Anda di halaman 1dari 56

LAPORAN PENDAHULUAN

KONSEP DASAR PENYAKIT DAN KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN


DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI

OLEH
Tingkat II.2

Kelompok 3

1. Komang Putri Ayu Wikanti Riski (P07120018 066)


2. Ni Made Aristayani Pratiwi (P07120018 067)
3. Ni Putu Ayu Tejawati (P07120018 068)
4. Ni Putu Elya Yunita Khrisna Dewi (P07120018 069)
5. Komang Sriana Okpiyanti (P07120018 070)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2020/2021
A. KONSEP DASAR HIPERTENSI
1. Definisi Hipertensi
a. Pengertian Tekanan Darah
Tekanan darah adalah tekanan yang ditimbulkan pada dinding arteri. Tekanan puncak
terjadi saat ventrikel berkontraksi dan disebut tekanan sistolik. Tekanan diastolik adalah tekanan
terendah yang terjadi saat jantung beristirahat. Tekanan darah biasanya digambarkan sebagai rasio
tekanan sistolik terhadap tekanan diastolik, dengan nilai dewasa normalnya berkisar dari 100/60
sampai 140/90. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 (Smeltzer & Bare, 2001).
Menurut Hayens (2003), tekanan darah timbul ketika bersikulasi di dalam pembuluh darah.
Organ jantung dan pembuluh darah berperan penting dalam proses ini dimana jantung sebagai
pompa muskular yang menyuplai tekanan untuk menggerakkan darah, dan pembuluh darah yang
memiliki dinding yang elastis dan ketahanan yang kuat. Palmer (2007) menyatakan bahwa
tekanan darah diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg).

b. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah arteri yang peristen. Hipertensi atau
penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan
tubuh yang membutuhkan. Menurut WHO (World Health Organization), batas tekanan darah yang
masih dianggap normal adalah 120-140 mmHg sistolik dan 80-90 mmHg diastolik. Jadi,
seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya selalu terbaca di atas 140/90 mmHg.
Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyararakat yang serius yang sering kita temukan, namun
tidak terkendali dan akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Akibatnya
bisa fatal karena sering timbul komplikasi, misalnya stroke (pendarahan otak), penyakit jantung
koroner, dan gagal ginjal.

2. Penyebab Hipertensi
Secara umum hipertensi disebabkan oleh :
a. Asupan garam yang tinggi
b. Strees psikologis
c. Faktor genetik (keturunan)
d. Kurang olahraga
e. Kebiasaan hidup yang tidak baik seperti merokok dan alcohol
f. Penyempitan pembuluh darah oleh lemak/kolesterol tinggi
g. Peningkatan usia
h. Kegemukan
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
a. Hipertensi Primer (Esensial)
Hipertensi primer disebut juga hipertensi idiopatik karena tidak diketahui
penyebabnya. Faktor yang mempengaruhinya yaitu : genetic, lingkungan,
hiperaktifitas saraf simpatis sistem rennin. Faktor-faktor yang meningkatkan
resiko : obesitas, merokok, alcohol dan polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder
Penyebab yaitu : penggunaan estrogen, penyakit ginjal, sindrom cushing dan
hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas :
a. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan /
atau tekanan diastolic sama dengan atau lebih besar dari 90 mmHg.
b. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160
mmHg dan tekanan diastolic lebih rendah dari 90 mmHg.
Penyebab hipertensi pada orang dengan lanjut usia adalah terjadinya perubahan-
perubahan pada:
a. Elastisitas dinding aorta menurun
b. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
c. Kemampuan jantung memompa darah menurun
d. Kehilangan elastisitas pembuluh darah
Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenasi.
e. Meningkatnya resisten pembuluh darah perifer

3. Klasifikasi Hipertensi
Kategori Kategori
Tekanan Tekanan Tekanan Darah Tekanan Darah
Darah Darah Sistolik (mmHg) Dan/atau Diastolik (mmHg)
 ( JNC VII)  ( JNC VII)
Normal Optimal < 120mmHg Dan < 80 mmHg
Pre
_ 120 – 139 mmHg Atau 80 – 89 mmHg
Hipertensi
_ Normal < 130 mmHg Dan < 85mmHg
Normal
_ 130 – 139 mmHg Atau 85 – 89 mmHg
Tinggi
Hipertensi Hipertensi
Derajat I Derajat 1 140 – 159 mmHg Atau 90 – 99 mmHg
Derajat II _ >160 mmHg Atau > 100 mmHg
_ Derajat 2 160 – 179 mmHg Atau 100 – 109 mmHg
_ Derajat 3 >180 mmHg Atau > 110 mmHg

4. Tanda dan Gejala dari Hipertensi


a. Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan
darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hali ini berari hipertensi
arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan arteri tidak terukur
b. Gejala yang lazim
1) Mengeluh sakit kepala, pusing
2) Lemas, kelelahan
3) Sesak nafas
4) Gelisah
5) Mual
6) Muntah
7) Kesadaran menurun
8) Mimisan
5. Pohon Masalah
6. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan penunjang dilakukan dua cara yaitu :
a. Pemeriksaan yang segera seperti :
1) Darah : rutin, BUN, creatirine, elektrolik, KGD
2) Urine : Urinelisa dan kultur urine.
3) EKG : 12 Lead, melihat tanda iskemi.
4) Foto dada: apakah ada oedema paru (dapat ditunggu setelah pengobatan
terlaksana).
b. Pemeriksaan lanjutan (tergantung dari keadaan klinis dan hasil pemeriksaan yang
pertama) :
1) Kemungkinan kelainan renal: IVP, Renald angiography (kasus tertentu),
biopsi renald (kasus tertentu).
2) Menyingkirkan kemungkinan tindakan bedah neurologi : Spinal tab, CAT
Scan.
3) Bila disangsikan Feokhromositoma: urine 24 jam untuk Katekholamine,
metamefrin, venumandelic Acid (VMA). (Brooker,2001)

7. Penatalaksanaan Hipertensi
Prinsip penatalaksanaan atau pengobatan hipertensi adalah pengobatan atau perawatan
jangka panjang atau bahkan bisa seumur hidup. Jika hipertensi jenis sekunder biasanya
pengobatan dilakukan dengan mengobati faktor penyebabnya dahulu kemudian hipertensinya.
Sedangkan untuk hipertensi esensial biasanya akan menggunakan bantuan obat-obatan untuk
menurunkan tekanan darah tinggi.
Berikut adalah penatalaksanaan hipertensi dengan menggunakan standar triple therapy,
diantaranya adalah:
 Diuretik, seperti furosemid, tiazid dan hidrokortiazid
 Betablocker, seperti metildopa dan reserpin
 Vasodilator seperti dioksid, pranosin dan hidralasin
 ACE inhibitor
Penatalaksanaan yang perlu dilakukan selanjutnya adalah merubah gaya hidu anda seperti
di bawah ini agar hipertensi dapat dikontrol dan dicegah, antara lain:
 Turunkan berat badan
 Kurangi konsumsi alkohol
 Beraktivitas secara teratur
 Mengurang konsumsi natrium berlebihan
 Kurangi atau bahkan berhenti merokok

8. Komplikasi Hipertensi

Jika tekanan darah tinggi dibiarkan begitu saja, ini bisa merusak pembuluh darah dan organ
dalam tubuh dan bisa menyebabkan komplikasi hipertensi. Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa
komplikasi hipertensi yang bisa terjadi adalah:

 Serangan jantung

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri dinding
pembuluh darah arteri. Ini disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis menyebabkan
penyumbatan pembuluh darah, sehingga jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya
bisa terkena serangan jantung. Gejala peringatan serangan jantung yang paling umum adalah nyeri
dada dan sesak napas.

