak ada acuan standar tertentu.
Saya hanya mengingatkan saja, bahwa psikologi merupakan faktor yang tidak kalah
penting.

Dan saya juga mengingatkan kepada anda bahwa satu satunya strategi yang paling
mempermainkan psikologi adalah Scalping.

Beberapa tips untuk menjaga psikologi agar tetap terkontrol dengan baik:

1. Gunakan MM yang tepat


2. Jangan terburu buru dalam menganalisa, ingat kesempatan dalam pasar Forex
akan selalu terbuka selama 24 jam/ hari dan 5 hari / Minggu. Jadi anda tidak
perlu cemas akan kehilangan kesempatan OP.
3. Hilangkan rasa balas dendam. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan oleh
Trader. Yang namanya Loss dalam forex itu merupakan hal yang sangat wajar,
asal tidak MC. Pada intinya, hasil akumulasi akhirnya tetap profit.
4. Jangan membuka chart ketika pikiran anda sedang kacau.

Keempat hal tersebut harus benar benar anda perhatikan, percayalah MC itu sangat
menyakitkan. Dan ingatlah setiap Loss masih bisa di “recovery”.

Tentukan Target Anda

Salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin pernah berkata “If you
fail to plan, you are planning to fail”, yang artinya kurang lebih “Jika kamu gagal
dalam perencanaan, maka kamu sedang merencanakan kegagalan”.

Semua pakar ekonomi sependapat dengan kutipan pernyataan tersebut. Yang mana
perencanaan memang sangat krusial tidak hanya dalam konteks bisnis, melainkan
dalam hal apapun.

Pertanyaannya sekarang yaitu, mungkinkan ada perencenaan tanpa adanya sebuah


target/ goal? Impossible alias tidak mungkin.

Sama halnya dalam dalam Forex, anda harus mempunyai Target / goal yang jelas. Jika
anda belum punya, tentukan goal anda. SEKARANG!.

Masih bingung?

Saya coba berikan contoh membuat target sederhana supaya anda memiliki
gambaran.

# Contoh Target 1. “Saya harus memiliki penghasilan $10 / hari untuk bulan pertama,
$20 / hari untuk bulan berikutnya, dan seterusnya.
# Contoh Target 2. “Saya harus memiliki penghasilan $500 / bulan, apapun caranya”

# Contoh Target 3. “Saya harus menghasilkan keuntungan 100% perbulan dari total
modal yang saya keluarkan”

Dst.

Nah setelah anda memiliki target trading anda, barulah mulai menyusun
perencanaan.

#1. Siapkan modal anda.

Anda harus paham masalah pendanaan, seperti berapa modal yang harus
dipersiapkan untuk mendapatkan penghasilan $20 perhari, atau berapa lot yang
harus digunakan agar bisa menghasilkan 100% perbulan, dsb.

#2. Siapkan waktu anda.

Setelah modal sudah ada, selanjutnya atur waktu anda. Misal mendapatkan $20
perhari, berapa pips yang anda butuhkan, dan berapa lama waktu yang anda
perlukan untuk mencapai jumlah pips tersebut.

Oleh karena itulah, seperti yang saya tegaskan sebelumnya anda harus paham
dengan yang namanya Trading Money Management.

Setelah anda paham dengan Manajemen, Psikologi, Target, dan perencanaan,


barulah anda mempelajari strategi yang digunakan.

Jadi semuanya, dari awal sampai akhir rencana dan target anda terkonsep dengan
jelas.

Untuk mengantarkan anda menuju target anda, anda dapat menggunakan strategi
forex scalping yang saya bagikan berikut.

Time Frame dan Pemilihan Pair Untuk Scalping

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa scalping itu pada intinya
mencari target pips yang kecil, bisa 5 pips hingga 15 pips, itu idealnya.

Nah, untuk mendapatkan besaran pips tersebut kita harus paham tentang pemilihan
Time Frame (TF) yang tepat.

Lalu, TF berapakah yang sebaiknya digunakan dalam menerapkan strategi forex


scalping ini? TF M1 dan TF M5.
Mari kita samakan persepsi terlebih dahulu.

Bisakah scalping dilakukan dalam TF besar seperti H1 dan H4? BISA. Beberapa orang
mungkin melakukannya.

Tapi yang perlu digaris bawahi adalah, bahwa dalam menerapkan strategi forex
scalping yang saya bagikan ini sebaiknya hanya menggunakan TF M1 dan TF M5.

Kenapa?

Karena hal tersebut nantinya ada kaitannya dengan manajemen SL dan TP.

Jadi apa yang saya bagikan ini bukan hanya sekedar strategi, melainkan satu
kesatuan sebuah konsep. Dimana masing masing komponen tidak bisa dipisahkan
satu sama lain.

