Anda di halaman 1dari 30

OPERASI

TEKNIK KIMIA
(C3) KELAS XI

Penulis :
Fitriyani Yetti Handayani, ST.

PT. KUANTUM BUKU SEJAHTERA


OPERASI TEKNIK KIMIA
SMK/MAK Kelas XI
Penulis : Fitriyani Yetti Handayani, ST.
Editor : Tim Quantum Book
Perancang sampul : Tim Quantum Book
Perancang letak isi : Tim Quantum Book
Penata letak : Tim Quantum Book
Ilustrator : Tim Quantum Book
Tahun terbit : 2019
ISBN : 978-623-7216-05-6

Tata letak buku ini menggunakan program Adobe InDesign CS3, Adobe IIustrator CS3, dan
Adobe Photoshop CS3.
Font isi menggunakan Myriad Pro (10 pt)
B5 (17,6 × 25) cm
x +191 halaman

© Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.


Dilarang menyebarluaskan dalam bentuk apapun
tanpa izin tertulis

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang


Hak Cipta Pasal 72 Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran.
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)
atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana
masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda
paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana
penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan; memamerkan,
mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan
atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

ii Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMK/MAK


Kata Pengantar

Pembelajaran abad 21 memiliki karakteristik atau prinsip-prinsip: 1) pendekatan


pembelajaran berpusat pada peserta didik; 2) peserta didik dibelajarkan untuk
mampu berkolaborasi; 3) materi pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran harus memungkinkan peserta
didik terhubung dengan kehidupan sehari-hari mereka; dan 4) dalam upaya
mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik
pembelajaran abad 21 tersebut adalah pendekatan Science, Technology, Engineering,
and Mathematics atau disingkat dengan STEM. STEM merupakan suatu pendekatan
dimana sains, teknologi, enjiniring, dan matematika diintegrasikan dengan fokus pada
proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Pembelajaran STEM
memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip sains,
teknologi, enjiniring, dan matematika digunakan secara integrasi untuk mengembangkan
produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.
Untuk menyiapkan peserta didik Indonesia memperoleh keterampilan abad 21, yaitu
keterampilan cara berpikir melalui berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan
mengambil keputusan serta cara bekerja sama melalui kolaborasi dan komunikasi, maka
pendekatan STEM diadopsi untuk menguatkan impelementasi Kurikulum 2013. Pendekatan
STEM diyakini sejalan dengan ruh Kurikulum 2013 yang dapat diimplementasikan melalui
penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Buku Operasi Teknik Kimia ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma
pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 dan dipakai sebagai sumber belajar
peserta didik karena isinya yang lengkap, padat informasi, dan mudah dipahami.
Dalam buku ini dijelaskan teori dan praktek tentang Start up dan Shutdown
Peralatan Sederhana, Pengukuran Parameter Aliran Fluida, Pengoperasian
Peralatan Absorpsi, Pengoperasian Peralatan Adsorpsi, Pencampuran (Mixing)
Bahan Kimia, Ekstraksi Cair-Cair, Ekstraksi Padat-Cair, Peralatan Grinding dan
Sizing, serta Pemisahan dengan Reverse Osmosis, Dialisis dan Membran.
Kami menyadari buku ini masih jauh dari sempurna, untuk itu mohon saran dan kritikan
yang bersifat membangun agar kualitas buku ini sesuai dengan harapan pengguna.

Malang, Maret 2019

Penulis

Kata Pengantar iii


Daftar Isi

BAB 1 Start Up Dan Shutdown Peralatan Sederhana................................................1


A. Pengertian
Start Up dan Shutdown 3
B. Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Start up dan Shutdown 3
C. Alat
Pelindung Diri dalam Start up dan Shutdown 3
D. Prosedur
Start up dan Shutdown pada Peralatan Sederhana 6
Uji Kompetensi 12
BAB 2 Pengukuran Parameter Aliran Fluida............................................................. 19
A. Pengertian
Fluida 21
B. Jenis-jenis
Aliran Fluida 21
C. Parameter
Aliran Fluida 22
D. Persamaan
Dasar Aliran Fluida 25
E. Pemindah
Aliran Fluida 27
F. Pengukuran
Aliran Fluida 29
Uji Kompetensi 36
BAB 3 Pengoperasian Peralatan Absorpsi................................................................43
A. Pengertian
Absorpsi 45
B. Pemilihan
Absorben 45
C. Fungsi
Proses Absorpsi 46
D. Prinsip Kerja
Proses Absorpsi 47
E.
...Pengoperasian Peralatan Proses Absorpsi 48
Uji Kompetensi 57
BAB 4 Pengoperasian Peralatan Adsorpsi................................................................63
A. Pengertian
Adsorpsi 65
B. Pemilihan
Adsorben 65
C. Fungsi
Proses Adsorpsi 70
D. Macam-
macam Proses Adsorpsi 70
E. Prinsip Kerja
Proses Adsorpsi 71
F.
...Pengoperasian Peralatan Proses Adsorpsi 73
Uji Kompetensi 76
BAB 5 Pencampuran (Mixing) Bahan Kimia..............................................................83
A. Pengertian
Pencampuran (Mixing) 85
B. Macam-
macam Campuran 85
C. Prinsip Kerja
Pencampuan (Mixing) 86
D. Peralatan
Mixing 87
E. Jenis
Pengaduk 92
F.
...Pengoperasian Peralatan Mixing 95
G. Parameter
dalam Pencampuran 97
Uji Kompetensi 98
BAB 6 Ekstraksi Cair-Cair...........................................................................................105
A.. Pengertian Ekstraksi Cair-Cair 107