 Gagal jantung

Saat tekanan darah tinggi, otot jantung memompa darah lebih keras agar dapat memenuhi
kebutuhan darah ke semua bagian tubuh. Hal ini membuat otot jantung lama-lama menebal
sehingga jantung kesulitan memompa cukup darah. Konsekuensinya, gagal jantung bisa terjadi.
Gejala umum dari gagal jantung adalah sesak napas, kelelahan, bengkak di pergelangan tangan,
kaki, perut, dan pembuluh darah di leher.

 Stroke

Stroke bisa terjadi saat aliran darah kaya oksigen ke sebagian area otak terganggu,
misalnya karena ada sumbatan atau ada pembuluh darah yang pecah. Penyumbatan ini terjadi
karena adanya aterosklerosis dalam pembuluh darah. Pada orang yang punya hipertensi, stroke
mungkin terjadi ketika tekanan darah terlalu tinggi sehingga pembuluh darah di salah satu area
otak pecah. Gejala stroke meliputi kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, tangan, dan kaki,
kesulitan berbicara, dan kesulitan melihat.

 Aneurisma
Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan salah satu bagian pembuluh darah
melemah dan menonjol seperti balon, membentuk aneurisma. Aneurisma biasanya tidak
menyebabkan tanda atau gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika aneurisma terus membesar
dan akhirnya pecah, ini bisa mengancam nyawa.

 Masalah ginjal

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah di
ginjal menyempit dan melemah. Hal ini kemudian dapat mengganggu fungsi ginjal dan
menyebabkan penyakit ginjal kronis.

 Masalah mata

Tak hanya bisa memengaruhi pembuluh darah di ginjal, tekanan darah tinggi juga bisa
memengaruhi pembuluh darah di mata. Pembuluh darah di mata juga bisa menyempit dan
menebal akibat tekanan darah tinggi. Pembuluh darah kemudian bisa pecah dan mengakibatkan
kerusakan mata, mulai dari penglihatan kabur sampai kebutaan.

 Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari kelainan metabolisme dalam tubuh. Salah


satu faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang dibarengi dengan
kondisi kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi (kadar kolesterol baik rendah dan kadar
trigliserida tinggi), dan lingkar pinggang besar didiagnosis sebagai sindrom metabolik.

 Kesulitan dalam mengingat dan fokus

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan perubahan kognitif.
Anda mungkin akan mengalami masalah dalam berpikir, mengingat, dan belajar. Tanda-tandanya
seperti kesulitan dalam menemukan kata-kata saat berbicara dan kehilangan fokus saat dalam
pembicaraan.

B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI


1. Pengkajian
 Identitas klien/biodata
 Keluhan utama
 Riwayat kesehatan
 Riwayat kesehatan sekarang
 Riwayat kesehatan yang lalu
 Riwayat kesehatan keluarga
 Genogram

A. Data Bio-Psiko-Sosio-Spiritual
Menurut pola fungsi Gordon 1982, terdapat 11 pengkajian pola fungsi kesehatan :

1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan


Secara umum pada pengkajian pola ini, perawat akan mengetahui bagaimana pasien
memandang dirinya sendiri saat sebelum maupun setelah sakit, kemampuan dirinya, perasaan
pasien, tanggapan terhadap sakit yang diderita, sejauh mana pasien mengetahui tentang
penyakitnya
Pada pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan kaji pasien mengenai:
1) Pandangan pasien mengenai sehat dan sakit
2) Apakah pasien memahami keadaan kesehatan dirinya?
3) Apakah jika sakit pasien segera berobat ke dokter, ataukah menggunakan obat
tradisional?
4) Apakah pasien sudah memeriksakan dirinya sebelum ke rumah sakit?

2. Pola nutrisi
Pada pola nutrisi kaji pasien mengenai:
1) Pola makan
a. Bagaimana nafsu makan pasien selama sakit?
b. Berapakah porsi makan pasien per sekali makan?
2) Pola Minum
a.Berapakah frekuensi minum pasien selama sakit?

3. Pola eliminasi
Pada pola eliminasi kaji pasien mengenai:
1. Buang air besar
a. Berapakah frekuensi setiap kali buang air besar?
b. Bagaimanakah konsistensi pasien dalam buang air besar?
2. Buang air kecil
a.Berapakah frekuensi serta jumlah urine pasien setiap buang air kecil?

4. Aktivitas dan Latihan


Pada pola aktivitas dan latihan pasien mengenai:
1) Kemampuan perawatan diri

A k t i v i t a s S M R S M R S
0 1 2 3 4 0 1 2 3 4
M a n d i

Berpakaian/berdanda n

Eliminasi/toileting

Mobilitas di tempat tidu r

B e r p i n d a h

B e r j a l a n

N a i k t a n g g a

B e r b e l a n j a

M e m a s a k

Pemeliharaan rumah

Tabel 1. Kemampuan perawatan diri

Skor 0 = mandiri 3 = dibantu orang lain &alat


1 = alatbantu 4 = tergantung/tidakmampu
2 = dibantu orang lain
2) Kebersihan diri
a. Berapakah frekuensi pasien mandi dan menggosok gigi per 1 hari saat sakit?
b. Berapakah frekuensi pasin memotong kuku dan keramas selama seminggu saat
sakit?
3) Aktivitas sehari-hari
a. Apakah pasien bisa mengikuti aktivitas shari-hari selama sakit?
4) Rekreasi
a. Apakah pasien selama sakit melakukan rekreasi?
5) Olah raga
a.Apakah pasien bisa melakukan kegiatan olah raga?

5. Tidur dan Istirahat


Pada pola tidur dan istirahat kaji pasien mengenai:
1) Pola tidur
 Bagaimanakah pola tidur pasien selama sakit? Yang digambarkan dengan pukul
berapa pasien mulai tidur dan sampai pukul berapa pasien tidur saat malam hari?
2) Frekuensi tidur
 Bagaimana frekuensi tidur pasien selama sakit? Yang digambarkan dengan berapa
lama pasien tidur malam?
3) Intensitas tidur
 Apakah pasien mengalami pola tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement)?
Ataukah pasien mengalami pola tidur REM (Rapid Eye Movement)?

6. Sensori, Presepsi dan Kognitif


Pada pola sensori, persepsi, dan kognitif, kaji pasien mengenai:
1) Bagaimana cara pembawaan pasien saat bicara? Apakah normal, gagap, atau
berbicara tak jelas?
2) Bagaimanakah tingkat ansietas pada pasien?
3) Apakah pasien mengalami nyeri ?
Jika iya, lakukan pengkajian dengan menggunakan:
 P (provoking atau pemacu): factor yang memperparah atau meringankan nyeri
 Q (quality atau kualitas): kualitas nyeri (misalnya, tumpul, tajam, merobek)
 R (region atau daerah): daerah penjalaran nyeri
 S (severity atau keganasan): intensitasnya
 T (time atau waktu): serangan, lamanya, frekuensi, dan sebab

7. Konsep diri
- Body image/gambaran diri
a. Adakah prosedur pengobatan yang mengubah fungsi alat tubuh?
b. Apakah pasien memiliki perubahan ukuran fisik?
c. Adakah perubahan fisiologis tumbuh kembang?
d. Adakah transplantasi alat tubuh?
e. Apakah pernah operasi?
f. Bagaimana proses patologi penyakit?
g. Apakah pasien menolak berkaca?
h. Apakah fungsi alat tubuh pasien terganggu?
i. Adakah keluhan karena kondisi tubuh?

- Role/peran
a. Apakah klien mengalami overload peran?
b. Adakah perubahan peran pada pasien?

