Anda di halaman 1dari 8

Nama : Lindawati

Kelas : 6 EGB

1.  PENGERTIAN PLTG
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi listrik
yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak generatornya. Turbin gas
dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang sederhana dimana energi panas yangdihasilkan
dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah
menjadi energi listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.Sistem PLTG
menggunakan prinsip siklus Brayton yang dibagi atas siklus terbuka dan siklus tertutup. Pada
siklus terbuka, fluida kerja adalah udara atmosfer dan pengeluaran panas diatmosfer karena gas
buang dari turbin dibuang ke atmosfer. Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif
pada material yang digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada
temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif (sulfur, vanadium
dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang terus berkembang. Hal tersebut
mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat
efisiensi yang rendah hal ini merupakan salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan
pada perkembangannya untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja
siklus dengan menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan
dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara pembangkit turbin
gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut dengan combined cycle.

2. GAS ALAM UNTUK BAHAN BAKU PLTG


Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas alam dari
ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim melalui pipa gas ke
pabrik pupuk Pusri IA, PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang. Perkembangan pemanfaatan gas
alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974, dimana PERTAMINA mulai memasok gas
alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di Prabumulih, Sumatera Selatan ke pabrik pupuk
Pusri II, Pusri III dan Pusri IV di Palembang.
Karena sudah terlalu tua dan tidak efisien, pada tahun 1993 Pusri IA ditutup,dan digantikan oleh
Pusri IB yang dibangun oleh putera-puteri bangsa Indonesia sendiri. Pada masa itu Pusri IB
merupakan pabrik pupuk paling modern di kawasan Asia, karena menggunakan teknologi karena
menggunakan teknologi tinggi. Di Jawa Barat, pada waktu yang bersamaan, 1974,
PERTAMINA juga memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di lepas pantai (off
shore) laut Jawa dan kawasan Cirebon untuk pabrik pupuk dan industri menengah dan berat di
kawasan Jawa Barat dan Cilegon Banten.
Sementara itu pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar gas banyak digunakan di
pabrik (peleburan besi dan tekstil) dan hotel. Berarti energi panas yang dibutuhkan di kedua
tempat itu bisa diambil dari panas gas buang dengan menggunakan teknologi gas fired
cogeneration.
Berdasarkan sumber panasnya,cogeneration dibagi menjadi dua yaitu:
1. Cogeneration Siklus Topping
Terjadi apabila bahan bakar dipakai langsung untuk memproduksi enrgy listrik, kemudian gas
panasnya digunakan untuk panas/uap proses. Jadi energi listriknya terlebih dahulu diproduksi
kemudian baru panas buangnya dimanfaatkan. Bila cogeneration siklus topping digunakan pada
PLTG, maka gas panas yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik pada turbin harus
mempunyai suhu 1600-1700 oF. Hal ini karena akan menghasilkan gas buang dengan suhu 800-
900 oF dan gas buang itu akan dimanfaatkan dengan menggunakan Heat Recovery Steam
Generation atau panas proses dengan exchenger yang berfungsi untuk membangkitkan uap
proses.
2. Siklus Bottoming
Yaitu pemanfaatan gas buang melalui heart recovery sehingga menghasilkan panas/uap proses.
Selanjutnya digunakan untuk menggerakan turbin uap sehingga dihasilkan energi listrik. Bila
PLTG menggunakan bahan bakar bermutu tinggi seperti bahan bakar sulfur rendah, maka gas
buang yang dihasilkannya bersih sehingga bisa digunakan langsung untuk panas proses. Bila
pada pengolahan gas buang ditambah bahan bakar, sementara bila kapasitas terpasang PLTG
turun maka efisiensinya juga turun dengan demikian volume gas buang meningkatkan hal ini
berarti banyak gas buang tak terpakai.

3. BAGIAN-BAGIAN PLTG
1. .Transfer pump, pompa yang berfungsi untuk memindahkan fluida yang berupa HSD oil
dari tank menuju ruang bakar.
2. Kompressor, mengambil udara atmosfer dan merubahnya menjadi udara bertekanan
tinggi untuk membantu proses pembakaran di ruang bakar.Kompresor terdiri dariintake
air filter, Inlet Guade Van (IGV), sudu-sudu tetap dan sudu-sudu jalan yang berjumlah 19
stages. Adapun fungsinya untuk menarik udara luar masuk ke ruang bakarsebagai proses
pembakaran dan media pendingin.
3. Combustion Chamber, ruang bakar yang berfungsi sebagai tempat pembakaran
bahan bakar pada system turbin gas.

4. Turbine, gas turbin yang berfungsi untuk mengekspansi gas panas hingga
menghasilkanenergi mekanis untuk menggerakkan generator.
5. Generator, berfungsi untuk menghasilkan energi listrik.

