Anda di halaman 1dari 3

Catatan Mengenai Perencanaan dan Manajemen Transportasi Umum Trem di

Lingkungan Perkotaan: Kompilasi Studi Kasus di Negara Maju dan Berkembang


Muhammad Dimas Mahardika1 - (17/415215/TK/46504)
dimasmahardika@mail.ugm.ac.id
1
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

A. Pendahuluan
Pengembangan sistem transportasi umum birokrasi tersebut diatur oleh sebuah kerangka
adalah salah satu isu yang sering dikaji dan kerja kebijakan nasional (National policy
diteliti oleh para akademisi dan pengembang framework) yang diatur oleh empat
kebijakan. Dikarenakan trem merupakan kementerian, yaitu Kementerian Perumahan
sebuah moda transportasi umum yang sudah dan Pengembangan Wilayah, Kementerian
sering diimplementasikan, banyak sekali Keuangan, Kementerian Lingkungan, dan
literatur yang sudah dipublikasikan mengenai Badan Perencanaan Nasional RRC.
proses perencanaan, pembangunan, dan
Setelah Chen (2018) menjelaskan mengenai
manajemen dari moda transportasi ini. Scope
bagaimana moda transportasi trem dapat
of review yang lebih spesifik dari essay ini
menjadi populer di medium to small sized
adalah mengenai studi kasus mengenai
cities di China, dijelaskan tipologi jaringan
evaluasi dan potensi dari implementasi moda
trem di China, yang terdiri dari tipe A
transportasi trem di berbagai tempat. Agar
(jaringan trem tua di kota-kota timur laut
kajian yang dilakukan lebih representatif dan
China), tipe B (jaringan trem modern di kota
proses sampelnya lebih baik, maka studi
yang sudah ada sistem metro), dan tipe C
kasus yang dipilih untuk dikaji pada essay ini
(jaringan trem di kota-kota kecil yang belum
akan sengaja diambil tidak hanya dari negara
melewati threshold kualifikasi konstruksi
maju, tetapi juga negara berkembang.
transportasi umum rel massal). Kemudian,
data-data yang digunakan dan dibahas secara
B. Pembahasan
lebih rinci adalah data-data penumpang
Studi kasus pertama yang akan ditinjau adalah harian, moda transportasi penumpang yang
mengenai pengembangan transportasi umum meninggalkan dan memasuki stasiun trem,
trem di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, China. data-data rute, serta data-data survey
Studi kasus yang akan dijelaskan dan disadur pengalaman pengguna. Secara umum, dapat
ulang ini adalah hasil penelitian dari Chen dikatakan bahwa mayoritas pengguna trem
(2018) dengan judul “Tram development and sangat puas (>80%) walaupun banyak
urban transport integration in Chinese cities: pengguna yang masih mempunyai
A case study of Suzhou”. Makalah tersebut permasalahan dengan integrasi trem dengan
mengeksplorasi mengenai pembangunan moda transportasi lainnya (Chen, 2018).
moda transportasi trem sebagai sebuah tren
Makalah selanjutnya yang dikaji adalah
yang baru di China dan bagaimana
makalah yang mengevaluasi kinerja
pembangunan trem tersebut sukses.
operasional jaringan trem di kota-kota di
Dalam deskripsi mengenai studi kasus Turki. Makalah yang ditulis oleh Alpkokin
makalah tersebut dijelaskan bagaimana trem dkk. (2015) ini berjudul “LRT and street tram
seringkali merupakan sebuah opsi policies and implementation in Turkish
pembangunan transportasi umum yang paling cities”. Penelitian ini dilakukan atas dasar
murah dan viable di China, di mana untuk kurang banyaknya kajian mengenai kinerja
membangun sebuah jaringan transportasi trem di kota-kota berukuran sedang dan kecil
umum berbasis rel, terdapat sebuah alur di Turki dan perlunya sebuah penelitian yang
birokrasi yang rumit yang harus dilewati. Alur
1
baik untuk mengantisipasi railway Jerman, dan di Kota Nottingham, Inggris.
renaissance di Turki dan di seluruh dunia. Manajemen trem di Kota Montpellier dikelola