- Identity/identitas diri
a. Apakah pasien merasa kurang percaya diri?
b. Mampukah pasien menerima perubahan?
c. Apakah pasien merasa kurang memiliki potensi?
d. Apakah pasien kurang mampu menentukan pilihan?

- Self esteem/harga diri


a. Apakah pasien menunda tugas selama sakit?
b. Apakah pasien menyalah gunakan zat?

- Self ideals/ideal diri


a. Apakah pasien tidak ingin berusaha selama sakit ?

8. Seksual dan Reproduksi


a. Kapan pasien mengalami menstruasi terakhir?
b. Apakah pasien mengalami masalah menstruasi?
c. Apakah pasien pernah melakukan pap smear dankapan pap smear terakhir?
d. Apakah pasien melakukan pemeriksaan payudara dan testis sendiri tiap bulan?
e. Apakah pasien mengalami masalah seksual?

9. Pola Peran Hubungan


Pada pola peran hubungan pasien mengenai:
1) Apakah pekerjaan pasien?
2) Bagaimanakah kualitas pekerjaan pasien?
3) Bagaimanakah pasien berhubungan dengan orang lain?

10. Manajemen Koping Setress


Menggambarkan bagaimana pasien menangani stress yang dimilikinya serta apakah kalien
menggunakan sistem pendukung dalam menghadapi stres

11. Sistem Nilai Dan Keyakinan


Mengenai bagaimana pasien memandang secara spiritual serta keyakinannya masing-
masing

- Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum
a. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum
TTV, BB, GCS
2) Keadaan Umum     : lemah
Kesadaran     (E:M:V)
TTV, BB/TB                                              
3) Integumen
Kulit lansia keriput ( kerena proses penuaan yang terjadi), kelenturan dan
kelembaban kurang.
4) Kepala
Normal cephali, distribusi rambut merata, beruban, kulit kepala dalam keadaan
bersih, tidak terdapat ketombe ataupun kutu rambut, wajah simetris, nyeri tekan
negatif.
5) Mata
Pasien umumnya mengeluh pandangan kabur.
6) Telinga
Pasien umumnya tidak mengeluhkan gangguan pendengaran yang berkaitan dengan
hipertensi.
7) Hidung dan sinus
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
8) Mulut dan tenggorokan
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
9) Leher
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
10) Dada
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
11) Pernafasan
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
12) Kardiovaskular
TD= 160/100 mmHg, Nadi = 88x/menit (nadi teraba cukup kuat). Lansia biasanya
mengeluh dadanya berdebar – debar. Terkadang terasa nyeri dada.
13) Gastrointestinal
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
14) Perkemihan
Pada umumnya pasien mengalami proteinuria.
15) Genitourinaria
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.
16) Muskuloskeletal
Lansia biasanya merasakan kesemutan dan keram pada lutut saat cuaca dingin
sehingga sulit berdiri. Tonus otot berkurang, tulang dada, pipi, klavikula tampak
menonjol, terjadi sarkopenia, ekstremitas atas bawah hangat.
17) Sistem saraf pusat
Lansia biasanya mengalami sedikit penurunan daya ingat, tidak ada disorientasi,
emisi tenang, siklus tidur memendek.
18) Sistem endokrin
Pada umumnya pasien tidak mengeluhkan gangguan.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Penurunan curah jantung b.d perubahan irama jantung, perubahan frekuensi jantung,
perubahan kontraktililitas, perubahan preload, perbahan afterload.
b. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan, ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen,
tirah baring, imobilitas , gaya hidup monoton.
c. Nyeri akut (sakit kepala) b.d peningkatan tekanan vaskuler serebral
d. Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
e. Koping Tidak Efektif
f. Defisit pengetahuan b.d Keteratasan kognitif, gangguan fungsi kognitif, kekeliran
mengikuti anjuran, kurang terpapar infomasi, kurang minat dalam belajar, kurang
mampu mengingat, ketidaktahuan menemukan sumber informasi.
g. Ansietas
h. Resiko cedera

3. Rencana Keperawatan
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Keperawatan
1. Penurunan curah SLKI : SIKI
jantung Curah Jantung Perawatan Jantung
Setelah dilakukan tindakan - Observasi
..x… jam, diharapkan curah 1. Identifikasi tanda/gejala primer
jantung meningkat dengan : penurnan curah jantung (meliputi
Kriteria Hasil dispnea, kelelahan ,edema ,dll)
1. Kekuatan nadi perifer 2. Identifikasi tanda/gejala
meningkat (skor 5) sekunder penurnan curah jantung (
2. Lelah menurun(skor 5) meliputi peningkatan BB,
3. Edema menurun palpitasi, batuk, kulit pucat)
(skor 5) 3. Monitor Tekanan Darah
4. Dispnea menurun (skor 4. Periksa tekanan darah dan
5) frekuensi nadi sebelum dan sesudah
5. Batuk menurun aktivitas

(skor 5) 5. Periksa tekanan darah dan


6. Tekanan Darah frekuensi nadi sebelum pemberian
obat.
membaik (skor 5)
- Terapeutik
1.Posisikan pasien semi-fowler atau
fowler dengan kaki ke bawah atau
posisi nyaman

2. Fasilitasi pasien dan keluarga


untuk modifikasi gaya hidup sehat

3. Berikan terapi relaksasi untuk


mengurangi stes

4. Berikan dukungan emosinal dan


spiritual.
- Edukasi
1.Anjurkan beaktivitas fisik sesuai
toleransi

2. Anjurkan beaktivitas fisik secara


bertahap

3.Anjurkan berhenti merokok

- Kolaborasi
1.Kolaborasi pemberian antiaritmia.

2. Intoleransi SLKI : SIKI


aktivitas Toleransi aktivitas Terapi aktivitas
Setelah dilakukan tindakan - Observasi
..x… jam, diharapkan 1.Identifikasi kemampuan
toleransi aktivitas meningkat berpartisipasi dalam aktivitas
dengan : tertentu
2. Identifikasi makna aktivitas rutin
Kriteria Hasil : (mis. Bekerja) dan waktu luang
1. Frekensi Nadi - Terapeutik
meningkat (skor 5) 1. Fasilitasi makna aktivitas sesuai
2. Kelhan lelah menurun usia
(skor 5) 2. Fasilitasi aktivitasi fisik rutin
3. Dispnea saat aktivitas 3. Libatkan keluaga dalam aktivitas
menurun (skor 5) 4. Jadalkan aktivitas dalam rutinitas
4. Dispnea setelah aktivitas sehari-hari
menurun (skor 5) - Edukasi
1. Jelaskan metode aktivitas fisik
sehari-hari.
2. Ajarkan cara melakkan aktivitas
yang dipilih
3. Anjrkan melakukan aktivitas
fisik, sosial, spiritual
4. Anjukan keluaga untuk memberi
penguatan positif atas partisipasi
dalam aktivitas
- Kolaborasi
1.Kolaborasi dengan terapis
okupusi dalam merencanakan dan
memonitor program aktivitas.

