Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG

KEBERSIHAN DIRI DENGAN PERILAKU PERSONAL


HYGIENE REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1
CIMANGGU KABUPATEN CILACAP

OUTLINE

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan


Program Pendidikan S1 Keperawatan

Disusun oleh :
LINA HASANAH
NIM : 4002180038

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA PUTERA BANJAR


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
TAHUN 2020
OUTLINE

Nama : Lina Hasanah

NPM : 4002180038

I. Masalah penelitian

Kebersihan diri merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, oleh karena

itu sudah seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan

kebersihan diri dan lingkungan kita agar terhindar dari berbagai macam

penyakit. Perawat hendaknya mempunyai pengetahuan yang memadai

mengenai kebersihan diri dan lingkungan ini, sebagai bekal untuk merawat

dirinya sendiri. Pengetahuan yang baik haruslah dimiliki oleh setiap siswi

terutama pengetahuan tentang kebersihan diri, karena dengan pengetahuan

yang baik maka para siswi akan mengetahui perilaku-perilaku kesehatan

personal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu

peran dari orang tua dan guru di sekolah sangatlah penting guna menunjang

dan memperluas pengetahuan siswi tentang kebersihan diri.

II. Keilmuan

Keperawatan Komunitas

III. Judul penelitian

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG

KEBERSIHAN DIRI DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE

REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 CIMANGGU KABUPATEN

CILACAP.
IV. Latar Belakang

Masa remaja disebut juga masa adolescence (tumbuh menjadi dewasa).

Masa remaja ditandai oleh masa pubertas yaitu waktu seorang perempuan

mampu mengalami konsepsi yaitu menstruasi/haid pertama. Pada masa

tersebut remaja mengalami perkembangan seksual diantaranya, kematangan

organ seksual mulai berfungsi, baik untuk reproduksi (menghasilkan

keturunan) maupun rekresi (mendapat kesenangan). Pada masa ini diharapkan

remaja mulai memperhatikan kesehatan diri (personal hygiene)

(Moersintowati, 2012).

Kebersihan diri adalah hal paling utama dalam hidup, maksud

kebersihan diri di tulisan ini adalah kebersihan yang ada pada tubuh kita

seperti kebersihan badan, muka, tangan dan kaki menurut saya sebagai penulis

hari akan terasa indah apa bila kebersihan dalam diri kita sudah dilakukan

seperti ; mandi dengan menggosok badan hingga bersih, mencuci muka

hingga bersih dengan harapan setelah mencuci muka akan terasa segar dalam

melakukan aktifitas selanjutnya membersihkan tangan agar terbebas dari

kuman karena banyak benda yang kita pegang tanpa diketahui bahwa benda

yang kita pegang mengandung kuman yang tidak baik untuk kesehatan. Pada

tahap yang terakhir adalah kebersihan pada kaki kita sendiri seperti

membersihkan kotoran yang ada pada selah selah jari jari kaki serta di sekitar

mata kaki karena kita berjalan sangat jauh dan tanpa mengetahui apa saja yang

telah kita injak yang akhirnya begitu banyak kuman yang terdapat pada kaki

kita (Saifudin, 2012).


Ukuran kebersihan diri seseorang, tergantung bagaimana orang tersebut

secara fisik maupun psikologis mampu melakukan dan menampilkan

perawatan pada dirinya. Manusia perlu menjaga kebersihan diri agar sehat,

tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan penyakit

bagi sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri

seperti, mandi, menyikat gigi, mencuci tangan dan memakai pakaian yang

bersih (Poter & Perry, 2011).

Menjaga kebersihan tubuh dapat dilakukan dengan berbagai macam

cara. Karena memang tubuh memiliki begitu banyak bagian dan ke setiap

bagian tersebut memiliki keharusan untuk dijaga dan dirawat kebersihannya.

Jika kita tidak menjaga kebersihan dari tubuh itu sendiri maka akan terjadi hal

buruk yang menimpa diri kita sendiri. Ibaratnya kita tidak membersihkan

rumah yang kita tempati sendiri maka kitalah yang akan menerima akibat dari

tidak bersihnya rumah yang kita huni. Misalnya adalah rumah yang kotor akan

membuat rasa tidak nyaman bagi setiap yang berada di dalam rumah. Juga

rumah yang kotor akan mudah sekali menjadi sarang nyamuk serta bibit

penyakit yang lainnya (Sudarto, 2018).