Karakteristik Pair
Ada berbagai macam pair di Forex, jumlahnya cukup banyak dari berbagai mata uang
dari berbagai negara.

Untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang ini, alangkah baiknya jika
kita memiliki preferensi dalam menentukan uang mana yang paling menguntungkan.

Karena dalam bahasan kali ini kita membahas masalah scalping, maka Pair yang
sebaiknya digunakan adalah Pair Dengan Nilai Spread Kecil.

Ya, selama pair yang anda gunakan memiliki spread yang rendah, pair tersebut layak
untuk di tradingkan.

Akan sangat lebih baik jika spread nya di bawah 1 pips.

Perlu anda ketahui bahwa besarnya spread dari sebuah pair tiap tiap broker berbeda
beda, meskipun Pair nya sama.

Untuk itu anda harus jeli, jika perlu tanyakan kepada CS broker nya.

Secara umum, pair yang memiliki spread rendah yaitu EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD,
EUR/GBP, dan USD/CHF.
Pair tersebut merupakan pair favorit saya dalam berscalping. Dan pair tersebut juga
merupakan pair yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan trader dalam
scalping.

Untuk pair pair lain nya anda dapat melakukan riset sendiri.

Sampai sini anda sudah memahami TF dan Pair yang digunakan, selanjutnya kita akan
lanjut ke pokok pembahasan, yaitu Strategi Forex Scalping.

Strategi Forex Scalping Menggunakan Exponential Moving Average


(EMA)
Dalam menerapkan scalping ini kita akan menggunakan indikator EMA. EMA
merupakan indikator bawaan MT4, jadi anda tidak perlu menginstallnya.

Moving Average merupakan indikator favorit saya dalam mengindentifikasi sebuah


trend, dan juga indikator jenis ini termasuk yang paling banyak digunakan oleh para
trader, terkait pengidentifikasian trend.

Moving Average ada 4 jenis, diantaranya yaitu:

 Simple Moving Average (SMA)


 Exponential Moving Average (EMA)
 Smoothed Moving Average (SMMA)
 Linier Weighted Moving Average (LWMA)

Dari keempat jenis diatas, kita akan menggunakan EMA.

Kenapa EMA?

Menurut pandangan saya pribadi, EMA memiliki pergerakan yang cukup dinamis jika
dibandingkan dengan jenis lainnya. Dan tentu saya juga mempertimbangkan akurasi.

Bagaimana cara penggunaannya?

Anda harus terlebih dahulu memasang 2 buah indikator EMA, dengan periode
masing masing 10 dan 20.

Silahkan perhatikan gambar berikut ini.


EMA biru merupakan EMA 20 dan EMA merah merupakan EMA 10.

OP dilakukan saat setelah kedua EMA tersebut berpotongan/Cross (EMA 10


memotong EMA 20).

Rule Open Posisi (OP) Dalam Strategi Forex Scalping


Rule OP Buy
OP Buy dilakukan ketika EMA 10 cross (Memotong) EMA 20 dari arah bawah.
Rule OP Sell
OP Sell dilakukan ketika EMA 10 cross (Memotong) EMA 20 dari arah atas.

Untuk TP secukupnya saja,karea ini scalping.

Penting!
Dalam melakukan OP sebaiknya hanya pada 1 pair saja. OP di lebih dari satu pair
sangat tidak disarankan. Karena hal tersebut akan membagi fokus anda dalam proses
analisa.

Cukup 1 pair. Jika sudah clear, bisa berpindah ke pair yang lain.

Kondisi Market yang Harus Dihindari

Perlu anda ingat, jika perlu anda catat.

Kelemahan strategi ini adalah ketika market sedang sideways.

Pada kondisi tersebut harga berbolak balik dan EMA cross berkali kali di area yang
sama.

Hal ini tentu sangat merugikan jika anda melakukan OP. Bisa bisa anda akan terkena
SL berkali kali.
Jadi, dalam menerapkan Scalping EMA ini sebaiknya hindari keadaan sideways,
apapun caranya.

Jika diterapkan ketika market trending (tidak sedang sideways), strategi ini bisa
dikatakan memiliki winning probability 80%.

Artinya, kemungkinan anda Loss hanya 20%. Ingat sekali lagi, itu berlaku saat market
tidak sedang sideways.

Dengan strategi ini saja, jika disertai dengan MM dan Psikologi yang baik, sudah
cukup untuk mengantarkan anda dalam mencapai target yang anda rencanakan.

Saya kira cukup demikian untuk pembahasan Strategi Scalping ini. Apabila anda
merasa belum paham dengan penjelasan diatas, silahkan bertanya di grup.

Happy Trading & Salam Profit...

Kurniawan Trader,

Facebook: https://www.facebook.com/kurniawantrader
Email: megahprofit@gmail.com