3. Nyeri Akut SLKI : SIKI


Tingkat Nyeri Manajemen Nyeri
Setelah dilakukan tindakan - Obsevasi
..x… jam, diharapkan Tingkat 1.Identifikasi lokasi , karakteristik,
Nyeri menurun dengan : duasi, frekuensi, kualitas, intensitas
nyeri.
Kriteria Hasil : 2. Identifikasi skala Nyeri
1. Keluhan nyeri menurun 3. Identifikasi respon nyeri non
(skor 5) verbal
2. Meringis menurun (skor 4. Identifikasi pengetahuan dan
5) keyakinan tentang nyeri.
3. Sikap Protektif menurun 5. Monitor efek samping
(skor 5) penggnaan analgetik.
4. Gelisah menurun (skor - Terapeutik
5) 1.Berikan teknik nonfarmakologis
5. Kesulitan tidur menurun untuk mengurangi rasa nyeri (mis.
(skor 5) Akupresure, terapi pijat, kompres
6. Frekuensi Nadi membaik hangat/dingin )
(skor 5) 2.Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
3. Fasilitas istirahat dan tidur
- Edukasi
1. Jelaskan penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
2. Jelaskan stategi meredakan nyeri
3.Ajarkan teknik nonfamakologis
untuk mengurangi rasa nyeri
- Kolaborasi
1.Kolaborasi pemberian analgetik
1.
4. Resiko SLKI : SIKI
Perfusi Perfusi Perifer Perawatan Sirkulasi
Perifer Tidak Setelah dilakukan tindakan - Observasi
Efektif ..x… jam, diharapkan Perfusi 1.Periksa sirkulasi perifer (mis.
Perifer meningkat dengan : Edema, nadi perifer, warna, dan
suhu )
Kriteria Hasil 2. Identifikasi factor risiko
1. Denyut nadi perifer gangguan sirkulasi(mis. Diabetes ,
meningkat ( skor 5) perokok, orang tua, hipertensi dan
2. Warna kulit pucat kolesterol)
menurun ( skor 5) 3. Monitor panas, kemerahan, nyeri
3. Pengisian kapiler atau bengkak.
membaik ( skor 5) - Terapeutik
4. Akal ( skor 5) 1. Lakukan perawatan kaki dan
kuku
2. Lakukan hidrasi
- Edukasi
1. Anjurkan berhenti merokok
2. Anjurkan berolahraga rutin.
3. Anjurkan minum obat pengontrol
tekanan darah secara teratur

5. Koping Tidak SLKI : SIKI


Efektif Status Koping Promosi Koping
Setelah dilakukan tindakan - Obsevasi
..x… jam, diharapkan status 1.Identifikasi kegiatan jangka
koping membaik dengan : pendek dan panjang sesuai tujuan.
Kriteria Hasil 2. Identifikasi pemahaman proses
1. Kemampuan memenuhi penyakit.
peran sesuai usia 3. Identifikasi dampak situasi
meningkat (skor 5) terhadap peran dan hubungan.
2. Perilak koping adaptif - Terapeutik
meningkat (skor 5) 1. Diskusikan perubahan peran
3. Verbalisasi kemampuan yang dialami
mengatasi masalah 2. Hindari mengambil keputusan
meningkat (skor 5) saat pasien berada dibawah tekanan
4. Verbalisasi kelemahan - Edukasi
diri meningkat (skor 5) 1. Anjurkan mengungkapkan
5. Perilaku asertif perasaan dan persepsi
meningkat (skor 5) 2. Anjurkan Keluarga terlibat
6. Verbalisasi menyalahkan 3. Latih penggunaan teknik
oang lain menurun (skor relaksasi
5)
7. Verbalisasi rasionalisasi
kegagalan menurun (skor
5)
8. Hipesensitif terhadap
kritik menurun (skor 5)
6. Defisit SLKI : SIKI
Pengetahuan Tingkat Pengetahuan Edukasi Kesehatan
Setelah dilakukan tindakan - Observasi
..x… jam, diharapkan Tingkat 1.Identifikasi kesiapan dan
Pengetahuan meningkat kemampuan menerima informasi
dengan : 2. Identifikasi factor- factor yang
Kriteria hasil dapat meningkatkan dan
1) Perilak sesuai anjuan menurunkan motivasi perilak hidup
meningkat (skor 5) bersih dan sehat.
2) Verbalisasi minat dalam - Terapeutik
belajar meningkat (skor 1.Sediakan materi dan media
5) pendidikan kesehatan
3) Kemampuan 2. Jadwalkan pendidikan kesehatan
menjelaskan sesai kesepakatan
pengetahuan tentang 3. Berikan kesempatan bertanya
suatu topic meningkat - Edukasi
(skor 5) 1.Jelaskan fako risiko yang dapat
4) Perilaku sesuai dengan mempengaruhi kesehatan
pengetahuan meningkat 2.Ajarkan perilaku bersih dan sehat.
(skor 5) 3. Ajarkan strategi yang dapat
5) Petanyaan tentang digunakan untuk meningkatkan
masalah yang dihadapi peilaku hidup bersih dan sehat
menurun (skor 5)
6) Persepsi yang keliru
terhadap masalah
menurun (skor 5)’

7. Ansietas SLKI : SIKI


Tingkat Ansietas Terapi Relaksasi
Setelah dilakukan tindakan - Observasi
..x… jam, diharapkan Tingkat 1.Identifikasi teknik relaksasi yang
Ansietas menurun dengan : pernah efektif digunakan
Kriteria hasil 2. Identifikasi kesediaan,
1. Verbalisasi kemampuan dan penggunaan teknik
kebingungan menurun sebelumnya.
( skor 5) 3. Periksa ketegangan otot ,
2. Verbalisasi khawatir frekuensi nadi, tekanan darah dan
akibat kondisi yang suhu sebelum dan sesudah latihan
dihadapi menurun ( skor 4. Monitor respon terhadap terapi
5) relaksasi
3. Perilak gelisah menurun - Terapeutik
( skor 5) 1. Ciptakan lingkungan tenang dan
4. Perilak tegang menurun tanpa gangguan dengan
( skor 5) pencahayaan dan suhu ruang
5. Konsentrasi membaik nyaman.
( skor 5) 2. Berikan infomasi tertlis tentang
6. Pola Tidur membaik persiapan dan prosedur teknik
( skor 5) relaksasi
3. Gunakan pakaian longgar
4. Gunakan relaksasi sebagai
strategi penunjang dengan analgetik
atau tindakan medis lain.
- Edukasi
1.Jelaskan tujuan , manfaat, batasan
dan jenis relaksasi yang tesedia
2. Anjurkan mengambil posisi
nyaman
3. Anjurkan rileks dan merasakan
sensasi relaksasi
4. Anjurkan sering mengulangi atau
melatih teknik yang dipilih
5. Demonstrasikan dan latih teknik
relaksasi (mis. Napas dalam,
peregangan, atau imajinasi)

8. Risiko cedera SLKI : SIKI


Tingkat Cedera Manajemen Kesehatan
Setelah dilakukan tindakan Lingkungan
..x… jam, diharapkan Tingkat - Obsevasi
cedera menurun dengan : 1.Identifikasi kebutuhan
Kriteria Hasil : keselamatan
1. Kejadian cedera 2. Monitor perubahan status
menurun (skor 5) kelamatan lingkungan.
2. Luka/ lecet menurun - Terapeutik
(skor 5) 1. Hilangkan bahaya keselmatan
lingkungan
2. Modifikasi lingkungan
Untuk meminimalkan bahaya dan
risiko
3. Sediakan alat bantu
keamanan lingkungan (mis.
Pegangan tangan)
- Edukasi
1. Ajarkan individu, keluarga dan
kelompok risiko tinggi bahaya
lingkungan
4. Implementasi
Tindakan keperawatan merupakan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan. Selama pelaksanaan kegiatan dapat bersifat mandiri dan kolaboratif. Selama
melaksanakan kegiatan perlu diawasi dan dimonitor kemajuan kesehatan klien.

5. Evaluasi
Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan yang sistematik dan terencana tentang
kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan dilakukan dengan cara berkesinambungan
dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya. Penilaian dalam keperawatan merupakan
kegiatan dalam melaksanakan rencana kegiatan klien secara optimal dan mengukur hasil dari
proses keperawatan. Penilaian keperawatan adalah mengukur keberhasilan dari rencana dan
pelaksanaan tindakan perawatan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan klien. Evaluasi
dapat berupa : masalah teratasi dan masalah teratasi sebagian.