Dielaborasikan oleh Alpkokin dkk. (2015) oleh perusahaan publik dan biaya untuk
bahwa trem dan LRT mempunyai keuntungan operasinya ditutupi oleh fare box revenue.
biaya yang lebih murah jika dibandingkan Manajemen trem di Kota Karlsruhe juga
dengan ground metro systems dan di saat yang serupa dengan di Kota Montpellier, tetapi
bersamaan, lebih ramah lingkungan daripada ketika awal dibangun, opini publik mengenai
operasional bis Terdapat sebelas kota yang sistem tersebut tidak baik. Manajemen trem di
dijadikan studi kasus secara umum dan dua Kota Nottingham dikelola oleh swasta, tetapi
kota sebagai studi kasus yang mendalam ternyata banyak menemui kendala di integrasi
(sebagai contoh keberhasilan dan kegagalan antar-moda dan biaya operasional
operasional trem). Salah satu kota yang paling (Damayanti dkk., 2015).
sukses dalam mengimplementasikan jaringan
Setelah data-data tersebut didapatkan dan
trem adalah Kota Bursa. Setiap harinya,
dianalisis, Darmayanti dan Malkhamah
terdapat 252,000 penumpang yang
(2015) mengajukan opsi-opsi untuk potensi
menggunakan jaringan jalan kereta di kota
manajemen trem di Indonesia. Disimpulkan
tersebut. Kesuksesan tersebut dikarenakan
bahwa sistem manajemen trem yang cocok di
perencanaan yang matang (dengan demand
Indonesia adalah sistem yang sebelumnya
analysis pertama sudah dilaksanakan pada
disosialisasikan terlebih dahulus secara luas,
tahun 1980an). Pada proyek tersebut juga,
dengan pendanaan yang tidak terlalu
koridor-koridor minibus diatur ulang untuk
bergantung pada pemerintah, serta dengan
mengikuti jaringan trem yang baru serta
infrastruktur intermoda dan ticketing yang
pemerintah mempunyai ketegasan dalam
baik (Damayanti dkk., 2015).
menggusur lahan-lahan yang diperlukan.
Sebaliknya, di penelitian tersebut diberikan C. Kesimpulan
contoh Kota Adana sebagai contoh gagal
dengan okupansi trem pada jam puncak hanya Trem merupakan sebuah sarana transportasi
mencapai 10% dari kapasitas. Kegagalan yang murah dan efisien – jika dibandingkan
tersebut dikarenakan salah pemilihan rute dan dengan moda-moda berbasis rel lainnya.
gagalnya melakukan forecast terhadap jumlah Walaupun begitu, untuk
penumpang. Selain itu juga, selama mengimplementasikannya (atau
konstruksi terdapat over-run biaya sebesar memperkenalkannya secara ulang) dengan
62% (Alpkokin dkk, 2015). benar, diperlukan perencanaan yang matang,
baik dari segi finansial, ekonomi, hingga ke
Makalah terakhir yang dikaji adalah makalah tata ruang. Untuk negara-negara berkembang,
mengenai manajemen trem di Indonesia. dapat meniru sistem operasi yang sudah
Makalah yang mempunyai judul “Tramway diterapkan di negara maju, tetapi tetap perlu
Management System in Indonesia” ini ditulis memperhatikan constraints fiskal dan sosial
oleh Damayanti dkk. (2015) untuk yang berada di negara berkembang.
menganalisis mengenai kelayakan dan
metode potensial dari reintroduction jaringan D. Daftar Pustaka
trem di kota-kota di Indonesia yang sempat Alpkokin, P., Kiremitci, S.T., Black, J.A. and
populer pada dasawarsa 1950an dan masa Cetinavci, S., 2016. LRT and street tram
antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. policies and implementation in turkish
Makalah tersebut mengkoleksi mengenai cities. Journal of Transport Geography, 54,
literatur dan informasi mengenai operasi trem pp.476-487.
dan wawancara dengan para ahli di
perusahaan-perusahaan trem di Kota Chen, C.L., 2018. Tram development and
Montpellier, Perancis, di Kota Karlsruhe, urban transport integration in Chinese cities: A
2
case study of Suzhou. Economics of
Transportation, 15, pp.16-31.
Damayanti, M., Malkhamah, S. and Walker,
K., 2015. TRAMWAY MANAGEMENT
SYSTEM IN INDONESIA. Journal of the
Civil Engineering Forum, 1, pp.23-28.