iv Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMK/MAK


B.. Prinsip Kerja Ekstraksi Cair-Cair 108
C.. Pemilihan Pelarut Ekstraksi Cair-Cair 108
D.. Peralatan Ekstraksi Cair-Cair 110
E.. Pengoperasian Peralatan Ekstraksi Cair-Cair 114
F.. Parameter Dalam Ekstraksi Cair-Cair 117
Uji Kompetensi 119
BAB 7 Ekstraksi Padat-Cair........................................................................................125
A.. Pengertian Ekstraksi Padat-Cair 127
B.. Prinsip Kerja Ekstraksi Padat-Cair 128
C.. Pemilihan Pelarut Ekstraksi Cair-Cair 128
D.. Peralatan Ekstraksi Padat-Cair 128
E.. Pengoperasian Peralatan Ekstraksi Padat-Cair 130
F.. Parameter Dalam Ekstraksi Padat-Cair 132
G..Neraca Massa Ekstraksi Padat-Cair 133
Uji Kompetensi 135
BAB 8 Peralatan Grinding Dan Sizing.......................................................................145
A.. Pengertian Grinding dan Sizing 147
B.. Prinsip Kerja Grinding dan Sizing 147
C.. Peralatan Grinding dan Sizing 149
D.. Pengoperasian Peralatan Grinding dan Sizing 156
E.. Parameter Dalam Grinding dan Sizing 158
Uji Kompetensi 160
BAB 9 Pemisahan Dengan Reverse Osmosis, Dialisis, dan Membran...............167
A. Konsep Dasar dan Prinsip Kerja Pemisahan dengan Reverse Osmosis,
Dialisis dan Membran 169
B.. Jenis-jenis Pemisahan dengan Reverse Osmosis, Dialisis dan Membran 172
C. Langkah-langkah Proses Pemisahan dengan Reverse Osmosis,
Dialisis dan Membran 175
D. Pengoperasian Peralatan Proses Pemisahan dengan Reverse Osmosis,
Dialisis dan Membran 179
Uji Kompetensi 181
Daftar Pustaka..................................................................................................................187
Glosarium..........................................................................................................................189
Biodata Penulis................................................................................................................191

v
Daftar Gambar
Bab 1 Start Up Dan Shutdown Peralatan Sederhana
Gambar 1.1 Sepatu pelindung.................................................................................. 4
Gambar 1.2 Sarung tangan.......................................................................................4
Gambar 1.3 Helm......................................................................................................4
Gambar 1.4 Penutup telinga..................................................................................... 4
Gambar 1.5 Kacamata pengaman............................................................................5
Gambar 1.6 Masker...................................................................................................5
Gambar 1.7 Pelindung wajah....................................................................................5
Gambar 1.8 Wear pack.............................................................................................5
Gambar 1.9 Pompa...................................................................................................6
Gambar 1.10 Kompresor.............................................................................................7
Gambar 1.11 Cooling tower........................................................................................8
Gambar 1.12 Diagram alir Lime Softening Unit.......................................................... 9
Gambar 1.13 Diagram alir Demin Plant....................................................................10
Bab 2 Pengukuran Parameter Aliran Fluida
Gambar 2.1 Jenis aliran..........................................................................................21
Gambar 2.2 Aliran turbulen dan laminar................................................................. 22
Gambar 2.3 Pengoperasian oscillating-piston meter..............................................30
Gambar 2.4 Nutating-Disk Meter............................................................................30
Gambar 2.5 Wet Test Meter....................................................................................30
Gambar 2.6 Propeller Meter....................................................................................31
Gambar 2.7 Manometer..........................................................................................31
Gambar 2.8 Skema manometer..............................................................................31
Gambar 2.9 Pitot Tube............................................................................................32
Gambar 2.10 Venturi Meter.......................................................................................33
Gambar 2.11 Orifice Meter........................................................................................34
Gambar 2.12 Variasi koefisien (Co dan CR) dengan bilangan Reynold untuk orifice
dan rotameter 35
Gambar 2.13 Ilustrasi float pada rotameter...............................................................35
Bab 3 Pengoperasian Peralatan Absorpsi
Gambar 3.1 Kolom absorber piringan dengan bagian rekoveri.............................. 46
Gambar 3.2 Tekanan parsial dan konsentrasi zat yang larut dalam cair diantara fasa
gas dan cair 47
Gambar 3.3 Kolom absorpsi menara isian..............................................................49
Gambar 3.4 Jenis-jenis isian menara random packing...........................................49
Gambar 3.5 Alat absorpsi secara skematis............................................................ 49
Gambar 3.6 Menara absorpsi jenis Sieve tray........................................................50
Gambar 3.7 Beberapa menara absorpsi berjenis semprotan................................. 50
Gambar 3.8 Menara absorpsi jenis bubble-cap tray...............................................51
Gambar 3.9 Menara absorpsi jenis unggun pak (packed bed)............................... 51
Gambar 3.10 Prinsip kerja kolom absorbsi............................................................... 52
Gambar 3.11 Absorber – Stripper.............................................................................52
Gambar 3.12 Absorber – Reboiled stripper.............................................................. 53
Gambar 3.13 Absorber – Distillation.........................................................................53
Gambar 3.14 Diagram neraca bahan untuk kolom isian...........................................53
Gambar 3.15 Lokasi komposisi antarmuka...............................................................55