DAFTAR PUSTAKA

Brooker, Christine. 2001. Kamus Saku Keperawatan. Jakarta : EGC


Doenges, Marilynn E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta :EGC
Herdman, Heather. 2012. Nanda International Diagnosis Keperawatan 2012-2014. Jakarta
: EGC
Kozier, dkk. 2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 7 Volume 2. Jakarta : EGC
Kusuma, Hardhi dan Amin Huda Nurarif. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis NANDA NIC-NOC jilid 1 & 2. Jakarta : MediAction
Putri, Puniari Eka.2012.Aliran Darah dan Denyut Jantung. (Online). Available:
https://id.scribd.com/doc/99106200/Aliran-Darah-Dan-Denyut-Jantung.
Poer, M. 2012. Makalah Dokumentasi Keperawatan “Dokumentasi Evaluasi”. (Online).
Available at https://www.scribd.com/doc/106424735/makalah-dokumentasi-
evaluasi-keperawatan.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI . 2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan.Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI . 2018. Standar Intevensi Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan.Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI . 2019 . Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta
Selatan.Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA Tn.Z

DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI


Oleh:

Kelompok 3, Tingkat II.2

Komang Putri Ayu Wikanti Riski (P07120018 066)


Ni Made Aristayani Pratiwi (P07120018 067)
Ni Putu Ayu Tejawati (P07120018 068)
Ni Putu Elya Yunita Khrisna Dewi (P07120018 069)
Komang Sriana Okpiyanti (P07120018 070)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2020/2021
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Nama pasien : Tn.Z Pasien mengatakan bahwa saat ini pasien


No Register : 326129 juga mengalami rasa bingung serta khawatir akan
Tanggal mulai home care : 20 April 2020 penyakit yang dideritanya. Pasien mengatakan
Tekanan darah : 160/90 mmHg dirinya memiliki riwayat hipertensi yang
Nadi : 84x/menit diketahui sejak 1 tahun yang lalu, saat pertama
Respirasi :20x/mnt kali iadi rujuk ke RS Berlian akibat sakit kepala
Suhu : 36,3°C hebat yang dirasakannya saat itu. Kemudian pada
Berat Badan : 70 kg tanggal 1 April 2020 ia kembali menjalani
Tinggi Badan : 160 cm perawatan di RS Berlian akibat hipertensinya,
lalu diperbolehkan pulang pada 10 April 2020.
Pasien ataupun keluarganya tidak memiliki
riwayat penyakit hipertensi, menular, dan
menahun sebelumnya.Pasien tidak memiliki
alergi baik pada makanan maupun minuman dan
Kondisi pasien saat dikunjungi : Tidur :
obat obatan.
Duduk : √ Bisa berdiri:
Diagnose medis : Hipertensi Pemenuhan kebutuhan dasar :
Dokter penanggungjawab : dr. Erwin Makan/minum : Pasien mengatakan
Hermansyah senang dengan makanan
Perawat penangungjawab : Ns. telur dan sate kambing
Miming ,pasien juga jarang
minum air putih
Keluhan Utama/Alasan mencari home care :
Eliminasi BAB/BAK :Pasien mengatakan sudah
Pasien mengeluh pusing disertai sakit kepala dan
BAB 1x dengan
pegal yang dirasakan sejak 3 hari yang lalu.
konsistensi padat dan bau
khas

Riwayat penyakit :
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
Pasien mengatakan BAK perempuan) yang sudah
sudah 3x berwarna kuning menikah.
pekat
Rekreasi :Pasien mengatakan jarang
Personal Hygiene :Pasien mengtakan rutin liburan karena sibuk bekerja
mandi 2x sehari, kecuali
saat sakit hanya di lap Spiritual :Pasien mengatakan rutin
sembahyang setiap hari
Tidur/Istirahat :Pasien mengatakan jarang Harga diri :Pasien mengatakan tidak
tidur siang dan tidur memiliki masalah dengan harga diri dan selalu
malam 7-8 jam merasa akan dirinya
Rasa nyaman :Pasien mengtakan tidak
Gerak dan Aktivitas :Pasien bisa beraktifitas nyaman karena sakit kepala yang dideritanya
seperti biasa hanya saja Rasa aman :Pasien mengatakan tidak
kepalanya pusing aman karena gelisah dan khawatir akan sakit
kepalanya
Bernafas :Pasien bernafas dengan Kebutuhan belajar :Pasien mengatakan tidak
normal, pasien tidak terlalu mengetahui cara menangani hipertensi
merasa sesak, dan Data lain sesuai sosial budaya pasien dan
frekuensi keluarga: Pasien mengatakan tidak memiliki
nafas pasien 20x/menit maslah mengenai sosial budaya

Berpakaian :Pasien mengenakan


pakaian bersih dan selalu
diganti
Sexualitas :Pasien berjenis kelamin
laki-laki, pasien memiliki
2 orang anak (laki dan
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Nama pasien :Tn.Z No Register : 326129 Tanggal mulai home care :20 April 2020

Tekanan darah :160/90 mmHg Nadi : 84x/menit Respirasi : 20x/menit Suhu : 36,3°C Berat Badan: 70 kg
Tinggi Badan : 160 cm

Kondisi pasien saat dikunjungi : Tidur : Duduk :√ Bisa berdiri:

Diagnose medis :Hipertensi Dokter penanggungjawab: dr. Erwin Hermansyah Perawat penangungjawab : Ns. Miming

Emosional/mental

o Kesadaran (+) Jantung dan paru Penggunaan akses


o Orientasi (+)
o Disorientasi(-) a. Aritmia(-) o Type(-)
o Bingung(+) b. Chest pain(-) o Letak(-)
o Lupa(-) c. Distensi vena jugularis(-) o Nyeri/kemerahan/cairan(+)
o Cemas(+) d. Sesak(-) o Aklusi/sumbatan(-)
o ___________ e. Whezing/Rhonci/Rales(-) o Ektravasasi(-)
f. Batuk(-) o Pompa(-)
g. Sputum(-) o Program yg didapat (-)
Neurologi h. O2 lt/mnt(-) o Penggantian penutup(-)
i. Pulse kanan /kiri(-) o Injeksi yang didapat dan dosis(-)
o Pusing ((+) j. Odem kaki(-) o Rotasi pemasangan(-)
o Sakit kepala +) k. Odem periper(-)
o Kejang/tremor(-) l. ______________________
o Kekuatan otot (normal) Data penunjang
o Respon pupil (normal)
Sistem sex dan perkencingan Lab(-)
o _____________

o Disuri (-) X-Ray (-)


o Hematuri(-)
Pencernaan
o Frequensi(-) MRI(-)
o Nafsu makan(+) o Inkotinensi(-)
o Ukuran kateter(-) CT-Scan(-)
o Jumlah air yang diminum(1500-2500L/HR)
o Status nutrisi (baik) o Ostomi(-)
o Mual/muntah(-) o Kotoran dalam alat kelamin(-)
o Nyeri perut(-) o ________________________
Instruksi medis
o Meilena(-)
o Flatus Kurangi konsumsi makanan yang mengandung
Telinga hidung tenggorokan
o Distensi perut(-) garam,hindari stress,rajin berolah raga dan istirahat yang
o Ostomi ____(-)____________ cukup
o Gangguan menelan(-)
o Diare(-)
o Kehilangan pendengaran(-)
o Nutrisi yang digunakan saat ini
o Ada cairan(-)
1) NGT
o Kemerahan(-)
2) Kondisi NGT
o ___________________
3) _______________________
Intruksi perawatan luka
Otot dan tulang
Nyeri (+)
o Keseimbangan(+)
o Penurunan ROM(-)
o Atropi otot (-)
o Fraktur(-)
o Dislokasi(-)
__________________
Form Diagnose, Intervensi, Implementasi