Personal hygiene merupakan perawatan diri dimana individu

mempertahankan kesehatannya dan dipengaruhi oleh nilai serta keterampilan,

dalam dunia kedokteran personal hygiene merupakan kebutuhan dasar

manusia yang harus senantiasa terpenuhi. Personal hygiene termasuk kedalam

pencegahan primer yang spesifik. Personal hygiene mnadi penting karena

akan meminimlakan pintu masuk (por of the entry) mikroorganisme yang ada
dimana-mana dan akhirnya mencegah seseorang terkena penyakit (Sudarto,

2018).

Personal hygiene merupakan pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif

untuk memelihara dan mencegah resiko terjadi penyakit, melindungi dari

ancaman penyakit. Personal hygiene saat menstruasi dapat dilakukan dengan

cara mengganti pembalut setiap 4 jam sekali dalam sehari. Setelah mandi atau

buang air, vagina dikeringkan dengan tisu atau handuk agar tidak lembab.

Pemakaian celana dalam yang baik terbuat dari bahan yang mudah menyerap

keringat (Proverawati, 2013).

Studi pendahuluan yang dilakukan penulis didapatkan hasil bahwa

jumlah siswi kelas II yang ada di SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap

berjumlah 154 orang. Dari hasil wawancara langsung terhadap aspek

pengetahuan kebersihan diri remaja dapat diketahui bahwa 7 dari 10 orang

remaja memiliki kategori pengetahuan kebersihan diri yang kurang, hal tersbut

diketahui dari informasi bahwa mereka tidak tahu tentang aspek-aspek

kebersihan diri yang baik misalkan harus gosok gigi sebelum tidur, keramas

minimal 2 kali seminggu, dan masih banyak remaja yang menggunakan sabun

batangan secara bersamaan, sementara itu dari aspek perilau personal hygiene

didapatkan gambaran bahwa masih ada remaja yang memiliki kuku panjang,

baju seragam yang kotor dan bau, serta masih ada remaja yang mengatakan

bahwa jarang mandi dan gosok gigi sebelum ke sekolah. Hasil pengamatan

tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan remaja masih kurang


tentang kebersihan diri, serta perilaku personal hygiene yang masih dalam

kategori buruk.

Dari latar belakang di atas maka peneliti ingin mengetahui lebih lanjut

tentang hubungan pengetahuan tentang kebersihan diri dengan perilaku

personal hygiene remaja siswi kelas II di SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten

Cilacap.

V. Rumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan

masalah yang akan di kemukakan yaitu bagaimana “hubungan pengetahuan

remaja putri tentang kebersihan diri dengan perilaku personal hygiene remaja

putri di SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap?

VI. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka dirumuskan

masalah penelitian sebagai berikut : “Apakah ada hubungan pengetahuan

remaja putri tentang kebersihan diri dengan perilaku personal hygiene remaja

putri di SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap?

VII. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang

kebersihan diri dengan perilaku personal hygiene remaja putri di SMP

Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap.


2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengukur pengetahuan remaja putri tentang kebersihan diri di

SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap.

b. Untuk mengidentifikasi kebersihan diri dengan perilaku personal

hygiene remaja putri di SMP Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap.

c. Menganalisis hubungan pengetahuan remaja putri tentang kebersihan

diri dengan perilaku personal hygiene remaja putri di SMP Negeri 1

Cimanggu Kabupaten Cilacap.

VIII. Manfaat Penelitian

a. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pengembangan ilmu

keperawatan khususnya ilmu keperawatan komunitas pada remaja tentang

cara bagaimana cara perilaku personal hygiene yang didasari oleh

pengetahuan yang baik.

b. Manfaat Praktis

1. Bagi SMP Negeri I Cimanggu

Sebagai bahan masukan dan evaluasi pengetahuan tentang

kebersihan diri dan perilaku personal hygiene remaja agar membantu

dalam meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswi di SMP

Negeri I Cimanggu.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa, sebagai salah satu

masukan bagi Institusi pendidikan untuk memanfaatkan hasil


penelitian ini sebagai bahan studi banding untuk perkembangan

penelitian selanjutnya bagi peneliti lain yang akan meneliti hal-hal

yang belum terungkap dalam penelitian ini dan penelitian lanjutan.

3. Bagi Responden

Sebagai bahan pertimbangan bagi para siswa agar dapat

meningkatkan pengetahuan siswa tentang masalah kesehatan

reproduksi dan perilaku personal hygiene.

4. Bagi Profesi Keperawatan

Sebagai bahan evaluasi perawat dalam melakukan pengkajian

terhadap keperawatan komunitas khususnya dalam memberikan

penyuluhan kesehatan kepada siswi terkait perilaku personal hygiene.

IX. METODOLOGI PENELITIAN

a. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional atau

penelitian hubungan yaitu penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk

mengetahui tingkat hubungan dua variabel atau lebih tanpa melakukan

perubahan tambahan atau manipulasi terhadap data yang memang sudah

ada, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau sesuatu

fenomena (Arikunto, 2012).