vi Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMK/MAK


Gambar 3.16 Diagram menara absorpsi isian.......................................................... 55
Bab 4 Pengoperasian Peralatan Adsorpsi
Gambar 4.1 Karbon aktif.........................................................................................66
Gambar 4.2 Silika gel..............................................................................................67
Gambar 4.3 Struktur Silika Gel...............................................................................67
Gambar 4.4 Struktur zeolit......................................................................................68
Gambar 4.5 Zeolit....................................................................................................69
Gambar 4.6 Henry Isoterm......................................................................................72
Gambar 4.7 Freundlich Isoterm..............................................................................72
Gambar 4.8 Langmuir Isoterm................................................................................73
Gambar 4.9 BET Isoterm........................................................................................ 73
Gambar 4.10 Sistem adsorpsi fase-uap....................................................................74
Bab 5 Pencampuran (Mixing) Bahan Kimia
Gambar 5.1 Desain pencampuran dalam pipa.......................................................87
Gambar 5.2 Static mixer..........................................................................................88
Gambar 5.3 Pengaturan agitator dan pola aliran....................................................88
Gambar 5.4 Pencampur tumbler.............................................................................90
Gambar 5.5 Ribbon mixer.......................................................................................90
Gambar 5.6 Vertical screw......................................................................................91
Gambar 5.7 Muller mixer.........................................................................................91
Gambar 5.8 Twin rotor............................................................................................92
Gambar 5.9 Single rotor..........................................................................................92
Gambar 5.10 Turbine mixer......................................................................................92
Gambar 5.11 Bejana proses berpengaduk...............................................................93
Gambar 5.12 Konfigurasi Mixer Baling-baling...........................................................93
Gambar 5.13 Konfigurasi mixer paddle.....................................................................94
Gambar 5.14 Konfigurasi mixer turbin...................................................................... 95
Gambar 5.15 Impeler pencampuran......................................................................... 95
Gambar 5.16 Pola aliran dengan propeler off center................................................96
Gambar 5.17 Pemasangan Baffle.............................................................................96
Gambar 5.18 Skema proses pencampuran dengan konsentrasi yang berbeda.......96
Bab 6 Ekstraksi Cair-Cair
Gambar 6.1 Sistem ekstraksi mixer – settler.........................................................110
Gambar 6.2 Menara semprot................................................................................111
Gambar 6.3 Ekstraktor piring perforasi..................................................................112
Gambar 6.4 Menara Ekstraksi Berpengaduk........................................................ 113
Gambar 6.5 Ekstraksi tahap tunggal..................................................................... 114
Gambar 6.6 Ekstraksi tahap jamak.......................................................................115
Gambar 6.7 Skema operasi ekstraksi kontak tingkat tunggal...............................115
Gambar 6.8 Skema operasi ekstraksi kontak tingkat ganda arus searah.............116
Gambar 6.9 Skema operasi ekstraksi kontak tingkat ganda arus lawan arah.......116
Bab 7 Ekstraksi Padat-Cair
Gambar 7.1 Peralatan pengurasan hamparan-bergerak.......................................129
Gambar 7.2 Alat maserasi.....................................................................................130
Gambar 7.3 Cara maserasi sederhana................................................................. 131
Gambar 7.4 Metode perkolasi skala laboatorium..................................................131
Gambar 7.5 Metode refluks skala laboratorium.....................................................131
Gambar 7.6 Alat ekstraksi soxhlet skala laboratorium.......................................... 132
Gambar 7.7 Cascade leaching lawan-arah...........................................................134

Daftar Gambar vii


Bab 8 Peralatan Grinding Dan Sizing
Gambar 8.1 Skema pengayakan...........................................................................148
Gambar 8.2 Jaw Crusher tipe Blake......................................................................149
Gambar 8.3 Jaw Crusher tipe Dodge....................................................................149
Gambar 8.4 Gyratory crusher................................................................................150
Gambar 8.5 Bradford breaker................................................................................150
Gambar 8.6 Toothed roll crusher...........................................................................150
Gambar 8.7 Hammer mill.......................................................................................151
Gambar 8.8 Squirrel-cage disintegrator................................................................ 151
Gambar 8.9 Cone Crusher....................................................................................152
Gambar 8.10 Skema Roll crusher...........................................................................152
Gambar 8.11 Ball mill.............................................................................................. 153
Gambar 8.12 Rod mill..............................................................................................153
Gambar 8.13 Tube mill............................................................................................154
Gambar 8.14 Grizzly Screen...................................................................................154
Gambar 8.15 Stationary screen...............................................................................155
Gambar 8.16 Vibrating screen.................................................................................155
Gambar 8.17 Oscillating screen..............................................................................155
Gambar 8.18 Reciprocating screen.........................................................................156
Gambar 8.19 Trommel screen.................................................................................156
Gambar 8.20 Diagram alir penggilingan rangkaian tertutup....................................157
Bab 9 Pemisahan Dengan Reverse Osmosis, Dialisis, dan Membran
Gambar 9.1 Plant EDI di Con Edison’s East River Repowering Project, New York
169
Gambar 9.2 Ashkelon Seawater Desalination Plant di Israel................................170
Gambar 9.3 Pori-pori membran ultra tipis............................................................. 170
Gambar 9.4 Proses dialisis larutan........................................................................171
Gambar 9.5 Proses filtrasi membran larutan.........................................................172
Gambar 9.6 Perbedaan normal osmosis dan reverse osmosis.............................172
Gambar 9.7 Membran jenis anorganik.................................................................. 173
Gambar 9.8 Proses filtrasi Bulk Liquid Membrane................................................ 174
Gambar 9.9 Proses filtrasi Supported Liquid Membrane.......................................174
Gambar 9.10 Supported Liquid Membrane.............................................................175
Gambar 9.11 Proses Pemisahan Membran............................................................ 177
Gambar 9.12 Desalinasi dengan Proses Reverse Osmosis...................................177
Gambar 9.13 Haemodialisis....................................................................................178
Gambar 9.14 Proses reverse osmosis....................................................................179

viii Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMK/MAK


Daftar Tabel

Tabel 2.1 Viskositas beberapa fluida......................................................................................23


Tabel 4.1 Jenis-jenis adsorben dan penggunaannya di industri.............................................65
Tabel 5.1 Macam-macam campuran heterogen.....................................................................85
Tabel 5.2 Alat pencampur padatan dan pasta........................................................................89
Tabel 9.1 Klasifikasi filtrasi berdasarkan ukuran partikel...................................................... 169

ix
x Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMK/MAK
B AB

1 Startup dan Shutdown


Peralatan Sederhana

Kompetensi Dasar
3.1 Menerapkan startup dan shutdown peralatan sederhana dengan K3 ringan.
4.1 Melaksanakan startup dan shutdown peralatan sederhana dengan K3 ringan.