4. SISTEM PENYUSUN GAS TURBIN.


1. Fuel Oil System (Sistem Bahan Bakar).
HSD Oil (High Speed Diesel) digunakan sebagai bahan bakar pada
sistem pembakaran pada PLTGU ini. Sistem pembakaran tersebut dimulai dari 
tangki penampungan (HSD Oil Tank) yang dipompa menggunakan Transfer Pump denganmelalu
i flowmeter untuk perhitungan pemakaiannya. Selanjutnya untuk mendapatkanhasil pembakaran
menjadi lebih sempurna diperlukan tekanan cukup besar, untukmendapatkan hasil tersebut
digunakan Main Oil Pump yang terpasang dan berputarmelalui hubungan poros turbin gas
dengan Accesories Gear atau Load Gear. Untukmengatur jumlah aliran bahan bakar yang masuk
ke ruang bakar diatur dengan ControlValve (CV), selanjutnya aliran bahan bakar tersebut
dikontrol lagi oleh kombinasi dariPrimary Fuel Throttle Valve dan Secondary Fuel Throttle
Valve.

2. Lube Oil System (Sistem Pelumasan).


Sistem pelumasan digunakan untuk melumasi bearing turbin gas, bearing generator, dan
juga untuk menyuplai minyak untuk sistem hidraulik pada main
stop pump (AOP). Main stop pump (AOP) distart untuk menyuplai minyak dalam bearingturbin
gas dan generator, untuk selanjutnya turbin gas diputar pada putaran turning gear pada putaran 3
rpm. Hal ini bertujuan agar start up gaya geser (friction force) yangterjadi diantara metal bearing
dengan poros turbin gas dan generator dapat dikurangi.Setelah turbin gas mulai start dan putaran
mulai naik sampai putaran nominalnya, makasupply minyak pelumasan diambil alih dari AOP ke
Main Lube Oil Pump (MOP).Dimana, Main Lube Oil Pump ini diputar melalui hubungan antara
Accessories gearatau Load gear dengan poros turbin.

.3. Hydroulic System (Sistem Hidraulik)


Sistem hidraulik digunakan untuk menggerakkan Main Stop Valve. Dan valve bahan
bakar HSD (147 A&B) (135 A) dan valve bahan bakar gas (170)&(165).DimanaMain Stop
Valve berfungsi untuk menghentikan laju aliran bahan bakar minyak saatunit terjadi gangguan
dan atau untuk membuka saluran bahan bakar pada sistem pemipaan bahan bakar. Mekanisme
pengoperasian (membuka dan menutup) Main StopValve diperlukan hydroulic system dengan
minyak bertekanan, dimana supply minyakhidraulik diambil dari pipping system pelumas turbin
gas.

4. Cooling System (Sistem Pendingin).


Tingginya temperatur minyak pelumas setelah digunakan melumasi bearingturbin dan
bearing generator akan masuk ke lube oil cooler untuk didinginkan olehsistem pendingin minyak
pelumas dengan media pendinginnya adalah air. Setelahdigunakan sebagai media pendingin
minyak pelumas, air tadi akan berubah
menjadi bertemperatur tinggi kemudian akan didinginkan di dalam ACWC (Air Cooler WaterCo
oler) yang sistemnya mirip dengan radiator.

5. Starting System (Sistem Start).


Peralatan Start (Starting System) di dalam turbin gas digunakan sebagai penggerak mula,
hal ini diperlukan karena pada saat start kondisi turbin masih belummampu menggerakkan
generator dan kompressor dikarenakan belum terjadinya  
 pembakaran. Starting turbin gas memerlukan momen yang besar karena berat dariturbin dan
generator sehingga dipasang pony motor yang di pasang secara seri denganstaring motor. Mula-
mula starting device dioperasikan untuk menggerakkan turbin gasdan generator. Pada putaran
tertentu, kompressor telah menghasilkan udara bertekanan,dan pembakaran dilakukan di ruang
bakar. Gas hasil pembakaran tersebut dapatmenggerakkan turbin. Jika hal itu tercapai, maka
starting device dilepas dari porosturbin dan generator.

6. Bahan bakar untuk pengoperasian PLTG.
Bahan bakar yang digunakan berupa solar (HSD atau High Speed Diesel)dialirkan dari kapal
tanker ke dalam rumah pompa BBM HSD kemudian dipompa lagidengan pompa bahan bakar
untuk dimasukkan dalam ruang bakar sehinggamenghasilkan energi pemutar turbin gas.
Penggerak awal turbin gas sebelumdigerakkan oleh energi gas hasil pembakaran adalah motor
listrik (starting motor) yang berfungsi memutar kompresor sebagai penghisap udara luar.

