Anda di halaman 1dari 5

NASKAH SOAL

UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

MATA KULIAH : AUDIT DAN MANAJEMEN ENERGI


KELAS / SMT : 6 EG B DAN 6 EG D / ENAM (GENAP) TA 2019 / 2020
PRODI : D-IV TEKNIK ENERGI
HARI / WAKTU :
DOSEN PENGUJI : Zurohaina S.T.,M.T.

Soal Isian Singkat (40%)


1. Gabungan antara pengumpulan data, analisa data dan definisi kegiatan konservasi disebut…
2. Survei awal atau audit energi awal terdiri dari……………..
3. Audit energi awal sangat berguna untuk mengenali sumber – sumber pemborosan energi dan
tindakan – tindakan sederhana yang dapat diambil untuk meningkatkan efisiensi energi dalam
jangka…..
4. Tuliskan peraturan menteri energi dan sumber daya mineral Republik Indonesia no. 14 tahun
2012 tentang manajemen energi pada bab II pasal 3…………..

Soal Essay (60%)


1. Tuliskan dan jelaskan proses audit energi ! (5%)
2. Apakah yang dimaksud dengan efisiensi energi dan mengapa penggunaan secara rasional
sangatlah penting ? (5%)
3. Penghematan energi dari sistem penerangan lama dengan sistem penerangan hemat energi
dengan data di bawah ini :
Sistem penerangan Sistem penerangan
Sistem lampu satuan
lama hemat energi
Lampu pijar Lampu hemat energi
Lampu
Lm 710 785
Lumen jumlah rumah lampu Pcs 10 10
tabel daya tiap rumah lama Watt 60 10
pemakaian pertahun Jam 3650 3650
Tarif dasar listrik Rp 1300 1300
Umur lampu Jmlh 1000 6000
Biaya penggantian lampu 5000 20900
Hitung :
- Hitung daya yang dikonsumsi
- Energi yang dikonsumsi (pertahun)
- Biaya energi yang digunakan (pertahun)
- Biaya lampu pertahun
- Biaya operasional / per tahun
Buat kesimpulan dari hasil perhitungan di atas ! (40%)
4. Tuliskan 4 (empat) loss dalam perhitungan efisiensi boiler dengan direct method dan loss
method (5%)
5. Mengapa pemeliharaan merupakan bagian paling penting dari efisiensi energi (5%)
Nama : Yuli Uztamila
NIM : 061740411532
MK : Audit Dan Management Energy

Lembar jawaban :

Isian Singkat (40%)


1. Audit Energy
2. survey manajemen energi
survey energi (teknis)

AEA terdiri dari dua bagian, yaitu:


- Survei manajemen energi
Surveyor atau auditor energi mencoba untuk memahammi kegiatan
manajemen yang sedang berlangsung dan kriteria putusan investasi yang
mempengaruhi proyek konservasi.
- Survei energi (teknis)
Bagian teknis AEA mengulas kondisi dan operasi peralatan dari
pemakai energi yang penting (misalnya sistem uap) serta instrumentasi
yang berkaitan dengan efisiensi energi. AEA akan dilakukan dengan
menggunakan sesedikit mungkin instrumentasi portable. Auditor energi
akan bertumpu pada pengalamannya dalam mengumpulkan data yang
televan dan mengadakan observasi yang tepat, memberikan diagnosa
situasi energi pabrik secara cepat.