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 1


Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:
1. memahami konsep Startup dan shutdown,
2. menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja dalam Startup dan shutdown,
3. memilih alat pelindung diri yang digunakan dalam Startup dan shutdown, serta
4. melaksanakan prosedur Startup dan shutdown pada peralatan sederhana.

Peta Konsep
Pengertian Startup dan Shutdown

Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Startup


dan Shutdown
Startup dan Shutdown
Peralatan Sederhana

Alat Pelindung Diri dalam Startup dan


Shutdown

Prosedur Startup dan Shutdown pada


Peralatan Sederhana

2 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


Materi Pembelajaran
A. Pengertian Startup dan Shutdown

Startupdalam suatu alat berarti proses menghidupkan alat tersebut sampai siap dioperasikan.
Proses Startup harus mengikuti standar operasional agar tidak terjadi kesalahan. Masing-masing
alat mempunyai prosedur yang berbeda-beda. Secara umum, proses Startup dijalankan dengan
cara mencolokkan sumber listrik kemudian menekan tombol ON lalu mengikuti prosedur sesuai alat
yang dihidupkan. Proses Startup sangat penting, kesalahan pada proses Startup dapat
menyebabkan kerusakan alat atau bahkan konsleting listrik.
Adapun proses shutdown adalah kebalikan dari proses Startup. Shutdown suatu alat adalah
proses mematikan sumber energi pada suatu alat sehingga tidak dioperasikan lagi. Seperti
halnya Startup, shutdown suatu alat memiliki prosedur yang berbeda-beda. Prosedur ini harus
dipatuhi agar tidak terjadi kerusakan suatu alat. Sangat tidak disarankan untuk melakukan
proses shutdownsuatu alat dengan cara mematikan langsung dari sumber listrik.

B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Startup dan Shutdown

Kesehatan dan keselamatan kerja dalam proses Startup dan shutdown secara prinsip
mengikuti kaidah aturan kesehatan dan keselamatan kerja pada umumnya. Dalam Undang-
Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, syarat-syarat keselamatan kerja
diantaranya untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan, mencegah, mengurangi, dan
memadamkan kebakaran, mencegah dan mengurangi bahaya peledakan, memberi
pertolongan pada kecelakaan, memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja, dan lain
sebagainya. Tujuan dan sasaran K3 yaitu menciptakan suatu sistem keselamatan dan
kesehatan kerja di tempat kerja, meliputi unsur manajemen, pekerja, kondisi, dan lingkungan
kerja dalam rangka mengelakkan dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja
sehingga tercipta tempat kerja yang aman, efektif, dan efisien.

C. Alat Pelindung Diri dalam Startup dan Shutdown

Alat pelindung diri yang digunakan dalam Startup dan shutdown disesuaikan
dengan alat yang digunakan. Alat pelindung diri (APD) merupakan peralatan
keselamatan yang harus dipakai oleh tenaga kerja apabila berada di tempat kerja yang
berbahaya, sehingga mengurangi akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
Alat pelindung diri dipakai sebagai upaya terakhir dalam usaha melindungi tenaga kerja
apabila usaha rekayasa dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik. Pemakaian
APD bukanlah pengganti dari kedua usaha tersebut, namun sebagai usaha terakhir. Alat
pelindung diri yang biasa dipakai meliputi sebagai berikut:

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 3


1. Sepatu Pelindung (Safety Shoes)

Sumber :
www.safetyshoe.com Gambar 1.1 Sepatu pelindung

Sepatu pelindung digunakan untuk


menghindari kecelakaan fatal yang menimpa
kaki akibat benda tajam atau berat, benda
panas, cairan kimia, dan sebagainya.

2. Sarung tangan
Sarung tangan digunakan sebagai alat pelindung
tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang
dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan
bentuk sarung tangan disesuaikan dengan kegunaan masing-masing pekerjaan.

Sumber : www.bhinneka.com
Gambar 1.3 sarung tangan

3. Helm
Helm digunakan untuk melindungi kepala dari
bahaya benturan, tertimpa benda saat bekerja.

Sumber :
4. Penutup Telinga (Ear Plug atau Ear Muff) www.bhinneka.com Gambar 1.3
Helm

Penutup telinga sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
Sumber : www.bhinneka.com
Gambar 1.4 Penutup telinga

4 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


5. Kacamata Pengaman
Kacamata pengaman sebagai pelindung mata ketika bekerja.

Sumber : www.duniakaryawan.com
Gambar 1.5 Kacamata pengaman

6. Masker
Masker digunakan sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat
dengan mutu udara buruk (misal berdebu, beracun, dan sebagainya).

Sumber : https://tekhniklaboratorium08.blogspot.com
Gambar 1.6 Masker

7. Pelindung Wajah (Face shield)


Pelindung wajah digunakan sebagai pelindung
wajah dari percikan benda asing saat bekerja.

8. Pelindung Badan (Wear pack) Sumber : https://sparcweld.com


Gambar 1.7 Pelindung wajah
Pelindung badan digunakan sebagai pelindung
badan dari percikan benda asing saat bekerja.

(umber : http://www.pronesia.co.id/Wear-
Pack-003.html
Gambar 1.8 Wear pack

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 5


D. Prosedur Startup dan Shutdown pada Peralatan Sederhana

Berikut diuraikan prosedur Startup dan shutdown beberapa alat yang biasa
dipakai di industri kecil maupun besar.

1. Pompa
Setiap proses kimia yang melibatkan cairan dapat dipastikan memerlukan pompa.
Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan fluida yang berupa cairan dari satu
tempat ke tempat lain. Misalnya dari tangki penyimpan ke heat exchanger, dari heat
exchanger ke reaktor, atau dari suatu unit pemisahan ke tangki penyimpan produk. Startup
pompa dilakukan jika ada kebutuhan transfer cairan diperlukan. Adapun Startup dan
shutdown pompa, kesehatan dan keselamatan kerja yang harus diperhatikan adalah
menggunakan alat pelindung diri lengkap, seperti wear pack, helm, sepatu safety, kacamata,
masker. Perlu komunikasikan antara operator lapangan dan operator control room.

