Anda di halaman 1dari 3

EBN

(EVIDENCE BASED NURSING)

A. DEFINISI
EBN (Evidence Based Nursing) merupakan sintesis dan penggunaan temuan ilmiah (hasil
penelitian) dari suatu penelitian randomized control trial (Estrabrook, 2004). Pendapat
lain dari Dharma (2011) mendefinisikan EBN sebagai suatu integrasi (lebih dari 1
penelitian) dari bukti hasil penelitian terbaik yang telah melalui tahapan telaah dan
sintesis yang digunakan sebagai dasar dalam praktik keperawatan dan memberikan
manfaat bagi penerima layanan keperawatan.

B. TUJUAN EBN (Evidence Based Nursing)


Dharma (2011) berpendapat penggunaan hasil penelitian pada tatanan praktik
keperawatan bertujuan untuk:
a. Memberikan landasan yang objektif dan rasional dalam praktik keperawatan
fenomena yang didapat dari pengalaman klinik masih harus dibuktikan terlebih
dahulu kebenarannya secara ilmiah dan fakta ilmiah. Inilah yang kemudian dijadikan
dasar dalam praktik keperawatan (evidence based nursing practice). Perawat yang
memiliki pengalaman kemudian melakukan tindakan keperawatan atas dasar fakta
ilmiah akan menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas.
b. Memberikan bukti bahwa praktik keperawatan dilandasi oleh penerapan prinsip-
prinsip ilmiah (scientific method) yang relevan dan terkini (up to date). Dengan
menerapkan evidence based nursing practice atau praktik keperawatan dilandasi
bukti ilmiah, memberikan bukti bahwa praktik keperawatan dilandasi oleh dasar ilmu
pengetahuan yang didapat melalui penelitian.
c. Melatih kemampuan perawat untuk berfikir kritis dan rasional terhadap suatu
fenomena atau masalah penerapan EBN secara tidak langsung akan melatih
kemampuan berfikir kritis dan rasional seorang perawat dalam menghadapi suatu
masalah fenomena. Ketika menghadapi suatu masalah atau menemukan suatu
fenomena perawat mengeksplorasi berbagai sumber ilmiah untuk mengetahui
gambaran permasalahan atau fenomena dan mencari solusi yang tepat untuk
mengatasi masalah tersebut.
d. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.
e. Sebagai dasar untuk menyusun penelitian berikutnya.

C. ATURAN PEMBUATAN PROPOSAL EBN


Aturan penulisan proposal EBN antara lain:
1. Penulisan menggunakan times new roman size 12 dengan spasi 1,5
2. Margin 4-3-3-3
3. Terdapat footer “Stikes DR. Soebandi” di kanan bawah.
4. Poin isi sesuai dengan contoh proposal EBN yang diberikan, yaitu :
a. Cover/ sampul proposal
b. BAB 1. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Manfaat
c. BAB 2. METODOLOGI PENCARIAN
a. Pertanyaan Klinis/ PICO
P : (Patient, Population, Problem)
I : (Intervention, Prognostic Factor, atau Exposure)
C : (Comparison atau Intervention)
O : (Outcome) yang ingin diukur atau ingin dicapai
b. Jurnal database yang digunakan
c. Temuan penelusuran yang relevan
d. BAB 3. TELAAH KRITIS
a. Deskripsi Jurnal
b. Validitas (Validity)
c. Kebermaknaan (Significancy)
d. Aplikabilitas (Aplicabilty)
e. BAB 4. PROSEDUR PELAKSANAAN atau SOP
f. BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
a. Kesimpulan
b. Saran
g. DAFTAR PUSTAKA
Ditulis sesuai ketentuan APA dengan rata Justify dan spasi 1. Satu kali enter di
antara daftar pustaka. Daftar pustaka diberikan penomoran.

D. KETENTUAN:
1. Mahasiswa menganalisa masalah yang ada di ruangan.
2. Mahasiswa wajib mengkonsulkan jurnal utama kepada dosen pembimbing stase
anak
3. Mahasiswa wajib mengkonsulkan jurnal utama kepada pembimbing klinik
4. Mahasiswa membuat rancangan proposal EBN + wajib melampirkan jurnal utama di
akhir proposal
5. Mahasiswa wajib mempresentasikan proposal EBN di akhir stase secara
berkelompok, yang dihadiri oleh beberapa perawat dari RS tersebut, sesuai dengan
aturan atau ketentuan yang diarahkan oleh pembimbing klinik.