5. PRINSIP OPERASI PLTG
Turbin gas suatu PLTG berfungsi untuk mangubah energi yangterkandung di dalam bah
an bakarmenjadi mekanis. Fluida kerja untuk memutar Turbin Gas adalah gas panas yang di
peroleh dari proses pembakaran.
Proses pembakaran memerlukan tiga unsur utama yaitu :
1. Bahan Bakar
2. Udara
3. Panas
Dalam proses pembakaran ini bahan bakar disuplai oleh pompa bahan bakar (fuel oil
pump) apabila digunakan bahan bakar minyak, atau oleh kompresor gas apabila
menggunakan bahan bakar gas alam. Pada umumnya kompresor gas disediakan oleh
pemasok gas tersebut. Udara untuk pembakaran diperoleh dari kompresor utama,
sedangkan panas untuk awal pembakaran dihasilkan oleh ignitor (busi). Proses pembakaran
dilaksanakan didalam Combustion Chamber (ruang bakar). Energi mekanis yang dihasilkan
oleh turbin gas digunakan untuk memutar generator listrik, sehingga diperoleh energi
listrik. Tentu saja untuk dapat berjalannya operasi PLTG dengan baik perlu dilengkapi
dengan alat-alat bantu, kontrol, instrumentasi, proteksi, dan sebagainya.
Gambar 1 Siklus PLTG

1.      Fuel Station.
2.      Pumping House.
3.      Fuel Pump.
4.       Electrik Power Diesel.
5.      Air Filter.
6.      Compressor.
7.      Combustor.
8.      Gas Turbin.
9.       Stack.
10.    Generator Main Transformer.
11.    Switch Yard.
12.    Sutet.
13.    Gas Line.
Udara dengan tekanan atmosfir ditarik masuk ke dalam compressor melalui katup, udara ditekan
masuk ke dalam compressor. Udara ditekan masuk ke dalam combustor dengan tekanan 250 Psi
dicampur dengan bahan bakar dan di bakar dalam ruang bakar dengantemperatur 2000 –30000F.
Gas hasil pembakaran yang merupakan energi termal dengantemperature dan tekanan yang
tinggi yang suhunya kira-kira 9000C . Dari energi panas yangdihasilkan inilah kemudian akan
dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu diam
turbin, gas panas tersebut temperature dan tekananmengalami penurunan dan proses ini biasa
disebut dengan proses ekspansi. Selanjutnyaenergi mekanis yang dihasilkan oleh turbin
digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik.
Siklus kerja dari PLTG biasa dsebut dengan siklus Brayton.Siklus tersebut dapat digambarkan
sebagai berikut :

Siklus PLTG berurut sebagai berikut :
1. Pertama-tama udara ditekan dengan kompresor ke Ruang bakar
2. Di Ruang bakar udara dibakar dengan bahan baker gas alam
3. Udara yang dibakar akan menghasilkan gas dengan tekanan dan  
temperature yang sangat tinggi.
4. . Selanjutnya gas dialirkan ke turbin untuk memutar turbin, generator dikoppel
secara langsung dengan turbin, dengan demikian bila turbin berputar maka
generator berputar. Kompressor juga seporos dengan turbin. Jadi tekanan
gas yang dihasilkan dari ruang bakar selain memutar turbin juga untuk memutar
compressor.
5. Selanjutnya gas dari turbin dibuang kembali ke udara.

Siklus Brayton terbagi menjadi dua, yaitu:


1. Siklus Brayton Terbuka (Open Cycle Gas Turbine).
Udara segar pada kondisi ambien (atmosfir) disedot masuk ke dalamkompresor, dimana
terjadi peningkatan suhu dan tekanan. Udara bertekanan tinggidiproses di dalam ruang
pembakaran, dimana bahan bakar dibakar pada tekanankonstan. Gas temperatur tinggi yang
dihasilkan kemudian masuk turbin, di mana gastemperatur tinggi dan bahan bakar dibakar pada
tekanan atmosfer sehinggamenghasilkan tenaga. Gas buang yang dihasilkan turbin dibuang
keluar (tidakdisirkulasikan kembali), menyebabkan siklus harus diklasifikasikan sebagai
siklusterbuka.

  2. Siklus Brayton Tertutup (Close Cycle Gas Turbine).


Cara kerja turbin gas siklus tertutup, secara keseluruhan hampir sama dengansiklus terbuka,
yaitu di sini proses kompresi dan ekspansi tetap sama, akan tetapi proses pembakaran digantikan
oleh masukan kalor tekanan konstan dari sumbereksternal, dan proses pembuangan digantikan
oleh pembuangan kalor tekanan konstan pada suhu ambien.

6.  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI PLTG.


 Kelebihan PLTG.
a.      Proses instalasi yang mudah dan lebih murah.
b.      Start-up time yang cepat.
c.       Tenaga darurat (back up).
d.      Dapat menggunakan berbagai macam variasi bahan bakar.
 Kekurangan PLTG.
a. Memiliki efisiensi yang rendah.
b. Diperlukan investasi yang lebih besar untuk peralatan pengaturan dan instalsi pengamanannya
karena gas alam jauh lebih berbahaya dibanding dengan minyak bakar. 
c. Terkadang sukar untuk mendapatkan air pengisian yang baik kualitasnya.
d. Sulitnya mencari lokasi penambangan gas alam, atau setidak-tidaknya dalam jangkauan
ekonomis untuk transmisi pipa-pipa gas alam.