Sumber : pixabay.com
Gambar 1.9 Pompa

a. Prosedur Startup
1) Pastikan motor dan pompa siap digunakan.
2) Keluarkan air dari bagian vent keluaran pompa sampai tidak keluar udara.
3) Pastikan jalur fluida sesuai yang diperlukan.
4) Tekan ON pada panel.
5) Perhatikan kondisi pompa (getaran, suara bising, tekanan dan laju alir).
b. Prosedur Shutdown
1) Pastikan alat teknik kimia sudah dalam keadaan tidak operasi.
2) Tekan OFF pada panel.
3) Tutup masukan dan keluar valve pompa.
4) Matikan power motor.
5) Locking valve pompa dan power motor.
6) Lakukan pekerjaan.

2. Kompresor
Seperti halnya pompa, kompresor juga sangat dibutuhkan di industri. Kompresor adalah
alat yang digunakan untuk memindahkan fluida yang berupa gas dari satu tempat ke tempat
lain. Kompresor juga digunakan untuk keperluan plant air dan instrument air. Saat Startup dan
shutdown kompresor, kesehatan dan keselamatan kerja yang harus diperhatikan adalah

6 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


menggunakan alat pelindung diri lengkap, seperti wear pack, helm, sepatu safety,
kacamata, masker. Perlu koordinasi antara operator lapangan dan operator control room.

Sumber: pixabay.com
Gambar 1.10 Kompresor

a. Persiapan Startup
1) Check level lube oil cukup (setengah sight glass).
2) Tutup valve drain.
3) Periksa toggle switch pada posisi unload.
4) Yakinkan lampu voltage ON dan alarm lamp menyala.
5) Periksa filter udara juga sudah menyala.
b. Pelaksanaan Startup
1) Tekan tombol start, setelah start periksa sebagai berikut :
a) Lampu-lampu alarm mati.
b) Periksa pressure lube oil dan vaccum.
2) Buka valve outlet udara .
3) Pindahkan toggle switch ke posisi normal untuk load compressor.
4) Start air dryer, dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a) Tutup semua valve bypass
b) Tutup valve inlet dan outlet dryer
c) Tutup drain valve kondensasi pada tiap filter
d) Tekan tombol Start
e) Buka valve inlet dan outlet
5) Distribusikan plant air/instrument air ke yang membutuhkan
c. Persiapan Shutdown Kompresor
1) Yakinkan instrument air tidak diperlukan lagi
Pelaksanaan shutdown sebagai berikut.
a) Tutup valve outlet udara.
b) Pindahkan toggle switch ke unload.
c) Tekan tombol Stop, lampu automatic operation mati, dan biarkan lampu
lainnya menyala.
Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 7
d) Buka valve drain.
e) Jika diinginkan pendinginan, lepas plug drain condensate dari dan ke intercooler.

3. Cooling Tower
Cooling tower ialah suatu sistem yang menggunakan air sebagai media yang
didinginkan melalui proses pertukaran dengan udara sehingga diperoleh suhu yang
lebih rendah. Peralatan sistem cooling water sirkulasi terbuka terdiri dari bak
penampung air pendingin, pompa air pendingin, ID fan, dan cooling tower.

Sumber : pixabay.com
Gambar 1.11 Contoh cooling tower

Jenis cooling tower berdasarkan alirannya ada dua macam yaitu counter flow dan cross
flow.Jenis counter flow adalah udara pendingin yang bersinggungan dengan mengambil
panas pada media yang didinginkan melalui kisi-kisi bagian bawah yang diisap dengan ID fan
langsung dibuang ke udara. Sementara jenis cross flow adalah udara yang mengambil
panasnya dimulai dari kisi-kisi bagian atas sudah terjadi pendinginan sampai pada kisi-kisi
bagian bawah yang diisap oleh ID fan dibuang ke udara.
a. Persiapan Startup
Berikut cara melakukannya.
1) Yakinkan level basin penuh ± 225 cm
2) Yakinkan valve return tiap cell sudah terbuka semua
3) Yakinkan line ke distribusi peralatan penukar panas sudah terbuka semua
4) Periksa semua valve blow down dan drain sudah tertutup
b. Pelaksanaan Startup
Berikut cara melakukannya.
1) Start fankom presor
a) Yakinkan level lube oil gear box cukup.
b) Yakinkan putaran shaft ringan.
c) Tekan tombol Start, yakinkan putaran tidak terbalik.
2) Hubungi Cooling Tower service unit untuk menjalankan pompa dengan valve
discharge ke tangki penampung.
3) Jalankan 3 pompa cooling water secara bertahap untuk dikirim ke cooling tower
service unit, dengan cara sebagai berikut.
a) Yakinkan valve suction terbuka penuh.
b) Buka valve venting untuk priming.
8 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK
c) Buka valve discharge creck open.
d) Yakinkan level lube oil bearing cukup.
e) Tekan tombol start, yakinkan putaran tidak terbalik.
f) Buka valve discharge sesuai batasan amper normal operasi.
4) Periksa aliran cooling water return dari amonia.
5) Jalankan 1 pompa cooling water untuk pendinginan.
6) Periksa aliran cooling water return.
7) Atur level basin dan jalankan pompa make up.
8) Selalu berkoordinasi dengan operator cooling tower service unit masalah
pengaturan level basin.
c. Persiapan Shutdown
Berikut cara melakukannya.
1) Yakinkan kebutuhan cooling water tidak ada/plant shutdown.
2) Yakinkan pompa hydrant sudah jalan.
3) Bila cooling tower Excisting interkoneksi dengan tangki penampung maka
hubungi service unit untuk siap - siap mengatur level basin.
d. Pelaksanaan Shutdown
Berikut cara melakukannya.
1) Stop filter .
2) Bila cooling tower interkoneksi dengan cooling tower lain, maka tutup bypass
valve return.
3) Stop pompa cooling water secara bertahap.
4) Setelah cooling tower dimatikan, maka tutup valve cooling water ke service unit.
5) Stop pompa make up.
6) Stop fan kompresor.