Nama : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke : 1


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala, pusing
disertai pegal

Rencana Waktu perawatan


Tindakan 08.00 09 10 11. 12 13.0 14.0 15.00 Evaluasi
.00 .00 00 .00 0 0
Identifikasi skala V S: pasien mengatakan nyeri pada kepalanya
nyeri (sakit kepala)
O: Pasien nampak meringis dan lemas
Skala nyeri :4
Identifikasi V S: pasien mengatakan tidak mengetahui cara
pengetahuan dan mengatasi nyerinya
keyakinan pasien O: pasien nampak meringis dan kesakitan
tentang nyeri
Menyarankan V S:Pasien mengatakan mau berolahraga/yoga
pasien untuk rajin O: Pasien nampak kooperatif
berolahraga atau
yoga agar pikiran
menjadi rileks
Berikan teknik V S: Pasien nampak rilex saat dipijat
nonfarmakologi O: Pasien nampak lebih rilex setelah dipijat
untuk mengurangi akupresure
nyeri (Melakukan
teknik pijatan
akupresure pada
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

titik:
-ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6
Menyarankan V S:Pasien mengatakan mau mengurangi
pasien untuk mengkonsumsi garam dan sate kambing
mengurangi O: Pasien nampak menyetujui saran perawat
makanan garam
dan gule kambing
Menyarankan V S: Pasien mengatakan mau mengatur pola
pasien untuk makan dengan mengkonsumsi makanan
mengatur pola 4sehat 5 sempurna
makan O: Pasien nampak kooperatif
Kontrol V S:Pasien mengatakan rasa nyeri timbul karena
lingkungan yang keadan dirumahnya gaduh dan tidak bisa
memperberat rasa istirahat dengan tenang
nyeri O: pasien tampak meringis dan gelisah
Jelaskan strategi V S: Pasien mengatakaan mau melakukan teknik
meredakan distraksi /relaksasi seperti (menonton
nyeri(relaksasi tv/mendengarkan lagu kesukaan)
dan distraksi) O: Pasien nampak kooperatif
Form Diagnose, Intervensi, Implementasi
Nama : Tn. Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke : 1
Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dokterr penanggungjawab : dr. Erwin Hermasyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung, merasa
khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.
Rencana Tindakan Waktu perawatan
08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 Evaluasi
Monitor tanda-tanda V S: Pasien mengatakan merasa bingung dan
ansietas khawatir
O: Pasien tampak gelisah

Pahami situasi yang V S: Pasien mengatakan kurang memahami


membuat ansietas mengenai hipertensi
O: Pasien tampak gelisah
Diskusikan V S:Pasien mengatakan kurang mengerti
perencanaan yang O : Pasien tampak kurang paham
realistis tentang
peristiwa yang akan
datang
Informasikan secara V S:Pasien mengatakan belumpaham setelah
faktual mengenai diberikan informasi mengenai hipertensi dan
diagnosis, pengobatan, pengobatannya
dan prognosis O : Pasien tampak menunjukkan wajah yang
bertanya-tanya

Latih kegiatan V S: Pasien mengatakan mau melakukan kegiatan


pengalihan untuk olahraga
mengurangiketeganga O: Pasien tampak kooperatif
n (mis : anjurkan
untuk olahraga)
Latih teknik relaksasi V S: Pasien mengatakan masih bingung dan
(mis : relaksasi napas khawatir
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

dalam) O : Pasien tampak masih gelisah

Form Catatan Perkembangan


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
Nama : Tn.z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke : 1
Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dokter penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala dan pusing

DIAGNOSE KEPERAWATAN PERKEMBANGAN


Nyeri akut berhubungan dengan S:Pasien mengatakan sudah paham dengan apa yang sudah dijelaskan oleh perawat
hipertensi dibuktikan dengan
O:Pasien nampak kooperatif dan lebih relaks setelah dilakukan pijatan akupresure
pasien mengeluh sakit kepala,
pusing serta pegal TD : 160/90 mmHg
S :36,3oC
RR :20x/mnt
N : 84x/mnt
A :Masalah teratasi sebagian
P :Lanjutkan intervensi keperawatan
I:
1. Identifikasi skala nyeri
2. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan pasien tentang nyeri
3. Menyarankan px untuk rajin berolahraga/yoga
4. Melakukan teknik pijatan akupresure
5. Menyarankan pasien untuk mengurangi makanan garam dan gule kambing
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
6. Menyarankan pasien untuk mengatur pola makan
7. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri
8. Jelaskan strategi meredakan nyeri(relaksasi dan distraksi)
E : Tekanan darah pasien masih tinggi
Form Catatan Perkembangan

Nama : Tn.z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke : 1


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dokter penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung,
merasakhawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.

DIAGNOSE KEPERAWATAN PERKEMBANGAN


Ansietas berhubungan dengan kurang S: Pasien mengatakan sudah paham dengan apa yang sudah dijelaskan oleh perawat
terpapar informasi dibuktikan dengan
O: Pasien nampak kooperatif dan lebih relaks setelah dianjurkan melakukan kegiatan pengalihan
pasien merasa bingung, merasakhawatir
dengan akibat dari kondisi yang TD : 160/90 mmHg
dihadapi, pasien tampak gelisah. S : 36,3oC
RR :20x/mnt
N : 84x/mnt
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi keperawatan
I:
1. Memonitor tanda-tanda ansietas
2. Memahami situasi yang membuat ansietas
3. Mendiskusikan perencanaan yang realistis tentang peristiwa yang akan datang
4. Menginformasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis
5. Melatih kegiatan pengalihan untuk mengurangi ketegangan (mis : menganjurkan untuk
olahraga)
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

6. Melatih teknik relaksasi (mis : relaksasi napas dalam)


E : Pasien masih merasa cemas
Lembar Dokumentasi Kunjungan

Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :1


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala dan pusing

HARI/
NAMA TT TT
NO TANGGAL KEGIATAN
PETUGAS PETUGAS PASIEN/KLG
DURASI
20 April 2020
c. dr. Erwin Monitoring Pasien
15 menit
d. 15 menit Ns.Miming Identifikasi skala nyeri
Identifikasi pengetahuan dan
e. 15 menit Ns.Ayu
keyakinan pasien tentang nyeri
Menyarankan pasien untuk rajin
f. 15 menit Ns.Wika berolahraga atau yoga agar
pikiran menjadi rileks
Berikan teknik nonfarmakologi
untuk mengurangi nyeri
(Melakukan teknik pijatan
g. 15 menit Ns.Echa akupresure pada titik:
-ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6
Menyarankan pasien untuk
h. 15 menit Ns.Arista mengurangi makanan garam dan
gule kambing
Menyarankan pasien untuk
i. 15 menit Ns.Miming
mengatur pola makan
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Kontrol lingkungan yang


j. 15 menit Ns.Ayu
memperberat rasa nyeri
Jelaskan strategi meredakan nyeri
k. 15 menit Ns.Wika
(relaksasi dan distraksi)
Lembar Dokumentasi Kunjungan

Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :1


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung,
merasakhawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.