3. Jangka Pendek

4. Bagian ketiga terdiri dari pasal 6 yang berisi tentang pengguna sumber energi dan
pengguna energi wajib membentuk tim manajemen energi yang diketuai oleh manajer
energi dengan syarat manajer energi harus memiliki sertifikat kompetensi, tim
manajemen energi memiliki tugas sebagai berikut :
1.Melakukan perencanaan konservasi energi.
2.Melaksanakan konservasi energi
3.Melakukan pemantauan, evaluasi serta perbaikan pelaksanaan program konservasi
energi.
Jawaban Essay 60% :
1. Prosedur proses audit energi berikut ini :
• Tahap pembandingan: Ketidakmungkinan menggambarkan semua situasi yang
mungkin mungkin dihadapi selama audit berarti bahwa perlu menemukan cara untuk
menggambarkan apa yang merupakan kinerja energi yang baik, rata-rata dan buruk di
berbagai situasi. Tujuan pembandingan adalah untuk menjawab pertanyaan ini.
Benchmarking terutama terdiri dalam membandingkan konsumsi yang diukur dengan
konsumsi referensi bangunan serupa lainnya atau dihasilkan oleh alat simulasi untuk
mengidentifikasi biaya operasional yang berlebihan atau tidak dapat diterima. Seperti
disebutkan sebelumnya, benchmarking juga diperlukan untuk mengidentifikasi bangunan
yang menghadirkan potensi penghematan energi yang menarik. Masalah penting dalam
pembandingan adalah penggunaan indeks kinerja untuk mengkarakterisasi bangunan.
Penggunaan model simulasi, untuk melakukan simulasi yang sesuai dengan kode dari
instalasi yang diteliti, memungkinkan untuk menilai secara langsung instalasi yang
diteliti, tanpa diperlukan normalisasi.
• Tahap audit awal: Audit pendahuluan (atau disebut audit sederhana, audit
penyaringan atau audit walk-through) adalah jenis audit yang paling sederhana dan
tercepat. Ini melibatkan wawancara minimal dengan personel yang beroperasi di lokasi,
tinjauan singkat tentang tagihan utilitas fasilitas dan data operasi lainnya, dan walk-
through fasilitas untuk menjadi akrab dengan operasi bangunan dan untuk
mengidentifikasi area yang mencolok dari pemborosan energi atau inefisiensi.
Biasanya, hanya area masalah utama yang akan dicakup selama jenis audit ini. Langkah-
langkah perbaikan dijelaskan secara singkat, dan perkiraan cepat biaya implementasi,
potensi penghematan biaya operasi, dan periode pengembalian sederhana disediakan.
Daftar langkah-langkah konservasi energi (ECM, atau peluang konservasi energi, ECO)
yang membutuhkan pertimbangan lebih lanjut juga disediakan. Tingkat perincian ini,
walaupun tidak cukup untuk mencapai keputusan akhir tentang penerapan ukuran yang
diusulkan, cukup untuk memprioritaskan proyek efisiensi energi dan untuk menentukan
kebutuhan akan audit yang lebih rinci.
• Tahap audit terperinci: Audit umum (sebagai alternatif disebut audit mini, audit
energi lokasi, atau audit energi terperinci atau audit energi situs lengkap) memperluas
audit pendahuluan yang diuraikan di atas dengan mengumpulkan informasi yang lebih
terperinci tentang operasi fasilitas dan dengan melakukan evaluasi yang lebih terperinci
mengenai tindakan konservasi energi . Tagihan utilitas dikumpulkan selama periode 12
hingga 36 bulan untuk memungkinkan auditor mengevaluasi struktur tingkat permintaan
energi fasilitas dan profil penggunaan energi. Jika data interval meter tersedia, profil
energi terperinci yang dimungkinkan oleh data tersebut biasanya akan dianalisis untuk
tanda-tanda pemborosan energi. Pengukuran tambahan sistem konsumsi energi spesifik
sering dilakukan untuk melengkapi data utilitas. Wawancara mendalam dengan personel
operasi fasilitas dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sistem
konsumsi energi utama dan untuk mendapatkan wawasan tentang pola konsumsi energi
jangka pendek dan jangka panjang. Jenis audit ini akan dapat mengidentifikasi semua
tindakan konservasi energi yang sesuai untuk fasilitas, mengingat parameter operasinya.
Analisis keuangan terperinci dilakukan untuk setiap ukuran berdasarkan estimasi biaya
implementasi terperinci, penghematan biaya operasi spesifik lokasi, dan kriteria investasi
pelanggan. Rincian yang cukup diberikan untuk membenarkan pelaksanaan proyek.
Evolusi platform perangkat lunak audit energi berbasis cloud memungkinkan para
manajer bangunan komersial untuk berkolaborasi dengan kontraktor perdagangan umum
dan khusus dalam melakukan audit umum dan khusus sistem energi. Manfaat kolaborasi
yang dimungkinkan oleh perangkat lunak adalah kemampuan untuk mengidentifikasi
berbagai pilihan efisiensi energi yang dapat diterapkan pada bangunan spesifik yang
sedang dipelajari dengan perkiraan biaya dan manfaat "waktu hidup" yang disediakan
oleh kontraktor lokal.
• Tahap audit tingkat investasi: Di sebagian besar pengaturan perusahaan,
peningkatan infrastruktur energi fasilitas harus bersaing untuk pendanaan modal dengan
investasi yang tidak terkait energi. Investasi energi dan non-energi dinilai berdasarkan
satu set kriteria keuangan yang umumnya menekankan pengembalian atas investasi (ROI)
yang diharapkan. Penghematan operasi yang diproyeksikan dari implementasi proyek
energi harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga memberikan tingkat kepercayaan
yang tinggi. Bahkan, investor sering menuntut simpanan yang terjamin. Audit tingkat
investasi memperluas audit terperinci yang dijelaskan di atas dan bergantung pada studi
teknik lengkap untuk merinci masalah teknis dan ekonomis yang diperlukan untuk
membenarkan investasi terkait dengan transformasi