4. Lime Softening Unit


Lime Softening Unit adalah salah satu unit
utilitas pengolahan air. Tugas unit ini mengolah LIME SOFTENING UNIT ( LSU )

hard water (pH 7–8 /total hardness 200 ppm) 03TK-2203A/B


P-2203 ABC
Fil-2210-2280

vacuu

menjadi soft water (pH 9–10, TH < 100 ppm). 03TK-2202A/B


P-2205 ABC R-2210

/2220
m

a. Persiapan Startup
/2230

TK-951 R-2201

(15.000 m )
(300 m )
P-2201 ABC C-2202 AB

P-2202 AB7
bat/

Berikut cara melakukannya.


. Sari
TK-10

TK-1103 (5.000 m )
(23.000 m ) P-2206 ABC

TK-1201

1) Bahan-bahan kimia telah tersedia dengan larutan (15.000 m )

yang tepat dan homogen di dalam tanki injeksi: Sumber:


wisatabaru.com Gambar 1.12 Contoh
a) Konsentrasi kapur cukup. iagram alir lime softening Unit
b) Konsentrasi polielektrolit cukup.
2) Jalankan kompresor udara
3) Yakinkan semua valve blow down tertutup, untuk blow down automatic pastikan
selang karet terhubung dan masuk ke sludge pit.
4) Yakinkan telah terdapat endapan sludge pada bottom Circulator Clarifier.
5) Lakukan running test pompa-pompa injeksi dan yakinkan tidak ada kebocoran.

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 9


b. Pelaksanaan Startup
Berikut cara melakukannya.
1) Start/jalankan pompa air umpan dengan laju alir masuk masing-masing 150 m 3/jam.
2) Jalankan pompa injeksi untuk kapur dan pompa polielektrolit.
3) Periksa apa terjadi sirkulasi sludge pada reaction zone, bila tidak bisa dibantu
dengan pengadukan manual agar sludge pada bottom Circulator dapat terisap
ke dalam reaction zone.
4) Analisis produk sirkulator sebelum masuk filter:
a) pH : 9–10
b) TH : 80 max
5) Operasikan aquazur T.filter untuk menyaring partikel-partikel kecil yang lolos
dari sirkulator sebelum masuk basin
6) Aktifkan Chronocontact
a) Lama injeksi bahan kimia tiap flow 2.5 m3/j, selama 40 detik.
b) Selang waktu antara tiap blow down 30 menit.
c) Lama blow down 10 detik.
7) Jalankan pompa untuk transfer produk ke tangki penampung.
c. Persiapan shutdown
1) Yakinkan beban dari pompa basin sudah tidak ada.
2) Buat level basin maksimum 3 m.
3) Lakukan back wash filteryang mendekati jenuh terlebih dahulu.
4) Tutup valve manual line automatic blow down.
d. Pelaksanaan Shutdown
1) Stop pompa basin.
2) Stop filter.
3) Stop pompa Sirkulator, yakinkan valve discharge tertutup rapat.
4) Off kan Chronocontact.
5) Stop/matikan pompa-pompa injeksi bahan kimia .
6) Motor-motor mixer jalankan terus agar larutan tetap homogen.
Catatan: Chronocontact adalah sistem pengatur waktu untuk injeksi bahan
kimia dan lamanya blow down sesuai aliran raw water yang masuk ke circulator.

5. Demin Plant

Demin plant adalah unit yang berfungsi Blok Diagram Demin Plant
Existing Unit - Utilitas I
untuk membuat air industri (soft water) Soft Water

menjadi air yang bebas mineral (demin


from LSU

water) untuk umpan boiler dan air proses. F-1202 ABC D-1208 ABCD D-1221 D-1209 ABC D-1210 AB
Carbon Filter Cation Exchange Degasifier Anion Exchange Mix Bed Exch

Kapasitas 105m3/jam

To Boiler TK 1206
B1102 190 m3

Sumber: pegipegi.com
Gambar 1.13 Contoh diagram alir demin plant

10 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


a. Persiapan Startup
Berikut cara melakukannya.
1) Udara instrument sudah ada dengan tekanan ± 3 kg/cm 2.
2) Jalankan pompa untuk back wash filter.
3) Lakukan back wash satu filter sampai bersih.
4) Lakukan washing satu cation exchanger.
5) Lakukan washing satu mixed bed.
b. Pelaksanaan Startup
Berikut cara melakukannya.
1) Jalankan satu pompa raw water.
2) Operasikan satu filter,cation exchanger, anion exchanger yang sudah di back
wash dan di washing.
3) Operasikan degasifier.
4) Operasikan satu mixed bed.
5) Isi tangki demin water.
c. Persiapan shutdown
Berikut cara melakukannya.
1) Yakinkan kebutuhan air demin tidak ada.
2) Isi tangki-tangki demin sampai level maksimum.
3) Lanjutkan vessel-vessel sedang back wash maupun regenerasi sampai selesai.
4) Hubungi operator lapangan untuk siap-siap mematikan pompa raw water.
d. Pelaksanaan Shutdown
Berikut cara melakukannya.
1) Stop filter yang sedang operasi.
2) Stop pompa degasifier dan blower degasifier.
3) Hubungi operator lapangan untuk mematikan pompa raw water.
4) Stop cation, anion, dan mixed bed exchanger yang sedang operasi.
5) Periksa valve-valve manual line regenerasi sudah tertutup rapat.

Rangkuman
Startup dalam suatu alat berarti proses menghidupkan alat tersebut sampai siap
dioperasikan. Adapun shutdown adalah proses mematikan sumber energi pada suatu
alat sehingga tidak dioperasikan lagi. Proses Startup dan shutdown harus mengikuti
standar operasional masing-masing alat agar tidak terjadi kerusakan pada alat tersebut.
Saat melaksanakan proses Startup dan shutdown juga harus memperhatikan ketentuan
kesehatan dan keselamatan kerja, serta menggunakan alat pelindung diri. Alat pelindung
diri yang digunakan meliputi alat pelindung kepala, telinga, mata, wajah, badan, tangan
dan kaki. Peralatan sederhana yang banyak digunakan di industri kimia adalah pompa,
kompresor, cooling tower, lime softening unit, dan demin plant.