HARI/
NAMA TT TT
NO TANGGAL KEGIATAN
PETUGAS PETUGAS PASIEN/KLG
DURASI
20 April 2020
1. dr. Erwin Monitoring pasien
10 menit
2. 10 menit Ns.Miming Monitor tanda-tanda ansietas
Pahami situasi yang membuat
3. 10 menit Ns.Ayu ansietas

Diskusikan perencanaan yang realistis


4. 10 menit Ns.Wika tentang peristiwa yang akan datang

Informasikan secara faktual mengenai


5. 10 menit Ns.Echa diagnosis, pengobatan, dan prognosis
Latih kegiatan pengalihan untuk
6. 10 menit Ns.Arista mengurangi ketegangan (mis :
anjurkan untuk olahraga)
Latih teknik relaksasi (mis : relaksasi
7 10 menit Ns. Wika napas dalam)

Form Diagnose, Intervensi, Implementasi


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Nama Pasien : Tn. Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :2


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala, pusing
serta
pegal
Rencana Tindakan Waktu perawatan
08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 Evaluasi
Identifikasi skala nyeri V S: pasien mengatakan nyeri pada
kepalanya (sakit kepala)
O: Pasien nampak meringis dan lemas
Skala nyeri :2
Identifikasi pengetahuan dan V S: pasien mengatakan tidak mengetahui
keyakinan pasien tentang nyeri cara mengatasi nyerinya
O: pasien nampak tidak terlalu meringis
Berikan teknik nonfarmakologi V S: Pasien nampak rilex saat dipijat
untuk mengurangi nyeri O: Pasien nampak rilex setelah dipijat
(Melakukan teknik pijatan akupresure
akupresure pada titik:
-ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6
Menyarankan pasien untuk V S: Pasien mengatakan mau mengatur
mengatur pola makan pola makan dengan mengkonsumsi
makanan 4sehat 5 sempurna
O: Pasien nampak kooperatif

Kontrol lingkungan yang V S:Pasien mengatakan rasa nyeri timbul


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
memperberat rasa nyeri karena keadan dirumahnya gaduh dan
tidak bisa istirahat dengan tenang
O: pasien tampak sedikit meringis
Jelaskan strategi meredakan V S: Pasien mengatakaan mau melakukan
nyeri(relaksasi dan distraksi) teknik distraksi /relaksasi seperti
(menonton tv/mendengarkan lagu
kesukaan)
O: Pasien nampak kooperatif
Form Diagnose, Intervensi, Implementasi

Nama Pasien : Tn. Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :2


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung, merasa
khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.
Rencana Tindakan Waktu perawatan
08. 09. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Evaluasi
00 00 00 00 00 00 00 00
Monitor tanda-tanda ansietas V S: Pasien mengatakan merasa
bingung dan khawatir
O : Pasien tampak masih gelisah

Diskusikan perencanaan yang realistis tentang V S : Pasien mengatakan mengerti


peristiwa yang akan datang setelah berdiskusi
O : Pasien tampak mulai paham

Informasikan secara faktual mengenai diagnosis, V S : Pasien mengatakan mengerti


pengobatan, dan prognosis setelah diberikan informasi mengenai
hipertensi dan cara mengobatinya
O : Pasien tampak kooperatif

Latih teknik relaksasi (mis : relaksasi napas V S: Pasien mengatakan rasa


dalam) khawatirnya berkurang
O : Pasien tampak lebih tenang dan
rileks
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...

Form Catatan Perkembangan

Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :2


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Perawat penanggung jawab : Ns.Miming


Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala,pusing
serta pegal

DIAGNOSE KEPERAWATAN PERKEMBANGAN


Nyeri akut berhubungan dengan S:Pasien mengatakan sudah paham dengan apa yang sudah dijelaskan oleh perawat
hipertensi dibuktikan dengan pasien
O:Pasien nampak kooperatif dan lebih relaks setelah dilakukan pijatan akupresure
mengeluh sakit kepala dan pusing
TD: 130/80 mmHg
S :36,3oC
RR :20x/mnt
N: 82x/mnt
A :Masalah teratasi sebagian
P :Lanjutkan intervensi keperawatan
I:
1. Identifikasi skala nyeri
2. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan pasien tentang nyeri
3. Melakukan teknik pijatan akupresure
4. Menyarankan pasien untuk mengatur pola makan
5. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri
6. Jelaskan strategi meredakan nyeri(relaksasi dan distraksi)
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
E :Tekanan darah pasien sudah mulai normal
Form Catatan Perkembangan

Nama : Tn.z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke : 2


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dokter penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung,
merasakhawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.

DIAGNOSE KEPERAWATAN PERKEMBANGAN


Ansietas berhubungan dengan kurang S: Pasien mengatakan sudah paham dengan apa yang sudah dijelaskan oleh perawat dan pasien
terpapar informasi dibuktikan dengan
sudah tidak merasa khawatir
pasien merasa bingung, merasakhawatir
dengan akibat dari kondisi yang O: Pasien nampak kooperatif dan lebih relaks setelah dilakukan tenik relaksasi napas dalam
dihadapi, pasien tampak gelisah. TD: 130/80 mmHg
S :36,3oC
RR :20x/mnt
N: 82x/mnt
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan kondisi pasien
I:
1. Memonitor tanda tanda ansietas
2. Mendiskusikan perencanaan yang realistis tentang peristiwa yang akan datang
3. Menginformasikan secara faktual mengenai diagnosis, pengobatan, dan prognosis
4. Melatih teknik relaksasi (mis : relaksasi napas dalam)
E : Pasien sudah tidak merasa khawatir/cemas lagi
Lembar Dokumentasi Kunjungan
Nama : Tn. Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :2
Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Hipertensi
Diagnose keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala, pusing
serta pegal

HARI/
NO TANGGAL NAMA PETUGAS KEGIATAN TT PETUGAS TT PASIEN/KLG
DURASI
21 April 2020
1 dr. Erwin Monitoring Pasien
15 menit
2 15 menit Ns.Miming Identifikasi skala nyeri
Identifikasi pengetahuan dan keyakinan
3 15 menit Ns.Ayu pasien tentang nyeri
Berikan teknik nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri (Melakukan teknik
pijatan akupresure pada titik:
4 15 menit Ns.Wika -ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6

Menyarankan pasien untuk mengatur pola


5 15 menit Ns.Echa makan
Kontrol lingkungan yang memperberat rasa
6 15 menit Ns.Arista nyeri
Jelaskan strategi meredakan nyeri(relaksasi
7 15 menit Ns.Miming dan distraksi)

Lembar Dokumentasi Kunjungan


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :2
Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis : Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi dibuktikan dengan pasien merasa bingung,
merasakhawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, pasien tampak gelisah.

HARI/
NAMA TT TT
NO TANGGAL KEGIATAN
PETUGAS PETUGAS PASIEN/KLG
DURASI
21 April 2020
1. dr. Erwin Monitoring pasien
10 menit
Monitor tanda-tanda ansietas
2. 10 menit Ns.Miming
Diskusikan perencanaan yang realistis
3. 10 menit Ns.Ayu tentang peristiwa yang akan datang
Informasikan secara faktual mengenai
4. 10 menit Ns.Wika diagnosis, pengobatan, dan prognosis

Latih teknik relaksasi (mis : relaksasi


5. 10 menit Ns.Echa napas dalam)

Form Diagnose, Intervensi, Implementasi


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38tahun Perawatan hari ke :3


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis :Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala,pusing
serta pegal