2. Efisiensi Energi adalah usaha yang dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah
energi yang dibutuhkan, dalam menggunakan sebuah peralatan atau bahkan sistem yang
berhubungan dengan energi. Efisiensi penting dilakukan karena pada akhirnya akan
berhubungan degan biaya. Sehingga apabila kita dapat menghemat efisiensi energy maka
kita juga akan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

3. Perhitungan penghematan energi:


a. Daya yang dikonsumsi:
Lampu Pijar = 10 pcs x 60 Watt = 600 Watt
Lampu hemat energi = 10pcs x 10 Watt = 100 Watt

b. Energi yang dikonsumsi (pertahun):


Lampu Pijar = 600 watt x 3650 hour = 2.190.000 watt.h/tahun
Lampu Hemat Energi = 100 watt x 3650 hour = 365.000 watt.h/tahun

c. Biaya energi yang digunakan (pertahun):


Lampu Pijar = 2.190 kwh/tahun x Rp 1300/kwh = Rp 2.847.000/tahun
Lampu Hemat Energi = 365 kwh/tahun x Rp 1300/kwh = Rp 474.500/tahun

d. Biaya energi yang digunakan (pertahun):


Lampu Pijar = setahun diganti 3x, berarti butuh 4 lampu.
4 pcs x 5000 = 20.000 x 10 = 200.000
Lampu HE = 1x ganti.= 20.900 x 10 = 209.000
e. Biaya operasional (pertahun):
Lampu Pijar = Rp 2.847.000/tahun + Rp 200.000/tahun = Rp 3.047.000/tahun
Lampu Hemat Energi = Rp 474.500/tahun + Rp 209.000/tahun =
Rp 683.500/tahun

f. Kesimpulan: Dengan jumlah lampu yang sama, lampu hemat energi memiliki
biaya operasional jauh lebih murah.

4. Direct : Q steam generated, entalpi steam output, entalpi feed water, Qfuel,
Indirect :
 Loss due to dry flue gas (sensible heat)
 Loss due to hydrogen in fuel (H2)
 Loss due to moisture in fuel (H2O)
 Loss due to moisture in air (H2O)
 Loss due to carbon monoxide (CO)
 Loss due to surface radiation, convection, and other unnacounted

5. Pemeliharaan adalah hal yang sangat penting untuk efisiensi energy karena :
1. Pemeliharaan merupakan usaha jangka panjang untuk merawat baik itu alat, teknis,
dan menjaga lingkungan sekitiar agar efisiensi terjadi untuk jangka panjang
2. Pemeliharaan juga maintenance operasi control sehingga apabila terdapat
kerusakan/kendala sedikit dapat langsung diatasi dan kerusakan tidak makin parah.