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 11


Uji Kompetensi
A. Pilihlah jawaban yang tepat!
1. Proses menghidupkan alat teknik kimia tersebut sampai siap dioperasikan disebut....
a. emergency
b. malfunction
c. normal
d. shutdown
e. Startup
2. Industri kimia terdapat beberapa kondisi operasi. Kondisi normal adalah kondisi
setelah Startup selesai yang ditandai dengan terpenuhinya spesifikasi produk
seperti yang diinginkan. Meskipun kondisi sudah normal, ada beberapa hal
yang harus dikendalikan atau dilakukan pengawasan agar hasil sesuai yang
diinginkan. Pada kondisi normal, dalam distilasi pembuatan minyak atsiri jahe
terdapat bau khas minyak jahe keluar dari kondensor. Berikut beberapa
kegiatan yang dilakukan dalam operasi distilasi minyak atsiri.
No Kegiatan
1 Menutup jalan uap di kondensor dengan rapat.
2 Mengecilkan pemanas.
3 Mematikan pompa pendingin.
4 Menambah laju alir air pendingin.
5 Melakukan uji kualitas hasil distilasi.
6 Suhu pendingin masuk diatur lebih kecil dengan menambahkan es batu .
Upaya pengendalian dalam distilasi minyak atsiri pada kasus tersebut adalah
kegiatan nomor ....(Menggunakan HOTS)
a. 1, 2, dan 4 d. 2, 4, dan 5
b. 1, 2, dan 6 e. 2, 4, dan 6
c. 1, 3, dan 4
3. Program K3 di perusahaan merupakan tanggung jawab dari ....
a. bagian k3 perusahaan
b. fungsi perencanaan dan quality control
c. pimpinan dan staf perusahaan
d. seluruh karyawan perusahaan
e. semua fungsi di perusahaan
4. Berikut merupakan bagian dari keselamatan kerja adalah ....
a. analisis bahaya proses dan prosedur operasi
b. ijin kerja aman dan penyelidikan kecelakaan
c. keterpaduan mekanik dan prosedur operasi
d. prosedur operasi dan pelatihan karyawan
e. rencana penanggulangan keadaan darurat

12 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


5. Peraturan keselamatan kerja berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970
mencakup beberapa hal pokok yaitu ....
a. kewajiban dan hak tenaga kerja
b. kewajiban menjadi tenaga kerja
c. keselamatan perusahaan
d. penanganan limbah berbahaya
e. syarat menjadi tenaga kerja
6. Alat pelindung diri (APD) berupa pelindung bagian tubuh kita di antaranya
goggles, masker, sarung tangan yang digunakan untuk melindungi ....
a. benturan, hidung, lengan
b. mata, pernapasan, tangan
c. mata, telinga, tangan
d. pernapasan, telinga, tangan
e. wajah, pernapasan, jari-jari
7. Peserta didik sebelum melaksanakan praktikum di laboratorium kimia harus
mengenakan jas laboratorium. Jas laboratorium berfungsi untuk ....
a. melindungi badan dan pakaian dari bahan berbahaya
b. melindungi badan dan pakaian dari bahan berwarna
c. melindungi kebakaran bagi peserta didik dan laboran
d. melindungi pakaian dari percikan bahan berbahaya
e. perlengkapan praktikum
8. Setiap pekerja dalam industri kimia harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja
(K3). Salah satu K3 yang harus diterapkan pekerja adalah pemakaian alat pelindung diri
(APD) yang bertujuan untuk meminimalkan risiko akibat kecelakaan kerja. Pemilihan APD
tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. Jika seorang operator industri minyak bumi akan
melakukan Startup pompa untuk keperluan minyak bumi dialirkan dari tangki penyimpan ke
tempat pemurnian, maka APD yang tepat digunakan operator adalah
....
a. helm, jas laboratorium, masker, kacamata
b. helm, sepatu safety, wearpack, masker
c. sepatu safety, helm, apron, kacamata
d. sepatu safety, sarung tangan latex , masker, kacamata
e. sepatu safety, wearpack, ear plug, topi
9. Perhatikan tabel berikut!

No. Instruksi Kerja


1. Tekan ON pada panel.
2. Pastikan motor dan pompa siap digunakan.
3. Keluarkan air dari bagian vent keluaran pompa sampai tidak keluar udara.

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 13


4. Perhatikan kondisi pompa (getaran, suara bising, tekanan dan laju alir).
5. Pastikan jalur fluida sesuai yang diperlukan.
Urutan yang tepat dari instruksi kerja tersebut yang dilakukan operator untuk startup
pompa adalah ....
a. 1-2-3-4-5
b. 1-3-5-2-4
c. 1-3-5-4-2
d. 2-1.3-4-5
e. 2-3-5-1-4
10. Industri kimia biasanya menggunakan kompresor. Berikut bukan fungsi
kompresor adalah ....
a. mengalirkan bahan baku yang berupa cairan
b. mengalirkan produk yang berupa gas
c. mengalirkan udara ke tempat yang membutuhkan
d. menyediakan instrument air
e. menyediakan plant air
11. Berikut yang harus dipersiapkan sebelum melakukan Startup pada cooling tower, kecuali
....
a. periksa semua valve blow down dan drain sudah tertutup
b. start fan kompresor
c. yakinkan level basin penuh
d. yakinkan line ke distribusi peralatan penukar panas sudah terbuka semua
e. yakinkan valve return tiap cell sudah terbuka semua
12. Startup pada lime softening unit bertujuan untuk menyediakan ....
a. air demineralisasi
b. air pendingin
c. air umpan boiler
d. hard water
e. soft water
13. Beberapa pekerjaan yang harus dilakukan di Lime Softening Unit adalah sebagai berikut :
(1) Jalankan pompa injeksi bahan kimia.
(2) Matikan pompa sirkulator.
(3) Aktifkan cronocontact.
(4) Stop filter.
(5) Jalankan terus motor-motor mikser.
(6) Jalankan pompa air umpan.
(7) Stop filter.
Pekerjaan yang dilakukan pada proses shutdown ditunjukkan pada nomor ....
a. (1), (2), (4), (7)
b. (1), (4), (5), (6)
c. (2), (3), (4), (7)