Rencana Tindakan Waktu perawatan


08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 Evaluasi
Identifikasi skala nyeri V S: pasien mengatakan nyeri pada
kepalanya (sakit kepala)
O: Pasien nampak meringis dan lemas
Skala nyeri :0
Identifikasi pengetahuan dan V S: pasien mengatakan tidak mengetahui
keyakinan pasien tentang nyeri cara mengatasi nyerinya
O: pasien nampak tidak terlalu meringis
Berikan teknik nonfarmakologi V S: Pasien nampak rilex saat dipijat
untuk mengurangi nyeri O: Pasien nampak rilex setelah dipijat
(Melakukan teknik pijatan akupresure
akupresure pada titik:
-ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6
Kontrol lingkungan yang V S:Pasien mengatakan rasa nyeri timbul
memperberat rasa nyeri karena keadan dirumahnya gaduh dan
tidak bisa istirahat dengan tenang
O: pasien tampak sedikit meringis
Form Catatan Perkembangan

Nama Pasien : Tn.Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :3


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis :Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala, pusing
serta pegal

DIAGNOSE KEPERAWATAN PERKEMBANGAN


Nyeri akut berhubungan dengan S:Pasien mengatakan sudah paham dengan apa yang sudah dijelaskan oleh perawat
hipertensi dibuktikan dengan pasien
O:Pasien nampak kooperatif dan lebih relaks setelah dilakukan pijatan akupresure
mengeluh sakit kepala dan pusing
TD: 120/80 mmHg
S :36,3o celcius
RR :20x/mnt
N: 82x/mnt
A :Masalah teratasi sebagian
P :Lanjutkan intervensi keperawatan
I:
1. Identifikasi skala nyeri
2. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan pasien tentang nyeri
3. Melakukan teknik pijatan akupresure
4. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri

E :Tekanan darah pasien sudah normal


Lembar Dokumentasi Kunjungan

Nama : Tn. Z Umur : 38 tahun Perawatan hari ke :3


Perawat penanggung jawab : Ns.Miming
Dr penanggungjawab : dr. Erwin Hermansyah
Diagnose Medis :Hipertensi
Diagnose keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan hipertensi dibuktikan dengan pasien mengeluh sakit kepala, pusing
serta pegal

HARI/
TT TT
NO TANGGAL NAMA PETUGAS KEGIATAN
PETUGAS PASIEN/KLG
DURASI
22 April 2020 Dr. Erdwin
1 Monitoring Pasien
15 menit Hermansyah
2 15 menit Ns. Wika Identifikasi skala nyeri
Identifikasi pengetahuan dan keyakinan
3 15 menit Ns.Ayu
pasien tentang nyeri
Berikan teknik nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri (Melakukan teknik
pijatan akupresure pada titik:
4 15 menit Ns.Eca -ST: 36 SI:9
-LR:2 LI: 4
-6B : 20 PC:6

Kontrol lingkungan yang memperberat


5 15 menit Ns.Arista rasa nyeri
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Format Praktikum Manajemen Kasus Dalam Home Care

Form Manajemen kasus :Tn.Z. Dengan Hipertensi


Hari/tanggal : Rabu, 22April 2020
Penyusun : Ns. Miming

Nama pasien : Tn.Z Kelamin : L Tempat/tgl lahir : Gianyar, 10 Januari 1982


Alamat : Guwang,Sukawati,Gianyar
Alamat penanggungjawab : Jl. Sidakarya, Denpasar
Telp : 089535123654 Telp. Penangngjawab : 081999012321
Diagnose medis: Hipertensi
Tingkat ketergantungan : Total
Waktu perawatan : 8 jam
Alat-alat perawatan yang terpasang: -

Perawat Dokter Dokter Perawat Nutritionis Care Tenaga lain


Koordinator spesialis Umum pelaksana giver Fisiotherapis
kasus
- Dr. Erdwin Ns. Wika XZ - -
Ns.Miming Hermansyah Ns.Ayu
Ns.Eca
Ns.Arista

Keterangan
1. Perawat koodinator kasus : ( Nama perawat yang menjadi koordinator kasus 1 orang)
2. Dokter spesialis : ( dokter spesialis yang menjadi konsultan pasien, sesuai diagnose
pasien bisa terdiri dari lebih dari 1 orang)
3. Dokter umum : ( dokter umum yang melakukan tindakan medic 1 orang)
4. Perawat pelaksana : perawat yang sehai-hari melakukan asuhan keperawatan minimal
4 orang yang terdiri dari shif pagi, siang, malam dan libur. Jumlah bisa dikurangi sesuai jenis
layanan yang diminta )
5. Nutrisionis : tenaga nutrisi 1 orang
6. Care giver : jumlah sesuai kebutuhan
7. Fisiotherapis atau tenaga lain sesuai kebutuhan

Perawat Koordinator

Ns.Miming
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
FORM CATATAN KUNJUNGAN TIM HOME CARE
Nama pasien :Tn.Z Kelamin :L Tempat/tgl lahir : Gianyar, 10 Januari 1982

Alamat: Guwang, Sukawati, Gianyar Alamat penanggungjawab : Jl. Sidakarya,


Denpasar

Telp: 089535123654 Telp. Penangngjawab: 081999012321


Diagnose medis: Hipertensi

Tingkat ketergantungan : Total

Waktu perawatan : 8 jam

Alat-alat perawatan yang terpasang:

NO NAMA JABATAN BULAN


1 2 3 4 5 6 7
dst
1 Dr. Dokter *
Erwin Umum
2 Ns. Perawat * *
Miming Penanggung
Jawab
3 Ns. Perawat Pagi Pagi Siang Siang Pagi Pagi
Wika Pelaksana 1
4 Ns. Perawat Siang Siang Pagi Pagi Siang Siang
Arista pelaksana 2
5 Ns. Perawat Pagi Pagi Siang Siang Pagi Pagi
Ayu pelaksana 3
6 Ns. Perawat Siang Siang Pagi Pagi Siang Siang
Echa pelaksana 4

7 XZ Nutritionis Pagi Pagi Pagi Pagi Pagi Pagi

Keterangan
1. Form sebaiknya dibuat landscape 1 form untuk 1 bulan
2. Bagian yang berisi tanda bintang ditanda tangani oleh yang bersangkutan
3. Kode pagi, siang, malam dan L(libur) diisi tanda tangan perawat atau care giver yang
bersangkutan.
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...

Perawat
Koordinator

Ns. Miming

CATATAN KOORDINASI HOME CARE


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN Pict
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan ure
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563 105
8 ...
1. Nama pasien : Tn.Z Kelamin : L Tempat/tgl lahir : Gianyar, 10 Januari
1982
2. Alamat: Guwang, Sukawati, Gianyar
Alamat penanggungjawab : Jl. Sidakarya, Denpasar
3. Telp: 089535123654 Telp. Penangngjawab: 081999012321
4. Diagnose medis: Hipertensi
5. Tingkat ketergantungan : Total
6. Waktu perawatan : 8 jam
7. Alat-alat perawatan yang terpasang:

WAKTU MASALAH YANG INISIATOR TUJUAN HASIL


DIKOMUNIKASIKAN
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Dr. Erdwin Hermansyah selaku Ns. Miming Dr.Erdwin Hermansyah Jawaban Konsul :
22 April Diberikan obat captopril
dokter umum dalam tim,mohon
2020
konsul mengenai obat untuk
pasien

Keterangan
Catatan ini dibuat untuk mendokumentasikan jenis dan topic masalah yang
pemecahannya memerlukan koordinasi beberap pihak
1. Waktu : Hari/tangal/jam/durasi dari komunikasi dilakukan
2. Masalah dan topik yang dikomunikasikan tercatat
3. Inisiator : orang yang memulai komunikasi
4. Tujuan :orang/tim yang diajak berkoordinasi
5. Hasil : kesepakatan dari koordinasi

Perawat
Koordinator

Ns.Miming
POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
Alamat : Jl. Pulau Moyo No 33 A Pedungan, Denpasar Selatan
Telp : (0361) 725273, Fax : (0361) 724563

Anda mungkin juga menyukai