Pendekatan yang digunakan adalah rancangan penelitian

korelasional yaitu mengkaji hubungan antara variabel, menjelaskan suatu

hubungan, memperkirakan, dan menguji berdasarkan teori yang ada.

Dengan study ini akan diperoleh prevalensi atau efek suatu fenomena
(variabel dependen) dihubungkan dengan penyebab (vaiabel independen)

(Nursalam, 2013). Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai

Hubungan pengetahuan remaja putri tentang kebersihan diri dengan

perilaku personal hygiene remaja putri di SMP Negeri 1 Cimanggu

Kabupaten Cilacap.

b. Pendekatan

Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif.

c. Populasi dan sampel

1) Populasi

Sugiono, (2016) membrikan pengertian, bahwa “Populasi adalah

wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi

kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan

pengertian ini, dapat ditentukan, bahwa populasi dalam penelitian ini

adalah seluruh siswa putri atau remaja putri di SMP Negeri I

Cimanggu Kabupaten Cilacap yang berjumlah ….. orang. Merekalah

yang akan menjadi responden untuk memberikan tanggapan dan

keterangan sehubungan dengan permasalahan penelitian.

2) Sampel

Arikunto, (2012) mengemukakan, bahwa “Sampel adalah bagian dari

populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti)”. Teknik

pengambilan sampel penelitian ini menggunakan random sampling.


d. Rencana Analisa Data

1) Analisis univariate

Analisis univariat digunakan untuk melakukan analisis terhadap

distribusi frekuensi variabel pengetahuan tentang kebersihan diri dan

perilaku personal hygiene. Langkah-langkah analisis univariat yang

akan dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Untuk melakukan pengolahan data hasil penelitian, terlebih

dahulu ditetapkan nilai/bobot skor dari setiap alternative jawaban

b. Setelah diberikan skor dan diprosentasikan kemudian untuk aspek

pengetahuan tentang kebersihan diri diinterpretasikan kedalam

standar kriteria objektif yaitu :

Baik bila didapat skor 76 – 100%

Cukup bila didapat skor 56 – 75 %

Kurang bila didapat skor <55%

c. Setelah diberikan skor dan diprosentasikan kemudian untuk aspek

perilaku personal hygiene diinterpretasikan kedalam standar

kriteria objektif yaitu :

Positif bila skor T ≥ Mean T

Negatif bila skor T < Mean T

d. Data dikategorikan dan diberi kode kemudian data dianalisis

dengan cara statistik deskriptif yaitu dengan prosentase dengan

menggunakan rumus yang dikemukakan oleh (Arikunto, 2010)

sebagai berikut :
Keterangan:

X
P= x 100 %
N

P : Persentase

X : Jumlah responden sesuai hasil ukur

N : Jumlah keseluruhan sampel

2) Data dikategorikan dan diberi kode kemudian data dianalisis dengan

cara statistik deskriptif yaitu dengan prosentase dengan

menggunakan rumus yang dikemukakan oleh (Arikunto, 2009)

sebagai berikut :
X
P= x 100 %
N
Keterangan:
P : Persentase

X : Jumlah responden sesuai hasil ukur

N : Jumlah keseluruhan responden.

3) Analisa bivariat

Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi kuadrat. Uji chi

kuadrat di gunakan untuk menguji hubungan dua variabel dimana

masing-masing terdiri dari beberapa golongan atau kategori. Untuk

menentukan hubungan antara variabel independen dengan variabel

dependen dilakukan dengan uji statistik chi square dengan tingkat

kesalahan yang digunakan adalah  = 0,05 sedangkan prevalen ratio

yang digunakan Conviden Interval (CI) adalah 95 %. Uji statistik Chi


Square menggunakan rumus yang dikemukakan oleh (Sugiyono,

2011) sebagai berikut :

X 2 =∑ ¿ ¿ ¿

Keterangan :

O= nilai observasi (pengamatan)

E = nilai ekspektasi (harapan)

b = jumlah baris

k = jumlah kolom

Ketentuannya adalah sebagai berikut :

1) Jika  value <, maka Ho ditolak dan Haditerima, yang berarti

ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang kebersihan diri

dengan perilaku personal hygiene remaja putri di SMP Negeri 1

Cimanggu Kabupaten Cilacap

2) Jika value>, maka Ho diterima dan Haditolak, yang berarti

tidak ada Hubungan pengetahuan remaja putri tentang kebersihan

diri dengan perilaku personal hygiene remaja putri di SMP

Negeri 1 Cimanggu Kabupaten Cilacap.