14 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


d. (2), (4), (5), (6)
e. (2), (4), (5), (7)
14. Setiap industri kimia biasanya menyediakan unit pengolahan air (water
treatment plant) sendiri untuk memenuhi kebutuhan proses industrinya maupun
untuk keperluan rumah tangga. Salah satu jenis air yang diolah adalah air
demineralisasi. Pada unit/plant ini seperti unit lainnya mengalami beberapa
kondisi operasi. Masing-masing kondisi operasi memiliki tujuan yang berbeda.
Berikut bukan tujuan shutdown demineralization water plant adalah ....
a. memperbaiki tangki resin yang bocor
b. memperbaiki bagian pipa yang bocor
c. mempersiapkan air umpan boiler
d. mengganti resin di dalam tangki
e. mengisi resin di dalam tangki
15. Perhatikan tabel berikut!
No Instruksi Kerja
1 Isi tangki demin water.
2 Operasikan degasifier.
3 Operasikan satu mixed bed.
4 Operasikan satu filter,cation exchanger, anion exchanger yang sudah
di-back wash dan di-washing.
5 Jalankan satu pompa raw water.
Urutan yang tepat dari instruksi kerja tersebut yang dilakukan operator untuk
Startup
demin plant adalah ....
a. 1, 2, 3, 4, dan 5
b. 1, 4, 2, 3, dan 5
c. 5, 2, 3, 4, dan 1
d. 5, 4, 2, 3, dan 1
e. 5, 4, 3, 2, dan 1

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana 15


B. Isilah titik-titik pada soal berikut!
1. Proses mematikan sumber energi pada suatu alat sehingga tidak dioperasikan
lagi disebut ....
2. Seorang operator produksi pembuatan amonia menggunakan alat-alat berikut.

Fungsi alat tersebut adalah ....


3. Ear plug digunakan untuk ....
4. Seorang karyawan perusahaan industri kimia akan melakukan analisis hasil
produksi pembuatan asam sulfat. Alat pelindung diri yang harus dipakai adalah ....
5. Seorang operator industri tambang batu bara menggunakan alat pelindung
badan yang dikenal dengan ....
6. Jika larutan asam klorida encer akan digunakan untuk proses netralisasi, maka
alat yang digunakan untuk memindahkan larutan tersebut adalah ....
7. Plant air dan instrument air disediakan oleh alat yang dinamakan ....
8. Tujuan shutdown pompa adalah ....
9. Alat pelindung diri yang digunakan untuk proses shutdown kompresor adalah ....
10. Seorang operator akan melakukan Startup suatu alat untuk menyediakan air pendingin.
Sistem menggunakan air sebagai media yang didinginkan melalui proses pertukaran
dengan udara sehingga diperoleh suhu yang lebih rendah. Alat tersebut dinamakan
....

C. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!


1. Jelaskan perbedaan proses Startup dan shutdown suatu alat teknik kimia!
2. Uraikan tujuan dan sasaran K3 dalam proses Startup dan shutdown!
3. Sebutkan prosedur shutdown pengoperasian kompresor!
4. Jelaskan persiapan yang harus dilakukan pada persiapan startup cooling tower !
5. Sebutkan Standart Operational Procedure (SOP) pada proses startup pada
water demineralization plant!

16 Operasi Teknik Kimia Kelas XI untuk SMA/MAK


Lemba r Ke rja Siswa Be rbasis STEM

Gambar 1.15
Rangkaian alat
produksi minyak atsiri

(Menggunakan Metode Pembelajaran STEM)


JOBSHEET PRAKTIKUM Startup DAN Shutdown
PRODUKSI MINYAK ATSIRI
1. Tujuan
a. Melaksanakan prosedur Startup dan shutdown peralatan sederhana
b. Memproduksi minyak atsiri dengan metode distilasi rebus.
c. Melakukan uji mutu kualitas minyak atsiri
d. Menghitung rendemen minyak atsiri yang di dapat.
2. Alat dan Bahan
a. Alat
1) Kompor + gas 8) Corong
2) Ketel distilasi 9) Corong pisah
3) Condensor 10) Gelas beker 250 ml
4) Separator 11) Gelas ukur 25 ml
5) Pompa air 12) Baskom
6) Selang 13) Ember
7) Statif dan klem 14) Pisau
b. Bahan
1) Jeruk/jahe/kunir/sereh/bahan lain (sesuai minat)
2) Air
3) Na2SO4
3. Cara Kerja
a. Timbang bahan baku yang akan dilakukan proses distilasi.
b. Lakukan pengecilan bahan baku.
c. Masukkan bahan baku ke dalam ketel distilasi.
d. Masukkan air ke dalam ketel sampai bahan baku terendam.
e. Tutup ketel, pastikan tertutup dengan rapat.
f. Rangkai alat seperti gambar1.15.
g. Hidupkan pompa air pendingin, pastikan aliran lancar.
h. Hidupkan pemanas.
i. Lakukan proses distilasi kurang lebih 5 jam.
j. Setelah distilasi selesai, matikan pemanas.
k. Matikan pompa air pendingin.
l. Karena distilat ada dua lapisan, maka ambil lapisan yang berupa air
(berada di bawah).
m. Masukkan lapisan tersebut ke dalam ketel melalui pipa yang sudah tersedia.
n. Masukkan distilat yang berupa minyak (lapisan atas) ke dalam gelas ukur.

Startup dan Shutdown Peralatan Sederhana

17

Anda mungkin juga menyukai